
"Rit, bisa bantuin gue gak?" Tanya Kiano setengah memohon
"Bantuin apaan dulu? Kalau pinjam duit , gak ada, soalnya yang ngutang biasanya lebih galak kalau ditagih!"
"Idih! Siapa yang mau ngutang?" protes Kiano
"Habis apaan dong?"
"Tolongin gue, ngajarin anak orang!"
"Ngajarin apaan? Karate? Bukannya Lo sudah jadi Senpai?"
"Iyaa, masalahnya yang ini bukan murid gue!"
"Siapa?"
"Yahh..boleh dibilang kenalan gue lah!"
"Hmmm...terus gue harus ngapain?"
"Nahh..gini, kemarin gue lihat anak cewek ini dibully Beberapa cewek. Gila, mereka gak tanggung-tanggung, main tendang kepala, keroyokan lagi."
"Cewek ini gak Lo bantuin?"
"Ya,gue bantuin, gue selamatin malah, tapi gue yang dikeroyok geng cewek itu!"
"Emang Lo gak balas?"
"Gue kan cowok Rit, masa gue ngelawan cewek?, Main fisik lagi!"
"Lah, kalau Lo bakal bonyok, bela diri dong, masa diam saja? Kalau Lo diserang ya wajar kalau serang balik! Gak salah dong?"
"Itukan kalau lawannya cowok, kalau cewek? Masa gue lawan, bukan gentleman dong?"
"Lah, daripada babak belur? gak gentleman itu kalau Lo mukul cewek yang gak bersalah atau lemah, kalau Lo dipukul duluan, ya balas dong!"
"prinsip gue dari dulu Rit, gak mukul cewek, apapun alasannya!" ujar Kiano kekeuh
"Terus gimana dong?"
"Yaa gue defense lah, gue ajak Kabur cewek yang dibully!"
"Nah, itu sudah beres kan?"
"Kabur gak menyelesaikan masalah Rit, aneh nih cewek diajak kabur malah histeris. Dia bilang, dirinya malah lebih parah dibullynya kalau kabur, makanya dia diam saja."
"Cewek ini lagi diplonco untuk masuk genk?"
"Gak tahu juga, gue bingung. Sudah dua hari ini gue ngawal dia terus . Dan kita kabur terus, suer deh, gak tentram hidup gue!"
"hmm..anak mana nih ceweknya? cantik banget ceweknya ya?" tanya Rita menyelidik
"Heh, emang gue cuma bantuin cewek cantik aja, Lo susah gue bantuin kog!" ujar Kiano ngotot
"Siaul!!, jadi gue gak cantik dong!" ujar Rita kesal
"Kog jadi bahas Lo sih, Rit? Biasanya Lo sangat concern sama masalah pembully-an? gue inget waktu SMP lo sampai melawan geng cowok sendirian!"
"Iya ya, dulu Kita satu tim ya? Rita mengingat masa lalu
"Nahh..jadi bisa kan Lo bantuin gue?" bujuk Kiano lagi
"Lo mau gue nge-gebukin tu geng?" tanya Rita
"Kalau perlu!"
"wah, gak Bisa Ki!"
__ADS_1
"kenapa gak bisa? tumben Rit? Biasanya Lo sangat kesal melihat orang ditindas?"
"Gini deh Ki, gue harus minta pendapat teman gue dulu, dia ngerti hukum!"
"Kog melebar ke masalah hukum?" tanya Kiano bingung
"Lho, Lo gak tau ya? pembully-an itu masuk tindakan kriminal,ada unsur kekerasan di situ, kalau korban bully sampai luka atau meninggal, si-pembully bisa kena pasal pembunuhan!" ujar Rita menerangkan
"Wahh..syerem amat!..Kog Lo bisa tahu banget Rit?"
"Yahh..gue baru saja terbebas dari hukum!"
"Maksud Lo?"
"Gegara gue begitu ngototnya membela kebenaran, sampai-sampai gue membahayakan karir bokap gue, dan masa depan gue. Tapi Alhamdulillah, Allah masih melindungi gue, hamba-Nya yang manis dan baik hati ini!" Rita menengadahkan kepalanya ke atas penuh rasa syukur.
"Aamiin.." sambut Kiano
"Bisa gak Ki, next time sebelum Lo belain tu cewek, Lo rekam dulu perbuatan mereka, jadi ada buktinya, kan bisa kita laporin" saran Rita
"Mana bisa Rit, cewek ini dalam bahaya, masa gue rekam dulu. Jadi Lo gak bisa bantuin gue nih?" tanya Kiano lagi setengah berharap
"Belum bisa Ki, maaf ya!" tolak Rita halus.
Kiano meninggalkan rumah Rita dengan perasaan kecewa.
Hari Senin di sekolah Rita ada acara Bazar, pameran dan diakhir dengan panggung gembira untuk melepas kelulusan siswa kelas 12. Seluruh Siswa sekolah mengikuti acara dengan riang gembira. Ada stand permainan, stand yang menjual buku bekas dan permainan zaman jadul. Bazar makanan dan minuman dengan harga terjangkau.
"Hahahaha...kocak!!" tawa Kiki menunjuk Kowi yang terkena balon air.
"Puas Lo Ki?" tanya Kowi kesal sambil membasuh wajahnya yang basah karena terlempar balon air
"Hahaha..kapan lagi bisa li bunga kelas kita lepek gegara dilempar balon air?" ledek Kiki masih dengan tertawa geli
"Lo jangan marah gitu Wi! ide buka stand Lempar balon air ini kan ide Lo!, dan karena ini kelas kita dapat uang banyak!" ujar Lisa sambil menghitung uang yang berhasil terkumpul
"Maksud Lo , kenapa gak ada yang berani melempar Rita?" tanya Andien sambil melirik Rita yang senyam-senyum melihat Kowi basah kuyup.
"Mana ada di sekolah ini yang berani nyerang Rita, gengnya Fani aja takut!" ujar Kiki lagi
"Padahal gue gak ngancem mereka lho Wi!" ujar Rita
Kowi melihat Rita dengan tatapan tak percaya.
"Wuiihhh hebat, sudah terkumpul 300 ribu!, balonnya masih adakah?" tanya Lisa
"udahan ah, tutup saja standnya, gue bisa masuk angin nih!" ujar Kowi masih mengeringkan rambutnya
"Tanggung Wi, masih ada 10 balon lagi, 50 ribu kan lumayan, hasilnya bukan buat kita, tapi disumbangkan ke panti asuhan!"bujuk Kiki
"Lo aje yang jadi sasaran lemparan, jangan gue!" ujar Kowi kesal
"Mana ada yang mau sama gue?" ujar Kiki tertawa
"Gue mau!" suara Andre tiba-tiba
"eh?" Kiki melihat ke Andre, wajahnya tersipu malu
"Ih..kesel gue!" Kowi pergi meninggalkan adegan itu dengan kesal
"Kenapa dia?"tanya Andre
"Enggak kenapa-napa?" jawab Kiki tersenyum menyambut Andre
"Jadi Kak, acara wisudanya diadakan di panggung itu kan?" tanya Kiki
"He eh..Mama aku juga datang, yuk Ki, Aku kenalin ke mama!" ajak Andre
__ADS_1
Kiki melihat ke teman-temannya, meminta persetujuan
"Gi deh!" jawab Andien
"Oke deh, yuk Kak!" Kiki menggandeng lengan Andre dan pergi dari tempat itu.
Rita melihat ke arah panggung yang berdiri dengan megahnya.
"Woi Rit! bengong aja!" tegur Andien
"Ah...hmm...eh..Lisa mana?"
"Lho, Elo gak tau tadi Farhat manggil dia?" tanya Andien
"Hooo...iya gue gak tahu" tiba-tiba mata Rita memerah seperti menahan tangis
"Rit, Lo gak apa-apa? " Tanya Andien memegang pundak Rita
"Hah?..gak tau nih tiba-tiba saja gue inget kak Tomi. Seharusnya dia juga di wisuda ya?"
"Kak Tomi sudah wisuda duluan Rit, orang baik kayak dia, pasti sudah tenang di sana!" hibur Andien
"Iya, thanks Dien, syukurlah ada Lo yang nemenin gue di sini!"
"Sama-sama Rit" Andien tersenyum
"Btw Rit, Lo sudah lama gak ngomong sama kak Dewa?"
"Ah iya, gue lupa melulu, kalau di jalan gue inget mau nelpon dia, tapi lupa melulu!"
"Hmm..sempetin deh Rit, dia banyak bantu kita lho!"
"Maksudnya?"
"Hmm..waktu lo terancam di penjara, Kiki menghubungi kak Andi melalui kak Dewa. Lisa bilang, Kak Andi membawa pengacara untuk melakukan kesepakatan dengan pihak Noval. Berdasarkan bukti dari kamera gue, kak Andi berhasil membuat Noval menarik tuntutannya ke elo."
"Ahh...pantesan si Noval nekat!"
"Maksudnya?"
"Noval nyerang gue sama orang-orang suruhannya!"
"Masa? kog Lisa gak cerita ya?" Nanti deh gue tanyain!"
"Hmm...gue ragu kasusnya bakal diperpanjang!" gumam Rita
"Apaan Rit? Lo ngomong apaan?"
"Ah enggak, habis acara ini kita libur kan?"
"Heeh,..kamping kita dibatalkan Rit!"
"yahh...Lo kecewa dong Dien?"
"Engga, justru gue senang, hue ikut itu karena Kowi maksa gue. Karena kasusnya Noval, kita semua jadi gak mood buat pergi-pergi!"
"oo begitu!"
"Kenapa sih Rit, dari tadi gue liatin Lo, kayak orang bingung?"
"Mungkin gue terbawa suasana Dien, kita sama gengnya kak Indra cukup dekat ya?"
"Yaa..begitulah, oh iya Indra kan sudah dapat perguruan tinggi negeri, wah ternyata hebat juga! jalur undangan lho dia!"
"he eh...mantan gue memang ruar biasah!" Rita tersenyum jail
"Hahahaaa...!" tawa Andien renyah.
__ADS_1
Hari itu ditutup dengan upacara melepas kelas 12 , diiringi isak tangis haru para wisudawan dan wisudawati serta keluarga mereka.