Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 43 Semester Baru


__ADS_3

Semester baru telah tiba, Rita kembali sibuk dengan kegiatan sekolahnya.


"Kak Andi, Rita sudah tinggalkan nasi goreng untuk sarapan!" Rita memanggil Andi yang masih tertidur di sofa.


"Iyaa..taruh saja di meja makan!" Jawab Andi dengan mata tertutup. Tiba-tiba ia terpikirkan sesuatu dan seketika bangun dari tidurnya.


"Rit, pulang sekolah jam berapa?"


" Jam 2 kak, sampai rumah setengah 3!"


"Kelas 12 juga sudah mulai aktif Rit?"


"Hmm... biasanya satu minggu ini belum mulai aktif kak, tapi kelas 12 persiapan untuk ujian akhir, mungkin langsung belajar, kenapa kak?"


"Yahh..Arya dan Tomi pada sibuk dong ya?"


"Mungkin kak!"ujar Rita sambil memakai kaos kaki.


"Naik apa Rit ke sekolah?"


"Angkot !"


"Ga diantar Ayah?"


"Ayah masih tidur, tadi setelah sholat subuh beliau tidur lagi"


"Ga minta diantar Tomi?"


"Enggak ah kak, selain rumahnya berlawanan juga gak mau ada gosip-gosip di sekolah!" Ia selesai mengikat sepatu ketsnya


"Oo begitu ya!" Andi kembali merebahkan badannya ke sofa.


"Berangkat dulu kak!"


"Hati-hati Rit!"


"Iya kak!" Rita keluar rumah dan berjalan sebentar ke halte terdekat untuk naik angkot.


Andi kembali memejamkan mata meneruskannya tidurnya.


Hari pertama di sekolah.


Setelah bel tanda masuk, seluruh siswa melakukan upacara bendera. Kira-kira 1 jam kemudian upacara selesai dan seluruh siswa kembali ke kelasnya masing-masing.


Di kelas


"Hey Ritaa, pa kabar?? Kiki menyapanya


"Baik Ki, lo gimana?"


"Lumayan daripada lumanyun!"


"Sudah lama ya kita ga ketemu?" Andien cipika-cipiki dengan Rita.


"Tadi di lapangan kan ketemu!" Rita tersenyum geli


"Iya tapi ga ngobrol kaan!"


"Iya juga ya!"


Lisa yang datang terlambat mendatangi mereka.


"Rit, kemana aja kog ga bales WA gue?"


"Bales kog!"


"Iyaa tapi lama, memang sesibuk apaan sih lo?"


"Kakek gue mengadakan tes kemampuan terhadap semua cucunya!"


"Ooh yang itu!" Ganknya mengingat cerita Rita tentang kebiasaan kakeknya.


"Terus gimana Rit? Lo menang?" Kowi penasaran


"Alhamdulillah, menang dong" Rita✌️


"Rita gitu lohhh!" Teman-temannya tertawa.


"Btw Rit, katanya lo liburan bareng kak Dewa?" Tanya Kowi


"Iya, ternyata kak Dewa itu teman SD dan SMP nya kakak gue!"


"Oo lo punya kakak?"


"Punya Ki, cuma kita terpisah sudah 9 tahun, baru ketemu kemarin pas liburan!"


"Rit,..lo punya kakak ganteng kog ga bilang-bilang? Kenalin kita dong!" Ucap Kowi genit


"Ganteng? Serius lo?" Tanya Andien


"Iyaa..itu ganknya Ratih kelas 10 heboh, didatangin oppa lokal!" Sambung Kowi yang update dengan berita terkini


"Oppa lokal? Siapa saja?" Tanya Andien lagi


"Dewa,Tomi dan kakaknya Rita!"jawab Kowi senang karena baru dia saja yang tahu beritanya.


"Seganteng apa kakak lo Rit?" Tanya Kiki dan Andien bersamaan.


"Menurut gue sih biasa aja!" Jawab Rita enteng


"Ya iyalah, karena Rita terbiasa dikelilingi orang ganteng, jadi biasa aja!"


"Bisa aje lo Lis!" Rita merasa geli.


"Ada fotonya ga Rit?" Kiki semakin kepo


"Kayaknya ada deh!" Rita membuka ponselnya, disaat bersamaan bel sekolah berbunyi.


Para siswa memasuki ruang kelas masing-masing dan bersiap belajar.


"Ning nong!" Bunyi pengumuman dari kepsek melalui pengeras suara di kelas-kelas.


Hari itu akan diadakan razia mendadak yang dilakukan oleh Guru-guru dan petugas kepolisian.


Sambil menunggu giliran kelasnya di geledah, Rita dan teman-temannya berkumpul di mejanya Lisa.


"Lis,ada apaan kog tiba-tiba?" Tanya Rita


Lisa anak pengawas sekolah, selalu tahu lebih dulu tentang berita sekolah.


"Sssttt...Rahasia !!" Lisa berbicara pelan, teman ganknya mengerumuninya, sambil menahan nafas.


"Nungguin yaa!!" Lisa cengar-cengir


"Jiaaa..orang udah serius!" Ujar Kowi kesal


"Iya nih!" Andien ikutan kesal


"Yang gue tahu, pas liburan kemarin ada salah satu murid sekolah ini DO!" Lisa menjelaskan dengan suara pelan.


"Drop Out?" Tanya Rita


"Eh bukan DO ya tapi OD!" Ralat Lisa


"Beda DO sama OD apaan?" Tanya Andien polos.


"Beda jauh, kalau DO \=Drop out istilah untuk keluar sekolah, kalau OD\= Over Dosis!" Kali ini Rita yang menjelaskan.


"Maksudnya Over Dosis?" Tanya Kiki bingung


"Biasanya kalau minum obat lebih banyak dari dosis yang dianjurkan, makanya disebut over/ melebihi. Tapi istilah OD juga untuk orang-orang yang mengonsumsi narkoba." Jelas Rita lagi

__ADS_1


"Bahaya ga OD itu?" Tanya Andien


"Bahaya, kalau OD narkoba bisa meninggal seketika atau bisa juga koma, kalaupun sadar bisa rusak otaknya!"


"Wah kog lo tahu banget Rit?"Tanya Kiki heran


"Bokapnya Rita kan dokter, pastilah dia banyak belajar tentang itu!" Ujar Kowi


"Sebenarnya di SMP dulu pernah ada sosialisasi anti narkoba dan psikotropika di sekolah jadi gue tahu!"


"Nah itu!" Sambut Lisa


"Nah itu apaan?" Kiki bingung dengan ucapan lisa yang serba singkat.


"Iya nih Lisa, tumben informasinya ga lengkap?" Ujar Andien ikutan bingung.


"Maklum deh liburan, otak gue lagi liburan, sekarang dipaksa pulang, jadi gitu deh!" Tukas Lisa


"Kelas berapa Lis yang OD? Tanya Rita


"Kelas 12!"


"Meninggal ga?" Tanya Andien


"Kayaknya engga, tapi berurusan sama polisi pastinya!"


"Ooo, kog bisa?"


"Engga meninggal, tapi hampir, jadi waktu ada pengrebekan narkoba oleh polisi, dia sudah OD, jadi langsung dibawa ke RS!"


"Dipenjara dong?" tanya Andien


"Kayaknya bakal direhabilitasi deh, kan dia cuma pemakai!"


"Sekarang dia dimana?" Tanya Rita


"Kayaknya lagi direhab deh!"


"Kita kenal ga?"tanya Rita lagi


Lisa belum menjawab, beberapa guru dan petugas polisi memasuki kelas Rita. Mereka melakukan penggeledahan, tas para siswa dikumpulkan, dan dibuka isinya. Selain alat tulis, buku pelajaran dan ponsel, disita oleh para guru.


Hari itu dihabiskan dengan sosialisasi bahaya narkoba dan psikotropika. Para siswa dikumpulkan di aula sekolah.Mereka disuguhkan tayangan tentang orang-orang yang memakai narkoba. Bagaimana perubahan fisik yang terjadi, pada wajah, kesehatan dan kehidupan sosial para pemakai. Kemudian mereka juga mendengarkan kesaksian para penyintas atau mantan pemakai narkoba dan psikotropika.


Rita dan teman-temannya menyimak dengan serius.


Acara itu berlangsung sekitar 2,5 jam, setelah itu para siswa diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.


"Wah..asyik nih masih jam 10.30, ke rumah Rita yuk lihat oppa!" Ajak Kowi


"Ayo!!" Kiki dan Andien bersemangat.


"Gue ga ikut deh!" Tolak Lisa


"Jiaah...tumben..ga enak sama Farhat ya?"ledek Kowi


"Iya deh kita maklum!" Kiki tersenyum.


"Enggak kog, hari ini Nenek gue mau datang ke rumah, tadinya gue mau ijin ga masuk untuk jemput beliau, tapi ga boleh sama bokap, harus kasih contoh yang baik katanya!"


"Kasihan ya Lisa?"Kowi prihatin


"Yaa begitulah, lo tolong fotoin deh, kirim ke gue yah!" Pinta Lisa tersenyum nakal


"Hadeuuhh...gue ga tau deh, kak Andi udah bangun apa belum!"


"Memang KakAndi ga sekolah?"tanya Kiki


"Kak Andi ikut akselerasi di sekolah nya, SMU cuma 2 tahun, sekarang dia sudah lulus!"


"Wahhh...asyik banget! Sekarang nganggur dong?" Tanya Andien sambil mengunyah kripik


"Lo beli kripik di mana?" Kowi ikut menyomot kripik


"Endah masih tinggal di rumah lo?" Kiki ikutan nimbrung nyomot kripik


"Masih, diakan anak bungsu, kakaknya sudah kuliah, jadi dia sendirian di rumah, kesepian katanya, jadi tinggal sama keluarga gue!"


"Nyokap lo ga protes tu, jatah makan nambah atu?" Kowi nyomot kripik lagi


"Gak apa-apa katanya, kasian anak yatim! Begitu kata nyokap?"


"Memang Endah bokapnya sudah meninggal?"Rita ikutan nyomot kripik


"Sudah, waktu dia SMP, sekarang nyokapnya sibuk cari nafkah untuk biaya hidup, dia sering ditinggal sendirian di rumah."


"Kasihan dong nyokapnya sendirian?"


"Gak tau juga deh, tante gue itu pulangnya malam sih, jadi ga ngaruh kayaknya!"


"Yahh..abis deh kripiknya!"Andien melipat bungkus kripik dan memasukkan ke kantong tasnya.


"Kog ga dibuang?" tanya Kiki


"Nanti, gue kumpulin bersama sampah plastik lainnya, gue lagi memilah sampah, hehehe.."


"Rajin!" Rita dan temannya berdecak kagum.


"Eh Lis, anak kelas 12 yang itu siapa?"tanya Rita penasaran.


"Ssttt Ravi!"


"Hah? Kak Ravi??" Ujar Rita, dan Kiki bersamaan.


"Ravi yang sering bawa mobil itukan?"!tanya Kowi memastikan


"Heeh!"Lisa mengiyakan


"Kasihan ya kak Ravi?" Ujar Rita prihatin


"Kog kasihan?" Protes Kowi


"Iyalah, dia bermasalah kayak begitu apa ga kasihan?" Tukas Rita


"Menurut gue sih sudah konsekuensinya, bokap gue selalu bilang, sebelum bertindak, pikir dulu akibatnya! Tiap-tiap kita punya tanggung jawab terhadap diri kita sendiri!" Ujar Kowi tegas


Teman-temannya melongo memperhatikan Kowi yang bicara berapi-api!


"Tumben wi, bener, biasanya lo lebih tertarik sama gosip-gosip dan urusan orang, yang kayak gini bukan lo banget!" Canda Lisa


Disambut tertawa teman-temannya


Mereka berjalan bersama siswa lainnya keluar dari halaman sekolah.


"Eh,Rit, apa bener lo liburan bareng kak Dewa?" Tanya Kowi


"Beneran!" Jawab Rita


"Ooo pantesan WA gue lama banget dibalasnya!" Goda Kiki


"Enak aja lo, gue lama balas, kan udah gue ceritain, gue lagi di tes sama kakek gue!"


"Eh Rit, jadi lo sama Indrajit gimana?"tanya Kowi lagi


"Ya gak gimana-gimana,orang kita ga pacaran!"


"Ooo...tapi lo jalan sama dia terus kan?"desak Kowi


"Gue juga jalan sama lo semua kan?" Tukas Rita gak mau kalah


"Lo yakin ga ada apa-apa antara lo berdua?" Tanya Kowi curiga

__ADS_1


"Setahu gua sih ga ada apa-apa!, Kog lo maksa sih wi?"


"Hehehe..gak maksa lah, cuma aneh saja kalau berakhir tanpa ada awalnya!"


"Mirip lirik lagu yee?" Goda Kiki


"Hahaha!!" Tawa teman-temannya.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di rumah Rita.


"Assalamualaikum!" Tidak ada jawab dari dalam rumah. Rita mengeluarkan kunci serep dan memasuki rumah.


"Wahh.. kayaknya kak Andi lagi pergi deh, tu mobilnya ga ada!" Ujarnya menunjuk garasi mobil


"Yahh.. sia-sia nih kemari" Kowi kecewa


"Main di sini aja dulu, tu banyak makanan!" Rita menunjuk meja makannya.


"Wahh..ada pizza, ada roti-roti-an, kayak lagi pesta!"andien berdecak kagum.


"Kak Andi suka makanan yang gitu-gitu!"


"Duitnya banyak dong?"


"Gak tahu deh, kakAndi rajin kerja part time di sela-sela kesibukannya sekolah, jadi uang gajinya ditabung buat dia senang-senang!"


"Jadi makin penasaran kenal sama beliau, sudah rajin, pinter banyak duit lagi!" Canda Kowi


"Setuju Wi!" Ujar Andien sambil menyaplok Pizza.


Beberapa jam sebelumnya di rumah Rita.Setelah mandi dan sarapan pagi Andi menelepon Tomi.


"Tom lagi sibuk ga?"


"Engga, kenapa?"


"Nahh kebetulan..bisa kesini ? Ajarin gue bawa mobil!"


"Wah..susah Ndi!"


"Kog susah lo kan bisa nyetir?"


"Oo ajarin nyetir mobil, gue kira bawa mobil, kan mobil berat!" Canda Tomi


"Hahaha..bisa ae krupuk pangsit!..kesini ya?"


"Iya, nanti jam 9-an gue luluran dulu!"


"Hahahaha..iye jangan kesorean..ntar gue berubah kalau sore!"


"Berubah?"


"Iya..jadi kodok!"


"Hahahahhh...iya tunggulah!"


Jam 9.15 di rumah Rita.


"Assalamualaikum!" Tomi masuk ke pekarangan rumah.


"Wa'alaikummussalam!, Masuk Tom!"


"Wah sepi nih!" Tomi masuk ke dalam rumah


"Nyari Rita? Sekolah!" Ujar Andi melihat Tomi clingukan


"Oooiyaa, hehehe!"


"Lo kog ga sekolah Tom?


"Gue kan kelas 12, baru aktif minggu ke2, langsung try out!"


"Ooo, Arya juga?"


"Gak tau deh, si Dewa sekarang ngapain, sekarang WA ke dia jarang dijawab, sekalinya ditelpon jawabannya bikin darting!"


"Darting?"


"Darah Tinggi!"


"Oooo, sekarang yuk Tom mumpung belom panas!" Andi memberikan kunci mobilnya.


Tomi mengeluarkan mobil dari garasi dan membawanya keluar.


Setelah mengunci pintu rumah.


Tomi yang membawa mobil dan Andi duduk di sebelahnya memperhatikan.


"Kita ke lapangan Ndi, Lo harus tahu teknik awal nyetir dulu, nanti setelah terbiasa, belajar jalan di tanjakan dan turunan, terus parkir, mulai deh nyetir di jalan!" Tomi memberikan petunjuk.


"Bisa itu semua dalam sehari?"


"Kalau lo sih kayaknya bisa deh!" Tomi memperhatikan Andi


"Sotoy ah!" Andi tertawa senang.


Dugaan Tomi tepat, hanya dalam waktu beberapa jam Andi telah berhasil menguasai dasar menyetir mobil.


"Wah keren juga lo ngajarinnya, cepat ngerti gue!" Andi merasa bersyukur dan senang.


"Muridnya juga pinter!" Puji Tomi


"Bisa aje, lo! Tapi Rita benar juga!"


"Maksudnya?"


"Iya, dia bilang lo kalau ngajarin enak, cepat ngerti udah gitu ahli strategi!"


"Dia bilang begitu?" Tomi tersipu malu.


"Geer yee!..hahaha!"


"Oke sekarang coba keluar lapangan ini Ndi, kita coba ke jalan, intinya begini, lo harus tenang, mata lo ke depan, kadang liat ke spion kiri dan kanan, dan spion atas. Ga Usah buru-buru,kita bukan balapan. Ga usah pikirin kendaraan lain di jalur sebelah, pokoknya lo jalan di jalur lo aja!, Oke? Kita coba ya?" Tomi memberikan instruksi


"Oooh oke!" Andi mengikuti instruksi Tomi. Awalnya mobil berjalan pelan, setelah Andi terbiasa, ia pun berani menambah kecepatan.


"Sekarang lo coba pakai GPS ya!" Tomi menyalakan GPS di mobil Tomi, dan menetapkan tujuan mereka, alamat rumah Dewa.


"Kemana nih Tom?"


"Ikutin apa kata GPS nanti lo tahu sendiri!"


Setelah beberapa saat ,Andi mengenali daerah yang ditujunya


"Ahh..rumah si Arya!"


"Iya, lihat dia yuk, gak ada kabar dari dia rasanya kurang, biasanya dia bawel banget!"


Andi menepikan mobilnya, Tomi keluar dari mobil dan bertanya pada satpam rumah Tomi. Beberapa saat kemudian ia kembali ke mobil.


"Orangnya lagi pergi Ndi, katanya ada urusan, tapi ga bilang kemana, satpamnya juga gak tahu!"


"Ooo, jadi kemana kita sekarang?"


Tomi menetapkan tujuan berikutnya.


"Ooo rumah sakit." Andi mengenali jalannya.


"Tom,kalau gue mau ke Jakarta gimana?"


"Hmm..lo punya e-toll ga? Nanti gue tunjukin, kira masuk jalan tol, ga sampai Jakarta nanti balik lagi!"

__ADS_1


"Gampanglah itu!"


Andi menepikan mobilnya ke sebuah minimarket, dan membeli e- money, kemudian ia kembali ke mobilnya.


__ADS_2