Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 158: Hamil Muda


__ADS_3

“Hey Mr.Daniel apa kabar ? Sudah lama ya gak datang ke gym?” Aldy menjabat tangan Daniel


“Alhamdulillah, baik Pak! Eh Al, Anda bagaimana sehat?”


“Ya Alhamdulillah sehat, lihat otot perutku!” Aldy memamerkan oto perutnya yang kini mulai berbentuk


“Wow! Anda pasti telah bekerja keras untuk membentuk otot perut itu ya?”  Aldy membuka kaos bagian perut Daniel


“Tapi belum sebagus bentuk perut mu!” ujarnya iri


“Terima kasih!” Daniel kembali diam, ia melatih otot perutnya


“Apa ada masalah? Sepertinya kamu sedang banyak pikiran!” Aldy membaca raut wajah Daniel


“Terlihat jelas ya?” Aldy mengangguk


“Aku memakai jasamu saja Al? Untuk mengatasi masalah ku? Berapa yang harus kubayar 1x pertemuan?”


“Hmm...tidak usah, paling-paling setelah curhat kamu akan menemukan jawaban atas masalahmu sendiri!”


“Tetapi aku merasa tidak enak, karena saran darimu aku dan istriku semakin mengenal satu sama lain!”


“Kalau begitu traktir aku makan saja setelah selesai latihan ini!”


“Boleh! Makan di mana?”


“Gak usah jauh, di bawah gedung ini ada cafetaria, makanannya lumayan enak! Rasa bintang lima harga kaki lima!”


“hahaha! Boleh..boleh..bahkan kamu boleh membeli untuk orang di rumah!”


“Beneran nih? Hahaha...jadi apa masalah mu?”


Daniel mulai bercerita


Hari Sabtu pagi, Daniel dan Rita baru saja menyelesaikan aktivitas bercinta mereka. Daniel masih beristirahat sementara Rita membuka ponselnya


“Sayang kita harus berangkat pukul 1 siang ini, penerbangan ke Auckland memakan waktu 19 jam, kita akan sampai esok hari”


“Ahh..aku malas terbang terlalu lama! Lagipula aku masih lelah karena harus menyelesaikan tugas kantor sebelum ambil cuti selama 1 minggu!” keluh Daniel


“Kamu lelah? Yakin? Kita melakukannya sejak tadi malam, kemudian pagi ini 2x, istirahatku hanya untuk tidur saja! Hati-hati dengan pinggang mu nanti sakit lagi!” Rita memperingatkan suaminya


“Habis mau bagaimana lagi? Ada bagian tubuhku sangat menyukai mu Sayang!, setiap berdekatan denganmu ia langsung bereaksi!” Daniel mulai menciumi punggung istrinya , tiba-tiba Rita merasakan sesuatu pada perutnya. Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya dan berlari ke kamar mandi. Ia merasa mual pagi itu. Daniel melihatnya heran


“Apa mungkin masuk angin?” gumamnya. Ia memakai celana boxer dan kaos putih favoritnya, ia menghampiri istrinya yang masih muntah-muntah di toilet. Daniel membantu mengurut bagian leher belakang istrinya. Kemudian ia mengambil minyak sereh di lemari atas closet dan melumurkannya sedikit ke punggung istrinya supaya hangat


“huak..huak!!..” cairan putih keluar dari mulut Rita. Setelah beberapa waktu ia mulai berhenti, kemudian membersihkan mulutnya.


“Sayang, tes pack yang kamu beli kemarin di mana?”


“hmm...sebentar!” Daniel mengambil test pack dari laci di lemari dekar ranjang mereka, kemudian ia memberikannya ke istrinya.


“Belinya banyak banget sampai 3? Dengan berbagai merk?” tanya Rita heran


“Aku dengar, beberapa alat ini akurasinya hanya 70% tapi sangat sensitif. Sedangkan yang lainnya akurasinya lebih besar, tetapi hasilnya lama” Daniel membantu membuka kemasannya dan membaca cara memakainya.


“Sayang kamu keluar dulu ya? aku ingin privasi!” Rita mendorong suaminya keluar kamar mandi. Ia pun mulai melakukan tes kehamilan pada dirinya. Setelah itu ia mandi, rasa mual terkadang membuatnya berkali-kali memuntahkan cairan putih dari lambungnya. Daniel cemas menunggu di luar kamar mandi


“Ada yang harus aku bantu sayang?” tanyanya dengan suara cemas


Rita membuka sedikit pintu kamar mandinya


“Tolong ambilkan 2 handuk!, tapi please tetap pakai pakaianmu!, aku sangat tidak enak badan!” ujar Rita, ia mengingat pengalamannya yang lalu. Daniel tersenyum dan mengambil handuk dari lemari di walking closet dan memberikannya kepada istrinya. Rita pun bisa mandi dengan tenang. Beberapa saat kemudian pintu kamar mandi terbuka. Rita keluar dengan menggunakan mantel mandinya, wajahnya terlihat sangat cemas


“Sayang!” panggilnya, ia menunjukkan 1 alat yang sudah menunjukkan hasilnya, strip 2, Daniel tidak kalah terkejut, ia melihat alat itu yang menunjukkan strip 2. Tapi ia belum merasa yakin. Ia menunggu hasil dari dua alat lainnya, sementara Rita berpakaian. Beberapa menit kemudian, hasil tes keluar dan ternyata benar dugaan Rita, ia hamil. Daniel sangat terkejut dan juga takjub, ia tidak menyangka pernikahannya yang baru menginjak 3 bulan akan segera mendapatkan anggota keluarga baru. Ia menangis terharu, ia memeluk istrinya dengan sayang. Sejak dekat dengan Rita, ia sudah memimpikan membentuk keluarga dengannya, dan kini impiannya segera terwujud. Ia berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah itu berpakaian rapi.


“Sayang, sebelum ke bandara kita mampir ke dokter kandungan dulu ya? kita cek lagi apa alat ini benar?”


Rita mengangguk, ia masih shock, tidak percaya bahwa dirinya akan menjadi seorang ibu. Mereka mampir ke dokter kandungan.


Di hadapan dokter kandungan perempuan yang kelihatannya umurnya sebaya dengan mamanya


“Ibu terakhir menstruasi kapan?” tanya dokter kepada Rita


“Hmm..kapan ya?” Rita mengingat-ingat


“Sebentar!” Daniel membuka ponselnya dan menyebutkan tanggal terakhir Rita mens. Rita heran dengan catatan menstruasinya yang dibuat suaminya, sementara dokter tersenyum geli


“Oh tanggal 15 bulan ini” dokter memasukan tanggal terakhir mens ke dalam aplikasi dikomputernya untuk menghitung kemungkinan terjadi kehamilan.


“Terakhir kalian berhubungan intim?”


“Tadi pagi dokter!” Daniel juga yang menjawabnya, Rita menahan malu ia pura-pura tidak melihat dokter ataupun perawat pendampingnya, karena terlihat sekali mereka berusaha menahan tawa .


Setelah memperoleh hasil dari komputernya, dokter menyuruh Rita tiduran di ranjang untuk melakukan USG di perutnya.


“Mulai merasa mual kapan?” tanya dokter, suster mengoleskan jelly di perut Rita


“Tadi pagi dokter!” Daniel segera menjawabnya


"Sayang ini bukan kuis!" ujar Rita, ia mulai kesal dengan jawaban cepatnya Daniel.

__ADS_1


“Tadi pagi dokter!” Rita mengulangi ucapan Daniel. Dokter mengangguk sambil tersenyum, ia pun mulai meletakan alat USG 3 dimensi di perut Rita. Ia menunjukkan gumpalan yang masih terlihat sangat kecil di perut Rita


“Selamat ya bu!” Ujarnya tersenyum


Daniel mencium kening Rita, matanya berkaca-kaca menahan haru. Setelah hasil USG di print mereka kembali duduk di hadapan dokter


“Kehamilan ini masih sangat muda, pada tiga bulan pertama sebaiknya tidak berhubungan intim dulu kalau dilakukan ditakutkan akan memicu kontraksi pada janin akibatnya akan keguguran” ujar dokter, ia kembali menahan senyum karena ia melihat wajah Daniel yang sangat keberatan


“Hari ini kami melakukan penerbangan lebih dari 20 jam dokter, apa boleh?” tanya Rita memecah kesunyian, karena Daniel masih mematung


“Oh itu tidak apa-apa, usahakan jangan terlalu lelah, saya akan memberi resep untuk mengurangi mual di pagi hari dan vitamin agak ibu dan anak tetap sehat”


“Terima kasih dokter!” Rita mengucapkan terima kasih kemudian menarik suaminya dari ruang dokter. Sambil menunggu obat di apotek , Rita iseng memoto ekspresi suaminya yang masih shock.


“Kesempatan langka” gumamnya tersenyum geli


Setelah menebus resep obat, mereka berangkat ke bandara dengan taksi, Daniel terus memegang tangan Rita selama berada dalam taksi. Sedikit demi sedikit ekspresi wajahnya mulai kembali normal.


“Kamu tidak apa-apa kan sayang?” tanya Rita melihat wajah suaminya yang sepertinya rohnya telah kembali


“Hah? Iya tadi kata dokter apa ya sayang? Kok aku gak tahu?”


“Hihihi!!!” Rita terkikik, karena sejak di ruang dokter Daniel betul-betul absen pikirannya setelah dokter melarangnya berhubungan intim selama 3 bulan dengan istrinya.


“Kamu sih terlalu lebay, Cuma 3 bulan off! Kamu kan tidak melakukannya lebih dari 26 tahun!”


“Tapi 26 tahun itu sebelum aku bertemu kamu!”


“Jadi gimana? Ini anakmu lho!” Rita meletakkan tangan Daniel di atas perut bagian bawahnya


“Baiklah! Moment ini akan aku catat!, akan aku bilang ke anakku kelak pengorbananku untuknya!”


Rita tertawa mendengar ucapan Daniel, ia merebahkan kepalanya di lengan suaminya,


“Pengorbanan! “ pikirnya


Mereka tiba 20 jam kemudian di Auckland, penerbangan yang melelahkan, resepsi diadakan 2 hari lagi, Rita dan Daniel menyapa kakeknya.


“Assalammu’alaikum Kakek!” Rita menghampiri kakeknya dan memeluknya kangen


“Wa’alaikummussalam!, kalian sehat semuanya?” Daniel ikut memeluk kakek Darmawan, kemudian mereka duduk di sofa besar di ruang kerja kakeknya


“Sofa baru kek?” tanya Rita ia menikmati sofa yang nyaman itu


“Ini rekomendasi si O!”


“O? Dia ada di sini?” Rita bangkit dari duduknya hendak mencarinya, tapi Daniel menahannya


“Dia sedang menemani mamamu mengambil baju untuk kalian!”


“Jadi bagaimana hasilnya?” tanya kakek


“Hasil apa kek?” tanya Rita                                                                             


“Oh!” Daniel paham maksud kakek, ia memberikan foto USG Rita


“Alhamdulillah! Sudah berapa minggu?” Kakek Darmawan melihat foto USG tersebut


“Dua minggu Kek!” jawab Daniel, ia agak bangga karena akan memberikan cicit untuk salah satu orang terkaya di dunia itu


“Wahh..kalian akan segera menjadi orang tua!, cepat sekali!” Kakek tersenyum melihat foto USG itu, tiba-tiba Metha masuk ke ruang kerjanya, Darmawan segera menyembunyikan foto USG tersebut


“Rita!! Keponakanku!” Metha memeluk dan mencium kedua pipi keponakan tersayangnya


“Daniel! selamat ya? kalian menikah begitu mendadak!, Aku sampai tidak datang ke acara ijab kabulnya!” protes Metha


“hehehe..maaf Tante!, Tante baru datang ?” Tanya Rita ia merangkul tantenya lalu pergi meninggalkan para lelaki di ruang kerja


“Perkiraan kami memang tepat Niel! Aku dan kakek Sugiyono bertaruh, kira-kira berapa minggu usia kehamilan Rita!”


“Kalian sudah tahu Rita akan hamil sebelum resepsi?” tanya Daniel heran


“Tentulah!, kami juga pernah muda Niel!, apalagi Rita masih sangat belia, usianya sangat subur, pasti cepat hamil”


“Oo begitu!” Daniel agak malu mendengar perkataan kakeknya


“O iya sejak kapan kalian tahu tentang kehamilan ini?”


“Baru tadi pagi kek, Rita merasa mual tadi pagi, kemudian kami ke dokter kandungan”


“hmm..begitu ya? oh iya, dengan keadaan Rita yang hamil muda seperti ini, kayaknya ia akan sulit ikut ke Disneyland Hongkong ya?” Darmawan menyinggung hadiah kemenangan pekan olah raga di kantornya beberapa waktu lalu


“Ya, biarkan tim saya saja yang berangkat!, mereka sudah sangat bekerja keras!” ujar Daniel tersenyum


“Aku melihat pertandingan kalian berdua! Waahh...gak aku ulang-ulang terus rekamannya terutama saat pertandingan Volley di jam terakhir, kalian betul-betul tim yang sangat baik!” puji Darmawan


“Terima kasih Kek!, Tim saya juga hebat!” Daniel berusaha merendah, padahal hidungnya kembang kempis mendengar pujian kakek istrinya itu


“Aku kasih tahu rahasia Niel?”


“Ya kek?”

__ADS_1


“Sejak dulu tim proyeksi itu tim yang lemah! Mereka dikumpulkan dari karyawan-karyawan yang lemot alias mikirnya lama tetapi mereka sangat disiplin dan loyal, sayang jika harus memecatnya. Alasan aku mengumpulkan mereka di satu tempat supaya mereka bisa saling memotivasi, jika dicampur dengan yang kuat mereka akan tertindas, potensi nya tidak akan keluar. Kemudian ada CEO muda yang baru dan bersemangat. Aku mengujimu membawahi mereka, dan hasilnya sungguh di luar dugaan, kamu betul-betul jenius Niel! Kinerja mereka naik 200%!" puji Darmawan lagi


Daniel bengong mendengar penjelasan kakek istrinya itu.


Kemudian ia pamit kembali ke kamar untuk beristirahat.


“Selamat atas pernikahannya ya pak Daniel! dan Selamat Datang di keluarga besar Darmawan!” ujar Lee, tersenyum dan menyalami tangan Daniel


“Terima kasih Lee, akhirnya kita jadi keluarga ya? oh iya Anda melihat Rita?”


“Tadi ia kembali ke kamarnya, katanya kepalanya agak pening”


“Oh begitu, baiklah aku ke sana!”


“Pak Daniel, sekarang kamar mba Rita juga kamar Anda!” ujar Lee memberitahu sambil tersenyum


“Terima kasih!” ucapnya lagi, ia segera ke kamar Rita yang terletak di lantai 2. Ia mengetuk pintu kamar tetapi tidak ada balasan, kemudian ia membuka perlahan. Ia melihat istrinya telah terlelap tidur di ranjang favoritnya, Daniel menutup pintu kamar tanpa menguncinya. Ia mengusap rambut kecil di jidat istrinya dengan sayang, ia berkeliling kamar itu sejenak. Ia sungguh tidak menyangka beberapa bulan lalu ia hanya membayangkan dapat tidur di kamar seindah dan semegah ini, sekarang ia tidak hanya tidur di kamar yang megah, tetapi juga ditemani oleh istrinya yang sangat ia sayangi. Ia membuka sepatunya, kemudian menutup tubuh istrinya dengan selimut. Ia pun ikut tertidur di samping istrinya sambil mendekapnya.


Sementara itu, Ratna dan Mario telah tiba di rumah besar, Darmawan memberitakan kabar gembira tentang kehamilan Rita.


“OMG!!! Aku akan jadi nenek! Pa! O! Tante akan jadi Nenek!” Ratna lompat-lompat kegirangan, seperti biasa O ikut melompat girang


“Repot juga dong tante, namanya jadi tante Nenek atau Nenek Tante!” canda O


Darmawan dan Ratna tertawa mendengar celotehan O!. Kini O diangkat menjadi anak asuh Darmawan, selain sekolah dan hidupnya ditanggung Darmawan, ia juga merangkap menjadi desain interior rumah Darmawan di Jakarta dan Auckland. Sekarang ini ia ditugaskan mendekor ruangan besar di rumah Darmawan untuk resepsi pernikahan Rita dan Daniel.


Andi yang baru datang dari kuliahnya juga mendengar kabar baik itu, dengan segera ia masuk ke kamar Rita, tetapi kemudian ia malu sendiri. Ia lupa adiknya kini telah bersuami. Tidak semestinya ia menerobos masuk ke area privasi adiknya walau se kangen apapun. Pelan-pelan ia menutup kembali pintu kamar Rita, kemudian membuat tulisan yang digantungkan di pintu Rita “Privasi”. Lalu ia turun untuk menemui mamanya.


Sementara Darmawan tidak sabar mengabari Sugiyono tentang berita kehamilan Rita, Ia melakukan video call


“Kakak ada di mana sekarang?”


“Hotel di Auckland, nanti malam kami ke sana!”


“Kok di hotel? Kamar di sini banyak!” ujar Darmawan agak tersinggung


“Bukan begitu Dik! Aku baru saja mengakuisisi salah satu hotel bintang lima di sini! Pemiliknya terjerat hutang!”


“Apa nama hotelnya kak?”


“Hmm..dulu namanya Ashton! Sekarang jadi apa ya?”


“Ooo, iya, aku tahu hotel itu, dulu memang sempat dilelang bank, aku pikir sudah laku oleh pihak lain!”


“Memang sudah, katanya dibeli oleh keluarga Hamington, tetapi mereka bankrut dengan banyak hutang, jadi aku beli saja mumpung harganya murah!”


“Oo begitu”


“Ada apa? sepertinya ada kabar yang tidak bisa menunggu?”


“Hmm...Rita hamil kak!” ujar Darmawan setengah berteriak


“Hah? Rita Hamil??? Alhamdulillah!!!! Ah syukurlah!!! Kita mengijinkan mereka cepat menikah!!! Kalau enggak waduhh!!!”


“Nah! Kakak ingat kan taruhan kita tentang usia kehamilan Rita?”


“Hah? Apa iya aku pernah bilang begitu?”


“Tentu dong!, kakak bilang pemenangnya harus membayar 2 resepsi ini!” Darmawan tersenyum penuh kemenangan


“Hmm...rasanya aku harus membatalkan pertaruhan itu, aku baru saja mengeluarkan uang cukup banyak untuk membeli hotel Hammington ini”


“Ohh! ya sudah lah!" tanyanya dengan nada kecewa


" jadi beneran batal ya? ia kembali meyakinkan, dan merekam percakapan mereka


"iya, dibatalkan saja!" ujar Sugiyono


"hmm..ya sudah!" ujar Darmawan


“Memangnya berapa usia kehamilan Rita?” tanya Sugiyono penasaran


“Dua minggu!” jawab Darmawan, ia menunjukkan foto USG kehamilan


“Dua minggu? Itu tebakan aku kan? Kalau kamu bilang 4 minggu ! alasanmu mereka tidak pernah berhenti saling tatap!” tanya Sugiyono tidak percaya, ia baru saja terjebak permainan mantan besannya


“Hahaha!!! Aku bebas !!! aku tidak perlu membiayai resepsi di Jakarta!” Darmawan tertawa senang


“Ahh Siall!!! “ Maki Sugiyono, ia menutup Vcnya , sementara Darmawan terus tertawa kegirangan, Andi masuk ke ruang kerja kakeknya


“Kek! Kenapa girang banget?”


“Itu! Kakekmu!, kami bertaruh tentang usia kehamilan Rita, taruhannya siapa yang kalah menanggung biaya resepsi!”


“Kakek kalah?”


“Iya!”


“Kok girang?”


“Karena kakek sugiyono membatalkan pertaruhan!!! Aku bebas!!! Yeah!!!!” Kakek Darmawan melakukan selebrasi di ruangannya

__ADS_1


Andi menggeleng-geleng kepalanya, tetapi ia senang sejak Rita resmi menjadi cucu, ia membawa keceriaan bagi keluarga mereka, apalagi sebentar lagi ia akan menjadi paman. Paman yang sangat muda, pikirnya tersenyum.


_Bersambung_


__ADS_2