
Telah meninggal dunia salah satu pengusaha muda bernama Gregorius Hammington, suami dari aktris cantik Ashley Hammington . Gregorius berjuang melawan penyakit kronis yang telah lama di deritanya. Ia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit pada pukul 10.00 pagi waktu setempat. Pelaksanaan penguburan akan dilaksanakan dua hari lagi di rumah duka “Forever Love” dan akan di makamkan di pemakaman keluarga, demikian bunyi berita dari media online yang dibaca Rita pagi ini. Ia meneruskan berita itu kepada Andi.
“Sepertinya pihak keluarga menyembunyikan penyebab kematian Greg” ujar Andi setelah membaca berita tersebut.
“Kenapa?” tanya Rita
“Bunuh diri itu aib bagi keluarga, belum lagi di mata agama, Greg seorang beragama Katolik, bisa-bisa gereja akan menolak pemakaman.” Jawab Andi lagi
“Tapi Greg sempat bertahan kak, menurut berita ia berjuang selama dua hari lamanya.”
“Berarti pertolongan lo berguna tuh Rit, karena ia sempat kritis.”
“Kalau ada asuransi jiwa bisa cair gak kak?”
“Setahu kakak kalau kematian yang disebabkan bunuh diri biasanya gak bisa diklaim, tapi gak tahu deh ceritanya kalau dia bisa bertahan dua hari.”
“Seharusnya bisa ya kak, walaupun dia orang yang kasar, Rita kasihan sama istrinya, setidaknya dia bisa melanjutkan hidup dengan uang asuransi suaminya. Eh aku dapat email nih, undangan pemakaman.”
“Lo diundang?”
“Bukan, om Radian, pemakamannya dua hari lagi.”
“Om masih di Tokyo kan?”
“Iya”
“Daniel?”
“Ikut Om ke Tokyo, masa gak dikawal!”
“Berarti lo yang datang Rit!”
“Tapi upacaranya di gereja kak, itu termasuk ibadah kan?, dalam agama kita mengikuti ibadah agama lain gak boleh kan?”
“Kalau begitu datangnya pas pemakaman saja, jangan pas di gereja, banyak kog yang begitu. Dulu ada kerabat kakek yang meninggal, kakek datangnya ke pemakaman, ini kan juga menghormati yang meninggal dan juga menyelamatkan iman kita, begitu kata kakek.”
“Ah benar juga, kakek bijaksana juga ya!”
“Yaa makanya disebut kakek, hehehe”
“Kak Andi mau ikut kita ngemall gak?”
“Sama siapa?”
“Rita dan tante Saye”
“Gak mau ah, cewek ngobrolnya gak habis-habis. Nanti gue bengong aja gak ngerti.”
“Oh ya udah, kemarin Tante bilang suruh ngajak kak Andi, biar rame.”
“Kakak ada teman yang mau datang lihat prototype drone kak Andi, kalau dia suka. Kita bisa mulai produksi.”
“Wah keren nih kak Andi jadi pebisnis.”
__ADS_1
“Belum Rit, gue masih belajar nih, makanya gue lama di sini, sebenarnya banyak yang mau gue tanya ke kakek, eh beliau malah kabur ke luar negeri.”
“Susul saja kak!”
“Enggak ah, nanti kakek Geer, beliau kalau Geer rewel, merasa dibutuhkan gitu, nanyanya nanti saja kalau beliau sudah pulang.”
“Sebenarnya kak Andi sama Kakek keperibadiannya mirip, keduanya gengsinya tinggi. Eh lebih tinggi kak Andi sih. “
“Iya?”
“Kayaknya sih begitu, soalnya kakek pernah bilang harus ngebaik-baikin kak Andi supaya mau lama tinggal di sini.”
“Kakek tuh yang aneh, dia bilang ke semua temannya, punya cucu perempuan, senang banget dia, eh cucu perempuannya dihukum sudah begitu dia tinggal-tinggal, aneh kan?” ujar Andi ngotot
“Oh iya, betul juga Kak, apa Rita harus gengsi juga kayak kak Andi, supaya kakek gak ninggalin Rita?”
“Yaa boleh dicoba Rit!”
“Sarannya akan Rita pertimbangkan kak!”
Keesokan harinya, Rita melaporkan perihal Greg kepada Radian melalui VC di kantor.
“Hmm..begitu ya?”
“Iya pak, pemakamannya besok siang!.”
“Rita gantikan saya ya!, bisa kan? Datangnya pas pemakaman saja, kalau bisa dekati Ashley dan hibur dia.”
“Baik pak!”
“Amplop coklat di lemari, baik pak!”, setelah VC Rita melakukan seperti yang diminta oleh Radian, dia mengambil Amplop bertuliskan Ashley, ketika ia menutup kembali lemari tanpa sengaja ia menekan sesuatu. Lemari besar itu bergeser, Rita sangat kaget bercampur bingung.
“Apa nih?” gumamnya,
Ada ruangan di dalam lemari. Sebelum masuk lebih dalam ke dalam ruangan, Rita menutup pintu kantor lebih dahulu dan menguncinya dari dalam. Setelah itu ia kembali ke ruangan di dalam lemari. Ruangan di dalam lemari cukup luas, ada kursi pijat, dan bar kecil. Di situ juga ada kamar mandi dan lift. Ia masuk ke dalam lift, hanya ada 2 tombol di situ, lantai 35 dan tempat parkir.
“Kayaknya lift ini yang membawa Om, langsung dari tempat parkir ke sini” gumam Rita. Kemudian ia keluar dari lift lalu berjalan mengelilingi ruangan.
“Ini ruangan tempat ngumpetnya Om” gumamnya lagi.
Kemudian ia keluar dari ruangan tersebut, ia bingung bagaimana menutup ruangan tersebut. Ia berusaha menggeser lemari
“Berat, gimana nutupnya nih gawat!” gumamnya panik
Ia mencari tombol-tombol rahasia di sekitar lemari
“Biasanya ada di sini!” gumamnya
“Nah ini dia!” ia memencet tombol itu
Terdengar suara pergeseran lagi. Ternyata lemari tersebut bergeser dan membuka ruangan lain yang lebih sempit . Rita semakin penasaran, ia masuk ke ruangan lebih kecil itu, dan ia melihat koleksi yang disembunyikan Radian. Rita tersenyum melihat koleksi Radian yang ternyata adalah seorang Blink. Blink itu sebutan fandom untuk penggemar Blackpink, k-pop korea. Di situ juga ada foto-foto Radia bersama para member Blackpink, bahkan terlihat beliau pernah berlibur bersama di kapal pesiarnya.
“Wahhh, Om Radian diam-diam nge-Blink!” gumamnya tersenyum, kemudian ia keluar ruangan dan memencet tombol tadi, bunyi suara lemari bergeser menutup. Kemudian ia memencet tombol di tempat lain dari lemari tersebut, kali ini lemari bergeser dan menutup ruang rahasia yang lebih besar. Rita merapikan bekas-bekas terbukanya ruangan
__ADS_1
“Jangan sampai ketahuan, nanti bisa gawat!” Gumamnya, setelah itu ia keluar ruangan bosnya dengan amplop coklat bertuliskan Ashley.
Keesokan harinya pukul 3 sore, pemakaman dilaksanakan, isak tangis para kerabat mengiringi masuknya jenasah ke dalam liang kubur. Ayah Greg, menangis tersedu-sedu seperti anak kecil, di sampingnya anak perempuannya Georgina, adik dari Greg, ia juga menangis. Tiba-tiba Ashley berteriak, ia menangis kencang, semua yang hadir kaget dibuatnya. Tangisannya memilukan, membuat yang hadir ikut meneteskan air mata. Setelah liang kubur di tutup satu persatu tamu pamit meninggalkan pemakaman, Rita yang sengaja datang terlambat, berupaya mendekati Ashley, tetapi sebelum itu terjadi Georgina mendekati Ashley, dan mengatakan sesuatu
“Akting yang bagus kakak Ipar!” ujarnya kesal, Ashley tidak membalas kata-katanya
“Kakakku terjebak oleh aktris murahan seperti mu, bisnisnya gagal, kamu sungguh istri pembawa sial! Ujar Georgina lagi.
“Semua aset Greg telah cair, beberapa hutang yang berhubungan dengan perusahaan papa telah aku lunasi, sisanya kamu yang menanggung sebagai istrinya. Aku dengar, kamulah yang mendorongnya berekspansi hingga ia merugi. Aku juga menjamin kamu tidak akan mendapatkan apa-apa dari kami selain menanggung hutang yang kalian buat sendiri!” setelah mengatakan hal tersebut, ia meninggalkan Ashley sendirian, yang termenung bingung, hatinya hampa.
Rita menunggu semua orang meninggalkan pemakaman, kini Ashley sendirian di pemakaman Greg, tidak ada satupun kerabat Greg yang mendekati atau menghiburnya.
Rita menghampiri Ashley
“Bu Ashley!” sapanya
Ashley mendongak, dan melihat ke Rita, wajah yang familiar, seketika ia memeluk Rita dan menangis sejadi-jadinya. Rita mengusap punggung Ashley lembut, setelah Ashley tenang Rita mengajaknya ke suatu tempat, ia merasa yakin tidak akan ada yang memperhatikan kepergian mereka, terutama keluarga Greg yang membenci Ashley.
Mobil Rita berhenti di suatu tempat, sebuah lapangan hijau, di situ ada mobil yang menjual minuman dan makanan. Rita membelikan Ashley kopi dan hot dog. Ia sendiri hanya meminum teh.
“ini bu!” Rita memberikan Kopi dan 2 hot dog
“Terimakasih!, kamu betul-betul keponakannya Radian, baik sekali. Ini kedua kalinya kamu membelikan orang yang kelaparan.” Ashley menyantap hot dog tersebut dengan lahap, sepertinya ia belum makan sejak kemarin
“Kamu mau ini?” tanyanya ke Rita untuk hot dog yang kedua.
“Tidak, untuk ibu saja.” Ujarnya, ia kembali ke food truck dan membeli kopi lagi dan beberapa hamburger serta kentang goreng.
Rita menyuguhkan hamburger kepada Ashley,
Ashley menerimanya dengan senang, ia menggigit hamburger tersebut, lalu berhenti pada gigitan kedua, kemudian ia menangis sedih.
“Huaaahhh...” tangisannya seperti anak kecil
“Hamburger ini mengingatkan kencan pertamaku dengan Radian.” Ujarnya ia meletakan burgernya dan meminum kopi keduanya.
“Kamu pernah dengar, kalau aku dan Radian pernah pacaran?” tanya Ashley
Rita menggeleng
“Dulu, Radian dan Aku berpacaran, kami menghabiskan masa kuliah kami sebagai pasangan. Kemudian seorang produser menawarkan aku menjadi model sebuah perhiasan. Dari situ banyak tawaran menjadi model, presenter, bahkan membintangi film.” Cerita Ashley
Rita hanya mendengarkan, sesekali ia menyeruput Teh hangat dan mencicipi kentang goreng.
“Greg adalah fans setiaku. Ia selalu mendukungku. Hatiku berpaling dari Radian, aku menghancurkan hatinya dan memilih Greg sebagai suamiku. Keluarga Greg tidak menyetujui pernikahan kami, karena latar belakang kami yang berbeda, keluarganya mengancam tidak akan memberikannya warisan jika ia menikahiku. Tapi ia bersikeras, kami tetap menikah, dan ia menghadiahi ku hotel Ashton sebagai kado pernikahan.”
“Tiga tahun kami tinggal di luar negeri, Greg mulai kesulitan keuangan, tapi ia selalu memaksakan diri dan memberiku barang-barang serba mahal. Aku baru tahu, ternyata ia cemburu terhadap Radian. Ia membaca majalah Forbes tentang Radian sebagai pengusaha sukses. Greg takut aku meninggalkannya dan kembali kepada Radian.”
“Ketika bisnisnya gagal, ia mulai berjudi dan minum-minum, setiap pulang ke rumah tubuhnya bau alkohol. Ia juga mulai ringan tangan terhadapku. Aku tidak pernah diperlakukan kasar oleh siapapun. Kata-kata kasar Greg, menyinggungku, sempat terpikir oleh ku untuk kembali kepada Radian. Aku betul-betul perempuan yang tidak tahu malu.” Ujarnya memaki diri
“Pertemuan Aku dan Radian di hotel, itu waktu perjamuan pertama kali kami tiba di sini. Aku mencoba merayu Radian, tapi agaknya ia sudah tidak ada rasa lagi kepadaku. Tapi Greg ingin memanfaatkan kedekatanku dengan Radian. Ia memaksaku untuk mendekati Radian, tapi Radian menolakku secara halus. Penolakannya justru membuatku tertantang, aku harus melakukan hal yang benar. Aku menjual semua barang pemberian Greg untuk membantu melunasi hutang bisnisnya. Perhiasan, rumah, hotel, tanah, pakaian – pakaian yang aku beli dengan hasil jerih payahku sebagai aktris juga sudah terjual. Untuk makan sehari-hari saja aku sulit. Aku sudah tidak bisa berhutang, kartu kreditku ditolak, mereka takut aku tidak bisa membayar hutang. Para rentenir seperti kanker yang tidak ada habisnya menggerogoti kami. Aku sudah tidak kuat lagi, sehingga aku mengajukan perceraian. Greg terluka,walupun ia tahu betapa aku masih mencintainya, tapi perlakuan dan kata-katanya melukai hatiku. Kata-kata dan perlakuan buruknya jadi toxic bagiku, aku bertekad keluar dari keadaan ini. Kembali dari nol, sepertinya Greg tidak bisa menerima keputusan ku. Sekarang keluarga Greg menyalahkanku menjadi penyebab Greg bunuh diri dan memaksa Greg berbisnis di luar kemampuannya. Kini apa yang harus aku lakukan?” tangisnya pilu
Rita memegang tangan Ashley, kemudian ia memberikan amplop coklat titipan Radian. Ashley melihat amplop coklat bertuliskan namanya, disitu tertulis secarik kertas. Dikertas tersebut tercantum pelunasan hutang dari rentenir yang dicap resmi dan dilindungi hukum negara sehingga mereka tidak bisa lagi menagih hutang kepada Ashley. Selain itu Radian juga memberikan uang sebesar 50.000 USD kepada Ashley untuk memulai hidup baru di Amerika. Ashley membaca surat dari Radian, dan ia kembali menangis, kemudian ia memeluk Rita erat. Kali ini tangisannya lebih lega dibandingkan sebelumnya.
__ADS_1
Selanjutnya, tidak ada berita lagi tentang aktris Ashley Hammington setelah pemakaman suaminya.
_Bersambung_