
Hari sudah malam suasana di hotel sibuk seperti biasanya, keluarga Dodi tidak nampak di sana. Andi,Rita dan Dewa menyantap makan malamnya dengan lahap. Mama memperhatikan ketiganya.
“Lahap sekali makan kalian? Seperti habis ngubur?” Tegur mamanya setengah bercanda.
“Iya nih ma, entah kenapa Rita lapar banget”
“Arya juga tante” sambung Dewa.
Andi yang masih bete dengan Rita terlihat cuek dengan pertanyaan Mamanya .
“Besok kita pulang ma?” tanya Andi
“Hmm.. kelihatannya kamu ga begitu suka di sini ya?” ujar mamanya
“Ya begitulah, Andi bosan!”
“Ya sudah nanti mama persiapkan kepulangan kita, mama bilang dulu sama Om Dodi!”
“Kenapa harus ijin ke dia? Kan kita tamu, sesukanya kita dong kapan mau pulang!” Ujar Andi kesal
“Ga bisa begitu dong Andi, kita disini karena diundang lho! Jangan seperti Jelangkung, Datang diundang pulang ga diantar!”
“Kayaknya salah deh ma?, Datang ga dijemput pulang ga diantar!” ujar Rita
“Hohohoho..begitu ya?”
Selesai makan Andi meninggalkan ruang makan.
“Andi duluan ma!” pamitnya.
“Arya juga tante!” pamit Dewa mengikuti Andi.
Mama mengangguk, setelah Andi dan Dewa pergi, Ratna pindah duduk ke samping Rita.
“Kalian lagi berantem?” tanya Mama
“Engga!, Kak Andi saja dari tadi siang marah-marah terus sama Rita”
“Kenapa? Tumbenan? Eh Rit tadi Andi bilang Aldi lagi dapet, dapet apaan ya?” tanya mamanya polos.
“Hahaha.”Rita tertawa geli. Melihat Rita tertawa, mamanya ikut tertawa.
“Mama tahu kan kalau tiap bulan cewek sering bete?”
“Oo dapet itu, oalahh dari tadi mama bingung, Aldi dapat sesuatu kog marah-marah 🤭”
“hahaha..iya ma, kak Andi kalau ngambek lama ya?”
“Iya, mama juga bingung harus ngapain untuk bikin dia ga ngambek lagi.”
“Oiya Rit, mama dengar kamu sudah ngobrol sama om Dodi, ngomong apa saja?”
“Yaa standar lah, beliau nanya cita-cita Rita”
“Udah begitu saja?”
“Hmm..Rita nanya tentang hubungan mama sama beliau.”
“Wahh..kamu berani juga ya, terus terang!”
“Rita ga suka berbelit-belit ma!”
“iya ya, terus menurut Rita , Om Dodi bagaimana? “
“Kalau baru sekilas sih, kayaknya orangnya baik, perhatian, buktinya begitu Aldi marah beliau langsung mendekati, artinya dia papa yang baik ya?”
“Mungkin juga, jadi kamu setuju mama sama beliau?”
“Semua terserah mama, Rita juga bilang sama Om, jawaban Rita seperti jawaban mama. Kalau mama bilang yes , yaa Rita ikut!”
“Tapi Andi bilang No, mama maunya suaranya serentak yes!”
“Memang mama sungguh-sungguh suka sama om Dodi?”
“Kalau sudah seumuran kami Rit, suka atau cinta itu bukan lagi yang utama, tapi perhatian dan dukungan keluarga itu yang penting”
“Sama saja kan Ma? Seumuran Rita juga karena perhatian jadi suka, kalau suka banget! Jadi cinta deh”
“Oo masih sama ya?”
“He eh! Kenapa mama lebih serius sama yang ini? Yang sebelum-sebelumnya engga?”
“Sebelum-sebelumnya? Kog kamu bisa tahu? Mamakan ga pernah cerita!”
“Mama Rita kan yang paling cantik diantara anak kakek lainnya, ga mungkin ga ada yang naksir kan?”
__ADS_1
“Iya sih Rit, yang sebelum-sebelumnya itu Cuma cemilan saja buat mama, Tapi kalau om Dodi, mama merasa dilindungi!”
“Dilindungi..om Dodi pernah jadi polisi atau tentara?”
“Ah kamu bercanda saja!, Ga begitu juga, kamu ga tahu susahnya jadi janda yang masih muda dan mengalami 2x pernikahan. Yang satu meninggal yang satu gagal. Potensi ghibah orang besar sekali Rit. Mama ga berani datang ke reuni sekolah, takut dighibahi”
“Belum lagi candaan tentang janda gatel lah, jablay, wah serem deh, mama jadi ga pede Rit!”
“Tapikan jadi janda bukan kemauan mama!”
“Kamu bisa bilang begitu! Tapi orang yang julid? Apalagi para lelaki hidung belang, wah tambah ngeri deh!”
“Oo begitu, kenapa mama ga kembali saja sama ayah? Kakek bilang kalau mama dan ayah mau rujuk, kakek ga akan menghalanginya”
“Kakek bilang begitu?”
“Iya!”
“Kapan?”
“Sebelum Rita ke imigrasi. Kakek minta maaf karena memukul Ayah dan mengusirnya!”
“Hooh..rupanya pengalaman mendekati maut membuat kakek berubah ya?”
“Rujuk saja ma sama Ayah!”
“ Rit, ayah kamu orang hebat! Sudahlah ganteng, pintar, penyayang semua ada deh di ayah kamu!”
“Terus?”
“Mama merasa seperti mimpi ketika Ayah kamu melamar mama!”
“Lho, papa Eka bagaimana?”
“ehem..begini Rit, papa Eka itukan cinta pertama mama, kami pacaran sejak SMP sampai kuliah kemudian menikah. Ketika kuliah, papa Eka mengenalkan sahabatnya ke mama , Ayah kamu itu!”
“Terus?”
“Mama seperti disambar petir!.. agaknya papa Eka tahu. Dia bilang ini bukan yang pertama kejadian. Banyak perempuan terkesima sama ayah kamu!”
“Terus?”
“Tapi kata Eka, semua perempuan ga ada artinya, karena Reza sudah punya pujaan hati!”
“Reza?”
“Oohhh...Rita pikir Raden!”
“Raden?? Oalahh!!! Raden opo? Ayah mu itu ga ada keturunan keraton manapun di bumi, mungkin di khayangan iya!”
“Gubrak!!! Mama ih lebay!”
“lanjutin ga nih?”
“Lanjut dong!”
“iya, mereka juga sudah bertunangan, ada juga yang bilang sudah menikah siri!”
“Kalau ayah sudah menikah kog bisa menikah sama mama?, Eh bisa ya kalau lelaki!”
“yahh..ga tau juga ya, tapi menurut mama, ayahmu menikah sama mama karena janjinya sama Eka sebelum ia wafat!”
“Memang papa Eka sama Ayah dekat banget ya?”
“Iya melebihi saudara deh, seperti Dewa dan Tomi!”
“Hah? Kog mama tahu tentang Tomi?”
“ Rita, selama liburan di Bali kamu kan tidur sama mama! . Kamu sering mengigau! Kak Tomi awas!! Hati-hati ya kak? Kak jangan tinggalkan Rita..huhuhu.! “
“ Ah mama bisa saja ga mungkin lah! Kog Rita ga dibangunin?”
“Biar saja ah, seru juga lihat kamu mengigau, seperti dengar sinetron. Di lain hari kamu bilang: kak Dewa jangan kasar sama kak Tomi!, Nanti Rita ga mau temenan lagi sama kakak!”
“Begitu ma? Kog ga direkam saja? Biar Rita tahu!”
“Ga sempet Rit, kadang kalau mama siap-siap merekam kamu belum mengigau, bagitu mama lagi ngantuk-ngantujnya kamu baru mengigau!”
“Tapi mama tahu dari mana Tomi dan Dewa sahabatan?”
“Yaa dari igauan kamulah, kata-kata persisnya mama sudah lupa, tapi pokoknya kamu ngomong begitu deh!”
“Waduuhh..repot juga nih!”
“Mau dilanjutkan ga nih?”
__ADS_1
“Mau dong ma! “
“Tadi sampai mana ya?”
“Kedekatan Ayah dan papa Eka!”
“Oh iya, jadi mereka berjanji kalau salah satu dari mereka wafat duluan , yang satunya harus menjaga istrinya. Begitu! Jadi mama rasa ayah kamu menikahi mama karena janjinya sama Eka!”
“Oo begitu, kalau papa Eka orangnya seperti apa?”
“Hmm..Eka itu baik banget, setia, perhatian, rendah hati, padahal dia anak orang terkaya, tapi dia ga pernah tu pamer-pamer. Sifat jeleknya ya suka makan. Padahal keluarganya sampai menyewa personal trainer dan ahli gizi supaya dia ga gendut.!”
“Jadi papa Eka gendut?”
“Gendut tapi karena dia tinggi, jadi ga kelihatan, kamu tahu kan anggota boyband korea SuperJunior yang gendut itu? Nah Eka itu seperti itu. Cuma lebih rupawan. Dia ga mau membagi makanannya dengan orang lain, Cuma sama mama🤗” ujar mama termenung mengingat Eka.
Tiba-tiba, Andi muncul dan mendengar cerita Ratna
“Kalau mama masih sayang papa kenapa mau menikah lagi? Kenapa mama cerita tentang papa Eka ke Rita? Tapi ga pernah cerita ke Andi?” ujar Andi emosi
“Eh Andi!..bukan begitu Di!, mama ga mau kamu sedih ingat papa kamu!”
“Bagaimana Andi bisa sedih ma? Andi ga kenal papa sama sekali, Cuma lihat banyak fotonya di rumah kakek. Papa yang Andi kenal Cuma ayah Arto itupun papanya Rita!”
“Sama saja kak!” celetuk Rita
“Beda Rit! Buktinya Ayah lebih memilih kamu dari pada Kakak!”, Andi pergi sambil marah-marah.
“Yahhh...makin lama deh dia ngambek!” ujar mamanya
“Mama ga mau membujuk kak Andi?”
“Biar saja! Kelakuannya mirip banget sama Eka kalau lagi merajuk!”
Di Kamarnya, Andi yang masih galau, berjalan mondar-mandir. Dewa yang sedang browsing merasa terganggu.
“Lo masih kesel Ray? Sampai kapan mau marah-marah kayak gitu?”
“Karena mereka memang ngeselin , masa mama cerita tentang papa gue ke Rita! Sama gue sama sekali ga pernah!”
“Mungkin takut lo sedih!”
“Kurang sedih apalagi gue Ar? Bokap gue sudah ga ada pas gue lahir!”
“Sama kan sama gue!”
“Tapi lo deket sama papa sambung lo, jadi dapat sosok papa! Nah gue??”
“Kenapa lo?”
“Gue merasa diabaikan, apa-apa Rita..Rita begini..Rita begitu! Kenapa ga menghilang saja sih dia!”
“Duarrr!!!” tiba-tiba suara gemuruh petir menyambar
“Astaghfirullah!!..Nah lo Ray, ucapaan itu doa! Ga biasanya petir nyamber kayak gini!”
“Ah sudah zaman canggih kayak gini lo masih percaya petir! Balik lagi aja lo ke zaman jebot!”
Titik-titik hujan semakin lama semakin deras, diiringi suara guntur di langit.
“Ga biasanya cuaca kayak begini ya? Petirnya banyak lagi!” ujar salah satu karyawan.
“Tok..tok..kak Andi?” panggil Rita
“Rita tu Ray!” ujar Dewa
“Jangan dibukain biarin saja! Gue masih kesel ngeliat mukanya!”Ujar Andi
“Lo jangan begitu! Dari dulu lo kalau ngambek parah banget! Inget ga waktu terakhir kita main game. Gara-gara gue cheat dikit aja lo ngambek sampai pindah ke new Zealand ga bilang-bilang.!”
“FYI ya lo cheating nya parah! Lagi pula gue pindah memang mendadak, karena Kakek gue sakit, jadi gue harus segera nemani beliau di sana!”
“Yaa...tapi ga gitu juga kali, kan lo sebelumnya bisa nelpon gue dulu, pamit gitu!”
“Emangnya lo pacar gue? Sampai pamitan segala, gue panik lah kakek gue diopname, mana kepikiran yang lain-lain!”
“Nahh..tuu lo kan punya kakek yang jadi sosok ayah buat lo, jadi Rita ga ngerebut apa-apa dari lo!”
“Gue belum mau ketemu dia, lo aja yang nemuin!” ujar Andi sambil rebahan di tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut.
Dewa membuka pintu kamarnya, dan keluar.
“Kak Andinya ada Kak?” tanya Rita
“Lagi tidur Rit, ngantuk banget katanya, yuk kita pergi saja, jangan ganggu dia!” ajak Dewa.
__ADS_1
Rita menuruti, ia mengikuti Dewa yang berjalan di depannya.