Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 32: Mencari Rita


__ADS_3

Ruangan tempat Rita dan perempuan lain disekap betul-betul sempit dan pengap. Jika dihitung ada 25 orang termasuk Rita yang menempati ruangan itu.


"Kak, kalau mau ke toilet atau tidur bagaimana?" Tanya Rita


"Ruangan ini memanjang Rit, kita sekarang berada di tengah ruangan, kalau kamu jalan lagi lebih ke dalam itu ada toilet dan kamar tidur."ujar Dewi menjelaskan


"Kakak sudah berapa lama berada di sini?"


"Hmm..mungkin sekitar 2 mingguan, rencananya, minggu ini akan ada keberangkatan, tapi katanya kapal pengangkutnya rusak, jadi Kami menunggu kapal selesai diperbaiki!" Ujar Dewi lagi


"Kak Dewi ga takut?"


"Aku lebih takut ga bisa ngasih makan keluargaku Rit!" Cerita Dewi sedih


"Aku juga, suamiku pergi sudah 2 tahun ke Dubai ga pulang-pulang, padahal kami sudah punya 1 anak!"ujar Irma


"Anak kakak dengan siapa kalau kakak bekerja di Luar Negeri?"


"Sama kakek dan neneknya, rencana saya kalau sudah terkumpul duit, saya ajak dia tinggal bersama saya" jawab Irma lagi


"Kami semua di sini karena kemauan kami sendiri Rita, karena kemiskinan, terpaksa kami harus pergi ke tempat lain untuk mencari kehidupan lebih baik!" Cerita Maya


"Tapi kak, kalau ternyata tidak dapat hidup yang lebih baik bagaimana?"


"Itu namanya Apesss!" Ujar mereka bersamaan sambil tertawa


Rita hanya tersenyum melihat mereka. Akhir-akhir ini ia menyadari betapa beruntung dirinya, walau kedua orangtuanya berpisah, ia tidak pernah kekurangan keuangan.


Tiba-tiba Rita menangis, ia begitu merindukan keluarganya


"Hu..hu..hu...hu..hu.."


"Kamu kenapa Rit? Kita ga apa-apa kog, jangan sedih begitu" Dewi menenangkannya


"Iya Kak, mungkin saya ketakutan."


"Kamu mungkin capek, ayo beristirahat di kamar belakang!" Dewi mengajaknya ke kamar tidur.


Yang disebut kamar tidur, hanya sebuah ruangan, yang beralaskan tikar dan beberapa guling untuk alas kepala.


"Kamu istirahat di sini ya Rit, nanti kalau sudah tenang, kamu bisa bergabung lagi sama kita di depan ya?" Dewi mengusap punggung Rita


Rita mengangguk dan ia merebahkan tubuhnya di lantai. Tak berapa lama ia pun bermimpi. Dalam mimpinya semua gelap, banyak asap.


"Uhuk..uhuk..uhuk.." ia terbatuk-batuk, ketika ia bangun ruangan itu sudah penuh asap, ia berlari ke ruang tengah, sudah tidak ada orang di sana. Ia berteriak2 memanggil


"Kak Dewi!!, Kak Irma!!" Seluruh ruangan telah kosong, ia ditinggal sendirian. Rita panik, ia berusaha keluar melalui pintu masuk, tapi sepertinya pintu masuk terhalang sesuatu dari luar beberapakali ia menendang, malah membuat pasir dari langit-langit berjatuhan. Ia mengurungkan niatnya, dan mencoba menenangkan diri. Ia berlari ke kamar belakang, ternyata ruangan tersebut aneh, makin ke belakang jalannya semakin menanjak. Ia terus berjalan. Sampai Di ujung ruangan, ia melihat ada cahaya. Rita memperhatikan asalnya cahaya tersebut, ternyata ada celah kecil di antara tembok. Dengan sigap ia berlari ke ruangan tengah mengambil 2 bangku sambil terbatuk-batuk. Kemudian ia kembali ke tempat tadi. Bangku yang satunya ia pakai untuk memanjat, sedangkan yang satunya lagi ia pakai untuk memukul tembol yang ada sedikit celahnya.


"Duak!!! Duak!!!" Bunyi kursi dipukulkan


"Huk..uhuk..uhuk" ia terbatuk lagi


Ada sedikit harapan, lubang itu sedikit membesar sehingga ia bisa bernafas agak lega. Rita tidak berputus asa, ia terus memukul-mukul tembok dengan bangku kayu. Jerih payahnya membuahkan hasil. Lubang Itu terbuka cukup besar. Sekarang ia tinggal memanjat. Perlahan ia berusaha keluar melalui lubang tadi. Dengan susah payah ia mengangkat tubuhnya, dan akhirnya ia berhasil keluar. Ternyata ruangan panjang tadi merupakan goa bawah tanah. Dan tempat Rita keluar adalah ujung goa tadi. Nafasnya masih terengah. Setelah agak tenang, ia menuruni punggung goa, dan terduduk sejenak. Berkali-kali ia mengucapkan syukur, dan berusaha menenangkan diri. Kebakaran di shelter rupanya belum sampai ke tempat Rita berada sekarang. Ia menjauhi tempat tersebut. Sementara itu orang-orang di penampungan berhasil keluar semuanya, mereka melupakan Rita. Karena kebakaran cukup besar dan membahayakan karena bisa memicu kebakaran hutan, sehingga pemadam kebakaran dan polisi di panggil ke tempat itu. Polisi dan pemadam bertanya kepada para korban


"Apa ada yang masih tertinggal di dalam?" Tanya salah seorang pemadam ke Irma


"Hmmm ..Dew, ada yang ketinggalan ga?"


"Hmm...ya Ampunnn Rita...Rita...tadi dia lagi tidur..ada Pak satu orang!" Dewi berteriak kepada pemadam itu.


Beberapa orang pemadam menyemprot shelter dengan air, dan dua orang lagi memasuki shelter dengan membawa tabung oksigen, mereka juga membawa kapak. Ruangan yang dimaksud telah tertutup runtuhan kayu, dengan menggunakan kapak mereka merangsek masuk ke ruangan tadi. Ruangan telah tertutup asap tebal. Para pemadam menuju ruangan yang dimaksud, mereka tidak menemukan siapapun, hanya IPhone yang tertinggal. Karena ruangan tersebut sudah berbahaya, merekapun kembali ke atas. Salah seorang pemadam memberikan iphone ke Dewi

__ADS_1


"Ini Ponsel teman kalian?"


"Bapak menemukannya di mana?" Tanya Dewi heran, ia baru melihat ponsel mahal.


"Di ruangan yang kamu bilang tadi!"


Dewi tidak mengatakan apapun karena mereka telah dihampiri oleh seorang laki-laki tegap yang mereka panggil bos. Karena tidak mendapatkan jawaban pemadam itu memberikan ponselnya kepada polisi. Rita yang berusaha membaur ke kerumunan, ia melihat beberapa truk terparkir. Salah seorang supir truk berbicara dengan temannya bahwa ia akan menuju Sangeh. Rita bersorak dalam hati, diam-diam ia mengikuti supir itu, ketika supir telah masuk ke truk, Rita mengendap dan naik ke atas truk yang kebetulan kosong. Truk itu keluar dari tempat itu seolah-olah tidak terjadi apapun.


Di tempat lain Ayah Rita, Ratna, Andi, Dewa dan Tomi berkumpul di ruang tengah apartemen.


"Ratna, bagaimana kabar dari ayah mu tentang Rita?" tanya Reza


"Tempat persembunyian orang-orang itu telah diketahui mas, ternyata Rita sudah ga ada di sana."


"Maksudnya? Ritanya pergi?"


"Sepertinya ada seseorang yang melukai para penculik, mudah-mudahan Rita tidak apa-apa" Ratna mengatakan dengan bergetar


"Sebenarnya, siapa sih musuh kamu? Atau musuh ayah mu? Rita sudah lama ikut aku, seharusnya tidak ada yang mengenali dia sebagai anak mu!"


"Bukan begitu Yah, Rita menggantikan seseorang!" Andi berusaha menjelaskan


"Maksudnya?"


"Hmm.. sebenarnya yang seharusnya diculik itu anaknya temannya mama yang berusia 10 tahun, tetapi Rita mengaku sebagai anak tertua temannya mama, jadi Rita yang diculik!"


"Astaghfirullah..Rita..Rita..apa yang ada dipikirannya ya?"


"Sebelumnya Rita bermimpi om, salah seorang dari anak teman tante akan diculik!" Dewa menyambung


"Waduuhh..waduh..makin ga masuk akal ini!" Keluh Reza/ Sugiarto.


"Om, maaf, sepertinya Rita mempunyai kemampuan khusus untuk mengetahui kejadian di masa depan!" tiba-tiba Tomi menyambung


"Hmm..begini om, beberapa minggu lalu saya pernah dihubungi Rita, bahwa salah seorang teman akan mengalami kesulitan dengan sekelompok preman, jadi dia meminta saya untuk menyelamatkan teman saya itu!"


"Siapa Tom?" Tanya Dewa


"Isye!"


"Hah? Rita belum pernah melihat atau bertemu dengan Isye!" Ujar Dewa bingung


"Menurut Rita, cewek yang dilihatnya dalam mimpi itu mirip dengan Dewa ketika tertawa. Jadi saya menyimpulkan orang itu Isye adiknya Dewa. Indra juga Om, menurut ceritanya Rita datang ke mimpinya supaya dia datang ke resto saya di hari yang sama."


"Sebentar, Rita minta tolong sama lo lewat mimpi?"tanya Dewa


"Engga, telepon gue langsung!"


"Kalau Indra?"


"Dia dari malam terngiang harus datang ke resto gue. Besoknya dia datang bawa teman-temannya. Dan terbukti Om, karena saya diberitahu oleh Rita, kami bisa menyelamatkan Isye!" Cerita Tomi bersemangat.


"Kalau memang demikian, apa Rita menghubungi kamu melalui mimpi?" Tanya Reza


"Belum Om!" Jawab Tomi kembali sedih


"Saya juga engga Om" sambung Dewa.


"Rita belum menghubungi saya Yah!" Ujar Andi agak kecewa karena ditanya belakangan.


"Ayah sering melarang Rita supaya tidak terlibat hal-hal aneh. Tapi dia malah diam-diam melakukannya" Ujar Reza menyesal

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita buat selebaran, dan kita bagikan ke terminal, halte, kantor pos, kantor polisi, siapa tahu ada yang melihat Rita di suatu tempat!" Usul Tomi


"Iya, begitu juga baik, daripada kita mengandalkan kakek terlalu lama." Sambung Andi


"Kalau begitu kita bikin selebarannya, Rey lo punya foto Rita terakhir?" Tanya Dewa


"Ada sih, tapi rambutnya masih merah"


"Hah rambutnya jadi merah?" Reza terduduk kaget


"Itu ada salah paham mas, dengan orang salon!


Tante ada banyak nih ,Dewa" Ratna memberikan ponselnya ke Dewa


"Yang ini saja tante, lebih jelas kelihatan wajahnya!"


Ratna mengirimkan foto terakhir Rita ke ponsel Dewa.


Dewa,Andi dan Tomi pergi ke tempat fotokopi terdekat. Kebetulan ada layanan typing, editing dan printing.


Mereka membuat poster ukuran A4, bergambar Rita.


Sementara itu Ratna mendapat telepon dari ponsel Rita


"Eh..mas Rita menghubungi.." ujar Ratna ke Reza


"Rita!! "


"Selamat Siang!" Sapa orang dengan ponsel Rita


"Selamat Siang, maaf saya bisa bicara dengan Rita?"


"Kami dari Polsek Desa Antagha Bu, Kami menemukan ponsel ini di TKP. Setelah kami teliti isinya, ternyata ponsel ini milik anak yang sedang dicari!"


"Betul Pak, apa Bapak menemukan anak saya?" Ratna begitu emosional.


"Kami hanya menemukan ponselnya bu, mungkin ibu bisa ke kantor, Kami akan membantu ibu menuju TKP!"


"Baiklah, alamatnya pak?" Ratna mencatat alamat kantor polsek


Lalu ia menghubungi Andi.


Dengan menggunakan mobil sewaan Ratna, Reza, Andi, Dewa dan Tomi pergi menuju polsek. Sesampainya di sana Ratna mengenali ponsel Rita, ia mulai menangis ketakutan.


Reza memeluknya untuk menenangkannya. Dari polsek mereka bersama-sama ke TKP. Tempat Kejadian Perkara yang dimaksud sangatlah jauh. Tanpa mereka sadari mobil mereka berpas-pasan dengan truk tempat Rita bersembunyi.


Di TKP.


Tempat tersebut masih disegel oleh polisi, sehingga orang-orang tidak ada yang berani mendekati tempat itu. Para perempuan di penampungan juga telah dipindahkan ke tempat lain.


Andi Cs memasuki ruangan tersebut. Mereka terus berjalan di ruangan tersebut sampai melewati ruang tidur, toilet lalu hingga ujung ruangan. Dindingnya telah bolong. Dengan lincah Tomi,Dewa dan Andi saling bantu untuk keluar melalui lubang tadi.


"Sepertinya Rita keluar melalui lubang ini!" Ujar Tomi


"Kalau kamu jadi Rita, kamu ngapain?" Tanya Dewa


"Nelpon!" Andi membuka ponselnya


"Ga ada sinyal!" Ujarnya kesal


"Kalau gue, akan cari kendaraan ke arah Sangeh!" Ujar Tomi tiba-tiba.

__ADS_1


Andi dan Dewa saling berpandangan, walau agak sangsi, tapi mereka berharap itu yang terjadi.


~bersambung~


__ADS_2