
Setelah satu minggu menginap di rumah sakit akhirnya mereka kembali ke apartemen. Sehari sebelum kepulangan mereka , Rita menyewa jasa membersihkan apartemen, juga memanggil laundry untuk mencuci pakaian mereka selama pergi.
“Alhamdulillah...sampai juga di rumah” Daniel langsung merebahkan diri di sofa, sementara Rita menaruh Ranna yang masih di strollernya dekat dengan sofa. Rita memeriksa seluruh ruangan, termasuk kamar Ranna.
“Kamu gak duduk dulu sayang?” tanya Daniel
“Sebentar, aku harus memberikan tanda bintang, aku gak mau memberikan bintang 5 kalau mereka pekerjaannya gak bersih” jawab Rita berkeliling
Daniel mengangkat Ranna yang terbangun dari tidurnya
“Hei sleeping beauty!” tegur Daniel sambil mencium pipi putri pertamanya,
“huuwwweeee” Ranna menangis, Daniel memeriksa popoknya
“Wah..penuh ya? yuk ganti!..sekalian mandi ya sayang??” Daniel membawa Ranna ke kamarnya dan memandikannya, sementara Rita kembali berkeliling dan memakai kaca mata infra red nya
“Kamu ngapain lagi sih?” tanya Daniel heran
“Aku pernah membaca tentang kamera tersembunyi, karena aku tidak di sini sewaktu mereka membersihkan apartemen jadi aku mengecek. Siapa tahu ada kamera tersembunyi yang mereka pasang”
“hmm..kadang aku berpikir, kamu lebih cocok jadi intel dari pada pengusaha” ujar Daniel sambil mengeringkan tubuh Ranna
“ini hanya pencegahan saja, aku bingung bagaimana kamu bisa terpapar virus langka, kalau terkenanya di sini, seharusnya aku dan Ranna terkena juga, tapi hanya kamu yang kena”
“Kamu begitu kepikiran ya?”
“Tentu saja! Hampir saja aku menjadi janda muda” ujar Rita sambil melepas kacamatanya
Daniel hanya tersenyum mendengar kata-kata istrinya
“Oh iya Yang, bagaimana dengan baby sitter yang dikirim kakek mu?”
“aku menyuruhnya libur hari ini, aku ingin kita bertiga tanpa ada orang lain” ujar Rita sambil berganti pakaian.
“Kamu sudah bertemu dengan baby sitter itu?”
“Sudah, sepertinya ia sangat berpengalaman. Kakek bilang sudah mengecek latar belakang baby sitter itu.”
“Kakek yang mana?”
“Kakek Sugiyono, beliau sangat tegas soal itu. Oh iya, beliau juga mengecek catering yang melayani kantor mu.”
“kok bisa? “
“Permintaan kakek Darmawan, beliau sangat cemas dengan virus yang mengenai mu!”
“Aku sangat dijaga rupanya” gumam Daniel
“Kenapa? Kamu gak risih kan? Itu cuma pencegahan saja, kakek Dar bilang sejak kak Andi transplantasi jantung, ia melakukan semua pengecekan terhadap semua yang berhubungan dengan aktivitas kak Andi. Apalagi makanannya, sekarang beliau melakukan lagi untuk mu”
“Aku mengerti kok, artinya kakek mu sangat perhatian sama kita ya?”
“Tentu saja! Oh iya kakek mengembalikan uang mu yang digunakan untuk tes virus itu, ia sudah mentransfernya kembali ke rekening mu”
“hah? Kenapa?”
“Beliau bilang, tes itu uji coba, justru seharusnya kamu yang dibayar.”
“Apakah aman ya?”
“Tentu aman!, oh ya dalam sebulan ini, akan datang dari rumah sakit untuk mengecek kondisi mu”
“Kamu sudah bilang jam berapa aku ada di rumah?”
“Aku bilang sore jam 5 atau jam 6 sepulang kamu kerja”
“hmm..baiklah! oke Ranna kamu sudah cantik, sekarang kamu ke mami ya, papi mau mandi dulu!” Daniel memberikan Ranna ke Rita untuk disusui
Cukup lama Daniel di kamar mandi, ketika ia selesai berpakaian ia melihat istrinya ketiduran, sementara Ranna bermain di sampingnya. Daniel membetulkan posisi tidur istrinya, lalu mengangkat Ranna.
“Ranna, ayo main sama papi” bisiknya, ia mengambil laptop dari tas kerjanya, lalu membuka situs anak-anak untuk Ranna. Sementara Ranna menonton tayangan anak-anak, Daniel sibuk memeriksa laporan dari Eddy yang dikirim melalui Email.
“aahhuuuu” Ranna mengikuti suara musik dari laptop, Daniel gemas melihat anak perempuannya, ia menciumi pipinya
“ih kamu lucu sekaliii!!!”
“hahahahaha!!!” Ranna tertawa senang ketika lehernya digelitik papinya
“ting nong!”suara bel pintu apartemennya , Daniel meletakan Ranna di strollernya, lalu ia membuka pintu
“Ya?”
“Selamat Sore!”
“Sore!”
“Kami dari rumah sakit datang untuk mengecek kondisi Anda!”
“oh ya? silakan masuk!”
Mereka mengambil sample darah Daniel, dan cairan dari tenggorokkannya
“Saya harus menjalani ini berapa lama?”
“Untuk sementara sebulan Pak, tetapi jika sebelum itu ternyata virus tersebut tidak terdeteksi lagi maka akan dihentikan tesnya”
“Bagaimana dengan istri saya? Apakah akan tertular dari saya?”
“Kalau dilihat dari karakteristik virus, sepertinya ia tidak mudah menular. Tapi Kami juga akan mengecek istri Anda”
“Sekarang? Dia sedang tidur”
“Mungkin mulai besok pak, karena kami hanya membawa 1 alat saja”
“baiklah, terima kasih banyak!”
Petugas rumah sakit itu pun pergi
Saat makan malam,
“Yang, besok selain aku yang dicek virus, kamu juga” ujar Daniel
“Aku? Kenapa?”
“Tentu dong!, kita sering bertukar cairan kemungkinan virus itu berpindah kan?”
“Hmm..gak masalah. Mudah-mudahan itu jenis virus yang tidak ganas ya?”
“aamiin, oh iya. Kamu besok jadi ke dokter kandungan?”
“Jadi, aku sudah buat perjanjian siang”
“Aku ikut!”
“hah? Kamu mau ikut? Bagaimana pekerjaan mu?”
“Aku bisa keluar sebentar! Lagi pula Eddy sudah melaporkan semuanya padaku selama aku absen”
“Yang kalau proyek kedua ini selesai, apa BOS akan memperpanjang kontrak lagi?”
“Enggak! batasan untuk kontrak itu dua tahun, tahun ketiga mereka harus mencari orang lain lagi”
“Kalau kontrakmu habis, kamu dan semua staf di lantai 20 nganggur dong?”
“Tenang saja!, mungkin aku akan memulai dengan proyek yang dulu dipegang Jameson”
“Bukankah Davies yang memegangnya sekarang?”
“Sepertinya perusahaan tersebut memilih menunda kerjasama dengan Dar.Co”
“yahh..rugi dong!”
__ADS_1
“Aku dengar dari Davies, sepertinya perusahaan itu juga sedang ada audit internal untuk melantai di bursa saham jadi mereka menunda semua kerjasama”
“Oh begitu!”
“Bagaimana kuliah mu?”
“aku baru saja selesai UTS”
“UTS?”
“Maksudmu mid semester”
“Kapan kamu mid semester?”
“Selama menunggui mu di rumah sakit” ujarnya tersenyum
“Terus belajarnya kapan?”
“Aku belajar selama perjalanan dari London, sepertinya anak dalam perut ku ini membuatku terus terjaga dan belajar”
“hahahaha...dulu kamu selalu mabuk perjalanannya?”
“Iya, selama perjalanan kemarin aku jadi menyadari berapa banyak pemandangan yang aku lewatkan selama aku tidur di perjalanan”
“Kira-kira nilainya bagus gak?”
“mudah-mudahan sih bagus, lagi pula ini mid semester ku yang pertama, oh iya Yang kamu sudah S2 kan?”
“tentu dong!, pak eh Om Radian sengaja membuatku sekolah lagi. Semua beliau yang bayari”
“Om Radian sayang banget ya sama kamu?”
“Dia sudah seperti kakak bagiku” Daniel bangkit dari kursinya dan merapikan bekas makan mereka
“Aku penasaran, apa Om Radian meninggalkan petunjuk pada mu?”
“Petunjuk? Maksud mu?”
“Kamu tahu kan, menjelang hari-hari terakhirnya beliau sedang melakukan tindakan pada salah satu cabang Dar.Co. Sebagai mantan asistennya mungkin beliau menceritakan sesuatu pada mu?”
“hmm...sejak aku pindah ke cabang Singapura, kami jarang sekali berkomunikasi. Kecuali beliau tiba-tiba datang untuk inspeksi”
“Kamu gak mau cari tahu?”
“Cari tahu? Tentang apa?”
“Pekerjaan Om Radian!”
“Andi sekarang yang memegangnya kan?”
“Kak Andi hanya memegang proyek di London, kalau yang di Singapura masih kakek!”
“Kamu ingin aku menyelidikinya?”
“Apa kamu gak penasaran?”
“Hmm...penasaran sih, kalau berbahaya gimana?”
“Iya juga ya? gak usah deh. Lagi pula aku sedang masuk masa kehamilan akhir, kalau terjadi apa-apa aku gak bisa melawan!”
“Apa-apa seperti apa?”
“Ya, ada yang melakukan kekerasan pada mu, dan aku gak bisa membantu karena kehamilan ini”
“kamu jadi penulis novel saja Yang!, imajinasi mu bagus!”
“Apa iya? Tapi sepertinya novel jenis ku tidak akan banyak digemari karena membosankan?”
“Kenapa membosankan?”
“Aku sering melihat jenis novel yang beredar sekarang ini,seperti tentang kawin paksa, kawin gak sengaja, kawin kontrak..sedangkan novel dengan minim konflik seperti ku tidak akan digemari”
“Konflik? Misalnya konflik rumah tangga gitu?”
“Iya”
“Masalahnya konflik yang sering muncul di rumah tangga : selingkuh, suaminya pelit, istrinya toxic, mertua yang ngeselin, ipar yang nyebelin nah aku gak ngalamin itu semua, jadi gimana bisa menuliskan penderitaan yang mereka alami”
“Apa perlu mengalami itu semua agar menjadi novel yang bagus?”
“Tentu Yang!, oh iya kalau kamu mendapatkan inspirasi untuk desain perhiasan gimana?”
“Banyak!, misalnya dari bunga yang aku lihat, dari motif batik. Banyak deh, nanti aku bikin sketsa, lalu setelah semua ide dikumpulkan tinggal aku cetak deh!”
“Aku bisa dapat perhiasannya?”
“Kamu mau?”
“Mau kalau dikasih, hehehe!”
“Nanti ya, anniversary kita kan sebentar lagi”
“Iya ya? sudah 2 tahun kan?”
“hah? Bukannya setahun?”
“Dua tahun dong!”
“Iya ya? kayaknya baru setahun deh?”
“Coba nih, Ranna saja sudah 8 bulan, kita nikah, 3 bulan kemudian kamu hamil, lalu keguguran.2 bulan kemudian kamu hamil Ranna 9 bulan , jadi 3+2+9\= 14 bulan + 8 bulan \= 22 bulan, hampir 2 tahun yang!”
“Kalau 2 tahun, anniversay yang pertama kita ngapain?”
“Iya ya? ngapain ya? kok aku bisa lupa?”
“Ya sudah lah, pokoknya kita sudah 2 tahun ya?”
“iya!..mudah-mudahan terus lanjut ya..sampai lebih dari 40 tahun!”
“aamiin..mudah-mudahan kita tetap sehat ya?”
“Aamiin!!”
Keesokan pagi setelah sarapan Daniel pergi ke kantor, sedangkan Rita datang ke tokonya. Ia juga meminta baby sitternya menemuinya di D’Ritz
“Pagi !”
“Pagi bu!” jawab para pegawai
“apa kabar semuanya?”
“Baik bu!”
“Oh iya, saya membawa oleh-oleh dari Swiss,cuma gantungan kunci sih kalau di London kami gak sempat jalan karena suami saya sakit”
“Oh ya? sekarang kondisi beliau bagaimana?” tanya salah satu staf perempuan terlihat khawatir
“Alhamdulillah, sekarang beliau sudah sehat lagi, terima kasih atas perhatiannya!” ujar Rita tersenyum, pegawai yang lain memukul tangan pegawai tersebut
“Oh iya, silakan lanjutkan pekerjaannya! Nanti akan ada seorang perempuan, namanya Rini. Kalian suruh dia langsung ke ruangan saya ya. dia baby sitternya Ranna!”
“Baik bu!”, Rita bersama Ranna di strollernya masuk ke ruang kerjanya
“Pagi bu!”
“Pagi Erina! Bagaimana masih mabuk?”
“Masih bu, ini sampai kapan begini ya?”
“Morning sickness? Waktu Ranna sampai usia kehamilanku 4 bulan. Kalau yang ini, pak Daniel yang morning sickness. Kayaknya selama 3 bulan deh beliau baru berhenti mabuk di pagi hari”
__ADS_1
“Pak Daniel yang morning sickness bu? Kok bisa?”
“Aku juga gak tahu, tiba-tiba saja dia kehilangan nafsu makan dan muntah-muntah setiap pagi”
“Kalau ibu?”
“Aku gak merasakan apa-apa. Cuma sering gampang lelah”
“Oh begitu. Oh iya bu, ini laporan selama ibu pergi”
“Baiklah taruh di situ, kamu boleh kembali ke ruangan mu. Kalau gak kuat, kamu boleh pulang setengah hari!”
“gak usah bu, saya lebih senang di sini, wangi rotinya enak. Lagi pula saya kesepian di rumah”
“hahaha..begitu ya? aku juga membuka toko ini karena kesepian di rumah”
“Oh ya? artinya toko ini buah dari kesepian ya bu?” canda Erina
“Iya juga, hahaha...”
Sementara di kantor Daniel
“Selamat Pagi semuanya!” sapa Daniel
“Selamat Pagi Pak!, Anda sudah sehat?” tanya para staf perempuan bersamaan, itu membuat Daniel kaget
“Kalian seperti paduan suara saja!” ujarnya
“Anda sudah sehat pak?” tanya Eddy mewakili staf yang lain
“Alhamdulillah sudah, karena doa kalian semuanya” ujar Daniel tersenyum, setelah berdoa pagi mereka kembali dengan aktivitas masing-masing
“Aku sedih banget, mendengar pak Daniel sakit” ujar salah satu staf perempuan
“Iya, rasanya aku mau ke rumah sakit dan menghiburnya!” ujar staf perempuan yang lain
“Kita gak ketemu selama 2 minggu ya? rasanya sudah bertahun-tahun!”
“Kalian ini lebay sekali!” ujar Eddy
“Tentu dong pak!, atasan kami yang paling tampan, baik juga sopan jatuh sakit, gimana kita gak spaneng?”
“Kalian tahu kan, kontrak dengan BOS ini akan selesai 3 bulan lagi?”
“Terus?”
“Kita akan dibubarkan sebagai tim!”
“ahh...tidak!!!” dua orang staf berteriak pelan
“hussh!!! Malu-maluin saja!” bisik Eddy
“Terus kita gimana dong?”
“Mungkin akan dialihkan ke departemen lain!”
“Yahh...gak asyik!”
“Eh kalian sudah dengar tentang James?”
“James? Maksud mu pak Jameson? Atasan kita dulu?”
“iya!, beliau sudah dipecat dari Dar.Co”
“oh ya? sejak kapan?”
“Menurut teman ku di HRD, terhitung bulan ini”
“Kenapa beliau dipecat?”
“Entahlah, sepertinya apa pelanggaran kontrak dengan Dar.Co, temanku juga tidak menjelaskan”
“Yang memimpin proyek beliau siapa dong sekarang?”
“Gak ada!, beliau dipending dari semua proyek!”
“Ooo begitu”
“Kok kalian reaksinya begitu, pak James mantan atasan kalian kan?”
“iya sih!”
“Beliau baik juga kan?”
“Baik kok! Tapiii”
“tapi?”
“Beliau agak genit ya?”
“oh ya?”
“kalau ngomong dengan staf perempuan, ia pasti memegang tangan staf itu”
“Apa mungkin orangnya begitu, kan ada orang yang ingin meminta perhatian, jadi dia memegang tangan lawan bicaranya”
“tapi cuma sama staf perempuan kalau sama staf lelaki gak pernah, malah jutek”
“Oh iya di divisinya staf lelakinya Cuma 2 orang kan?”
“Iya betul, itu pun lelaki yang tulang lunak”
“Maksudnya tulang lunak?”
“Maksudnya yang kebanci-bancian gitu”
“masa pak James suka lelaki yang model begitu?”
“Mungkin beliau AC-DC”
“apaan tu? AC-DC?”
“Suka lelaki dan perempuan”
“Hei! Kalain bergosip terus, ayo kembali ke pekerjaan!” tegur Eddy melihat staf perempuan bergosip di ruang coffee
“Iya pak!!!” mereka kembali ke ruangannya
Sementara Daniel di dalam ruangannya, ia menerima paket cukup besar
“apaan ini ya? Eddy bisa ke ruanganku sebentar?” panggil Daniel melalui interkom
“Itu paket pak!”
“Pengirimnya siapa?”
“Entah pak, itu sampai waktu pak Daniel masih di Swiss”
“Kamu gak nanya dari siapa?”
“Itu ada tulisannya pak”
“Iya, Dianra..siapa ya? baiklah, terima kasih Eddy, kamu boleh kembali ke ruangan mu!”
“Baik pak!”
Perlahan Daniel membuka bungkusan besar dengan cutter, ia masih terheran-heran dengan isi dari paket tersebut
“Kertas-kertas, flash disk, kartu memori..hmm...”
_Bersambung_
__ADS_1