
Sebelum keberangkatan ke Kanada, Lexington Swiss mengadakan family gathering. Mereka menggunakan kesempatan itu untuk mengumpulkan semua kepala cabang Lexington untuk berkumpul dan memperkenalkan keluarga CEO tiap cabang. Daniel membawa rombongan nya ke acara gathering tersebut.
Isabel Montenegro menjadi salah satu panitia, ia yang mengatur acara apa saja yang akan dilaksanakan. Dia memperhatikan daftar peserta family gathering, nama Daniel tercantum di dalamnya.
"Daniel Kang...hmmm..."Dia masih memikirkan ketertarikannya pada Daniel. Beberapa bulan yang lalu ia menghadap sir Alec, ayahnya.
"Papa! Apa kabar?" Seperti biasanya ia mencium pipi kanan dan kiri papanya yang sudah lama tidak bertemu
"Baik! Duduk Isabel!"
"Ya Papa?"
"Bagaimana divisi fashion mu?"
"Baik papa, karena dunia sekarang ini demam K-Pop, Kami membutuhkan model asal Korea"
"Ya sewa saja, kamu bisa mengajukan anggaran yang diperlukan"
"Tapi papa, fashion line ini baru bagi Lexi, kami butuh biaya yang tidak sedikit. Dan sepertinya untuk model asal Korea itu kita bisa berhemat"
"Maksud mu?"
" Kita bisa memakai sumber daya yang sudah ada"
"Memangnya ada model Korea di Lexi?"
"Bukan model sih pa, lebih tepatnya salah satu CEO kita yang bertampang seperti model Korea"
"Siapa?"
"Daniel Kang!"
"Daniel Kang? Dia orang baru yang direkrut dari Dar.co kan?"
"Betul Pa, dia sangat tampan. Isabel pikir dia cocok jadi brand ambassador clothing line kita"
Sir Alec membanting map dihadapannya
"Brak!!"
Isabel sangat terkejut
"Kamu pikir papa gak tahu niat mu ya?"
"Niat apa pa?"
"Papa sudah mendengar dari orang-orang kalau kamu menyebarkan rumor tentang hubungan istimewa mu dengan Daniel dan itu membuat nya marah dan mengajukan pengunduran diri?"
"Eh? Itu tidak benar pa!" Elak Isabel
Alec memberikan amplop coklat, Isabel membukanya, di situ terdapat foto dirinya dan Daniel sedang menghadiri suatu acara.
"Eh ini?"
"Aku sudah menyelidikinya, ini foto diedit. Kamu menyuruh orang mengedit wajah orang lain menjadi wajah Daniel, Dia menjadi sangat marah dan mengajukan resign!"
"Tapi pa bukan aku yang melakukan nya" Isabel masih mengelak.
"Aku sudah mendatangi fotografernya dia memberikan foto aslinya pada ku! Dia bilang kamu membayarnya cukup mahal untuk mengedit foto itu!"
Isabel terdiam, dia lupa kekuasaan papanya.
"Maksud mu apa Isabel?"
"Daniel menatap ku pa, aku pikir dia tertarik pada ku"
"Dia sudah menjelaskan, dia tertarik pada pakaiannya dan hendak membeli untuk istrinya, tapi kamu bersikeras dan mengancamnya dengan tuduhan pelecehan"
"Itu Pa.."Isabel terdiam, dia bingung bagaimana harus menjelaskannya.
"Daniel itu sudah beristri, anaknya tiga, masa kamu mau menghancurkan keluarga orang?"
"Tapi pa??...Isabel yakin Daniel tertarik pada Isabel"
"Apa buktinya? Apa ini?" Alec membuang foto palsu itu ke lantai
"Isabel malu pa ditolak Daniel" akhirnya ia mengaku
"Kamu harus terbiasa dengan penolakan Isabel! Mungkin aku harus memindahkan mu ke bagian marketing, kamu akan menemukan banyak penolakan di situ!"
"Bukan itu masalahnya pa, Isabel jatuh cinta pada Daniel"
"Jatuh cinta? Kok bisa? Apa kamu pernah ngobrol lama dengannya? Atau berinteraksi dengannya?"
Isabel menggeleng
"Kenapa mudah sekali bilang jatuh cinta? Kalau kamu tertarik dengan tampilan fisiknya mungkin aku masih paham karena dia memang tampan tapi jatuh cinta? Itu kata-kata berat Isabel! Jangan terlalu mudah menyatakan cinta!" Ujar Alec
Isabel menundukkan kepalanya
"Mulai sekarang kamu harus menjauhinya, aku gak mau mendengar kamu mengganggu suami orang! Aku malu tahu! Walau kamu bukan anak dari istri sah ku tapi kamu sudah aku akui sebagai anakku secara hukum! Jadi tolong jangan bikin aku membatalkan status mu!"
"Iya papa!" Isabel takut dengan ancaman papa nya
"Aku juga akan menyuruh orang mengawasi mu, sekali saja aku mendengar kamu mengganggu Daniel, awas saja!"
"Apa Daniel seistimewa itu bagi papa? Sampai aku yang anak papa malah diancam seperti ini?" Isabel menangis berusaha meluluhkan hati papanya
"Iya! Dia menyelamatkan ku! Kalau bukan karena dia, Lucas tidak akan menemukan ku di bukit salju! "
"Itu paman Lucas yang berjasa kan?"
"Tapi dia diberi informasi dari Daniel, karenanya aku bisa tertolong. Aku membelanya bukan hanya karena dia sudah menolong ku tapi kinerjanya baik sekali. Dia akan aku angkat menjadi kepala cabang di Kanada!"
"Eh, cabang Kanada?"
"Kenapa? Kamu heran? Kamu kaget ya aku mengganti pacar mu Ben?"
"Eh?"
"Aku tahu semuanya Isabel, dulu Ben juga sudah beristri dan kamu menggodanya hingga ia berpisah dari istrinya! Dia ingin menikahi mu tapi kamu gak tertarik lagi padanya. Dia memeras mu kan? Kamu memaksa dewan untuk mengangkat nya jadi kepala cabang di Kanada. Sayang sekali waktu itu aku hilang tidak bisa mencegah mu memaksa dewan. Sekarang cabang Kanada carut-marut karena dipimpin oleh orang yang gak kompeten!"
"Bagaimana dengan Ben pa?"
"Aku memecatnya! Dia membuat Lexicon rugi besar!"
"Apa Daniel bisa memperbaikinya? Aku dengar sebelumnya dia hanya seorang asisten?"
"Aku sudah melihat hasil kerjanya setahun ini, dan aku menyukainya, jadi Isabel jangan ganggu dia!" Ujar Alec dengan nada mengancam.
"Bagaimana kalau Daniel juga tidak becus?"
"Mudah saja! Aku akan memberhentikannya! Hey Isabel! Kamu masih muda dan cantik kamu bisa mendapatkan lelaki mana saja jangan menganggu lelaki yang sudah berkeluarga! Itu akan menghancurkan citra mu sebagai perempuan terhormat!" Ujar Alec mengingatkan
"Ya Papa?"
Isabel menghela nafas panjang mengingat peringatan papanya.
"Jadi Bu Isabel, acara puncak nya apa?"
"Aku ingin acara berjudul 'heart breaker!'"
"Heart breaker?"
"Nanti para CEO dipisah dari istri, kemudian masing-masing akan diberi pertanyaan yang sama. Tentunya mereka tidak tahu satu sama lain. Nanti kita buka siapa yang jawaban cocok terbanyak, dia yang akan mendapatkan hadiah!"
"Hadiah? Memangnya ada hadiah tambahan?"
"Untuk acara puncak aku yang akan memberikan hadiah"
"Hadiahnya apa Bu?"
"Scooter matic terbaru! Kamu tahu kan Lexi baru saja mengakuisisi pabrik scooter di Italia, nah aku dikirimi scooter model terbaru. Dari pada gak terpakai lebih baik untuk hadiah saja!"
"Baik Bu!"
Keluarga Daniel tiba di tempat acara pukul 9.30 pagi. Suasana sudah ramai pengunjung.
Seperti biasa, Daniel menggendong Rayya,
Rita memegang Ranna dan Raffa, sedangkan para baby sitter membawa perlengkapan anak-anak.
"Selamat pagi pak Daniel!, Bu Rita, Ranna! Raffa!"
"Halo!!" Jawab Rita ramah
__ADS_1
"Hei Mr.Samuel!" Sapa Ranna dan Raffa bersamaan
"Hey Samuel kamu di sini?" Tanya Daniel
"Iya pak, semua asisten para CEO diundang datang pak, hari ini acara ultah Lexington"
"OOO...begitu pantas" Daniel mengangguk paham
"Ini rundown acaranya pak!"
"Kita harus mengikuti semuanya?"
"Yang acara keluarga harus pak, dan acara puncak. Nah selebihnya acara untuk para asisten"
"Oo begitu, baiklah, terimakasih!" Daniel menerima lembar acara dan mendiskusikan dengan istrinya.
"Kita harus ikut acara ini "
"Harus?" Rita membaca acara keluarga
"Estafet, memecahkan balon, ini ada juga hanya untuk anak-anak...boleh juga nih!" Rita tampak bersemangat
Acara dimulai, diawali dengan sambutan dari sir Alec lalu sambutan dari ketua acara Isabel.
Untuk pertama kalinya Rita melihat Isabel Montenegro yang digosipkan dengan suaminya. Ia memperhatikan dari jauh.
"Oh itu yang namanya Isabela Montenegro, lumayan cantik" gumamnya.
"Kamu menggumam apa?" Tanya Daniel heran
Bunyi terompet dan suara sorak-sorai menandai dimulainya acara.
Acara pertama estafet keluarga.
Masing-masing keluarga CEO di perkenalkan. Samuel terkenal bagus suaranya didampuk menjadi MC sekaligus komentator.
"Acara estafet keluarga ini, peserta papa salah satu kakinya akan diikatkan di kaki anaknya, dan mereka akan memindahkan bendera yang berjarak masing-masing 5 meter, setelah sampai ujung, peserta mama akan kembali ke sini dengan membawa bendera yang berhasil diambil papa. Mengerti semuanya?"
"Mengerti!!" Teriak para peserta.
Daniel berpasangan dengan Ranna, sedangkan Rita menunggu di ujung jalan bersama Raffa kedua kaki mereka terikat erat.
"Priit!" Bunyi peluit menandakan lomba dimulai, Ranna yang kecil dengan mudah menempel di kaki papinya, hingga Daniel dapat berlari lebih cepat. Tidak ada peraturan yang melarang metode tersebut. Ayah yang lain kesulitan berjalan karena anak mereka yang sudah remaja sehingga butuh waktu untuk kompak. Daniel dan Ranna memimpin pengumpulan bendera, kemudian ia memberikan bendera tersebut kepada istrinya. Seperti halnya Daniel, Raffa juga menempel di kaki Rita, walau agak sulit karena Raffa cukup berat, Rita agak tertatih membawa banyak bendera serta anaknya.
Sir Alec dan Isabel memperhatikan perlombaan melalui layar lebar.
"Oh itu yang namanya Rita" gumam Sir Alec, orang yang memberitahu Daniel tentang keberadaan dirinya. Lain halnya dalam benak Isabel
"Istrinya Daniel masih sangat muda dan cantik.. agak gemuk tapi cantik" ia semakin penasaran dengan kedua pasangan ini.
Dengan tertatih akhirnya Rita dan Raffa berhasil memasuki garis finish.
"Yeeahhh!!" Daniel berteriak kegirangan, keluarga itu saling berpelukan.
Acara kedua memecahkan balon.
"Balon-balon di atas ini akan dipecahkan terserah pakai alat saja. mereka yang memecahkan paling banyak menang, sedangkan mama akan mengikat balon ditambang sedangkan anak akan memecahkan balon yang sudah diikat mama, mengerti ya?."
"Yang kamu bawa jarum?" Tanya Daniel
"Jarum jahit? Enggak! Tapi bisa pakai peniti saja!" Rita mengambil peniti dari stroller Rayya dan memberikan ke Daniel.
"Gede banget penitinya"
"Kalau kecil takut termakan, anak-anak kan belum mengerti barang berbahaya "
Daniel meluruskan peniti itu dan memberikan gagang yang cukup panjang. Antara gagang dan peniti ia ikat dengan selotip yang diperkuat dengan tali.
"Nah Bang, nanti Abang pegangnya begini, lalu menusuk balon di atas itu pakai ini ya?"
Raffa mengangguk, ia sangat cerdas Daniel cukup mencontohkan sekali dia langsung paham.
"Priit!!" Peluit menandakan lomba dimulai. Dengan segera Daniel menggendong Raffa dipundaknya, dengan lancar Raffa menusukkan jarum ke balon -balon di atas kepalanya sampai ujung setelah selesai giliran Rita dan Ranna. Rita bagian mengikat balon ke tali dan Ranna yang memecahkannya balon di tali tersebut. Ranna masih terlalu kecil, tenaganya tidak cukup kuat untuk memecahkan balon sementara maminya bersemangat mengikat. Peserta lain yang lebih besar dengan mudah memecahkan balon. Ranna kesal melihat dirinya tertinggal, ia keluar dari arena
"Eh kakak?" Daniel bingung dengan anaknya yang tiba-tiba pergi, Rita tidak memperhatikan Ranna yang pergi meninggalkannya, ia sangat serius mengikat balon ke tali. Tak lama Ranna kembali membawa batu yang ujungnya runcing, dengan mudah ia memukulkan batu itu ke balon. Satu persatu balon pecah, dengan cepat ia berada di belakang maminya.
"Satu lagi kak!" Teriak Rita, ia bertanding dengan perempuan di sebelahnya. Lawannya lebih cepat mengikat kini giliran sang anak memecahkan balon. Agaknya anak itu sudah merasa menang, ia ingin mengakhiri pecahnya balon terakhir dengan menjatuhkan diri ke balon, tapi sayang balon terakhir justru menghindari tubuhnya, sedangkan Ranna langsung memukulkan batu ke balon hingga pecah. Dan mereka berhasil menang.
"Yeahh...kakak hebat?!" Daniel melemparkan Ranna ke atas.
"Hehehehe!" Ranna tertawa senang
Sir Alec memperhatikan keluarga Daniel.
"Kreatif ya? Umur anak itu berapa?" Tanya nya pada Samuel.
"Empat tahun pak"
"Wow!! "
Ada empat pertandingan keluarga, keluarga Daniel berhasil memenangkan dua diantaranya, selebihnya kalah karena dia pertandingan yang lain membutuhkan fisik anak yang lebih besar.
"Gak apa-apa yang penting kita menang 2 dari 4," ujar Daniel menghibur keluarganya.
Tiba saatnya di acara puncak.
Anak-anak tidak dilibatkan, hanya suami dan istri. Anak-anak ditinggal bersama baby sitternya.
Para suami dan istri dimasukkan kedua tempat yang berbeda. MC akan memberikan pertanyaan dan harus dijawab di atas papan tulis yang diberikan.
Jawaban cocok paling banyak adalah pemenangnya.
MC membacakan pertanyaan
Dimana pertama kali kalian bertemu
Daniel: Kantor
Rita: kantor
Siapa yang naksir pertama kali
Daniel: Daniel
Rita: Rita
3.Siapa yang paling cemburuan
Daniel: Daniel
Rita: Rita
4.Berapa lama kalian pacaran
Daniel: 8 bulan
Rita: 8 bulan
5.Siapa yang paling bucin?
Daniel: Daniel
Rita: Rita
Setelah dipertemukan, para peserta tertawa melihat jawaban mereka termasuk Daniel dan Rita. Mereka kalah di permainan ini.
"Yahh..kalah deh" Rita yang sangat kompetitif sedikit kecewa
"Aku gak merasa kalah lho, justru aku senang!"
"Senang kalah?"
"Bukan! Ternyata kita sama-sama naksir dan bucin"
"Oh iya..ya .."Rita baru menyadarinya.
Daniel sering merangkul istrinya dan memegang tangannya ketika bertemu dengan keluarga Sir Alec.
"Pak Alec, Kenal kan ini Rita, istri ku!"
"Rita!"
__ADS_1
"Oh ini yang namanya Rita!...aku banyak mendengar tentang Anda dari adik ku Lucas. Dia sangat terkesan dengan Anda, ternyata masih sangat muda dan cantik ya?" Puji Alec
"Terimakasih pujiannya " Rita tersipu.
Alec memanggil istrinya
"Eliza! Kemari!" Seorang wanita berusia 50-an menghampiri
"Kamu ingin bertemu mami peri kan?"
"Iya?"
"Ini orangnya!"
"Oh kamu!" Tiba-tiba Eliza memeluk Rita senang
"Eh.." Rita sangat bingung
"Aku sangat terkesan dengan vlog charity mu..tak pernah terpikirkan oleh ku untuk menjual tas lama ku dan memberikan uangnya ke orang yang membutuhkan..aku sungguh sangat terkesan!"
"Terimakasih Bu! Dan terimakasih tasnya!"
"Oh itu! Hahaha...aku juga ingin berbagi bersama mami peri!"
"Terimakasih!"
Mereka bercakap-cakap sejenak sampai seorang ajudan berbisik pada sir Alec.
"Maaf, kami harus pergi, Rita kami sangat senang bertemu dengan mu!"
"Sama-sama pak, Bu!"
Alec dan Eliza pergi menemui tamu yang lain.
"Sayang pulang yuk!" Ajak Daniel,
"Sebentar, aku ke toilet dulu!"
"Aku tunggu di sini"
Rita ke toilet, selesai dari sana, tiba-tiba seseorang menegurnya.
"Ah maaf! Anda istrinya Daniel?"
"Iya!"
"Kenalkan, saya Isabela Montenegro!"
"Oh Isabela"
"Anda pernah mendengar tentang kami?"
"Kami? Maksudnya?"
"Iya kami, Aku dan Daniel"
"Daniel? Daniel Kang? Suamiku?"
"Iya! Aku dan Daniel sudah akrab sejak beberapa bulan yang lalu"
"Oh ya?"
"Bisa dibilang kami punya hubungan khusus" Isabela mengarang bebas.
"Hubungan khusus seperti apa ya?" Tangan Rita bergetar, ia menahan diri untuk tidak menampar Isabela
"Ya, hubungan...seperti kekasih?"
"Apa kita membicarakan orang yang sama?"
"Tentu saja! Daniel Kang, aku punya buktinya" Isabela menyerahkan foto ia dan Daniel menghadiri suatu acara. Di bawah foto ada tanggal kapan foto itu dibuat.
"Hmm...kamu yakin itu suami ku?"
"Tentu saja! Siapa lagi?"
"Karena tanggal foto itu" Rita menunjukkan foto Daniel dan dirinya sedang merayakan ulang tahun Raffa di ponselnya
"Kalau itu Suamiku yang ini siapa?" tanya nya tersenyum
Wajah Isabela tampak kebingungan, salah tingkah.
"Maaf, Isabela bukan? saya pikir ketika mendengar nama Anda akan bertemu dengan seorang wanita berkelas, ternyata..."
"Maksud mu?"
"Aku tahu Anda tertarik dengan suami ku tapi suami ku tidak tertarik padamu jadi bisa hentikan omong kosong ini?" Ujar Rita dengan suara mengancam lalu ia pergi meninggalkan Isabela yang terpaku membisu.
"Hahaha...gagal ya?" Seseorang tertawa mendekatinya
"Benjamin?"
"Isabela...apa gak cukup merusak rumah tangga ku?" Ujar Benjamin
"Bukan salahku kau meninggalkan istri mu! "
"Kau!! Kau mengedit foto seolah-olah kita bersama? Hingga istriku meninggalkan ku!" Ben menghentikan Isabel yang hendak pergi
"Foto kita bersama bukan editan! Kita memang pernah tidur bersama! Dan kamu menikmatinya kan! Jangan munafik!" Jawab Isabel marah
"Aku gak munafik! Kamu yang munafik! Setelah aku meninggalkan istriku, kamu malah memutuskan ku, sekarang aku dipecat dari Lexi!"
"Kamu dipecat? Itu bukan salah ku! Aku sudah membantu mu mencapai posisi itu, tapi dasar kamu tidak kompeten! Lexington Kanada merugi karena kau!!" Ujar Isabela marah.
Benjamin kesal, ia mendorong Isabel ke tembok dan memaksa menciumnya dan merobek pakaiannya.
"Hentikan Ben! Hentikan!" Teriak Isabel
"Di sini tidak ada siapapun yang akan menolong mu!" Ujar Ben, ia memaksa Isabel untuk berhubungan intim dengannya. Isabel kewalahan menahan Benjamin, ia berusaha mendorong tubuh Ben, tapi terlalu berat.
Tiba-tiba seseorang menarik kerah baju Benjamin, dan membenturkan kepalanya ke tembok hingga Benjamin pingsan.
"Eh, kamu gak apa-apa?" Tanya Rita
Isabel terduduk lemas, baju bagian atasnya robek,
"hhhh.... tidak!" jawabnya masih dengan wajah kaget dan takut
"Baguslah, aku mencari ponsel ku di toilet tapi sepertinya tidak tertinggal di sini" Rita langsung pergi meninggalkan Isabela dan Benjamin yang terkapar pingsan.
Dengan santai Rita menghampiri Daniel yang menunggunya di tempat tadi
"Hei! Kok lama?"
"Aku mencari ponsel ku!"
"ketemu?"
"ternyata tertinggal di toilet jadi aku kembali mengambilnya "
Daniel mencubit pipi istrinya gemas, lalu merangkulnya
"Yuk pulang sudah sore!"
"Sayang banget ya kamu gak menang scooter itu, padahal scooter nya bagus lho!"
"Gak mau ah, bagusan motor roda tiga yang kita punya!"
"Oh iya ya!" Mereka saling merangkul dan pergi meninggalkan keramaian.
Esok harinya, Isabel mengundurkan diri dari posisi sebagai CEO fashion di Lexi Swiss.
"Kamu yakin? Kamu mau ngapain kalau gak kerja di sini?"
"Aku mau membuka toko jahit, papa kan tahu aku menyukai membuat kerajinan dari bahan, aku ingin menekuni bidang itu. Sesuai dengan impian ku"
"Hmm ..baiklah kalau itu keputusan mu! Aku akan membantu mu dengan perlengkapannya!"
"Gak usah pa, uang ku cukup untuk membuka toko sesuai keinginan ku!"
"Baiklah! Kamu bisa datang kapan saja untuk minta bantuan ku"
"Terimakasih papa!"
Isabela meninggalkan kantor Lexi di Swiss dan kembali ke negaranya Spanyol.
__ADS_1
Sementara Daniel dan Rita sibuk mempersiapkan kepindahannya ke Kanada.
_bersambung_