
Hari ini pertandingan terakhir di luar sekolah untuk anak kelas 12 sebelum menghadapi ujian akhir sekolah. Untuk meramaikan, pertandingan juga diikuti oleh para juara pertandingan antar sekolah sebelumnya, Rita termasuk pesertanya.
"Rit, kamu di pertandingan yang ketiga setelah ini" seperti biasanya Tomi memberikan pengarahan sebelum pertandingan.
"Oke, kak Tomi bukannya akan bertanding setelah ini?" tanya Rita sambil melihat daftar pertandingan.
"Iya, setelah Dewa dan Indra." Tomi masih terpaku dengan kertas yang dipegangnya.
"Udeh Tom, Lo lagi panik ya, dari tadi gue liatin lo mondar-mandir!" Tegur Dewa menghampiri Tomi dan Rita.
"Iya Tom, fokus aja ke pertandingan lo sendiri, anak kelas 11 sudah ngerti kog, iya kan Rit?"tanya Indra sambil menyenderkan tangannya ke pundak Rita.
"Gue kagak sibuk!" Tomi menarik tangan Indra dari pundak Rita.
"Wa, lo dipanggil tu!" Tegur Indra.
Dengan tergopoh-gopoh Dewa memasuki arena pertandingan. Hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja, Dewa berhasil mengalahkan lawannya.
Rita bertepuk tangan memberikan selamat.
"Hebat senpai !!" ia mengulurkan tangannya untuk tos. Dewa membalasnya dengan tersenyum. Pertandingan kedua yang diikuti oleh Indra. Lawan Indra cukup berat, berkali-kali ia terpaksa keluar arena.
"Lawannya Indra, baru muncul dipertandingan sekarang" Tomi kembali melihat ke kertas di depannya. Tiba-tiba Rita berteriak
"Abu!..Abu!"
Seorang cowok yang dipanggil Rita, baru saja menyelesaikan pertandingan menghampiri Rita setengah berlari.
"Woy Rit! di sini juga lo?" Cowok tinggi dan tampan itu tersenyum.
"Eh, Lo selamat dari kejadian RS kemarin ya?" Rita memberikan tissue untuk mengelap keringat di jidat Abu.
"Iya, begitu sadar gue sudah di ranjang RS. Malamnya sudah boleh pulang. Salam ya sama bokap, kapan-kapan gue main ke rumah lo!" Abu melihat temannya memberikan isyarat, segera ia meninggalkan Rita.
"Siapa Rit?" Tanya Dewa
"Itu Abu, Kak Dewa inget, cowok di RS yg ikut dikejar zombie?"
"Ooh..Kiano bukan namanya?" Dewa berusaha mengingatnya.
"Iya, tapi Rita biasa memanggilnya Abu"
"Dia kelas 12 juga?"
"He eh!" Rita pergi meninggalkan Dewa karena namanya dipanggil untuk bertanding. Dewa memperhatikan Kiano atau Abu dari kejauhan. Tomi yang baru saja memenangkan pertandingannya menghampiri Dewa yang terpaku di pinggir lapangan.
"Kenapa lo Wa? Kayak lihat hantu?"
"Eh Tom, nanti lawan gue itu Kiano, dari Sekolah BP, tadi dia menang dari Indraโ
"Oh, dia bagus dong?"
"Iya, tadi Indra sampai kewalahan"
"Lo ga lihat tadi caranya dia gimana?"
"Hmm...yang akhirnya saja"
"Yang awalnya?"
"Engga!"
"Kenapa?"
"Itu cewek-cewek dari sekolah BP cakep-cakep banget!"
"Jiaah..Lo ga fokus tuh" Tomi mendorong Dewa yang masih kebingungan.
"Ga usah bingung Wa, ikutin cara lo yang biasa aja."
"Kalau gue kalah gimana?"
"Berarti lawan Kiano selanjutnya ya Gue!"
"Ah reseh Lo! Malah nyumpahin gue kalah!"
"Abis lo kumat sih mata keranjang."
"Biarin! Abis Rita sudah diambil Lo!" Goda Dewa lagi.
"Sssttt. .jangan kencang-kencang, banyak lambe turah!" bisik Tomi mengingatkan
"Wahh..masa sih Lo belum go publik?"
"Ini privasi gue dong, urusannya sama publik apaan?" Tanya Tomi sedikit kesal
"Yaa gak papa sih, cuma ngasih tahu aja, Rita itu populer lho, gue ngeri aja!"
"Ngeri apaan?"
"Ya ngeri, masa Lo gak peka, dari tadi dia neriakin orang lain?" Ujar Dewa lagi seperti memanasi.
"Kenapa Lo gak urusin diri Lo sendiri? Gak usah bikin gue darting?" Ujar Tomi sewot.
"Nih!" Dewa memberikan sebuah kertas kecil ke Tomi.
"Apaan nih?" Tomi membuka kertas kecil itu, ternyata ada nomer telpon.
"Nomor telepon cewek dari sekolah BP itu!"
"Hah?? Kog sempat-sempatnya?"
"Tadi dia nyamperin gue, terus ngasih ini, namanya Najwa"
"Buat Lo aja Wa!" Tomi memberikan kertas kecil itu kepada Dewa.
"Lo gak mau nolongin gue Tom?"
"Nolongin apa?"
"Yaa temenin gue."
"Temenin apaan?"
"Gue mau ngajak Najwa keluar, kayaknya dia juga mau bawa temannya. Jadi gue bawa lo!"
" Gak mau ah!, Lo ajak Indra aj, sifat lo kan sama kayak Indra!" Tomi menolak kesal.
"Yahh..jangan Indra deh, karena Indra kurang ganteng!"
"Ajak Ravi deh!" Usul Tomi
"Yah Ravi masih direhab, masa lo gak tau?"
"Lo bilang aja sama Najwa, berdua aja gitu!"
"Gue malu Tom, terlanjur janji bawa Elo!"
"Memangnya mereka kenal gue?"
"Kenal, mereka ngeliatin kita dari tadi."
"Gak mau ah!" Tomi kembali menolak.
"Kenapa? Ga enak ya sama Rita? Kan Lo belum resmi jadian sama Rita" Tomi yang digoda Dewa diam saja.
"Eh Tom, lo udah liat Kiano?"
"Kenapa tiba-tiba beda bahasan?"
"Hmm...Kiano itu orang yang diteriaki Rita!"
"Mana sih orangnya?"
"Nanti pas pertandingan gue, lo lihat sendiri deh"
Beberapa saat kemudian nama Dewa dan Kiano dipanggil. Keduanya saling berhadapan. Di sisi lapangan lain, Rita ribut memberikan semangat kepada Dewa dan Kiano.
"Fighting senpai !!"
"Ayo Bu!!" Teriak Rita.
Orang-orang di sekeliling Rita bingung, siapa sebenarnya yang didukung cewek yang teriakannya keras itu . Tomi memperhatikan Kiano, tingginya sekitar 180, berkulit sawo, wajahnya lumayan tampan rambut cepak pendek. Gerakannya sangat bagus.
__ADS_1
"Kayaknya gue pernah lihat dia dimana ya?" Gumam Tomi dalam hati
"Ayo senpai!! Ayo Abu jangan mau kalah!!" Teriak Rita lagi .
"Abu?? Ah jangan-jangan.." Tomi memperhatikan Rita yang bersemangat.
"Kasihan ya Dewa?" Ujar Indra yang tiba-tiba ada di samping Tomi
"Menang-kalah biasa dalam bertanding Dra!" Ujar Tomi
"Bukan, gimana coba perasaannya, cewek yang dia suka malah menyemangati orang lain!" Ujar Indra lagi sambil memperhatikan Rita yang memberi semangat kepada Dewa dan Abu.
"Maksud lo?"
"Itu si Rita bukan menyemangati Dewa malah menyemangati lawan, gimana gak kalah?"
Tomi melihat ke Indra, wajahnya agak kesal mendengar perkataan Indra.
"Syukurlah gue gak ada feeling lagi sama Rita, kalau masih ada, bisa-bisa meledak gue!, Yuk Tom, gue ganti baju duluan!" Indra berlalu sambil menepuk pundak Tomi tanpa melihat perubahan raut wajah Tomi. Seketika itu baru terpikir olehnya tentang Rita dan Kiano. Pertandingan selesai, Kiano memenangkan pertandingan. Rita bertepuk tangan menyemangati keduanya.
"Good game..good game!" Teriaknya.
Dewa keluar dari arena pertandingan dengan wajah lesu.
"Ah sial!" Keluhnya
"Oo itu Kiano!" Tiba-tiba Tomi bicara dibelakangnya.
"Ah..kaget gue!"
"Kog kagetnya sampai kayak gitu?" Tomi terheran.
"Sepanjang pertandingan gue bingung sendiri ,ni orang ulet banget ya, susah amat dapat angka"
"Lo juga bagus Wa, dia juga susah dapat poin" Tomi menghibur sambil tetap menatap Rita dan Kiano yang sedang ngobrol akrab. Pertandingan terakhir untuk kelas 12, Kiano Vs Tomi. Kali ini Rita diam, tidak menyemangati, dia hanya memperhatikan jalannya pertandingan dengan serius. Baik Tomi ataupun Kiano sama2 kuat. Tetapi karena Tomi ahli strategi mampu menaklukkan Kiano, sehingga memenangkan pertandingan. Sorak-sorai pendukung Tomi membahana di arena. Sekolah Rita berhasil mendapatkan juara umum, karena semua gelar yang dipertandingkan berhasil diraih.
"Hebat-hebat!!" Puji Pak Somaji guru pembina karate.
"Sayangnya tahun depan star team kayak gini sudah gak ikut lagi" ujar pak Somaji dengan nada sedih.
"Tenang pak! Masih ada generasi Rita dkk, mudah-mudahan masih bisa juara tahun depan!" Teriak Tomi
"Aamiin!!!" Diamini oleh seluruh peserta dari sekolah Rita.
"Besok hari Minggu, bonus kejuaraan sudah keluar, besok pagi jam 10 kumpul di restoran nya Tomi ya, kita makan-makan!" Teriak pak Somaji
"Assyiikkk!!" Teriak Rita dkk kompak.
Selesai pertandingan mereka bersiap kembali ke rumah masing-masing.
"Rit, kita pulang bareng ya!" Ajak Dewa
"Makasih Kak, tapi tadi Rita kesini bonceng motor kak Tomi!"
"Oh iya, tadi sempat terlambat ya?"
"Iya kak!"
"Oke deh, duluan ya Rit!" Dewa dan Indra pergi lebih dulu. Rita menunggu Tomi di depan gerbang sekolah S.
Beberapa saat kemudian, Kiano yang mengendarai motor menghampirinya.
"Rit, mau gue anterin gak?"
"Gak usah Bu, gue sudah ada yang jemput."
"Ohh .. nomer WA lo berapa?"Kiano memberikan ponselnya, Rita memberikan nomer ponselnya.
"Nih, nanti WA gue ya Bu?"
"Oke, yuk Rit, duluan!"Abu/Kiano pun berlalu
"Da-dah!!"Rita memperhatikan Abu yang berlalu sambil tersenyum kecil. Selang beberapa saat kemudian Tomi dengan motornya tiba.
"Nih Rit!" Ia menyodorkan helm. Dengan sigap Rita menerima helm tersebut lalu memakainya kemudian ia pun naik membonceng motor Tomi.
"Rit, kamu capek ga?"
"Engga kak, biasa kenapa?"
"Boleh!" Tomi memberhentikan motornya di cafe yang letaknya agak jauh dari sekolah S. Dari luar cafe tersebut tampak sederhana.
"Rit, pesan duluan saja, kakak mau parkir motor dulu!"
Rita menurut, setelah memberikan helmnya kepada Tomi, ia pun masuk ke cafe.
Desain interior sangat instagramable dan cozy, dengan cahaya lampu dari langit-langit yang di cat biru langit cerah, seolah pengunjung kembali berada di luar ruangan. Rita memilih tempat duduk di bagian atas di mana ia bisa leluasa lesehan.
Harga makanan dan minumannya cukup ramah di kantong.
Rita memesan Risotto,lemon tea dan salad. Ia membaca pesan dari Tomi yang minta dipesankan nasi goreng seafood, lemon tea dan brucheta sebagai cemilan.
Beberapa saat kemudian Tomi masuk ke dalam cafe.
"Kak, di sini!" Panggil Rita. Setengah berlari kecil Tomi menaiki tangga dan duduk lesehan di depan Rita
"Sudah pesan Rit?"
"Sudah kak, jauh ya parkirnya, sampai keringatan begitu?" Rita memberikan tissue kepada Tomi untuk menghapus keringatnya.
"Lumayan," ucap Tomi sambil membasuh keringat.
"Tempat ini bagus ya?, Kak Tomi sering kemari?"
"Sering sih enggak, tapi pernah."
"Kayaknya masih baru deh nih cafe?"
"Baru di renovasi, pemiliknya teman mama, beliau mengundang waktu launching setelah renovasi"
"Oo, kakTomi bisa dapat diskon teman dong?" Tanya Rita tersenyum
"Enggak, biasa saja, tapi di sini terkenal yang enak itu masakan italia dan nasi goreng seafood nya."
"Kayaknya kakTomi suka nasi goreng seafood ya?"
"Hehehe iya,kog bisa tahu?"
"Terakhir makan di restoran hotel di Bali kak Tomi juga pesan nasi goreng seafood"
"Oh..hehehe..inget saja kamu"
Waiter datang membawa pesanan mereka. Karena sudah sangat lapar, Tomi melahap nasi gorengnya.
"Kak, Rita ke toilet dulu, titip tas ini ya?"
"He eh" jawab Tomi dengan mulut penuh. Rita berjalan menuju toilet sambil mengagumi interior cafe, tanpa disengaja ia melihat Kiki yang sedang duduk dan makan di bawah. Dihadapan Kiki, seorang cowok cukup tampan, keduanya terlihat sangat akrab. Setelah menyelesaikan hajatnya di toilet, Rita kembali melewati tempat tadi, Kiki masih berada di sana, wajahnya terlihat cerah dan bahagia. Tadinya Rita bermaksud menghampiri, tapi ia takut mengganggu Kiki akhirnya ia kembali ke mejanya.
"Kak, di bawah ada Kiki!" Rita mulai menyantap Risottonya
"Oh ya? Ga diajak kesini?"
"Enggak ah, gak enak takut ganggu, dia sama cowok"
"Ooo, duduk di sebelah mana?"
"Itu pojok bawah" Rita menunjuk tempat duduk yang berada di seberang bawah tempat ia duduk.
"Hmmm ..btw Rit, Abu itu siapa?" Tanya Tomi penasaran.
"Itu kak, dulu dia tetangga Rita waktu rumah di Taman Sari, kalau kak Tomi masih ingat, dia tetangga yang sering main ke rumah.
"Hmm...kakak kelas?"
" Iya dia setahun lebih tua dari Rita"
"Ooo... kelihatannya akrab banget" Tomi terlihat cemburu, tetapi ia sembunyikan Sambil menyantap brucheta.
"Dulu dia pernah nembak, tapi Rita tolak!"
"Kenapa?"
"Karena Rita menganggapnya teman, kita banyak bertualang bersama"
__ADS_1
"Oo, itu sebelum atau sesudah kita kenal?"
"Apanya?"
"Nembaknya!"
"Hmm... Sebelum Rita kenal kak Tomi"
"Ooo,"Tomi kembali menyantap brucheta nya dengan lahap
"Petualangan apa?"tanyanya lagi
"Dulu Abu itu sering disuruh mamanya beli obat, tempatnya jauh banget, dan dia gak punya sepeda. Jadi deh Rita selalu ikut dia beli obat, karena pakai sepeda Rita."
"Emang mamanya sakit apa?"
"Kanker perut katanya, obatnya khusus."
"Terus mamanya survive?"
"Meninggal, jadi pas mau beli obat terakhir, kita sudah cari kemana2, habis obatnya, eh begitu pulang rumahnya sudah ramai, mamanya sudah gak ada๐ญ"
"Terus? "
"Abu shock banget, ada kali seminggu gak mau makan.Baru mau makan setelah diajak jalan sama ayah, begitu pulang dia makan lahap"
"Ayah Rita?"
"Iya, Ayah!"
"Kira-kira ayah Rita ngomong apa ya, Kiano sampai mau makan?"
"Gak tau juga deh, Rita pernah tanya tapi ayah senyum-senyum saja."
"Kiano nembak kamu sebelum mamanya meninggal apa sesudah?"
"Hmmm...kayaknya sesudah deh, kenapa kak?"
"Kayaknya dulu dia pernah ngejar kakak deh, pernah berantem juga."
"Iya kak? Kapan tuh?"
"Hmm, kamu inget sehari setelah kamu kabur dari rumah karena kasus tawuran? Kak Tomi kan yang antar kamu pulang? Nah begitu pulang Kiano cegat di jalan, disangkanya kakTomi yang ngajak kamu kabur"
"Ooo.. jangan-jangan yang tangannya katanya keseleo karena jatuh, dia sempat dirontgen itu Kak "
"Dia memang jatuh, jadi dia semangat nyerang, kakak menghindar eh dia jatuh, tangannya tertindih badannya, dulu dia chubby kan?"
"Hahaha...iya betul kak"
"Sekarang dia masih akrab sama kamu?"
"Tenang saja kakTomi, kak Tomi masih nomer 3 kog di hati aku"๐๐
"Kog nomer 3?"
"Nomer 1&2 kan Ayah dan kakAndi!"
"Oooo" Tomi tersenyum senang .
"Btw Rit, cowoknya Kiki tadi itu Andre"
"Hah? Itu yang namanya Andre?"
"Iya, emang Kamu gak kenal?"
"Cuma tahu namanya kak, lihat orangnya belum"
"Hmm... makannya sudah Rit?"
"Sudah dari tadi kak!"
"Yuk pulang, oiya ayah kamu sukanya apa ya?"
"Ayah suka kue pukis"
"Eh kebetulan di sini ada kue pukis premium, nanti kakak beliin deh!"
"Ah terimakasih, kakTomi baik deh๐"Rita menggandeng lengan Tomi sambil tersenyum. Mereka keluar dari cafe dan pulang ke rumah.
Esok harinya sepulang sekolah, Rita melihat Kiki dibonceng motor Andre. Kelihatannya mereka sudah cukup akrab.
Malam harinya, Rita mengirimkan pesan kepada Kiki.
"Ki, hmm...tadi gue lihat Lo pas pulang sekolah"
"Ooo, di mana? Kog ga manggil gue?"
"Lo lagi dibonceng cowok, itu siapa Ki?"
"Hmm...itu Andre, Rit"
"Lo sudah jadian sama dia?"
"Belum jadian Rit, baru pdkt aja"
"Kog lo ga cerita ke kita2?"
"Hmm..karena baru pdkt Rit, lagi pula gue takut Qowi histeris dia begitu sejak kasus Ida, nanti sama gue begitu juga lagi."
"Lo gak terganggu Ki?"
"Maksudnya?"
"Yaa..Andre begitu sama Ida, siapa yang jamin enggak begitu sama lo,Ki?"
"Enggak kog Rit, kalau jajan kita Bs-Bs, kalaupun pinjam dia pasti ganti."
"Begitu??? hati-hati ya Ki, gue takut nanti lo terluka, bukan dompet saja yang luka, hati lo juga."
"Hahaha...bisa aja lo Rit, btw lo gimana sama kak Tomi, kayaknya makin akrab?"
"Yahh.. begitulah!" Rita menjawab WA sambil tersenyum.
"Sudah jadian?"
"Emang penting ya jadian?"
"Yaa biar resmi saja gitu, soalnya kalau enggak nanti kejadian kayak Lo dan Indrajit"
"Begitu ya? Btw Ki, apa lo gak sama Indrajit saja?"
"Ehh??"
"Kayaknya Lo lebih minat sama dia deh daripada gue, hahaha!"
"Kelihatan banget ya Rit?"
"Benerkan feeling gue"
"Kog lo gak marah Rit?"
"Karena dia bukan siapa-siapa lagi!"
"Tapikan gue sukanya pas Indra dekat sama lo?"
"Yaa..itu sih terserah Indranya, mau suka sama siapa. Masa gue mau ngelarang orang suka, pegel amat nih hati!"
"Ooo..Lo cewek unik ya Rit, menurut gue lo lebih logis dibandingkan cowok"
"Hahaha..bisa aja lo!"
"Kapan-kapan kita double date yuk?"
"Jiaahh..mau dating aja katanya baru pdkt?"
"Kalau Rita sudah lihat, biasanya besok gue bakal jadian sama Andre๐๐๐"
"Hahaha...oke deh Ki, see you tomorrow ya?"
"C ya!"๐
Rita meletakkan ponselnya di atas meja belajarnya, lalu pergi tidur.
__ADS_1
-bersambung-