Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 192: Kematian dan Pernikahan


__ADS_3

Suasana berkabung masih menyelimuti keluarga besar Darmawan dan Sugiyono, dr.Reza Soegiarto sudah menjadi bagian keluarga besar sejak lama, kepergiannya merupakan kehilangan yang sangat bagi kedua keluarga.


Squad R yang merupakan cucu-cucu keluarga Sugiyono digawangi Robby datang ke pengajian pada hari kedua


"Turut berduka cita ya Rit!" Robby menyalami dan memeluk Rita, lalu ia memeluk Andi, Mario dan menyalami Daniel. Aksinya diikuti oleh para saudara-saudaranya.


"Terimakasih Rob!!" Balas Andi, sementara Rita hanya diam seribu bahasa.


"Sayang, kamu istirahat saja di kamar, kamu sejak kemarin kurang tidur" bisik Daniel.


"Aku gak bisa tidur Yang, aku masih kepikiran Ayah" ujarnya


"Kamu gak boleh begitu, kamu harus jaga kondisi, ingat klau kmu stress ASI mu berkurang, Ranna dan adiknya di perut mu sangat membutuhkan kamu" ujar Daniel mengingatkan. Akhirnya Rita masuk ke kamar dan mencoba istirahat, sementara Ranna dipegang oleh neneknya.


"Niel, Rita mana?" tanya Ratna


"Di kamar ma, kenapa?"


"Ooo.. suruh dia tidur!"


"Iya ma sudah, dia sudah di kamar"


"Eh Niel, mama ada keperluan sebentar, nanti mama balik lagi" Ratna menyerahkan Ranna yang terlelap ke tangan Daniel.


Dewa dan Indra yang datang 2 hari berturut-turut di pengajian memperhatikan dari jauh.


"Eh Wa, yang digendong suaminya Rita itu anaknya?" Bisik Indra, Dewa mengangguk


"Waahh..cepat banget si Rita punya anak" Indra takjub, Dewa mengangguk sambil membaca surat Yasin.


"Lo sudah ketemu Rita dari kemarin?" Tanya Indra lagi. Dewa melihat ke arah Indra dengan wajah kesal


"Lo gak ngaji?"


"Oh iya!"


Akhirnya mereka kembali serius membaca surat al Qur'an dibimbing oleh ustadz.


Daniel masuk ke kamar Rita, ia menaruh Ranna yang terlelap di samping Rita yang juga sudah tertidur. Wajah Rita terlihat lelah sekali. Daniel mengusap wajahnya yang basah karena air mata. Rita tertidur karena kelelahan menangis.


Dalam mimpinya Rita berjalan di sebuah lapangan luas, ia melihat ayahnya sedang berbincang-bincang dengan beberapa orang di sana. Ia memanggil


"Ayah!! Ayah!!" Panggil nya sambil berlari


Reza menoleh, kemudian ia mengajak seorang pria seumuran dengannya menghampiri Rita.


"Rita kamu ngapain di sini?" tanya Reza heran


"Rita kangen ayah!" ia mulai menangis lagi


"Ini Rita?" tanya orang di samping Reza


"Iya!" Jawab Reza


Rita melihat wajah yang tidak asing baginya. Di semesta lain ia pernah bertemu dengannya


"Papa!" Rita langsung memeluk Eka .


Eka heran bagaimana Rita bisa mengenalinya.


"Aku sudah bilang, Rita ini istimewa" ujar Reza.


Mereka bertiga berjalan beriringan.


"Papa senang kamu mengenali papa, bagaimana kabar mama, Andi dan kakek?" tanya Eka


"Mama sudah jadi desainer terkenal Pa, kak Andi sudah lulus kuliah S1, sedangkan kakek masih menjaga koleksi komik papa, dan tetap awet muda" jawab Rita tersenyum


"Ka, kita sudah punya cucu lho, yang 1 perempuan namanya Ranna, satu lagi masih di perut Rita" ujar Reza.


"Oh ya? Waahh..kita jadi kakek!" Eka tersenyum senang.


"Rita, kami harus pergi dulu, kamu juga gak bisa lama-lama di sini. Cepat kembali sana!" Ujar Reza


"Rita kehilangan Ayah!" tangisnya


"Jangan begitu Rita, kalau kamu terus menangis seperti itu akan memberatkan ayah! Kalau kamu sayang ayah kamu harus merelakan ayah!" Bujuk Reza


"Betul Rita sayang!, Ayah Reza sudah tenang dan bahagia di sini, dia gak kesepian lagi." Eka ikut membujuk. Rita terdiam, ia berhenti menangis


"Kalau Rita kangen kalian bagaimana?" tanyanya


"Ya kirim doa saja untuk kami! Sampai kok, apalagi kamu anak sholehah!" Ujar Eka.


"Tuh! Za, kita sudh dipanggil!" Ujar Eka


Rita memeluk kedua papanya.


"Rita sayang kalian berdua!" Ujarnya


"Kami juga!"


"Salam sama kakek, mama, dan Andi!" Ujar Eka menjauh


"Oh iya, salam juga untuk Ranna, Daniel dan Mario! Kalian baik-baik ya sama dia!" Teriak Reza


Kemudian mereka pergi. Rita tersadar dari tidurnya, ia melihat Ranna dan Daniel yang terlelap tidur di sampingnya.


"Sudah jam 2 malam, aku belum sholat Isya"


Perlahan Rita bangun dari tempat tidurnya.


"Mau kemana?" Tanya Daniel


"Aku mau wudhu, belum sholat Isya, tidur lagi ya, kamu juga pasti lelah!" Ujarnya. Daniel kembali tidur. Rita keluar kamar dan menuju kamar mandi.


Setelah membersihkan diri dia kembali ke kamar untuk sholat Isya dan tahajud. Samar-samar ia mendengar percakapan Ratna dan Saye, mereka belum bisa tidur.


"Aku gak nyangka Reza cepat pergi" ujar Ratna, tersirat kesedihan dalam nada suaranya.


"Kakak, kesepian di sini. Dia resign dari rumah sakit setelah Rita menikah. Dia bilang mau menyusul Rita tinggal di Singapura, dia jua meminta tolong pada Andi supaya membantunya mendapat pekerjaan di sana"


"Kenapa dia gak bilang ke aku? Aku bisa membantunya lebih cepat, apalagi papa mempunyai rumah sakit di sana!" Ujar Ratna


"Dia malu sama kak Ratna. Gak enak hati ngerepotin kamu terus"


"Memangnya dia ngerepotin apa?" Tanya Ratna

__ADS_1


"Entahlah, kak Reza selalu merasa gak enak hati kalau melihat kak Ratna."


"Kenapa? Perasaan waktu nikahan kamu, dan resepsi Rita, dia biasa saja sama kakak!"


"Mungkin karena Kak Reza 2x menikah lagi dan tidak mengenalkan padamu?"


"Hmm..aku pikir aku bisa kembali bersamanya melewati masa tua, apalagi sudah ada cucu."


"Kak Ratna hendak mendekatinya lagi?"


"Tadinya! Aku banyak bersalah padanya selagi muda dulu. Kalau saja aku tidak menyerah, pasti kami masih bersama!"


"Tidak ada gunanya menyesali yang sudah lewat ya?" Ujar Ratna lagi. Saye mengangguk


"Oh iya usia kehamilanmu berapa bulan?"tanya Ratna


"Masuk 8 bulan, hamil diusia 40-an betul-betul menguras energi, Rita benar menikah muda, setidaknya ketika umur 40-an dia hanya tinggal membesarkan anaknya!" Ujar Saye


"Hahaha...belum tentu! dengan Daniel yang terus menempel seperti itu, aku pikir mereka akan punya banyak anak"


"Masa?"


"Betul, mungkin sekarang Rita sedang isi lagi!"


"Lagi? Kesundulan?"


"Kayaknya, aku melihat bentuk tubuhnya dari belakang, juga sejak pagi Daniel muntah-muntah"


"Daniel yang ngidam ya? Seandainya mas Budi bisa begitu!" ujar Saye


"Oh iya suami mu di mana? sejak kemarin gak kelihatan?"


"Dia sedang dinas di LA, besok pulang "


"Budi tahu Reza meninggal?"


"Sudah tahu, tadinya dia mau pulang, tapi tanggung satu hari lagi tugas kantornya selesai, jadi aku bilang besok saja pulangnya"


"Bagaimana dengan anak sambung mu?"


"Kakek dan neneknya dari pihak ibu tidak mau membiarkan dia tinggal dengan kami, ya sudah! Aku gak mau memaksakan!"


"Iya, yang penting kamu jaga kondisi kehamilan mu, huaaahh...aku ngantuk nih, aku duluan ya?"


"Aku juga mau kembali ke kamar " Ratna membantu Saye bangun dari duduknya, mereka kembali ke kamar masing-masing. Rita melaksanakan sholat Isya, tak lama Daniel bangun.


"Yang, kita jama'ah an yuk sholat tahajudnya!" Ajak Daniel. Rita mengangguk sambil berdzikir. Daniel keluar untuk berwudhu kemudian mereka sholat tahajud bersama. Setelah sholat mereka memasang alarm agar tidak telat sholat subuh.


Hari ketiga pengajian, hari ini hanya dikhususkan untuk keluarga besar Darmawan dan Sugiyono. Setelah acara mengaji selesai dan ustadz pulang, kakek Sugiyono mengumumkan sesuatu.


"Saudara ku dan cucu-cucu ku, Kakek mau mengumumkan, kira-kira 2 bulan dari sekarang, kakek akan menikahkan lagi cucu kakek."


"Oh ya? Siapa?" Tanya Andi berbisik kepada Roby.


"insyaaAllah 2 bulan lagi Rosy akan menikah dengan Rendy, kalian sudah kenalkan?"


"Hah?? Rendy?"Andi dan Rita saling berpandangan


"Rob, sejak kapan?" tanya Andi penasaran, Rita yang sedang menggendong Ranna juga ikutan ngeriung


"Hey! Kalian bertiga! Gak sopan orang tua lagi ngomong malah ngerumpi sendiri!" Tegur Kakek Sugiyono tegas


"Jiaahhh kayak paduan suara!" Teriak Mario, yang lain berusaha menahan tawa mendengar celotehan Mario, Kakek Sugiyono melotot melihatnya. Mario langsung diam .


"Jadi kita, keluarga besar Sugiyono-Darmawan kumpul lagi di rumah kakek ya?"


"Iyaaa Kek, insyaaAllah!!!" Jawab para cucu kompak, setelah pengumuman. Rita berkumpul dengan para sepupu cewek, sementara Andi, Mario, dan Roby berkumpul sesama cowok. Daniel berkumpul bersama para kakek, Radian, Metha dan Ratna.


"Rosy selamat ya!!" Rita memeluk Rosy


"Terimakasih!" Rosy terlihat sumringah


"Lo harus jaga diri, jangan keluar-keluar,lo tahu kan orang mau nikah itu setan yang ngikutin banyak!" Ujar Maia


"Tapi Rita gak ada pamali-pamali-an!" Jawab Rosy


"Rita mah beda, dia kasus spesial!" Celetuk Fita


"Hahaha..bisa aee!!!" Rita ikut tertawa mendengar ledekan sepupunya


"Lo tuh sudah jadi panutan kita semua Rit!" ujar Maia


"Panutan?" Rita heran


"Iya, walau masih sangat muda tapi klau yang melamar kaya, ganteng, hajar saja! Masalah karier atau sekolah nyusul!" Ujar Maia lagi


"Ciyeee...setelah Rosy, Maia nih!" Ledek Fita


"Serius Mai?" Tanya Rita


"Belum...masih jauh..klau kalian jalur tol, gue jalur laut!" Jawab Maia


"Maksudnya apa?" Rita bingung


"Pacar barunya Maia kan kerja di kapal pesiar!" Ujar Rosy


"Iya? Wahh..asyik dong bakal diajak jalan-jalan terus!" Ujar Rita


"Oeee..oee" Ranna menangis


"Sebentar ya, Ranna lapar!" Rita ke kamar sebentar untuk menyusui Ranna


"Tuh Ros! Nanti lo kayak Rita, bisa gak lo!" Ujar Maia yang terkenal tomboi kedua setelah Rita.


"Itu mah bisa diatur!" Ujar Rosy senyum-senyum


Di bagian sepupu cowok


"Kok bisa sama Rendy Rob?" tanya Andi penasaran


"Sebenarnya Rosy sudah naksir Rendy sejak pertandingan dulu, cuma dia lihat Rendy mengejar Rita. Jadi dia mundur. Eh waktu liburan kita ke Dubai kemarin, ternyata dia menghubungi Rendy. Diajak muter-muter Dubai sama Rendy, sampai naik dan nginap di Burj Dubai!"


"Wihh hebat!!!" Andi dan Mario bersamaan


"Terus Rendy ngajak nikah gitu?" tanya Andi penasaran


"Gak tau juga tahu-tahu sebulan lalu Rosy bilang ke mama dan gue. Dia bilang Rendy mau melamar."

__ADS_1


"Terus tante langsung setuju?" tanya Andi


"Iya lah! Nyokap kan tahu Rendy anak juragan kapal pesiar. Malah nyokap heboh. Rob! Kamu tanyain Andi cara jadi wali nikah, Gitu!"


"Wahh..dunia sempit nih.. tahu-tahu Rendy jadi bagian keluarga besar Sugiyono." Ujar Andi


"Lo gak keberatan kan ding?" tanya Mario, dia melihat ekspresi wajah Andi yang kurang suka.


"Itu hidupnya Rosy, terserah dia!" ujar Andi lagi


Di bagian para tetua


"Kakek Dar, saya mendengar gosip di kantor" ujar Daniel tiba-tiba


"Tentang apa?"


"Katanya ada yang mau mengakuisisi Dar,co?"


Kakek Sugi terkejut, ia melihat ke arah Darmawan


"Oh itu, sebenarnya bukan akuisisi, Dar.Co cabang Singapura ingin memisahkan diri dari Dar.Co" jawab Darmawan


"Kenapa Kek?" tanya Daniel heran


"Ada berapa cabang di Singapura?" tanya Sugiyono


"Ada dua! Yang mau memisahkan itu yang ada Jamesonnya! Kamu tahu dia kan Niel?" tanya Darmawan


"Kenal!"


"Nah, dia itu mengajak para klien Dar,Co untuk ikut perusahaan barunya." Jawab Darmawan


"Bagaimana menurutmu Radian?"


Sejak tadi Radian diam saja.


"Aku masih menyelidiki pergerakan Jameson ini, berapa klien yang ia berhasil tarik." Jawab Radian


"Jameson itu seperti duri dalam daging, sebaiknya kamu menyingkirkannya dik!" saran Sugiyono


"Niel! Kamu tahu orang dekatnya Jameson?" tanya Radian


"Aku kira dia dekat dengan Davis, mereka sering main golf bersama klien"


"Davis? Kepala cabang Singapura berapa?" tanya Darmawan


"Singapura 2" jawab Daniel


"Aku sudah mempersiapkan tuntutan hukum untuk Jameson dan kaki tangannya di Dar.Co pusat."


"Kaki tangannya di Dar.co Pusat? Aku pernah mendengar tentang paman Jameson yang menjabat HRD di Dar.co pusat" ujar Daniel


"Ah!! Sudah kukira pasti dia! Orang itu pernah ku ampuni karena pernah berbuat curang pada para karyawan. Sekarang dia seperti itu, sedikit-sedikit dia mau melahap Dar.Co..kurang ajar!" Ujar Darmawan kesal


Ratna merasa pusing karena sudah tiga hari ini tidak bisa tidur. Ia masuk ke kamar Rita yang sedang menidurkan Ranna.


"Ritaaa...Ranna lagi ngapain?" bisiknya


"Sudah tidur ma!"


"Yahh..padahal mama mau ajak main"


Ratna duduk di kursi


"Ma! Tadi malam Rita bermimpi bertemu Ayah dan Papa!"


"Papa? Maksudmu Eka?"


"Iya! Papa ganteng juga ya ma, gak kalah sama ayah!"


"Hehehe iya dong..mama kan seleranya bagus..hu..hu..hu..." tiba-tiba Ratna menangis sesenggukan, Rita memeluknya


"Papa bilang bangga sama mama dan kak Andi." Rita menghibur


"Mama kehilangan kedua kalinya!" tangisnya


"Tadinya mama mau mengajaknya rujuk, mama kasihan, dia sendirian tidak ada yang mengurus. Tapi mama belom sempat ngobrol sama beliau, dia sudah pergi" Ratna terlihat menyesal


Rita memeluk mamanya erat


"Ayah sudah tenang bersama papa ma, kata Ayah kita harus merelakannya, supaya langkahnya ringan"


Ratna menunduk, air matanya terus menetes


"Mama akan merelakannya Rit!..kamu juga ya?" Ibu dan anak itu menangis sambil berpelukan.


"Aooo!" Tiba-tiba Ranna terbangun


"Eh cucu Nenek sudah bangun!" Ratna menghapus air matanya lalu menggendong Ranna dipelukannya


"Jadi Rit, sudah berapa bulan?" tanya nya


"Apanya ma?"


"Adiknya Ranna!"


"Eh...ayah bilang ke mama?"


"Enggak! Mama lihat dari belakang badan kamu terlihat berisi lagi, lalu Daniel juga terlihat mabuk setiap pagi"


"Hahaha...padahal Daniel bilang jangan ngomong ke siapa-siapa dulu,"


"Kenapa?"


"Malu katanya!"


"Niel..Niel...bucin gitu ke kamu gak heran cepat isi lagi. Jadi berapa minggu?"


"Jalan 3 minggu ma!"


"Ooo..jaga kesehatan ya Rit!"


"Iya ma!"


Ratna memandang Ranna yang memegang wajahnya


"Kamu mau jadi kakak ya? Kak Ranna!!"

__ADS_1


"Ehhhh..heee...hee.." Ranna tertawa melihat ekspresi lucu wajah neneknya.


-bersambung-


__ADS_2