Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 150: Namanya Daniel


__ADS_3

“Namanya Daniel Kang” Rita menunjukkan foto mereka bersama kepada Santi


Santi melihatnya kemudian mengembalikan ponsel Rita


“Lumayan!” pujinya


“Lumayan? masa cuma lumayan?” protes Rita agak tersinggung


“Kog Lo marah? Lumayan itu artinya kan lumayan ganteng!”


“Tapi menurut gue Daniel itu ganteng banget!” ujar Rita


“Iya, berarti dia selera lo! lagi pula apa lo gak cemburu kalau cewek lain mengagumi laki lo? Kalau mereka mau memilikinya gimana?” tanya Santi


“Iya juga ya?”


“Eh Rit, sejak kapan lo suka sama Daniel?”


“Hmm..mungkin gue naksir dia sejak awal gue melihat dia. Dia turun dari mobil, pakai rayband hitam terus ngebukain pintu bosnya. Wah keren banget!”


“Kog lo gak naksir bosnya? Biasanya kan di sinetron-sinetron yang diincer bosnya?”


“Bosnya ketuaan buat gue, hehehe”


“Dasar lo! lanjutkan!” mereka kini nongkrong di warung es kelapa muda.


“Terus secara tak sadar, gue ngikutin dia, eh gue di stop satpam. Katanya arah gue salah, gue disuruh ke bagian HRD.”


“Kog lo bisa magang? Kan masih 2 SMU?”


“Sebenarnya itu karena gue merusak mobil dan motor pemilik perusahaan itu jadi gue disuruh melunasi uang perbaikannya dengan kerja di perusahaan itu!”


“Emang habis berapa?”


“Hmm..sekitar 10-15 juta!”


“Ya ampun, mahal banget!, tapi lo tetap digaji sama mereka?”


“Digaji, tapi dipotong untuk perbaikan itu!”


“Tinggal sedikit dong?”


“Gak apa-apa sih, karena di perusahaan itu mereka menanggung semua kehidupan karyawan, makanan di kantinnya saja enak-enak,gak ngasal gitu. Ada asuransi kesehatan, gigi dan mata, wah pokoknya lo tinggal kerja yang bener aje deh!”


“Tapi status lo magang, masa dapat fasilitas itu?”


“Kalau menurut bosnya, selama gue ada di gedung itu, hidup gue dijamin!, keren kan??”


“Tapi lo pulang ke rumah kan? “


“Iya betul!”


“Ada jemputan?”


“ada dong!” Rita tidak bilang jemputan yang dimaksudnya jemputan supir pribadi


“Terus dengan Daniel gimana?”


“Nah ternyata, gue ditugasin jadi sekretaris bosnya Daniel, namanya pak Radian”


“Pak Radian sifatnya gimana?”


“Kalau baru kenal orangnya dingin banget, brrrr...lo mending pakai jaket kalau ketemu dia!, suaranya datar, kalau ngomong sama kita seperti gak ada emosinya sama sekali! Ah bener-bener nakutin deh!”


“Kog elo gak takut Rit?”


“Gue sih, mengabaikan itu semua karena ada Daniel di situ, walau bosnya dingin tapi ajudannya hot jadi hangat kan?”


“Ah elo Rit! jangan-jangan lo sering baca cerita vulgar gitu ya?”


“Sebenarnya gak sengaja baca San, lo tahukan kalau kita buka medsos, itu ada web novel online yang promosiin novelnya, biasanya ceritanya mesum semua tuh! CEO cinta satu malam lah, CEO yang menindas sekretarisnya lah wah gak bener deh!”


“Tapi lo baca kan?” ledek Santi


“Iyalah, ternyata seru ya? tapi gue juga jadi miris sendiri”


“Kenapa?”


“Lo bayangin, orang menindas orang lain jadi cerita dan orang senang bacanya, malah jadi top novel! Dan gue salah satu pembacanya!”


“Kalau gitu gak usah lo baca! Beres!”


“Iya juga sih, novel-novel inspiratif justru gak menarik San!”


“Mungkin bosenin?”


“yaa bisa jadi sih ya, apa mungkin karena dasarnya orang itu baik, jadi kalau diceritakan tentang kebaikan orang mikir, ah baik itu biasa! Yang tidak baik itu luar biasa!” ujar Rita lagi


“Sudahlah, lanjutin tentang Daniel!”


“awalnya gue belagak cuek, sok gak ada rasa gitu. Padahal gue empet banget kalau ada karyawati kantor pada caper sama Daniel.”


“Daniel tau gak elo perhatiin dia?”


“Mungkin? pak Radian suka menugaskan gue sama Daniel. Yang paling gue inget itu waktu gue disuruh belajar menyetir dan Daniel jadi gurunya. Wuihh..asli deh semalaman gue gak bisa tidur gak sabar nungguin pagi!”


“Hehehe,..tapi Rit, kog bisa ya dia gak merasa lo ngedeketin dia?”


“Sebenarnya memang gue gak ada maksud deketin dia, jujur gue gak berharap banyak sih, apalagi tadinya dia kan agamanya beda sama gue. Jadi nothing to lose deh. Tapi tiap malam gue berdoa”


“Apaan doa lo?”


“Ya Allah, jika Daniel jodoh hamba tolong dekatkan, dan mudahkan kami bersatu, kalau ternyata dia tidak baik untuk hamba, tolong jadikan dia baik untuk hamba. Kalau ternyata dia bukan jodoh hamba, tolong jodohkan dia pada hamba, aamiin!”


“Doanya maksa ya Rit?” ujar Santi ngakak


“Habis gimana ya, makin lama kita makin dekat apalagi waktu kita terjebak di gunung”

__ADS_1


“Terjebak di gunung? Lo berdua saja?”


“Enggak ada orang satu lagi, maksud gue walaupun dia tahu gue orang yang mandiri, tapi dia tetap jagain gue. Gak membiarkan gue susah, semua dia bantuin deh"


“Hmm..dia gentleman banget dong ya Rit?”


“ iya banget tapi yang paling gue gak suka, dia itu kalau sudah mengingat hal yang lucu, dia tertawa terus, jadi kayak orang ngeledek gitu!”


“Emang Lo pernah digituin sama dia?


“pernah! Waktu itu kita menjamu tamu di karaoke, terus gue disuruh nyanyi. Gue nyanyi, dia dengar suara gue eh gak berenti tertawa. Ada kali seminggu-an tiap berpas-pasan dia senyam-senyum melulu, gue kan sebel!”


“Tapi suka kan??? Terus kalian jadiannya kapan?”


“Nah itu sepulang dari gunung, gue kan jatuh sakit, eh dia datang ke RS. Lumayan lama nungguin gue lagi molor.”


“Lo senang dong!”


“Gue bersyukur sih waktu itu dada gue gak ditempelin alat detak jantung, kalau enggak, bakal bunyi begitu dia nyium jidat gue!”


“Dia nyium jidat lo? padahal belum jadian?”


“he eh!, wah gue pikir gue mimpi lho! Gue nampar pipi kanan dan kiri, besoknya bengkak. Dia kaget kenapa bisa bengkak, dia pegang jidat gue, yang jadi panas kalau ada dia!”


“Lo jadi sakit ya kalau ketemu dia!”


“He eh San!, wah ..syukurnya kakak gue datang, dia tuh yang menetralisir keadaan!”


“Maksudnya?”


“Kakak gue yang mengembalikan pikiran sehat gue, dia bilang bisa jadi Daniel hanya menganggap gue adiknya, bisa jadi dia hanya melaksanakan tugasnya, pokoknya macam-macam deh jadi gue gak ke geer-an!”


“Tapi dia nyium jidat lo lho! Gak mungkin kalau gak ada rasa kan?”


“Nah itu juga perkiraan gue!”


“Jadiannya kalian kapan? Kog lama banget nge-golnya?”


“Hmm..sebenarnya waktu itu Daniel ada kompetitor!”


“Kompetitor? Saingan gitu?”


“Iya, temannya kakak gue,tapi gue pernah ditolak sama dia, jadi gue males juga nanggepinnya”


“Daniel merasa ada saingan gitu?” tanya Santi, ia menyeruput es kelapanya yang kedua


Rita mengangguk, lalu melanjutkan ceritanya


“apalagi dia juga melihat kakak gue mendorong-dorong temannya untuk dekat sama gue, wah gue merhatiin mukanya itu asem banget!, kecut! Bisa tuh tambahan rujak emak-emak hamil muda!”


“Ah bisa aje lo? jadi dia kelihatan gak suka gitu? Terus bagaimana dia nembak?”


“Waktu itu gue sendirian di kamar, suster datang dia minta gue datang ke dokter untuk dicek sebelum pulang. Nah gak ada yang nemenin nih, kebetulan Daniel datang, dia yang nemenin gue check up. Setelah tahu gue sudah sehat, bukannya kembali ke kamar, malah dialihkan ke kantin RS.”


“Memangnya boleh?”


“Dia bilang, tiba-tiba haus, dia beli 3 air mineral, 1 dikasih ke gue, 2 dua dia yang minum!, gue tanya ke dia: Kamu sehat Niel? Minum sebanyak itu sekaligus apa gak kembung?”, Dia menggeleng, resah dan gelisah gitu, terus dia bilang : Rita, Aku sangat suka sama kamu! Kamu bikin aku gak bisa menjalani kehidupan normalku, Selalu mikirin kamu. Wajah mu itu selalu nempel di kepalaku, jadi Rita tolong jangan tolak aku!”


“Hush!!! Jangan sembarangan dong, ternyata gue ini cewek penuh pesona lho!” ujar Rita narsis


“Huuuuu!!! Penonton kecewa!!! “ Santi gak terima dengan ke narsis-an Rita


“Gue kan kaget San, asli deh gue gak pernah mimpi kalau Daniel yang selama ini gue kagumi ternyata punya feeling yang sama “


“Terus lo langsung bilang iya?” tanya Santi makin penasaran


“Gue tuh kayak orang goblok, gue freezing, bengong mematung, wah pokoknya gak percaya gitu deh, terus dia manggil-manggil nama gue ; Rita-Rita! Kamu sakit lagi? Dia bingung dengan sikap gue.”


“Terus lo gimana?”


“Gue merasa nih muka memerah dan memanas!”


“Terus lo ngapain?”


“Gue buka air mineral dari dia, gue minum sedikit, sisanya gue siramin ke muka gue!”


“Ya Ampuuun Rita !!, hahahaha! Kog bisa begitu? Daniel kaget dong?”


“Iya! Terus dia ambil sapu tangannya mengelap muka gue yang basah, dia bilang: Aku anggap ini jawaban kamu ya, terus dia tersenyum maniiiissss banget!!!, sejak itu deh kita jadi tambah dekat”


“Jadi Lo sendiri gak jawab secara langsung kalau lo suka juga sama dia?”


“Iya, tapi belakangan dia bilang curiga kayaknya Rita juga suka sama dia!”


“Dia tahunya gimana?”


“Katanya waktu belajar mobil, gue salting.”


“Tapi katanya lo cepat bisa?”


“Iya, tapi sebelumnya sempat gue itu jadi ceroboh, kepala gue kepentok jendela lah, gue keringetan terus di mobil padahal AC mobilnya dingin banget.“


“Tapi waktu belajar itu, sikapnya biasa saja tuh?”


“Biasa San, tertawa enggak, apalagi negur, diam saja! Gue malu banget! pulangnya gue ke gym, ninju samsak! Antara malu dan kesal!”


“Gokil lho Rit!, tapi hebat ya, akhirnya Lo bisa nikah sama dia?, Selamat ya Rita, semoga kalian langgeng selalu, diberkahi Tuhan, punya anak banyak dan hanya dipisahkan oleh maut!”


“Aamiin! Terima kasih ya Santi, maaf lho gue juga ga menyangka bakal married secepat itu. Gue pikir ah paling-paling Daniel bakal bosen sama gue. Jadi gue berusaha gak bucin sama dia, padahal sih bucin banget!”


“hahaha..jadi kalian tuh sebenarnya sama ya? eh Rit, jarak antara lo belajar mobil sama jadian berapa lama?”


“Berapa ya? sebulan mungkin, karena sejak di mobil itu, gue bener-bener malu sama dia, kalau bisa menghindar deh. Eh dasar jodoh kali ya, si bos nyuruh dia gantiin datang ke kawinan kliennya, karena pak Radian lagi di luar negeri. Ia juga minta gue nemenin dia kondangan, semua baju plus make up ditanggung kantor!”


“Wah Elo girang dong? “


“Antara iya dan enggak!, karena Daniel sikapnya datar gue merasa dia gak ada feeling. “

__ADS_1


“Jadi lo sempat patah hati gitu sama dia?”


“Yang betul itu bukan broken heart tapi break dulu deh dari rasa suka!, sambil nyari-nyari gebetan baru, siapa tahu kan ada yang lebih keren dari dia?”


“Dapat?”


“Ya enggak lah! Yang membuat gue bertahan dengan akal sehat gue itu ya ucapan kakak gue yang logis banget: Daniel cuma melaksanakan tugasnya!”


“Ceritain dong waktu lo pertama kalinya kondangan bareng dia!”


Beberapa bulan yang lalu...


“Niel, besok ada pernikahan anak perempuannya klien kita PT.Exact, Aku diundang untuk datang, tapi hari ini meeting tertunda, aku baru bisa kembali dua hari lagi. Kamu gantiin aku datang ya? dress codenya merah marun Niel, kalau kamu sempat ke butik menyewa tuxedo merah marun, nanti diganti kantor biayanya” ujar Radian melalui telepon jarak jauh


Daniel paham, jika meeting ditunda, artinya pak Radian sedang menghadiri konser Blackpink di suatu tempat.


“Tapi pak di sini undangannya untuk 2 orang, di tulis, pak Radian dan partner!” ujar Daniel, ia terbiasa menemani Radian menghadiri acara nikahan, pernah berhembus kabar kalau mereka adalah sepasang kekasih. Untuk meredam hal itu Radian sampai menyewa jasa escort wanita untuk menemaninya kondangan. Setelah rumor itu lenyap, ia kembali ditemani oleh Daniel untuk kondangan jika diundangan ada tulisan untuk 2 orang.


“Kamu ajak Rita saja!, nanti aku yang menyuruh dia!, siapkan make up dan pakaian juga untuknya. “


“Tapi pak, kalau dia menolak gimana?” tanya Daniel ragu karena ia merasa Rita masih terlalu muda untuk menjadi pasangannya


“Biar nanti aku yang suruh, yang penting kamu persiapkan semua keperluannya” ujar Radian lagi, kemudian ia menutup teleponnya


Keesokan malam, Daniel datang menjemput Rita di rumah besar Darmawan, Rita telah didandani setelah ia selesai sholat maghrib. Orang salon yang datang lebih dulu ke rumah Darmawan bersama dengan fashion stylist untuk mendandani Rita agar sesuai sebagai ambasador perusahaan. Undangan tertulis pukul 19.30, Daniel tiba pukul 19.00, dengan sabar ia menunggu Rita di bawah, tak berapa lama kemudian, Rita turun dari tangga, sengaja ia menenteng selop merah senada dengan pakaiannya yang terbuka di bagian pundak, dan mengetat di bagian pinggul, saat itu penampilan Rita sungguh membuat Daniel terpukau, ia tidak percaya perempuan di depannya masih berusia 17 tahun. Fashion dan make up stylist menemani Rita turun dari tangga, untuk menerangkan penampilan Rita kepada Daniel


“Mr.Daniel, kami mendadani nona ini sesuai permintaan Anda, apa menurut Anda make up nona ini terlalu berlebihan?” tanyanya


Daniel tertegun, sedangkan Rita masih sibuk dengan pakaian dan selopnya yang belum dia kenakan


“Halo pak Daniel?” panggil Make up stylist menyadarkan Daniel dari lamunannya


“Oh iya, sudah cukup! Mari Rita, kita berangkat!” Daniel memberikan lengan kanannya ke Rita untuk di gandeng. Rita tersenyum mengangguk, ia agak risih dengan make up yang membuatnya terlihat lebih tua. Fashion stylist memberikan tas kecil berwarna pink sebagai aksesoris, mereka pun memasuki mobil limosin hitam milik perusahaan


Daniel dan Rita duduk berhadapan. Untuk menutupi kegugupannya Rita mengambil sesuatu dari gaunnya yang terbuka di bagian pundak.


“Pak Daniel, kamu mau ini?” Rita menawarkan permen karet, ia sengaja menaruh sebungkus permen karet di bagian belahan dadanya. Daniel kaget melihat Rita mengambil sesuatu dari dadanya


“Kamu menyimpannya di situ?” tanya Daniel heran, sekaligus geli. Anak ini cuek sekali pikirnya


“Tadi aku sangat gugup, ini pertama kalinya aku menghadiri acara yang mewakili perusahaan, fashion stylist tadi memberi banyak informasi yang bikin aku gugup. Supaya gak gugup aku sempat ambil ini ” Rita membuka sebungkus permen kemudian memasukkan ke dalam mulutnya


“Gak usah gugup!, akan banyak tamu yang hadir, kita tidak akan menjadi satu-satunya yang diperhatikan!” ujar Daniel menenangkan, ia meminum air mineral yang disediakan dalam limosin


“Kira-kira kita akan ngapain saja di sana pak Daniel?” tanya Rita


“Panggil Daniel saja! Supaya lebih akrab!” suara Daniel jauh lebih ramah dari sebelumnya, itu membuat Rita agak tenang. Ia melihat ke jendela, sambil mengunyah permen. Tanpa ia sadari Daniel memperhatikannya


“Aku minta permennya !” ujarnya


Rita mengambil lagi dari tempatnya semula, dan memberikannya ke Daniel


“Aku kira apapun yang keluar dari situ akan lebih enak rasanya!” canda Daniel


Rita kaget, ia baru menyadari tempat ia menyimpan permen itu, kemudian ia tertawa


“Hahahaha...aku sangat gugup dengan semua ini, sehingga aku menaruh di tempat-tempat yang bercelah!”ujarnya tertawa, Daniel ikut tertawa dengan jawaban Rita. Tak berapa lama, mereka tiba di pesta, mobil memasuki halaman rumah besar berwarna putih itu, mobil berhenti tepat di depan pintu masuk yang dihiasi karpet merah. Daniel keluar lebih dulu, diikuti oleh Rita, selop tinggi Rita membuat tingginya tidak berbeda jauh dengan Daniel, mereka tampak serasi.


Kedatangan Daniel bersama Rita membuat beberapa wanita kenalan Radian kecewa, tetapi mereka juga sempat berpikir bahwa Rita adalah salah satu escort lady sewaan.


“Selamat malam pak Daniel!” sapa tuan Rumah


“Selamat malam! Maaf pak Radian masih di Tokyo, dia tidak bisa datang!”


“Iya, beliau sudah menyampaikan, Anda akan mewakilinya di sini, oh iya wanita cantik ini siapa?” tanya orang itu, sambil menyalami Rita dan mencium tangan Rita yang menggunakan sarung tangan pink


Daniel tidak suka melihat kegenitan orang itu


“Oh, ini Rita, dia keponakan pak Radian, dia menjadi partnerku malam ini!” ujarnya tegas


Lelaki genit itu melepaskan tangan Rita, kemudian mempersilakan mereka berdua masuk ke dalam. Daniel memegang tangan Rita erat dan mengajaknya masuk ke dalam. Ia mencari tempat untuk duduk, setelah menemukan meja bulat besar yang masih kosong, ia mempersilakan Rita duduk terlebih dahulu. Kemudian Daniel duduk di samping kanannya. Seseorang menghampiri dan menyapanya, Daniel memperkenalkan Rita, orang itu juga terpesona, ia sengaja duduk di samping kirinya. Sepanjang acara ia terus mengajak Rita ngobrol. Rita hanya membalas seadanya, sungguh dia merasa berada di dunia lain. Lantunan musik slow pengantin mengajak para tamu untuk ikut serta menari bersama. Daniel melihat temannya tadi ingin mengajak Rita berdansa, tetapi ia lebih dulu mengajaknya. Mereka pun berdansa mengikuti irama lagu


“Kamu bisa dansa juga ms. Rita?” ledek Daniel


“Yah..kalau cuma begini aku bisa, minuman tadi membuat perutku mual!”


“Hmm..kamu belum makan ya?”


“Aku pikir kita akan makan di sini?”


“Memang!, ayo kita ke bagian makanan!” Daniel menarik tangan Rita, ia melihat lelaki di samping Rita tadi akan menyela untuk berdansa dengannya.


Daniel dan Rita telah sampai dibagian tempat makanan disajikan. Daniel memilihkan makanan yang halal untuk Rita, seperti steak sapi, juice apple dan beberapa cemilan.


“Terima kasih!” ujarnya ke Daniel, mereka pun menyantap makanan tanpa bersuara, kira-kira pukul 10 malam, acara hampir selesai, beberapa tamu pamit pulang, Daniel mengajak Rita untuk pergi dari tempat itu. Setelah berpamitan dengan tuan rumah, mereka pun masuk ke limosin mereka yang membawa mereka kembali pulang, di perjalanan mereka melewati restaurant Pizza yang masih buka


“Daniel, bisakah kita mampir ke situ? Aku masih sangat lapar” tanya Rita, Daniel mengangguk, mereka berhenti sejenak di restaurant itu, sementara Daniel menunggu makanannya di sediakan, Rita bergegas ke toilet. Ia melepaskan beberapa hal dari pakaiannya dan meletakkannya di kantong kain yang sengaja ia beli. Daniel heran dengan penampilan Rita sekarang yang tidak seanggun sebelumnya


“Aku melepas korset dan stocking, sejak tadi aku sulit bernafas, dan stocking ini membuat kakiku licin, belum lagi sepatu ini betul-betul membunuh kakiku!” ujarnya ia sangat lega, Daniel tersenyum dengan tingkah Rita yang tidak dibuat-buat


“Jadi nanti kamu pulang pakai apa?”


“Aku tadi beli sandal!, restaurant ini juga menjual beberapa souvernir yang sangat berguna. Maaf ya Daniel! Karena acara sudah selesai, gak apa-apa ya aku seperti ini?” tanya Rita memelas


Daniel tersenyum, ia membersihkan saus tomat dari sudut bibir Rita.


“Oh, iya, terima kasih!”ia mengelap sendiri saus dari sudut bibirnya, kemudian melanjutkan ucapannya


“steak tadi enak, tetapi porsinya sangat sedikit, aku mau minta tambah, tetapi korset ini akan semakin membuatku tidak bisa bergerak!” Rita berusaha menutupi kegugupannya karena sikap Daniel


Daniel tersenyum, ia juga melepas dasi kupu-kupu dan jas tuksedonya lalu memakan pasta dengan sangat lahap, Rita sampai bingung melihatnya


“Aku juga sangat lapar! Orang itu memang terkenal pelit!” ujar Daniel dengan mulut penuh. Kini gantian Rita yang mengelap saus di bibir dan dagunya


“Aku takut saus itu bisa mengotori pakaian putih mu!” ujar Rita mengelak perhatiannya. Daniel hanya mengangguk, keduanya makan dengan tenang. Setelah dari restaurant mereka kembali ke mobil,


“Maaf ya pak menunggu lama!”Ujarnya sambil memberikan 1 piece pizza dan minuman untuk pak supir.

__ADS_1


Daniel tersenyum melihat kebaikan hati Rita. Sepanjang perjalanan mereka saling bertukar cerita, tidak ada lagi kekakuan diantara mereka


_Bersambung_


__ADS_2