
Andi dan Rita melihat Rendy dikawal oleh security, Ia menundukkan kepalanya
“Maaf pak kenapa dia ditangkap?” tanya Rita menghalangi jalan security
“Dia tersangka yang membakar kamar no.900” jawab salah satu security
“Bukan Aku Rit!, sungguh, tiba-tiba aku tersadar sudah berada di kamar itu! Percayalah!” teriak Rendy panik, security membawanya ke kantor security. Rita segera menghubungi Daniel untuk memberitahukan hal tersebut. Tetapi Daniel terlalu lelah untuk menerima telepon, ia tertidur sangat lelap di kamarnya. Akhirnya Rita menghubungi Edward. Beberapa menit kemudian Edward dan Simon datang ke TKP.
“Jadi Rendy yang membakar kamar ini?” tanya Edward
“Sebaiknya cek CCTV sebelum kejadian” usul Andi.
Mereka ke kantor security, di situ Rendy meringkuk di kamar sel. Ia seperti orang stress. Mulutnya selalu bergumam
“Bukan aku yang melakukannya!”
Rita sangat trenyuh melihat keadaan Rendy, bagaimanapun juga Rendy pernah menolongnya saat pingsan dulu.
“Sebelumnya aku juga melihat ia berjalan seperti orang tertidur” cerita Andi
“Kapan itu?”
“Hmm..kira-kira pukul 9 malam, aku baru saja keluar dari kamar mamaku!” jawab Andi
Mereka memeriksa CCTV sekitar pukul 7 sampai saat kejadian.
“Kemarin dia juga bertingkah aneh, ia memakai gaun wanita di lantai atas” ujar Rita
Simon dan Edward memperhatikan tingkah laku Rendy di CCTV, kemudian Simon menyuruh security melepaskkan Rendy.
“Aku ingin Rendy di bawa ke rumah sakit” ujar Simon
“Aku tidak sakit!” teriak Rendy
“Rendy tenanglah!” ujar Rita menenangkan, Tiba-tiba Rendy memeluknya
“Sungguh Aku tidak melakukannya Rita, kamu harus percaya!” dekapan Rendy semakin erat, Andi dan Edward membantu Rita melepaskan diri dari Rendy
“Untuk kebaikanmu, sebaiknya kamu istirahat di rumah sakit ya? Aku akan menjenguk mu besok!” ujar Rita dengan suara lembut. Kelembutan dan ketulusan hati Rita menenangkan Rendy, akhirnya ia pasrah dibawa ke rumah sakit.
“Ada apa sebenarnya di lantai atas?” tanya Andi
“Sebaiknya kita tidak usah cari tahu, kami memang menutup lantai atas, aku heran bagaimana lantai itu bisa kembali di tempati?” ujar Simon bingung
“Mungkin Anda bisa menanyakan pada resepsionis yang memindahkan Rendy? Sebelumnya lantai itu kosong bukan?” tanya Andi
“Sebenarnya kamar nomor 901 s.d 905 tetap dibuka untuk cadangan tamu yang membludak. Tetapi beberapa tamu langsung pindah ke hotel lain . Mereka seperti ketakutan” ujar Simon
“Apa pak Charles tidak pernah mendengar tentang kamar nomor 900 ini? Beliau kan menjadikan kastil ini sebagai hotel?” tanya Rita
“Entahlah, aku tidak pernah mengerti pikiran bisnis pamanku” jawab Edward, ia kelihatan sudah mengantuk
“Maaf ya Eddy, aku mengganggu istirahatmu!” ujar Rita menyesal
“ Aku yang salah, seharusnya aku mengecek lagi” ujar Simon
“Oiya, Daniel kemana? Katanya ia mendapat tugas menggantikan Anda?” tanya Rita
“Betul, ia bertugas sangat baik, acara berlangsung lancar. Banyak wanita di acara itu jatuh cinta padanya. Aku diminta terus membuatnya bertugas” jawab Simon
“oh ya? bagaimana sikap Daniel?” tanya Rita penasaran
“Ya seperti biasa, tetap ramah. Aku pikir ia tidak memperhatikan wanita lain kecuali tugasnya” ujar Simon lagi
“Baiklah Rita, aku harus pergi!” pamit Edward
“Terima kasih Eddy!” Rita dan Andi mengucapkan terima kasih pada Edward dan Simon.
Setelah mereka pergi, Andi mendekati Rita
“Rit, penasaran sama isi kamar no.900?”
“hmm...kenapa kak?”
“enggak sih, menurut gue Rendy kesurupan hantu di kamar itu!”
“Harus dicari tahu dulu kak, benar gak dia kesurupan, atau dia saja yang minta diperhatiin”
“Kalau begitu dia sukses , tujuannya tercapai bisa diperhatiin banyak orang”
Andi kembali ke kamarnya, sedangkan Rita, ia menjadi penasaran dengan kamar tersebut, awalnya ia ingin melihat isi kamar itu, tetapi ia urungkan niatnya, tiba-tiba ia ingat belum sholat isya. Akhirnya ia kembali ke kamarnya. Tanpa diketahui Rita dan Andi, sesosok perempuan memperhatikan mereka, ketika malam telah larut dan sepi, sesosok itu berniat masuk ke kamar Rita, tetapi tiba-tiba ia merasakan hawa panas keluar dari kamar Rita, rupanya pada saat itu Rita sedang tilawah al-qur’an di dalam kamarnya. Sosok itu ketakutan dan kembali ke kamarnya.
Esok paginya, Daniel bertemu Rita, Ratna dan Andi di ruang makan. Ia menyapa mama Ratna
“Apa kabar bu?” sapanya ramah
“Alhamdulillah baik, Daniel!, Kamu terlihat sangat segar pagi ini?” tanya Ratna
__ADS_1
Rita yang baru saja datang, ia membawa 4 gelas jus jeruk untuk mereka berempat, ia menyediakannya untuk Daniel
“Terima kasih!” ujar Daniel tersenyum
“Tadi malam pasti kamu terlelap tidur sampai tidak menjawab ponsel mu!” ujar Rita
“Huh?” Daniel mengambil ponselnya dari kantong jasnya
“Ah iya, acara selesai pukul 11 malam, aku tiba di hotel jam 12, aku langsung tertidur. Aku baru terbangun pukul 6 pagi ini!” ujar Daniel
Waiter datang membawa sarapan untuk mereka berempat
“Jadi kamu gak tahu ya kamar no.900 terbakar?” tanya Rita sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.
“Gak tahu!, apa ada korban? Apa pelakunya tertangkap?”tanyanya yang memulai dengan memakan salad buah
“Pelakunya Rendy,sepertinya dia kesurupan hantu di kamar itu!” ujar Andi tiba-tiba menyambung percakapan
“Oh ya? sekarang dia di mana? Apa dia dibawa ke polisi?” tanya Daniel
“Pak Simon membawanya ke rumah sakit untuk berisitirahat di sana” jawab Rita
“Benar kah? Sewaktu aku kemari aku melihatnya berlari ke arah sini!”
“Hah?” ujar Rita dan Andi bersamaan. Mereka berdua bangkit dari kursi mereka dan langsung berlari ke lantai 900. Daniel yang melihat reaksi aneh mereka mengikuti dari belakang. Andi menelpon Simon untuk mengabarkan tentang Rendy yang kembali ke kamar itu. Dengan segera Simon pergi ke kastil untuk melihat keadaan. Mereka bertemu di lantai 9. Sebelumnya Rita menyiapkan air putih yang ia bacakan ayat al qur’an, air tersebut ia taruh dalam botol air mineral. Ia mempelajari rukiyah dari pamannya Tommy sewaktu SMP dulu.
Ketika Rita CS sampai di kamar no.900, ia melihat Rendy telah berpakaian seperti wanita bangsawan zaman dahulu. Ia terduduk di bawah, memegang kayu tempat tidur. Lalu ia mulai bernyanyi dan meracau. Suara yang keluar bukan suara Rendy tetapi suara wanita. Rendy yang dirasuki wanita tiba-tiba marah pada Daniel dan Rita, sepertinya ia melihat aura cinta dari keduanya. Tiba-tiba ia menyerang Daniel, tetapi dicegah oleh Simon dan salah satu security, mereka memegangi tubuh Rendy. Simon berbicara pada wanita itu
“Anda siapa? Kenapa merasuki tubuh yang tidak bersalah ini?” tanya Simon
“Tubuh ini bersedih, ia kesepian sepertiku. Cintanya ditolak oleh wanita itu!” Rendy menunjuk Rita
“Tapi Rendy, kamu yang menolaknya lebih dulu!” balas Andi, tiba-tiba mata Rendy terbelalak,
“Ia menyesal menolaknya, tapi wanita itu tidak mau menerimanya!” ujar wanita dalam tubuh Rendy lagi
“Urusannya sama kamu apa?” tanya Andi kesal
“Orang ini senasib denganku. Aku ditolak Peter, padahal aku sungguh mencintainya. Aku memang pernah menolaknya, aku gak nyangka Peter menikahi adikku Louis! Aku patah hati!” ujar wanita itu
“Yaa salah kamu sendiri!” ujar Andi lagi. Wanita itu mengamuk, empat orang lelaki menahannya.
“Minumkan ini!” ujar Rita, Rendy dibaringkan di lantai, tangan dan kakinya ditahan oleh Simon, Andi, Daniel dan security. Rita memencet hidung Rendy untuk membuka mulutnya agar air itu bisa diminum oleh Rendy. Beberapa saat kemudian, Rendy menjadi tenang. Wajahnya yang semula pucat kembali seperti biasa.
“Bisa kita lepaskan sekarang?” tanya Simon
“Panas-panas, hentikan! Maafkan aku! Aku yang salah!” teriak Rendy masih dalam suara perempuan
Rita tidak mengindahkan ucapan wanita itu, ia terus membacakan ayat kursi tanpa henti. Hingga akhirnya ia mencium bau yang terbakar. Ia menyelesaikan bacaannya. Kemudian ia memberikan air minum kepada Rendy.
“Sudah selesai, seharusnya ia sudah tidak ada lagi!” ujar Rita. Simon CS melepaskan pegangannya. Rendy tersadar
“Aku dimana? Seingatku aku masih di rumah sakit? Aku mendengar suara memanggilku kesini”
“Sudahlah Rendy, kamu sudah tidak apa-apa!” jawab Rita menenangkan.
Rendy bangkit dari lantai, ia membuka pakaian wanita yang ia kenakan.
“Maaf bisa tinggalkan aku berdua dengan pak Simon?” tanya Rendy
Simon sempat ketakutan, ia memberi tanda pada Daniel supaya tidak pergi, Rita CS meninggalkan mereka berdua di kamar.
“Pak Simon, samar-samar aku mengingat apa yang sudah aku lakukan di sini. Maaf, sepertinya aku harus pergi sejauh mungkin dari sini, maaf aku tidak bisa menghadiri resepsi pernikahan pak Charles. Sampaikan selamat dan terima kasih atas jamuannya”
“Baiklah akan saya sampaikan!” jawab Simon
Mereka berdua meninggalkan kamar tersebut, Simon segera mengunci kamar itu
Mereka berkumpul di ruang makan tamu VIP, Simon menjamu Rita CS sebagai ucapan terima kasih
“Terima kasih Rita, aku gak tahu kamu punya kemampuan mengusir hantu?” tanya Simon lega
“Sebenarnya dulu waktu SMP aku pernah kerasukan, seorang kyai membantuku untuk kembali”
“Sebenarnya kerasukan itu apa?” tanya Daniel, ia seperti tidak percaya apa yang baru saja ia lihat
“Kamu pernah mendengar kalau tubuh kita itu seperti rumah atau cangkang kan?”
“Iya pernah!”
“Ketika orang sedang banyak pikiran,atau bersedih, biasanya pikirannya tidak berada di tempat. Bisa kita bilang kesadarannya hilang, pada saat itulah roh atau iblis jahat menempati tubuh kita.” Ujar Rita menjelaskan
“Jadi harus dibacakan yang kamu baca tadi?” tanya Daniel, Rita mengangguk. Ayat ini sering digunakan untuk mengusir iblis, karena arti ayat ini meng Agungkan kekuasaan Tuhan, dan Iblis takut karenanya”
“Oo begitu, kalau air yang sebelumnya kamu berikan?” tanya Daniel lagi
“Itu juga telah dibacakan ayat tadi, disebut dengan rukiyah. Untuk menenangkan dengan media air”
__ADS_1
“Apa kamu belajar khusus untuk ini?” tanya Simon penasaran
“Tidak! Untuk muslim seperti saya, kami diajarkan untuk merukiyah diri sendiri, karena kita tidak tahu kapan jiwa kita kosong!”
“OO begitu!” ujar Daniel dan Simon bersamaan
Edward datang dengan membawa kumpulan kliping
“Apa itu?” tanya Simon
“Aku penasaran tentang kamar no.900 itu, jadi aku mencarinya di internet dan mendapatkan ini" Edward membagikan kliping tentang berita yang terkait dengan kamar no.900
“Aku bersyukur Rendy segera ditolong, karena penghuni sebelumnya ditemukan gantung diri di kamar itu”
Andi bergidik, ia menaruh kliping berita tentang korban di kamar itu
Edward meneruskan membaca temuannya
“Kastil ini dibuat pada tahun 1870 dan selesai tahun 1880, ditempati bangsawan, namanya Lord Adam dan istrinya Gissele. Mereka tidak mempunyai seorang anak satupun, Lord Adam dan istrinya memutuskan mengadopsi 2 anak perempuan. Namanya Louisa dan Louis”
“Mereka kembar?” tanya Andi
“Sepertinya begitu, singkat cerita Louisa bertemu dengan pemuda bernama Peter. Awalnya Peter menyukai Louisa, tetapi Louisa menolaknya karena merasa Peter tidak sepadan dengannya. Belakangan ia tahu kalau Peter menjalin asmara dengan saudarinya Louis”
“Hmm...Lalu?” tanya mereka penasaran
“Louisa yang usianya lebih tua dari Louis tidak terima apalagi kemudian ia mengetahui ternyata Peter juga anak seorang bangsawan. Louisa seperti orang gila, Lord Adam menguncinya di kamar ini, karena ia sering berkeliaran di taman dan menyerang orang-orang yang sedang berpacaran.”
“Ternyata sejak dulu taman dipakai untuk pacaran juga ya?” ujar Andi tiba-tiba, semua mata menatapnya heran, Edward melanjutkan
“Louisa, juga pernah mencoba membakar kamar ini agar bisa keluar tetapi bisa dicegah oleh Lord Adam. Suatu hari ia mendengar pernikahan saudarinya dengan Peter, kemudian Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Ia gantung diri tepat di hari pernikahan saudarinya.” Edward mengakhiri ceritanya
“Bagaimana dengan Lord Adam dan Istrinya?” tanya Simon
“Ia membawa istrinya pindah dari kastil ini, karena kamar itu mulai menakutkan. Roh Louisa sering mengganggu Lord Adam dan Istrinya.”
“Mereka mengosongkan kastil ini?”
“Lord Adam menjualnya dengan harga murah, dan dibeli oleh seorang pedagang dari Cina, kastil ini sempat dijadikan rumah judi dan bordil.”
“Beberapa tahun kemudian, kastil ini kembali dijual, agaknya pedagang dari Cina itu ingin kembali ke negaranya”
“Apa ada catatan tentang kamar itu?”
“oh ini ada gambarnya, kamar itu berkali-kali terbakar, sehingga orang Cina itu menempelkan semacam jimat untuk menahan roh itu agar tidak keluar”
“Itu tahun berapa?” tanya Daniel
“1910, pada tahun 1980 kastil ini diambil alih oleh Pemda setempat untuk dijadikan museum, tetapi sering kejadian aneh terjadi di kastil ini, akhirnya kastil ini dikosongkan."
“ Lalu bagaimana kastil ini bisa dibeli oleh pak Charles?” tanya Rita
“Ah, aku ingat, paman Lucas pernah cerita, cucu buyut dari Lord Adam pemilik kastil meminjam uang dari Paman untuk membeli kastil ini dari pemerintah setempat. Tetapi agaknya ia tidak bisa melunasinya, akhirnya paman yang mengambil alih kastil ini”
“Kamar itu sebelumnya sering direnovasi kan? Apa tukang yang mengerjakannya juga kesurupan?” tanya Andi
“Sepertinya tidak” jawab Rita
“Bagaimana kamu tahu?” tanya Edward
“Biasanya hantu itu menempel pada orang yang mengalami nasib yang sama dengannya. Kalian dengarkan ucapannya tadi ?” ujar Andi mengira-ira
“Iya betul kak, biasanya begitu”
“Apa akan ada lagi korban di sini?” tanya Daniel
“Kalau begitu, tulis saja peringatan di pintu kamar, Peringatan! Jangan dekati kamar ini kalau sedang patah hati!” ujar Andi, yang disambut tawa teman-temannya.
Menjelang sore Rendy pamit untuk kembali ke Dubai, ia menolak untuk diantar, sebelumnya ia bertemu dengan Rita
“Rita, maafkan Aku ya?” ujarnya dengan nada menyesal. Aku pikir aku sudah bisa melupakanmu tetapi ternyata belum bisa. Andi benar dari semula aku yang salah”
“Kamu kembali ke Dubai sekarang?” tanya Rita
“Iya, dengan kehebohan yang aku buat, sulit untuk menghadapi tuan rumah, apalagi melihat kalian berdua. Aku takut, wanita itu akan kembali merasukiku” jawab Rendy merinding. Rita hanya tersenyum, tak lama taksi yang dipesan Rendy tiba
“Hati-hati di jalan!” ujar Rita, Rendy masuk ke taksinya lalu pergi tanpa menoleh ke belakang
Daniel menghampiri Rita dan merangkulnya
“Aku sangat takut tadi”
“Kamu takut? Ada juga yang kamu takutkan?”
“Tentu saja, kalau orang bisa aku pukul, tapi mahluk tak kasat mata? Siapa yang harus aku pukul?” ujar Daniel ia melepaskan rangkulannya lalu menghampiri Simon
“Pak Simon, aku pensiun menjadi manajer acara, malam ini aku mau menghadiri resepsi bersama kekasihku!” ujar Daniel, ia memberikan daftar acara dan HT kepada Simon, kemudian ia kembali merangkul Rita lalu beranjak pergi.
__ADS_1
-Bersambung-