
Rita menceritakan hal yang telah terjadi kepada keluarganya, juga kepada Dewa dan Tomi. Mereka mendengarkan dengan prihatin.
"Jadi orang terakhir yang bersama kamu itu Ryan dari salon?" Tanya Ratna
"Iya ma, Rita juga ga ngerti, awalnya Ryan dikurung bareng Rita, sampai kita bisa keluar, begitu Rita keluar eh ternyata Ryan sekongkol sama Joey"
"Joey itu mantan karyawannya Dodi?" Tanya Reza
"Itu yang Rita dengar?
Kamu ga tahu ada 1 korban tewas?"
"Hah? Siapa?"
"Siapanya mama ga tahu, tapi polisi bilang 1 orang tewas di dapur!"
"Joey gimana ma? Sudah tertangkap?"
"Lagi dicari, sepertinya dia berhasil kabur dari RS setelah ditemukan pingsan di hutan"
"Kalau yang lainnya?"
"Mama juga ga tahu, kamu diminta datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan."
"Kapan?"
"Kalau sudah siap?"
"Sekarang saja yuk ma!" Rita langsung lompat dari tempat tidur.
"Rita!!, Kamu itu selalu terburu-buru!" Reza memarahi.
Rita kembali duduk di tempat tidur.
"Tunggu dokter kalau dokter bilang sudah aman, kamu bisa keluar dari RS. Lain kali jangan sok jadi pahlawan ya?" Omel ayahnya.
"Iya yah!" Rita menunduk.
Andi CS menunggu di luar kamar.
"Hari ini lo balik ya Tom?"
"Seharusnya iya, lo ikutan balik wa?"
"Iya, lo masih lama liburnya Rey?"
"Masih 1 bulan lagi!"
"Nginap di rumah Rita saja?" Ajak Dewa
"Ya, lo bisa magang di resto gue!" Ajak Tomi
"Nanti deh, gue ijin kakek gue dulu!"
"Kakek?"Dewa dan Tomi bersamaan.
"Iya, sudah 2 bulan gue bersama mama, sisa 1 bulan liburan sama kakek!"
"Oooh!!"
Dokter datang dan melihat perkembangan kesehatan Rita.
"Sudah bisa keluar Pak, lain kali jangan sampai ga minum ya?"
"Iya dok, terimakasih!"
Setelah merapikan semua barang dan membayar rumah sakit, Rita dan keluarga meninggalkan rumah sakit. Mereka langsung ke kantor polisi untuk memberikan keterangan. Karena laporan Rita mengenai TKI ilegal, operasi gabungan polisi, imigrasi dan Depnaker melakukan penggerebekan ke tempat di mana Dewi Cs disembunyikan. Pengiriman TKI ilegal dapat digagalkan. Bencana tenggelamnya kapal pengangkut TKI ilegal dapat dicegah.
Rita yang sangat prihatin dengan keadaan Dewi CS meminta mamanya untuk memberikan pekerjaan kepada Dewi CS. Ratna menghubungi beberapa relasi bisnisnya yang memiliki pabrik garmen, kemudian Dewi CS disalurkan untuk bekerja di pabrik-pabrik tersebut.
Selain itu beberapa orang yang memiliki keterampilan di bidang perhotelan diberikan pekerjaan di hotel milik kakeknya Rita di Bali.
Keesokan harinya Rita, keluarga dan teman-temannya telah berada di bandara untuk kembali ke Jakarta.
Dodi, Tasya dan Aldy mengantar mereka sampai ke bandara.
"Terimakasih ya Rita, maaf om sudah banyak merepotkan!" Dodi menyalami Rita.
"Gpp Om!" Rita tersenyum membalasnya.
"Kak Rita, terimakasih sudah melindungi Tasya, kalau ke Sangeh lagi nginep aja di hotelnya papa, gratis!"
__ADS_1
"Baik-baik ya Tasya, jangan jalan sendirian!" Rita memeluk Tasya
"Thanks Sys!" Ujar Aldy menyalami Rita
Ratna menjauhi Dodi dan keluarganya.
"Rit, mama mu masih marah sama Om?"
"Mungkin Om, beri waktu saja Om, mama memang seperti kak Andi kalau ngambek lama!" Rita menenangkan.
Setelah memberi oleh-oleh untuk Rita, Dodi dan keluarganya pun pulang .
Rita menghampiri Ratna
"Ma, ada salam dari Om Dodi!"
"Pak Dodi! Kamu jangan sok akrab kayak gitu!" Ratna ketus
"Iya Ma" Rita menurut.
"Itu siapa?" Tanya Reza
"Bukan siapa-siapa!" Ratna ketus dan duduk menjauhi Reza.
"Mamamu kenapa?"
"Masih ngambek yah?" Rita menjawab, sambil duduk.
Di pesawat,
Rita duduk di antara papa dan mamanya.
Sedangkan Andi,Dewa dan Tomi duduk dalam 1deret bangku di belakang Rita.
"Hihihi.." Dewa tertawa
"Kenapa lo ketawa Ar?" Andi bingung
"Rita ga bisa bergerak tu di depan!"
"Tuker aja Dy, Rita di sini!" Usul Tomi
"Engga ah, biarkan mereka kangen2an. Setelah ini akan lama lagi mama dan Rita bertemu!"
"Ke rumah kakek kayaknya, Ayah mau menyalami kakek katanya!"
"Lo balik duluan aja bareng gue Wa!" Sambung Tomi.
"Kalian jadi tamu aja di tempat Kakek!" Undang Andi
"Boleh? Ga ngerepotin?"
"Boleh lah, kan gue yang ngundang, hehehe.."
"Iya deh" Tomi mengiyakan.
Perjalanan terasa lebih lama dari biasanya.
"Eh sudah lebih dari satu jam, kog ga sampai-sampai ya?" Andy melihat jam tangannya.
"Eh iya ya?"Dewa melihat keluar jendela.
"Dari tadi pramugari juga bolak-balik aja!" Sambung Tomi.
Para penumpang di pesawat juga mulai ribut.
"Mba, ini sudah hampir 2 jam kog belum mendarat juga?" Tanya salah satu penumpang.
"Mohon tenang ya pak, nanti ada pengumuman dari pilot!" Pramugari menenangkan.
Beberapa orang lelaki bangkit dari kursi mereka. Salah seorangnya menyuruh para pramugari duduk dan diikat di kursi mereka. Entah darimana mereka mendapatkan senjata.
"Bapak-ibu sekalian, ini pembajakan pesawat.Kalian tidak akan terluka kalau menurut apa yang kami perintahkan!"
Para penumpang heboh, ada yang berteriak ketakutan, ada yang menangis.
"Penerbangan ini tidak akan ke Jakarta, tapi ke pulau yang kami tunjuk.Pesawat ini sudah menuju pulau sejak sejam yang lalu.
Beberapa orang perempuan menangis.
Termasuk mama Ratna.
__ADS_1
"Tenang!!" Reza menenangkan
Tomi menengok ke belakang, lalu beranjak dari kursinya.
"Maaf saya mau ke toilet!"
Seorang pembajak mengantarnya ke toilet. Beberapa saat kemudian Tomi kembali ke tempat duduknya.
"Ada 5 orang!" Bisiknya ke Dewa .
"Jangan gegabah Tom, mereka bilang sudah 1 jam, berarti ada orang lain di ruang kokpit!"
"Lo pada mau ngapain? Heh ini di udara, lo melawan tu pistol meletus, tekanan kabin pesawat bakal turun, ni pesawat bakal jatuh!" Bisik Andi.
Tomi dan Dewa terdiam.
"Biasanya di setiap penerbangan ada polisi bandara di pesawat, disini ada ga ya?" Bisik Tomi
"Itu kalau penerbangan luar negeri, kayaknya disini gak ada!" Balas Dewa.
"We'll wait and see!" Ujar Andi
"Bagaimana kira ngabarin orang di luar sana?" Dewa berbisik
Sementara itu Rita tertidur sejak pesawat mengudara tidak menyadari pembajakan tersebut. Entah apa yang ada dibenak para pembajak, mereka berinisiatif mengelompokkan penumpang laki-laki dan perempuan. Mama dan papanya membangunkannya, tapi 2 orang mengancam Ratna dan Reza untuk berpindah tempat duduk. Kerena mereka bergerak sangat lambat, salah satunya memukul punggung Reza, hingga ia terjatuh. Rita yang tertidur sangat lelap, tiba-tiba bergerak dengan cepat, matanya masih tertutup, ia memukul balik orang yang memukul ayahnya dan membuatnya pingsan, sedangkan orang yang satunya lagi mengacungkan senjatanya ke arah Rita, masih dengan mata tertutup dan gerakan yang cepat ia merebut senjata orang itu dan memukulnya hingga pingsan. Reza terkesima melihat perbuatan Rita, dengan sigap ia meminta Tomi dan Dewa membantunya untuk menyembunyikan dua orang itu.
Keadaan begitu gaduh di dalam pesawat, sehingga tidak ada yang memperhatikan perbuatan Rita CS.
Andi bingung melihat Rita yang bergerak cepat tapi mata masih terpejam.
"Ssssttt..jangan bangunkan, lebih baik begini!" Ujar Reza, menuntun Rita kembali ke kursinya.
"Rita kenapa Mas? Kog bisa begitu?" Tanya Ratna bingung
"Saya juga ga tahu, biarkan saja, jangan diganggu!"
Pemimpin pembajak, mencari dua orang anak buahnya,
"Arip dan Tono di mana?" Tanyanya kepada seorang anak buahnya.
"Ga tau, kayaknya tadi di lorong itu!" Menunjuk ke arah tempat duduk Reza.
"Panggil mereka, sebentar lagi kita mendarat!" Perintahnya.
"Penumpang-penumpang ini mau diapakan bos?"
"Kita sortir, kalau yang kaya kita bisa minta tebusan ke keluarganya, sisanya kita hilangkan!"
Seorang ibu mendengar perkataan bos tersebut, langsung berteriak histeris
"Aaahhhhhhhhhhhh" teriaknya ketakutan dan berlari menjauh menuju ke tempat duduk Tempat Rita Cs berada. Seorang pembajak bermaksud menembaknya, tapi dicegah si bos
"Jangan!! Ini masih di udara, bahaya! Kejar saja, dia gak akan jauh!!!"
Pesawat itu cukup panjang, terdiri dari 3 ruang yang disekat. Sekat pertama dekat dengan ruangan pilot. Hanya terdiri dari beberapa kursi untuk kelas 1, sekat kedua untuk kelas ekonomi, kira-kira ada 15 baris dan 2 kolom. Sedangkan sekat ketiga ada ruang untuk para pramugari. Si Bos dan pembajak tadi berada di sekat ketiga tempat para staf. Ibu yang histeris tadi berlari ketakutan sambil berteriak
"Kita akan matii dibunuh!!" teriaknya.
Para penumpang lain ikut menangis histeris, mereka mulai gelisah.
Pembajak tadi berhasil menarik rambut ibu tadi dan menghempasnya dengan kasar.
Tomi sudah tidak tahan lagi, ia mencegah orang tersebut memukul ibu yang sudah tidak berdaya. Ia tarik tangan si pembajak dan memukul wajahnya, perkelahian pun terjadi. Teman si pembajak menghampiri dengan membawa senjata dan akan memukul Tomi, tapi Dewa mencegahnya. Dewa menahan orang tersebut dan Andi membantunya dengan merebut senjatanya. Reza dan Ratna tidak tinggal diam, mereka membantu Dewa dan Tomi meringkus kedua orang itu. Penumpang lain terkesima melihat aksi keluarga itu. Sementara Rita tetap tidur pulas. Dua orang tadi berhasil diringkus,dan mereka pingsan.Setelah diamankan. Ratna membantu ibu yang histeris itu bangkit.
"Sudah tidak apa-apa bu!" Ibu itu berusaha berdiri namun lemas masih ketakutan.
"Suruh duduk dan beri minum!" Perintah Reza.
Ibu itu duduk, dan meminum air mineral yang disodorkan.
"Tenang ya bu, semoga kita bisa menghentikan mereka" hibur Ratna. Reza,Ratna,Tomi,Dewa dan Andi berembuk
"Ini kepalang tanggung, kita tidak bisa membiarkan begitu saja!" Ujar Ratna
"Betul Ma! Kalau mereka sampai tahu kita yang bakal habis!" Andi menimpali
"Kalau begitu jangan tanggung-tanggung, begitu ketahuan bosnya, dan pengikutnya, kita serang!"ujar Reza bersemangat
Mereka kembali ke tempat duduk masing-masing seolah tidak ada yang terjadi. Si Bos yang ada di sekat tiga curiga, tidak ada satupun anak buahnya yang muncul. Dengan marah si bos mengokang senjatanya dan berjalan ke ruang dua.
Dengan asal ia menarik seorang perempuan di dekatnya
__ADS_1
"Mana orang-orang yang tadi memegang senjata!!!" Ancamnya sambil mengarahkan senjatanya ke kepala perempuan muda itu yang menangis ketakutan.
-bersambung-