Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
chapter 62: Cerita Reza


__ADS_3

“Karena Rita itu anaknya Eka, itu sebabnya golongan darahnya sama!” jelas Reza


“Kamu ngomong apa?” Ratna semakin bingung


“Kita menikah selang sebulan setelah Eka wafat. Waktu itu kamu bilang haid mu yang tidak teratur. Kita menyangka karena kamu stres dan sedih.”


“Apa kamu yakin Rita anak Almarhum Eka?” tanya Ratna tidak percaya


“Rita lahir prematur, kondisinya lemah seperti Eka, cacat jantung bawaan. Kalau aku bilang sama kamu, aku takut kamu akan down. Itu sebabnya aku menyembunyikan keadaan Rita yang sebenarnya."


“Lalu, kenapa dia bisa bertahan hingga sekarang? Apa dia akan berumur pendek seperti Eka?” tanya Ratna tercekat


“Aku mengganti jantungnya dengan jantung anakku!” jelas Reza lagi


“Kamu pasti sudah gila ya? sebaiknya kamu berhenti jadi dokter lalu ganti profesi jadi penulis novel!” ujar Ratna tidak percaya.


“Kamu ingat Mariska kan? Dia istriku sebelum kamu Ratna. Kami dianugerahi anak perempuan yang kami beri nama Maryam. Seperti kamu tahu Mariska meninggal karena kecelakaan ketika hamil Maryam, walau Mariska tidak berhasil selamat, tapi bayi yang dikandungnya selama 7 bulan berhasil hidup walau harus dibantu mesin.” Reza menarik nafas panjang, melihat reaksi Ratna yang masih bingung tidak percaya


“Maryam mengalami gagal otak karena sempat tidak bernafas, tapi jantungnya kuat seperti ibunya. Dokter yang merawatnya bilang, walaupun hidup ia tidak akan bisa normal. Aku ingin menyelamatkan Rita dan Maryam, jadi aku putuskan untuk mencangkokkan jantung Maryam ke tubuh Rita. Sungguh kuasa Allah, jantung itu cocok di tubuh Rita.”


“Bagaimana dengan Maryam?”


“Aku harus melepasnya bersama Mariska” Ujar Reza dengan suara lirih


“Jadi selama Kita menikah, kamu masih terikat dengan Mariska?” tanya Ratna


“Aku dan Mariska telah lama menikah secara siri, tugasku sebagai dokter yang masih dalam ikatan dinas tidak memperbolehkan aku menikah. Aku dan Kamu bisa menikah resmi setelah ikatan dinasku selesai. Dan itu terjadi beberapa bulan setelah Mariska wafat”


“Maryam, agar ia bisa bertahan, kamu bilang ia ditopang mesin?” tanya Ratna


“Aku menggelapkan dana rumah sakit papamu untuk biaya Maryam!”


“Ooo..pantas papa sangat marah ketika tahu, dan memaksa kita bercerai! Tapi itu terjadi waktu Rita berusia 7 tahun!”


“Sebenarnya keluarga Mariska tidak terima tindakanku mencangkokkan jantung Maryam ke Rita, mereka memerasku selama bertahun-tahun, hingga hal tersebut diketahui oleh papamu”


“Lalu?”


“Entah apa yang dilakukan papamu sehingga mereka berhenti memerasku, tapi yang aku tahu 7 tahun lalu aku dipaksa menceraikan mu. Tapi Aku tidak bisa melepaskan Rita, ia yang tersisa dari Mariska!”


“Apa papaku tahu tentang jantung Rita?” tanya Ratna


“Iya, beliau tahu itu sebabnya beliau tidak menghentikanku membawa Rita”


“Sungguh Mas, aku bingung harus berkata apa!, perasaanku campur aduk, aku marah, kesal dan juga bingung!”


“Aku mengerti, sebenarnya aku ingin menceritakan tentang Rita ke Kamu, tapi Aku pikir itu hanyalah masalalu, Rita tidak perlu menderita karena masalah ini!”


“Buat kamu mungkin begitu, tapi kamu sudah menggelapkan identitas Rita sebenarnya sebagai keturunan Eka Darmawan, kamu tahu itu kan?”


“Heh, apa hebatnya keluarga Darmawan?”


“Keluarga Eka bisa membantu Rita mencapai cita-citanya, dibandingkan dia bersama mu!” Ratna pergi meninggalkan kamar Eka dengan kesal


Ratna pergi meninggalkan RS tempat Reza dirawat, ia pulang ke rumah untuk menemui papanya.


Di rumah Keluarga Sugiyono


“Papa, Aku ingin bicara !” ujar Ratna menghampiri kakek Sugiyono yang duduk di kursi rodanya.


“Ratna, aku sudah memindahkan Rita ke Rumah Sakit kita di Singapura, dia sudah tiba pagi ini! Sekarang sedang dalam perawatan dokter di sana!”


“Kapan papa melakukannya? Kenapa aku tidak diberitahu?”


“Papa harus menyelamatkan cucu papa, kalau papa mengikuti cara mu, Rita tidak akan selamat. Walau papa kelihatan tegas sama Rita, tapi papa sangat menyayangi cucu papa”


“Papa tahu tentang jantung Rita?”


“Iya papa tahu, Reza yang menceritakan?”


“Iya!”


“Papa hanya ingin melindungi mu dan Rita!, papa tidak ingin kalian berdua terluka.”


“Menyuruh Reza menceraikan Aku itu sudah membuat aku terluka pa!”

__ADS_1


“Reza tidak sungguh mencintaimu, dan tindakannya menggelapkan dana RS itu membuktikan ia orang yang serakah!”


“Tapi ia melakukannya karena diperas!”


“Ah!! Itu hanya alasan, pencuri tetaplah pencuri! Sudah bagus aku tidak menjebloskannya ke penjara!”


“Tapi pa, karena tindakannya, Rita, cucu papa bisa hidup hingga sekarang!”


“Karena itu papa membiarkannya, kamu kira papa membiarkan cucu papa terlunta. Papa sudah mengatur supaya Reza bisa bekerja, walaupun harus dikirim ke daerah berbahaya. Tapi papa tidak bisa menerima Ia sebagai menantu !”


“Apa yang papa tawarkan kepada keluarga Mariska?”


“Papa memberikan sejumlah uang kepada mereka disertai perjanjian, papa juga bilang kalau mereka mengambil jantung Rita, berarti mereka juga telah membunuh yang tersisa dari Mariska” jelas kakek


“Papa kenal Mariska?” tanya Ratna heran


“Papa tahu semuanya tentang Kamu, Reza, Eka dan Mariska. Kamu tahukan papa selalu mengawasi anak-anak papa”


“Papa pernah bertemu Mariska?”


“Belum pernah, papa hanya mendengar ceritanya dari Eka.”


“Eka kenal Mariska?”


“Kenal, kamu tahu Eka kan? Dia itu sifatnya mirip Andi. Tidak bisa menyimpan apa yang di hatinya.”


“Papa selalu dianggap papanya, karena papa Darmawan terlalu sibuk untuk mendengarkan ocehannya. Sejak kecil Eka bilang apapun yang terjadi dia ingin menikahi mu dan menjadi keluarga kita!”


“Iya, Aku ingat, papa lebih sayang sama Eka dibandingkan sama Aku!”


“Papa kasihan sama dia, suatu ketika sepulang sekolah dia sangat lesu. Dia menyesal mengenalkan Kamu dengan sahabatnya.”


“Terus?”


“Eka tahu kamu sangat menyukai Reza. Eka bilang, Reza walaupun tidak kaya, tapi sangat tampan, atletis, baik, ramah sama siapa saja. Berbeda sama dia yang penyakitan.”


“Eka tahu?” Ratna menutup mulutnya kaget


“Dia tahu, dia bilang, Pa, sepertinya aku jadi anak menantu papa akan sulit, geli papa melihat wajahnya yang lesu tapi lucu” Kakek tersenyum mengingat Eka


“Eka sangat mencintaimu, dia gak mau memaksakan perasaannya, tapi begitu dia tahu tentang Reza dan Mariska, dia langsung melamarmu kan? Dia tidak mau melihat kamu terluka karena melihat Reza dengan Mariska!”


“Ah Eka, tahu apa dia tentang perasaan ku”ujar Ratna dengan suara lirih


“Kamu istirahatlah, besok kita pergi menjenguk Rita!” perintah Kakek


“Iya Pa, terimakasih sudah membantu Rita!” Ratna pergi meninggalkan ruangan kakek dengan mata berkaca-kaca. Hatinya sakit mengingat Eka yang begitu mencintainya.


Di dalam kamarnya, setelah sholat Isya, Ratna terpaku menatap langit-langit kamar, tiba-tiba ia teringat Dewa


“Ah iya!” ia bangkit dan menelepon Dewa


“Assalammu’alaikum!”


“Wa’alaikumsalam, Tante!”


“Dewa , maaf tante sangat banyak pikiran, sekarang kamu di mana?”


“Saya ada di RS Singapura menemani Rita tante, kemarin orang-orang dari kakeknya Rita datang bersama Andi. Ternyata dia mampir ke rumah saya untuk mengambil paspor dan pakaian saya.”


“Ooo, Andi sudah di sana! Anak bandel gak cerita sama mamanya. Baiklah Dewa, Tante titip Rita ya, insya Allah besok tante dan Kakek akan datang!”


“Iya tante, oiya kartu debitnya sudah saya kasih ke Andi. Saya takut hilang!”


“Baiklah, terimakah banyak Dewa, Wassalammu’alaikum!”


“Wa’alaikummussalam!” Dewa menjawab salam


Ratna menelpon Andi


“Andi, sejak kapan kamu di sana?” tanya Ratna kesal


“Aku tadi mampir ke kamarnya Ayah, tapi ada mama di situ jadi aku gak jadi masuk!”


“Hmm..kamu mendengar ceritanya tentang Rita?”

__ADS_1


“Iya Ma!” suara Andi terdengar riang


“Kog kamu senang sekali?”


“Selama ini Andi selalu merasa jadi orang asing diantara Rita dan Ayah Reza, tapi sekarang, Andi sudah betul-betul punya Adik Ma!”


“Ah Kamu! Rita itu adik kamu! “


“Iya, tapi selama ini Andi merasa karena beda ayah, jadi seperti ada batasan ma!”


“Ah kamu bisa saja, kamu tinggal di mana sekarang?”


“Kakek menyiapkan apartemen dekat RS untuk kita tinggal. Mereka juga sudah menyiapkan untuk mama dan Kakek.”


“Hmm, begitu ya, ada perkembangan tentang Rita?”


“Kondisinya semakin membaik, walaupun belum keluar dari ICU”


“Rita masuk ICU?” tanya Ratna kaget


“Kakek ingin perawatan Rita secara intensif, dokter-dokternya khusus untuk merawat Rita, katanya malam ini dia bisa keluar dari ICU.”


“Alhamdulillah, Andi kamu jangan menceritakan dulu tentang Reza ya, mama gak mau dia shock, kamu tahu kan bagaimana sayangnya Rita ke ayahnya?”


“Iya ma, Andi tahu kok!”


“Bagus, see you tomorrow yah!”


“Iya ma!”


“Siapa Ka?”


“Nyokap!”


“Ooo, besok jadi tante Ratna kemari?”


“Insya Allah , bareng kakek !”


“Btw orang kaya emang beda ya, begitu beliau bergerak, salam waktu singkat semua masalah jadi gampang!”


“Gampang?”


“Iya, lo gak tahu tadi kita kebingungan nyari donor untuk Rita?”


“Yahh..sebenarnya karena itu RS di daerah jadi begitu agak susah, makanya kakek langsung bawa Rita ke sini”


“Makanya, gak tanggung, langsung di bawa ke LN, ckckck...”


“Kakek memang sangat protektif sama anak dan cucunya, kalau bisa semua yang terbaik untuk mereka!”


“Iya, makanya kan gue bilang kakek lo orang hebat!”


“Btw Ar, Lo kan sudah tahu tentang Rita kan?”


“Iya, terus kenapa?”


“Maksud gue, kalau lo beneran serius sama dia, lo gak boleh lagi flirting sama cewek-cewek lain!”


“Kog lo jadi kayak gitu Ka?”


“Lah iya dong, Rita itu sudah 100 adik gue! Sebagai kakak gue harus melindunginya!”


“Tapikan kita jadian aja belum?”


“Itukan masalah peresmian doang, tapi lo bener gak suka sama Rita? Dulu kan ada saingan berat si Tomi, sekarang dia sudah gak ada, seharusnya Lo bisa merebut hati Rita!”


“ Kita lihat saja nanti, kalau gue nembak sekarang, apa gak kaget dia, lagi pula aneh gue ngomong gini sama kakaknya!”


“Kita kan sudah temanan lama, kalau bisa jadi saudara kan lebih bagus!”


“Lo mau jadi saudara gue Ka?” tanya Dewa heran


“Emang Lo gak mau jadi saudara gue?” tanya Andi lagi


“hmmm...” Dewa terdiam

__ADS_1


“ yahhh dia mikir!!!” Andi pergi meninggalkan Dewa yang masih sibuk mikir.


__ADS_2