Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 174: Kekurangan Rita


__ADS_3

“Aduhhh!!!” Daniel menempelkan beberapa lembar koyo di tubuhnya


“Yang?” tiba-tiba Rita datang menghampirinya di walking closet, Daniel segera menutup tubuhnya dengan kaos singlet


“Ya?”


“Supirmu sudah datang!”


“Suruh tunggu, aku datang sebentar lagi!” Daniel bergegas memakai jas dan kaos kakinya, kemudian segera keluar dari kamar, tiba-tiba Rita memeluk tubuhnya dari belakang


“Yang!”


“aduhh!! Ya sayang?” Daniel mengerang pelan, kemudian ia memaksakan diri untuk tersenyum menahan sakit


“Nanti kamu pulangnya gak malam-malam kan? Aku dan dedek bayi kesepian!” Rita memegang perutnya, usia kandungannya kini berjalan 4 bulan


“InsyaAllah tepat waktu, kamu mau pergi kemana?” tanya Daniel dengan tatapan mesra


“Enggak, aku mau di rumah saja. Nonton film!”


“ooo begitu, baiklah!, Aku berangkat ya sayang?” Daniel mengecup kening istrinya


“Dadah!!!” Rita mengantarnya sampai depan pintu apartemen


Jam istirahat di kantor, Daniel dan Eddy makan di cafetaria kantor


“Hmm...makanan di sini enak!” ujar Daniel


“Memang Pak, wah Pak Daniel baru makan di sini ya? biasanya membawa bekal?”


“Iya, biasanya istriku selalu menyiapkan makan siang untukku”


“Ohh, tentu masakan Bu Rita sangat enak ya, rotinya saja enak!”


“ya, lumayan, akhir-akhir ini ia masih merasa mual karena kehamilannya dan bawaan bayi sehingga ia agak malas.”


“Anak pertama ya Pak?” tanya Eddy lagi, Daniel mengangguk


“Aku berharap ibu dan anaknya sehat-sehat saja!” ujar Daniel


“aamiin, oh iya Pak, saya boleh minta tolong?”


“Hmm...tolong apa dulu nih?”


“Sebenarnya saya mau minta tolong sama bu Rita, tapi melalui pak Daniel saja”


“Minta tolong sama istri saya? Tentang apa?”


“Begini, anak saya yang pertama kelas 5 SD, dia mendapatkan tugas di sekolahnya untuk mengundang orang atau tokoh yang paling menginspirasi”


“Lalu?”


“Nah, waktu itu saya menunjukkan foto setelah pertandingan kita, tiba-tiba anak saya mengenali bu Rita. Dia tanya;


“Papa, kenal sama orang ini?”


“Tentu , dia istri bos papa”


“Dia kan pemilik D’Ritz yang viral itu kan?”


“iya betul!”


“Pa, bisa minta tolong ibu ini untuk datang ke sekolahku? Aku dapat tugas mengundang tokoh paling menginspirasi generasi muda. Aku pernah baca profilnya, katanya usianya belum 20 tahun tetapi sudah sukses mengelola usaha”


“wah, jangan merepotkan, papa saja deh yang datang ke sekolah, papa juga menginspirasi kamu kan?”


“Papa memang keren, tapi papa tidak muda. Ayolah Pa, pleasee!”..


Eddy menutup ceritanya


“Hmm...aku harus tanya istriku dulu, kadang tokonya menjadi tempat syuting, atau bahkan sedang ramai, jadi aku tidak tahu ia sempat atau tidak” Daniel memakan dessertnya dengan lahap


“Waktunya, sebisanya bu Rita, tetapi harus dalam bulan ini Pak!”


“Berikan saya alamat sekolah anakmu dan namanya, mungkin nanti ia bisa kubujuk!”


“Terima kasih banyak Pak Daniel, ini sudah pak?” Eddy mengambil piring Daniel yang sudah kosong


“Gak usah, biar aku sendiri saja!”


“Gak apa-apa Pak, sekalian saya juga mau menyerahkan piring saya


“Terima kasih, kalau begitu!” Daniel membiarkan Eddy mengambil piringnya


Sesampainya di ruangannya Daniel membaca pesan dari istrinya


“Yang, mama datang, Kami akan keliling mall. Mungkin pulangnya agak malam. Gak apa-apa kan? Aku suntuk di rumah!”


“Baiklah!, jangan boros ya?” Daniel membalas pesan


“Iyaa, thanks, love you! Muachh!!!” emoticon kisses


Daniel tersenyum membaca pesan istrinya.


Di ruangan lain,


“Eh Pak Daniel aneh ya?” ujar salah satu OB kepada salah satu staf yang minta dibuatkan fotokopi


“Kenapa?”


“Aku sering melihatnya senyum-senyum sendiri sambil melihat ponselnya”


“Mungkin ia sedang menonton sesuatu yang lucu?”


“Enggak ah, soalnya iya senyum kemudian mengetikan sesuatu. Lalu senyum lagi!”


“Mungkin dia sedang bercanda dengan seseorang!”


“sstt...iya memang!, seseorang itu istrinya!” bisik Eylin yang hobi memperhatikan tingkah orang lain


“Bagaimana?” tiba-tiba karyawati lain ikutan mengerubung


“Kalian tahu gak, waktu kita rapat? Ia melihat telepon atau pesan dari istrinya, pasti ia langsung berubah wajahnya!”


“berubah? Jadi seram gitu?”


“Bukan!, justru seperti ceria! Moodnya jadi berubah!”


Tiba-tiba Eddy nimbrung dipercakapan mereka

__ADS_1


“Pak Daniel memang seperti itu sama istrinya!, kalian jangan sirik!, sudah kembali ke meja kalian masing-masing!” ujar Eddy


“Iya Pak!” semua karyawati yang menggerubung kembali ke meja masing-masing


Sepulang kantor, Daniel mampir ke gym untuk berolahraga, seperti biasa ia mengobrol dengan Aldy konselor sekaligus sahabatnya


“Bagaimana calon bapak? Apa ibu dan bayinya baik-baik saja?” tanya Aldy


“Alhamdulillah, mereka baik. Kemarin kami baru memeriksakan diri lagi. Alhamdulillah janinnya berkembang normal dan ada detak jantungnya”


“Alhamdulillah, syukurlah!. Kamu sudah tidak sabar tentunya menjadi seorang ayah?”


“InsyaAllah, aku sedang melatih diriku untuk menerima keburukan istriku” tiba-tiba Daniel curhat


Aldy menghentikan kegiatannya


“Maksud mu?”


“satu sesi pertemuan dengan mu berapa dolar?” tanya Daniel


“150 USD!”


“Nanti aku transfer ya? sekarang dengarkan curhatku!”


“Enggak usah, traktir aku makan saja!”


“Enggak ah, aku gak sempat!” Daniel beralasan dan memasang timer di jam tangannya


“Sebenarnya...” Daniel mulai bercerita


Saat pernikahan Saye, sebelum Daniel melamar Rita,


“Pak Reza, saya ingin menikahi Rita!” Daniel memintanya dengan tegas


“Tentu saja!, aku sudah memperbolehkannya kan?” Jawab Reza


“Tapi saya akan menikahinya hari ini Pak!” ujar Daniel lagi


“Hah? Hari ini? Apa tidak tergesa-gesa? Daniel, aku tahu kalian sedang kasmaran, tapi menikah dengan terburu-buru seperti ini apa tidak beresiko?” tanya Reza


“Saya pikir resikonya sama saja, menikah hari ini atau setahun lagi.”


“Hmm...duduk dulu Niel!” Reza mengajaknya duduk tenang. Mereka berbicara di tempat sepi. Saat itu Rita tidak mengetahui Daniel telah kembali ke rumah Saye.


Tiba-tiba Ratna yang dipanggil oleh Andi bergabung dengan mereka. Dalam ruangan itu ada 4 orang, Daniel, Reza, Ratna dan Andi


“Ratna, Daniel ingin menikahi Rita hari ini!” ujar Reza membuka pertemuan mereka


“Benarkah?? Ahh..syukurlah!!! Niel!!! Aku sempat khawatir, soalnya papa-papaku berniat mengisengi mereka!” ujar Ratna tanpa sengaja, ia segera menutup mulutnya


“Mengisengi? Maksud mu?” tanya Reza, Daniel dan Andi juga tidak kalah terkejut, semuanya melihat ke arahnya


“Sebenarnya, beberapa waktu lalu, ketika Daniel dan Rita sedang renggang!, Rita pernah curhat ke aku, kalau dia mati rasa pada Daniel”


“Mati rasa?” Daniel terkejut, ia mengingat-ingat kejadian beberapa waktu lalu


“Iya, lalu aku bilang kepada para kakek. Ternyata mereka sudah memperhatikan kalian. Walaupun Rita bilang mati rasa, ia tetap memperhatikanmu Niel! Ia sering membelamu kalau ada celaan dari orang di kantor. Dan itu disampaikan oleh kakek Darmawan. Sehingga membingungkan kakek Sugi, kemudian ia mengusulkan untuk menguji kalian. Salah satu usulannya betul-betul membuat kalian jarak di antara kalian!”


“Apa yang mereka merencanakan itu sudah terlaksana?” tanya Reza


“Sepertinya belum, karena kalian keburu baikan! Dan Andi ribut tentang cincin mahal yang Daniel berikan!”


“Niel, sebelum kamu memutuskan melamar Rita, boleh aku tahu, apa yang membuatmu ingin segera menikahinya?” tanya Reza


“ehem...pertama, Rita sangat cantik. Aku sudah jatuh hati padanya sejak pertama kali bertemu”


“Baiklah! Tapi kamu tahu kan kecantikan itu tidak bertahan lama?” ujar Reza


“Iya, tapi yang penting sekarang ini ia cantik!” ujarnya tersenyum


“Lalu?”


“Kedua, ia sangat baik, perhatian, pandai, lucu, menggemaskan, polos, pemberani, ceroboh, wah banyak kata deh untuk melukiskan Rita “ ujar Daniel tersenyum lagi


Ratna agak terkejut melihat orang yang mengagumi anaknya sampai sedemikian


“Bagaimana dengan sifat kasarnya?” tanya Andi tiba-tiba


“Sifat kasar? Rita tidak pernah kasar terhadapku!” jawab Daniel


“Hmm...” Reza dan Ratna saling berpandangan, kemudian mereka seperti menyetujui sesuatu


“Niel, ada yang harus kamu ketahui sebelum kamu memutuskan menikah dengannya” ujar Reza, nada suaranya sangat serius hingga membuat Daniel khawatir


“Apa ya Pak?”


“Kamu tahu sleep walker?”


“Sleep walker? Berjalan sambil tidur?”


“Iya! Nah Rita terkadang melakukan itu!”


“Iya betul Niel, iya sering mengigau. Kadang menurutku, ia sedang bermimpi sesuatu. Ketika di Bali, aku pernah melihatnya memukul-mukul tembok. Waktu itu aku ketiduran di sofa, ketika aku lihat ternyata ia seperti bertanding dengan seseorang. Aku tidak menegurnya, aku hanya mengarahkannya kembali tidur.” Sambung Ratna


“Dulu, waktu SMP, aku bernah berkemah dengannya, kami berada dalam satu tenda. Tiba-tiba ia menendangku. Sakitnya luar biasa!” ujar Andi bercerita


“Ia melakukannya saat tidur?” tanya Daniel


“Iya betul!, keesokan paginya aku bertanya, mimpi apa ia semalam. Ia bilang sedang menendang harimau yang mengejarnya!”


“Haha!..ups!” Daniel menghentikan tawanya, karena ketiga orang di depannya berwajah sangat serius


“Ini sungguhan Niel!, Aku pernah mengajaknya untuk di tes aktivitas otaknya dan dirinya dalam keadaan tidak sadar.” Ujar Reza


“Kamu meneliti anak kita?” tanya Ratna heran


“Iya, waktu itu , kita baru saja resmi berpisah. Dan setiap malam, aku mendengarnya Rita berteriak-teriak marah dalam tidurnya. Aku sempat dipukul dan digigitnya berkali-kali”


“Oya? Kenapa kamu gak pernah cerita?”


“Pernah, tapi kamu menganggap aku menakutimu supaya tidak mengambil Rita darimu!” jawab Reza


“Lalu Yah?” Andi sangat penasaran


“Aku membawanya ke temanku. Ia ahli saraf, juga seorang hipnoterapis. Ia menghipnotis alam bawah sadar Rita. Ternyata di situ ia menemukan, selama ini di permukaan ia selalu berusaha mengerti dengan keadaan orang lain, tapi alam bawah sadarnya tidak menerimanya. Sehingga muncul sifat agresifnya.”


“Lalu dokter itu menyarankan apa?”


“Membuat aktivitas otak dan tubuhnya lelah, dan memberikan rasa aman pada hatinya. Maka sifat itu tidak akan muncul”

__ADS_1


“Tapi Yah, apa betul bisa begitu? Karena, dulu Rita pernah diculik oleh salah satu lawan bisnis kakek. Rita dibius hingga tidak sadarkan diri. Ketika polisi berhasil melacak keberadaannya, mereka melihat para penculik tersebut pingsan tidak sadarkan diri. Ketika mereka tersadar di sel polisi, mereka berteriak ketakutan dan minta ampun”cerita Andi


“Tapi kapan ia mulai tenang dan tidak sleep walker lagi?” tanya Daniel


“Hmm...sebentar..oh iya,..sepulang dari dokter, kami berbicara dari hati ke hati. Ia menceritakan luka batinnya. Aku meminta maaf dengan tulus padanya. Setelah itu dan malam-malam selanjutnya tidurnya lebih tenang.”


“Rita banyak ikut kejuaraan dan pertandingan, apa malamnya ia tidak mengamuk?” tanya Daniel, ia semakin tertarik


“Sepertinya tidak, aku memasang kamera tersembunyi di beberapa tempat di rumahku, tetapi tidak di kamarnya. Kamera itu aku aktifkan kalau aku sedang tidak di rumah. Bagaimanapun juga aku punya anak perempuan yang sering aku tinggal di rumah”


“ooohh begitu!” ujar Ratna dan Andi bersamaan, jadi selama ini Reza tetap mengawasi Rita walaupun ia sedang sibuk


“Tapi waktu SMP Rita pernah kabur dari rumah karena ia aku marahi karena terlibat tawuran, aku mencarinya kemana-mana. Aku khawatir ia melukai orang lain”


“Lalu?”


“Seorang anak lelaki usianya 2 tahun lebih tua darinya mengantarkan pulang, Rita sangat menurut padanya”


“Oya? Namanya siapa yah?” tanya Andi


“Ferry! Kalian mengenalnya dengan nama Tommy !”


“Ooo..Ferry itu Tommy!” ujar Andi dan Ratna bersamaan


“Ferry? Tommy? Siapa dia?” Daniel agak cemburu


“Tommy itu kakak kelas sekaligus pelatih taekwondonya di sekolah. Dulu Ferry juga berhasil mengalahkan Rita . Mungkin kamu gak tau Niel, Rita pernah menjadi ketua gank cowok di SMPnya padahal ia baru masuk sekitar 2 minggu di sekolah itu. Mereka bilang sejak Rita menjadi ketua, setiap tawuran mereka menang terus. Tapi Rita berhasil membuat mereka berhenti tawuran, bahkan anak-anak lawan sekolahnya juga menaruh hormat padanya” ujar Reza


“Apa ini benar?” Daniel tidak mudah mempercayainya


“aku mendengar sendiri dari anak yang diinterogasi di ruang guru.”


“Kenapa anak itu akhirnya tawuran lagi?”


“Karena Rita melepaskan jabatan ketuanya, ia menyukai Ferry. Tak berapa lama Ferry pindah sekolah. Rita kelihatan sangat kehilangan” ujar Reza


“Tapi ia tidak sleep walker lagi?” tanya Ratna penasaran


“Seingatku tidak, kalau gak salah Ferry bilang, Rita dirukyah oleh Omnya, ketika ia menginap di rumahnya. Menurut Omnya, Rita sangat sensitif indera ke-enamnya sehingga Omnya menutup mata batinnya. Kira-kira begitu. Aku sih antara percaya dan tidak percaya. Tetapi setelah itu Rita tidak lagi sleep walker”


“Tapi kami pernah tidur bersama..eh...” Daniel menghentikan ucapannya, karena Reza, Ratna dan Andi menatapnya tajam


“Maksudku, kami pernah menginap di gua waktu kami terperangkap dulu. Mungkin sekitar 4 hari, dan aku tidak melihat sesuatu yang aneh dari dirinya”


“Begitukah?” Reza masih melihatnya dengan mata curiga


“Sungguh, di gua itu bukan hanya ada kami berdua, ada Charles, Simon dan pilot itu, Alan kalau gak salah!” ujar Daniel gelagapan


“Mungkin Rita menurut pada Daniel, Yah! Seperti ia menurut pada Tommy”ujar Andi


Daniel kurang suka dirinya disamakan dengan Tommy, ia terlihat kesal.


“Maksud kami berkata seperti ini Niel, supaya kamu tahu. Rita anak kami itu punya kekurangan. Apakah kamu sanggup menerima kekurangannya itu?” ujar Reza bijak


Daniel menunduk, ia merenung sejenak. Kemudian ia memantapkan hatinya


“Bismillahirohmannirohim!, insya Allah saya siap yah!”


Daniel menutup ceritanya kepada Aldy


“Jadi sekarang istrimu kembali sleep walker begitu?”


“Iya, nih!” Daniel menunjukkan memar-memar pada tubuhnya


“Istrimu memukulimu begitu?” tanya Aldy heran


“tidak sengaja sebenarnya, misalnya kami sedang tidur tenang, eh tiba-tiba dia memukul pundakku, atau kadang menendang, hingga aku terjatuh dari tempat tidur”


“Kamu membangunkannya?” tanya Aldy


“Tidak!, aku takut ia malah makin marah!”


“Lalu kamu bagaimana?”


“Aku pindah tidur di sofa, ketika aku bangun, tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku sangat kaget. Keadaan di ruangan itu agak gelap. Aku melihat matanya terbuka, Ia bergerak seperti zombie. Aku takut sekali!” Daniel bergidik menceritakannya


“Apa kamu melebihkan ceritanya?”


“Enggak! Aku bersungguh-sungguh!, tadi malam ia mulai memukuli ku lagi. Ini hasilnya” Daniel menunjukkan tubuhnya yang masih tertempel koyo


“Kamu pernah membicarakan ini padanya? Kalau kalian sedang berhubungan bagaimana?”


“Biasa saja, setelah berhubungan kami tidur seperti biasa”


“Dia tidak kasar?”


“Seingatku tidak!”


“Coba deh, kamu ingat-ingat, kapan awal ia mulai memukuli mu! Menurut cerita mertuamu tadi, sifat agresifnya muncul kalau ia memiliki amarah atau kekhawatiran terpendam”


“hmm...coba aku ingat-ingat..” Daniel membuka bajunya yang berkeringat, kemudian ia melihat beberapa bekas memar yang agak memudar


“ini sepertinya sudah lama” Aldy menunjuk bekas memar yang sudah memudar


“ah iya, aku ingat!, Aku sempat menjauhinya beberapa waktu, ketika itu ia baru saja keguguran.”


“Nah itu!, mungkin itu sebabnya Niel. Ia merasa kamu tidak mencintainya lagi, sehingga muncul tidak aman pada dirinya”


“Tapi aku sering mengucapkan kata sayang padanya! “


“Perbuatan lebih mengena daripada sekedar kata-kata. Kamu ingat kan, Omnya Tommy bilang 6th sense istrimu sangat sensitif, mungkin ia bisa mendeteksi keadaan hatimu yang mulai menjauh darinya!”


“Aku menjauhinya? Bagaimana bisa? Aku sangat tergila-gila padanya.”Elak Daniel


“Mungkin kamu juga memiliki luka batin, sehingga ada hal-hal yang istrimu lakukan dan tanpa disadari itu melukai hatimu. Ingat kita ini lelaki, manusia juga bukan robot. Kita juga punya hati kan?”


“hmm..apa ya?” tiba-tiba alarm jam Daniel berbunyi


“Wah sesi selesai!” Daniel menyudahi ceritanya


“Niel, saranku. Sebaiknya kalian mencari waktu berdua. Bicara dari hati ke hati, jangan berhubungan dulu, kamu harus menahan birahimu jika di dekatnya. Kamu harus bisa menguasai dirimu, kalau anak itu lahir, kamu harus “libur” selama lebih dari 2 bulan. Jadi kamu harus berlatih dari sekarang. Katakan padanya dengan tulus, ada anak atau tidak, kamu akan tetap mencintainya dengan tulus. Dengan demikian ia akan merasa tentram” saran Aldy


“Libur 2 bulan? Masa nifas hanya 40 hari bukan?”


“itu betul, tapi kalau istrimu melahirkan secara normal dan harus ada jahitan karena bayinya terlalu besar misalnya. Ia harus pulih dulu bukan? Kamu tidak boleh memaksanya, atau ia akan sangat kesakitan”


“Begitu ya? Baiklah, aku akan mengikuti saranmu, oh iya kirimkan nomor rekeningmu ya? Aku duluan!” Daniel langsung pergi dari gym tanpa mandi dahulu, karena ia melihat pesan dari istrinya yang akan segera tiba di apartemen


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2