
Di dalam mobil,
"Kita ke mal ya?" Ujar Daniel
Supir membawa rombongan ke mal.
"Kamu gak capek?" Tanya Rita
"Enggak! Mumpung ada waktu, saat weekend aku berencana malas-malasan di rumah, jadi aku gak mau diajak kemanapun" ujarnya
Daniel mengajak keluarga nya makan di sebuah restoran keluarga.
"Di sini sudah sertifikasi halal" ujar Daniel menerangkan
"Kamu sering kesini?" Tanya Rita
"Selama aku tugas di Kanada, makannya di sini, lebih aman!"
Seseorang menepuk pundaknya
"Hai pak Daniel!" Sapa seseorang
"Eh?" Daniel menoleh, ia mengenal orang itu
"Hai Andreas! Apa kabar!" Daniel menyalaminya
"Baik! Baru kelihatan lagi?"
"Yeah, aku kembali tugas di sini, oh iya, kenalkan ini keluarga ku, ini Rita istri ku! Ini anak-anak ku!"
"Lemon!" Raffa menunjuk orang itu
"Eh maaf ya!" Rita menurunkan tangan Raffa.
"Tunggu sebentar!" Ujar Andreas
"Eh pak Daniel, kami hendak golf weekend ini, mau ikut kami?"
Daniel ingat yang dikatakan Raffa tadi pagi.
"Maaf Andreas, aku sangat lelah, Minggu-minggu belakangan ini banyak tugas kantor, jadi aku berniat istirahat saat weekend!"
"Sayang sekali, padahal setelah golf kita akan party, tapi sudahlah mungkin lain kali!, Senang bertemu Anda Rita!" Andreas menyalami Rita
"Sama-sama!" Jawab Rita
"Raymond!" Seseorang sudah menunggunya di pintu keluar.
"Sebentar!, Baiklah pak Daniel, aku pamit dulu!" Andreas menjabat tangan Daniel lalu pergi.
"Itu namanya Andreas alias Raymond ya?" Tanya Rita
"Sepertinya begitu, aku mengenalnya di bandara, dia menunjukkan restoran halal ini setelah melihat ku keluar dari musholla di bandara."
"Kenapa Raffa bilang dia nakal ya?" Rita tampak penasaran.
Setelah makan siang, mereka pergi ke toko mainan.
Ranna dan Raffa memilih mainan yang mereka suka.
"Adek mau mainan juga?" Tanya Daniel
"Tapi adek sudah punya banyak, dapat dari kado ulang tahunnya kemarin" ujar Rita
"Gak apa-apa kalau dia mau!"
Rayya memilih boneka penguin
"Kipp!" Teriaknya
"Kemarin dia nonton Penguin of Madagascar " ujar suster Eva
"OOO.."Daniel membelikan 4 seri boneka penguin, Skipper, private,Rico dan Kowalski. Raffa mengambil Bumblebee sedangkan Ranna mengambil mainan bajak laut.
"Kakak bisa mainnya nih?" Tanya Rita
"Gampang mi, masukin saja pedangnya ke sini, nanti Olang ini loncat!" Ranna menerangkan
"Oh begitu!"
"Kalian pegang saja kartunya, biar ini semua papi yang bayar!"
"Bilang apa anak-anak?"
"Telimakasih papi!" Ketiganya mencium pipi Daniel.
Dari toko mainan mereka mampir ke toko buku
Rita membelikan anaknya buku cerita baru. Sedangkan Ranna minta dibelikan bando pink. Rayya juga menyukai bando itu, keduanya rebutan.
"Hey! Jangan rebutan! Papi belikan lagi saja!" Mereka mengambil dua bando.
"Kamu nyari apa?" tanya Daniel melihat Rita kebingungan
"Aku mencari buku mengaji atau kartu Hijaiyah"
"Di sini mana ada, yang seperti itu hanya ada di Indonesia "
"oh iya ya, nuansa di toko ini mirip toko buku di Indonesia jadi aku sempat bingung"
"display seperti ini sudah internasional, mereka sengaja lho menyewa interior designer untuk mengatur ini semua, bahkan tiap beberapa bulan dievaluasi untuk memberikan tampilan yang disukai pengunjung "
"Kamu tahu banget ya?"
"Salah satu lini usaha Lexicon percetakan buku, untuk menyalurkan hasil cetakannya mereka sampai membuka toko buku yang lumayan besar di Vancouver"
"Hari gini masih ada yang membeli buku cetak?"
"lah kamu membeli? Walaupun e-book merajalela tapi buku biasa tetap banyak yang mencari. Selain lebih ramah ke mata juga tidak harus mencharge baterai! Seperti kalau membaca dari tablet " ujar Daniel menerangkan
Rita mengangguk paham, matanya tetap berkeliaran mencari buku yang diminatinya.
"Untuk mengaji kamu beli online saja, atau minta pak Ridwan mengirimkan dari Jakarta "
"oh iya, benar juga!"
"selain buku kamu mau beli apa lagi,?" Daniel merangkul istrinya.
"Piii...."Rayya memanggil sambil membawa sebuah buku bersuara
"Adek mau ini? " tanya Daniel
"heeh!" Rayya mengangguk
"dia sudah punya belum yang begini?" tanya Daniel
__ADS_1
"suara-suara kendaraan belum, yang ada suara hewan, ya bang?" tanya Rita meyakinkan
Raffa berlari melihat buku tersebut
"iya, yang ini belum punya!" lalu ia pergi lagi, Ryan mengikutinya.
Daniel membelikan buku itu untuk Rayya.
Rita membeli buku aktivitas untuk anak-anak, selain itu ia juga membeli buku resep"
"Kamu membeli ini?"
"iya, buat referensi saja, aku mengenal orang yang menulis buku ini"
"oo" Daniel membayar semua belanja lan mereka.
"eh aku saja yang bayar, tadi kamu sudah bayar makan!" ujar Rita
"Gak usah! Aku ingin semua tanggungan ku selama jalan dengan ku!"
"yah, tahu begitu aku beli yang banyak"canda Rita
"Ya sudah pilih lagi deh, aku tungguin!" ujar Daniel
"Aku bercanda!" ujar Rita tersenyum, Daniel mencubit pipi istrinya gemas.
Dari toko buku mereka mampir ke toko pakaian, Daniel membeli beberapa t'shirt, ia langsung memakai t'shirt putih bergambar Beatles itu.
Rita tampak terpukau, ia terus memperhatikan suaminya yang sedang membayar pakaiannya.
"kamu gak beli? " tanya Daniel
Rita menggeleng
"anak-anak?"
"Baju mereka kiriman dari mama banyak sekali, bermerk pula. Aku gak mau membeli pakaian mereka terlalu banyak diumur segini, mereka cepat besar lho!"
"Kan bisa buat adeknya"
"iya, nanti adeknya pasti dikasih lagi, pusing aku harus membereskan baju mereka"
"papi naik keleta!" ujar Ranna dan Raffa ribut.
Rita melihat salon kecantikan di situ,
"Sayang, kamu keliling sama anak-anak, aku mau facial di salon. Sudah lama aku gak facial"
"baiklah! Nanti kalau sudah selesai WA aku ya?"
Daniel beserta anak-anak dan para Nanny berkeliling mal menaiki kereta mal, setelah itu mereka main di arena permainan di lantai atas. Ranna dan Raffa menggunakan e-money nya untuk membeli tiket permainan.
Daniel mengajarkan mereka mengajarkan mereka cara menggunakan kartu itu. Sementara Rita di salon.
"aku ingin potong rambut, kemudian perawatan wajah" pinta Rita
"mau model apa Bu?" sistem di salon itu sudah canggih, mereka mengambil foto Rita lalu dengan aplikasi salon, ia bisa menentukan model rambut yang sesuai dengan wajahnya.
Rita melihat e-katalog, setelah berpikir sejenak.
"Aku mau yang model ini, dan dibuat juga seperti ini" Rita menunjukkan katalog yang bisa dia modifikasi dengan menambahkan highlight pada rambutnya.
Setelah rambut, mereka melakukan facial pada wajah Rita, selain dibersihkan, diberikan juga serum dan kolagen di kulit wajahnya
"ini aman kan untuk ibu hamil?" tanya nya
"Baiklah!"
Tiga jam telah berlalu l, seri perawatan telah selesai, anak-anak juga telah kecapekan, mereka kini dalam stroller bersama para nanny.
"Tara!!!" Rita menunjukkan rambut barunya
"Mami lucu!" ujar Ranna sambil meminum susunya .
"Cantik!" ujar Raffa
Rayya malah ingin lepas dari stroller dan minta digendong maminya .
"Adek!" Rita menggendong anak bungsunya dengan sayang.
Daniel menatap istrinya tanpa berkedip .
"Yuk pulang kalian sudah capek kan berkeliling?" ajak Rita membuyarkan lamunan suaminya
"eh kamu beli apa?" tanya Rita melihat belanjaan Daniel
"ini? Cemilan, untuk iseng saja!"
Mereka pun meninggalkan mall.
"Capek juga ya?" Rita telah berganti pakaian di kamarnya
"Iya, aku juga capek banget, aku minta makan malam di bawa kemari"
"Kamu banyak belanja hari ini" ujar Rita
"Aku merasa bersalah pada anak-anak, seminggu kemarin memang sangat padat maklum aku mengatur ulang semua lini!" Ia merebahkan tubuhnya di samping Rita
"Asal kamu jangan lupa Sholat, makan dan istirahat. Curi-curi waktu untuk istirahat jika lelah"
Daniel tidak menjawab, ia sudah terlelap.
"Eh sudah tidur" Diam-diam Rita keluar dari kamarnya, mendatangi kamar anaknya.
Anak-anak asyik bermain dengan mainan baru mereka. Para Nanny sedang beristirahat.
"Nanti kalian mandi ya? Ingat jangan main air!" Ujar Rita mengingatkan.
" ya mi!" jawab anak-anak kompak. Rayya yang sudah bosan mendekati maminya, dia minta digendong.
"Adek capek ya?" Rita mencium pipinya
Rayya mengangguk sambil mengusap matanya.
"mandinya sama mami saja ya?"
Rayya mengangguk.
Rita membawa Rayya ke kamar mandi dan memandikannya, setelah itu berpakaian.
Rita memberikan susu formula rekomendasi dokter, karena ASInya berhenti keluar selama kehamilan keempat.
"Nanti kalau adek ini sudah keluar, kak Rayya minum ASI mami lagi ya?" ujar Rita
Rayya mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Rita!" Daniel memanggilnya
"eh papi manggil tuh, Yaa!!" jawab Rita.
Ia meninggalkan anak-anak di kamarnya.
"Kamu kemana?" Daniel memeluk tubuh istrinya manja.
"Gak papi, gak anaknya sama -sama manja!, aku dikamar anak-anak."
"hmmm..aku suka wangi tubuh mu" ujar Daniel menempelkan hidungnya di dada Rita.
"Kok kamu sudah bangun lagi?"
"Tadi aku mimpi seram banget! Jadi aku langsung terbangun"
"Kamu belum sholat ashar kan?"
"Oh iya!" Daniel segera melepaskan pelukannya dan bangkit dari ranjang lalu ke kamar mandi untuk mengambil wudhu, kemudian melaksanakan sholat Ashar. Setelah selesai sholat ia datang ke kamar anaknya.
"Kalian belum mandi?"
"Belum!"
"Mandi dulu, nanti terlalu malam malah sakit!"
Para Nanny segera memandu anak-anak untuk mandi.
Daniel kembali ke kamarnya.
"anak-anak lagi mandi"ujarnya, ia menggendong Rayya, Rita sedang membaca pesan dari Erina.
"Apa ada kejadian penting di D'Ritz?"
"hah? Oh enggak, hanya saja ada pemain baru"
"pemain baru?"
"iya toko roti baru, mereka membuka di seberang D'Ritz, memberikan diskon besar-besaran!"
"Kamu gak usah khawatir! Yang namanya persaingan pasti ada, kamu tinggal mempertahankan kualitas rasa dan layanan, apalagi D'Ritz sudah cukup lama kan"
"iya sih, aku heran bagaimana mereka menjual roti dengan murah, padahal harga bahan bakunya naik"
"untuk pemain baru biasanya tujuan mereka menarik pelanggan sebanyak-banyaknya, memperkenalkan produknya, gak apa-apa untung cuma sedikit, yang penting bisa dikenal"
"iya memang"
"sudah berapa lama toko itu buka?"
"baru seminggu, memang ramai sekali. D'Ritz seperti ditinggalkan!" keluh Rita
"Dimana-mana orang itu cenderung tertarik sama hal baru, tapi kalau sudah agak lama mereka akan mulai membandingkan produk, pada akhirnya penggemar D'Ritz akan kembali"
"Terimakasih sudah menyemangati!" Rita mencium pipi suaminya.
"pak, makan malam sudah tersedia!" ujar staf dapur.
"di kamar anak saja!" pinta Daniel.
Mereka makan malam di kamar Anak-anak yang memiliki meja panjang dan lebar di tengah ruangan.
"Papi, kenapa makannya di sini?" Tanya Ranna
"Papi capek ke bawah" jawab Daniel sambil melahap makanannya
Rayya menghampiri Daniel, dan menyuapi kerupuk yang ia pegang.
"Terimakasih sayang!" Daniel mencium pipi Rayya.
Selesai makan, Daniel dan Rita sholat Isya berjamaah.
Waktu menunjukkan pukul 9 malam. Daniel mengantar anak-anak tidur,
"Yuk tidur! Besok jadwal kalian apa?"
"Besok sekolah, lalu latihan!" ujar Rita
"gak capek?"
anak-anak menggeleng
"Asyik Pi!"
"Mereka sendiri yang minta waktu latihan sepulang sekolah, katanya supaya hari lainnya bisa santai di rumah" ujar Rita
"Selama mereka menikmati aku gak keberatan, tapi lama-lama mereka seperti aku juga ya? Kerjaa terus lalu istirahat"
"namanya juga anaknya!" jawab Ranna
Daniel menarik tubuh Ranna dan menciuminya gemas.
"Kamu lucu sekali!!" Rayya melihat itu cemburu, dia mendorong Ranna lalu memeluk papinya.
"eh mereka rebutan aku!" ujar Daniel ke Rita
"sini kalian!" Daniel menggelitik keduanya hingga tertawa geli.
"ayo sikat gigi dan ganti pakaian!" Daniel menemani anak-anak ke kamar mandi, ia membantu Rayya menggosok gigi lalu membantu anak-anak berpakaian.
setelah selesai menidurkan anaknya , ia kembali ke kamar.
"Anak-anak sudah tidur?" Tanya Rita
"Sudah!" Daniel mengunci pintu kamar
Dia berganti pakaian, lalu rebahan di samping Rita yang sedang membaca tabletnya.
"Kamu imut sekali dengan model rambut itu" ujarnya sambil mengusap rambut Rita.
"Bagus gak? Dari tadi kamu gak bilang apa-apa "
"aku lagi berpikir, makin repot menjaga istri yang semakin muda dan cantik"
"paling bisa merayu!" Rita meletakkan tabletnya di meja samping, mereka saling berpandangan.
"Sayang, maaf kita off dulu ya?" Ujar Daniel
"Off?"
"Iya itu!" Daniel mengisyaratkan bercinta
"Oh itu..iya sayang, kalau kamu lelah jangan dipaksakan!" Rita mencium pipi suaminya lalu menarik selimut menutupi tubuhnya.
Daniel memperhatikan istrinya,
__ADS_1
"Kalau dicium seperti itu malah jadi kepengen!" Akhirnya mereka bercinta. Setelah bercinta Daniel semakin lelap tertidur, Rita membersihkan dirinya sebelum tidur.
_ bersambung _