Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 163: Menuju New York


__ADS_3

Daniel mengijinkan Rita untuk ikut mamanya sebagai asisten dalam acara New York Fashion Week, Rita begitu bersemangat, ia mempacking semua yang ia butuhkan untuk tinggal di New York selama beberapa hari


“Yang, jangan lupa susu hamilnya ya?” Daniel memberikan 2 pak susu hamil dan menaruhnya dalam koper


“Iya sayang, aku sudah sediain tempat khusus untuk susu!”


“Jangan lupa diminum ya? itu untuk tambahan nutrisi kamu dan bayi kita!”


“Ya sayang!” Rita memasukan susu itu ke dalam koper bersama dengan perlengkapan lainnya


“Eh iya, ini ponsel!”


“Aku kan sudah punya!”


“Bukan, ini ponsel satelit, kalau kamu kesulitan dengan sinyal atau apapun, kamu bisa pakai ponsel ini.” Daniel memberikan ponsel tersebut


“Apa perlu ya? memangnya akan ada apa di sana?” Rita meletakannya di koper


“Jangan di koper, taruh ditempat yang mudah dijangkau. Ini kan untuk jaga-jaga saja!” Daniel mengambil dari koper Rita dan menaruhnya dalam tas gendongnya.


“Yang, kalau barang-barang yang kamu sering pakai, packingnya jangan di koper, tapi di tas gendong!” ujar Daniel, ia melihat Rita menaruh celana panjangnya di tas gendongnya


“Begitu? Kalau aku butuh gimana?”


“Maksudku, kalau celana panjang ini kan kamu butuh ganti di toilet atau kamar. Nah di tas gendong itu hanya barang-barang yang sifatnya urgent saja. Misalnya handuk kecil, pembalut, sabun cuci tangan, sikat gigi, ponsel, panties 1 atau 2 , lalu kantong plastik. Jadi kamu juga gak berat menggendong banyak barang!” ujar Daniel lagi


“Hmm..begitu ya?” Rita membuka semua isi tas gendongnya lagi. Dengan bantuan Daniel ia memilah barang-barang yang ia anggap urgent dan yang tidak.


“Sudah!” ujarnya senang


“Nah begitu, oh iya ponsel dan tablet juga taruh di tas gendong, tapi sih kalau kamu pakai jaket yang tidak lepas pakai, kamu bisa taruh ponsel di situ. Bagaimanapun juga kita pasti butuh ponsel itu. Oh iya jangan lupa di set ke provider internasional ya, supaya kita bisa terus berkomunikasi!”


Rita melihat suaminya yang begitu cerewet , tapi ia suka. Ia mencium pipi suaminya dengan sayang


“Terima kasih ya! kamu baik sekali!”pujinya


“Cuma pipi kanan saja? Pipi kirinya?” tanya Daniel dengan manja


“Muach!” Rita mencium pipi kiri Daniel


“Ah, kamu bikin bibirku iri!” Daniel dengan semangat menciumi bibir istrinya


“Sudah..sudah...tadi malam kan sudah!” Rita menghentikan kreatifitas Daniel yang mulai menjurus


“Aku akan ditinggal sendirian di sini” wajah Daniel dibuatnya merajuk dengan bibir keluar


Rita tertawa melihat wajah Daniel yang sok imut, kemudian ia mengusap perutnya


“Nak, papimu tuh. Masa gak mau ditinggal mami sebentar!”


Daniel memeluk perut Rita


“Papi akan merindukan kalian berdua! Eh yang, gak apa-apa gitu kita manggil papi dan mami?” tanya Daniel


“ Kenapa? Kan seru, kalau papa dan mama , aku memanggil mamaku mama, dan papa Eka atau ayah Reza”


“Iya deh, aku papi dan kamu mami!” Daniel kembali memeluk istrinya dan menciuminya, hingga bel apartment berbunyi


“ting tong!”


“Ah mengganggu saja!” ujar Daniel kesal, dengan malas-malasan ia bangkit dan menuju ruang tamu untuk membuka pintu


“Halo Mantu!!!” Panggil Ratna, ia memeluk Daniel,


“Halo Pak!” sapa Mario, ia langsung masuk ke apartemen


“Hah? Kamu ikut O?” Daniel kaget ia tidak menyangka Mario akan diajak ke NFW


“Niel, Rita mana?” tanya Ratna


“Di kamar ma, sedang packing!”


“Lho masih packing toh? Kog belum selesai-selesai?” Ratna langsung masuk ke kamar tidur Rita, ia melihat Rita sedang berganti pakaian


Mario duduk di sofa empuk depan Tv


“Memangnya kamu sudah selesai ujian paket C?” tanya Daniel


“Sudah dong! Tapi belum tahu lulus apa enggak, tapi tante Ratna mengajak ke NFW, wah kesempatan langka neh!”


“Aku titip istriku ya, kalau terjadi sesuatu, apapun itu, kamu hubungi saya oke?” Daniel memberikan sesuatu pada Mario


“Apaan tu?” Mario membaca kartu nama dari Daniel


“Ini rekan bisnis di Dar,co ia menanyakan siapa yang mendekor pada saat resepsi pernikahanku, aku memberinya kartu nama kamu, dan ini kartu namanya dia!”


Mario membaca kartu nama yang Daniel berikan, kemudian ia bangkit


“Bini yu mana?”


“Bini?”


“Wife!”


“Di kamar!” jawab Daniel, Mario hendak menuju ke kamar , tapi Daniel menahannya dan memaksanya duduk di sofa


“Kamu gak boleh masuk kamar , itu privasi kami!”


“Tapi tante Ratna?”

__ADS_1


“Beliau kan ibunya istriku, kalau kamu?” tanya Daniel dengan wajah serius


“Tapi aku kan?”


“Aku tidak mengijinkan lelaki bukan muhrim masuk ke kamar kami!”


“Aku lelaki?” tanya Mario kaget


“Iya, kamu kan lelaki, walaupun goyang-goyang seperti itu!”Daniel bangkit dari sofa kemudian masuk ke kamarnya karena Rita memanggilnya


Mario termangu mendengar perkataan Daniel, dari semua orang yang pernah ia temui, hanya Daniel yang memperlakukannya seperti lelaki normal, akhirnya ia paham mengapa Rita sangat menyukai orang ini.


“ini sudah semuanya?” tanya Daniel, ia hendak membawa koper dan tas gendong Rita


“eh Mantu gak usah! Biar Mario saja!” ujar Ratna


“Gak apa-apa ma, ini kan barang-barang istriku aku akan taruh di mobil. Nanti aku akan mengantarkan kalian ke bandara” ujar Daniel tegas, ia mengambil barang-barang istrinya dan pergi ke tempat parkir apartement untuk menaruh barang tersebut.


Ratna terdiam, dan agak salting, kemudian ia kembali mencari Rita yang masih berkutat di walking closet mencari sesuatu,


“Rit!”


“Ya ma?”


“Daniel memang orangnya perhatian begitu ya? tadi dia sendiri yang angkat koper kamu, padahal mama sengaja bawa Mario supaya dia yang ngerjain!”


“Daniel memang begitu ma, super perhatian, penyabar wah jadi merasa bersalah deh kalau bandel sama dia!” Rita masih mencari jaketnya


“Begitu ya? Dia pernah marah Rit?”


“Pernah lah, kan dia manusia sama kayak kita”


“Kalian adu argumen atau bagaimana?”


“awalnya dia diam dulu, aku dicuekin lamaaa banget. Ada kali 2 hari-an, tergantung jenis kesalahannya”


“Hah? Terus? Kamu minta maaf?” tanya Ratna penasaran, Rita membuka sisi lemari lainnya.


“supaya dia gak marah lagi, Rita koleksi ini Ma!” Rita menunjukkan koleksi lingerienya


“Phua!!!” Ratna yang sedang minum, airnya menyembur dari mulutnya melihat koleksi lingerie Rita


“Wahhh...kamu tuh..sudah gak malu-malu lagi ya?” Ratna tersipu melihat anak perempuannya dengan cueknya menutup lemari tempat koleksi lingerienya


“Waktu awal dulu mama belikan 5, tapi tadi kok sudah banyak?” Ratna heran


“Yaa, ada beberapa yang ia belikan, ada juga yang Rita beli sendiri!”


“Kamu sengaja beli sendiri? kesalahan kamu fatal banget ya?” tanya Ratna penuh selidik, Rita mengangguk dengan wajah polos. Ratna tak berhenti tertawa geli


“Kalian sudah selesai?” tanya Daniel tiba-tiba, Ratna dan Rita terkejut, mereka takut Daniel mendengarkan percakapan mereka


“hmm...apa itu banyak kantongnya?” tanya Daniel, Rita menunjukkan beberapa kantong dalam jaketnya


“Baiklah, yuk kita berangkat!”


Mereka keluar dari apartemen dan menuju lobby, Daniel sudah lebih dulu keluar untuk mengambil mobil. Tak beberapa lama ia muncul dengan mobil HRV berwarna putih gading keluaran terbaru


“Wow! Mobil baru nih?” tanya Ratna


“Dipinjami perusahaan ma, untuk para kepala Divisi” jawab Rita


“Hah? Kepala Divisi? Bukannya kamu CEO?” tanya Ratna heran, sambil masuk ke mobil. Rita duduk di samping Daniel yang mengendarai mobil. Ratna dan Mario duduk di kursi penumpang.


“Kalau Daniel berada dikantor pusat ia akan jadi CEO ma, tapi sekarang ini dia sedang mengepalai suatu proyek, jadi bisa disebut kepala proyek lah, tapi di sini sebutannya kepala divisi”


“oo begitu, mama bingung dengan istilah-istilah itu!”


“Jadi yu turun pangkat dong ya?” tanya Mario


“Enggak dong, Cuma sebutannya saja yang berubah, tapi secara posisi tetap CEO “ sambung Daniel


“Ai jadi pusing deh! Kok bisa begitu ya?”


“Kamu tahu gak CEO itu apa?” tanya Daniel sambil menyetir


“Owner kan? Direktur?”


“CEO itu Chief Of Organisation, bisa owner, bisa juga karyawan dengan posisi yang sudah tinggi, membawahi beberapa department. Ada CEO ada CFO.”


“apa lagi tuh?”


“Chief Financial Organisation atau direktur keuangan!”


“oo begitu, jadi yu gak bisa sembarangan mecat orang ye?”


“Enggak dong!, apalagi karyawan sekarang dilindungi oleh serikat pekerja yang bisa melapor ke kementrian tenaga kerja, perusahaan bisa kena sanksi jika sembarangan memecat karyawan kecuali kesalahan karyawan fatal baru bisa dipecat”


“Yu bisa dipecat gak?” tanya Mario kepo


“Bisa dong!, kalau kinerjanya gak bener, atau membuat perusahaan rugi banyak, ya harus diganti” terang Daniel lagi


“oo begitu, ribet juga ye, mending ai deh, independent, suka-suka ai kerjanya!”


“Tapi O, kalau yu sudah kerja sama perusahaan yu gak bisa suka-suka begitu harus tahu SOPnya, kamu ngertikan SOP?”


“Sayur sop bukan?” tanya Mario polos


“Hahahaha!!!” Rita dan Ratna ngakak mendengar kepolosan Mario

__ADS_1


“SOP itu Standar Operasional Project kalau istilah biasanya kamu bikin cara kerja kamu untuk menyelesaikan proyek itu! Dari SOP itu bisa ketahuan apakah proyek tersebut berjalan seperti yang direncanakan apa enggak!”


“Waduuh...ribet banget ya?? pusying ai!” Mario mengurut jidatnya


“Sudah, lo jalanin saja dulu, gak usah dipikirin, nanti juga bisa!” ujar Rita santai


“Begitu tong? Hah?? Ternyata menembus pasar internasional itu tidak mudah ya? pakai sayur segala!”


“Sayur?” tanya Ratna heran


“itu sop?”


“hahaha!!!” Semua yang berada di mobil tertawa mendengar joke Mario


Setengah jam kemudian mereka tiba di bandara, Mario segera check-in tiket mereka bertiga.


“Sudah ya Niel!” Ratna menepuk lengan Daniel kemudian meninggalkannya, Rita berpamitan dengan Daniel


“Aku berangkat ya sayang!, kamu jangan nakal!” Ia memeluk Daniel erat. Daniel memeluk Rita kemudian memeluk perutnya


“Kamu jangan bikin mami susah ya? awas kalau kamu nakal, nanti papi tengokin!” ancam Daniel


“dihh???” Rita tertawa geli mendengar ucapan konyol Daniel, setelah itu Daniel mengecup kening Rita cukup lama. Mario dan Ratna melihatnya dari jauh


“Hadeuuhh...itu kalau nempel gimana itu bibirnya di kening?” gumam Mario iri


“Makanya kamu segera cari pasangan!” ujar Ratna, ia segera mengajak Rita untuk masuk ke pesawat, panggilan untuk para penumpang sudah diumumkan


“Dadah!! Telpon aku ya kalau sudah sampai!” teriak Daniel


“Iya!!!” jawab Rita


“Berisik ah!” Mario protes karena Rita berteriak di depan telinganya.


Daniel menunggu agak lama di bandara, ia melihat dari jendela kaca bandara, setelah memastikan pesawat Rita berangkat, ia pun meninggalkan bandara.


Di pesawat, Rita yang mabuk transportasi kembali tertidur


“Tante, Rita molor terus ih, apa habis dikerjain lakinya sampai kelihatan capek begitu?” bisik Mario, yang duduk diantara Ratna dan Rita


“Rita orangnya gampang mabuk, naik apapun pasti mabuk, jadi mendingan dia tidur deh dari pada berisik muntah-muntah melulu”


“Wahh gawat dong, tante tukeran tempat duduk deh, gak pa-pa ai dipinggir juga!” Mario takut Rita memuntahinya. Akhirnya mereka bertukar tempat duduk.


“Tante, kog kita naik kelas ekonomi?” tanya Mario heran


“Saya pesan tiketnya mepet-mepet acara, ternyata kelas 1 sudah full. Untuk keberangkatan hari dan jam segini”


“oo begitu!” Mario mengangguk. Karena bosan, ia pun turut tertidur.


Perjalanan Singapura-New York memakan waktu 19 jam, hampir seharian Rita tertidur, ia bangun hanya untuk melaksanakan sholat saja.


“Rit, kamu bilang apa ke Daniel, sampai ia mengijinkan mu pergi?”


“Rita bilang, mumpung perut Rita belum besar, Rita ingin menikmati me time, sebelum direpotkan tangisan bayi ma, lagi pula sebelum nikah Daniel janji tidak akan mengekang Rita”


“Tapi syaratnya dia banyak ya?”


“sejauh ini sih pesannya Cuma 3 poin; telpon 2x sehari, minum susu hamil, jangan kecapean. Sudah begitu saja”


“hmm,..kalau suami yu begitu khawatir, kenapa gak ngawal yu saja, ikut ke NFW ?” tanya Mario tiba-tiba nimbrung obrolan


“Tadinya mau ikut, tapi diakan membawahi proyek baru, dalam 2-3 bulan harus selesai. Jadi dia gak bisa tuh ijin lagi.”


“ijin lagi?”


“Iya, waktu resepsi kan ijin 1 minggu. Masa sekarang ijin lagi”


“Tapi laki yu kan mantu pemilik perusahaan, bisa dong minta ijin sesukanya!”


“Huuu..mana mau dia begitu, gue nih menyebut mau membahas kerjaannya sama kakek atau om Radian, wah mukanya galak banget. Serem deh. Jadi mendingan gak usah ikut campur kerjaannya!”


“Iya Rit? Daniel galak juga?”


“Untuk beberapa hal iya ma, dia gak suka diistimewakan karena statusnya. Dia pengen aturan seperti karyawan biasa saja”


“Tapi Rit, orang-orang di Singapura tahu gak kalau Daniel itu cucu mantunya kakek?”


“Kayaknya belum tahu tuh, karena ia pernah curhat dimarahi atasannya karena kesalahan apa gitu!”


“ada yang marahin dia? Wah berani banget tu orang!” Ratna merasa kesal


“Jangan ma!, biar saja. Daniel bilang kalau dia salah dia akan menerimanya dengan lapang dada dan memperbaiki kesalahannya”


“Kalau ada yang tahu status Daniel, kira-kira itu orang yang memarahi pasti stres berat!” ujar Mario tiba-tiba


“yaa begitu deh!” eh...tiba-tiba Rita merasa mual, ia segera berlari ke toilet pesawat. Pramugari pesawat bingung melihat seseorang tiba-tiba masuk ke bilik toilet, mama Ratna segera menghampiri Rita dan memberikan penjelasan


“She’s 2 weeks pregnant!”


“oooh I see” pramugari mengangguk mengerti. Ia memberikan air putih hangat pada Rita. Ia kembali ke kursinya dan memaksakan diri untuk tertidur


“Tante, biasanya kalau gejala muntah ibu hamil itu berapa lama?”


“Ada yang sampai 4 bulan O, tergantung hormonnya”


“ooo,..kasihan juga ya” Mario melihat ke arah Rita bersimpati


Sembilan belas jam kemudian mereka tiba di New York, mereka dijemput oleh tim Ratna yang sudah berada di sana lebih dulu

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2