
"Gue suka banget sama lo Andre, jangan tinggalin gue" Ida memohon sambil memeluk Andre dari belakang.
"Ga bisa Da, nyokap Lo gak suka sama gue!"
"Jangan pikirin nyokap Ndre, yang penting kita saja, backstreet juga gak apa-apa Ndre, please Ndre!" Ida masih memohon sambil menangis.
"Jangan begitu Da, perasaan gue ke Lo sudah gak kayak dulu lagi, gue sudah suka sama seseorang."
"Gue tahu, dia Kiki kan? Teman sekelas gue!"
"Lo gak perlu tahu siapa orangnya itu bukan hak Lo ikut campur urusan gue!"
"Tapi Kiki sudah punya pacar Ndre, namanya Robi, apa Lo tahu itu?"
"Kiki gak ada feeling sama Robi, dia suka sama gue!"
"Nanti gue buktikan Ndre, Kiki bukan orang yang tepat buat Lo, tapi gue!" Ida tetap bersikeras
"Gak usahlah Da, Lo ngomong apapun tentang Kiki gak akan berpengaruh dengan hubungan kita. Sedikit lagi uang tabungan gue terkumpul, itu bisa menggantikan uang nyokap Lo yang gue pakai."
"Gak usah Ndre, gue ikhlas kog!"
"Gue yang gak ikhlas Da, bagaimana pun juga gue sebagai orang punya harga diri. Buat gue itu adalah hutang yang harus dibayar."
"Andre, gue gak mau terima uang itu!"
"Terserah Da, yang jelas gue akan berusaha untuk bertemu nyokap Lo dan mengembalikan uang ya!" Andre berkata sambil berlalu meninggalkan Ida yang terus menangis.
Sudah beberapa hari Ida tidak masuk sekolah, menurut walas, Ida diopname karena tipes, dan harus bedrest setidaknya 1 minggu.
"Rit, mau nemenin gue gak?" Tanya Kowi di sela-sela makan siang
"Nemenin kemana, dan kapan?"
"Nemenin gue jenguk Ida!"
"Kenapa gak ngajak yang lain?"
"Kalau Kiki, Lisa atau Andien, semua sepakat gak begitu suka sama Ida, terutama setelah perlakuannya ke gue, cuma Lo yang netral Rit!"
"Tahu darimana gue netral?"
"Karena muka lo seperti wasit pertandingan!"
"Hahahaha, Sia-ul !" Rita tertawa geli
"Jadi gimana? Mau kan?" Tanya Kowi lagi setengah memohon.
"Ayo deh, kapan?"
"Nanti siang gimana?"
"Boleh deh, di RS mana?"
"Katanya sih tadi pagi sudah pulang ke rumah"
"Oo, Lo tahu rumahnya?"
"Tahu dong, gue kan dulu sering kesana!"
"Okelah!" Mereka meneruskan makan siangnya. Beberapa saat kemudian Kiki dan Lisa datang menghampiri mereka.
"Eh Rit, Wi, pada makan apa?" tanya Lisa melihat isi mangkuk Rita dan Kowi yang telah kosong.
"Biasa, gue bakso, Kowi mie ayam!"
"Lo berdua selesai ulangannya lama banget?"
"Iya nih, gue sebel kalau ulangan Kimia kita di bagi jadi 2 gelombang kayak gini, apesnya kalau dapat gelombang 2, jam istirahat terpotong!" Ucap Kiki kesal.
"Udah, cepat pesan sana, masih ada 15 menit!"
"Sudah pesan tadi"
"Pesan apa?"
"Nasi goreng!" ucap Kiki dan Lisa kompak.
"Andien belum keluar juga?" tanya Rita sambil melihat sekeliling kantin
"Belum kayaknya, tadi dia serius banget, rambutnya acak-acakan, stress banget kayaknya!" Ucap Kiki tersenyum geli
"Eh, mumpung Andien gak ada, kita kencan Berjamaah yuk!" Ajak Kowi
"Berjamaah?"
"Iya, bawa cowoknya masing-masing!"
"Jadi kan ada 3 pasang!"
"Lisa-Fathir, Gue-Fadhil, Rita-Tomi/Dewa terserah Lo deh!"
"Apaan sih Kowi ?" protes Rita
"Yaah karena gue curiga nih, menurut dispatch, ada yang lihat Lo sering makan berduaan sama Tomi. Terus Lo juga liburan bareng Dewa kan? Wah Lo serakah Rit, cowok-cowok tampan nan baik nempel semua sama Lo!" Ucap Kowi dengan pandangan kagum.
"Siapa dispatch Lo? Emangnya gue bintang drakor?"
"Kalau begitu sama Tomi ya?" pancing Lisa. Kiki yang mendengar perkataan Lisa dan Kowi tersenyum dalam hati.
"Btw Ki, terus terang gue lega Lo gak jadian sama Andre, tapi sama Robi!" Ucap Kowi
"Kenapa tiba-tiba pindah channel jadi ke gue?" tanya Kiki sambil mengaduk nasi goreng yang masih panas.
"Karena sinyal gue kuat Ki, hehehe!"
Mereka tertawa bersama.
"Kenapa nih ketawa gak ngajak-ngajak?" Tanya Andien yang tiba-tiba muncul dan mencicipi nasi goreng Kiki.
"Sudah selesai Dien, bisa gak?" tanya Rita
"Hhh, tau deh, yang penting gue sudah usaha maksimal, kalau nilainya jelek yah memang sudah takdir gue remed."kali ini dia mencicipi nasi goreng milik Lisa
"Aduuhhh pedas!" Teriaknya
"Hahahaha.." semua tertawa melihat tingkahnya
"Elo sih, minta gak bilang-bilang, langsung sosor saja!" Ucap Lisa disela tawanya
"Dari tadi perut gue keroncongan laper banget, mau pesan jam istirahat tinggal 5 menit mana sempat!"
"Nih deh buat Lo, gue udeh kenyang!" Kiki menyodorkan piring nasi gorengnya.
"Ciyee Kiki yang lagi diet, supaya cantik di mata yayang Robi!"
"Yayang..yayang..peyang kali!" sambung Rita yang diiringi gelak tawa teman-temannya.
Sepulang sekolah, Kowi dan Rita mengunjungi rumah Ida.
Rumah Ida cukup besar, dengan pagar tinggi dan tanaman gantung. Lokasinya juga di perumahan cukup elite.
__ADS_1
Kowi membawa buah-buahan yang ia beli di perjalanan.
Ting! "Assalamualaikum!" Bunyi bel pintu yang dipencet Kowi
Beberapa saat kemudian..
"Wa'alaikummussalam,"seorang perempuan muda membuka pintu pagar.
"Eh Neng Kowi!" Art nya Ida yang bernama Lala menyapanya ramah.
"Mbak Lala, Ida ada?"
"Ada Neng, ayo masuk!" Lala mempersilakan masuk.
Kowi dan Rita memasuki halaman rumah Ida kemudian duduk di teras yang asri dengan tanaman rambat. Terdapat kolam ikan dengan banyak ikan koi di dalamnya.
"Wahh..ikan Koi!!" Rita menghampiri kolam dengan wajah senang.
"Lo suka ikan Rit?"tanya Kowi yang geli melihat ekspresi senang Rita.
"Iya Wi, di rumah gue yang dulu sempat ada akuarium, ikannya lucu-lucu. Ikan bagus untuk melepas stres!"
"Ooo, Lo bisa stres juga Rit?"
"Hahaha, iya dong, Lo kira kenapa gue ikut banyak bela diri kalau bukan untuk pelampiasan?"
"Bukannya ikan yang melepasnya?"
"Itu untuk stres mata dan pikiran tapi penyaluran tenaga, olah raga paling bagus!"
"Ooo begitu!"
"Ikan Koi ini kalau orang Jepang percaya membawa keberuntungan buat pemilik rumah, supaya orang rumah sehat, banyak rejekinya."
"Kog Lo tau banyak Rit?"
"Kakek gue punya banyak di rumahnya."
"Ngapain Lo kesini?" Ucap Ida tiba-tiba dengan suara kesal
"Eh Da, Lo sudah sehat?" Tanya Kowi
"Apa urusan lo nanya begitu? Lo senang kan gue sakit? Lo dendam kan sama gue, pastinya Lo senang gue sakit!"
"Engga senang Da, Kowi kepikiran Lo terus,makany dia nengokin Lo!"
"Ah selebritis sekolah kemari, maaf ya Non, sudah repot-repot kemari!" Ida masih dengan nada ketus.
"Jangan begitu Da, gue yang maksa Rita kemari!"
"Yaa gue tau deh, siapa gue ini di kelas, di sekolah bukan siapa-siapa bahkan temen gue yang akrab dari SD pun lebih senang gaul sama selebritis sekolah!"
"Bukan gue yang menjauh, tapi Lo Da, kayak gini ini, tiba-tiba Lo marah sama gue, padahal gue dan Rita care sama Lo, tapi Lo malah jutek sama kita!" Kowi mulai meninggikan suaranya
"Wi, sabar!" Tegur Rita
"Gak pa-pa Non, sejak jadi wartawan lokal, Kowi lebih care sama gosip sekolah, bahkan sobatnya sendiri digosipin!" Ucap Ida lagi
"Gue gak pernah gosipin Elo, kan Elo sendiri yang buka kartu, Lo yang bersikap berlebihan waktu dekat sama Andre, gue gak bahas itu sama sekali di artikel sekolah!"
"Emang enggak tertulis tapi diomongin kan?"
"Gue bahas itu sama Elo saja, sama yang lain enggak!"
"Gak mungkin!! Kenapa mereka bisa tahu masalah Andre, a nama dia jadi tercemar, akhirnya dia minta putus dari Gue!"
"Bagus dong Da, Lo gak dihinggapin parasit lagi!"
"Ah!!! Lo tahu apa tentang gue dan Andre! Bukan Andre yang salah, tapi gue yang mau ngasih ke dia apa yang gue punya,termasuk diri gue!"
"Gue sama Andre sudah jauh berhubungan, setelah lulus, Kita berencana menikah!"
"Maksud Lo apaan sih?"
"Bilang ke temen geng Lo si Kiki, Andre sudah jadi milik gue, dan gue sudah jadi miliknya, karena kita sudah berhubungan intim!"
"HAH???!!" Rita dan Kowi melongo mendengar pengakuan Ida
"Lo pasti sudah gila Da!"
"Emang, gue bucin sama Andre, apapun gue kasih buat Dia!"
"Tapi Da, kita masih SMA berhubungan layaknya suami-istri nanti Lo hamil bagaimana?" Ujar Kowi lagi makin sedih
"Biarin, selama ini anak Andre, gue sayang banget sama Bapaknya!"
"Jadi Lo hamil Da?" tanya Kowi lagi kaget
"Mungkin, kerena dari kemarin gue terlambat haid!"
"Waduuhh gawat!" Ucap Rita tiba-tiba
"Kenapa gawat?" Tanya Ida sengit
"Ya, gawat apa Lo gak malu, nanti ke sekolah dengan perut buncit, belum menikah pula. Yang gue tahu Andre malah menjauh dari Elo!" Ucap Rita tiba-tiba.
"Ahh,Lo kan gak tahu apa-apa, gue yakin Lo cuma tau dari Kiki tentang Andre!"
"Jangan gila begitu Da!" ujar Kowi lagi
"Sudah deh Lo pada pulang saja! Gue gak mau bayi di perut gue stres karena Lo pada!" Ida masuk ke dalam rumah dan membanting pintunya. Rita dan Kowi saling berpandangan. Sepanjang jalan di angkot mereka terdiam.
"Wi, gue turun di sini ya?" Tegur Rita pada Kowi yang melamun.
"Oh iya Rit, makasih ya, Wa gue kalau sudah sampai di rumah!"
"Oh iya Wi!, Jangan terlalu dipikirin Wi, itu bukan salah Lo!" Rita keluar dari angkot.
Angkot dari rumah Ida melewati halte dekat rumah Rita.
Sesampainya di rumah, Rita mandi dan berganti pakaian. Dibacanya pesan dari ayahnya.
"Ah..ayah lembur lagi!, Gue makan apa ya?" gumam Rita membuka kulkas dan mengambil frozen food dimsum dan frozen bento. Persediaan frozen food di rumah Rita cukup untuk 3 bulan. Sejak Andi menginap di rumah Rita, ia banyak cerita ke mamanya tentang kehidupan Rita sehari-hari yang sering ditinggal sendirian oleh ayahnya dan memasak makanannya sendiri. Karena itulah mamanya mengirimkan banyak frozen food, salad sayur dan buah, agar Rita tidak kelaparan. Ia mengukus frozen dimsum dan menggoreng bentonya. Setelah matang ia foto dan mengirimkan ke mamanya
"Terimakasih makanannya mamaku sayang!ππ"
"Sama-sama cintaπ€π€π" jawab mamanya.
Selesai makan siang dan membereskan bekas makannya, ia kembali ke kamarnya.
"Ting tong, Assalamualaikum!" Suara bel pintu.
"Wa'alaikummussalam!" Jawab Rita sambil membuka pintu
"Eh Kak Tomi, masuk Kak!"
"Hmmm...sendirian Rit?"
"Iya, ohh, kakak di teras saja deh, gerah!"
Mereka duduk di teras rumah Rita yang cukup lebar.
__ADS_1
"Nih, Rit, kakak bawa degan, sama cemilan!"
"Asyiiik!!, Mau pakai es batu kak?"
"Boleh!"
"Sebentar ya?"
Rita masuk ke dalam rumah dan kembali membawa 2 gelas dengan es batu di dalamnya.
"Kak Tomi senang air kelapa ya?"
"He eh, segar Rit, rasanya alami, dari pada air soda!"
"Oo, tumben kak, siang begini datang?"
"Kakak, baru pulang dari bimbel"
"Ooo, ikut bimbel juga?"
"Iya bimbel di sekolah wajib untuk kelas 12."
"Oo begitu, eh kakTomi, mau dengar cerita gak?"
"Cerita apa?"
"Tadi Rita dan Kowi baru pulang dari menjenguk Ida di rumahnya!"
"Ida, yang anak PMR itu kan? Dia sakit?"
"Iya kak, tapi dulu PMRnya sekarang sudah enggak!"
"Oo, sakit apa?"
"Bilang ke walas sakit tipes, tapi tadi dia ngaku kalau dia lagi hamil!"
"Ah masa??? Serius kamu?"
"Beneran Kak, dia marah-marah sama Kowi, dia bilang Andre miliknya, bapaknya anak yang diperutnya. Bilang ke Kiki, jangan dekat Andre lagi!, Dia bilang begitu!"
"Hmm...kamu sudah lihat hasil tes dokternya? Atau minimal test packnya?"
"Belum, kenapa kak?"
"Yaa, bisa saja kan dia ngaku-ngaku, apalagi menurut cerita Kowi dia bucin banget sama Andre."
"Iya juga ya?"
"Hmm ..tentang Andre itu, ada salah paham dengan mamanya Ida."
"Kog kak Tomi tahu?"
"Andre pernah datang ke resto kakak melamar kerja sambilan, dia bilang mau ganti uang mamanya Ida. Terus dia juga cerita, tadinya dia berhasil di casting untuk main di sinetron. Tapi karena mamanya Ida datang ke lokasi syuting dan menjelek-jelekan dirinya, jadi produser membatalkan perannya di sinetron jadi cuma dapat beberapa scene"
"Ooo begitu ceritanya"
"Itu menurut cerita Andre!, Jadi menurut kakak, sebelum cerita tentang Andre menghamili Ida, sebaiknya jangan disebarkan, itu aib. Kasihan Andre nama baiknya rusak, kalau ternyata itu cuma fitnah. Ida juga kasihan nanti apa kata orang, iya kan?"
"Iya kak, nanti Rita bilang ke Kowi. Mudah-mudahan Andre sebaik yang Kak Tomi ceritakan ya!"
"Anaknya baik, supel, cukup bertanggungjawab. Inisiatifnya juga bagus. Kakak bisa bebas kemari karena ada dia di resto, jadi agak tenang."
"Oo begitu tapi Kak, kalau ternyata beneran Andre menghamili Ida bagaimana?"
"Yaa Andre harus tanggungjawab lah, harus menikahinya!"
"Menikah?"
"Iya, menikah, kasihan anaknya, kan anak itu gak salah, yang salah ortunya."
"Gawat juga ya, masih SMA sudah menikah!" Gumam Rita
"Gak usah kaget Rit, teman Kak Tomi tamat SMP langsung menikah, ia gak SMA lagi tapi dikasih modal sama mertuanya untuk buka usaha. Sekarang anaknya sudah 2"
"Wahh..masih belasan tahun sudah jadi orang tua"
"Yaa begitulah?" Tomi menatap Rita.
"Kenapa Kak, kog tiba-tiba?"
"Enggak, Rita tahu kan Kak Tomi suka sama Rita?"
"Eh..iya" Rita tersipu malu
"Kalau kita suka sama orang biasanya dorongan untuk berbuat lebih itu ada Rit, makanya kak Tomi lebih suka kita duduk di luar kayak gini, supaya kak Tomi gak bisa macam-macam!"
"Ooo begitu,kak Tomi baik dong ya?"
"Hahaha..baik itu harus Rit, jujur saja kalau menuruti ***** mungkin bisa saja, tapi nanti kita akan menyesal. Apalagi Andi galak banget sama kakTomi. Lebih galak dari pada Ayah!"
"Kak Andi?"
"Iya, kalau tentang kamu, dia bilang begini "Tom kalau Lo serius sama Rita jangan berani nyakitin dia ya, mungkin gue gak bisa bela diri, tapi gue bisa nyewa preman buat ngejar Lo!" Waduuh serem banget kan?"
"Hahaha kak Andi bisa saja!"
"Iya serem kan, oiya, besok Kak Tomi mau nemenin Kak Dewa, dia ada urusan sama cewek dari sekolah BP."
"Double date gitu?"
"Iya!"
"Eh, kak Tomi ijin ke Rita buat dating sama temannya teman kakDewa?"
"Iya!"
"Kog aneh ya?"
"Aneh ya? daripada Rita tahunya di belakang, kan mendingan di depan."
"Kenapa harus kakTomi? Kenapa gak kak Indra saja?"
"Dewa sudah janji bawa kakTomi!"
"Menurut Rita gimana?"
"Aneh banget sih Kak, kita saja gak pernah dating, eh tiba-tiba kak Tomi mau dating sama orang lain!" Rita mulai kesal.
"Jadi gak boleh?"
"Gak boleh lah!"
"Beneran?"
"Iya beneran, kak Tomi aneh sih, tadi baru bilang suka!"
"Iya beneran, kak Tomi suka sama Rita!"
"Tapi kenapa mau diajak kak Dewa?" Rita mulai berkaca-kaca.
"Kak Tomi belum meng-iyakan, ini baru minta ijin dulu, kalau gak boleh ya sudah, kakTomi juga gak mau!" Jangan nangis ya Rit?" Hibur Tomi. Kakak senang nih, jadi perasaan kakTomi terbalas sama Rita!" Tomi mengusap kepala Rita lembut
__ADS_1
Rita menunduk sambil mengusap air matanya yang menetes. Hari itu adalah hari pertama mereka jadian.
-bersambung-