Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 121: Manajer Dadakan


__ADS_3

“Daniel, bisa kita bicara sebentar?” Simon ke kamar Daniel pada suatu siang, Daniel mengangguk, ia segera keluar dari kamarnya


“Ada apa pak, Anda kelihatan gelisah?”


“Begini, aku minta kamu menggantikan tugasku sebagai manager penyelenggara di sini!”


“Hah? Kenapa begitu tiba-tiba?”


“Salah seorang best men tidak bisa datang karena terkendala cuaca. Charles memintaku menggantikan orang itu”


“Tapi bukannya Anda juga salah satu best men?”


“betul, tapi best men itu ada urutannya, aku urutan yang kedua. Urutan yang pertama yang berhalangan hadir. Aku gak mungkin melakukan dua pekerjaan sekaligus. Bisa bantu saya Niel?” Simon memohon dengan sangat


“Tapi pak, semuanya terlalu mendadak dan saya tidak tahu tugas-tugas Anda.”


“Saya sudah membuat daftarnya di sini, Anda hanya perlu mengikuti daftar, dan melakukan beberapa improvisasi jika perlu.”


“Apa saya bisa?” Daniel meragukan dirinya


“Anda pasti bisa CEO Daniel , pak Radian banyak mengatakan hal baik tentang kemampuan manajerial anda!”


“Hmm..baiklah, tapi aku harus telepon sebentar!” Daniel kembali ke kamarnya dan melakukan panggilan telepon. Ia menghubungi Rita, tetapi tampaknya Rita sedang sibuk dengan mamanya. Akhirnya ia hanya meninggalkan pesan di kamarnya untuk Andi. Ia sendiri pindah ke hotel tempat pengantin berada.


“Baiklah pak, apa yang harus saya lakukan pertama kali?” tanya Daniel, Simon memberikan daftar tugas serta HT


“Terima kasih, Aku berhutang banyak padamu!” Simon tersenyum dan meninggalkan Daniel yang mulai mempelajari tugas dalam daftar. Pertama ia mengumpulkan semua staf, kemudian ia memperkenalkan diri sebagai manager acara yang baru . Beberapa staf wanita, tersipu-sipu melihat manager yang baru


“Ia sungguh tampan, tadi siapa namanya?” tanya salah satu staf


“Daniel!”


“Oh Daniel, namanya yang bagus sesuai dengan orangnya!” puji para staf wanita


Setelah memberikan arahan, Daniel mencoba lagi menghubungi Rita, tidak juga diangkat telepon darinya. Ia mulai kesal, kemudian ia mematikan ponselnya.


Salah satu tugas manager acara adalah mengatur gladi resik, Daniel memastikan acara gladi resik berlangsung dengan sangat baik. Pembawaannya yang sopan, berwibawa juga ketampanannya membuat para pendamping pengantin wanita menyukainya.


“Wow, Simon. Anda pandai sekali merekrut pegawai, siapa dia?” tanya Beatrice salah satu pendamping pengantin


“Dia Daniel, kami berteman. Aku tidak bisa melakukan banyak hal sendirian, jadi dia kuminta membantuku” jawab Simon, yang ditugaskan untuk memberikan cincin kepada pengantin lelaki.


“Kenalkan kami dong!” tiba-tiba Angela, Victoria dan Anne


“Pacar dan suami kalian akan marah padaku jika aku melakukannya!” ujar Simon


“Kamu itu begitu kaku Simon, sama seperti Charles, gak heran kalian berteman baik!” ledek Beatrice


Para pendamping pengantin wanita begitu menurut dengan pengaturan Daniel, bahkan ada yang sengaja berpura-pura jatuh agar ditolong olehnya


“Anda tidak apa-apa?” tanya Daniel, ia membantu Angela bangun dari jatuhnya


“Ah..terimakasih, Anda baik sekali. Mungkin aku lelah karena terlalu lama di sini” Angela sengaja melingkarkan tangannya ke pundak Daniel


“Ah maaf, kalau Anda seperti ini, saya sulit bergerak!” ujar Daniel yang berusaha membangunkan Angela


Tiba-tiba seorang wanita menarik tangan Angela dengan agak keras


“Aduh!!” keluh Angela, terpaksa ia bangkit sendiri


“Itu bisa bangun sendiri!” ujar wanita itu


Angela menengadahkan wajahnya


“Zasha? Sejak kapan kamu di sini?” tanyanya ketus


“Sejak kalian bergenit-genit ria dengan pegawai itu” Zasha membantu Angela berdiri


“Ia bisa berdiri sendiri kog, Anda bisa melanjutkan tugas Anda!” ujar Zasha. Daniel mengangguk, ia kembali ke tugasnya


“Kamu datang juga kemari?” tanya Angela, ia menepuk gaunnya yang terkena debu


“Tentu, sahabatku Alena menikah, tidak mungkin aku melewatkannya!”


“Apa kamu kemari bersama Anton?” tanya Angela


“Kami sudah tidak bersama lagi!” jawab Zasha


“Hmm...dia selingkuh?”


“Tidak!”


“Lalu kenapa?”


“Kami hanya menemukan ketidak cocokan!”


“Kalian pacaran hampir 3 tahun, dan ada ketidakcocokan itu biasa!, Aku dan suamiku Gorgi setiap hari bertengkar, tapi itu cara kami menyesuaikan masing-masing!”


“Aku gak habis pikir kamu masih menikah dengannya, tetapi kamu genit dengan lelaki yang bukan suamimu?”


“itu hanya selingan sayangku, aku hanya mengagumi ketampanannya. Coba kamu perhatikan dengan baik, dia hampir sesuai dengan tipemu kan?” tanya Angela, ia memperhatikan Daniel dari kejauhan


“Ah tidak, aku mau mengistirahatkan hatiku” jawab Zasha.


“Terserahlah, tapi Aku hanya menyarankan, mencari jodoh di tempat pernikahan seperti ini lebih baik daripada bertemu di pemakaman.”

__ADS_1


“Ah sok tahu kamu!”


“Usiamu tahun ini 27 tahun kan? Aku pikir mamamu akan sibuk menjodohkanmu dengan lelaki manapun yang ia temukan di jalan”


“Enak saja!, ini zaman modern mana mungkin perjodohan seperti itu masih ada!” Zasha dan Angela saling berbisik di tengah-tengah gladi resik


“Mungkin kamu yang di zaman modern, tapi mamamu tidak, ia masih percaya perjodohan. Percayalah sebentar lagi kamu akan diminta melakukan banyak kencan buta. Apalagi mendengar kamu putus dari Anton . Jika kamu tidak menanggapi mamamu, ia akan jatuh sakit. Itu berdasarkan pengalamanku!”


“Mamaku tidak seperti mamamu, ia cukup terbuka dengan zaman kini”


“Itu menurutmu, tapi ia mempunyai banyak teman, mereka akan terus menanyakan mamamu kenapa anak perempuannya belum menikah, dan itu akan mengubah pandangannya tentang mu”


“Ah kamu bisa saja menakutiku!” ujar Zasha tersenyum


Perkataan Angela menjadi kenyataan, tak berapa lama setelah itu, Zasha menerima telpon dari mamanya. Cukup lama ia berbicara di telepon sehingga Daniel memintanya untuk segera kembali ke barisan


“Maaf, Anda diminta untuk kembali ke barisan!” pinta Daniel


Zasha termenung menutup ponselnya, terngiang kata-kata Angela di telinganya


“Baik saya akan kembali” Zasha mematikan ponselnya untuk mencegah telepon masuk. Kata-kata mamanya yang memarahinya karena putus dari Anton cukup membuatnya shock. Tanpa sengaja ia kehilangan keseimbangan. Syukurlah Daniel berada di dekatnya, dengan sigap Daniel menangkap tubuhnya yang hampir jatuh. Zasha memeluk Daniel, ia mencium wangi parfum dari tubuh Daniel, layaknya adegan di film-film, Zasha terpesona dengan lelaki di hadapannya


“Anda tidak apa-apa?” tanya Daniel membuyarkan lamunan Zasha


“Eh..hmm..tidak apa, aku harus kembali ke barisan!” ujarnya salah tingkah, ia segera bangkit lalu berjalan ke arah berlawanan, lalu ia menyadari arahnya salah, lalu ia kembali. Wajahnya memerah, jantungnya berdebar kencang.


“Ah sial, cowok itu tanpan dan wangi!” batinnya.


Galadi resik berjalan lancar, semua bersiap untuk upacara sebenarnya malam ini


Angela yang merupakan sahabat Zasha menghampiri Zasha yang telah selesai dirias, dan menunggu untuk upacara pemberkatan


“Zha, aku tadi memperhatikan kalian, aku tahu kamu mulai menyukainya kan?” goda Angela


“Siapa?”


“Daniel! Pengatur acara!”


“Kamu jangan mengarang!”


“Aku melihat sikapmu yang salah tingkah di dekatnya!”


“tentu saja, ia menggunakan parfum yang wangi sekali. Aku pikir kepribadiannya baik!”


Angela menatap Zasha dengan heran


“Apa pekerjaanmu sebagai ahli parfum juga bisa mengetahui pribadi orang?”


“tentu saja!, misalnya Gorgi, awal kamu memperkenalkan aku dengannya, aku bisa mengetahuinya dari wangi tubuhnya”


“Aku mencium bau deodorant dari tubuhnya, ia seorang pekerja keras mudah berkeringat, jadi ia menggunakan deodarant yang baunya cukup menyengat, ia juga termasuk perhitungan, deodorant yang ia beli lagi promo beli satu gratis satu!”


Angela menganga mendengar pernyataan Zasha yang cukup tepat menggambarkan suaminya


“Aku dengar, untuk ahli parfum sepertimu, kamu meng asuransikan hidung mu?” tanya Angela


“Tentu saja!, hidungku ini sangat sensitif. Makanya aku menghindari bau-bau yang menyengat”


“Bagaimana dengan Daniel, apa yang bisa kamu dapat dari parfum yang ia pakai?”


“Seingatku parfumnya “Night Romance”, sepertinya ia sedang jatuh cinta” ujar Zasha


“Benarkah?” Angela semakin tertarik dengan ucapan Zasha


“Sudah cukup! Aku gak mau kamu menyuruhku mencium bau tubuh pengantin lelaki!”


“Kog kamu tahu?” tanya Angela


“Nama parfummu “Curiosity” artinya pengen tahu saja!” ujar Zasha Tergelak, ia tertawa meninggalkan Angela yang manyun karena ledekannya


Di tempat lain, Rita dan Andi sedang bercengkrama dengan mamanya. Mereka menghabiskan waktu bersama di kamar Rita, sambil memakan beberapa camilan yang di beli Ratna di Indonesia


“Aku kangen banget sama kripik singkong balado ini!” ujar Rita


“Iya, mama ingat kamu sangat menyukai kripik ini, jadi mama beli banyak!”


“Hah? Berapa banyak?”


“Mama beli satu kardus besar isinya 100 pcs. Hanya beberapa yang mama bawa. Selebihnya mama taruh di kamarmu!”


“Oh mama sempat ke rumah besar?” tanya Andi


“tentu saja, mama menyalami kakek dan nenekmu!”


“Kakek datang juga ma?”


“Iya, karena pernikahan ini diadakan seminggu penuh, jadi beliau akan datang di hari ke-5.”


“Oo,Kita harus kembali di hari ketiga ya kak?” tanya Rita


Andi yang sibuk makan kacang dan pie Bali hanya menjawab dengan ucapan


“He eh!”


“Andi!, kalau makan satu-satu jangan dicampur begitu!, pusing mama melihatnya!” Ratna melihat Andi meletakan kacang bali di atas pie susu lalu memakannya dengan lahap

__ADS_1


“Mama dengar Daniel sudah naik posisi jadi CEO, apa dia berubah?”


“Berubah seperti apa ma?”


“Ya, lebih dewasa, dia itu CEO termuda lho. Dan dia termasuk yang beruntung, kebanyakan anak muda yang menjadi CEO itu kalau dia mendirikan perusahaan sendiri, tetapi ia justru dipercaya bosnya. Wah beruntung sekali dia!”


“Iya ma, Rita juga bilang begitu sama dia!”


“Memangnya dia gak mau jadi CEO?”


“Dia takut dijulid-in orang , sudah gitu ia juga agak sensitif jika ada orang yang bilang pencapaiannya sekarang karena hubungannya dengan Rita” sambung Andi tiba-tiba,Rita mengangguk mengiyakan


“Repot juga ya? orang itu memang begitu, sudah kalau kita menutup mulut orang satu per satu, yang penting Danielnya harus teguh. Kalau dia benar-benar serius sama kamu dan dia cukup percaya diri dengan kemampuannya, seharusnya omongan orang tidak menganggunya, iya gak?”


“Iya ma! Rita juga bilang begitu, kami sempat tidak berbicara seminggu lamanya, itu karena dia tersinggung Rita menyuruh supirnya”


“Hah? Sampai begitu?”


“Iya ma, Rita bilang sama dia, kalau dia masih sensi kayak begitu lebih baik gak usah lanjut saja hubungan kita!” Ujar Rita kesal


“Memang kamu bisa jauh darinya?” tanya Ratna ragu


“Bisa dong!”


“Bener nih? Soalnya mama lihat kalian itu seperti sudah nelen lem atau karet, lengket. Kalau yang satu ke kanan lalu satu lagi ke kiri, eh malah nyatu lagi”


“Iya kan ma? Andi juga bilang begitu sama Rita. Jangan terlalu lengket dulu, takutnya ada apa-apa di jalan salah satu kalian bisa gila”


“Kak Andi nih!, Dia ini sok jadi konsultan cinta, padahal dia sendiri gak pernah pacaran!” ujar Rita


“Siapa bilang? Kakak banyak yang naksir tahu! Mereka bilang kakak mirip Tau Ming tse!”


Rita dan Ratna tertawa geli


“Ma, tau Ming Tse itu siapa?” tanya Andi lagi


“Kamu gak tahu?” tanya Ratna, Andi menggeleng


“Tau Ming Tse itu nama tokoh di film Meteor Garden yang hits tahun 90-an. Tau Ming Tse ini anak orang kaya yang kasar dan jatuh cinta sama anak miskin bernama Sanchai. Saking bucinnya sama Sanchai, Tau Ming Tse sampai melawan kekuasaan mamanya!”


“Ooo begitu, berarti Andi jutek dong ya ma?”


“Iya betul, kamu jutek!” jawab mamanya segera, Rita tergelak


“Ya gak apa-apa yang penting Andi gak seperti dia kan, aku kan baik, ya gak Rit?” tanya Andi, Rita cuek, ia mencari-cari bungkusan kripik


“Nyari apa?” tanya Ratna


“Ada lagi ma? Kripiknya?”


“Buat siapa?”


“Daniel, biar dia nyobain cemilan khas Indonesia!”


“Kayaknya ada deh!, mama juga bawa ekstra untuk Simon dan Charles. Tadi mama sudah letakkan di kamar Andi”


“Eh Rit, Tadi Daniel pesan, ia pindah kamar, ia jadi pengatur pernikahan menggantikan Simon. Jadi nanti Elo sama Mama dan Gue saja!”


“Hah? Kok dia gak bilang sendiri?” Rita membuka ponselnya, beberapa miscall dan pesan dari Daniel muncul di ponselnya. Ia menelpon balik, tetapi tidak diangkat oleh Daniel


“Yah, gak diangkat!”


“Lo sih kebiasaan matiin ponsel!” ujar Andi


“Tadi kan kita lagi ngobrol, aku gak suka ada pesan-pesan dari ponsel!”


“Ya disilent lah!”


“Iya sih”


“Sudah gak usah ribut, ayo siap-siap ke upacara!”


“Kita gak ikut ma, nanti pas resepsi!”


“Kapan tuh?”


“Besok pagi jam 10!”


“Oo, kalau gitu mama tidur aja deh”


Andi kembali ke kamarnya, sewaktu kembali ke kamarnya, ia melihat Rendy berjalan gontai menaiki tangga


“Aneh amat tu anak!” pikir Andi, ia pun kembali ke kamarnya


Sementara di tempat lain, upacara pemberkatan berlangsung selama 3 jam, dimulai pukul 8 malam dan selesai pukul 11 malam. Daniel kembali ke kamar hotelnya pukul 12 malam. Ia sangat lelah. Tanpa mengganti tuxedonya ia langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.


“aahhh...nyaman sekali ”Ujarnya. Ia tertidur sangat nyenyak sehingga ia tidak mendengar bagian atas kastil tempat Rita menginap terbakar.


Syukurlah hanya 1 kamar yang terbakar, yaitu kamar 900, karena kesigapan staf hotel yang menjaga malam, sehingga api dapat segera di padamkan sebelum merembet ke ruangan lain atau lantai bawah. Tersangka pembakaran dibawa ke kantor keamanan untuk dimintai keterangan.


Rita dan Andi keluar kamar melihat ribut-ribut di lantai atas, mereka juga kaget melihat Rendy di bawa oleh keamanan.


“Maaf pak, ada apa dengan dia?” tanya Andi


“Dia yang melakukan pembakaran di kamar nomor 900” ujar petugas sambil membawa Rendy pergi

__ADS_1


_Bersambung_


__ADS_2