
Nama gue Sisca, umur gue 17 tahun ini. Bokap gue orang Indonesia, tepatnya di mana gue gak tahu, sedangkan nyokap gue orang Inggris, yang menetap di New Zealand. Bokapnya nyokap gue atau bisa disebut kakek gue itu memiliki beberapa usaha di NZ. Nyokap gue menikah dengan bokap karena kecelakaan, waktu nyokap sekolah di Bandung, mereka pacaran, eh lahirlah gue. Sebagai anak di luar nikah hidup gue gak susah-susah amat, apalagi kakek sangat melindungi cucunya, menurut cerita ketika nyokap ketahuan hamil, ia mau menggugurkan janinnya, tapi dicegah sama kakek, menurut kakek anak itu gak salah, yang salah perbuatan orang tuanya, jadi kakek memaksa bokap dan nyokap menikah, kakek bilang, itu supaya status kelahiran gue jelas. Ketika gue berumur 1 tahun mereka bercerai. Nyokap kembali ke NZ dan bokap gue gak tahu kabarnya, nyokap juga gak pernah menyinggung tentang bokap.
Di NZ , sejak usia 7 tahun gue masuk sekolah berasrama, menurut kakek gue supaya gue bisa mandiri dan disiplin, padahal gue tahu banget itu salah satu cara nyokap supaya gue gak jadi beban hidupnya, maklum saja nyokap hamil waktu usianya 17 tahun, jadi sama kayak usia gue sekarang. Gue mulai memberontak ketika masuk usia 14 tahun, gue menolak sekolah di asrama, karena gue mau tinggal dengan nyokap dan kakek gue. Tapi kayaknya keputusan gue ini salah, tinggal sama nyokap gak ada bedanya dengan tinggal di asrama. Nyokap gue kalau siang sibuk kerja, malam dugem, pagi dia tidur, begitu saja kerjaannya, kakek juga gak melarang, menurut beliau selama nyokap gak pakai narkoba, kakek masih bisa menolerir perbuatan nyokap, termasuk gonta-ganti pacar.
Nyokap gue senang dengan acara-acara perayaan, itu sebabnya kakek membuatkannya Event Organizer yang nyokap kelola sendiri. Kalau kakek mengadakan acara , beliau menyewa jasa nyokap secara professional.
Seminggu yang lalu kakek mengadakan jamuan makan malam, beliau mengundang relasi bisnisnya, seperti biasa nyokap bertindak sebagai EO nya, tapi sepertinya nyokap membiarkan anak buahnya yang mengatur acara sedangkan beliau sendiri bertindak sebagai pendamping kakek. Nyokap cantik sekali,beliau mengenakan gaun merah anggur dengan bahu terbuka, tak tampak beliau telah memiliki anak berusia 17 tahun. Dibandingkan nyokap, gue sama sekali gak cantik. Pakaian gue bagus dan mahal, tapi kakek gak membiarkan gue menggunakan riasan, sepertinya beliau takut kejadian dulu terulang, jadi deh gue dikawal terus sama bodyguard. Gue memperhatikan tingkah laku nyokap, sepertinya ia sedang menaksir seseorang. Beliau tampak gelisah, terus menerus melihat ke arah pintu masuk, tak lama kemudian wajahnya yang cemas menunggu tiba-tiba sumringah, seorang lelaki muda, berperawakan tinggi, wajahnya seperti orang Korea, oh namanya Daniel. Nyokap kelihatan begitu bahagia, ia menyambutnya dengan ramah. Daniel menjelaskan kedatangannya menggantikan pak Radian yang masih di luar negeri, tapi kelihatannya nyokap gak peduli pak Radian hadir atau tidak, yang ia pedulikan hanya Daniel. Nyokap menarik tangan Daniel dengan genit, sepertinya telah lama nyokap mengincar Daniel. Tapi ternyata Daniel membawa seorang pendamping, gadis muda, lumayan cantik. Karena gadis pendampingnya, nyokap tidak bisa mendekati Daniel dengan leluasa, karena gadis itu terus menerus berada di sisi Daniel, dan kelihatannya mereka sangat cocok. Acara perjamuan selesai, semua tamu pamit pulang, termasuk Daniel, nyokap menyelipkan kartu namanya di kantong tuxedo Daniel, mungkin nyokap tidak tahu, diam-diam Daniel membuang kartu itu di tong sampah, aku hanya tersenyum, bayangkan seandainya nyokap tahu perasaannya tidak terbalas.
Pagi tadi di sekolah, sebagai siswa SMU kelas akhir Kami memiliki jam belajar sendiri, pelajaran di mulai pukul 9 pagi dan selesai pukul 14 siang. Hari ini ada seorang siswa baru, ia orang Indonesia, namanya Rita. Gue perhatikan anak baru ini, untuk ukuran cewek, Rita tergolong tinggi, sekitar 170 cm, rambutnya sebahu, wajahnya oval, matanya agak sipit, tubuhnya langsing tapi berisi, tidak tampak gugup di matanya, bahasa inggrisnya juga bagus, sepertinya gue pernah melihat wajahnya, tapi lupa di mana pernah melihatnya. Rita duduk di samping gue, ia tersenyum memperkenalkan diri
“Rita” ujarnya tersenyum
“Sisca” gue membalas senyumannya.
Seperti biasa, kelas berjalan sangat membosankan, gue lebih terhibur melihat keluar jendela, di mana anak-anak cowok sedang bertanding Football . Tahukan football? Itu olahraga dari Amerika Serikat, pemainnya menggunakan pakaian dengan bantalan pelindung di bahu, paha serta helm penutup wajah. Mereka memperebutkan bola berbentuk oval. Kelihatannya seru sekali, seandainya gue cowok, mungkin gue akan bergabung dengan klub football sekolah. Oh iya tim football sekolah kami termasuk yang terbaik, bintang lapangannya bernama Kevin, cowok berambut pirang yang tampan rupawan yang menjadi incaran para cewek di sekolah, bahkan incaran para guru cewek yang masih lajang.
Gue terlalu asyik memperhatikan permainan Kevin, sehingga gue gak merhatiin miss Nouval bertanya
“Kamu masih di kelas Sisca?” tanya miss Nouva
Gue masih melihat keluar jendela, gue sadar ketika Rita menepuk pundak gue
“Aduh, sakit tahu!”
“Sorry!!!, miss nanya tuh!” ujar Rita pelan
“Eh iya miss, maaf!” jawab gue salah tingkah
“Kamu ngeliatin siapa? Kevin ya? kamu suka ya sama Kevin?”
Ih miss Nouval ini norak banget, ngapain mempermalukan gue kayak begitu?
“Enggak Miss”
“Jangan bohong kamu, sebagai hukuman karena kamu sudah lalai dalam pelajaran saya, saya minta kamu berfoto dengan Kevin, dan kirim fotonya ke saya! Kamu mengerti kan?”
“Eh Foto bersama Kevin?”
“Iya! Kan kesempatan untuk dekat langsung ke dia daripada dari jauh!” ujar Miss Nouval
Aduhh...fansnya Kevin kan banyak apalagi galak-galak, belum foto sudah bonyok gue.
“Tapi Miss???”
“Gak pakai Tapi!, saya tunggu fotonya sampai besok, kalau belum dapat kamu gak boleh ikut pelajaran saya!” ujar Miss Nouval tegas
Jam pelajaran selesai, gue lagi mikirin cara bagaimana bisa berfoto bareng Kevin, gue lihat jam pelajaran olah raga sudah usai. Lapangan telah sepi, gue bingung bagaimana cara mendekati Kevin?, karena sibuk mikir, gue gak ngeh, seseorang menarik gue ke toilet.
“Heh! Lo lupa ya hari ini hari apa?”
Ya Ampuun Geng nya Megumi, padahal sudah seminggu ini gue berhasil menghindar darinya, eh gara-gara mikirin Kevin, malah..
“Hari apa?”
“Lo harus setor sesuatu kan sama gue?” tanya Megumi galak
__ADS_1
“Apa pernah gue janji begitu?”
“Yah dia lupa!” Megumi mengatakan itu di depan teman-temannya lalu mendorong gue ke tembok
“Aduh!!!, Lo minta apaan sih Meg?” gue pura-pura bego
“Lo janji mau ngasih earphone apple kan?”
“Oh ya? kapan ya? kog gue gak inget?”
Megumi tertawa sinis
“Nih, waktu itu Lo mau gue pukul, terus lo bilang jangan pukul gue, apapun yang Lo minta gue kasih!, iya kan gengs!”
“Betull!!!” sorak gengnya Megumi
“1,2,3, gue harus beliin 3 earphone? Merk apple ? itukan mahal?”
“Gak peduli! Kan Elo yang janji, mending dipukul apa Earphone?” ancam Elsa
“sebentar-sebentar jangan emosi dulu, semua bisa diatur, Lo mau Earphone kan?”
“Iya!”
“Nahh, gue beneran mau beliin, tapi Lo bisa tolongin gue gak?”
“Eh ni anak mau nego sama kita!” ujar Megumi bersikap hendak memukul
“eittt kan sudah gue bilang jangan Emosi!” gue berusaha menghindar dari pukulan Megumi, hampir saja bogem Elsa mengenai kepala gue kalau Rita gak datang ke toilet. Tiba-tiba ia masuk, sepertinya ia sedang berbicara dengan seseorang melalui ponsel yang terhubung dengan wirelessnya, sambil berbicara ia mencuci tangannya di westafel toilet.
“Eh, Sisca, tadi dicari sama miss Nouval!”
“Eh, miss Nouval?”
“Cepetan!, tadi beliau kesal karena Lo dicariin gak ada!”
“Eh iya!” gue melepaskan pegangan Elsa, dan segera keluar dari toilet, agaknya geng Megumi mengerti betapa ribetnya berurusan dengan miss Nouval, sehingga ia membiarkan gue pergi.
Gue masuk sekolah ini setahun lalu, setelah kabur dari asrama. Gue pikir kehidupan di sekolah biasa lebih enak dibandingkan di asrama, ternyata sama saja. Sudah setahun gue belum juga punya teman, selain gak mudah percaya sama orang gue juga agak percaya diri, sifat gue betul-betul berlawanan dengan sifat nyokap. Mungkin gue beliin saja Megumi Earphone yang abal-abal yang penting merknya apple, nanti deh gue pesan online. Sekarang tentang Kevin dulu.
Sekolah ini di bagi dua, bagian cewek dan bagian cowok, kelas kami gak bercampur. Sekarang gue ada di bagian cowok, tinggal nyari Kevin.
“Permisi! Kevin di kelas berapa ya?”
“Kevin? Kog nyari Kevin nyari gue saja kenapa?” ujar cowok sok ganteng,
“Hey, kog pergi??? nyari Kevin yang mana nih? Kevin A apa Kevin B?” tanya cowok itu lagi
“Emangnya ada berapa Kevin?”
“Cuma 1”
“Kenapa ada Kevin A dan Kevin B?”
“Itu supaya Lo ngomong lebih lama sama gue, Hehehe!
__ADS_1
“Sh***!!!”
Cukup lama gue keliaran di bagian cowok, sampai gue llihat dia lagi merapikan buku di kelasnya
“Kevin!”
“Kevin, kenalin, nama gue Sisca”
“Terus Lo mau apa?”
“Gue boleh minta foto bareng lo gak?”
“Boleh! 100 dolar !”
“Eh bayar?”
“Iya dong, mana ada yang gratis di dunia ini!”
“50 deh!”
“90!”
“75!”
“80!”
“Oke deal!!, tapi duitnya nanti ya?”
“Kalau begitu fotonya nanti juga!”
Ah ternyata Kevin ini mata duitan!, syukurlah gue masih ada duit di dompet, gue kasih uang pecahan 80 dolar, cukup mahal untuk sebuah hukuman.
“Nah begitu dong!, jadi mau pose kayak apa?”
“Kita Foto berdua!”
“Begini ya?” Kevin memegang bahu gue, ah senangnyaa
“Sudah ya?”
“Eh cuma sekali?”
“Bayarnya cuma sekali kan?”
Gue segera meneruskan foto itu ke miss Nouval
“Baik, besok kamu boleh ikut kelas saya!” jawab miss Nouval melalui pesan textnya.
“Terimakasih miss!”
Sebenarnya gue mau ngobrol lebih lama sama Kevin, tapi kelihatannya dia lagi sibuk. Gue pergi meninggalkan kelas itu, dijalan gue berpas-pasan dengan beberapa orang siswa cewek, kayaknya mereka juga nyari Kevin.
“Jangan-jangan..” gue berbalik kembali ke kelas tadi, yaa bener tebakan gue, Kevin lagi ngitung duit hasil berfoto sama cewek-cewek tadi.
Hari ini lumayan padat pelajarannya, seperti biasa gue pulang sendirian, nunggu bis di halte. Kakek menolak mengantar jemput gue, ini hukuman karena melarikan diri dari asrama yang sudah dibayar setahun penuh. Uang jajan gue pun dikurangi. Eh siapa tu? Rita? Dia dijemput siapa? Eh itu kan??? Daniel? Jangan-jangan cewek berbaju hijau di jamuan kemarin itu Rita? Wah kog beda banget??
__ADS_1
_Bersambung_