Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 38: Welcome Andi!


__ADS_3

"Selamat datang kak Andi!!, Welcome to our house!!" Sambut Rita


"Hmm...dimana kamar aku Rit?"


"Ayo kak!" Rita mengambil tas bawaan Andi dan mengajaknya ke kamar


"Ini kamar ayah, kata beliau Kak Andi tidur bareng ayah saja."


"Oya?"Andi girang, ia mengambil tasnya dari Rita .


"Kak Andi ijin sama mama nginep di sini? Kog bawaannya cuma segini?"


"Nanti kakak nelpon!"


"Hah?? Jadi kakak ga ijin mama?"


"Belom, kemarin mama lagi di Singapura. Gampanglah nanti saja kakak VC. Toh kakak tinggalnya sama kamu dan ayah!"


"Iya sih!, btw perlu ga Rita ngabarin kakDewa?"


"Jangan!! Kakak mau kasih surprise ke dia anterin ke rumahnya saja Rit!"


"Rita ga tahu rumahnya kak. Aku minta tolong kak Tomi saja ya?"


"Tomi? Boleh juga, gimana sudah sehat dia?"


"Alhamdulillah, sudah kak😀"


"Sudah berapa lama?"


"Apanya kak?"


"Jadian sama Tomi?"


"Belum jadian kog kak! Cuma kemarin dia kemari terus cerita kalau ingatan lamanya kembali!"


"Hah? Memang hilang dimana?"


"Karena kecelakaan jadi amnesia. Nah, kejadian kemarin malah mengembalikan ingatannya!"


"Wahh... hikmahnya bagus sekali, terus kog Rita yang kelihatan glowing?"


"Iya kak, ternyata kak Tomi itu adalah Feri, teman dekat Rita di SMP."


"Terus?"


"Yaa gitu deh seperti mengingat masa lalu!"


"Masih cinta monyet! Jangan terlampau serius Rit! Ingat kita masih remaja, puasin main-main dan eksplorasi bakat dan hobi! Jangan terikat dengan 1 orang!"


"Kakak ga suka kak Tomi?"


"Bukan ga suka, kakak cuma ingetin kamu saja, perasaan orang mudah berubah, apalagi cinta ABG kayak kita!" Ujar Andi sambil meminum secangkir susu coklat yang Rita buat.


"Enak Rit!"


"Hehehehe!"


Beberapa saat kemudian, Tomi datang ke rumah Rita.


"Hey Di, pa kabar?" Ia menyalami Andi


"Alhamdulillah baik, lo gimana Tom? Kepala lo sudah sembuh?"


"Alhamdulillah, getting better!, Oya Dewa tahu lo di sini?"


"Nahh itu dia! Gue mau minta tolong anterin ke rumah dia,tadi gue minta Rita yang anter eh dia ga tau!"


"Iya,Rita ga pernah ke rumahnya, sebentar gue nelpon dia dulu!"


"Jangan!!!" Ujar Andi dan Rita bersamaan


"Eh, jadi kaget!"


"Mau surprise saja, kak!" 😁


"Ayo deh, tapi gue bawa motor, jadi cuma lo sama gue, Rita ga bisa ikut!"


"Kita bisa pakai mobil!"


"Hah? Mobil siapa kak?"tanya Rita heran


" Ya mobil gue lah, kemarin pak Amir gue suruh tinggalin mobilnya di sini, dia gue kasih ongkos untuk pulang sendiri, Gue pengen jalan keliling kota ini kan harus ada kendaraan, kalau pinjam mobil ayah nanti ganggu beliau!"


"Wahh hebat!!" Ujar Tomi dan Rita bersamaan.


Mobil Toyota CHr berwarna putih terparkir di depan rumah Rita.


"Kapan datangnya Kak? Kok aku ga tau?"


"Tadi, kakak langsung masuk, kamu ga lihat keluar rumah"


"Ooo, ini mobil baru?"


"Iya, pinjam dari kakek Darmawan, beliau kan masih di NZ, padahal ni mobil masih baru belum dipakai sama sekali. Kakek keburu sakit dan stay di NZ cukup lama."


"NZ?" Tanya Tomi


"New Zealand, keluarga gue tinggal di sana!"


"Kakek lo?, berarti kakeknya Rita juga dong?"


"Gue sama Rita beda bokap, kakek Darmawan ini ayah dari Bokap gue."


"Ooo..Terus bokap lo tinggal di mana?" Tomi makin penasaran.


"Bokap gue meninggal waktu gue umur setahun.Terus nyokap nikah lagi sama bokapnya Rita."


"Oo begitu, pantesan lo berdua ga mirip!"


"Hehehe gitu ya?"


"Lo bisa bawa mobil matic Tom?"


"Bisa dong! Dewa mobilnya juga matic, gue sering bawa."


"Wah, kebetulan, nih lo yang bawa ya?" Andi memberikan kunci mobil kepada Tomi.


Mereka bertiga keluar dari rumah dan masuk ke mobil putih yang terparkir di depan rumah.


"Nanti masukkan ke dalam saja kak!"


"Memang muat?"


"Di samping rumah ini ada ruang kosong, biasanya ayah menaruh barang-barang kami di situ, tapi minggu lalu sudah disortir, lebih banyak yang sudah rusak, jadi dibuang. Kaget juga ternyata ruangannya luas."


"Mobil ayah nanti ditaruh mana?"


"Biasanya Ayah pulang malam kak, jadi mobil kakak bisa masuk lebih dulu."


"Ooo begitu?"


Sepanjang perjalanan mereka saling bercerita. Rita yang duduk di belakang memperhatikan jalan menuju rumah Dewa.


Rumah Dewa berada di kawasan perumahan elite. Tanpa kesulitan mereka masuk ke daerah perumahan yang sangat luas wilayahnya.


"Wah..walau di daerah banyak juga ya rumah mewah!" Andi terkagum-kagum dengan deretan rumah mewah yang mereka lewati.


"Banyak Ndi, ini termasuk wilayah elit yang pertama di kota ini. Tuh rumah Dewa, kita berhenti di sini". Tomi menghentikan mobilnya, kemudian mereka bertiga keluar dari mobil. Rumah tingkat tiga bercat putih dengan gerbang berwarna abu-abu.


"Permisi pak!" Sapa Tomi kepada satpam rumah


"Eh, nak Tomi!"


"Dewa ada pak?"


"Kayaknya ada, dari kemarin nak Dewa ga keluar rumah."


"Hah? Sakit?"


"Saya kurang tahu, tanya sendiri saja di dalam!" Satpam membukakan pintu gerbang.


"Terimakasih pak!"


Mereka bertiga masuk ke halaman rumah Dewa yang cukup luas, kemudian menaiki beberapa anak tangga, dan sampailah mereka di depan pintu rumah.


Tomi memencet bel


"Ting nong! Ting nong!"


"Cklek!" Pintu dibuka


"Kak Tomi!" Sapa cewek yang membuka pintu.


"Hai Ce, Dewa ada?"


"Ada kak, ayo masuk!" dengan akrab dan bersemangat Isye menarik tangan Tomi masuk, dan memegang lengannya.


"Ayo masuk kak!" Ajaknya.


Dengan halus, Tomi menepis pegangan tangan Isye, sambil memperkenalkan Rita dan Andi.


"Eh ce, kenalin nih, teman kakak!"


Isye memperhatikan wajah Andi dengan seksama, seperti mengenalnya


"Kak Raka (Rayi Andika)??"tanyanya


"Yah ketahuan deh sama si Cimot!!"Andi tersenyum.


"Ihh...bener kak Raka!...sudah lama ya?" Isye takjub melihat Andi teman masa kecil kakaknya.


"Apa kabar Cimot?" Tanya Andi


"Cimot-cimot, Isye tau!" Katanya ngotot


"Hehehehe, iya, si Cimot sudah gede ya?"


"Iya dong!, Eh ini siapa?" Tanyanya sambil menunjuk Rita.


"Ini Adik gue Rita!"


"Ooo ini yang namanya Rita!"


Rita mengulurkan tangannya bersalaman dengan Isye.


"Rita!"


Isye membalas salam


"Isye!"


"Ayo masuk, duduk dulu ya aku panggil kak Dewa. "


"Dewa sakit Ce? Tanya Tomi


"Ga tau juga Kak!"


"Kog ga tau ? Kalian kan serumah?"


"Iya, tapi kita kan punya urusan masing-masing, sudah gitu rumah ini luas banget."


"Ah gaya nih Cimot, anak kecil, urusan apaan ci?" Goda Andi


"Ihh, kakRaka nih, aku sudah kelas 9 sebentar lagi SMU!"


"Oya?? Tapi tetep masih kecil!" Andi menarik kuncir rambut Isye


"Hih!!" Isye memukul Andi lengan Andi.


"Hahaha!"Andi tertawa senang.

__ADS_1


"Eh Mot, panggil Arya gih! tapi jangan kasih tahu gue ada di sini ya?"


"Iya kak!"


Andi dan Tomi duduk di sofa yang nyaman.


Rita menghampiri Isye


"Eh Is, aku mau ke toilet, di mana ya?"


"Panggil Ice saja! Yuk ikut aku!"


Mereka berdua memasuki ruangan lain.


"Nah, di depan dapur itu ada kamar mandi khusus tamu, aku mau panggil kak Dewa dulu!"


"Oke Ce, thanks ya!"


Dengan tenang Rita masuk ke kamar mandi tamu. Beberapa saat kemudian ia keluar dari kamar mandi, seseorang memanggilnya,


"Rita ngapain di sini?"


Rita yang sedang menutup pintu kamar mandi menoleh.


"Pipis kak!" Jawabnya sambil tersenyum.


Senyuman Rita membuat wajah Dewa menjadi cerah kembali.


"Sama siapa kamu kemari?"


"Tadi diantar kak Tomi!"


"Oh Tomi!", suaranya agak terdengar kecewa.


Dewa dan Rita berjalan sambil ngobrol menuju ruang tamu.


"Hei, Ar, sehat lo?" Sapa Andi tiba-tiba.


"Ray? Kog lo di sini? Sejak kapan?" Tanya Dewa bingung.


"Baru tadi sampai, terus gue minta Tomi antar gue ke sini!"


"Ooo, thanks Tom!" Ujar Dewa


"Lo katanya sakit, Wa?" Tanya Tomi


"Sakit sih engga, cuma ga enak badan saja sejak kemarin."


"Kata Ice sejak pulang liburan lo ga keluar rumah?" Tanya Andi


"Kak Dewa dicek dokter lagi ga, sewaktu kak Tomi masuk rumah sakit?" tanya Rita


"Engga!"


"Seharusnya dicek lagi, kan kak Dewa juga terkena pukulan di kepala!"


"Kamu worried sama aku ya Rit?" Tanya Dewa langsung.


Tomi dan Andi memperhatikan perubahan wajah Dewa yang menjadi sangat serius.


"Eh..iya kak!"


"Bagus deh?" Ujar Dewa tersenyum. Tiba-tiba Isye datang sambil berlari kecil.


"Kak Tomi! Kak Dewa ga ada di kamarnya! Eh, sudah di sini rupanya?" Isye bingung melihat Dewa yang sudah berada di tengah teman-temannya.


"Heh, Ce, lo inget Ray ga?"


"Inget dong, dulu sering jailin Ice, katanya adiknya jauh, jadi Ice saja yang dijailin!"


"Wah, parah nih kak Andi!" Ujar Rita tersenyum.


"Raka, di sini ada mal atau tempat nongkrong yang asyik gitu, gue laper nih!" Ujar Andi


"Ke warung pak Umar saja kak, di situ tempatnya nyaman, apalagi indoornya, bikin betah deh!" Ujar Rita.


"Apa engga ke restonya Tomi saja?" Tanya Dewa


"Jangan ah bosen, entar lo pada ngalor-ngidul gue di suruh kerja lagi sama nyokap."


"Emang nyokap lo lagi di resto?"


"Iya, akhir-akhir ini beliau senang menghabiskan waktu di resto. Bosan di rumah katanya."


"Ya udah, ke warung pak Umar, sebentar, gue ganti baju dulu!"


"Ga usah, begitu saja, jangan pakai tuxedo!" Canda Tomi.


"Kagak, gue belum ganti baju dari tadi malam!"


"Ooo pantesan dari tadi ada bau apaan gitu!" Canda Andi


"Tunggu sebentar ya!" Dewa masuk kembali ke dalam, Isye mengikutinya dari belakang.


"Ice boleh ikut ga kak?"


"Jangan ah, anak kecil ga boleh tahu urusan anak gede!"


"Ice ga bakal gangguin deh kak, soalnya ada kak Tomi, please?" Isye memohon dengan wajah memelas.


Dewa berpikir sebentar.


"Oke lo boleh ikut, tapi ganti bajunya jangan lama-lama! Entar gue tinggal!"


"Asyiikk!! Isye berlari kecil dengan riang menuju kamarnya.


Setelah berganti baju, Dewa kembali ke ruang tamu.


"Enaknya bawa mobil yang mana Tom?" Tanya Dewa


"Naik mobil Andi saja, kita kesini bawa mobil kog"


"Lo ke sini bawa mobil Rey?"


"Lah, nanti lo pulang gimana?"


"Ya dia suruh kesini!"


"Ngerjain orang lo! Kebiasaan!" Maki Dewa


"Biarin!"😁


"Apa bawa masing-masing saja?" Usul Tomi


"Kenapa?" Tanya Dewa dan Andi bersamaan


"Yah masa gue harus balik lagi nganterin lo?"


"Hmmm..iya juga!" Gumam Andi


"Mobil lo apaan Rey?"


"Itu di depan!"


"Mana?"


"Depan pagar!"


"Kog ga dibawa masuk aj Tom?"


"Tadi gue kira banyak mobil parkir di depan sini, eh ga taunya kosong!"


"Iya, temannya nyokap pada ga datang, depan mana?"


Dewa mengambil drone yang berkamera, lalu dengan hp sebagai remote. Ia mengarahkan drone keluar pagar depan rumah.


"Pantesan males keluar, punya mainan baru sih!" Ledek Tomi


"He eh, lagi menguji jangkauannya , katanya bisa jauh, sampai 1 km, nah ini kemarin gw uji di sekitar sini saja."


"Wah keren nih!" Andi menghampiri Dewa dan mengagumi drone milik Dewa.


"Eh, kita main di sini aja yuk, ga usah ke warung, di sini juga asik kita mainin drone!"


"Yaa gpp sih, tapi cemilannya ga ada ART sudah pada pulang, paling ada makanan berat lo mau?"


"Hmm... delivery aja, kasih gue alamat sini, nanti gue yang pesen!"


"Yah jadi ga enak gue, kan tuan rumah!"


"Ya gpp, gue juga kan datangnya ga ngasih tahu!"


Dewa memberikan alamat lengkap rumahnya.


Beberapa menit kemudian pesanan makanan telah sampai di rumah Dewa.


"Wuidihh...banyak amat Ndi?" Ujar Tomi mengagumi


"Ada Pizza, spagheti, lasagna, gado-gado sampai kue pukis.Habis berapa nih?"tanya Dewa


" Yaa lumayan lah, toh selama liburan tahun lalu gue part timer di majalah jadi fotografer, lumayan nambah uang saku!"


"Oo iya kakAndi kan suka memoto, hasil fotonya bagus-bagus! puji Rita


"Emang kakek lo ga ngasih?" tanya Dewa


"Kakek Darmawan dibilang pelit sih engga, beliau kasih cukup kog, cuma kadang gue pengen beli barang yang harganya mahal, ga enak minta sama beliau terus!"


"Di sana upahnya gimana?" Tanya Tomi


"Di sana hitungannya per jam, per jamnya bisa kalau di rupiahkan bisa Rp125k/jam. Nah tahun lalu itu gue sehari itu kerja 4 jam, selama 25 hari, kalau di total Rp.12,5juta!"


"Wahhh... makmur banget lo!"


"Iya kan? Dan uangnya belum gue pakai"


Tiba-tiba interkom dari satpam depan rumah.


"Nak Dewa ada paket ini!"


"Eh gue ga pesen apa-apa?


"Dewa menghampiri interkom.


"Oh itu paket untuk gue!"ujar Andi menghampiri Dewa.


"Maaf pak bisa bawa masuk?" Tanya Andi


"Beli apaan lo Ka?"


"Hehehehe..." Andi tertawa misterius.


Paket kotak ukuran sedang segera diterima Andi dengan riang.


"Yuk unboxing!" Ajak Andi


Rita dan Tomi hanya bengong memperhatikan belanjaan Andi.


"Tara!!!" Andi menunjukkan drone yang baru saja dibelinya lewat online.


"Mau saingan nih?" Ledek Dewa.


"Ga enak dong kalau lo main sendirian!"


"Kita makan ini saja ya Rit!" Ujar Tomi agak minder.


"Tenang Tom, nanti kita gantian!" Ujar Andi


Mereka asyik ngalor-ngidul berbicara tentang drone


"Yuk ke tingkat atas!" Ajak Dewa.

__ADS_1


Mereka berempat menaiki lift.


"Wah ada liftnya, memang ni rumah berapa lantai?" Tanya Tomi


"Tiga, lift ini sengaja dibuat untuk nenek gue. Kamar beliau di atas, kan pakai kursi roda tu!, supaya gampang ke kamar!"


"Kenapa ga di kamar bawah saja kan lebih praktis?" tanya Tomi


"Beliau ga mau, terlalu bising katanya."


"Memang ada berapa orang penghuni sini?"


"Resminya 4, tapi sepupu-sepupu gue suka pada datang untuk berenang."


"Eh ada kolam renang juga?"


"Iya, di belakang rumah!"


"Wah banyak mainan, ngapain keluar-keluar kak?" Sahut Rita


"Ga ketemu orang-orang dong Rit!"


"Kak Tomi baru tahu juga isi rumah ini?"


"He eh, biasanya mentok di kamarnya Dewa!"


Beberapa saat kemudian mereka sampai di lantai atas.


Di lantai atas terdapat taman.


" Wah...asri sekali!!"Rita dan Tomi mengagumi taman di atas atap.


"Bagus kan??" Ujar Dewa bangga.


"Siapa yang merawat taman ini?"


"Bokap dan nyokap, mereka sering duduk-duduk di karpet rumput itu!"


"Wahhh...karpet rumput beneran!!" Ujar Rita.


"Keren banget Wa!" Puji Tomi.


"Yuk, kita coba drone nya!"


Dewa dan Andi masing-masing menjalankan drone dari ponselnya yang berfungsi sebagai remote kontrol.


"Wah daerah sini keren lho! Eh drone ini bisa terhubung dengan wifi, jadi kita bisa lihat dari layar lebar. Ada TV kan?"


"Tadi gue lihat ada deh, kita pinjam ya Wa?.. Iya.." Tomi bertanya dan menjawab sendiri.


Rita tertawa mendengarnya.


Dewa tidak mendengarkan Tomi, pandangannya tertuju pada suatu rumah yang di lewati dronenya. Tomi beranjak ke ruangan lain dan mengambil TV yang ada di ruangan sebelah.


"Nih, gimana nih?"


"Lo pegang ini dulu!" Andi memberikan remotenya ke Tomi.


"Dengan lincah Tomi menerbangkan drone itu melewati beberapa tempat."


"Jangan kejauhan kak, nanti hilang!" Ujar Rita mengingatkan. Dewa memperhatikan interaksi akrab antara Rita,Tomi dan Andi. Ada perasaan iri di hatinya.


"Udahan ah, pakai drone Lo aja Rey, lebih canggih!" Ujar Dewa memanggil kembali dronenya.


"Yahh..jangan ngambek begitu kita baru mulai!" Hibur Andi


"Telat!" drone Dewa telah kembali ke rumah.


Video yang dipancarkan drone Andi sangat jelas terlihat dari TV.


"Wah keren banget ya rumah ini dari atas?" Ujar Tomi memandangi TV.


"Iya kak, kecanggihan teknologi."


"Hmmm...eh Rey, coba ke rumah hijau itu deh!" Ujar Dewa


"Tadi gue lihat ada yang aneh"


"Apaan lo jangan nakutin orang kayak gitu deh!"


"Coba arahin ke jendelanya!"


Dengan hati-hati Andi mengarahkan dronenya ke jendela rumah itu.


"Ini pelanggaran privasi Ar!"


"Bukan, kemarin gue lihat Pak Ali, ada di rumah itu. Sekarang belum kelihatan?"


"Bisa saja kan dia sudah pergi!"


"Hmm..coba ke garasinya?"


Andi mengarahkan ke atas garasi rumah pak Ali yang tertutup."


"Wah, ada mobil jadul!!"


"Iya keren kan??? Dari kecil gue pengen punya mobil klasik kayak gitu!"


"Jenis VW beetle, kan zaman sekarang sudah ada yang baru?"


"Tapi ga klasik, Tom!"


"Jadi pak Ali nya ga kemana2?" Tanya Rita.


"Mobilnya ada di garasi, kata mama anak-istrinya sedang pergi mengunjungi kakek mereka yang sakit,sudah seminggu ini mereka ga ada di rumah!"


"Kog lo tahu banget?" Tanya Andi heran


"Gue nguping satpam yang pada ngobrol."


"Coba kak cari lagi, takutnya ada apa-apa, kasihan orang tua ditinggal sendirian!" Ujar Rita, perasaannya mulai ga enak.


Andi mengelilingi rumah itu dan melihat jendela2 nya.


"Tuh!! Ada yang berbaring dilantai!" Ujar Tomi.


Tanpa pikir panjang Rita langsung berlari menuju tangga bawah.


"Eh Rita???" Tomi,Dewa dan Andi kaget melihat reaksi Rita yang begitu cepat.


"Lo, hubungi ambulan Wa, gue mau bantu Rita, hp standby ya?"


Tomi berlari menyusul Rita. Di tengah rumah bertemu Isye


"Eh Kak Tomi, kita ga jadi pergi?"


"Nanti Ce, ada yang lebih penting!" Tomi menggeser tubuh Isye. Dan berlari mencari kunci motor Dewa yang tergeletak di atas lemari.


Dengan sigap ia menyalakan motor tersebut dan menyusul Rita.


"Rit, jangan lari, tempatnya lumayan jauh dari sini!"


"Baik kak!"


Dengan nafas terengah, Rita dibonceng motor oleh Tomi. Beberapa saat kemudian sampailah mereka di rumah pak Ali.


"Wa, hubungi satpam rumah, bilangin gue mau masuk!"


"Brakk!!" Tomi kaget, Rita menendang pintu masuk dengan keras.


"Suara apaan tu Tom?"tanya Andi dan Dewa


"Rita mendobrak pintu depan!"


"Waduuuhh..tu anak kebiasaannya!" Andi mengusap wajahnya.


Tomi langsung masuk ke rumah menyusul Rita. Benar saja, pak Ali berbaring di lantai kamarnya sambil memegang dadanya.


"Serangan jantung!" Ujar Tomi.


Dengan sigap Rita memompa dada pak Ali, sebelumnya ia ingin memberikan nafas buatan.


"Jangan Rit, aku saja!"


Tomi dan Rita bekerja sama membuat pak Ali kembali tersadar.


Beberapa saat kemudian, ambulan datang dan membawa pak Ali ke Rumah Sakit tempat ayah Rita bertugas.


"Hahhh.. syukurlah!!"ujar Rita dan Tomi lega.


Tanpa disadari Tomi menarik tubuh Rita dan memeluknya.


Drone yang masih online memperhatikan, Andi yang peka dengan moment itu segera melayangkan dronenya pulang.


"Kayaknya gue ga punya kesempatan ya Rey, sama Rita?"


"Ga tau deh, kalau kesempatan. Mmm..mereka sudah temenan dari SMP Ar!"


"Hah? Ooo..jadi betulan ya?"


"Maksudnya?"


"Waktu di Bali, Rita cerita tentang first lovenya waktu SMP!"


"Tomi?" tanya Andi


Dewa mengangguk


"Kog Tomi bilang dia baru ketemu Rita di SMU?"


"Tomi amnesia! Kejadian di pesawat kemarin memulihkan ingatannya!"


"Ooo...gue baru tau. Selama ini gue kira dia asik-asik aja, kenapa dia bisa amnesia?"


"Ga tau juga Rita belum cerita sampai situ!"


"Yahh..gue patah hati dong nih?"


Andi merasa ga enak hati. Ia memanggil kembali dronenya.


"Udahan yuk, sudah sore!"


"Lo aja yang turun Ka, gue mau di sini sendirian! Ujar Dewa sedih.


"Perlu gue temani?"


"Engga usah, sorry nih kalau bisa lo pada pulang saja, maaf gue ga bisa anter!"


"Iya Ar, jangan sedih berlarut-larut ya?"


"Lo kira gue apaan?" Dewa memaksakan tersenyum.


Andi turun ke bawah, di sana telah ada Rita dan Tomi yang duduk di lantai.


"Wah...heroes!!! Balik yuk?" Ajak Andi


"Dewanya mana? Pamit dulu!" Ujar Tomi sambil bangun dari duduknya.


"Ga usah Tom, dia lagi ga enak badan, kita pulang aja!"


Isye keluar dari kamarnya.


"Kak Tomi kog sudah mau pulang?"


"Iya sudah sore, kapan-kapan kita main lagi ke sini!" Ujar Tomi.


"Yuk ah, Cimot,..itu makanan buat di sini saja!, Hehehe!" Andi menepuk pundak Isye


"Hih!! Iseng nih!!"


"Hahaha!!" Andi tertawa, mereka bertiga meninggalkan rumah Dewa.

__ADS_1


Di dalam mobil melihat ke atas dan Dewa berdiri memperhatikan mobil Andi berjalan menjauh.


-bersambung-


__ADS_2