Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 171: Ke Korea Selatan


__ADS_3

Gyeongbokgung Palace (Istana Gyeongbokgung) adalah tempat wisata pertama yang mereka kunjungi. Istana ini dibuka sejak tahun 1395 dan merupakan istana yang penuh dengan sejarah dan keindahan. Selain itu, para turis dapat mengenakan pakaian tradisional korea atau disebut Hanbok. Rita dan Daniel menyewa hanbok dan berfoto, Rita terlihat sangat cantik dengan hanbok seperti yang dipakai istri para raja. Daniel terkesima dengan penampilan istrinya, ia memotonya berkali-kali


“Kamu cantik sekali!” pujinya, ia mengecup kening istrinya. Rita tersenyum senang


“Terima kasih!, kamu juga sangat tampan!” ia mengecup pipi suaminya


Setelah lelah berwefie, mereka pun makan siang. Setelah itu mereka melanjutkan perjalanan ke menara Namsan atau Menara Seoul.


“Menara ini pemancar radio lho Rit, tingginya 236 meter. Di bawah ada toko souvenir” ujar Daniel menerangkan, gayanya seperti guide tour. Rita tertawa melihat tingkah Daniel yang berperan sebagai guide tour selama mereka naik kereta gantung.


Dari Namsan, mereka pergi ke Itaewon street. Di sini banyak tempat hiburan dan restauran. Daniel memilih restauran yang menjual makanan halal untuk mereka makan malam.


“Wah,...sudah malam Yang!, besok kita kemana?” tanya Rita, ia sudah sangat kenyang dengan makan malam mereka


“Besok kita ke Coex aquarium, Dongdaemun, malamnya ke jembatan Bappo!” Jawab Daniel


“Wahh...keren!!!” Rita bertepuk tangan


“Pulang yuk!” Ajak Daniel


“Ke hotel?”


“Iya!”


“Oh kirain pulang ke Auckland!” canda Rita, Daniel merangkul istrinya, lalu mereka memanggil taksi untuk kembali ke hotel. Sesampainya di hotel, mereka membersihkan diri, sholat isya kemudian tertidur. Perjalanan hari ini sangat melelahkan.


Keesokan paginya, Rita bangun lebih dulu. Ia sangat bersemangat untuk pergi ke tempat wisata lainnya. Ia sudah membeli sarapan pagi untuk mereka berdua.


“Kamu semangat sekali hari ini!” tegur Daniel ia melihat istrinya telah berpakaian rapi, sedangkan ia baru saja bangun.


“Aku sangat ingin ke tempat-tempat yang kamu bilang itu, kalau sempat aku mau ke pulau Jeju, katanya jeruk di sana enak-enak!”


“Kok kamu bisa tahu?”


“Aku kan penggemar variety shows Korea, jadi aku tahu, hehehe” Rita tertawa senang, Daniel mengangguk


“Eh Yang, kita perpanjang saja liburan di sini, kan setelah menikah kita sama sekali belum bulan madu” usul Rita


“Hmm...kamu kepengen bulan madu?” tanya Daniel sambil menyantap roti toastnya, Rita mengangguk


“Setelah menikah kamu selalu sibuk, aku menyibukan diri. Mungkin kita berdua ini kurang piknik!”


“Kurang piknik? Maksudnya?”


“Di tempatku dulu, kalau kita terlalu sensitif terhadap sesuatu, itu dianggap kurang piknik. Kalau kita masih ngotot, artinya pikniknya kita kurang jauh!”


“hhmm..aku gak ngerti?”


“Lama-lama kamu akan mengerti deh” Rita bangkit dari kursinya untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya


“Kamu mau pakai baju apa Yang?” tanya Rita


“Gak usah, nanti biar aku saja!, kamu istrirahat dulu saja, nanti kita ke tempat-tempat itu kamu kecapekan!”


“hmm...baiklah!” Rita menjatuhkan dirinya ke ranjang, ia membuka ponselnya.


“Yang, kamu belum buka pesan di ponselmu ya?” tanyanya


“Belum, ponselku lagi di charge!”


“Coba lihat deh, ada pesan dari Om Radian, dia minta aku kasih tahu ke kamu!”


“owh..” Daniel segera mencabut kabel charger, dan membuka pesan di ponselnya


“hmm...” ia menggaruk-garuk kepalanya


“Kenapa Yang?”


“Om Radian minta aku menunda kepulanganku ke Auckland.”


“hah? Jadi kita tetap di Singapura?” Rita kelihatan sangat senang


“sepertinya begitu”


“Tapi kamu bukan lagi kepala proyek, jadi bagaimana?”


“Entahlah, pak Radian bilang, mereka sedang mengevaluasi proyek kami di Singapura. Jadi aku di non-aktifkan sementara waktu!”


“Tapi kamu tetap digaji kan?”


“Tentu, hanya saja aku tidak memegang jabatan apa-apa”


“Berapa lama?”


“Apanya?”


“proses evaluasi itu?”


“Paling cepat satu minggu, paling lama satu bulan”


“anggaplah paling lama, kamu tetap ke kantor?”


“Mungkin, tapi entahlah. Aku agak malas. Coba saja bayangin, kita sudah nangis-nangisan karena perpisahan, eh gak taunya ketemu lagi. Makanya aku malas ikut acara-acara kayak gitu!”


“Lalu kenapa kamu lakukan?”


“Itu permintaan Davis”


“Yang, Davis itu siapa?”


“Dia kepala cabang Dar,co Singapura. Dia atasanku langsung”


“oh begitu, apa dia bilang tentang hal ini?”


“Hmm...sebentar!” Daniel membuka pesan dari Davis


“Ah ini baru aku buka, dia bilang sebaiknya aku gak ke kantor dulu selama masa evaluasi”


“Bagusss dong Yang! Ayo Kita bulan madu! Eh Minggu Madu deh!” Ujar Rita bersemangat


“Kog kelihatannya kamu senang sekali suamimu menganggur?” tanya Daniel agak kesal


“Bukan begitu Yang, kamu itu sudah bekerja dengan sangat keras dan tekun, Kamu kan sudah memberikan yang terbaik untuk proyek itu kan? Jadi anggap saja masa evaluasi ini sebagai bonusmu untuk beristirahat!” Rita memeluk suaminya dari belakang


“hmm...menurutmu begitu?”

__ADS_1


“Tentu saja!, aku pikir Dar,Co akan rugi besar, jika harus memecat pegawai yang rajin dan loyal seperti kamu!” Rita mencium pipi suaminya


“Ayo, kita pergi Yang!” ujarnya bersemangat, Daniel tersenyum melihat istrinya yang begitu bergembira akan menghabiskan waktu bersamanya.


Destinasi pertama mereka Coex Aquarium. Rita membaca review tentangnya


“Coex Aquarium merupakan salah satu aquarium terbesar di Korsel. Berisi 3000 ton air, di mana terdapat berbagai jenis ikan yang tinggal di laut dalam dari hampir seluruh dunia”


“Yuk kita masuk!” Daniel membawa tiket masuk untuk mereka berdua


“Wahh...Yang...kita seperti di dalam lautan ya??” Rita sangat mengagumi aquarium tersebut, Daniel juga merasakan hal yang sama


“Aku merasa jadi mermaid Yang!” ujar Rita, Daniel tertawa


“Kalau aku?”


“Kamu Aquaman!” ujar Rita


“Hahaha” Daniel tertawa mendengar perkataan Rita, ia menyadari, walau Rita selalu tampak kelihatan dewasa dari usianya, tapi ia juga masih remaja belasan tahun, Daniel menjadi malu sendiri karena sikapnya lebih anak-anak dari pada istrinya


“Kamu kenapa Yang?” tanya Rita heran, melihat wajah suaminya memerah


“Enggak, aku ngebayangin jadi Aquaman!”


“Hehehe...kayaknya kerenan kamu deh daripada pemeran Aquaman yang sebenarnya!”


“Ah kamu paling bisa merayu!” Daniel tersipu mendengar ocehan istrinya tapi ia juga merasa senang


“Kamu pengen jadi mermaid?” tanya Daniel


“Hmm...kalau berpakaian seperti mermaid ya gak apa-apa, tapi menjadi mermaid sungguhan? Aku gak mau!”


“kenapa? Mermaid cantik dan seksi”


“Cowok melihat mermaid selalu begitu ya, tapi aku suka teringat kisah mermaid versi disney, mermaid yang bernama Ariel yang mengorbankan suaranya yang indah dan menukarnya dengan sepasang kaki”


“Oh ya? aku gak tahu cerita itu!”


“Ariel jatuh cinta pada seorang pangeran yang tenggelam di laut, ia menyelamatkan pangeran itu. Tapi karena terkendala bahasa akhirnya Areil tidak saja kehilangan suara, tapi juga menjadi buih dilautan”


“Kok bisa?”


“Pangeran yang ia kasihi menikah dengan perempuan lain, karena ia mengira perempuan itu yang telah menyelamatkan hidupnya”


“Tapi bukankan Ariel sudah memiliki dua kaki?”


“Betul!, tapi ia jadi bisu. Kendala bahasa. Wahh...itu cerita yang paling aku gak suka!”


“Kamu gak suka cerita sad ending?” tanya Daniel, mereka beristirahat sejenak di resto sekitar aquarium.


“Enggak! aku gak suka sad ending. Kalau bisa menghindari sad ending lebih baik kan?” ujarnya sambil menyeruput kapucino


“Hmm...kamu menyukai di sini?”


“Sangat!, kamu lihat sendiri kan warna di sini biru, aku sangat suka warna biru. “


“Bukannya kamu penggemar hijau?”


“Hahaha, itu juga, aku selalu merasa warna biru itu warna yang penuh rahasia. Coba deh langit warnanya biru, laut warnanya biru. Konon katanya manusia hanya baru mengeksplor 10% dari kehidupan laut...wahhh....benar-benar deh!”


“Tentu!, dulu ayah langganan majalah Science. Beliau jarang membelikanku majalah anak-anak. Kalau gak majalah science, majalah tentang parenting. Aku yang sering ditinggal sendirian, ya bacaannya itu!”


“Kan kamu bisa googling!”


“Aku baru pegang ponsel itu kelas 1 SMU, itu pun ponsel jadul, cuma bisa nelpon dan SMS. Nah setelah mama datang, baru deh up grade ponsel ke yang pintaran dikit” Rita menggigit donatnya


“Jadi kamu gak pernah menikmati kemewahan sebelum 16 tahun?” tanya Daniel, ia juga memakan donat


“Pernah dong! Waktu kecil kan kami tinggal di rumah kakek Sugi, jadi mengalami enaknya dilayani banyak orang”


“Kamu sulit gak tinggal bersama ayahmu yang hidupnya tidak semewah kakek?”


“Buat aku gak masalah, asalkan bersama ayah!” Rita tersenyum


“Kamu sangat mengagumi ayahmu ya?” tanya Daniel, Rita mengangguk


“Ungkapan ayah itu cinta pertama anak perempuannya itu ada benarnya!, aku selalu membandingkan lelaki yang aku sukai dengan ayahku.”


“Termasuk aku?” tanya Daniel. Rita menjawabnya dengan mengangguk


“Apa kami mirip?”


“Beda dong!, kamu lebih tampan!” puji Rita


“Hehehe!, kamu memuji melulu dari tadi, biasanya ada maunya!”


“Hehehe...kok kamu tahu?”


“Memangnya kamu mau ngapain?”


“Nih” Rita menunjukkan gambar di ponselnya


“Aku mau ke Everland, katanya itu taman hiburan terbesar di Korea..butuh 2-3 jam dari Seoul “


“Tapi besok kita harus kembali!”


“Yah..perpanjang saja, toh kamu masih libur. Dari Everland kita ke pulau Jeju” ajak Rita


“hmm...iya sih, toh tiket kita bukan tiket PP”


“Nah, kalau sekarang saja ke Everland gimana?” ajak Rita


“Sekarang sudah jam 1 waktu Korsel, sampai di sana sudah sore.”


“gak masalah, ada beberapa permainan yang asyik dilakukan saat malam hari, ayolah Yang please???” Rita mendekati suaminya dan menempel di lengan suaminya dengan wajah memohon,


“Hahaha!” Daniel tertawa melihat tingkah istrinya


“Baiklah!, ayo kita ke hotel dulu, check out lalu pindah ke hotel dekat sana!”


“Beneran Yang? Asyiikkk!!!” Mereka segera kembali ke hotel.


Setelah berberes dan sholat Dzuhur merekapun checkout dan menuju Yongin- Gyeonggi-do. Mereka tiba di sana pukul 5 sore, setelah check in di hotel terdekat, mereka menuju Everland.


Rita sangat bersemangat, ia sangat menyukai wahana yang memicu adrenalin. Ia menaiki roller coaster kayu pertama di dunia. Saking ketagihannya ia menaikinya hingga 3x sementara Daniel hanya 1x. Setelah Roller coaster Rita naik ke wahana huricane yang terus berputar, lalu perahu raksasa, seperti kora-kora di Dufan, Rita terus berteriak kegirangan. Daniel menggeleng-geleng melihat tingkah istrinya.

__ADS_1


Pukul 21.00 Everland di tutup, mereka menaiki taksi kembali ke penginapan, Rita menyender di lengan suaminya.


“Aku sangat bahagia hari ini, terima kasih sayang!” ia mencium bibir suaminya mesra. Daniel membalasnya. Tak berapa lama mereka tiba di penginapan. Sesampainya di kamar


“Rita!” Panggil Daniel


“Ya?” Rita menghampiri suaminya. Daniel mencium bibir istrinya dengan mesra, Rita membalasnya, mereka melakukan ciuman yang panas, malam itu mereka habiskan dengan bercinta.


Satu jam kemudian..


“Yang, maafkan aku ya?” ujar Daniel, ia mengusap dan mencium rambut istrinya yang bersandar di bahunya


“Tentang apa?” tanya Rita


“Tentang pertengkaran kita yang terakhir!”


“Jangan bilang terakhir dong!, aku berniat menghabiskan masa tuaku bersamamu, untuk itu pasti pertengkarannya akan banyak!” ujar Rita, Daniel terkejut mendengar ucapan Rita


“Memangnya kamu mau kita bertengkar terus?” tanya Daniel heran


“Engga sih, kita ini masih saling mengenal, wajar kan kalau ada gesekan-gesekan! Intinya kita harus mengatasi perbedaan untuk terus bersama, bukan untuk berpisah!” ujar Rita


“Kok kamu bicaranya kayak orang yang sudah berpengalaman?” Daniel heran dengan ucapan istrinya


“Habis bagaimana ya? kalau sikapmu lagi dingin padaku, aku bingung. Masa aku langsung minta pisah? Sebelum kita menikah dulu, mamaku bilang pernikahan itu seperti roller coaster, kalau sedang bahagia, kita seperti sedang di atas angin, tapi kalau sedang bertengkar anggap kita sedang di bawah. Kamu merasakannya kan tadi?...wah...waktu naik roller coaster tadi aku jadi ingat perkataan mama. Dan aku menyukainya! Thrilling!” ujar Rita lagi sambil mencium bibir suaminya


“Itu sebabnya kamu bertahan dengan ku? Maksudku, yeah...sikapku ke kamu beberapa bulan ini sangat tidak baik! Tapi kamu malah ingin bersamaku sampai tua. Kamu ingin aku terus merasa bersalah ya?” tanya Daniel


“Jangan merasa seperti itu dong, aku sudah sangat sayang sama kamu! Selama tidak ada wanita lain di antara kita hal-hal seperti ini aku pikir aku bisa mengatasinya, insya Allah” ujar Rita setengah mengantuk


“Kok kamu bisa sih sayang sama orang yang jahat sama kamu?”


“Kamu gak jahat kok!, kamu cuma sedang kecewa saja. Aku tahu impianmu ingin punya keluarga, dulu kamu pernah cerita kan? Kemudian terjadi hal yang tidak terduga, tentunya kamu sangat kecewa!”


“Aku takut anak itu gugur karena aku terus memaksamu melayaniku!”


“Hmm...kita melakukannya atas suka sama suka, lagi pula janin itu tidak berkembang, artinya ada sesuatu yang terjadi di rahim ku atau di ****** mu. Tapi berdasarkan hasil pemeriksaan dari dokter, kita berdua baik-baik saja jadi kesimpulannya anak itu belum rejeki kita!”


“Begitu ya? apa menurutmu Allah akan memberikan kita kepercayaan lagi untuk menjadi orang tua?”


“hmm...itu tergantung!” ujar Rita, ia semakin merapatkan tubuhnya ke suaminya


“Tergantung?”


“Tergantung seberapa baik kamu terhadap ibunya si anak!” ujar Rita tersenyum sambil menatap wajah suaminya. Daniel membalas senyumannya lalu memeluk tubuh istrinya dengan lembut. Mereka kembali bercinta untuk yang kedua kalinya.


Pukul 12 siang mereka check out dari hotel dan menuju Pulau Jeju. Disana mereka menginap di motel yagn terdekat dengan kebun jeruk


“Wangi jeruk ya Yang!” ujar Rita, ia membuka jendela kamar mereka. Daniel memeluk istrinya dari belakang


“Iya wangi sekali, ini wangi kamu atau wangi jeruk?” rayu Daniel


Rita membalikan tubuh menjadi menghadap suaminya


“Kita panen jeruk dulu ya Yang!” ujarnya sambil mencium bibir suaminya


Rita sangat bersemangat ikut memanen jeruk. Mereka membeli beberapa kerat. Ada yang dikirim ke Auckland, ke Singapura dan Jakarta. Rita juga membeli jeruk untuk keluarga suaminya.


“Wah kamu belinya banyak banget!, mahal dong?”


“Tenang Yang!..ini uang dari Om Radian..masih banyak kok, aku juga ngirim buat beliau!”


“Wah kok gak pakai uang aku saja?” tanya Daniel


“Kamu sudah mengeluarkan banyak uang untuk wisata ini, nah untuk oleh-oleh dan lainnya biar aku saja! Lagi pula kalau uang ditumpuk terus malah jatuh kan nilainya!”


“ kamu habis baca majalah bisnis ya?”


“Iya tadi selama perjalanan, seru juga ya? gak heran kalian sangat bersemangat menjalankan bisnis”


“Ini sudah semua kan? Yang akan di bawa besok?” tanya Daniel


“Iya sudah, aku minta jasa ekspedisi mengirimkannya ke apartemen kita di Singapura, jadi kita gak usah repot bawa-bawaan!”


“Baiklah nyonya!” canda Daniel


Mereka menghabiskan malam di motel di pulau Jeju, keesokan paginya mereka berangkat kembali ke Seoul.


Mereka sekalian pamit pada keluarga Daniel.


“Ma, aku pamit ya?” ujar Daniel pada bu Areum mamanya


“Baik-baik ya kalian berdua!, kalau kembali kemari bawa anak-anak kalian!” ujarnya tersenyum, ia merasakan sikap Daniel yang kembali mesra pada istrinya.


“Terima kasih ya Ma!” Rita memeluk bu Areum dengan sayang, ia tahu sikap Daniel berubah karena nasihat dari ibunya.


“Oh iya, mungkin nanti akan ada paket dari pulau Jeju, kemarin kami ikut panen jeruk” ujar Rita


“Kamu baik sekali cucu mantu!” ujar Nenek, ia memeluk Rita erat.


“Mama, nenek dan bibi-bibi datang ya ke Auckland kalau kami sudah kembali ke sana!” undang Rita


Mereka mengangguk dan mengantarkan kepergian mereka menuju bandara. Daniel dan Rita diberi oleh-oleh khas Korea.


Pukul 3 sore mereka sudah berada di bandara Incheon, penerbangan pukul 7 malam. Sengaja Daniel tiba lebih dulu di bandara untuk mengajak Rita berkeliling Incheon


“Keren banget Yang!” Rita sangat menyukai bandara Incheon, seperti yang ia lihat dalam acara variety show Korea


“Iya, bagus banget ya?”


“Kamu mau kembali ke Korea?” tanya Rita


“Maksudmu?”


“Kembali menjadi Warga negara Korea?”


“Enggak ah, aku bisa kapan saja kemari. Kewarganegaraan hanya status saja, iya gak?”


“Iya juga ya?”


Sepuluh jam kemudian mereka tiba di Singapura. Pukul 3 pagi mereka telah berada di apartemen. Daniel langsung merebahkan dirinya di ranjang, sedangkan Rita sibuk merapikan bawaan mereka


“Yang kamu lagi ngapain?” tanya Daniel, ia melihat istrinya sibuk di dapur


“Aku hanya memindahkan kimchi dari mama ke kulkas supaya bisa bertahan lama, kamu tidurlah lagi. Aku sudah tidur lama sepanjang perjalanan tadi” jawab Rita. Daniel pun kembali ke ranjangnya

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2