
"kak Andi ini lucu"
"Gue? Lucunya apa?"
"Kak Andi juga jomblo kan? Ngapain ngurusin percintaan Rita?"
"Jiahhh percintaan...FYI ya, gue ini banyak cewek yang naksir.."
"Tapi???..." Rita melanjutkan
"Yaa..belum ada yang sreg aja"
"Tapi kak Andi selalu bawa-bawa Diane tuh, apa dianya gak berharap?"
"Diane dan gue itu cuma teman.."
"Teman tapi mesra?" Ledek Rita
"Enggak, teman beneran, dulu memang kita saling suka tapi lama kelamaan kok jadi flat ya? Datar saja gitu"
"Itu kakak saja yang merasa begitu apa Diane nya juga?"
"Kayaknya dia sama deh"
"Masa sih kak? Nih Rita ngikutin sosmednya, dia posting fotonya sama kakak?"
"Iya? Mana?" Andi merapat melihat ponsel Rita
"Ciyeee.... katanya flat tapi penasaran!" Ledek Rita
Andi salah tingkah
"Btw kalian jadi LDR- an dong?"tanya Rita
"LDR gimana? jadian saja enggak!" elak Andi
Rita terdiam lalu kembali membuka sosmednya
"Eh kak, ada foto Diane sama cowok lain!"
"Mana?..mana?" Andi penasaran merebut ponsel Rita
"Gak ada kak!" Goda Rita merebut ponselnya lagi
"Ah sialan! Gue dikerjain lagi!" Gerutunya
"Kak Andi jujur saja deh kalau suka sama kak Diane, jangan jual mahal!"
Siapa yang jual mahal?" Elak Andi
"kak Andi! Hati-hati lho kak, kalau kemahalan nanti gak laku, sebaliknya Diane yang laku.Dia makin cantik lho!"
"Masa sih?" Andi penasaran dia membuka medsosnya,
"ciye...ciyeee..."ledek Rita lagi dan membuat Andi salah tingkah
"kak Andi pernah nyatain gak ke kak Diane?"
"gak pernah!"
"gak nyatain tapi kok bisa jalan bareng?"
"kan sudah kakak bilang, pesona kakak itu tidak bisa ditolak!"
"Hadeuuhhh...jangan narsis deh kak!"
"beneran kakak cuma bilang gini sama Diane, eh jalan yuk!"
"dia mau kak?"
"ya mau! Buktinya kita sering jalan bareng!"
"masa sih Diane gak pernah nanyain status ke kak Andi?"
"pernah sih"
"terus kak Andi bilang apa?"
"ya kita temenan saja! Kita masih muda!"
"wah parah banget nih kak Andi! Jangan nangis ya kalau Diane diambil orang!"
"memangnya kenapa dengan kata-kata itu?"
"artinya kak Andi gak tertarik sama dia!"
"kakak tertarik kok tapi.."
"tapi apa kak?"
"ah sudah deh..kenapa jadi ngomongin tentang gue sih?" protes Andi, dia membuka sosmednya tiba-tiba..
"Eh Rit! Ada fotonya Tommy sama cewek lain nih!" Andi ingin membalas adiknya
"Bagus deh!" Rita sama sekali tidak tertarik, ia asyik bermain game fashion.
"Yah gak kena ya?" Keluh Andi
"Tommy itu paling males kalau foto, dia bilang jauh genik!"
"Jauh genik?"
"Iya kalau fotogenik kan difoto bagus kalau dia enggak! Jadi gak mungkin mau difoto!"
"Ciyeee...masih inget kelakuan mantan ni yee!" Ledek Andi
"ya inget lah, kita kan jadian lumayan lama! Masa gak inget!"
"Lo gak nyesel Rit putus sama dia? Gue saja nih yang cowok...ngeliat Tommy kesengsem. Tommy itu cakep, ganteng, tinggi, sopan, religius lagi eh malah diputusin, gimana kabarnya gue yang biasa aja?"
"katanya kak Andi punya banyak pesona? Kenapa minder?"
"bukan minder, cuma heran saja, cowok high qualified gitu ternyata bisa juga diputusin. Yang mutusin ya adek gue lagi. Udah gitu gak jelas karena apa putusnya"
"Rita sudah flat kak!"
"flat? Jangan niru alasan gue dong!"
"kalau Rita wajar flat, karena status hubungannya jelas, kalau kak Andi gak jelas!"
"kenapa balik lagi bahas ke gue?"
"habis sih Kak Andi, kemarin maksa Rita sama kak Dewa, sekarang maksa supaya Rita balikan sama Tommy!"
__ADS_1
"siapa yang maksa? Yee??? Kakak kan cuma nanya saja, kenapa putus! Lo aja gak bisa jelasin kan?"
"ya itu! Penjelasannya!"
"sudah ah! Jadi emosi ngomongin itu!"
"memangnya kak Andi diendorse Tommy ya?"
"enak aja!"
Tuttt...bunyi alarm smartwatch Rita memutuskan obrolan mereka
"Oke deh kak, Rita latihan dulu ya?"
"Bilangin gue kalau Billy nya galak!"
"Oke kak!" Rita pergi berganti pakaian dan menuju ruang gym untuk latihan.
Sementara itu di Bandung, di rumah kontrakan, Tommy dan Indra patungan mengontrak rumah dekat dengan kampus.
Sudah lebih dari seminggu Tommy mengurung diri di kamarnya.
Indra datang ke kamar Tommy dan membuka gorden serta jendela kamar Tommy.
"Heh Tom! Lo mau sampai kapan ngambek begitu?"
"Ngambek apaan?"
"Ini kan gegara Lo diputusin Rita kan?"
"Huuuu.....Indra...gue diputusin Ritaaa" Tommy menutup wajahnya dengan selimut, ia bertingkah seperti anak-anak yang mainannya diambil.
"Lo ditanyain dosen tuh! "
"Lo gak bilangin gue sakit?"
"Bilangin, dia nanya sakit apa? Parah gak? Kok gak dirawat? Kalau gak parah sakitnya lama amat!"
"Panjang amat nanyanya "
"memang begitu, dia mau ke Tokyo, dia nyari Lo untuk gantiin dia ngisi kelas!"
"Lo bilang gue sakit apa?"
"Panu?"
"Ah yang bener dong! Masa panu bisa berhari-hari! Bilang sakit yang agak parahan dikit!" Protes Tommy
"Gue bilang paru-paru Lo panuan! Itu bahaya lho!"
"Emang paru-paru bisa panuan?" Tanya Tommy
"Meneketehe! Kalau paru-paru Lo bisa kali!"
"Lo jangan bercanda terus! sobat Lo ini lagi broken heart tau..she..breaks my heart...breaks my heart!" Tommy menirukan lagu Dewi Ariani
"Mungkin akhirnya Rita sadar kalau cowoknya bukan hanya parunya yang panuan tapi otaknya juga somplak!"
"Gue sediihhh nih Ndraaa!!" teriak Tommy
"Iyeee gue tauuu!!! Lo juga sih!"
"Apaan gue juga? Salah gue apaan Ndra??? Tell me what I did wrong Ndra??"keluh Tommy
"banyak kali! Buktinya dia minta putus!"
"Lo jelasin ke dia dong! Jangan ke gue!"
"udah Ndra! Gak ngaruh! Dia kekeuh minta putus!"
"kalau masih sayang kenapa Lo mau diputusin? Seharusnya Lo pertahankan dong!"
"sudah Ndra! Kalau gak banyak orang di situ gue sudah cium dia, tapi matanya dia sudah bukan Rita ku yang dulu!"
"cuihh prett! Matanya juling gitu?"
"bukan! dulu mata Rita selalu menunjukkan kesukaan, kesungguhan, excited kalah bertemu gue. Kemarin gue cuma melihat kesedihan di matanya, dan itu dalamm Ndra!"
"sedalam apa?"
"pokoknya dalam deh, dan gue merasa perasaan dalam itu bukan punya gue! Makanya gue menerima keputusannya!"
"kalau Lo sudah menerima kenapa sekarang Lo sedih? Lo menyesal?"
"iya! Mungkin kalau kita gak LDR kita gak akan ..."
"penyesalan memang datang belakangan Tom!"
"bener Ndra! Kalau duluan itu pendaftaran!"
"seharusnya waktu itu Lo nikahin dia saja Tom!"
"kapan?"
"Waktu lulus-lulusan Lo pernah cerita ortunya Rita mau menikahkan kalian, eh Lo nya gak mau. Padahal kalau ortunya begitu artinya mereka lebih tenang anaknya sudah aman walaupun akhirnya Rita hamil yang penting kalian sudah sah!"
"Waktu itu gue mikir, Rita dan gue masih muda, kita masih banyak mimpi yang mau diraih. Lagi pula kalau kami nikah gimana ? gue belum punya kerjaan, mau gue kasih makan apa si Rita?"
"ya makan nasi lah!"
"lah duitnya? Gue gak kerja, dia juga masih sekolah. Masa gue minta ortu gue yang biayain hidup bini gue?"
"Rita kan anak orang kaya Tom! Mungkin maksud ortunya, kalian nikah dulu, lalu hidup masing-masing.. setidaknya ortunya merasa kalian sudah sah sebagai pasangan!"
"Itu kan menurut Lo! Ortunya gak mungkin begitu!"
"Yah Lo gak percaya sih! Kakaknya Rita, Andi yang bilang ke gue!"
"Lo kenal Andi?"
"kenal dong! dia kan sering datang ke sekolah jemput Rita"
"eh iya ya? Terus kok bisa kalian ngomongin itu?"
"oh itu! Gue nyariin Lo, waktu Lo habis putus sama Rita. Terus dia bilang kalau Lo sama Rita sudah putus!"
"terus? Lanjutkan cerita mu fergoso!" ujar Tommy
"Andi cerita kalau Ortunya khawatir kalian sama-sama bucin takut pacarannya kebablasan! jadi mendingan dinikahin. Eh Lo malah milih LDR dari Rita, ya udah!"
"Aaahhhh.....Ndra!!! Kenapa Lo gak bilang gue??? Tahu begitu Rita gue nikahin hari itu juga!!" Ujar Tommy kesal
"Yeee..salah sendiri! Lo bilang pacaran sama Rita susah, ortunya kaya, Lo minder..terus Lo mau berkarir dulu..bla...bla..bla...makan deh tu karir!!" Ujar Indra meninggalkan kamar Tommy
__ADS_1
"Jangan tinggalkan aku Ndra! Aku sudah ditinggalkan Rita! don't you dare leave me!" ujar Tommy sambil memegang kaki Indra
"Ih apaan sih nih orang! Eh Lo nyium bau ****** gak?"
"hah?!******? Enggak! Apa ada tikus yang mati di sini?" Tanya Tommy
Indra sedikit membungkuk lalu mengendus
"Ya ampun Tom! Lo gak mandi ya? Ampun deh...bau banget badan Lo!"
"Enggak! Gue mandi kok cuma gak pakai sabun!"
"Kenapa?"
"Sabunnya abis!"
"Beli dong!"
"Gue males ketemu orang Ndra! Semua cewek itu terlihat seperti Rita..gue makin sedih Ndra!"
Tommy melepaskan kaki Indra, setelah kakinya lepas Indra pergi keluar,lalu kembali lagi membawa sabun mandi, shampoo dan odol.
"Nih Tom! Lo mandi deh yang bersih, keramas! Biar wangi. Supaya udara positif masuk ke badan Lo! Lagi pula Lo kan sholat Tom, masa sholat bau?"
"Kalau sholat gue mandi Ndra!"
"Terus kenapa tadi Lo bau banget?"
"Maaf ndraa..tadi gue kentut!"
"Sialan Lo!!!" Indra menendang Tommy kesal dan kembali ke kamarnya.
Tommy menatap peralatan mandi dari Indra, ia beranjak ke kamar mandi dan mulai mandi dan keramas.
"Ah... segarnya!!" Selesai mandi dia melihat makanan lengkap sudah tersaji di meja makan.
"Waduuhh Ndra..Lo yang nyiapin ini semua?"
"Ayo makan Tom!" ajak Indra
Mereka menyantap makanan dengan lahap.
"enak Ndra, Lo beli di warung depan?"
"bukan! Di depan kampus!"
"iya di situ maksud gue!"
Selesai makan, Tommy mencuci piring dan membereskan ruang makan.
"Terimakasih Ndra kenyang banget gue!"
"Sama-sama Tom! Btw Lo udah kenyang kan?"
"Iya dong! Berkat teman gue yang baik hati dan tidak sombong ini!" Ujar Tommy menepuk punggung Indra.
Indra menggandeng Tommy dan mengajaknya duduk di kursi makan
"eh kenapa nih? Apa kita sekarang ini?" tanya Tommy heran
"Begini Tom! Lo tahu kan di dunia ini gak ada yang namanya gratisan?"
"Eh?" Tommy baru menyadari maksud tersembunyi temannya
"jadi makanan tadi gak gratis?" tanya Tommy , Indra menggeleng
"begini Tom, gue naksir cewek, nah masalahnya cewek ini nempel banget sama sobat ceweknya"
"Terus?"
"Nah gue pengen Lo jadi pasangannya temannya cewek gue!"
"Double date gitu?"
"He eh! Lo kan ganteng Tom! Tu cewek pasti klepek-klepek deh sama Lo!"
"Tapi Rita..."
"Ahh..Rita lagi...Rita lagi! Lo harus punya harga diri my friend! Rita sudah menolak Lo! Ngapain Lo ngemis-ngemis cintanya!"
"Gue gak ngemis Ndra! Kalau gue ngemis gue pasti hinggap di jendelanya dan menyanyikan lagu rindu!"
"ih jijik gue!" ujar Indra membayangkan
"Gue cuma sedih aja! Ndra. Ibaratnya nih, bapaknya, ibunya, kakaknya bahkan kakeknya setuju sama gue, ehh...ceweknya gak setuju..gimana gue gak nyesel Ndra!"
"Bedanya apa cuyy??? Lo harus move on! Buat si Rita nyesel mutusin Lo!"
"Bisa begitu Ndra? nanti kalau dia nyesel malah nyari cowok lain? Gue gimana Ndra? Rita kan cakep Ndra!" Tommy mulai sedih lagi
"Lo juga cakep Tom! Cuma Lo jutek aje! Coba dong ramah dikit sama cewek!"
"Gue ramah Ndra, buktinya Rita mau sama gue?"
"Rita lagiii...heh Tom! Lo tau kan jumlah cewek lebih banyak dari cowok, Lo bisa dapatin yang lebih cakep dari Rita!"
"cewek cakep memang banyak Ndra tapi yang unik seperti Rita itu jarang!"
"kalau Lo cari yang unik, Lo datang ke museum deh disitu banyak yang unik-unik!"
"ah kamu! Bercanda saja!" ujar Tommy
"habis Lo sih! Kalau pikiran Lo sempit kaya gitu gimana bisa move on?"
"memangnya gue bisa dapat cewek lagi Ndra?"
"Bisa dong!! Nah siapa tahu cewek temannya cewek gue ini jodoh Lo! siapa yang tahu kan?"
"cakep gak Ndra?"
"seharusnya sih cakep!"
"memangnya Lo belum pernah lihat? Kalau mirip Hulk gimana?"
"bagus dong! Berarti tercapai keinginan Lo dapat cewek yang unik!"
"Iya deh Ndra kapan double datenya?"
"Sabtu depan! Besok Lo masuk kuliah ya Tom?"
"Iya!"
"Kamu masuk kuliah ya nak! Dosen mu sudah menunggu mu!" Ujar Indra menirukan suara ibu-ibu
__ADS_1
"Ya bune!" Jawab Tommy
_bersambung_