Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 126: Cinderella Man


__ADS_3

Sepulangnya dari London, Daniel kembali bekerja di kantor. Ketika ia masuk kantor beberapa mata menatapnya dengan tatapan aneh. Beberapa mengucapkan "Selamat Pagi"


"Pagi! " Balas Daniel


Ada apa dengan orang-orang ini pikirnya. Tetapi pekerjaan yang menumpuk mengalihkan pikirannya. Hingga sampai saat makan siang, ia memilih untuk tinggal di kantornya. Dengan perasaan senang dibukanya bekal makan siang buatan Rita, tak lupa ia pun selfie dengan pose sedang menyantap makan siang. Tangan kanannya sibuk dengan makanannya sementara tangan kirinya sibuk browsing komputer. Tiba-tiba matanya tertuju pada icon aplikasi obrolan kantor, rasa penasaran membuatnya mengklik aplikasi tersebut. Terlihat obrolan para karyawan di kantornya.


"Oh karena ini pak Radian jadi tahu gosip di kantor" gumamnya.


Ia meng-skip beberapa obrolan yang tak penting, sampai ia berhenti pada beberapa foto yang dikirim salah seorang karyawan. Foto itu disertai caption:


"Kalian kenal mereka?


Ini para menantu dan cucu Bos Besar."


"Kalian pasti tahu yang ini? Yak betul sekali ini CinderellaMan"


Mereka memberikan caption itu pada Foto Daniel dan Rita yang sedang berdansa. Setelah itu banyak komentar yang cukup menyinggung perasaan.


"Hebat ya? Dia satu-satunya pengawal yang bisa jadi CEO, melangkahi orang yang sudah bekerja bertahun-tahun di sini!"


"Temanku bilang, dia menolak posisi yang ditawarkan di kantornya, oh ternyata..karena dia menyukai cucu dan hartanya "


"Aku pikir dia punya kemampuan memimpin, itu sebabnya pak Bos memercayai kantor ini"


"Aku gak tahu kalau Rita itu cucu Bos Besar, tahu begitu aku yang mendekatinya, aku kan lebih keren dari Daniel "


"Kalau aku jadi Dia, aku akan segera menikahinya"


"Tapi dia masih anak-anak!"


"Gak masalah, toh nanti dia dewasa juga!"


"Dasar otak mesum🤭!"


Daniel tidak sanggup lagi membaca komentar orang-orang di kantornya. Seketika nafsu makannya hilang. Akhirnya ia tahu tatapan orang kantor pagi tadi. Ia membereskan kotak makan yang masih banyak bersisa. Notifikasi ponselnya berbunyi, ia melihat pesan dari Rita. Seketika itu, muncul kekesalan dalam dirinya, ia tidak merespon, notifikasi dari Rita disilent supaya ia tidak usah mendengar. Setelah mengantarkan koper Rita, ia pun segera pergi. Hari itu ia tidak ingin bertemu dengan Rita.


Sementara pemberitaan pernikahan Charles Lucas masuk pemberitaan majalah terkenal sebagai salah satu pernikahan termewah tahun ini. Di majalah itu dimuat foto mempelai dan para tamunya. Foto Rita dan mempelai juga muncul di majalah itu. Pakaiannya yang menarik membuat beberapa pembaca menghubungi majalah untuk mengetahui siapa Rita dan pakaian yang dikenakannya. Salah seorang pembaca setia majalah itu adalah siswa di tempat Rita bersekolah. Rita yang sebelumnya tenar sebagai pacar Kevin, kini muncul di majalah terkenal sebagai salah satu tamu penting. Teman-temannya di sekolah mencari tahu tentang Rita, hingga mereka mengetahui bahwa Rita merupakan cucu perempuan satu-satunya dari dua keluarga konglomerat yang masuk jajaran terkaya di dunia. Sementara itu Rita yang heboh diberitakan malah menyendiri di bawah pohon di depan perpustakaan sekolah.


"Rit, orang-orang pada heboh tuh!" Tegur Sisca suatu hari


"Biarin saja, bukan urusanku" ia menaruh kepalanya di atas meja.


"Kenapa? Oppa gak nelpon lagi ya?"


"Iyaaa,..pesanku juga gak dibalas" rengek Rita kesal


"Kalau begitu datangin saja kantornya"


"Huh?"


"Iya, cari tahu benar gak dia di London?"


"Hmm..apa gak apa-apa begitu? Kalau dia marah gimana?"


"Ya jangan kamu langsung yang nyamperin, suruh orang!" Ujar Sisca memberikan ide


"Nanti deh,kalau dia gak menghubungi juga, ya terpaksa ke sana!"


"Eh Rit, merhatiin gak, kog sekarang daerah sini makin ramai ya?" Sisca melihat sekeliling .Rita juga baru menyadari, tempatnya bertapa kini menjadi tempat hiburan baru bagi beberapa siswa. Mereka berselfie, dengan background Rita yang sedang duduk membaca buku, atau makan.


Mereka bahkan memposting di medsos dengan caption :


"Bersama cucu konglomerat"


"Btw Rit, mama tadi pesan kalau dia sudah mentransfer uang pemakaman kakek ke rekeningmu, terima kasih banyak yaa!"


"Sama-sama, tapi seharusnya gak usah diganti"

__ADS_1


Sisca tersenyum


"Enggak ah gak enak, terlalu banyak, aku gak mau dibilang mengambil manfaat dekatin kamu!"


"Siapa yang bilang?"


"Lho, memangnya kamu gak tahu kalau kamu jadi selebritis lagi?"


Rita menggeleng bingung. Sisca memberikan obrolan grup kelasnya.


"Nih baca deh!" ia menunjukkan obrolan di grup kelas


"Kog aku gak diundang di grup itu?"


"Diundang, tapi kamu tolak, katamu malas baca nyinyiran orang."


Rita membaca berita yang beredar diobrolan grup dan artikel di majalah terkenal itu. Ketika pulang sekolah, beberapa siswa mengikutinya dari belakang, itu membuatnya kesal


"Kalian kenapa sih?"


"Ehem...kami pengen tahu, cucu orang terkaya di dunia itu kehidupannya kayak apa?" tanya salah satu adik kelas yang sejak tadi mengikutinya. Rita putar akal, lalu ia menunjuk ke arah belakang anak-anak itu


"Eh ada UFO!!" teriaknya. Para adik kelas melihat kearah yang ditunjuk Rita, saat itu ia pergunakan untuk lari sekencang-kencangnya. Setelah berhasil meloloskan diri dari kumpulan cewek adik kelas, kali ini ia dihadang oleh kelompok cowok.


"Hey! ah kamu, temannya Kevin kan? Kevin memang pintar berteman dengan cucu orang kaya" ujar salah satu cowok


"Kalian norak ya? masa gak pernah lihat anak orang kaya?" Ujar Rita


"kami di sini memang anak-anak kaya, tapi tidak sekaya kamu! jadi kamu mau kan jadi teman kami?" salah satu cowok mendekatinya dan memegang pundaknya. Rita kesal, ia memelintir tangan orang itu


"Aku gak mau berteman kalau dipaksa kayak begini!" cowok itu berteriak kesakitan minta dilepaskan, sementara teman-temannya meminta Rita untuk melepaskan temannya. Rita mendorong cowok itu ke teman-temannya, lalu kembali melarikan diri. Hingga seseorang mengendarai motor menghadangnya


"Hei!, ayo Naik!" ia membuka kaca helmnya


"Kevin!" teriak Rita, kemudian ia naik membonceng motor sport Kevin. Merekapun pergi meninggalkan sekolah. Beberapa siswa yang melihat keduanya berboncengan, tidak lupa mengabadikan moment tersebut. Kevin menghentikan motornya di salah satu cafe yang jauh dari sekolah.


"Eh kog kemari?" tanya Rita


Kevin menarik tangan Rita untuk masuk ke dalam cafe. Kemudian ia memesan makanan dan minuman.


"Kamu sudah sehat Vin?"


"Sudah, terima kasih ya? aku dengar yang membantu membawaku ke RS pak Daniel?"


Rita mengangguk


"Dari mana beliau tahu aku di sana?"


"Yahh,..bisa dibilang seorang informan menyuruhku untuk mencarimu"


"Hmm...siapa informannya?"


"Entahlah, Daniel tidak pernah cerita"


"Begitu ya? oh ya, apa kalian sungguh-sungguh berpacaran?"


"Kenapa kog nanya begitu?"


"Hmm...aku sudah memikirkannya selama aku sakit."


"Memikirkan apa?"


"Rita, aku menyukaimu!" ujar Kevin tiba-tiba, ia memegang tangan Rita


"Ah kamu bercanda, kamu kan suka sama miss Nouva?"


"Miss Nouva menolak ku, aku dianggap adiknya, konyol bukan, setelah aku mengorbankan tangan ini untuk dirinya?"

__ADS_1


"Tapi kamu bilang itu hanya alasan?"


"Tidak, tangan ku ini betul-betul sakit, suaminya melukaiku"


"Apa kamu sudah ingat siapa yang membawamu ke tempat itu? Daniel bilang ia tidak menemukan motor di sekitar situ!"


"Iya, aku gak ingat kenapa aku bisa jatuh dan berada di situ, tapi ketika tersadar dari koma, aku berjanji menjadi orang yang baru. Melupakan masa lalu, dan aku ingin kita pacaran"


"Kenapa harus pacaran?" tanya Rita heran


"Karena kita cocok bersama, apa kamu gak pernah melihat foto kita berdua?"


Kevin membagi foto mereka berdua ketika di pertandingan, ia memblur foto Daniel


"Maaf ya Kevin, aku tidak tertarik padamu, aku senang kamu sudah sehat! Aku pergi ya?" Rita beranjak dari tempat duduknya .Kevin mencegahnya, ia memegang tangan Rita


"tunggu dulu! kamu pasti punya perasaan yang sama dengan aku kan? beberapa kali kamu membelaku, gak mungkin kalau gak ada rasa suka!" ujar Kevin memaksa


"Maaf kalau membuatmu salah paham, tapi aku sungguh-sungguh tidak punya perasaan apapun padamu!" Rita bermaksud pergi. Tiba-tiba Kevin memeluknya erat,


"Jangan menolakku Rita, tolonglah, aku membutuhkan mu!" bisik Kevin di telinga Rita. Reaksi Rita dipeluk erat membuatnya kesal, ia memukul perut Kevin cukup keras, hingga Kevin melepaskan pelukannya. Kemudian Rita pergi meninggalkan cafe itu.


"Kamu sudah memfotonya kan?" tanya Kevin kepada seseorang


"Tentu saja!" orang itu menunjukkan foto pelukan mereka.


"Share ke aku!"


"Bayar dulu!"


"Aku ingat, kamu yang meninggalkanku sekarat di tempat itu, kalau aku laporkan ke polisi, kamu pasti akan di penjara!" ancam Kevin. Orang itu terdiam, lalu ia membagikan foto itu ke ponsel Kevin. Sementara pulang ke rumah dengan taksi. Ia meminta Sisca mengundangnya ke grup chat sekolah. ia menggunakan nama samaran tentunya. Dari sana ia mengetahui issue yang sedang berkembang di sekolahnya. Ia membaca obrolan teman-teman tentang dirinya, kebanyakan komentar nyinyir tentang dirinya. Sesampainya di rumah, ia disambut oleh wajah cemas Lee


"Ada apa Lee?" tanya Rita melihat Lee yang telah menyambutnya di depan pintu


"Baru saja dua orang polisi datang, ia mencari mba Rita"


"Hah? ada apa mencari saya?" tanya Rita kaget


"Anda dituduh melakukan penyerangan pada salah satu siswa di sekolah. Mereka minta Anda datang untuk menindaklanjuti hal tersebut!"


Rita tertegun bingung, ia menelpon Daniel untuk meminta pertolongannya, tetapi telponnya tidak diangkat. Akhirnya ia menghubungi Radian, dan menceritakan keadaan sebenarnya.


Sore harinya, Daniel datang ke rumah Rita, mereka pergi ke kantor polisi untuk menindaklanjuti laporan siswa tersebut. Di sana, Rita menceritakan kejadian sebenarnya, alasan mengapa ia harus melukai siswa itu. Daniel membawa bukti CCTV sekolah untuk mendukung pernyataan Rita. Berdasarkan hal tersebut Rita pun dibebaskan dari tuduhan. Ketika pulang, salah seorang polisi berkata sinis padanya


"Untuk ke depannya, sebaiknya Anda tidak sembarangan menggunakan kekerasan seperti ini, kami tahu Anda cucu orang kaya, tetapi tidak seharusnya bertindak semena-mena seperti itu"


"Tapi pak, mereka bermaksud melecehkan saya!" ujar Rita marah


"Terserah Anda mau bilang apa!" ujar polisi itu lalu berlalu


Rita bingung dengan perlakukan polisi itu padanya


"Salahku apa?" tanyanya bingung


"Mungkin polisi itu ada benarnya, kamu jangan mudah main kekerasan!" ujar Daniel tiba-tiba


"Menurutmu aku yang salah Niel?" tanya Rita kesal, mereka bertengkar di dalam mobil


"yah, tidak akan ada asap kalau tidak ada api kan?" ujar Daniel


"Menurutmu aku yang memancing mereka? ku beritahu ya, orang-orang sekolahku menggila melihat fotoku di majalah Forbe, lalu mereka mencari tahu kalau aku cucu 2 orang terkaya di dunia. Kemudian, mereka mulai mendekatiku! Aku bingung! aku tidak pernah mengganggu mereka, apalagi mengumbar kekayaan!" ujar Rita marah.


"Baiklah..baiklah..aku akan mengantarmu pulang!" ujar Daniel


Sepanjang perjalanan tidak ada satupun kata keluar dari mulut mereka berdua. Ketika sampai di rumah


"Sudah sampai, aku gak antar sampai dalam ya, aku lelah" ujar Daniel

__ADS_1


Rita keluar dari mobil Daniel, ia bermaksud mengatakan sesuatu, tetapi Daniel tidak menghiraukannya ia langsung tancap gas.Rita hanya melihat mobil Daniel yang semakin lama menjauh dari dirinya.


_ bersambung_


__ADS_2