Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 42: Zombie .. selesai


__ADS_3

"Anak buah Gunawan berubah menjadi Zombie. Agaknya mereka menganggap kejadian ini hal yang biasa" gumam Reza


"Andi, kamu sudah beritahu Kapten Gunawan?"


" Sudah yah, beliau akan mengirimkan pasukan lain!"


"Hmm...Andi, berapa nomor kapten Gunawan? Ayah mau bicara langsung!"


Melalui Andi, Reza dapat menghubungi kapten Gunawan.


"Baiklah Kapten, saya akan menunggu tim penyelamat kedua yang Kapten kirimkan!" Ia menutup percakapan di ponselnya. Sementara itu, pintu kantor Reza mulai berisik oleh ketukan dan dorongan para zombie. Dengan susah payah, Dewa dan Reza mendorong lemari untuk menghalangi pintu.


"Jadi kita di sini sampai kapan yah?"


"Ayah sudah minta Andi mengirimkan minum untuk kita melalui dronenya!"


"Apa kuat ya?" Dewa memperhatikan keluar jendela


"Dronenya cuma bisa membawa 1 botol mineral 600ml."


"Mungkin harus bolak-balik !"


Drone Andi melakukan pengiriman minuman dan makanan, pengiriman terakhir berupa obat suntik anti zombie untuk Tomi.


"Oh, kapten Gunawan sudah tiba rupanya!" Reza tersenyum melihat ke bawah melalui jendela. Terlihat mobil pemadam kebakaran menyemprotkan air yang berisi obat anti zombie. Sepertinya cara itu efektif membuat zombie bergelimpangan. Tidak sampai di situ saja, polisi berpakaian hazmat dilengkapi dengan penyemprot masuk ke rumah sakit dan melakukan penyemprotan para zombie berlarian ketakutan. Tim lain langsung menuju atap Rumah sakit dan menaruh obat di tangki pemadam gedung.


"Sekarang tinggal menyalakan api!" Reza mengambil korek api gas dari laci mejanya.


"Saya saja Om!" Dewa mengajukan diri


"Rita juga yah!"


"Kalian berdua, jangan terpisah, harus saling bantu. Kalau kalian berhasil membuat asap , detektor asap akan otomatis menyalakan air."


"Siap yah/om!" Ujar keduanya kompak. Dewa dan Rita tidak bisa keluar melalui pintu kantor Reza karena banyak Zombie yang mengetuk-ngetuk pintu. Mereka lewat jendela untuk ke ruang sebelah. Ada celah cukup lebar ketika keluar jendela, selebar kaki orang dewasa. Cukup menakutkan bagi mereka yang phobia ketinggian. Perlahan tapi pasti, Dewa, diikuti oleh Rita berjalan di tepi jendela.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di ruangan sebelah dan masuk melalui jendela. Ruangan sebelah merupakan ruangan kosong, yang sedianya akan digunakan untuk staf administrasi, karena gedung RS masih baru, beberapa ruangan belum terpakai dengan baik atau masih kosong.


"Kak, sebelum keluar, kita lihat dulu keadaan di luar!" Rita berbicara berbisik


"Iya, jarak ruangan ini sama ruangan sebelah cuma beberapa meter." Jawab Dewa juga berbisik


"Kak, Abu bilang, zombie itu buta, hanya pendengaran dan penciuman yang tajam"


"Siapa Abu?"


"Ceritanya panjang kak!"


"Kalau begitu lepas sepatu Rit, kita bisa mengendap-endap. Sedikit mungkin mengeluarkan suara" Keduanya melepaskan sepatunya hanya menggunakan kaos kaki. Ponsel sudah dimatikan. Dewa membuka pintu dengan sangat pelan, agar tidak bersuara.


"Cklek!"bunyi suara pintu terbuka, para zombie di ruang sebelah peka dengan suara pintu, mereka berlarian menghampiri pintu terbuka.Dengan cepat Rita dan Dewa keluar dari ruangan.


"Hah..hah..hah.."nafas keduanya memburu bersembunyi di balik tangga.


"Rit, ..warna kesukaan kamu apa?" Tanya Dewa


"Hijau Army" Rita menjawab ,matanya waspada .


"Kak, itu!"Rita menunjuk sensor Asap. Dengan langkah pelan Dewa membakar sesuatu, diarahkan ke detektor asap .


"Kurang banyak kak, asapnya!" Bisik Rita


"Kipas-kipas Rit, supaya apinya besar!" Rita melakukan yang Dewa suruh. Tiba-tiba suara alarm dari detektor asap berbunyi,kemudian air mengucur dari pipa-pipa air membasahi lantai itu. Zombie yang terkena air itu bergeletakan kejang kemudian pingsan. Sementara Zombie yang tidak terkena air, berlindung di dalam ruangan agar tidak basah. Mereka mengejar Rita dan Dewa. Dengan sekuat tenaga Rita dan Dewa mendorong para zombie ke arah air, sambil berlari menuju Lantai lain yang masih kering, sementara Zombie telah berkumpul di tangga, Rita dan Dewa berlari melewati tangga, diikuti oleh zombie yang lain. Aksi kejar-kejaran terus berlanjut.


"Kak, ni zombie larinya cepat banget ya?"


"Rit, biar kakak di sini menghalangi mereka, kamu lanjutkan menyalakan asap!" Dewa menghentikan larinya. Rita terus berlari menuju tempat lainnya.Ia begitu kecapekan, akhirnya duduk di anak tangga. Seseorang menyentuh pundaknya dari belakang.


"Haaaa!" Teriak Rita kaget


"Ssttt!!!"


"Abu??, Gue kira lo udah jadi zombie?" Rita merasa lega


"Tadi gue pikir juga begitu, tapi zombie yang narik kaki gue, ga nyakar atau gigit, gue dibiarin aja, terus ditinggalin deh!"

__ADS_1


"Terus zombie yang itu mana?"


"Mana gue tahu, tadi gue sempat pingsan, begitu sadar semua badan gue sudah basah, orang-orang juga pada bergelimpangan".


"Gue ga sanggup lagi Bu, tinggal 2 tempat lagi yang belum nyala airnya."


"Tempat mana?"


"Sebelah sana!" Rita menunjuk bagian sebelah kiri RS.


"Ga usah Rit, tadi gue lihat pemadam sudah pada naik. Beberapa orang sudah dikumpulkan untuk disuntik!"


"Ooohhh..Alhamdulillah.." Rita pingsan karena kelelahan.


Ketika tersadar, Andi duduk di samping tempat tidurnya, sambil bermain game di ponselnya.


"Sudah sadar Rit?"


"Kak Andi,semua sudah selesai?"


"Sudah Rit, semua sudah disuntik, termasuk Tomi"


"Ooh, gimana Kak Tomi?"


"Sekarang masih di ruangan lain, ayah masih mau mengecek hasil darahnya."


"Kog kakTomi bisa jadi Zombie tapi ga gigit orang kak?"


"Menurut ayah, dalam darah Tomi sudah ada virus zombie, yang ia dapat dari air liur!"


"Air liur? Kog bisa?"


"Kamu ingat pak Ali yang kalian berdua selamatkan?"


"Iya?"


"Nah, dia pasien pertama pengidap itu, sepertinya ia pingsan karena ujicoba obat zombie, nah kebetulan Tomi membantu pernafasan,jadi ia tertular virus!"


"Ooo, jadi gara-gara itu,"


"Alhasil, syukurlah..kakDewa gimana?"


"Dia menemani Tomi di kamarnya, dia merasa bersalah"


"Oo begitu,!"


"Oiya Rit, tadi yang membawa kamu ke tempat ayah, cowok, katanya dulu tetangga? Sepertinya ayah juga kenal."


"Oh Abu kak!"


"Abu? Kayaknya namanya bukan itu deh"


"Nama aslinya Kiano Abdullah, kalau di rumah dipanggil Abu!"


"Ooo, eh Rit, kalau nanti ada telepon dari mama, jangan bilang kakak di sini ya?"


"Yahh..kak, ga mungkin, Ayah pasti sudah lapor ke mama!, memangnya kenapa?"


"Enggak, pasti kakak disuruh segera kembali ke NZ, kakak males ah, belum mau!"


"Yahh..sekolah kakak gimana?"


"Hmmm"..belum sempat Andi menjawab pertanyaan Rita, tiba-tiba mama Ratna memasuki ruangan.


"Rita, kamu ga apa-apa nak? Tanya Ratna memeluk Rita yang duduk di ranjang .


"Ga apa-apa ma, kog mama bisa kesini?"


"Mama mau jemput anak bandel ini!" Sambil menunjuk Andi


"Andi gak mau pulang sekarang ma!"


"Kamu, kemari ga bilang-bilang, gak tau ya, mama disemprot kakek kamu! Disangkanya mama nahan kamu di sini!"


"Kakek marah ma?"

__ADS_1


"Banget!!! Tapi yang nelpon mama, Vincent!"


"Om Vincent? Bukannya dia senang kalau Andi ga balik ke sana?"


"Tapi dia bilang, kakek Darmawan nyariin kamu!, Beliau kangen sudah hampir 2 bulan ga ada kabar dari kamu!"


"Memang kakAndi ga ngabarin kakek Darmawan?"


"Pernah, yang angkat anaknya Om Vincent, kayaknya ga disampaikan!"


"Tok..tok ..bunyi pintu diketuk, dr Reza memasuki kamar.


"Oh kamu sudah di sini Ratna?"


"Iya mas, saya mau nengok Rita sekalian jemput Andi!"


"Biarkan Andi di sini dulu, seminggu saja, nanti setelah seminggu kamu boleh jemput dia!" Reza tersenyum memegang pundak Andi. Andi mengangguk senang.


"Oya Rit, kamu audah boleh pulang, Ayah ga bisa pulang hari ini, kamu bisa pulang sama mamamu dan Andi!"


"Ehm..tadi Andi kesini yang bawa mobil Tomi yah!"


"Kamu ga bisa bawa mobil?"


"Belum bisa yah!" Andi menunduk malu.


"Mungkin mamamu bisa bawa mobilnya!"


"Tadi aku naik taxi helikopter, setelah mendengar kericuhan di RS ini, aku pikir pasti Rita terlibat, benar saja, jagoan mama pasti ikutan!"


"Helikopter?" Tanya Andi dan Rita bersamaan


"Iya, dari Rumah Kakek, beliau kemarin beli helikopter untuk jadi taxi terbang, mama jadi pelanggan pertamanya!"


"Andi boleh ikut ma?"


"Rita juga ma?"


"Yahh..tadi mama turunnya di atap RS ini, tapi untuk sementara di tutup oleh polisi, jadi helikopternya sudah kembali!"


"Jadi mama nanti pulangnya bagaimana?"


"Andi bawa mobil kakek Darmawan kan? Nah kita naik itu!"


"Yang nyetir siapa ma?"


"Mama menyuruh pak Amir kemari besok!"


"Jangan besok deh Ma, Andi mau di sini seminggu lagi saja!" Rengek Andi


"Kamu itu berhutang penjelasan sama mama, kog ga bilang sudah lulus SMU?"


"Tok..tok..!" Bunyi pintu diketuk.


"Assalamualaikum!" Dewa masuk ke kamar


"Dewa, Tomi sudah sadar?" Tanya Reza


"Sudah Om, baru saja!"


"Oh, Rita, kalau mau pulang, langsung saja ayah akan sangat sibuk hari ini!" Reza meninggalkan kamar Rita.


"Eh Tante, sudah lama datang?" Tanya Dewa mencium tangan Ratna


"Yah baru lima belas menit!, Oh iya Arya kamu bisa bawa mobil? Rita, tante dan Andi mau pulang ke rumah!"


"Oh..bisa tante, sekarang?"


"Rita kamu sudah bisa berdiri?"


"Sudah ma!" Rita melompat dari ranjangnya


Mereka berempat meninggalkan RS menuju rumah Rita.


_bersambung_

__ADS_1


__ADS_2