Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 33: Kembalinya Rita


__ADS_3

Dewa mendongakkan kepalanya mencari diantara pepohonan.


"Ngapain lo liat ke atas?" Tanya Andi


"Siapa tahu ada CCTV di sini"


"Mana mungkin, ini daerah hutan jauh kemana-mana!" Ujar Andi


"Satu-satunya transportasi yang mungkin ya truk itu!" Tomi menunjuk truk yang sedang parkir.


Ia mengeluarkan secarik kertas dan mencatat nomor polisi tiap truk.


"Apa bisa melacak Rita melalui plat truk?" Andi menyangsikan.


"Jaga-jaga saja, kalau kita butuh, perjalanan kesini lumayan jauh!"


Tomi mulai menempel poster pencarian Rita di pohon.


Dewa dan Andi membantunya.


"Mudah-mudahan ada yang bisa memberikan info tentang Rita!" Ujar Tomi


"Aamiin!!" Andi dan Dewa mengamini


"Ayah mu sudah mencari kemana saja?" Tanya Reza membuka percakapan


"Selain polisi papa juga telah menyewa detektif swasta."


"Ada ya ma profesi itu di sini?" Tanya Andi


"Ada, biasanya yang mantan polisi atau pensiunan polisi. Selain membuka jasa pengamanan juga buka jasa detektif"


"Tapi kog aneh, seperti kerjanya lama." Ujar Reza kecewa


"Kejadian Rita ini memang sulit, menurut mereka ada orang lain selain para penculik. Dan mereka juga tidak menyangka bagaimana mungkin Rita bisa pergi sejauh itu!"


"Kita juga harus berbuat sesuatu Om, Tante, saya hanya bisa tiga hari di sini, saya harap bisa banyak membantu dan Rita segera ditemukan!" Ujar Tomi bersemangat.


Ratna memperhatikan Tomi, "Sungguh beruntung Rita mempunyai teman-teman yang baik" pikirnya.


Mobil mereka menepi sebentar untuk isi bensin. Tomi dan Dewa menempelkan poster Rita di beberapa tempat.


Tomi memperhatikan sekelilingnya.


"Liat apaan Tom?"


"Truk, gue penasaran. Rita pasti ada di salah satu truk yang menuju Sangeh"


"Bisa juga, seharusnya kita tanya tadi, pemberhentian akhir truk itu di mana?" Tambah Dewa


"Pasti polisi juga sudah ke arah sana"ujar Andi


"Tapi polisi ga mengenali Rita langsung. Bisa jadikan sebenarnya Rita ada di depan mereka tapi ga dikenali?" Ujar Tomi.


"Ya masuk akal juga sih, yuk kita kembali ke mobil" ajak Andi


Sepanjang perjalanan


Tomi terus menatap ke arah jalan. Ia terus berpikir dan bergumam kecil sambil mengepalkan kedua tangannya seperti berdoa


"Rita, kalau kamu bisa dengar.Kamu di mana???"


Di tempat lain, Rita yang tertidur di truk, bermimpi tentang Tomi, Dewa dan ayahnya yang mencari dirinya. Tiba-tiba ia tersadar. Truk berhenti. Hari telah gelap. Terdengar suara bantingan pintu truk, sepertinya truk telah sampai di tujuan. Rita mengintip dari celah truk, untuk melihat keadaan. Selang beberapa lama, ia pun keluar dari bagian belakang truk. Bagian belakang truk tertutup terpal, jadi tidak ada yang melihat ada seseorang di sana. Rita turun dari truk dan melihat keadaan. Ia semakin bingung, berada dimana ia sekarang. Ia meraba punggungnya, ia sadari ponselnya telah hilang.


"Ahhh...siall, kenapa jadi apes begini sih!" ia berjalan mencari tempat yang agak terang.


"Seharusnya ada pintu keluar di sini!"


"Hei Siapa itu!"dua orang satpam menegurnya dengan mengarahkan senter ke arah wajah Rita.


Rita yang kesilauan, berpikir mungkin sebaiknya dia bertanya langsung ke satpam tersebut.


"Eh pak, saya tersasar di sini, pintu keluarnya di mana ya? Tanya Rita menghampiri


Salah seorang satpam menatapnya curiga.


Sedang satpam yang lainnya berbicara dengan temannya melalui walkie talkie.


"Hmmm...ayo ikut ke pos!" Satpam itu menarik Rita.


Rita yang diapit oleh dua orang satpam pasrah saja mengikuti mereka. Rita pikir ia akan dibawa ke pos satpam, ternyata ia dibawa ke dalam gedung, lalu didorong masuk ke suatu ruangan.


"Diam disitu! Besok pagi kami interogasi!" Ucap salah satu satpam dan menutup pintu. Rita memukul-mukul pintu


"Pak, saya cuma kesasar disini!" Teriaknya


"Rita???" Ada suara yang menegurnya


Rita menoleh, seseorang yang dikenalnya


"Kak Dewi??" Ia langsung memeluk Dewi


"Kamu kenapa balik lagi kesini???" Tanya Dewi bingung


"Maaf ya aku lupa kamu lagi tidur, ketika kebakaran terjadi, kami dikeluarkan dari kamar itu, jadi tidak sempat untuk pergi ke belakang"Dewi menjelaskan dengan menyesal


"Ga pa-pa kak, yang penting aku selamat!"

__ADS_1


"Iya Rit, aku juga lega!"


"Oh iya kak ini di mana?"


"Ini tempat penampungan sementara Rit, jujur saja lebih nyaman di sini!"


"Iya kak, tapi bagaimana saya keluar dari sini?"


"Hmmm ..besok pagi kami akan diberangkatkan Rit melalui pelabuhan, tapi kayaknya ga mungkin lewat jalan raya."


"Jadi gimana dong?" Rita mulai gelisah, perasaannya semakin ga enak


"Sebentar Rit, kemarin kami ga lewat pintu sini, ada pintu lain, seharusnya orang-orang itu ga menguncinya!"


Dewi berjalan ke ruangan lain diikuti Rita dibelakangnya. Teman-teman Dewi lainnya yang lain sibuk dengan mempersiapkan kepergian mereka besok.


Dewi dan Rita sampai di pintu lain dari ruangan itu


"Nah di sini!" Pelan-pelan Dewi membuka pintu, dan melihat sekelilingnya,


"Nah, Rita kamu bisa keluar lewat pintu itu!" Ia menunjuk pintu di luar jendela.


"Itu sudah rumah penduduk!"


"Baik kak, bagaimana kita bertemu lagi?"


"Kalau masih ada umur, kita bisa ketemu Rit, hati-hati ya?" Mereka berpelukan. Rita pergi menuju pintu yang ditunjukkan Dewi. Perlahan ia membuka jendela, dan keluar melaluinya. Dengan mengendap-endap ia menuju ke pintu keluar. Tiba-tiba ada mobil masuk melalui pintu belakang, Rita bersembunyi di belakang pohon besar di samping gedung. Ia melihat mobil yang masuk ke gedung itu.


"Kayaknya kenal deh sama tu mobil?" Pikirnya.


Mobil masuk, para satpam berlari menemui si pengendara, sehingga mereka tidak memperhatikan Rita berlari kencang keluar pagar.


Karena hari telah gelap dan cahaya sangat minim di gedung itu. Rita berlari sekencang-kencangnya tanpa menoleh. Ia berhenti sejenak untuk menarik nafas, kemudian ia terus berlari menyusuri jalan hingga sampai ke jalan besar. Ia sungguh bersyukur, keberadaannya tidak menarik perhatian yang lain. Setelah ia yakin telah berada di Sangeh, ia memanggil taxi untuk membawanya ke hotel tempat mamanya berada. Di dalam taxi Rita terus berdoa, Semoga tidak ada yang menahan taxi ini sampai ke tempat tujuan.


Di apartemen, Tomi merasa gelisah,


"Wa, keluar yuk, anterin gue ke hotel tempat Rita hilang!"


"Kenapa lo tiba-tiba?"


"Hmm..gue penasaran , tapi siapa tahu kan Rita kembali ke situ!"


"Hmm..ayo, lagi pula diam di apartemen ini juga bikin jenuh."


Mereka turun ke lantai bawah lalu keluar dari apartemen dan berjalan ke hotel.


Jaraknya kira-kira 500 meter. Sepanjang perjalanan Dewa dan Tomi ngobrol


"Tom, lo ga apa nih ninggalin restoran?"


"Hah, Tyo, wah gawat dong posisi lo digeser orang?"


"Yang resminya manager itu ya Tyo, gue cuma peran pembantu, karena nyokap yang punya bisnis"


"Kalau lo balik lagi ke situ si Tyo gimana?"


"Tetap dia yang bertugas,kan sebentar lagi kita ujian, nyokap mau gue konsentrasi sama sekolah. Jadi gue boleh ga ke resto dulu!"


"Ooo, terus Isye gimana tu?"


"Isye? Magangnya sudah selesai, lumayan dia dapat 2 minggu, kata nyokap kapan saja dia mau join, di welcome!"


"Iya tu anak, supel banget, followernya aja banyak di Ig"


"Iya,anaknya lucu juga!"


"Oya? Lucu mana sama Rita?"


"Dua-duanya sama-sama lucu!"


"Eh Tom, lo kog bisa akrab sama bokapnya Rita, kayak kenal sudah lama, apa sebelumnya lo pernah ketemu Rita?"


"Ketemu Rita ya pas couching untuk pertandingan itu, kalau sama bokapnya krna gue jadi manager tim, beliau anter tim ke sekolah kan, gue yang jadi navigatornya. Ya ga tau jadi nyambung aja kalau ngobrol"


"Bukan karena lo mau deketin anaknya kan?"


"Eh Wa, itu kayaknya Rita deh?" Tomi melihat seorang anak perempuan ditarik paksa oleh dua orang berbadan kekar untuk masuk ke mobil.


Tomi berlari menghampiri ketiga orang tersebut


"Hei, jangan suka maksa orang!" Tomi mendorong salah seorang diantara kedua orang itu


"Kak Tomi?" Rita memanggil ternyata Rita berada di seberang mobil tersebut.


Tomi terperanjat kaget, ternyata anak perempuan yang ingin ia tolong bukan Rita.


Orang yang didorong Tomi tidak terima, ia menarik kerah baju Tomi.


"Maaf saya salah orang!" Ujar Tomi menangkis pukulan orang tersebut.


Sementara anak perempuan yang dipaksa masuk berteriak-teriak


"Tolong saya!!!"


Rita berlari menghampiri Tomi yang mulai berkelahi dengan orang berbadan tegap itu.


Akhirnya keduanya saling bantu untuk melawan kedua orang berbadan tegap tadi.

__ADS_1


Kedua orang itu kewalahan menghadapi dua jagoan sekolah, akhirnya mereka melarikan diri. Sementara anak perempuan itu berhasil di selamatkan.


"Rita kamu ga apa-apa?" Tanya Tomi memegang lengan Rita


"Kak Tomi kog ada di sini?" Rita masih bingung


"Katanya kamu diculik? Kakak dan ayahmu sengaja kemari untuk mencarimu!" Tomi merasa lega melihat Rita baik-baik saja.


Dewa yang datang belakangan, ditarik oleh tukang taxi


"De, teman mereka ya, maaf teman adik belum bayar taxi saya!"


"Oh iya pak, berapa ya?"


"250 ribu dek, itu argonya."


Dewa membuka dompetnya dan membayar tagihan


"Pak maaf saya boleh minta tanda terimanya?"


Setelah menerima tanda terima, taxi itu pun pergi.


Dewa menyebrang jalan menghampiri Rita dan Tomi.


"Rita kamu ga apa-apa?" Dewa memegang lengan Rita


"Kak Dewa?" Rita seperti bingung, lalu ia jatuh pingsan. Dengan sigap Dewa menahannya supaya tidak jatuh ke tanah.


Orang-orang sekitar mulai berkerumun.


Tomi memanggil taxi, mereka bertiga langsung ke rumah sakit terdekat.


Di jalan Dewa menelepon Andi untuk menemuinya di rumah sakit .


Rita masuk ruang IGD.


Dewa dan Tomi menungguinya dengan cemas. Dokter mengatakan Rita mengalami dehidrasi dan kelelahan mental dan fisik, sehingga ia harus diopname. Tomi menunggu Rita yang sedang tertidur, sedangkan Dewa menjemput Andi dan keluarganya.


Ratna dan Reza berlari masuk ke IGD, mereka tak percaya dihadapannya Rita telah kembali.


Tomi menyapa mereka


"Om, Tante"


"Tomi, Rita ga apa-apa kan?"


"Cuma capek saja Om, tante, sepertinya dia kelelahan dn kurang cairan tubuh!"


"Ya ampun nak, sudah empat hari kamu hilang, syukurlah kamu ga apa-apa!" Ratna memegang tangan Rita dan menciuminya. Reza, ayah Rita menemui dokter IGD yang menjelaskan keadaan Rita. Untuk lebih amannya, Rita harus menjalani rawat inap, selama beberapa hari.


Mamanya langsung memesan ruang kamar VVIP.


Rita belum sadar juga, hal tersebut membuat mamanya sangat khawatir.


"Mas, sudah 2 jam, Rita belum sadar juga, ini betul tidak apa-apa?"


Reza melihat ke infus dan oksigen yang terhubung ke tubuh Rita.


"Rita sedang tertidur, dia memang seperti itu, setelah berlalu masalahnya ia akan tertidur pulas. Seperti handphone yang sedang dicharge"


Di tempat lain Tomi dan Dewa sedang dimintai keterangan tentang percobaan penculikan yang berhasil mereka gagalkan. Selain itu juga memberikan keterangan kembalinya Rita.


"Tom, kog lo bisa tahu Rita bakal kembali hari itu?" tanya Andi heran.


"Feeling aja sih, gue bingung, waktu gue disini sempit banget untuk bisa bantu nyari dia. Satu-satunya jalan ya kembali ke titik nol!"


"Titik nol?" Andi bingung


"Iya titik awal ini terjadi"


"Apa betul?" Dewa setengah tidak percaya


"Buktinya??" Tomi tersenyum menang.


Rita yang masih tertidur, bermimpi tentang Dewi dan teman-temannya, kapal laut yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Seluruh penumpangnya tenggelam tidak tertolong.


Rita terbangun, dilihatnya ayahnya tertidur di samping tempat tidurnya.


"Ayah!" Panggilnya


"Rita!! Kamu ga apa-apa nak?" Tanya Reza khawatir.


"Rita sudah membaik yah, kak Andi, Kak Timi dan kak Dewa di mana?"


Reza melihat jam tangannya


"Sudah jam 12 malam, mereka sudah kembali ke apartemen. Tadinya mamamu yang mau menjagamu di sini, tapi ayah takut terjadi apa-apa sama kamu, jadi lebih baik ayah saja."


"Rita sudah sembuh kog yah"


"Iya, ayah tahu, kamu anak yang kuat. Sekarang kamu tidur lagi ya, besok kalau hasil labmu bagus bisa langsung pulang!"


Rita menurut, ia kembali berbaring dan berusaha memejamkan matanya.


Kamar VVIP cukup luas, disitu ada tempat tidur extra untuk yang menjaga pasien. Reza yang sudah kelelahan tertidur di kasur extra tersebut, hatinya lega Rita telah kembali.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2