Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 191: Rahasia Reza dan Kepergiannya


__ADS_3

Malam hari di apartemen baru Mario dan Reza


“Maaf ya dok! Kamar kita belum kering catnya, mungkin 2 hari lagi baru bisa kita gunakan!”


“Gak pa-pa O, Rita membelikan ku sofa empuk ini, dia bilang rasanya seperti tidur di ranjang”


“Cuma 1? Ai tidur di mana?” Mario bingung


“Kamu mau sharing tempat tidur ?”


“gak usah deh! Ai di bawah saja, takut tertusuk pedang!” canda Mario


Mario menggelar karpet dan tidur di lantai, sedangkan Reza tidur di sofa bed.


“Ah..hari ini Aku bahagia sekali O!”


“Ya?”


“Makan malam bersama anak, menantu, cucu serta sahabat! Seperti mimpi jadi kenyataan!”


“Biasanya dokter sendirian ya?”


“Panggil aku Om Reza saja, atau ayah juga boleh! Kamu sudah aku anggap anak sendiri!”


“Baiklah Ayah!” Mario tersenyum senang


“Setelah istri ku pergi, rumah yang tadinya ramai kini jadi sepiii sekali. Aku jadi ingat lagu dangdut : masak..masak sendiri...makan..makan...sendiri...tidur pun sendiri....idola para istriii...”


“Yang terakhir liriknya salah Yah!” Mario geli mendengar nyanyian dr.Reza


“Oh ya? ayah selalu mendengar Rita nyanyinya begitu kalau lagi masak di dapur”


“Ritong itu memang cantik, pintar masak kekurangannya satu dia gak bisa nyanyi. Kalau nyanyi fals, out of tone udah gitu gak hapal lirik”


Sementara di lantai atas, Rita terus bersin-bersin


“Hatchi!!..hatchi!..hatchi!!!”


“Kamu flu Yang?” tanya Daniel sambil memberikan tissue


“Ada yang ngomongin aku nih! Hatchi!!!”


Kembali ke apartemen Mario


“Hahaha..begitu ya, pantas di rapotnya Cuma pelajaran seni suara nilainya jelek, bahkan wali kelasnya bilang ke ayah supaya tidak membiarkan Rita bernyanyi di alam terbuka!”


“Hahahaha....bisa saja si ayah!”


“O, kamu tahu gak. Tentang kita berdua ini sebenarnya sudah di set Rita sudah lamaaa banget!”


“Maksud ayah?”


“Kamu ingat gak pertemuan kita pertama kali?”


“Ai ingat!, Ayah kan ngobatin Ai yang selalu dibully, gratis lagi gak bayar”


Beberapa tahun yang lalu


“Rita!..kamu mau ngapain?” teriak Andi , ia mengikutinya dari belakang


“Kak Andi gak usah berisik kalau mau ikut” Rita berlari ke suatu gang, di situ ia melihat seorang anak lelaki di keroyok oleh empat orang . Anak itu hanya berjongkok dan melindungi kepala dan badannya. Tanpa pikir panjang, Rita menyerang ke empat orang itu, dan ia melakukan hal yang sama pada keempat orang itu.


“Sakit gak digituin???’” teriak Rita marah


“Ampun..ampun!!!” mereka berteriak kesakitan, salah seorang berusaha menangkap kaki Rita yang menendangnya, tapi justru kaki kirinya mendarat di wajahnya. Satu orang lagi mengambil balok kayu dan akan dipukulkan ke kepala Rita, tapi dengan sigap ia menangkap balok tersebut dan memukulkannya ke tangannya. Yang dua lagi merinding ketakutan melihat dua temannya semaput,


“hei kalian! Dengarkan!..terutama kalian berdua! Mulai sekarang jangan lagi membully orang ini! Kalau berani gue bikin cacat seumur hidup lo!”


“Gue bilangin emak gue lho!”


“Bilangin emak lo!, gue bikin cacat juga karena sudah ngelahirin anak sampah kayak Lo!”


Mereka kaget mendengar kata-kata Rita yang kelihatan sungguh-sungguh, akhirnya mereka pergi sambil kesakitan


“Heh! Bilangin gue, kalau mereka macam-macam lagi sama Lo.. gue tau tuh rumah mereka!” Rita sengaja memperbesar volume suaranya ke Mario agar para pembully mendengarnya


“Kamu gak apa-apa?” Andi membantu Mario bangun


“Kak, kita bawa ke ayah untuk diobati”


“Gak usah!” Mario menolak, ia merasa gengsi ditolong oleh seorang cewek


“Kalau gak mau, gue suruh komplotan tadi mukulin lo lagi!” ancam Rita, akhirnya Mario mengikuti kehendak Rita. Mereka masuk ke rumah Saye yang ternyata tetangga depan rumahnya


“Ayah!!” panggil Rita


“Ada apa?”


“Ada teman Rita luka-luka!”


“Kenapa?”


“Digebukin anak kampung sini”


“Suruh pulang saja!”


“Kasihan Yah, nanti dia dimarahi papanya”


“Biarin, siapa suruh berantem”


“Dia gak berantem Yah, tapi dipukuli. Tuh saksinya kak Andi”


“Benar Yah!, tapi tadi Rita sudah bikin mereka kapok!”


“Kamu apain mereka?” tanya Reza panik


“Yaa..pukul ya tendang, pokoknya yang mereka lakukan sama dia deh!”


“Waduuhh bakal rame nih! Sebentar lagi polisi bakal datang!” Reza panik


“Gak usah khawatir yah! Andi sudah menelpon tim kakek, mereka sudah siap-siap di polsek setempat kalau ada yang mempermasalahkan ini”


“Eh...ada tim kayak gitu?”


“Sebenarnya mereka pengawal dari kakek yang menjaga Andi dan Rita di sini. Tapi Andi minta mereka melakukan itu. Biasanya kakek tidak akan menolak permintaan Andi”


“Oh begitu, syukur deh. Sekarang mana anaknya?”

__ADS_1


“Di depan Yah, percaya deh kalau ayah baik sama anak ini, suatu hari nanti Ayah akan sangat bergantung padanya!” ujar Rita


Sejak saat itu, aku selalu mengingat kata-kata Rita tentang kamu, gak nyangka ternyata yang ia maksud itu ya hari ini!” ujar Reza


“Rita itu seperti peramal Yah?”


“Entahlah, ayah gak percaya ramalan. Tapi katanya tentang kamu itu, dia bermimpi ada anak yang digebuki sekitar rumah, jadi besok paginya dia langsung mencarinya”


“Oo begitu, sejak Ai mengenalnya, hidup Ai sedikit lebih baik, selain pembully gak pada berani nyentuh Ai. Ai juga punya teman main. Tapi gak lama, dia pindah gak bilang-bilang lagi”


“Maaf ya O, itu karena kakek Sugi berniat mengambil Rita dari Ayah, jadi Ayah harus membawanya lebih dulu. Dia sangat khawatir sama kamu O, aku berhasil meyakinkannya. Kamu akan baik-baik saja..ternyata perkiraanku benar kan?”


“Awalnya Ai sangat kehilangan tetapi bermain dengannya selama ini menarik keberanian dalam diri Ai. Ritong saja yang cewek berani, masa aku enggak! Dan Ai terus berdoa semoga dipertemukan lagi dengan Ritong..Alhamdulillah...doa Ai terkabul, meskipun akhirnya dia dimiliki orang lain!” Suara Mario menyiratkan kekecewaan


“Ayah lega, Rita sudah menemukan orang yang akan menjaganya selama ini dia yang selalu menjaga orang lain”


“Memang!, oh iya Yah, maaf mau tanya yang agak pribadi!”


“Apa tuh?”


“Apa betul Ayah bukan ayah biologisnya Ritong?”


Reza sempat kaget,


“kamu tahu dari Rita?”


“Enggak! Dari Anding...dia bilang...akhirnya Rita benar-benar jadi adiknya seutuhnya! Ai gak ngerti maksud ucapannya!"


“Ada cerita yang sedikit menyimpang dari kenyataan O, Ayah akan menceritakan ke kamu saja!”


“Oh ya?” Mario bangun dia begitu bersemangat mendengar cerita rahasia, Reza juga ikutan duduk di sofa


“Sebentar Yah, Aku siapin air minum dulu supaya gak terpotong ceritanya di tengah jalan” Mario segera ke kulkas dan mengambil beberapa botol air mineral


“Oke Yah, siipp...silakan cerita!”


“Sebenarnya, Tante Ratna itu pacar Ayah, jauh sebelum ia bertemu dengan Eka, papanya Andi dan Rita. Kami sudah dekat sejak SMP, padahal Eka itu tetanggaan sama Ratna. Karena Eka pemalu jadi dia hanya memperhatikan Ratna dari jauh. Ayah mendapat beasiswa dari kakek Darmawan, itu atas prakarsa Eka. Sejak saat itu, Ayah melihat kedekatan Ratna dan Eka. Ayah tahu status sosial ayah jauh di bawah Ratna, walau ayah tahu Ratna tidak memandang hal tersebut, tapi rasa minder di hati itu ada. Akhirnya Ayah merelakan Ratna bersama Eka. “


“tapi menurut Andi, papa Eka membiarkan tante Ratna jadian sama Ayah supaya gak penasaran”


“Dia bilang begitu? Ah Eka dia bilang begitu karena gak mau dibilang merebut pacar orang.”


“ooo begitu, lalu tante Ratna gimana?”


“aku memutuskan untuk menjauh darinya, aku bilang aku naksir perempuan lain. Dia marah lalu langsung pergi ke Paris dan Eka menyusulnya..akhirnya mereka menikah”


“Ayah sedih gak?”


“Sedih sekali...waktu itu ayah pikir, setelah jadi dokter dan kerja di RS ayah akan punya kepercayaan diri untuk melamar Ratna ke kakek Sugiyono..ternyata keduluan.”


“Terus Yah?”


“Jelang setahun pernikahan mereka, Eka jatuh sakit, jantungnya mengalami kebocoran. Tahun-tahun itu belum ada teknologi pergantian ring seperti sekarang. Ketika ia sekarat, ia memintaku menikahi Ratna. Ia merasa bersalah sudah mengambil Ratna dariku”


“Tante Ratna setuju?”


“Awalnya dia tidak mau, dia bilang akan terus menjanda. Tapi Eka menangis, ia bilang ia berbohong padanya kalau Aku punya perempuan lain itu ia lakukan supaya Ratna jatuh kepelukannya”


“Tante Ratna percaya?”


“OMG...Tante...” Mario terkagum-kagum


“Tak lama, Andi yang masih bayi sakit-sakitan, ternyata penyakit ayahnya menurun ke dirinya. Aku menjaga Andi selama dia sakit, agaknya itu yang membuat Ratna meluruh, akhirnya ia setuju menikah dengan ku. Beberapa bulan kemudian Eka meninggal waktu itu Andi berumur 13 bulan, Ratna sangat terpukul. Aku menghiburnya, menemaninya. Setelah masa iddah Ratna selesai kami pun menikah. Seminggu setelah kami menikah, aku baru tahu Ratna telah hamil 3 bulan. Aku menyembunyikan usia kehamilan Ratna, karena aku hanya ingin bayi itu lahir sebagai anakku. Rita lahir 6 bulan kurang, aku bilang ke keluarganya kalau Rita lahir prematur.”


“Ayah banyak berbohong ya? tapi yah kalau masa iddah perempuan yang hamil itu bukannya habis melahirkan?”


“Seharusnya begitu, tetapi waktu itu hormon Ratna tidak menentu, waktu masih gadis dia bahkan tidak haid selama beberapa bulan. Jadi ketika Eka meninggal kami pikir itu karena pikirannya yang bersedih dan mempengaruhi hormonnya sehingga ia tidak haid selama beberapa bulan, padahal ia telah hamil”


“Jadi dari awal Ayah tahu Rita itu bukan darah daging Ayah?”


“Iya,..ketika lahir Rita itu kecil sekali beratnya hanya 2400 gram, tapi genggaman tangannya kuat” Reza tersenyum mengingat masa itu


“Lebih lucu mana Yah? Ranna atau Rita ketika bayi?”


“Rita lebih lucu! Ayah tidak bisa melepaskan pandangan Ayah kepadanya.”


“Senang ya Yah?”


“Iya, tapi Rita juga seperti Andi, dia memiliki jantung yang lemah. Hampir saja ia meninggal, tapi Ayah berhasil menemukan pendonor jantung”


“Katanya bayi pendonor itu anak ayah dari pernikahan siri?”


“Ibu bayi pendonor itu berasal dari keluarga miskin, dia sering ikut uji coba obat-obatan di RS dan produsen obat.”


“Oh ya? aku baru dengar tentang ini”


“Ayah membaca riwayat hidupnya, dia bilang bapak anak ini sudah meninggal, dan dia gak sanggup mengasuh anak ini, apalagi dokter kandungannya bilang kalau anak itu lahir, ia akan mengalami cacat karena obat-obatan percobaan yang dikonsumsi ibunya. Ayah melakukan test pada jantung bayi itu, jantung dan liver anak itu istimewa. Tanpa pikir panjang, ayah bersedia menikahinya dan menanggung biaya hidup perempuan itu. Keluarga perempuan itu tidak tahu menahu tentang kehamilan anak mereka. Perjanjiannya, setelah anak itu lahir, aku yang akan mengasuhnya dan sang ibu menyetujuinya.”


“Mirip sinetron ya? tante Ratna gak tahu Yah?”


“Enggak, tapi kakek Sugi tahu, Ayah sempat diinterogasi di kantornya. Lalu ayah menceritakan hal yang sebenarnya, tentang perempuan itu dan anaknya. Aku tidak mau kehilangan Rita, tubuhnya semakin menderita, karena livernya mulai rusak. Hatiku hancur melihat perkembangannya. Akhirnya kakek Sugi mengabulkan permintaanku, setelah anak siriku lahir bahkan ia yang membiayai transplantasi jantung dan liver anak itu ke Rita”


“Tapi Yah, kasihan dong anak itu?”


“Ketika anak itu lahir, otaknya sudah tidak berfungsi O, tetapi jantung dan livernya sangat sehat. Setelah transplantasi jantung dan hati, Rita berangsur-angsur sembuh.”


“Bagaimana dengan anak itu?”


“Anak itu meninggal menyusul ibunya yang telah meninggal lebih dulu”


“Oh ya? kenapa?”


“Terjadi komplikasi ketika proses kelahiran akhirnya meninggal”


“Keluarganya?”


“Keluarganya sangat miskin, kakek Sugiyono memberikan uang yang cukup banyak kepada mereka sebagai tanda berbelasungkawa”


“Apa mungkin kekuatan Rita itu berasal dari jantung dan livernya karena obat-obatan hasil percobaan?” tanya Mario


“Entahlah, aku sudah sangat senang Rita membaik, bahkan menjadi anak yang lincah dan menggemaskan”


“Kenapa ayah dan tante Ratna berpisah? Andi bilang karena dipaksa kakek Sugi?”


“Aku melewati masa-masa sulit sebagai menantu keluarga Sugiyono. Mereka memandang mertuaku, aku dituntut macam-macam. Aku gagal dalam ujian spesialis jantung untuk kesekian kalinya, aku kesal sekali. Mereka menatapku dengan pandangan mengejek, kalau bukan karena mertuaku, aku gak akan bisa bekerja di rumah sakit. Awalnya aku mengabaikan hal itu, lama kelamaan rumor itu membuatku percaya. Aku jatuh ke lembah perjudian, main perempuan, mabuk-mabukan”


“Ayah main perempuan?”

__ADS_1


“Bukan main perempuan seperti berhubungan intim, tetapi bermain judi dengan banyak perempuan hingga hutangku menumpuk. Aku berjanji akan membayarnya dengan gajiku. Para perempuan centil itu menolak, mereka hanya ingin tidur denganku, maka hutangku lunas”


“Kok mereka mau begitu?”


“Aku ini terkenal dokter yang sangat tampan! Masa kamu gak melihatnya?” ujar Reza percaya diri


“Iya sih, narsis pula, lalu kenapa Ayah menolaknya? Apa karena kesetiaan dengan tante Ratna?”


“Bukan karena setia saja, tetapi hubungan S*X bebas itu banyak penyakitnya, gonorhea, jamur, yang terparah HIV-AIDS. Aku gak mau tubuhku ternoda dengan penyakit jorok seperti itu“


“Lalu Yah?”


“Mereka tahu aku menantu Sugiyono mantan mafia jadi mereka menagih ke kakek Sugi beserta bunganya”


“Apa yang dilakukan kakek?”


“Setelah melunasi hutangku, Ia memukuliku melalui pengawalnya. Rita datang menyelamatkanku, bahkan ia melukai pengawal yang memukuliku”


“Oh ya? wah ternyata Ritong dari dulu pendekar ya?”


“Saat itu pak Sugiyono sangat marah padanya, justru ia membalasnya dengan kemarahan lagi, ia berteriak kencang sampai memecahkan semua benda berkaca di situ”


“Serius Yah?”


“Serius!, kakek Sugi juga terkaget-kaget. Ia sempat membawa Rita untuk dicek fisiknya, tetapi semua normal. Tidak ada yang tahu dari mana kekuatan supernya berasal”


“Lalu Yah?”


“Aku diminta menceraikan Ratna, dia akan menutupi kebobrokanku asal aku menceraikannya.”


“Kakek Sugi tahu kan Rita itu anaknya Eka? Kenapa ia membiarkan Ayah membawanya?”


“Menurutku kakek Sugi sadar, hanya aku yang bisa mengendalikan kemarahan Rita. Jadi ia membiarkanku membawa Rita pergi tapi beliau tetap memantaunya”


“Ayah, aku dengar ayah langsung setuju dengan Daniel? kenapa? Ayah kan belum mengenalnya?”


“Ayah beritahu suatu rahasia! Bahkan Rita sendiri tidak mengetahuinya”


“Rahasia lagi??? Waahhhh....Ai bisa mabuk rahasia nih?” Mario sangat senang mendengar banyak rahasia


“Sebenarnya ketika di London, Daniel mengungkapkan maksudnya memperistri Rita. Andi menyalakan alarm pada kedua kakek. Para kakek mengirim mata-matanya untuk mengawasi Daniel tanpa ia ketahui. Mereka tahu Daniel itu mantan pengawal dan interpol yang terlatih, jadi mereka mengawasinya. Seperti apa Daniel, apa dia bermain perempuan, atau lelaki. Bahkan mereka mengujinya dengan PSK muda seumuran Rita. Tapi Daniel tidak memedulikan mereka, dia justru mengejar Rita. Andi melaporkannya padaku dan para kakek”


“Jadi mata-matanya itu Anding ya?”


“Itu untuk melindungi Rita, Andi sangat sayang padanya.”


“Memang! Ai bersyukur mereka kakak-adik kandung, kalau enggak dia sudah ngejar Rita kemana-mana kali”


“Iya..Rita berkali-kali menyelamatkannya, Andi merasa banyak berhutang budi padanya”


“Dikeluarga ini banyak menyebut si budi ya?” canda Mario


“O!..kamu harus berjanji ya sama Ayah akan menjaga Rita”


“Insya Allah Yah!”


“Huuaaahh...Ayah sudah ngantuk nih, tidur ah!”


“Selamat tidur yah!” Mario mematikan lampu dan tertidur


Di apartemen atas, Daniel dan Rita beraktivitas seperti biasa. Kira-kira pukul satu dinihari Rita terbangun dan mandi wajib. Setelah keluar dari kamar mandi dan berpakaian, ia masih memakai handuk di kepalanya. Ia melihat seseorang duduk di sofa. Ia menyalakan lampu


“Ayah? Kok malam-malam?” tanyanya heran


“Kalian sudah selesai?” tanya Reza sebal


“sudah!” Rita menjawabnya dengan malu


“Daniel itu, sudah dibilangin jangan berhubungan dulu, eh masih saja!” keluh Reza


“pelan-pelan kok Yah,..hehehe...” Rita tertawa malu


“Kamu harus jaga kesehatan ya? nanti anakmu yang kedua itu laki-laki, mungkin kamu akan lebih repot menjaganya daripada Ranna”


“Kok ayah tahu? Padahal janinnya saja masih belum berbentuk”


“Tentu dong ayah tahu, ayah kan dokter!”


“Iya ya?”


“Rita, maafin ayah ya? kalau selama ini tidak mengurusmu dengan baik. Tapi ayah bangga kamu bisa berhasil, jadi juragan roti, istri dan ibu yang baik. Ayah lega sudah menyelesaikan tugas ayah.”


“Ayah..ayah gak berniat kembali sama mama?”


Reza menggeleng


“Masa ayah dan mama mu sudah lewat Rita, kami sudah menjadi saudara. Aku menyayangi mamamu bukan lagi seperti istri tetapi lebih kepada kakak pada adiknya. Ayah sangat bangga padanya. Ayah pikir, Eka juga akan bangga pada kalian. Sudah ya Rit, ayah pergi dulu” Reza memeluk Rita dengan erat dan mencium rambut Rita.


“Anak ayah!!!”ujarnya, lalu ia keluar dari pintu. Rita mengantarnya keluar dari apartemen.


Pagi harinya, suara pintu diketuk dari luar


“tok..tok..tok...”


Daniel melompat dari tempat tidur karena kaget, ia segera berlari membuka pintu, Mario di luar pintu dengan mata merah


“Ayah...Niel!!!” ujarnya panik


“Kenapa Ayah?” tanya Daniel, ia segera mengambil celana panjangnya dan berlari ke apartemen di lantai bawah. Ia melihat dr.Reza sudah terbujur kaku di atas sofa, wajahnya terlihat tenang dan tersenyum. Ia meninggal saat tertidur.


“Ayahhh...” Rita datang menghampiri jenasah ayahnya yang telah kaku, ia memeluknya sambil menangis.


Mario menghubungi Andi dan Ratna. Daniel membawa Reza ke rumah sakit untuk memastikan kondisinya, setelah yakin Reza sudah meninggal. Atas kesepakatan keluarga Reza akan dimakamkan di tempat kelahirannya, Sukabumi.


Kakek Sugiyono membawa jenazah Reza dan keluarga di Singapura dengan pesawat herkules miliknya. Jenazah tiba saat siang hari, setelah di sholatkan di mesjid langsung dikuburkan di pemakaman umum. Saye yang sedang hamil besar terlihat begitu terpukul dengan dengan kepergian kakak lelaki kesayangannya. Ia terus menerus menangis di pundak Ratna. Malam harinya mereka mengadakan pengajian di rumah Saye, pengajian itu dihadiri Mario, Kakek Darmawan, Kakek Sugiyono, Om Radian, Andi, Daniel, Metha bahkan Dewa dan Indra yang mengenal baik dr, Reza datang ke pengajian. Begitu pula dengan para mantan istri Reza. Rita menyibukkan diri di dapur, ia sangat terpukul dengan kepergian ayahnya. Daniel menemaninya di kamar, ia terus memeluk Rita agar menumpahkan kesedihannya.


“Sudah ya Sayang, Ayah sudah tenang di sana” Bisik Daniel sambil menciumi kening Rita, ia juga tidak bisa menahan haru.


“Ayah datang malam-malam, beliau pamit ke Rita. Dia bilang mau pergi” Rita kembali menangis


Daniel mengangguk memeluknya lagi.


“Oeeee” Ranna menangis, ia merasakan kesedihan orang tuanya


“Ranna...Aki sudah pergi...Ranna jadi anak sholeha ya??” ujar Rita menenangkan anaknya


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2