Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 166:NFS,Dayang Sumbi dan Kelemahan Daniel


__ADS_3

Rita dan Daniel berlatih untuk peragaan busana nanti malam, Mario terus memarahi Rita karena dianggap kurang gemulai


“O! Lo dendam sama gue ya?” tanya Rita, ketika waktu sedang break latihan


“Ih, dendam apaan?” pungkas Mario


“Dari tadi lo bentak-bentak gue doang, laki gue enggak dibentak kan dia salah juga tuh?”


“Masalahnya tong, laki lo walaupun salah tetap kelihatan keren, tapi Lo itu kurang gemulai! Lo pakai kebaya lho! baju khas perempuan Indonesia tapi jalan lo itu kayak orang pakai baju tentara!” ujar O jujur


“Kalau harus gemulai, Lo aja yang jadi modelnya!” Rita menarik kerah baju O, lalu pergi meninggalkannya


“Tuhhh kan ambekan! Heh Tong! Lo jangan marah begitu, Ai kan cuma kasih masukan yang jujur!”


Rita keluar dari ruangan, perasaannya campur aduk. Daniel mendekati istrinya dan memberikan es krim.


“Apa nih? Kapan belinya?”


“Itu di depan!”


“halal gak?”


“Yang jual orang turki kok, halal katanya!”


Rita mulai memakan es krim gelato miliknya


“Si O memang keras ya?” ujar Daniel


“Aku kesal sama dia, masa dia bilang aku tuh kurang gemulai! Memangnya perempuan semuanya harus gemulai!” Rita menggigit es krimmya dengan gigitan yang besar hingga ia merasa giginya kedinginan


“tuh kan, pelan-pelan dong sayang!” Daniel memperingatkan istrinya


“aku...”tiba-tiba Rita matanya mulai berkaca-kaca


“Eh kenapa kamu menangis?” Daniel memeluk istrinya dengan sayang. Setelah beberapa saat Rita mulai tenang


“Dulu waktu SMP aku ikut ekskul drama. Waktu itu aku memilih tokoh sebagai dayang sumbi.”


“Dayang sumbi? Siapa itu?”


“Dayang sumbi itu putri seorang raja, ia sangat cantik. Pada suatu ketika ia sedang menenun, tanpa sengaja ia menjatuhkan benang, karena ia malas mengambilnya, ia berseru siapa yang bisa mengambilkan benang tersebut, kalau lelaki akan menjadi suaminya sedangkan kalau perempuan akan diangkat jadi saudaranya.”


“Menarik! Lalu?”


“Ternyata yang mengambilkan benang itu seekor anjing jantan”


“Nah lho? Bagaimana?”


“Karena dia sudah terlanjur berjanji, akhirnya mereka menikah!”


“Menikah dengan anjing? Menjijikan!”


“orang jadul itu percaya, sosok anjing itu sebenarnya pangeran yang kena kutuk Dewa hingga menjadi anjing.”


“oo begitu, tapi wujudnya tetap anjingkan?” tanya Daniel lagi


“Kita gak ngebahas tentang itu sayang!” ujar Rita mulai kesal, Mario yang menguping sempat terkikik, ia menutup mulutnya supaya tawanya tidak terdengar.


“Baiklah, lanjutkan ceritamu!”


“Kemudian karena malu bersuamikan anjing. Dayang sumbi pindah ke hutan. Tak berapa lama mereka memiliki seorang anak lelaki. Suatu hari anak lelaki ini berburu, tetapi ia tidak mendapatkan daging buruan, akhirnya ia membunuh anjing tersebut dan memberikan dagingnya pada ibunya. Ketika Dayang Sumbi tahu kalau daging yang ia makan itu adalah daging anjing yang merupakan suami dan ayah dari anak itu,ia sangat marah dan mengusir anak itu. Selang beberapa tahun, anak itu telah dewasa, namanya Sangkuriang. Suatu hari Sangkuriang bertemu dengan Dayang Sumbi, mereka tidak mengenali satu sama lain sebagai ibu dan anak. Apalagi dayang Sumbi masih terlihat sangat cantik dan menawan”


“Lalu? “


“Ketika Dayang Sumbi melihat bekas luka di kepala Sangkuriang barulah ia menyadari kalau Sangkuriang adalah anaknya. Ia menolak untuk dinikahi oleh Sangkuriang. Tetapi Sangkuriang tetap memaksa, dia bilang dia tidak punya ibu. Setelah dipaksa, akhirnya Dayang Sumbi memberikan syarat kepada Sangkuriang untuk membuat perahu yang sangat besar dalam 1 hari dan harus jadi sebelum ayam berkokok atau menjelang pagi. Kalau syarat itu tak terpenuhi maka semuanya batal!”


“Lalu?”


“Ketika perahu itu hampir jadi”


“Sebentar-sebentar, bikin perahu dalam waktu 1 hari? Bagaimana mungkin?” Daniel memotong ucapan Rita


“Sangkuriang punya ilmu yang tinggi, Sayang. Ia bisa memerintahkan mahluk halus untuk membuatkan perahu itu. “


“Hmm”Daniel menyimak


“Kemudian, Dayang Sumbi membunyikan kentongan padahal hari belum pagi. Kentongan tersebut membuat ayam berkokok. Para jin yang bekerja untuk Sangkuriang takut dengan waktu pagi, akhirnya mereka pergi meninggalkan pekerjaan mereka. “


“Lalu, bagaimana dengan Sangkuriang? Ia ditinggal oleh para pekerjanya?”


“Ia sangat marah, ketika tahu itu ulah Dayang Sumbi. Begitu marahnya hingga ia menendang perahu itu jauh, akhirnya perahu itu berubah menjadi sebuah gunung, sekarang dikenal dengan nama Tangkuban Perahu alias Perahu terbalik!”


“Kamu sedih karena?” tanya Daniel setelah Rita mengakhiri ceritanya


“Mereka bilang tokoh Dayang Sumbi itu gemulai, ayu, sangat cantik, sedangkan Aku kebalikan dari itu semua! Mereka bilang lebih baik aku menjadi Sangkuriang!” keluh Rita, ia mulai sedih lagi


Mario diam-diam mendengarkan percakapan mereka berdua, ia kembali terkikik


“Sayang, kamu gak perlu bersedih!, pertama kamu sangat cantik, kedua tidak semua perempuan itu harus gemulai. Sama seperti lelaki, tidak semua tampan dan perkasa seperti aku kan? Ketiga cerita itu agak menjijikan bukan? Menikah dengan anjing? Come on! Lagi pula dia melamar ibunya sendiri? aku heran siapa yang membuat cerita seperti itu?” ujar Daniel lagi


“Intinya bukan pada cerita itu Yang! Lagi pula itu diceritakan secara turun termurun, bisa jadi ada distorsi kan? Tapi yang bikin aku sedih karena aku dianggap tidak pantas dengan karakter Dayang Sumbi” keluh Rita. Daniel terdiam, ia paham dengan keluhan istrinya


“Aku setuju dengan mereka!”


“Hah? Maksudmu kamu setuju aku tidak pantas jadi Dayang Sumbi begitu?” Rita mulai kesal


“Maksudnya Dayang Sumbi itu pemalas, hanya karena ia putri raja dengan seenaknya menyuruh orang dengan mengucapkan hal-hal yang malah menyulitkannya, tapi kamu enggak!. Selain kamu anak orang kaya dan sangat-sangat cantik serta berkharisma. Kamu juga sangat rajin, kamu pasti akan melompat dari tempat itu dan mengambil sendiri benangnya! Iya kan?” ujar Daniel lagi


Rita tersenyum, mendengar pujian suaminya


“Menurutmu aku lebih baik dari Dayang Sumbi?”


“Tentu saja!, lagi pula memainkan karakter seperti itu? Mungkin ada baiknya kamu menjadi Sangkuriang, setidaknya ia punya ilmu tinggi!” ujar Daniel lagi, Mario tertawa lagi dalam persembunyiannya


Rita tertawa geli, baru kali ini ia mendengar rayuan, kekonyolan tetapi masuk akal dari suaminya, kemudian ia melanjutkan


“Tapi Yang maksudku aku dibilang tidak pantas, kurang gemulai, kurang cewek!” keluh Rita


“Aku mengerti! Kamu dibilang kurang gemulai kan? Kalau kamu pengen gemulai, nih aku ajarin!” tiba-tiba Daniel berjalan berlagak seperti perempuan, Rita tertawa ngakak


“Sudah sayang! Aku mengerti...aku mengerti sudahlah! Aku gak mau suamiku jadi seperti O!” ujar Rita sambil tertawa

__ADS_1


“Nah, kamu hanya perlu berakting, seolah-olah kamu itu manja, rapuh, jadi deh seperti itu!”


Rita memeluk Daniel


“Kamu pintar menghiburku!, Aku jadi gak sedih lagi!”


“Benarkah? Alhamdulillah, tadinya Aku takut kamu minta cerai!”


“Cerai? Kenapa?” Rita kaget


“Karena sejak tadi kamu berwajah galak padaku!” ujar Daniel. Ia memeluk Rita erat


“Aku gak galak sama kamu, aku cuma iri saja. O hanya memarahiku, tapi kamu enggak dimarahi”


“Kamu mau aku dimarahi dia?”


“Enggak! Aku pukul Dia! Kalau berani memarahi suamiku!” ancam Rita, Mario agak bergidik mendengar ancaman Rita, perlahan ia meninggalkan mereka berdua


Daniel memeluk Rita erat


“Sayang, masih 2 bulan lagi ya?”


“Apanya?”


“Larangan dokter?”


“Sudahlah!, ayo kita masuk, breaknya sudah selesai!” Rita kini telah merasa lega dan kembali ceria. Ia berlatih dengan sungguh-sungguh bersama suaminya dan para model. Mario yang telah mendengarkan percakapan mereka kini tidak begitu keras menghadapi Rita, bahkan terkadang ia memujinya.


“Bagus Rit!,..iya begitu dong cantik!” pujinya, Rita senang mendengarnya. Ia tersenyum manis melihat Daniel yang sedang rehat sejenak sambil memperhatikannya. Mario mendekati Daniel


“Yu pinter banget deh bikin bini yu senang!”


“Bini?”


“your wife!”


“ohh,..ya begitulah.. Rita sama seperti perempuan lainnya, walau kelihatan garang, tapi tetap punya rasa insecure. Kita harus pandai-pandai menghilangkan rasa insecure itu!”


“hmm...Yu selain tampan, pinter, kaya apa punya kekurangan lain?”


“Tentu dong! Akukan cuma manusia biasa!” Daniel meninggalkan Mario, ia menghampiri istrinya,


“Kelemahanku, tidak bisa sendirian sejak bertemu dengannya” ujarnya membatin


Acara peragaan busana di mulai, Rita dan Daniel sangat gugup. Mereka memperagakan dengan sangat baik, hingga suatu ketika, tanpa sengaja Rita menginjak gaunnya sendiri hingga ia terjatuh. Daniel dengan gagah datang menghampiri dan membantunya. Ekspresi mereka berdua seolah peristiwa tersebut merupakan skenario penata gaya, padahal Daniel berimprovisasi untuk melindungi istrinya. Seluruh hadirin terpukau, mereka mengagumi kedua orang dengan pakaian berwarna senada. Moment tersebut diabadikan dalam sebuah majalah.


“Rita Sayang! kalian masuk majalah lho!” Ratna menelpon mereka, sebulan sejak acara tersebut berlangsung


“Oh ya? tentang apa ma?”


“New York Fashion Week tahun ini, sungguh mendebarkan, kemudian ada foto kalian berdua. Seperti adegan Romeo dan Juliet! Wah...mama dengar beberapa perancang busana menghubungi O untuk menanyakan tentang kalian!”


“Beneran ma? Bisa kirimin aku salinan majalahnya gak?”


“Tentu sayang, oh iya Daniel mana?”


“Kerja ma!”


“Oh iya, mama lupa. Bagaimana keadaan kamu? Masih mual?”


“Yah, jangan dituruti ya sayang, nanti kalau Daniel jadi ill feel sama kamu gimana?”


“hmm...Aku harus selalu cantik begitu ya ma?” tanya Rita


“Gak harus dandan sih, setidaknya berwajah menyenangkan dan wangi kalau bertemu suamimu. Dia kan sudah capek kerja.”


“Rita juga capek ma!”


“Kamu capek ngapain? Dikerjai Daniel terus ya?” ledek mamanya


“Enggak lah ma, kan masih belum boleh. Kata dokter jangan berhubungan dulu sebelum 3 bulan kandungannya.”


“Kasihan ya suamimu, jadi dia gimana dong?”


“Dia ke fitnes terus ma, pulang kerja. Jadi sekarang badannya tambah bagus. Cuma aku tambah jelek!” keluh Rita


“Kamu juga olah raga dong Rit, ikut yoga deh untuk ibu hamil. Katanya bisa mempermudah kelahiran. Nanti mama kirim alamatnya ya. Ingat kalau kamu capek istirahat saja. Beli lauk matang, gak usah repot-repot masak, sudah dulu ya sayang! Love you!” Ratna menutup teleponnya


Sementara di kantor Daniel


Davis memanggil Daniel ke ruangannya


“Niel, kamu mengawasi tim mu kan?”


“Iya Pak?”


“Kok kamu gak tahu salah satu dari mereka ceroboh?”


“Tentang apa ya pak?”


Davie membanting berkas ke hadapan Daniel


“Kamu cek lagi deh!, kalau belum ditemukan kesalahan tim mu jangan dulu pulang!” ujar Davis galak


“Baik pak, segera kami kerjakan!” Daniel keluar dengan kepala tertunduk, ia bingung tentang kesalahannya, seseorang menegurnya, tapi ia tidak mendengarnya, orang itu masuk ke ruangan Davis.


“Hey Dav! Nanti kita jadi golf indoor?”


“Kayaknya gak bisa hari ini Ben!, tim proyeksi membuat kesalahan. Jadi aku harus menunggu mereka merevisinya”


“Lho, kamu kan tinggal terima beres, yang bertanggung jawab kepala timnya kan?”


“Iya sih, tadi aku sudah lihat. Sebenarnya kesalahannya tidak pure dari tim proyeksi, tapi tim manajemen. Kamu tahu kan kepala divisi tim manajemen itu, keponakannya pak Lorents di kantor pusat. Aku takut menyenggolnya!”


“Hah? Kamu yakin?”


“Tentu, pak Lorents yang mengepalai HRD kantor pusat, bisa-bisa aku di blacklist!”


“Enggak maksudku tentang Daniel!”


“Kenapa Daniel? ia kepala divisi tim proyeksi! Aku serahkan padanya biar dia yang memperbaiki!”

__ADS_1


“iya itu maksudku, kamu sungguh-sungguh tidak tahu?” tanya Benny


“Enggak! Kamu mau bilang apa sih, aku malah jadi bingung!”


“Daniel itu cucu mantunya bos besar!”


“Hah? Yang benar?”


“Mungkin waktu mereka resepsi kamu gak datang ya?”


“Apa mereka resepsi? Kamu diundang?”


“Sebenarnya kami yang senior CEO hanya melihatnya secara online. Ada kok, sebentar aku mengcapture mereka berdua, sebenarnya mau ku crop wajah istrinya saja, tapi belum sempat, istrinya cantik sekali!” puji Benny. Ia menunjukkan foto Rita dan Daniel


Seketika Davis terduduk lemas, ia ingat beberapa kali ia memaki Daniel, padahal itu bukan kesalahannya, tetapi kesalahan tim manajemen. Tapi Daniel yang harus membereskannya. Davis menjadi stress sendiri.


“Aduuhh Ben, kayaknya aku harus cari kerja lagi nih!” Wajahnya memucat


“Kamu gak usah pusing! Daniel itu bukan orang seperti itu!, dia merangkak dari bawah. Dari awal ia menjadi tim di sini, ia sama sekali tidak menyebutkan tentang keluarga istrinya kan?”


“iya, betul. Bahkan Ia mendaftarkan nama istrinya dengan namanya bukan nama bos besar!” ujar Davis ia berusaha menghibur dirinya


“Kalau kamu bisa bersikap adil pada Daniel juga pada keponakan pak Lorentz itu lebih baik kan?” saran Beny


“Iya sih, tapi..”


“Kamu tahu gak, ah kamu masih baru sih ya. Kami yang sudah lama di sini belajar banyak lho dari bos besar. Beliau itu tidak suka penjilat. Ia malah akan menurunkan pangkat penjilat!”


“Oh ya? siapa pun? Walau pangkatnya sudah tinggi?”


“Iya betul!, beberapa tahun yang lalu pak Radian keponakannya bermasalah dengan beberapa asistennya. Bos Besar tidak memihaknya, ia menyelidiki dulu. Jadi dia tidak serta merta memberhentikan para karyawan itu”


“Tapi kalau yang aku lakukan bagaimana?” tanya Davis, ia mulai merasa bersalah dan panik


“Sebaiknya kamu panggil kepala divisi manajemen dan Daniel. Biar mereka mendiskusikan kesalahan tersebut. Kita ini tim! Jangan saling menyalahkan!” saran Benny


“Ia betul, wah kamu jenius Ben!” Davis segera memanggil Daniel dan Kepala Divisi Manajemen


Ketika mereka berkumpul. Davis menjadi moderator dari diskusi mereka. Setelah diskusi yang cukup panas dan beberapa perdebatan akhirnya kepala Divisi Manajemen yang bernama James mengakui kesalahannya. Dan ia akan memperbaiki kesalahan bersama timnya.


“hahaha...bagus...bagus...kita ini tim iya gak? Daniel, James kalian bisa menyelesaikannya besok. Aku sudah lelah. James semoga kamu tidak melakukan kesalahan yang sama ya?” Davis menepuk-nepuk pundak James, mereka hendak keluar dari ruangan Davis.


“Daniel, jangan keluar dulu!” pinta Davis


“Ya Pak? Ada lagi yang perlu saya kerjakan?” tanya Daniel. Davis melihat wajah Daniel yang terlihat lelah


“Gak jadi deh, kapan-kapan saja!, kamu pulang deh ke istri kamu yang lagi hamil. Nanti dia cemas suaminya gak pulang-pulang!”


“Baik pak, saya permisi!” Daniel keluar dari ruangan Davis


Di Tim Proyeksi


“Kesalahannya bukan pada kita, tapi di tim manajemen!” ujar Evone


“Ini yang kedua kalinya kan pak Davis menyalahkan kita?” ujar Eddy


“Iya, kenapa pak Daniel diam saja, tidak membela diri?” tanya Evone lagi


“Mungkin pak Daniel ingin tahu sejauh mana letak kesalahannya, dan ia ingin memperbaikinya sendiri.” ujar Hank


“Berarti beliau tidak mudah percaya orang lain dong ya?” ujar Gabby


“ssttt pak Daniel datang!” Eddy memperingatkan


“Teman-teman kita tidak perlu lembur, tadi kita sudah berdiskusi. Kami sepakat tim manajemen yang akan memperbaikinya” ujar Daniel mengumumkan


“yesss!!!” seluruh tim merasa lega


“Syukurlah pak Daniel, jujur saja, selama ini kami selalu merasa terzalimi oleh tim manajemen. Tapi sekarang kita merasa kami setaraf dengan mereka, betul gak teman-teman?” teriak Eddy


“Betul!!!” mereka bertepuk tangan kompak


“Sudahlah, yuk kita pulang, aku juga sudah lelah!” Daniel mengambil tas dan jasnya lalu segera pergi meninggalkan ruangannya


“Pak Daniel itu sangat tertutup ya?, aku pengen tahu kesehariannya di rumah”ujar Evone


Setelah sampai di apartement, Daniel segera memposisikan diri di bawah pancuran air hangat. Hatinya begitu sedih mendengar keluhan timnya yang selama ini terintimidasi karena dirinya tidak berani untuk membela. Ia menangis di bawah pancuran, sengaja ia membesarkan suara pancurannya agar Rita tidak mendengarnya. Setelah beberapa menit, ia keluar dari kamar mandi. Rita telah menyiapkan makanannya. Ia melihat wajah Daniel yang terlihat sangat tertekan,


“Sayang, makan dulu ya?” Rita menyiapkan makanan serta jus buah. Setelah suaminya selesai makan


“Biar aku saja yang membereskan!” ujar Rita


“Gak usah! Kamu sudah capek masak ini semua kan? Juga mengerjakan di toko. Pasti lelah!”


“Ih kamu kok tahu?” Rita tersenyum. Kemudian ia duduk di sofa ruang tengah, ia bingung bagaimana menghibur suaminya. Kemudian ia teringat sesuatu


“Sudah selesai Yang?” tanyanya


“Sudah!”


“Sini sebentar!” Rita bergeser memberikan tempat duduk untuk suaminya


“Apa nih?”


“Tadi mama mengirimkan artikel, tentang New York Fashion Week. Kita dipuji lho! Aku sudah baca. Aku sudah minta mama untuk mengirimkan yang hard copynya, aku mau memajang foto kita yang ada di majalah, bagaimana menurut mu?”


“Aku menyukainya!” Daniel tersenyum, walaupun terlihat memaksa lalu ia bangkit


“Sayang!” panggil Rita lagi


“Kenapa?”


“Peluk!!! Aku dan bayiku minta dipeluk papinya!” ujar Rita dengan nada manja. Daniel memeluk Rita dengan erat. Cukup lama mereka berpelukan.


“Sudah?” tanya Daniel


“Belum!” jawab Rita


“Sampai kapan?” tanya Daniel


“Sampai 8 bulan ke depan!” ujar Rita tertawa

__ADS_1


“Hahaha!! “ Daniel ikut tertawa, ia menggelitik Rita, mereka saling bertatapan dengan sayang, merekapun berciuman dan mengakhiri malam itu dengan bercinta.


-Bersambung_


__ADS_2