
Pagi hari menjelang acara TWK, Rita baru saja selesai olah raga pagi. Berenang malam dan makan-makan tadi malam membuat tubuhnya berat, itulah sebabnya pagi sekali ia bangun dan berolah raga di teras depan kamarnya. Semua orang di rumah kecuali para staf yang bertugas masih terlelap tidur. Keringat membasahi tubuhnya, untuk mendinginkan tubuh, ia duduk di teras dan membuka ipadnya. Kiriman Ipadnya dari rumah di telah tiba, meskipun dengan uangnya sekarang, Rita bisa membeli ipad seri terbaru, tapi tidak ia lakukan karena ipad lama merupakan hadiah dari mama di hari ultahnya ke -16 tahun lalu. Berita tentang remaja Asia yang hilang sejak seminggu lalu menarik perhatiannya, indera keenamnya merasakan bahwa berita itu akan ada hubungan dengan dirinya, walaupun ia tidak tahu kapan dan bagaimana terjadinya. Ia membaca berita tersebut dengan seksama, berapa orang yang dinyatakan hilang, kapan mulai terjadinya dan siapa yang melaporkan, semua ia baca dengan teliti. Suara sapaan Andi mengalihkan konsentrasinya dari berita tersebut.
“Pagi Rita!” sapa Andi riang, dari sebelah kamarnya
“Pagi kak!” jawab Rita
“Sudah siap bertanding hari ini?” tanya Andi
“Aku gak begitu menganggap pertandingan ini serius kak, toh lawannya saudara kita sendiri” ujar Rita kembali ke berita tadi
“EH Rit! Jangan begitu! Hadiahnya 1000USD itu lumayan, lebih dari lumayan malah!, Lo bisa anggap ini gak serius, tapi saudara yang lain pasti sangat serius!” ujar Andi
Dugaan Andi tidak salah, pada pertandingan gokart, para peserta saling senggol hingga gokartnya terjungkal, Rita salah satu korbannya yang terhempas keluar lapangan, oleh senggolan gokart Maia. Pertandingan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama yang bertanding : Maia , Rita, Fita dan Rosy
“Sial!!!” maki Rita, ia berusaha mengembalikan gokartnya kembali ke lintasan.
Balap gokart itu, setiap peserta mengelilingi lintasan sebanyak 20 kali, yang mengelilingi lintasan dengan waktu tercepat yang akan menjadi juara. Maia, yang terkenal agresif kini mulai menyenggol Fita , lalu sasaran berikutnya Rosy.
“Masih 3 putaran lagi!” keluh Rita melihat namanya tertera di layar LED
“Jangan Menyerah Rita!!!” teriakan seseorang, membuatnya menoleh,
“Edward?” ujar Rita dalam hati di sebelahnya ada Radian, Daniel, Simon dan Lucas.
“Ngapain Lucas di sini?” gumam Rita, ia kembali mengarahkan go kartnya ke lintasan. Balapan semakin seru, memasuki tahap akhir putaran, kiri keempat pembalap saling susul menyusul, teriakan para penonton menambah semangat para pembalap. Dan bendera hitam-putih telah dikibarkan, pemenang tahap 1 adalah Maia, ke-2 Rosy, Rita ke-3 dan Fita ke empat. Dengan demikian, regu Maia memperoleh 4 poin, Rosy 3 poin, Rita 2 poin dan Fita 1 poin.
Sesi kedua balapan dengan peserta Andi-Roby-Rendy dan Desy. Pertandingan kedua lebih seru karena diikuti oleh tiga cowok dan satu cewek. Seperti biasa, Gokart Roby menyudul gokart Desy hingga keluar lapangan. Andi dan Rendy saling bergantian memimpin putaran, Roby menyusul mereka, dan hampir saja ia menyenggol go kart Andi, tapi Andi terbiasa berlatih gokart secara virtual, sehingga ia terbiasa dengan balap gokart, walaupun awalnya ia agak kesulitan, tapi ia bisa menghadapinya. Kemampuan Rendy di arena juga tidak bisa dipandang remeh. Ia sama mahirnya dengan Andi, kini posisi mereka saling berdampingan, Roby berada di belakang mereka, dan ia terus berusaha menyundul keduanya. Rendy yang kesal dengan kelakuaan Roby, dengan tiba-tiba melakukan manuver, hingga membuat Roby kaget dan kesulitan mengendalikan gokartnya, akhirnya ia keluar lintasan
“Bagus!!!” puji Andi melirik Rendy, kini keduanya bersaing seru, penonton terus berteriak riuh, kakek Darmawan juga turut berteriak memberi semangat,dannnn...pertandingan berakhir, Rendy meraih tempat pertama, Andi kedua dan Roby ketiga, Desy yang datang belakangan menempati posisi ke-4.
Kini total poin keseluruhan dari seluruh grup : Roby-Fita \= 3 poin , Maia-Desi\= 5 poin, Rita-Andi\=5 poin, dan Rosy-Rendy\=7 poin.
Edward menghampiri Andi dan Rita dan menyalami mereka berdua.
“Hai Edward sudah lama datang?” tanya Rita
“Sudah dari pertandingan pertama!” jawabnya tersenyum
“Kamu datang bersama siapa?” tanya Andi
“Oh itu, Itu Pamanku Charles dan asistennya Simon!” jawabnya sambil menunjuk kedua orang di balkon yang melambaikan tangan kepada Andi dan Rita
“Pak Lucas pamanmu?” tanya Rita kaget
“Kamu tahu pamanku? Hanya orang yang ia kenal dekat saja memanggilnya Lucas!”
“Berarti seharusnya kamu memanggilnya Lucas!” ujar Andi
“Oh, aku memanggilnya Lucas, aku hanya menyebut namanya Charles di depan kalian, aku tidak menyangka Rita sudah mengenalnya lebih dulu!” ujar Edward heran
“Yeah, anggap saja kebetulan, oh ya setelah pertandingan ini, kami pindah ke lapangan sebelah!” ujar Rita, ia berjalan di samping Andi dan Edward, ia menghampiri para tamunya. Daniel yang melihat Rita dalam keadaan sehat, tanpa sadar memeluknya
“Aku senang kamu baik-baik saja Rita!” ujarnya terharu
“Yah, maaf tidak mengabarimu segera!” jawab Rita, ia kurang nyaman dengan pelukan di tengah banyak orang. Kakek Darmawan dan Kakek Sugiyono tertarik dengan reuni kecil mereka. Melihat para kakek menghampiri, Andi dan Rita pamit untuk kembali ke lapangan.
“Halo Charles apa kabar!” sapa kakek Darmawan menyalami Lucas
“Hai Pak Darmawan, dunia sempit sekali ya, saya baru tahu bahwa keponakan saya dan cucu Anda ternyata sudah berteman lebih dulu!” ujar Lucas tersenyum ramah
“Begitu kah? Oh ya, kenalkan ini besanku, Pak Sugiyono, ia kakeknya Rita yang lain!”
“Oh ya? apa kabar? Saya Lucas! Ini Simon dan keponakan saya Edward!” salam Lucas kepada Sugiyono
__ADS_1
“Ah..baik!..kalian semua kenal cucu saya Rita? “ tanya Sugiyono
“Yah..anggap saja ia pen..” Lucas menghentikan ucapannya karena melihat tanda dari Darmawan, yang mencegahnya untuk bercerita tentang petualangannya bersama Rita
“Kakak kenal Daniel bukan?” tanya Darmawan kepada Sugiyono mengalihkan
“Entahlah, terlalu banyak orang yang aku temui!” jawab Sugiyono
“Daniel ini anaknya Kang Euigon!”
“Kang Euigon? Korea?” tanya Sugiyono
“Iya betul, ini putranya!” ujar Darmawan
“Ah iya!!! Apakabar ayahmu? Apakah beliau sehat? Beliau banyak membantu aku selama aku berkunjung ke Korea beberapa tahun yang lalu!” ujar Sugiyono menyalami Daniel
“Ohh,..ayahku telah meninggal 2 tahun lalu pak, karena sakit!” jawab Daniel
“Oya? Maaf! Turut berduka ya? maaf saya tidak tahu!” ujar Sugiyono menyesal
“Iya, aku juga baru tahu, turut berduka ya Daniel!” ujar Radian dan Darmawan bersamaan menyalami Daniel.
“Yaa, aku juga baru dapat kabar dari ibu, 2 bulan lalu.”
“Apakah kamu ingin kembali ke Korea? Untuk menghibur ibumu?” tanya Radian
“Tidak usah pak, karena mereka sudah lama cerai, jadi ibu saya tidak begitu sedih.” Jawab Daniel
“Begitu?, beritahu aku kalau kamu butuh apapun untuk mu dan ibumu ya?” ujar Darmawan, Sugiyono dan Radian juga mengatakan hal yang sama.
Pertandingan selanjutnya ketrampilan balap kuda palang rintang, memanah lalu berkuda sambil memanah. Seluruh peserta dan penonton berpindah tempat ke lapangan di sebelahnya. Pada pertandingan berkuda, peserta juga dibagi menjadi dua sesi. Kali ini yang bertanding lebih dulu : Andi – Rosy –Maia dan Fita
Pada pertandingan berkuda Rosy sungguh mahir, ia dapat mengendalikan kudanya dengan baik. Maia yang tidak begitu suka dengan mahluk hidup agak kesulitan dengan kudanya, sehingga ia terjatuh ketika kudanya menolak untuk melompati palang. Fita yang tubuhnya ringan dan menyukai hewan tentu saja dapat melewati pertandingan dengan cemerlang. Andi termasuk yang biasa saja dalam berkuda, hingga kudanya menjatuhkan palang rintangan.
“Kakek malu-maluin aku saja!” keluh Andi tertunduk malu dan menarik kudanya kembali ke kandang
Pertandingan pertama : Fita 4 poin, Rosy 3 poin, Andi 2 poin dan Maia 1 poin
Pertandingan kedua : Roby – Desi – Rita dan Rendy
Seperti biasanya Roby yang sangat kompetitif, ia membuat kuda Desi gelisah
“Lo gak bisa bertanding secara jantan ya?” ujar Rita kesal. Ia melihat Rendy dengan sabar menenangkan kuda Desi. Roby hanya melengos melihat Rita dan Rendy, ia memasuki lapangan dengan sikap angkuh. Roby cukup mahir berkuda, Rosy bilang Roby sangat menyukai kuda, sejak dulu ia selalu mengurus kuda jika berkunjung ke rumah kakek. Dengan mudah Roby dan kudanya melewati rintangan catatan waktunya pun sangat baik.
Peserta kedua Desi, karena kudanya masih gelisah hingga ia kesulitan mengendalikan kudanya, bahkan kudanya mengamuk hingga keluar dari arena dengan Desi masih berada di punggung kuda. Rendy yang melihat kejadian itu langsung naik ke kudanya dan memacu kudanya mengejar kudanya Desi. Rita juga menyusul dengan kudanya di belakang. Para penonton terpaku, mereka hanya menonton dari tribun, dan memberikan tepukan riuh, ketika Rendy berhasil membawa kudanya kembali, dan Desi berada di kuda yang sama dengan Rita.
Peserta ketiga Rita, ia berhasil melewati rintangan dengan waktu sangat baik
“Itu tuh cucu ku!” teriak Darmawan, para penonton tertawa riuh
Peserta keempat Rendy, ia juga bertanding dengan sangat baik,
Panitia berembuk, karena ketiga peserta bertanding dengan sangat baik dan tidak satupun palang rintang jatuh. Lalu mereka melihat catatan waktunya. Ketiganya mencatatkan waktu yang hampir sama, hingga diputuskan akan ada pertandingan ulang, antara ketiga orang tersebut dengan rintangan yang diperbanyak. Setelah diundi, Rendy lebih dulu, lalu Roby dan Rita yang terakhir. Roby mencatat waktu tercepat, disusul Rendy dan Rita terakhir. Hingga poin dari kuda rintangan :
Roby-Fita \= 7 poin , Maia-Desi\= 7 poin, Rita-Andi\=9 poin, dan Rosy-Rendy\=13 poin.
Pertandingan ketiga “ lomba memanah”, kali ini semua peserta bergiliran memanah sasaran.
Pada pertandingan memanah, Desi sangat mahir, hingga ia memperoleh tempat pertama. Rita di tempat kedua , Fita di tempat ketiga dan Rendy di tempat ke empat. Perolehan poin grup pada pertandingan ketiga menjadi “
Roby-Fita \= 9 poin , Maia-Desi\= 11 poin, Rita-Andi\=12 poin, dan Rosy-Rendy\=14 poin.
Kemudian pertandingan keempat berkuda sambil memanah. Tahun lalu Rita tidak mendapatkan satu poin pun, kali ini ia bertekad memperoleh poin lebih baik dari tahun lalu.
__ADS_1
Rita mendapat giliran pertama, setiap peserta diberi kesempatan tiga kali untuk mengenai sasaran. Rita berusaha menenangkan diri, kemudian ia memacu kudanya perlahan, di saat bersamaan ia busurnya, dan tanpa ragu ia lepaskan anak panah ke arah papan sasaran. Seluruh penonton terdiam, mereka menantikan hasilnya. Juri menyatakan anak panah tidak mengenai sasaran. Percobaan kedua juga sama, pada percobaan ketiga Rita tidak berharap apapun ia hanya senang melepaskan anak panah di atas kuda yang melaju agak kencang dan tepat sasaran!. Penonton bersorak riuh. Rita menghembuskan nafas lega. Peserta berikutnya Rosy , ia berhasil mencapai sasaran pada percobaan kedua, tetapi tidak tepat di tengah. Lalu Roby, ia berhasil pada percobaan pertama, tapi anak panah tidak tepat berada di tengah. Dari hasil memanah keseluruhan grup”
Roby-Fita \= 12 poin , Maia-Desi\= 12 poin, Rita-Andi\=16 poin, dan Rosy-Rendy\=16 poin.
“Hebat Rita berhasil seri melawan grup Rosy Rendy!” ujar Edward menyelamati.
“Terimakasih!” jawab Rita tersenyum, agak beban baginya melihat orang-orang yang dikenalnya menonton.
“Rita kamu hebat sekali!” puji Lucas menyalami Rita
“Ah..terimakasih Pak!” ujar Rita tersipu
“Panggil aku Lucas saja, kamu teman baiknya Edward bukan?” ujar Lucas ramah
“Baiklah Lucas!” jawab Rita agak sungkan
“Setelah ini pertandingannya apa?” tanya Simon
“pertandingan hari ini selesai, besok ada pertandingan panjat tebing dan renang” jawab Andi
“Panjat tebing?” tanya Lucas
“Anda lihat papan yang tinggi itu kan? Nah besok kami akan memanjat itu!” ujar Andi
“Apa kamu bisa ndi?” tanya Edward
“Aku pengen coba!” ujar Lucas
“Boleh!” Radian mengajak lucas ke arena panjat tebing dan mencobanya , sedangkan Rita dan Andi kembali ke rumah.
“Rita, aku sungguh lega melihat kamu hidup!” ujar Daniel lagi
“Aku juga Daniel, maaf ya, aku tidak memberitahumu lebih cepat, karena kupikir pamanku sudah menjelaskan kepadamu!”
“Iya, beliau sudah menceritakan semuanya, tapi aku belum percaya kalau belum melihatmu langsung!” ujar Daniel.
Merekapun berpamitan, Rita dan Andi kembali ke rumah dan Daniel kembali menemani Radian.
Dalam perjalanan pulang, Maia dan Rosy mendekati Rita.
“Rit, cowok tadi siapa? Genteng banget!” tanya Maia
“Iya Rit, oppa Korea ya? siapa Rit, kenalin kita dong!” pinta Rosy
“Oh itu Daniel, asistennya om Radian, orangnya pemalu kalau sama cewek.” Ujar Rita
“Lah, Lo kan cewek, kog dia gak malu? Malah tadi sempat meluk lagi!” ujar Maia protes
“Iya nih Rita, pantesan dia kerasan di sini, gebetannya oppa Korea, ah sudah Rendy mah gak masuk hitungan!” ujar Rosy dengan suara keras
“Husshh!! Rendy di belakang! Ntar dia dengar!” ujar Fita menyela percakapan.
“EH Desy mana?” tanya Fita celingukan
“Gak tahu deh, tadi dia diam saja setelah hampir jatuh dari kuda.” Ujar Maia
“Kakak lo emang keterlaluan Ros!” ujar Fita
“Kan udah gue bilang dia menakutkan, Lo aja yang pada bilang dia keren!” sanggah Rosy
“Hayo siapa tuh tanggung jawab!” canda Rita,
Mereka memasuki bis yang membawa mereka kembali ke rumah besar.
__ADS_1
_bersambung_