
Kompetisi karate antar sekolah tinggal beberapa hari lagi. Rita yang berhasil mengalahkan Sawitri dalam 3 Kumite terpilih mewakili sekolah tingkat sabuk coklat. Karena waktunya makin sempit, waktu latihanpun ditambah, biasanya waktu latihan hanya 90 menit kini menjadi 120 menit. Rita dan teman-teman klub intensif berlatih di aula yang disulap menjadi Dojo sementara.
“Baiklah teman-teman, latihan hari ini selesai, oh ya untuk besok kita libur dulu 1 hari untuk beristirahat, lusa kita berlatih lagi. Kalian sudah lelah bukan?.Kita tutup latihan ini!” Osh!!! Ucap Tomi yang menjadi mentor hari itu.
“Osh!!!” jawab rekan-rekannya.
Rita melangkah gontai meninggalkan dojo, ia merasa seluruh tubuhnya sakit dan merindukan tidur di kasurnya.
“Rita? Kamu tidak apa-apa? Hari ini kamu banyak melakukan kesalahan”, ucap Tomi
“Maaf senpai, mungkin saya lelah, syukurlah besok latihan libur, jadi saya bisa istirahat.”jawab Rita dengan suara lemah.
“Kamu bisa pulang sendiri? Jalan kaki atau naik sepeda?” tanya Tomi
“Saya sudah biasa jalan kog Kak, permisi dulu ya Kak?” pamit Rita
Tomi memperhatikannya, lalu ia menghampiri Rita lagi.
“Rita, kamu ganti baju, lalu tunggu saya di depan Aula ini ya?” ucap Tomi
Rita mengangguk lemas.
Tomi mencari Dewa untuk meminjam motornya.
“Ndra lo lihat Dewa?” tanya Tomi
“Engga, emangnya kenapa?” tanya Indra
“Lo bawa motor? tanya Tomi lagi
“Engga, gue numpang mobilnya si Rafi,”jawab Indra
“Eh ada berapa orang di mobil lo?, cukup ga 1 orang lagi?” tanya Tomi
“Sudah enam sama supir, Tom, lo mau ikut? Boleh deh tapi gue pangku ye?” canda Indra
“Jiaah,kampret, ga usah deh lo duluan!” usir Tomi
Tomi ingat, ada guru piket di sekolah. Lalu ia berlari menuju ruang guru.
Di ruang guru,..
“Selamat Siang Pak?” sapa Tomi mendekati pak Somaji guru olah raga
“Maaf Pak, boleh saya pinjam motornya sebentar? Ada teman yang sakit, saya mau mengantarnya pulang.” Tanya Tomi
“Hmm, kamu Tomi ya, bawa ke UKS saja, suruh beristirahat sejenak,” ucap Somaji
“Petugas UKS sudah pada pulang pak, ruangannya sudah dikunci.” Ucap Tomi
“Nanti kamu kembali ke sekolah kan? Kalau engga, saya bingung mau pulang naik apa. Saya di sini 2 jam lagi karena piket.” Ucap Somaji
“Baik pak, begitu mengantarnya, akan saya kembalikan, ini KTP saya pak sebagai Jaminan” ucap Tomi sambil menyerahkan identitasnya
“Ga usah, pegang saja, saya percayakan sama kamu ya Tom!” ucap Somaji sambil menyerahkan kunci motor dan STNK.
“Kamu punya SIM C kan? Tanyanya lagi
“Punya pak, biasanya saya bawa motor tapi tadi pagi ban motor saya kempes jadi ga saya bawa,” jawabnya
“Hati-hati ya Tom, ini motor saya 1-1nya, jangan sampai hilang!“ucap Somaji
“Baik Pak!”jawab Tomi
Setelah Ia berganti pakaian dan membawa tasnya, iya berjalan ke tempat parkir dan mengambil motor pak Somaji. Ia menjalankan motor dan menghampiri Rita yang menunggunya di pos satpam dekat gerbang sekolah.
__ADS_1
“Ayo Rit, naik, saya antar ke rumah kamu!” ajak Tomi sambil menyerahkan helmnya ke Rita.
“Terimakasih Kak!”ucapnya sambil naik ke motor
Tomi memacu motornya dengan kecepatan sedang, melewati mobil yang berisi Indra CS.
“Eh, itu Tomi bukan?” tanya Rafi menunjuk pengendara motor yang berboncengan.
“yah, udah jauh!” jawab Indra
Motor Tomi dan mobil Rafi berpas-pasan di lampu merah.
“Tomi!”panggil Indra membuka kaca mobil.
Tomi membuka kaca helmnya
“Eh Ndra!” jawab Tomi
“Sama siapa lo?” tanya Indra
“Gue mo antar Rita pulang, dia lagi sakit!” jawabnya
Rita membuka kaca helmnya dan menyapa Indra
“Senpai Indra”, panggilnya lemas
“Rita!” jawab Indra, ia memperhatikan wajah pucat Rita.
Lampu Hijau
“Gue duluan ya ndra!” ucap Tomi tancap gas.
Motor Tomi melaju kencang melewati mobil Rafi.
“Cantik kali ceweknya”ucap Rafi tersenyum
“Iya kali ya” gumam Indra
“Rumah kamu di jalan Melati Indah melewati wisma brimob kan Rit? Tanya Tomi sambil mengendarai motor.
“Betul kak, ga jauh dari wisma brimob ada perumahan Melati Indah, rumah saya no 7” jawab Rita
Tidak berapa lama, mereka tiba di rumah Rita. Rita melepaskan helm dan memberikannya ke Tomi
“Terimakasih banyak Kak, ga mampir dulu?” tanya Rita
“Engga usah Rit, saya ditunggu pak Somaji karena ini motornya, kamu istrirahat saja di rumah, lusa kalau sudah sehat kamu bisa latihan lagi. Baiklah Rit, kakak pergi dulu ya” pamit Tomi
“baiklah Kak, terimakasih banyak!!!” ucap Rita
Setelah Tomi sudah tidak terlihat lagi, Rita mengambil kunci rumah dari tas lalu membuka pintu dan masuk kemudian menguncinya lagi.
Rita langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuh lelahnya di tempat tidur. Ia langsung terlelap.
Tomi melihat indikator bensin sudah digaris merah. Tomi memutuskan mengisi motornya ke pom bensin terdekat sebelum dikembalikan ke pak Somaji
“Isi 10 ribu bang!”
“10 ribu, dari nol ya” balas petugas pom bensin
Setelah itu , Tomi mulai menyalakan motornya. Tiba-tiba dari belakang ada seseorang langsung membonceng motor Tomi sepertinya ia sedang dikejar-kejar.
“Tolong saya Pak, saya numpang motornya”ucapnya dengan suara ketakutan
Tomi menjalankan motornya dengan kencang, ia menoleh ke belakang, dilihatnya sekumpulan orang berpakaian hitam-hitam memegang batang besi. Mereka memperhatikan motor Tomi.
__ADS_1
Tomi menghentikan motornya di jalan yang dia kira cukup aman.
“Sampai di sini saja ya pak, saya harus kembali ke sekolah” ucap Tomi kepada orang yang menumpang di belakangnya.
“Maaf merepotkan, bisa antar saya ke polsek yang dekat alun-alun? Tanya orang tersebut.
Tomi mengangguk, kebetulan letak polsek searah dengan sekolahnya.
“Sudah sampai pak! Maaf saya tidak bisa mengantar sampai dalam karena saya harus mengembalikan motor ini ke guru saya” ucapnya
“Disini saja sudah cukup Dik, terimakasih banyak!” ucap orang tersebut
Tomi mengangguk dan berlalu menuju sekolahnya.
“Ini pak Motornya, terimakasih banyak!” ucapnya menyerahkan kunci motor dan STNK ke pak Somaji
“cepat juga kamu Tom, ga ngebutkan?”tanya pak Somaji
“Engga pak, kecepatan sedang” jawab Tomi sambil pamit
Ia keluar dari sekolah untuk pulang ke rumahnya.
Esok harinya, berita Tomi yang jutek berboncengan dengan cewek tersebar dengan cepat di sekolah.
“Eh sudah dengar berita terbaru?” tanya Endah mendekati Kowi CS yang sedang makan di kantin sekolah
“Berita apa nih?” Tanya Andien
“Kak Tomi punya pacar ! “ ucap Endah senyum-senyum.
“Oya???, siapa pacarnya? Anak sekolah kita juga?” tanya Kowi penasaran
“Iya, tapi belum tahun siapa ceweknya, waaahhh...fans cewek kak Tomi pada heboh, mereka sedang mencari cewek itu” ucap Endah
“ngapain nyari tu cewek?” tanya Lisa sambil mengunyah krupuk
“ya untuk dikasih peringatan lah..Tomi itu kan cowok bersama, jadi mereka ga rela Tomi pacaran sama cewek lain” terang Endah
“se-ekstrim itu ya fansnya?” ucap Kiki
“ekstrim banget, itu baru fansnya Tomi, belum Dewa, kalau lo pacaran sama Dewa, gue jamin deh, hidup lo menderita selama sekolah di sini.” Ucap Endah
“Parah banget, ga heran Kak Tomi jutek, fansnya bisa bikin dia menjomblo di sekolah ini” ucap Lisa
“Tapi ndah, lo bilang Fansnya Dewa lebih parah, lo kan ngincer kak Dewa, lo ga takut?” tanya Kowi
“Yang penting sekarang gue PDKT, jadiannya nanti kalau sudah lulus, kan gue ga usah ketemu sama fansnya tuh” ucap Endah
“bisa Juga lo!” puji Andien
“Rita lagi sakit ya? tanya Indra tiba-tiba mendekati Kowi CS
“Iya Kak, tadi ayahnya menelepon ke pak Adam,” Jawab Kiki
“oo begitu, sudah dulu ya?” Indra tersenyum sambil berlalu.
Endah terpaku memperhatikan Indra yang tersenyum kepada mereka.
“Kereeennn.., itu Kak Indra yang jutek itukan? Wah bakal heboh lagi nih, cowoks yang juteks sudah pada insaf, bakal ada pertumpahan darah para ciwi-ciwi nih” ucap Endah
“Ah Lebay banget lo!” ucap Kowi
“By the way, kak Indra perhatian sekali ya sama Rita, mungkin dia naksir Rita”ucap Kiki sambil memasukkan manisan mangga ke mulutnya
Teman-temannya menatapnya dengan tatapan yang penuh arti..jangan-jangan dugaan Kiki benar.
__ADS_1