
“Ada alasan mengapa aku bersikap seperti ini pada Rita” Andi mulai bercerita
“Kamu tahu kan keluarga Sugiyono hanya memiliki 2 cucu laki-laki, Aku dan Robby”
“Robby yang kasar itu?” tanya Daniel
“Iya, rupanya kamu mengenalinya juga, Robby dari dulu sangat kasar. Waktu kami kecil, ia sering membully Aku. Menurutnya kakek tidak adil karena membuatnya terus berlatih sedangkan aku dibiarkan, itu karena penyakit jantungku”
“Sekarang bagaimana jantungmu?”
“Sejak mendapatkan jantung baru Aku sudah jauh lebih baik, tetapi kedua kakekku sangat khawatir kepadaku, sehingga memperlakukanku bak gelas kaca. Kami dan para sepupu sering dikumpulkan untuk berlatih bersama. Biasanya Rita yang menjadi bulan-bulanan para sepupu, karena mereka iri pada kami”
“Kenapa?” tanya Daniel heran
“Kakek Sugiyono menikah sebanyak 4x, semua istrinya melahirkan anak perempuan. Tetapi hanya Nenekku yang dinikahi secara sah, yang lainnya hanya secara siri. Meski demikian kakek Sugi tidak mengabaikan anak-anak dari istri sirinya. Nah, mamaRatna itu terlahir dari istri sah kakek, nenekku sudah meninggal ketika mama berusia 10 tahun.”
“Kalau dari istri lain bisa dibilang mereka kakak dan adikmu kan? Bukan sepupu?”
“Yeah, kami bingung bagaimana hubungan kami, yang jelas aku dan Rita menganggap mereka para sepupu”
“Lalu?”
“Kakek memperlakukan Aku dan Rita lebih istimewa dibandingkan anak-anak yang lain, itu yang menyebabkan mereka membenci kami”
“Tapi usia kalian hanya berpaut 1-2 tahun, hampir seumuran semuanya”
“Iya betul, Aku juga bingung, sepertinya kakek Sugi membuahi setiap istrinya pada saat yang bersamaan”
“Tetapi memang betul juga sih, kalian sepupu, Aku lupa Ibumu dan ibu mereka kakak dan adik ya?” Daniel meralat ucapannya, Andi berpikir lagi
“Sudahlah, suatu hari Aku ditinggal sendirian di rumah, sebenarnya tidak tepat sendirian, tetapi hanya ada Aku dan Robby. Ia sungguh iseng, ia mengajak teman-temannya dan menyeret aku ke loteng di gudang yang jauh dari rumah utama. Dia bilang, supaya aku tidak menyusahkan kakek lagi”
“Berapa usiamu waktu itu?”
“Sekitar 7 tahun”
“Kemudian apa yang kamu lakukan? “
“Aku berteriak-teriak meminta tolong tetapi karena letak gudang tersembunyi tidak ada yang mendengarkan hingga Aku mendengar suara anak perempuan menangis, rupanya Rita. Waktu itu usianya antara 5-6 tahun. Dia memaksa ayah untuk ke gudang itu”
“Dari mana dia tahu kamu terkunci di sana? Sebelumnya ia berada di mana?”
“Sepertinya ia sedang berada di luar bersama ayah. Seingatku waktu itu, mama dan Ayah sedang dalam proses perceraian, sehingga mereka berpisah rumah. Setiap minggu Rita diajak menginap di rumah Ayah”
“Kamu gak ikut?”
“Aku merasa bukan anaknya, jadi aku selalu menolak ajakannya”
“Lalu apa yang terjadi?”
“Ayah menemukan Aku lemas di loteng itu, karena tidak minum hampir seharian”
“Oh ya? apa ayahmu cerita bagaimana ia tahu kamu berada di loteng gudang itu?”
“Aku ingat, Ayah bercerita. Waktu itu Rita sedang tertidur, tiba-tiba ia bangun dan menangis. Ia minta segera diantarkan ke rumah kakek. Kasihan Kak Andi ucapnya berulang-ulang. Awalnya Ayah tidak mengindahkan keinginannya, tetapi Rita terus memaksa, bahkan ia sengaja berlari ke tengah jalan raya untuk menghentikan taksi. Ayah tentunya sangat marah, karena tindakannya membahayakan dirinya. Tapi Rita terus memaksanya, akhirnya Ayah mengikuti keinginannya. Aku pun selamat karena Rita. Sejak saat itu Aku menganggap Rita pahlawanku”
“Kamu pernah bertanya bagaimana ia tahu kamu dikunci di gudang itu?”
“Dia pernah cerita, waktu itu aku kurang paham ucapannya”
“Ia bilang apa?”
“Nenek, nenek bilang kak Andi dalam bahaya, di loteng gudang”
“Ternyata Rita anak indigo ya?”
“Tapi kamu gak usah khawatir Niel, dia gak seaneh itu kog. Sepertinya dia hanya bereaksi pada orang-orang yang ia pedulikan saja, atau pernah berinteraksi dengannya”
“Apa ada lagi yang istimewa dari Rita?”
“Ia itu seperti wonder woman lah, dia gak bisa melihat orang lemah tertindas. Dulu ia paling sering kabur jika kakek Sugi menyuruhnya berlatih taekwondo, bahkan ia pernah bersembunyi di mobil kakek Darmawan sampai tertidur.”
“Bersembunyi? Di mana? Kog bisa gak ketahuan?”
“Di bagasinya, entah dari mana tenaganya, koper kakek dia tinggal di depan rumah besar, dia sendiri masuk ke dalam bagasi mobil”
“Bagaimana dia ketahuan?”
“Ketika supir kami membuka bagasi, ia tidak menemukan koper kakek, tetapi tubuh anak kecil yang meringkuk ketiduran.”
Daniel tersenyum geli membayangkan wajah pak Darmawan melihat bocah kecil menggantikan kopernya.
“Lalu bagaimana?”
“Ia terpaksa kembali, untuk menukar Rita dengan kopernya.”
__ADS_1
“Apa waktu itu Pak Darmawan tidak punya feeling kalau Rita itu cucunya?”
“Menurut kakek, sempat curiga. Tetapi karena mama juga tidak tahu kalau dirinya telah hamil ketika menikah dengan Ayah Reza, jadi ya seperti ini ceritanya”
“Oo begitu, lalu bagaimana dengan Robby, apa dia dihukum?”
“Robby sangat pandai bersilat lidah dan memutar balikan fakta, kalau tidak ada ayah Reza di sana, mungkin ia akan lolos dari hukuman kakek. Tapi dia itu licik, ia mengungkit kalau aku dan Rita sering bermain di hutan itu. Kakek Sugi tidak suka orang mengabaikan larangannya, jadi ia juga menghukum kami”
“Oh ya? Bagaimana dengan Rita?”
“Rita kecil sangat kesal, ia tidak terima hukuman begitu saja, ia melemparkan semua buku-buku yang ada di ruang kerja kakek ke kepala Robby. Aku saja takjub, bagaimana anak sekecil itu bisa mengamuk seperti itu"
Daniel kaget tapi juga tersenyum, sulit untuk tidak tertawa membayangkan hal tersebut
“Lalu siapa yang menenangkannya?”
“Ayah Reza, Ia langsung memeluk Rita untuk menghentikannya, ia pun sempat kesulitan, karena Rita meronta dengan sekuat tenaganya.”
“Aku ingin mengenal Ayah Reza ini, kapan aku bisa bertemu dengannya?”
“Kamu bisa menemuinya di Sukabumi, ia menjadi kepala rumah sakit di sana”
“Sukabumi? Jauhkah dari Jakarta?”
“Yah sekitar 4-5 jam”
“Kamu bisa mengajak aku kesana ndi? Aku penasaran dengan sosok lelaki terdekat dengan Rita sejak kecil.”
“Aku gak keberatan membawamu menemuinya, tetapi kita harus ijin kakek Darmawan, karena beliau sangat sensitif mengenai ayah Reza”
“Oh ya? kenapa?”
“Kakek pernah bilang Ayah Reza mengkhianatinya, padahal ia bisa menjadi seperti sekarang karena kakek membiayai hidupnya dan menganggapnya anak sendiri. Bisa dikatakan beliau masih sakit hati”
“oo begitu, mungkin sekarang ini bukan saat yang tepat ya?”
“Iya betul!”
“Btw Ndi, tentang Robby itu, apa kakek mu tidak pernah memeriksakan kejiwaannya? Kenapa ia bisa sangat kasar?”
“Entahlah, kakek selalu memaklumi yang Robby lakukan, selama ia tidak membunuh orang”
“Wah, parah juga ya?”
“Kamu pernah ngobrol dengan Robby , Niel?”
“Ia kejam terhadap perempuan pada lelaki ia lebih kejam lagi. Kamu tahu temanku Dewa? Ia pernah dipukuli Robby hingga masuk RS. Kalau tidak ada Rita, Aku yakin Dewa bakal sekarat dibuatnya?”
“oh ya? sepertinya diantara kalian, hanya Rita yang berani melawan Robby?”
“Betul!, Rita tidak takut pada Robby bahkan ia berani membalasnya di depan wajah kakek”
“Benarkah? Bisa kamu ceritakan?”
“Kamu sangat tertarik sekali ya Niel?”
“Tentu saja, Aku ingin tahu masa lalu perempuan yang akan aku nikahi!” ujar Daniel
“Eh, kamu sungguhan Niel?”
“Aku sungguh-sungguh Ndi, Kakek Darmawan malah menantangku untuk menikahi Rita secepatnya”
“Benarkah? Apa itu bukan jebakan?”
“Jebakan?”
“Iya, Jebakan, siapa tahu setelah kamu melamar ternyata Rita menolakmu dan justru minta putus darimu!”
“Apa bisa begitu?”
“Ya siapa tahu, kita harus selalu waspada kan? Apalagi dulu kedua kakek sangat kekeuh menjodohkan Rita dengan Rendy”
“Apa iya ya?” pikirnya, kemudian ia melanjutkan pertanyaannya
“teruskan ceritamu tadi ndi, seru sekali ” ujar Daniel excited
“Suatu hari, Kami melihat Robby sedang mempermainkan salah satu anak ART yang memakai tongkat. Berkali-kali ia membuatnya terjatuh. Kemudian Robby melempar tongkatnya jauh, sehingga ia sulit untuk berjalan. Kakek ada di sana, orang tua anak itu juga di sana, Kami ada di sana, tapi tidak ada satu pun dari kami berani membantu anak itu bahkan orang tuanya sendiri. Hingga Rita berlari mengambil tongkat yang dilemparkan Robby, dengan kaki kecilnya ia berlari, ia mendekati Robby dan sengaja memukulkan tongkat itu ke tulang kering Robby hingga ia terjatuh. Robby sangat marah, tetapi sebelum ia marah Rita mengancamnya dengan memukul tongkat itu ke kepalanya. Robby ketakutan, ia tahu Rita sangat membenci dirinya. Ia langsung bangkit dari duduknya, menjauhi Rita dan anak itu. Rita memberikan tongkat itu ke anak itu, Kami semua bernafas lega, kakek Sugiyono tersenyum menyaksikan hal tersebut. Ia tidak menghukum Rita ataupun Robby”
“Kenapa ya Kakek begitu?”
“Kakek sering bilang tentang hukum alam, siapa yang kuat dia yang akan berkuasa. Jika kita lemah maka kita akan mudah dikuasai orang lain. Itu juga sebabnya kakek Sugi mengadakan pertandingan untuk melatih kami cucu-cucunya”
“Pantas Rita tidak begitu suka dengan Kakek Sugi ya?”
“Iya betul, Aku ingat sebelum mama dan Ayah bercerai, Rita pernah melihat Ayah Reza dipukuli oleh pengawal kakek hingga babak belur”
__ADS_1
“Oh ya? karena apa?”
“Seingatku karena ayah Reza ketahuan menggelapkan uang Rumah Sakit kakek untuk membiayai istri pertamanya”
“Jadi ayah Reza sudah pernah menikah?”
“Iya, tapi secara siri, mamaku yang dinikahinya dengan resmi”
“Nikah Siri itu apa?”
“Nikah Siri itu menikah secara agama dan tidak dicatatkan di hukum negara, jika mereka bercerai, ya bercerai biasa, si suami akan mengucapkan talak kepada sang istri. Dan merekapun bercerai.”
“Apa beda dengan nikah kontrak?”
“Beda dong! Kalau nikah kontrak biasanya karena terikat pada jangka waktu tertentu. Walaupun mereka menikah juga secara agama.”
“Apa menurutmu, kakekmu menyuruhku menikahi Rita secara Siri?”
“Aku pikir tidak mungkin, karena menikah secara siri itu merugikan pihak perempuan. Karena dengan menikah Siri, si Istri tidak mempunyai hak pada suami, jika sang suami tiba-tiba tidak memberikan nafkah padanya. Selain itu, hak anak yang lahir dari pernikahan siri juga tidak ada, karena tidak ada bukti negara yang mencatat bahwa ia lahir dari pasangan yang menikah secara sah di mata negara”
“Oo begitu”
“Mungkin kakek hanya ingin pernikahan sederhana saja, resmi dan akad, resepsinya sendiri setelah Rita telah dewasa”
“Apa betul begitu?” Daniel memikirkan kata-kata Andi, bunyi bel kamar mengagetkan mereka, Daniel membuka pintu kamar
“Daniel!” panggil Ratna
“Ya bu?” Tiba-tiba Ratna memeluknya
“Terima kasih calon mantu ku! Kamu sudah menyelamatkan anakku!” ujarnya memeluk Daniel erat
“Iya bu sama-sama” Daniel berusaha melepaskan diri dari Ratna.
Ratna memegang wajah Daniel, karena Daniel tinggi, ia sampai membungkuk
“Kamu sudahlah tampan, baik hati pula. Terima kasih Daniel! Saranghae!” Ratna mencium kening Daniel, kemudian ia menghampiri Andi.
“Andi, kamu kemari juga gak bilang mama, mama sudah capek-capek ke NZ, eh kalian malah ngumpul di Jakarta. Buang-buang uang!” Ratna memeluk dan mencium pipi Andi sambil mengomel
“Andi juga baru datang ma! Ini tadi beberapa jam yang lalu!”
“Mana Rita?”
“Di kamar bu!” Daniel sangat senang Ratna sudah menganggapnya sebagai anak menantunya
Malam itu Andi kembali ke rumah, sedangkan Ratna menunggu Rita di RS.
“Kamu gak pulang Niel?” tanya Ratna
“Saya mau menunggui Rita bu” ujar Daniel pelan
“Aku sudah mendengar cerita dari Andi tentang kalian”
Daniel agak terkejut, masalah hubungannya telah menjadi konsumsi umum
“Aku salah bu, Aku minta maaf “ ujarnya memelas
“Niel, sebagai ibunya yang mengenalnya sejak kecil, Rita itu pemberani tapi juga penakut. Ia selalu merasa insecure. Kamu tahukan aku dan ayahnya bercerai sejak ia kecil, menurut ayahnya ia sering trauma karena merasa ditinggal sendiri. Aku bersama Andi, dia bersama ayahnya yang selalu sibuk.”
“Kenapa Rita tidak bersama Anda saja bu?”
“Ketika itu Rita menangis tidak mau melepaskan ayahnya, bahkan ia bilang tidak mau makan kalau ayah pergi darinya. Akhirnya kami bersepakat, Rita ikut ayahnya. Jadi Rita itu sangat sensitif mengenai pengabaian.Mungkin buatmu itu biasa, tapi baginya itu membuatnya tidak tenang. Ia selalu merasa, kalau diabaikan berarti dia tidak disayang. Jadi kamu harus maklum ya, kalau Rita sedikit menolakmu! “
Daniel mengangguk pelan, ia memikirkan cara agar Rita memaafkannya.
“Oh iya Niel, Kapan kamu kembali ke NZ? Kamu kan sudah CEO?”
“Mungkin saya 2-3 hari di sini, kebetulan saya sedang menunggu perjanjian dengan klien di Singapura, saya pikir akan lebih dekat jika berangkat dari sini”
“Hmm...Apa Rita sudah mengatakan sesuatu padamu Niel?” tanya Ratna berbisik
“ia masih kelihatan kesal pada saya bu!”
“Sudah saya duga sih, semakin sayang pada orangnya semakin sulit memaafkannya, karena sudah dianggap mengecewakan”
“Ibu ada saran supaya Rita menerima Saya kembali?”
“Hmm,...saya belum ada ide Niel, nanti kalau ada saya akan kasih tahu” bisik Ratna, tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara mesin detak jantung Rita yang berjalan cepat
“Eh Niel, suara apaan tuh?” tanya Ratna, keduanya segera berlari ke ruangan Rita, mereka melihat tubuh Rita mengejang, Ratna panik terus memanggil Rita, Daniel memencet bel emergency untuk memanggil dokter jaga. Beberapa menit kemudian dokter dan perawat datang ke ruangan itu, mereka berusaha menenangkan Rita yang terus mengejang. Dokter menyuntikan sesuatu ke infusan, kemudian Ritapun kembali tenang.
“Sebaiknya ia kembali di bawa ke ruang ICU, supaya kami bisa mengawasinya lebih intensif” ujar dokter.
Rita pun di bawa ke ruang ICU, Daniel dan Ratna mengikutinya
__ADS_1
_Bersambung_