Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 37: Ingatan Lama yang kembali


__ADS_3

"Rita?"


"Kak Tomi?" Rita sedikit terkejut dengan Tomi yang telah berada di teras rumah.


Tomi menghampiri Rita dan memeluknya tanpa ragu.


Rita hanya terdiam bingung.


"Ada apa Kak? Kog tiba-tiba?" Rita berusaha melepaskan diri.


"Maaf kakak baru mengingat kamu lagi!"


"Maksud kakTomi?"


Tomi melepaskan pelukannya. Kemudian mereka berdua duduk di teras. Tomi melanjutkan ceritanya.


"Setelah tersadar dari operasi, perlahan kakak mengingat kembali kejadian masa lampau"


"Oh iya, Kak maaf, setelah kakak pulang dari RS Rita belum sempat jenguk kakak!"


"Kakak mengerti, sepertinya mama kakak masih marah sama kamu ya? Kakak mendengar mama mengusir kamu ketika kami datang menjenguk."


"Kak Tomi tahu Rita datang?"


"Iya, maaf kakak belum bisa menemui"


"Mama kakak masih marah?"


"Mungkin, kakak sudah menceritakan kejadian sebenarnya, sepertinya beliau butuh waktu untuk mencernanya, maaf ya Rit!"


"Ga pa-pa kak, Rita juga ngerti kog, mama kakak pasti sangat sayang sama kakTomi, makanya beliau bersikap seperti itu!"


"Sebenarnya beliau bukan mama kandung aku Rit!"


"Eh?"


" Mama ku yang sekarang ini adalah kakak dari mama kandung aku. Ketika SMP kelas 3 kami sekeluarga pergi mengunjungi beliau yang tinggal di sini. Di tengah perjalanan mobil kami mengalami kecelakaan hingga masuk ke jurang. Hanya aku yang selamat karena pintu penumpang terbuka dan aku terlempar keluar. Orang tuaku dan adik kembar ku, Tami meninggal dalam kecelakaan itu. Aku selamat, tetapi karena kepalaku menghantam aspal jalan sehingga mengalami amnesia. Pukulan pembajak itu secara tidak langsung membuat ingatanku kembali."


Tomi menitikkan air mata. Rita mengusap punggung Tomi


"Innalilahi wa'innaillaihi rojiu'n, Turut prihatin ya kak!"


"Terimakasih,Rit. Kakak juga ingat, di hari yang sama kakak mengucapkan perpisahan sama seorang cewek tomboi kelas 1 SMP. Berharap bisa bertemu lagi."Tomi menatap Rita.


"Kak Feri?" Tanya Rita


Tomi menggangguk.


"Ooo jadi selama ini kak Tomi itu kak Feri!" Rita terkejut, setengah tidak percaya.


"Itu sebabnya, pertama kali Rita melihat kakak di Dojo, sepertinya tidak asing, tapi kog kak Tomi tidak mengenali Rita, apa mungkin orang lain? Apa mungkin 4 tahun itu bisa melupakan orang dengan cepat?"


"Iya, maaf ya Rit!"


"Tapi kak, sebenarnya Feri nama dari mana?"


"Nama lengkap kakak Muhammad Tomi Feriansyah, di rumah dan di SMP di panggil Feri."


"Ooo" Rita tersenyum senang, hatinya kembali berdebar mengingat masa lalunya dengan Tomi.


"Jadi Kak, mama Kakak tahu ingatan kak Tomi sudah kembali?"


"Sepertinya belum, dan kakak tidak berencana menceritakannya kepada beliau."


"Kenapa kak?"


"Dulu ketika kakak tersadar di rumah sakit, kakak mendengar mama berbicara dengan dokter, mama takut kakak akan sedih kehilangan keluarganya, jadi akan lebih baik ingatan kakak tidak kembali." Tomi bercerita lirih.


"Mama kakak belum berkeluarga?"


"Suami beliau orang Perancis mereka bercerai 5 tahun yang lalu. Anak beliau, laki-laki dibawa oleh ayahnya."


"KakTomi punya keluarga lain selain mama kakak yang sekarang?"


"Sudah tidak ada Rit, mamaku dan mama yang sekarang hanya berdua. Kedua orangtuanya, sudah lama meninggal. Jadi Mamaku tinggal sendirian di sini, hanya Kak Tomi keluarganya."


"Oo begitu."


"Oh iya, kakak juga ingat, dulu sewaktu pertama kali kakak sadar dari operasi yang pertama, dokter yang menjaga kakak waktu itu ayah Rita, Dr.Reza.Mungkin, ayahmu sudah lupa." Tomi tersenyum.


"Eh ngomong-ngomong, kakak kog bisa masuk ke rumah"

__ADS_1


"Tadi ketika kakak datang, ayahmu mau pergi ke RS ada panggilan mendadak katanya, ia menitipkan kunci rumah ke kakak, takut Rita ga bawa kunci."


"Kak Feri eh Kak Tomi sudah makan?"


"Kamu panggilnya Tomi saja seperti biasanya, kakak sudah bawa paket ayam dan nasi dari restoran, kita makan bareng ya?"


"Wahh..asyiikk!!!" Rita menepuk tangannya dan membuka pintu rumah.


Mereka makan bersama sambil mengingat masa lalu. Obrolan yang penuh kehangatan, tanpa terasa waktu berlalu.


"Wah, sudah malam Rit, kakak pulang dulu ya!"


"Iya kak, terima banyak sudah mentraktir!"


"Sama-sama Rit, mudah-mudahan kita bisa akrab seperti dulu."


Diantar Rita keluar rumah, Tomi memakai helmnya


"Da-dahh hati-hati!"


Tomi mengendarai motornya dan pergi meninggalkan Rita.


Malam itu Rita begitu senang, Feri cinta pertamanya telah kembali kepadanya.


Setelah bersih-bersih diri, ia bersiap untuk tidur, waktu menunjukkan pukul 21.00. Ayahnya belum pulang, sepertinya akan menginap di RS. Rita membuka ponselnya, dan melakukan VCall dengan Andi.


"Ya Rit?"


"Kak, sudah di berangkat?"


"Belum Rit, masih di Jakarta!"


"Kog bisa? ga apa-apa sama kakek Darmawan?"


"Ga apa-apa, beliau bilang sebulan lagi di sini juga gak apa!"


"Alhamdulillah, kalau begitu kesini saja Kak, Rita siapkan kamar untuk Kakak!"


"Hmm...apa boleh sama Ayah?"


"Pasti boleh kak, Ayah pasti senang, kakDewa juga!"


"Oh, jangan bilang ke dia ya, jadi kejutan saja!"


"Kemarin supir yang antar kamu siapa?"


"Pak Amir!"


"Kalau begitu,besok kakak minta pak Amir antar kakak kesitu!"


"Oke kak, Rita tunggu ya!" Rita menutup percakapan. Hatinya benar² bahagia dirinya tidak kesepian lagi.


Rita pun tertidur pulas.


Keesokan paginya..


"Rita sayang bangun sudah siang!"


"Ayo sholat subuh!"


"Lagi libur!" Rita kembali tidur, tiba-tiba membuka matanya.


"Eh siapa tadi? Suaranya kayak kenal?" Rita langsung bangkit dan terduduk di tempat tidurnya. Ia melihat keadaan sekelilingnya.


"Ini di mana?" Pikirnya bingung. Ia melihat sebuah foto di atas laci lemari di sisi tempat tidurnya.


Ia memperhatikan foto bernuansa hitam putih, dirinya dan Tomi yang memeluknya dari belakang.


Ia menjadi bingung, perlahan ia membuka laci lemari itu, terdapat album foto seperti masih baru.


Album foto itu berisi moment pernikahannya dengan Tomi. Ada mamanya, Andi, Dewa, mamanya Tomi,bahkan kakeknya juga ada. Tapi foto dirinya bersama ayahnya tidak ada. Ia melihat sampai lembar terakhir album.


"Sayang, sudah bangun?" Tegur Tomi lembut.


"Kak Tomi?"


"Cuci muka dan sikat gigi dulu sana, aku sudah siapkan sarapan untuk kalian berdua!"


"Kalian?"


"Iya, sebentar lagi akan ada malaikat kecil di rumah ini!" Tomi mengelus perut Rita. "Eh??" Rita menundukkan kepala untuk melihat perutnya. Tanpa sadar ia berlari ke depan cermin, ia terkejut dengan perutnya yang membesar.

__ADS_1


"Haaaa??? Aku hamil???" Ujarnya terkejut.


Tomi yang bingung dengan reaksi Rita yang tidak seperti biasanya.


"Kamu kenapa sayang? Kog seperti bingung?"


"Sudah berapa bulan?"


"8 bulan, kamu aneh deh kog ga tahu usia kehamilan sendiri?" Tomi mencium kepala Rita kemudian mencium perut hamilnya.


"Aku pergi kerja dulu ya! Papa pergi kerja dulu ya, jangan nakal sama mama!" Tomi kembali mencium perut dan kening Rita.


"Hati-hati kak!"


Rita masih terpaku, mematut dirinya di cermin. Pantulan wajahnya yang telah dewasa.


"Mama!" pikirnya, kemudian ia mencari ponselnya. Di tempat tidur,di tempat-tempat biasanya ia menaruh ponsel, tapi tidak ditemukan.


"Kemana ya?" Ia berkeliling kamar tidurnya. Kamar berwarna hijau pastel lembut, dengan ranjang , lemari pakaian, lemari rias berwarna senada.


"Ruangan yang hangat!" Pikirnya.


Ia keluar dari kamarnya. Ternyata kamar itu berada di lantai dua. Di luar kamar terdapat TV , sofa besar di atas karpet berwarna krem pastel senada dengan warna wallpaper. "Meoww" kucing persia berbulu putih mengelus kaki Rita.


"Ehh??" Rita menggendong kucing itu, dilihatnya kalung kucingnya,"Taku".


"Halo Taku?? Sudah makan???" tanyanya, ia kembali menurunkan Taku dari gendongannya. Perlahan ia menuruni tangga berwarna putih gading. Dinding rumah ditutupi wallpaper berwarna krem pastel, warna kesukaannya. Rita berkeliling melihat seluruh ruangan di lantai bawah. Dari mulai ruang tamu hingga dapur. Rita paling suka dengan dapurnya. Nuansa modern dengan oven stainless steel , tempat cuci piring kitchen set yang juga modern. Ruang makan menjadi satu dengan dapur. Meja makan ukuran 6 kursi, terbalut taplak waterproof berwarna krem.Di atasnya telah siap nasi goreng dengan telur dadar dan sosis sapi kesukaannya, juga susu coklat hangat.


"Kak Tomi menyiapkan semuanya untukku?" Disuapnya nasi goreng dengan lahap.


"Hmmm..enakkk...kak Tomi pintar masak!" Gumamnya. Hanya membutuhkan waktu sebentar, nasi di atas piring sudah ludes habis. Ditambah dengan susu coklat.


"Ahhh...Enak!" Rita tersenyum puas.


Kemudian ia beranjak membereskan bekas makannya.


"Ting nong!!" Suara bel pintu.


Perlahan Rita berjalan ke ruang tamu. Perutnya yang berat membuat berjalan dilambat.


"Assalamualaikum!"


Mama Ratna dan mertuanya datang .


"Wa'alaikummussalam, Eh para mama, ayo silakan masuk!" Ajak Rita.


"Ayo besan masuk! Kog termenung di luar?" Ajak Ratna kepada Mamanya Tomi.


"Besan nelpon, kata Tomi, Rita lagi panik menjelang lahiran jadi seperti orang bingung".


Kedua mama masuk ke dalam rumah.


"Rita, mami bawa perlengkapan bayi, kata Tomi kamu hanya mempersiapkan sedikit untuk baby, jadi kemarin kami shopping untuk beli perlengkapan bayi."


"Kog repot-repot mamas?" Rita tersenyum.


"Sudah siapkan kamar bayi Rit?"


"Kayaknya kak Tomi sudah siapkan deh!"


"Kak Tomi, kog masih dipanggil Kak? Masih ada kayak dulu saja, sebentar lagi jadi orang tua, panggilannya diubah dong?" Ujar Ratna meletakan nampan yang berisi 3 cangkir teh.


"Mama, Rita saja yang menyiapkan!"


"Jangan Rit, perutmu sudah besar, pasti susah berjalan."


"Eh Rit, kata dokter kapan lahirannya?" Tanya Elsa mertua Rita.


"insyaaAllah bulan depan ma."


"Tanggal pastinya ga tau ya?"


"Belum!" Tiba-tiba Rita merasakan sakit pada perutnya.


"Aduuhh.."Rita mengerang kesakitan sambil memegang perutnya.


"Rita, waduh jangan-jangan hari ini?" Ratna dan Elsa membantu Rita untuk tetap tenang.


Ratna memanggil supirnya, dengan segera mereka bertiga ke rumah sakit. Elsa menelepon Tomi tentang keadaan Rita yang kini sudah masuk IGD.


"Tomi, lekas ke Rumah Sakit, Rita masuk IGD, ia tidak sadarkan diri!" Elsa panik.

__ADS_1


Dengan segera Tomi meninggalkan kantornya dan pergi ke Rumah Sakit.


__ADS_2