
“Friends kenalin nih, kakak gue, namanya Andi” Rita memperkenalkan Andi kepada teman-temannya
“Halo kak Andi!, saya Kowi, yang ini Andien, yang itu Kiki!
“Halo Kak!!” Kiki dan Andien menyapa sambil tersipu
“Kowi, Kiki, Andien,..bukannya ada satu lagi?” Andi memperhatikan teman-teman Rita satu per satu
“Oh, Lisa, dia gak ikut Kak, katanya jemput kakeknya” Kowi menjawab sambil tersenyum
“Salam kenal yaa...itu banyak makan di meja, makan saja, kakak sudah makan tadi!” Andi menunjuk meja makan yang sudah hampir bersih
“Eh sudah dimakan ya?”
“Sudah kak dari tadi, hehehe..kak Andi dari mana?”
Andi belum menjawab tiba-tiba ada suara dari luar
“Assalamu’alaikum!”
“Wa’alaikummussalam!” jawab seisi rumah kompak
“Wiihh kompak nih, rame amat, Di, nih kunci mobilnya!” Tomi masuk ke rumah dan menyerahkan kunci mobil
“Eh Kak Tomi tadi sama kak Andi?” tanya Rita takjub melihat keakraban Tomi dan Andi
“Iya, tadi Andi minta dianter keliling kota naik mobil!”
“Ho oh..Tadi Tomi yang anterin kakak sekalian ajarin kakak bawa mobil!” terang Andi sambil menerima kunci mobil dari Tomi
“Kak Tomi sering kemari ya?” tanya Kowi menyelidik
“Sering sih engga, cuma beberapa kali!” Tomi duduk di sofa, teman-teman Rita memperhatikannya dengan kagum, baru kali ini mereka betul-betul bisa menikmati wajah tampan Tomi tanda ada halangan.
“Eh Kak Tomi, biasanya suka main sama kak Dewa kan?” tanya Kiki kepo
“Oh, Dewa tadi lagi ada urusan di luar, kita kan punya urusan masing-masing,..btw tadi di sekolah ada acara apa?”
“Upacara, razia dan seminar singkat bahaya narkoba kak!” Rita memberikan air putih hangat
“Ooo..wah air hangat pas banget, makasih Rit!”
Teman-temannya Rita memperhatikan keakraban Rita dan Tomi, pasti sudah ada sesuatu, pikir mereka.
“Oiya Kak Tomi untuk kelas 12 kapan mulai masuk sekolah lagi?” tanya Andien
“Insya Allah minggu depan, seharusnya lusa sudah bisa mulai, tapi tadi ada berita dari sekolah, diundur sampai minggu depan!”
“Wah enak dong liburnya lama!” Kiki merasa iri
“Kelamaan libur juga ga enak, soalnya begitu masuk kita langsung ketemu tes!” jawab Tomi sambil mengambil cemilan kacang
“Kalau Kak Andi masuk sekolahnya kapan?” tanya Kowi penasaran
“Aku sudah lulus, resminya semester lalu!”
“Kog bisa Ndi?” tanya Tomi ikut penasaran
“Gue kan ikut akselerasi, jadi SMU Cuma 2 tahun, kredit semester sudah gue selesaikan semester lalu!”
“Wah enak banget, terus rencana lo mau kuliah di mana?”
“Gue mau rehat dulu ah 1 semester ini, mau mendekatkan diri sama nyokap, Rita, bokap. Sebelum banyak kesibukan kuliah” jawab Andi ikutan mengambil kacang
“Mau ambil kuliah jurusan apa?”
“Gue maunya ambil jurusan seni, tapi gue juga suka masalah hukum. Kakek maunya gue ambil jurusan bisnis, supaya ada ilmunya waktu diserahi bisnisnya!”
“Waaaaa” teman-teman Rita takjub
“Kalau kak Tomi, nanti mau masuk jurusan apa?”
“Kakak mau ambil kuliah pertanian di IPB,pengen jadi petani!”
“Unik ya Kak?” tanya Rita
“Kok unik?”
“Biasanya orang-orang memilih jurusan yang umum, misalnya teknik, ekonomi, TI, hukum, akuntansi”
“Aku mau jadi petani yang modern dong, nanti hasil pertaniannya bukan hanya untuk di konsumsi dalam negeri tapi juga bisa di ekspor. Kakak kagum sama petani-petani di AS, Australia, bagaimana mereka mengolah pertanian secara modern hasilnya juga melimpah!” Tomi menjelaskan dengan mata berbinar
“ Kerrreeen!!!”ucap Andien dan Kiki bersamaan
“Kak Andi di sini berapa lama?” tanya Kowi lagi
“Kenapa Wi? Mau wawancara untuk majalah sekolah?” ledek Kiki
“Kowi jurnalis infotainment sekolah ya?” tanya Andi
“Betul Kak, soal gosip-gosip sekolah, Kowi tahu deh, sumbernya akurat!” Rita memuji Kowi
“Ah bisa aje lo Rit!” Kowi tersipu malu
“Iya kak, jadi di gank kita ini jagoannya Rita, wartawan gosipnya Kowi, sedangkan nara sumber tetapnya Lisa!” Kiki menjelaskan
“Kalau Kiki dan Andien?”
“Kami supporter kak, kadang jadi cheerleader juga, kadang jadi tokoh antagonis juga!” sahut Andien ngasal
“Hahaha...bisa aja nih!! Berarti pelawaknya kamu ya Andien! Andien Kan namanya?” Ujar Andi sambil tertawa
“Betul kak!” diiringi tertawa seluruh teman-temannya.
“Kira-kira ada gosip baru apa di sekolah?” tanya Tomi secara tiba-tiba
“Kalau yang baru sih belum ada kak, tapi kemarin saya dengar, ada yang baru putus, dan heboh banget putusnya!" cerita Kowi
“Siapa Wi?” tanya Rita, Kiki dan Andien bersamaan
“Lo tau ga si Andre sama Ida teman satu kelas kita?”
“Ida gue tahu, Andre gak tau yang mana?” jawab Rita bingung
__ADS_1
“Andre dari kelas 12, kak Tomi mungkin tahu deh, itu yang sok ngartis, padahal Cuma dapat peran 1 scene aja, itupun Cuma lewat naik motor!”
“Ahh..bercanda lo say, Andre yang mirip Tom Cruise itu?” tanya Andien
“Mirip Tom Cruise kalau lo liat pake ujung sedotan!” sahut Kowi kesal
“Hahaha..kog lo nyolot banget sih Wi?” tanya Kiki penasaran
“Gue kesel banget sama dia, Lo tahu kan Ida tadinya duduk sebangku sama gue. Ida bucin banget sama dia. Ida kan anak orang kaya tuh, diporotin sama si Andre, minta macem-macem. Ih gue kesel banget. Gue marahin Idanya, gue samperin tuh Andre, gue maki-maki, eh gue difitnah katanya gue cemburu sama Ida, Najis!!! Cuih!! Cuih!! Kowi bercerita berapi-api
“Tenang Wi,Nih minum!” Kiki memberikan segelas air putih
“Terus?”
“Ya Idanya minta pindah tempat duduk!, Rit, bisa gak lo pukul si Andre, bikin dia bonyok sama kayak tuyul yang waktu itu?” tanya Kowi
Tiba-tiba Tomi tertawa geli sampai keluar air mata, melihat Tomi yang tertawa geli , Rita dan teman-temannya turut tertawa geli
“Kenapa kog lo geli banget Tom?” tanya Andi heran
“Lucu banget, pertama gue baru kali ini menyimak langsung gosip di sekolah. Kedua, masa sih Rita tiba-tiba datang ke Andre terus mukulin sampai bonyok!, kebayang ga bingung dan herannya si Andre? “ jawab Tomi masih tertawa
“Hahahaha..iya benar juga,! Btw Rit, Lo jangan bertindak sejauh itu ya? Kalau kita ga disenggol jangan nyenggol!” Andi mengingatkan
“Iya kakAndi, Rita saja gak kenal Andre itu yang mana, tapi kalau dia macam-macam sama salah satu teman Rita awas saja!” Rita mengepalkan tangannya
“Wah gawat deh kalau Rita sudah turun tangan!”canda Tomi
Disambut tertawa riuh teman-temannya “Hahahaha...”
“Kak Andi, maaf saya Cuma menyampaikan permintaan Lisa, boleh ga kita foto bareng?” tanya Kowi agresif
“Wah..baru kali ini nih, diperlakukan kayak artis, yah boleh saja sih. Sebentar, kakak cuci muka dulu!”
“Deeehhh...Andi..biasa aja dong!!” ledek Tomi
“Permintaan langka, masa harus ngasal, sebentar ya?” Andi berlari ke kamar mandi lalu berganti pakaian.
“Nah sudah, ayo kita foto-foto! Lo juga ikut foto Tom!”
“Iya Nanti, kalian dulu aja, gue yang motoin sini!” Tomi mengambil ponsel Kowi dan mengambil foto Andi dan teman-temannya Rita.
“ Nah Sekarang kita wefie!” Andi membuka ponsel terbaru yang bisa dilipat teman-teman Rita menjadi semakin kagum.
“Sekarang, kak Andi, kak Tomi, foto berdua!”pinta Kowi
Tomi dan Andi berpose bak foto model, Rita dan teman-temannya tertawa geli melihat tingkah mereka berdua.
Setengah hari itu sungguh menyenangkan, Andi yang ramah dan suka bercanda, saling melempar ledekan dan bercandaan dengan Tomi dan Rita. Diam-diam Kiki mengambil foto Tomi yang sedang memperhatikan Rita, kemudian dikirimkan ke ponsel Rita,
“Candid Camera!” captionnya pada foto.
Rita membuka ponselnya dan membaca pesan dari Kiki, ia tersenyum senang dam membalas pesannya
“Thanks a lot, keep it secret oke?” balasnya
Kiki melihat pesannya lalu mengangguk pelan.
Sore harinya mereka pulang ke rumah masing-masing, dalam perjalanan pulang Kiki menerima pesan di ponselnya.
“Oh iya deh Ki, kita balik duluan ya? see you tomorrow!” Kowi dan Andien meninggalkan Kiki yang pergi berlawanan arah dengan mereka.
Setelah Kowi dan Andien tidak terlihat lagi, Kiki melakukan panggilan telepon
“Kak Andre di mana? Aku di depan supermart,iya aku tunggu ya?” ia menutup teleponnya
Beberapa menit kemudian, Andre datang mengendarai motor Yamahal predator.
“Wah motor baru kak?” Kiki mengagumi motor Andre
“Hehehe,.iya nih, kamu mau kemana Ki? Jangan pulang dulu, kita nongkrong dulu yuk?” ajak Andre
“Ayo kak!” Kiki mengambil helm dari tangan Andre dan naik ke motornya
“Pegangan ya Ki!” Agak canggung, Kiki memeluk tubuh Andre dari belakang, motor pun berjalan kencang.
Lima belas menit kemudian mereka tiba di sebuah kafe, sepertinya Andre sudah dikenal oleh orang-orang di sana
“Hei Ndre! “ sapa seseorang sambil menyalami Andre dengan ramah
“Hei bro!! Sudah mau pulang?” balas Andre
“Iya, eh tadi ada yang nyariin.”
“Cewek apa cowok?”
“Cewek dan cowok!”
“Terus lo bilang apa?”
“Yaaa yang sebenarnya, kan lo belum kesini dari kemarin!”
“Oh ya udah, makasih ya?”
“Anytime bro!” ia pergi meninggalkan Andre dan Kiki
“Enaknya duduk di mana Ki? “
“Terserah kak Andre saja, Kiki kan baru kemari.”
“Di atas saja yuk, selain viewnya lebih bagus juga kita bisa ngobrol tanpa diganggu!” ajak Andre
Andre berjalan lebih dulu, Kiki mengikutinya dari belakang , mereka naik ke tangga atas dan mengambil duduk di pojokan.
“Nahh..kalau di atas bisa lesehan Ki, oiya kamu mau pesan apa?” Andre memberika menu kafe kepada Kiki
Kiki membaca menu, harganya lumayan mahal, akhirnya ia memutuskan memesan jus stroberi , sedangkan Andre memesan spageti, french fries dan jus alpukat. Mereka mengobrol dan saling bercerita. Kiki sangat menyukai Andre, selain ramah, supel ia juga merasa Andre menyukai dirinya.
“Eh sudah sore, besok kamu sekolah kan, yuk balik, aku anterin ya”
“iya kak!”
Ketika membayar di kasir
__ADS_1
“Semuanya jadi 250rb!” ujar Kasir
“Oh 250” Andre merogoh kantong celananya
“Eh dompet gue mana ya? “ katanya kebingungan,
“Mba sebentar ya, kayaknya dompet saya ketinggalan di atas deh!”
“Sudah Kak andre, Kiki saja yang bayar!, ga enak sudah banyak yang antri ” Kiki mengeluarkan kartu debitnya dan memberikannya ke kasir.
Selesai membayar, Andre meminta Kiki menunggunya di tempat parkir kafe, tak lama kemudian ia kembali dengan wajah bingung
“Kog ga ada ya?” lalu ia mengambil ponselnya dan menelpon seseorang, Kiki memperhatikannya
“Eh, ini Andre, dompet gue ketinggalan di tempat lo ga?” tanyanya pada lawan bicaranya di telpon
“Gak ada?, ya udah nanti gue ke situ deh nyari!” kemudian ia menutup teleponnya
“Dompet gue ketinggalan Ki, nanti duit Kiki kakak ganti ya, mana belom isi bensin lagi!” keluh Andre
“Ga usah Kak, biar kali ini Kiki saja yang nraktir kapan-kapan kak Andre, ini 20 rb untuk isi bensin!” Kiki memberikan lembaran uang terakhir di dompetnya
“Ah jadi ga enak, 20 ribu ini anggap saja kakak pinjam ya, nanti kakak ganti!” Andre memberikan helm ke Kiki. Ia diantar pulang ke rumah. Walaupun uang ditabungannya berkurang, hati Kiki berbunga-bunga karena sikap Andre yang ramah dan mau menerimanya apa adanya.
Keesokan harinya di sekolah
Pada jam istirahat Rita, Andien,Lisa dan Kiki menunggu bakso di kantin sekolah
“Kowi kemana kog ga kelihatan? Tanya Rita
“Ada rapat redaksi katanya!” Andien mengambil kripik bawang yang tersaji di atas meja
“Lo makan melulu ya Ndien, apa ga takut gemuk?” tanya Kiki
“Gue keturunan kurus Ki, makan sebanyak apapun, paling jarum timbangan Cuma bergeser sedikit , besoknya tu jarum balik lagi!”
“Mungkin ga ada gembel di perut lo?” tanya Lisa
“Bisa jadi!” sahut Rita tertawa geli, diikuti tawa teman-temannya
Tiba-tiba Kowi datang dengan wajah kesal.
“Kenapa Wi? Kog muka lo dilipat 3 gitu?”
“Asli deh gue kesal banget sama Ida!”
“Apa lagi sama Ida?”
“Dia bucin banget sama Andre, lo tahu ga, tadi gue dipanggil walas!
“Bukannya lo ada rapat redaksi?” tanya Rita
“Gak Jadi, gantinya gue dipanggil sama walas, ada Ida juga di situ!”
“Terus?”
“Ida lapor ke walas, kalau gue yang nyebarin, tentang dia sama Andre yang putus, dan tentang gue yang jealous sama dia!”
“Terus lo bilang apa?”
“Ya gue sangkal lah, gue bilang ke walas, gue ceritain tentang si Andre yang tukang ngeretin cewek-cewek. Tujuan gue baik, mau melindungi Ida, eh malah salah paham dia!” Kowi semakin jengkel
“Menurut gue, lo terlalu ikut campur Wi!” sahut Kiki tiba-tiba
“Maksud lo?”
“yaa..Ida ga merasa diplorotin, kog lo yang ribut? Makanya dia ga suka!” Ujar Kiki sambil memasukan mie ayam ke mulutnya
“Menurut lo begitu Ki?” tanya Rita
“Ya iyalah, kan yang merasakan Ida. Bukan Kowi, mungkin buat Kowi cowok itu yang seharusnya bayarin semuanya kan? Itu karena Kowi cantik, ga ada cowok yang nolak bayarin. Tapi untuk cewek kayak Ida, kayak gue, dideketin cowok keren kayak andre itu luar biasa.” Ujar Kiki lagi enteng
“Ahh..ga bisa begitu Ki!, lo gak boleh ngecilin diri lo! membiarkan diri lo dimanfaatin orang! Apalagi ujung-ujungnya karena secara fisik /penampilan kurang. Kan lo sendiri yang bilang Ki, cantik itu relatif! “ balas Kowi
“Itu beda kasus WI!” balas Kiki lagi
Rita ,Andien dan Lisa hanya memperhatikan perdebatan Kowi dan Kiki sambil melahap bakso.
“Di mana bedanya? Kan tadi lo sendiri tadi yang bilang, untuk cewek kayak Ida dideketin orang kayak Andre itu istimewa, sampai memberikan apa saja!”
“Apa saja maksud lo?” tanya Kiki
“Lo gak tahu? Ida ngejual cincin mamanya untuk bayarin cicilan motor Andre!”
“Eh motor yang mana?”
“Motor yang kuning itu!”
“Yamahal?”
“Iya kali!”
“Kog lo tahu Ki?” tanya Lisa heran
“eh..mmmm..kemarin gue lihat Andre naik motor itu!”
“Wi, lo tahu Ida jual cincin nyokap dari mana?”
“Tadi gue dengerin dari luar kantor walas, setelah urusan sama gue selesai, nyokapnya Ida datang, dia marahin Ida di depan walas. Ida itu keras kepala, dibilangin salah tetap saja gak mau ngaku salah!”
“Tapi Idanya sudah putus sama Andre?”
“Andrenya mutusin, Idanya gak mau!”
“Yaa Ampunn..bucin banget!!”
“Ida diguna-guna kali!” ujar Andien ngasal
“Hush!! Jangan fitnah kalau gak tau!” ujar Kiki
Rita dan Lisa memperhatikan tingkah Kiki.
“Terus Ida gimana dong?”
__ADS_1
“Ya gak tahu, waktu gue pergi dia lagi nangis. Gue kasihan, tapi dia begitu banget sama gue!” ujar Kowi kesal sambil menggigit kerupuk .