Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 98: Putus!!


__ADS_3

Mereka tiba di hotel menjelang dzuhur. Ternyata Tommy sudah menunggu di lobby hotel


"Rita!" Panggilnya


Rita yang baru saja masuk ke lobby hotel terkesima melihat sosok di depannya. Seorang lelaki dengan tinggi 182cm, berwajah tampan layaknya model dan masih hidup. Tanpa ia sadari ia berlari menghampiri Tommy dan memeluknya erat.


Ratna dan Andi diam terpaku melihat pemandangan itu, lain halnya dengan Eka, ia melihat Rita dipeluk lelaki lain, ia langsung bereaksi untuk memisahkannya


"Eh Rita, bukan muhrimnya!" Teriak Eka, tapi dicegah oleh Ratna


"Sudah pa, gak apa-apa kali ini saja, tuh lihat si Rita menangis kencang, kayaknya sudah lama ditahan"


Tangisan Rita yang pecah memang membuat orang-orang di lobby memperhatikan mereka, Tommy menjadi salah tingkah.


"Gak apa-apa! Dia adik saya yang sudah lama gak bertemu!" Ujar Tommy


"Hah adik?" Pikir Rita ia melepaskan pelukannya dari Tommy.


"Ehmm...maaf kak, mendadak ya?"


"Iya, maaf ya baru bisa ketemu sekarang?"


"Iya kak, ayo salam dulu sama mama dan papa!" Rita menarik Tommy untuk menemui Papa dan mamanya. Setelah mereka saling bertegur sapa, Tommy membantu mereka menurunkan koper.


"Gak usah Tom, biar petugas hotel saja yang mengerjakan."


"Iya nak Tommy gak usah repot, temani Rita saja, dari kemarin dia kelihatan bete terus, mungkin kangen sama kamu!" Ujar Ratna


"Ehm, Nak Tommy saya harap kamu bisa menjaga kepercayaannya saya ya?" Ujar Eka


"Iya Om" Tommy paham yang dimaksud oleh Eka.


Ia mengajak Rita ke cafe di hotel itu.


"Cappucino di sini enak lho Rit!, Aku pesanin ya?" Ujar Tommy, ia bergegas menuju kasir untuk memesan dan kembali ke tempat duduk mereka.


"Nanti akan diantar!" Ujarnya, Rita terlihat sangat sedih


"Kamu kenapa Rit? Ada yang salah?"


"Kak Tommy, Rita menyukai orang lainn.."Rita mengaku lalu menangis


Hati Tommy seperti disambar petir di siang bolong.


"Permisi, ini kopinya, sudh semuanya ya?" Ujar waiter wanita yang terus menatap Tommy, tapi ia tidak membalasnya, pandangan Tommy hanya ke Rita.


"Iya terimakasih!" Ujarnya tanpa melihat waiter tersebut.


"Ehh... sejak kapan? Apa ini karena kakak jarang menghubungi mu? Kamu kan tahu kakak masih adaptasi di sini!" Ujar Tommy dengan suara serak


"Bukan itu kak!, Aku hanya jenuh!"


"Jenuh?, Maksudnya?"


"Rita jenuh dengan hubungan kita, bukan saja karena jarak yang memisahkan, tapi orang-orang yang suka sama kakak, juga membuat Rita lelah menghadapi mereka!"


"Tapi Rit, kenapa baru sekarang? Dulu lebih parah kan?"

__ADS_1


"Nah itu kak, dulu kakak masih ada di samping Rita, dan bebannya juga tidak sebanyak ini!"


"Beban? Maksud Rita hubungan kita itu beban buat kamu?"


Rita mengangguk pelan. Tommy mengusap matanya yang perih, ia menyeruput capuccino dingin untuk mendinginkan hatinya yang terbakar.


"Kak Tommy boleh marah sama Rita, tapi perasaan itu tidak bisa dipaksakan kak!"


"Iya kakak tahu, kalau Rita bilang sudah selesai berarti selesai ya? Kakak gak boleh membela diri?"


"Bela diri? Memangnya kakak salah apa? Kak Tommy orang yang sangat baik, hanya saja perasaan Rita sekarang ini ke kakak tidak lebih dari perasaan seorang adik kepada kakaknya, aku pikir kak Tommy juga merasakannya kan? Tadi kak Tommy bilang aku ini adiknya kak Tommy!"


Tommy menyesali ucapannya tadi


"Bukan begitu Rita, semua begitu cepat, jadi hanya kata itu yang terpikir oleh kakTommy!"


"Itulah kak, kata-kata yang muncul pertama kali itulah yang jujur! Kak Tommy gak salah, Rita yang salah karena menyukai orang lain!"


"Kamu mengakhiri hubungan kita supaya bisa bersamanya?"


Rita hanya terdiam, ia makin menunduk, air mata menetes deras dan membasahi pipi dan tangannya.


"Sudahlah Rit, jangan menangis lagi, walaupun bukan lagi pacar, kita tetap teman ya?"


Rita menjawabnya dengan mengangguk.


"Selamat Tinggal Rita, terimakasih sudah menemaniku sampai di sini!" Tommy mengulurkan tangannya untuk menyalami Rita, Rita membalasnya, kemudian Tommy pergi meninggalkan tempat cafe itu. Rita duduk terdiam di situ, entah kenapa perasannya lebih ringan dari sebelumnya.


Tommy menghampiri Andi yang asyik main game hp di lobby hotel.


"Ndi, gue pamit dulu ya!" Ujar Tommy


"Kita sudah putus Di!" Tommy menahan air matanya


"Sebentar Tom, duduk dulu di sini! Ngapain buru-buru pergi, ayo ceritakan ke kakak!" Ujar Andi berusaha memancing tawa. Tommy terdiam cukup lama, ia menghela nafas panjang


"Ya begitulah di, Rita bilang perasaannya ke gue sudah berubah"


"Hah? Kog bisa? Ini Tommy lho, orang yang paling istimewa dihatinya!" Ujar Andi yang makin membuat hati Tommy teriris, ia melihat ke Andi


"Di, lo gak tahu siapa cowoknya?" Tanya Tommy


"Gak tahu Tom, kalau gue tahu pasti gue bilang ke elo!"


"Rita bilang dia jenuh sama hubungan kami, yaa gue akui, gue sibuk di sini, kadang gue lupa untuk menghubunginya, tapi Rita kan cewek mandiri, gak mungkin karena gue gak lapor tiap hari perasaannya berubah!"


Andi mengusap punggung Tommy


"Tom, kita tetap temenan kan, walaupun batal jadi ipar?"


Tommy menatap Andi tajam,


"Kita tetap temenan Di, tapi masalah jadi ipar atau enggak, kita gak tahu, gue balik ya Di, tiba-tiba gue capek banget nih!"


"Iya deh Tom, hati-hati ya, jangan melamun!"


"Eh salam ke nyokap and bokap ya, maaf gue gak bisa menemui langsung!"

__ADS_1


"Iya Tom, nanti gue sampaikan!" Tommy pergi meninggalkan hotel dengan langkah gontai.


Sementara itu Rita masih termangu di cafe, ia menyeruput cappuccino perlahan. Eka yang mendengar tentang putusnya Rita dan Tommy, menghampiri Rita.


"Rit, minum apaan?"


"Cappucino pa"


"Enak gak?"


"Lumayan!"


"Papa mau dong!"


"Pesan saja pa!" Ujar Rita cuek


Eka memberi tanda ke waiter yang segera datang menghampirinya.


"Pa, Rita lapar!"


"Oh pesan saja yang Rita mau!" Eka memberikan menu di cafe itu.


Rita memesan spaghetti, toast, jus, lasagna


"Bakal habis nih Rit?" Tanya Eka ketika semua hidangan tersedia lengkap.


"insyaaAllah habis pa!"


Eka meminum kopinya, sementara Rita menyantap hidangan satu per satu dan habis.


"Alhamdulillah, aku kenyang!" Ujar Rita tersenyum


"Alhamdulillah, sudah mendingan perasaannya Rit?"


Rita menggeleng


"Kenapa harus putus kalau masih sayang?"


"Rita menyukai orang lain pa, Rita merasa berdosa sama kak Tommy, apalagi kami pejuang LDR, rasanya Rita sudah mengkhianati kak Tommy, pa, jadi lebih baik putus saja, supaya sama-sama enak."


"Gak rugi? Tommy itu one of a kind lho, nanti beneran diambil orang, nyesel kamu!"


"Berarti gak jodoh pa, itu saja gampang kan?"


"Iya juga sih, terserah Rita deh, yang jalanin kan kamu sendiri. Oh iya papa dengar kamu dibully di sekolah?"


Rita diam saja


"Kalau kamu merasa mereka sudah keterlaluan, balas saja Rit! Kamu kan cucu keluarga Sugiyono, gak mungkin diam saja kan ditindas orang?"


"Yakin nih pa, Rita disuruh balas?"


"Yakin dong!"


"Baiklah, akan Rita ingat!, Hehehehe, terimakasih pa, traktirannya!"


Eka merangkul Rita dengan sayang, mereka kembali ke kamar hotel.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2