
Persiapan resepsi pernikahan Rita dan Daniel sudah mendekati 95%, para keluarga dan handai taulan sudah berkumpul di rumah besar Darmawan. Resepsi diadakan selama 2 hari, hari pertama untuk para sahabat dan Keluarga besar Darmawan, sedangkan hari kedua untuk para rekan bisnis dan kolega Darmawan.
“Ma, keluarga Darmawan kan cuma sedikit, kenapa harus disediakan satu hari untuk acara resepsi?” tanya Rita, ia sedang berada di ruang rias
“Entahlah, kakekmu mau mengundang kerabatnya yang jauh, sepupunya yang masih hidup. Beliau bilang ingin menjalin tali silaturohim” Ratna sibuk merapikan kebaya Rita yang berwarna merah marun
“setelah di sini, sehari kemudian di Jakarta?” tanya Rita
“Hmm...entahlah, mungkin kakek Sugiyono punya rencana lain tentang resepsi di Jakarta, apalagi kamu sedang hamil muda!”
“Gak jadi yang di Jakarta ma?”
“Kakek mu belum memutuskan, karena ia baru saja mengakuisisi hotel Hammington di sini, katanya uangnya banyak keluar di situ!”
“Ooo begitu, baguslah!, lebih baik keluarga kakek Sugiyono di satukan saja dengan keluarga Darmawan, toh keduanya juga sedikit orangnya!”
“Kenapa? Kamu capek ya? memang sih sedang hamil itu banyak malesnya!” ujar Ratna
“Enggak sih ma, paling mual saja kalau pagi”
“Iya itu karena hormonnya sedang bekerja! Sekarang tinggal riasannya, ayo duduk di kursi itu!” Ratna menuntun anaknya duduk di kursi rias.
Tak berapa lama Saye dan Reza datang ke kamar rias itu
“Rita! Kamu lagi hamil nak!” ujar Saye terharu, ia memeluk Rita erat, begitu pula Ayahnya
“Ayah baru datang?”
“Iya!” dr.Reza mengusap kepala anaknya dengan sayang
“Sudah berapa minggu kehamilannya?”
“Dua minggu yah!”
“Aku akan punya cucu Ye!” ujar Reza terharu
“Kalian datang kesini? Kok gak bilang?” tanya Ratna heran
“Oh itu, kakek Sugi membatalkan resepsi di Jakarta, beliau bilang pak Darmawan mengadakan 1 hari resepsi untuk para kerabat dan handai taulan. Beliau bilang lagi, karena saudara pak Darmawan Cuma sedikit, jadi digabung saja dengan keluarga Sugiyono.” Ujar Saye menerangkan
“Jadi kalian datang beramai-ramai kemari?”
“Iya, kakek Sugiyono menggunakan pesawat air bus terbarunya untuk membawa semua keluarga Sugiyono kemari. Beliau juga bilang, akan lebih hemat karena koleganya dan kolega pak Darmawan orang yang sama, Jadi acaranya disatukan” sambung Reza lagi
Sementara di ruang kerja Darmawan
“Jadi kakak membawa seluruh keluarga kakak kemari?” tanya Darmawan heran
“tentu! Kita kan kerabat!, lagipula aku Cuma membawa anak cucuku serta Reza dan adiknya”
“Jadi kakak gak jadi resepsi di Jakarta?”
“Enggak! Di sini sajalah!, aku menambahkan daftar kolegaku untuk besok, tenang saja dik, aku akan ikut membayar pengeluarannya!”
“Kenapa bisa berubah pikiran begitu? Apa uang kakak betul-betul habis?”
“Tidak!, sebenarnya kemarin ketika akuisisi hotel aku bertemu dengan beberapa teman bisnisku, kemudian mereka membicarakan tentang resepsi Rita besok. Aku pikir ah buang-buang uang kalau aku harus mengundang mereka lagi untuk acara yang sama, jadi sekalian saja!”
“Hmm..begitu ya? jadi semua orang yang kakak bawa menginap di mana?”
“Di hotelku yang baru!, hehehe...setelah bertahun-tahun akhirnya aku punya hotel juga!”
“Memang sebelumnya gak punya?” tanya Darmawan heran, Sugiyono menggeleng
“Aku hanya membeli tempat-tempat wisata, kemudian mengembangkannya, sedangkan hotel tidak pernah terpikirkan, sampai Robby bilang. Kek, kenapa belum punya hotel? Aku bingung menjawabnya, sekarang tidak bingung lagi, hehehe!”
“Tadi kemari naik pesawat baru?” tanya Darmawan lagi
“Iya! Air bus type terbaru! Bertingkat lho dalamnya! Wah...wah..aku bisa besar kepala!” Sugiyono merasa bangga
“Selamat ya Kak!, oh iya usaha taksi terbangnya lancar?”
“Sangat lancar! Makanya uang dari taksi terbang itu aku belikan air bus!”
“Baiklah, jadi benar ya, biaya resepsinya dibagi dua?”
“Tentu saja!” Sugiyono tersenyum bangga
Sementara Rita dikerubungi oleh para sepupu wanitanya
“Wah Rita jadi pengantin euy! Sudah hamil lagi!” ujar Maia
“Iyalah, suaminya ganteng begitu, mana bisa menolak, bahkan sel telurnya akan bilang come to mama pada spermanya !!” celoteh Rosy yang diiringi tawa para cewek di ruangan itu
Tiba-tiba Mario masuk ke ruang rias
Girls!, sudah waktunya kalian keluar, acaranya mau dimulai neh!” Mario yang menjadi koordinator acaranya, semua cewek yang berkumpul di kamar rias keluar, dan memenuhi aula. Para pengisi acara juga telah siap. Iringan musik indah mengantarkan kedua mempelai masuk ke tengah Aula dan duduk di pelaminan yang di dekor layaknya singasana Raja dan Ratu.
Rita mengenakan kebaya modern merah marun dengan sanggul bergaya jawa, sedangkan Daniel mengenakan kebaya lelaki dengan warna senada dengan Rita. Keduanya tampak serasi, layaknya Raja dan Ratu. Video prosesi ijab kabul beberapa bulan lalu ditampilkan dilayar lebar layaknya bioskop. Video yang penuh haru serta tawa, ketika Mario yang menangis terisak dan membersihkan hidungnya ditampilkan dalam video. Momen Ia protes dan mengejar salah satu kameramen lalu menjambaknya.
Suasana kembali haru ketika Reza memeluk Rita dengan erat, terlihat wajahnya yang terharu juga bahagia. Ratna menangis terharu, ia membayangkan Eka juga hadir di sana melihat putrinya menikah. Kemudian kembali tergelak ketika Robby merebut tissue dari Andi, tetapi tissue itu sudah kotor!, akhirnya mereka bertengkar. Moment-moment indah yang terjadi selama proses akad nikah yang berjalan sangat lancar serta khusu. Daniel melihat video itu, kemudian matanya menatap Rita dan memegang tangannya erat, kemudian mencium punggung tangannya dengan sayang. Momen itu tertangkap kamera, hampir semua wanita yang hadir mengucapkan
“oooohh!!!” mereka terlihat sangat iri dengan Rita. Daniel tersipu malu, ia menyembunyikan wajahnya di balik punggung Rita, yang hanya tertawa saja.
Sambutan dari kakek Darmawan yang mengucapkan selamat datang pada para keluarga yang hadir, serta mengumumkan kehamilan Rita membuat semua yang hadir bertepuk tangan riuh
“Yeahh!!! Daniel!!!” teriak Robby, seluruh hadirin tertawa mendengar teriakan itu , Andi yang kini akrab dengan Robby, pelan-pelan menjauhinya. Ia meninggalkan keramaian itu, dan keluar sejenak untuk menghela nafas. Ternyata di sana sudah ada Mario yang duduk sendirian.
“Heh O! Bukannya lo lagi tugas?” tanya Andi heran
“Rehat sebentar!, menata hati!” ujarnya dengan sedih
“Kenapa Lo?”
“Rita sudah bahagia ya, hidupnya sudah lengkap sekarang!” ujarnya dengan nada suara normal
“Iya, gue juga harus rela melepaskan adik gue!” ujar Andi lagi
“Lo kesepian ya Di?” tanya Mario, Andi mengangguk
“itulah namanya menjelang dewasa O!, akhirnya kita punya jalan hidup masing-masing. Rita sudah menemukan jalan hidupnya, sekarang tinggal kita nih O! Mau maju ke depan apa mundur ke belakang!” ujar Andi
“kata-kata lo mirip si Rita deh!”
__ADS_1
“Memang, itu yang selalu dia bilang! Setiap gue menyesali keluarga gue yang berantakan, dia selalu bilang begitu, terus jalan, jangan cengeng! Kata-katanya itu yang bikin gue gak mengasihani diri gue”
“Kenapa mengasihani diri? Nyokap lo masih ada, kakek lo kaya, kaya banget lagi, kenapa mengasihani diri? Ada juga gue yang begitu Di!, bokap gue jadi public enemy, nyokap gue gak mau ketemu gue lagi, karena gue lebih milih bokap daripada beliau. Dari dulu hidup gue susah, tapi gak terasa susah ketika Rita ada di sisi gue. Tawanya, sifat cueknya, kadang kasar, pukulannya waktu ngajarin gue matematika. Keberaniannya, padahal kenal dia Cuma beberapa bulan, tapi gue sudah yakin dia bakal jadi bagian hidup gue, gak taunya sekarang malah begini!” keluh Mario
“Bener dong O!, lo jadi bagian keluarga Darmawan sekarang, otomatis jadi bagian hidup dia sekarang, Rita itu gak pernah melupakan orang yang pernah baik sama dia O, gue saja kakaknya selalu kagum sama dia. Gak bisa gue kayak kakak-kakak lain ngebully adiknya!”
“Emangnya Lo berani?” ujar Mario ragu
“Iya juga ya, hehehe!, sudah yuk masuk! Nanti tertangkap kamera lagi kita sedih begini!” Andi merangkul Mario untuk masuk kembali ke dalam Aula, sementara suasana di dalam aula semakin meriah.
Rita melihat sekelilingnya, ia merasa berada diawang-awang. Ia juga memegang perutnya, kini ia tidak sendirian, ada jiwa yang hidup dalam dirinya dan sangat bergantung padanya. Ia melihat suaminya dan menghapus keringat di wajahnya. Moment itu juga tertangkap kamera dan ditampilkan di layar lebar , sekali lagi semua yang hadir berseru “ooohhh!!!”, kali ini Rita yang tersipu dan bersembunyi dibalik punggung suaminya. Salah seorang sepupu Rita berteriak setelah melihat moment tersebut
“Bikin baper!!!” semua yang hadir tertawa, semua bergembira karena berkumpul dengan keluarga
Daniel berbisik ke telinga Rita
“Gerak-gerik kita disorot Yang!, harus hati-hati!” Rita mengangguk, kemudian mereka Toss, moment itu juga tertangkap kamera, semua yang hadir tertawa melihat tingkah kedua mempelai yang tos layaknya akan bertanding
“Rita sudah menemukan partner yang tepat ya mas!” ujar Ratna terharu
“Iya, aku sadari aku sudah menyia-nyiakan hidupnya ketika bersamaku!” ujar Reza
“Oh iya mas, istri dan anak-anakmu mana?” tanya Ratna, sejak tadi ia ingin kenalan dengan keluarga baru suaminya
“Kami sudah bercerai!” ujar Reza
“Hah? Bagaimana dengan anak-anakmu?”
“Mereka diasuh ibunya, aku mengasuh mereka hanya dihari Sabtu dan Minggu” ujar Reza, ia terus menatap layar lebar, sementara Ratna melihat ke arahnya.
Acara resepsi selesai pukul 10 malam, para keluarga kembali ke rumah masing-masing, sementara yang menginap di rumah besar kembali ke kamarnya masing-masing.
Rita dan Daniel telah berganti pakaian
“Ahh..aku lelah sekali!, ia merebahkan tubuhnya di ranjang “
Rita berganti pakaian dengan mengenakan piyamanya, pantulannya terlihat dari cermin, Daniel memperhatikannya, kemudian ia memalingkan wajahnya
“Sial!! Aku puasa dulu nih!” umpatnya, tak lama ia pun terlelap tidur, sementara Rita membersihkan wajahnya kemudian sholat Isya. Setelah selesai ia membangunkan suaminya
“Sayang, sholat Isya dulu gih!”
“Sebentar lagi sayang, tanggung aku masih capek.” Daniel memeluk guling dengan erat. Rita sangat bersyukur ranjangnya yang sekarang lebih besar ukurannya sehingga ia bisa tidur di sisi lain dan masih luas. Ia memasang alarm untuk suaminya agar bisa sholat Isya, kemudian ia pun terlelap.
Esok paginya, pukul 7, suasana di luar rumah Darmawan sudah sangat ramai, para tamu keluarga yang menginap di kediaman Darmawan pulang ke rumahnya masing-masing, mereka sengaja berangkat pagi untuk menghindari kemacetan, sementara kedua pengantin masih terlelap, setelah sholat subuh mereka kembali tertidur.
Resepsi hari kedua, dimulai pukul 7 malam, para kolega dan rekan bisnis kedua kakek datang, lapangan di tempat pacuan kuda digunakan untuk tempat parkir. Panitia menyediakan mobil golf untuk membawa para tamu menuju rumah utama. Suasana aula lebih penuh di bandingkan resepsi yang pertama.
Syukurlah Mario sangat jeli melihat hal tersebut, dua hari sebelumnya ia meminta sekat di Aula dilepas untuk menampung semua tamu. Tempat duduk diatur sedemikian rupa, hidangan lezat tanpa batas tersedia. Para tamu menyantap hidangan dengan puas. Charles Lucas beserta istrinya, Simon serta Edward turut datang ke resepsi tersebut. Tidak seperti resepsi hari pertama, di resepsi kedua ini pengantin bebas bertemu dengan tamu yang mereka kenal.
“Rita , Daniel selamat ya!!!” ucap Charles Lucas tersenyum
“Terima kasih pak!” jawab Rita
“Waktu di gunung itu, aku pikir kalian kakak beradik!” ujar Simon
“Iya betul! Waktu paragliding aku pikir juga begitu!” sambung Edward
“Rita begitu menurut padamu! Hanya adik kecil yang selalu mengikuti kakaknya, iya gak?” ujar Simon lagi
“Hahaha begitu ya!” Daniel tertawa mengingat hal tersebut,
“Tapi kemudian aku berubah pikiran!, aku pikir kalian sepasang kekasih!” Ujar Simon lagi
“Kenapa bisa berubah?” tanya Rita heran
“Ketika kamu hanyut, Daniel hampir ikut terjun ke sungai itu!, aku mencegahnya!, wajahnya terlihat sangat suram. Aku mengingat wajah itu!”
“Oya? Wajah apa?” tanya Rita lagi
“Wajah orang yang baru saja kehilangan kekasihnya!” ujar Simon mendekatkan suaranya ke telinga Rita, karena suara musik yang bising. Daniel tidak mendengar kata-kata Simon yang terakhir, Rita tersenyum melihat wajah suaminya.
Kiano pun turut diundang di acara tersebut, tampilannya sekarang seperti pangeran arab. Kulitnya yang coklat sangat mendukung, wajahnya kini dihiasi kumis
“Kiano??” Rita terheran-heran melihat penampilan teman kecilnya
“Gimana? Pangeran arab nih!” ujarnya riang
Daniel sengaja memegangi pinggang Rita
“Selamat ya! Semoga langgeng sampai maut memisahkan!” ujarnya ia menjabat tangan Daniel dan Rita
“Terima kasih!” Jawab Daniel tersenyum, ia tetap memegangi pinggang Rita, kemudian ia menyambung perkataannya
“Beberapa bulan lagi kami akan mendapatkan bayi yang lucu!” Daniel memegang perut Rita, ia sengaja berbuat seperti itu, agar Kiano berhenti mendekati istrinya
“Oo begitu, selamat lagi deh! Wah cepat sekali! Meleset dong ya Rit! Katanya mau mengejar karir dulu eh malah menikah!, sudah hamil lagi!” ujar Kiano, ucapan Kiano sedikit menampar wajah Rita tetapi ia menyembunyikannya
“Itu gampang! Aku akan tetap berkarir walau bersama anakku!” ujarnya yakin
“Iya!, aku yakin kamu mampu!, oh iya, aku cari tempat duduk dulu, aku lapar!” ujarnya, ia meninggalkan Rita dan Daniel
Tak lama giliran Rendy datang mengucapkan selamat
“Selamat ya! Semoga berbahagia selalu!” ujarnya suaranya terdengar dipaksakan gembira
“terima kasih banyak!, kamu sudah makan?” tanya Rita ramah
“Aku lagi mencarinya!”
Rita memberi tanda kepada salah satu pelayan untuk mengantar Rendy ke tempat duduknya
“Terima kasih, kamu memang baik! Aku sungguh berharap kamu akan selalu berbahagia!” ia memegang tangan Rita dengan kedua tangannya, Daniel melihat hal tersebut, kemudian ia menarik tangan Rita
“Terima kasih!, doa yang sama untuk mu!” ujarnya tersenyum
Rendy pun pergi ke ruang makan, di sana ia di tempatkan bersama Kiano, Moment akad nikah Rita dan Daniel kembali ditayangkan, tetapi tidak termasuk momen Mario dan Andi .
Kiano dan Rendy melihat akad nikah yang berjalan khusu dan penuh haru, tanpa terasa keduanya menitikkan air mata. Di tempat lain Edward yang pernah menaruh hati pada Rita pun turut menitikan air mata.
Beberapa jam kemudian acara resepsi selesai, semua tamu telah pulang, Rita dan Daniel kembali ke kamar mereka.
“Ahh..akhirnya..selesai juga!” Daniel merasa lega
__ADS_1
“Iya ya, aku juga senang gak usah ada resepsi lagi di Jakarta, melelahkan!”
“Aku bersyukur kamu tengah hamil muda, mungkin itu salah satu pertimbangan kakek Sugi supaya kamu gak kelelahan!”
“Mungkin juga, aku juga kaget tadi, kakek Sugi jauh lebih ke-kakek-an dibanding sebelumnya!”
“Memangnya beliau galak ya?” tanya Daniel, ia memperhatikan Rita yang sedang membersihkan make up
“Iya!, dulu aku sering dimarahi. Kalau aku memanjat pohon, ketika terkunci di lemari pendingin, atau ketika aku bolos latihan. Suaranya betul-betul bikin aku merinding!” cerita Rita
“Kamu terkunci di lemari pendingin?”
“Yaa, aku menemukan tempat bersembunyi baru yaitu dapur di rumah kakek Sugi yang luas!, tapi aku gak apa-apa kok!”
“Berapa jam kamu terkunci?” tanya Daniel, ia merasa geli dengan kelakuan istrinya ketika kecil dulu
“Mungkin 5-6 jam!, mereka melihat CCTV, ketika ditemukan aku sedang makan di situ, wah kakek marah besar! Wah aku takut sekali!”
“Beliau begitu karena mencemaskanmu!”
“Eh, Sayang. Aku mau minta ijin!” Rita, mendekati suaminya di ranjang.
“Ijin apa?”
“Kamu jangan mengiyakan atau menolak dulu, tetapi pertimbangkan dulu ya!” ujar Rita perlahan
“Iya ijin apa?”
“Begini, mumpung kehamilanku masih muda, dan belum terlihat. Aku ingin ikut mama menjadi asistennya di New york Fashion Week!”
“Kapan itu?”
“Minggu depan!”
“Berapa lama?”
“Namanya juga Fashion Week, biasanya seminggu”
“Kenapa tiba-tiba kamu tertarik dengan industri fashion?” tanya Daniel heran
“Sebenarnya bukan masalah industrinya, aku sadar sebentar lagi aku jadi ibu, nah sebelum itu aku ingin menikmati hidup tanpa beban, seminggu saja!.. menikmati hal-hal yang sama sekali belum aku ketahui. Aku ingin tahu industri yang mama jalani”
“tapi kamu sedang hamil, masih minggu-minggu awal lagi, masih rentan!”
“Aku akan menjaga kandunganku dengan baik!, ayolah sayang?? Pikirkan dulu ya? lagi pula ketika kamu mengajak menikah dulu kamu kan sudah berjanji tidak akan mengekang aku!” bujuk Rita
“Hmm...aku pikirkan boleh ya? paling lambat kapan deadlinenya?” tanya Daniel
“Dua hari dari sekarang deh!, aku sudah bilang ke mama, beliau bilang kalau Daniel bilang boleh, ia akan membolehkan!”
“Begitu ya?” Daniel berpikir. Rita merayu Daniel dengan menciumi wajahnya, awalnya Daniel tergoda, kemudian ia ingat janin di perut Rita, kemudian ia mengambil bantal dan guling, ia pindah tidur di sofa
“Kok di situ sayang?” tanya Rita
“Kalau aku di situ, bisa-bisa pertahanan jebol!” ujar Daniel, ia merebahkan tubuhnya di sofa besar di ruang tamu masih di dalam kamar.
Daniel menutup ceritanya
“Jadi istrimu minta ijin untuk menjadi asisten mamanya?” Aldi meluruskan
“Menurutmu bagaimana?”
“Aku tanya , kira-kira jika kamu menolak, kira-kira ia akan marah atau kecewa gak?” tanya Aldi
“Pastinya, ia pasti akan bilang, aku tidak menepati janjiku!” ujar Daniel
“Nah! Kamu tahu jawabannya!”
“Tapi ia sedang hamil muda!”
“Justru itu, menurutku , istrimu berpikir sebelum ia berganti status ia ingin menikmati dirinya sendiri, mengalami hal yang baru, lagi pula percaya deh happy wife , happy life!”
“ Apa tidak apa-apa dengan bayinya?”
“Aku pikir ia tidak akan memutuskan begitu, jika ia pikir itu berbahaya bagi janinnya. Lagi pula bisa jadi itu keinginan si jabang bayi!” ujar Aldi lagi
“Hmm...begitu? baiklah, toh hanya 1 minggu, ada mamanya pula yang mengawasi. Baiklah aku akan mengijinkannya!” Daniel merasa lega, tapi kemudian ia merasa sebal karena harus mengeluarkan uang 300 dolar untuk mentraktir Aldi makan
“Kalau 1 sesi dengan kamu biayanya berapa?” tanya Daniel sinis
“Hahaha...inikan kamu sendiri yang menawarkan, ayo bungkus bawa pulang!” ujar Aldi tersenyum puas
“Iya deh, terima kasih atas masukannya pak dokter!, aku pamit dulu!” Daniel masuk ke mobilnya dengan membawa tas fitnesnya, kemudian ia mampir ke supermarket untuk membeli susu untuk ibu hamil dan membeli kue-kue untuk istrinya.
Di apartemen, Rita yang sedang hamil muda selalu merasa mengantuk, setelah ia menyiapkan makanan untuk suaminya ia tertidur di sofa
“Sayang!, pindah deh tidurnya!” tegur Daniel
“hah? Kamu sudah makan sayang?” tanya Rita
“Sudah!, baru saja selesai, tenang sudah aku rapikan!. Ini aku membuatkan susu untuk mu dan bayi kita!”
Rita meminum susu itu, sebenarnya ia tidak suka minum susu, tetapi untuk Daniel yang telah menyiapkannya dan untuk bayi diperutnya, ia pun mengalah.
Malam harinya , sebelum tidur
“Sayang, tentang New York Fashion Week itu!” ujar Daniel
“Ya sayang?”
“Aku mengijinkan, dengan catatan!”
“Iya?”
“Kamu harus lapor 2x sehari, pagi dan malam! Agar aku tenang, ingat sekarang aku mencemaskan dua orang sekarang!”
“Benarkah, baiklah!” Rita sangat gembira, ia pun mengabarkan mamanya , setelah itu ia memeluk Daniel dari belakang dan menciuminya
“Sayang tidak boleh, ingat kata dokter!” tolak Daniel halus
“Ah, Aku lebih tahu tubuhku dibandingkan dokter!” akhirnya pertahanan Daniel luruh mereka pun bercinta dengan penuh gairah.
_bersambung_
__ADS_1