Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 322: Kunjungan Robby dan Kakek Sugiyono


__ADS_3

Tanpa disangka kakek Sugiyono dan Robby datang berkunjung ke rumah Rita di Kanada.


"Rit, gue ada di Kanada nih sama Kakek mau mampir ke rumah Lo sekarang. Kasih alamatnya" Robby menelpon tiba-tiba


"Eh, sebentar gue gak hapal, nanti gue kirim alamat nya lewat pesan ya?"


Rita menghubungi satpam dan meminta alamat lengkap rumah yang mereka kunjungi lalu mengirimkannya ke Robby. Rita juga


menghubungi suaminya


"Ya?"


"Sayang, kakek akan datang ke rumah kita"


"Kakek yang mana?"


"Kakek Sugiyono"


"Beliau ada di mana sekarang?"


"Tadi Robby yang nelpon minta alamat rumah"


"Ya sudah, aku pulang deh!"


"Eh..gak apa-apa?"


"Aku sudah selesai meeting dengan beberapa orang, aku bisa keluar kantor, mau nitip sesuatu?"


"Gak usah, aku sudah minta Emir membuat masakan kesukaan kakek dan kue-kue "


"Oke, see you there!"


"Ranna, Raffa, Rayya!" Panggil Rita,


Ketiganya datang dari kamar mereka diikuti nanny nya


"Aki uyut dan uncle Robby datang nanti kalian salam yang sopan ya? Kakak jangan nomplok ! Nanti aki uyut sakit!"


"Kalau nompok sama uncle Obby?"


"Gak tau deh masih galak gak?"


Rita bertanya ke sus Erni yang biasa menjaga anak-anak di rumah Sugiyono


"Enggak Bu, ramah dan royal malah. Kita dijajanin terus, ya bang?"


Raffa mengangguk setuju


"Oh, bagus deh!"


Tak lama kemudian mobil mewah memasuki gerbang rumah, Rita menyambut kakeknya di depan pintu. Seorang pengawal dan perawat lelaki menurunkan kursi roda elektrik dari mobil, kakek Sugiyono dipapah duduk di kursi.


Robby turun lebih dulu dan menghampiri Rita.


"Hello sista!" Sapanya ramah sambil memeluknya


"Hei Robby, sehat Lo?"


"Alhamdulillah sehat! Halo kids!!"


Ranna, Raffa menggandeng Rayya menghampiri dengan sopan mereka menyalami Robby


"Uncle!"


"Ini kak Ranna kan? Aih..sudah gede!" Robby menggendongnya


"Waduh berat!" Lalu menurunkannya, bergantian ia menggendong Raffa dan terakhir Rayya. Tapi ia tidak melepaskan Rayya ia tetap menggendong nya sambil memperhatikan kakek yang sedang dipapah keluar dari mobil.


"Kok kakek pakai kursi Rob? Kaki robot nya mana?" Bisik Rita


"Kakek jatuh dari tempat tidur, pinggulnya retak"


"Astaghfirullah, terus sudah diobati?"


"Sudah, sampai ke Jerman malah.Tadinya tidak bisa duduk sama sekali, sekarang Alhamdulillah sudah bisa jalan sedikit dan duduk"


"Alhamdulillah,Kapan kejadiannya? Kok gue gak dikasih tahu?"


"Hmm..Dua bulan yang lalu deh"


"Lumayan lama itu, terus dokter bilang apa?"


"Selain harus terapi juga minum obat oral. Setiap Minggu suntik kalsium di pinggulnya untuk menambal retakan"


"Gak dioperasi?"


"Terlalu riskan, kakek ada penyakit jantung dan darah tinggi jadi lebih baik terapi saja, gue cuma ngikutin saran dokter saja"


"Terimakasih ya Robb, jadi elo yang repot ngurusin kakek"


Robby tersenyum


"Beliau kan kakek gue juga, lagi pula cucu laki-laki gue doang, si Andi sibuk kan di Auckland?"


"Bukannya di London?"


"Sudah balik ke Auckland, kemarin kita baru dari sana"


Rita menghampiri kakeknya dan mencium tangannya


"Kakek!!" Tiba-tiba ia menangis melihat keadaan kakeknya


"Rita! Kamu sehat Nak? Kok nangis?"


"Maaf kek! Rita jarang nanyain kabar kakek" ujarnya terisak..Raffa dan Ranna mendekati Aki Uyut dan memeluknya


"Aihh..KakRanna dan Bang Raffa sudah besar ya?" Sugiyono menciumi kedua cicitnya


"Kek ini Rayya!" Robby memberikan Rayya ke Sugiyono


"Rayya..ya..ampunnn...Sudah berapa? Setahun ya?? Hmmm... wajahnya kamu banget ya Rit?"


Rita tersenyum dan mengangguk, tak lama sebuah mobil Lexus Biru navy memasuki rumah dan berhenti tepat di belakang mobil kakek, Daniel turun dari mobil beserta Allan asisten nya. Daniel bergegas menghampiri Kakek Sugi dan mencium tangannya


"Kakek, apa kabar?"

__ADS_1


Kini giliran kakek Sugi yang menangis, ia terharu melihat kesuksesan Daniel


"Daniel cucu ku!!" Ia memeluk Daniel erat.


"Wow Lexus baru nih!" Robby memperhatikan mobil dinas Daniel


"What's up bro!" Daniel menyalami dan memeluk Robby


"Fine!! Wah keren banget nih mobil?" Ujar Robby


"Ini fasilitas kantor bukan punya ku. Kenalkan ini asisten ku, Allan ini pak Robby sepupunya Bu Rita dan ini kakek Sugiyono kakeknya."


Allan menyalami keduanya.


"Kamu boleh kembali ke kantor Al, kabari aku kalau ada yang penting!" Perintah Daniel


"Baik pak! Permisi Bu! Pak!" Robby masuk ke mobil Lexus dan meninggalkan rumah.


"Ayo masuk ke, Robb!" Daniel mempersilahkan, anak-anak berlarian di samping kursi roda aki uyutnya


"Uyut, kakinya sakit ya?" Tanya Ranna


"Iya kak"


"Yahh..gak bisa belenang lagi dong!"


"Bisa dong, setiap hari Uyut berenang!"


Rita kaget dengan nada suara kakeknya yang sangat ramah, seumur hidupnya ia baru mendengar suara ramah kakeknya.


"Lo gemukan ya Rit?" Tanya Robby


"Dia lagi isi 4 bulan" jawab Daniel


"Lima Yang!" Rita membetulkan


"Oh iya ya, lupa"


"Jenis kelaminnya apa?" Tanya kakek


"InsyaAllah laki-laki kek!" Jawab Rita sambil memegang perutnya


"Alhamdulillah..Raffa jadi punya teman ya Bang?" Ujar Kakek


"Hhhh" Raffa menyenderkan tubuhnya ke Daniel


"Dia cemburu Kek, takut gak disayang lagi" ujar Daniel sambil mengusap kepala Raffa


"Papii!!" Raffa kesal


"Hahahaha...nanti jailin saja Bang!" Ujar Robby


"Jangan dong! Ini nanti kalau gue lihat nih, Raffa kan dekat sama Rayya, nanti Ranna nih yang dekat sama si bungsu" ujar Rita


"Yakin nih bungsu?" Ledek Robby


"Eh??" Daniel dan Rita bersamaan.


"Setiap anak bawa rejekinya masing-masing Niel, siapa tahu kan rejeki anak kelima membawa kalian lebih hebat dari sekarang " ujar Kakek


"Hahahaha..."mereka tertawa bersama.


Kakek dan Robby dijamu makan siang dengan hidangan Indonesia.


"Wah...hebat juga nih, dari kemarin kita makan hidangan bule melulu ya kek?" Ujar Robby mengagumi masakan yang terhidang


"Nginap di sini Rob?" Tanya Rita


"Enggak ah, dari sini kita mau langsung balik ke Jakarta"


"Ke sini cuma untuk ketemu kita doang?" Tanya Rita


"Iya, tenang aja, kita lagi trial trayek penerbangan baru London -Kanada ya Kek?" Ujar Robby


"Oo..beli pesawat baru lagi?" Tanya Daniel


"Yoi!..tapi hanya untuk kelas eksekutif, seperti private jet lah"


"Beli jet mahal gak Rob?" Tanya Rita


"Ya sekitar 12 M lah, masalah nya bukan diharga pesawat Rit, perawatan, bahan bakar, belum lagi ijin parkir di bandara dan sewa hangar nah itu yang mahal!" Jawab Robby


"Wah hebat kamu Robb, jadi tahu bisnis ini ya?" Puji Daniel


"Aku menyuruh Robby memilih salah satu bisnis ku dan tekuni. Dia memilih penerbangan" ujar Kakek Sugiyono


"Ada penerbangan langsung Kanada- Singapura gak Rob?" Tanya Rita tiba-tiba


"Oh, Lo mau ke toko roti Lo ya?"


"Heeh!"


"Ada sih, nanti deh gue lihat. Lo jadi anggota saja Rit, lebih murah biayanya "


"Gue harus bayar nih?"


"Iya dong! Ini kan bisnis sista!"


"Iye..iye..kabarin gue yee, btw kabarnya Rosy gimana?"


"Kemarin sih dia baru pulang dari RS" Robby mengatakan dengan suara datar


"Eh kenapa Rosy?"


"Keguguran, baru 2 bulan, janinnya gak berkembang " jawab kakek


"Oh, seperti kakaknya Ranna dulu"


"Iya ya? Dia sangat down kemarin, makanya kita datang menjenguk sekalian deh pokoknya "


"Nanti gue telpon deh, sharing pengalaman "


Selesai makan, Robby, Rita dan anak-anak bermain di kolam renang.


Kakek Sugi ngobrol dengan Daniel di ruang lain.

__ADS_1


"Aku dengar, Lexi menarik penawaran pembangkit listrik di Sulbar Niel?


"Oh itu, iya Kek?"


"Kenapa? Gak enak sama kakek? Padahal kakek dengar Lexi sudah menang tender"


"Iya sih Kek, setelah saya pelajari, sebagai pemain baru di dunia kelistrikan biayanya terlalu besar, perijinan , pembebasan lahan, belum lagi suap untuk para pejabat setempat, sudah begitu belum pasti proyeknya akan jalan, apalagi kantor Lexi di Jakarta tidak permanen kapan pun bisa pindah, jadi niel pikir lebih baik mundur saja dan mengajukan ke negara lain yang betul-betul membutuhkan listrik, dan Alhamdulillah..tembus proyek di Afsel."


"Seharusnya Robby mendengarkan ini, tapi aku sudah senang ia tertarik dengan bisnis penerbangan"


"Kalau Andi gimana kek?"


"Ratna sudah memutuskan kalau Andi dan Rita menjadi silent partner. Mereka hanya menjadi pemegang saham saja, sebenarnya kamu juga Niel, tapi kamu tolak. Kenapa? Kamu takut sama kakek?"


"Bukan begitu kek, Niel selalu merasa kalian menganggap Niel menikahi Rita karena hartanya padahal Niel sungguh -sungguh sayang sama Rita, makanya Niel menolak itu kek!"


"Mudah-mudahan kamu gak berubah ya sama Rita, kamu kan punya anak perempuan nanti kamu pasti merasakan hal yang kami rasakan. Walaupun sedikit kamu harus investasi Niel dan besarkan investasi mu. Sebesar apapun penghasilan yang kamu terima sekarang yang namanya menjadi karyawan tetap saja karyawan. Kerja mu gak bagus atau tidak menguntungkan, perusahaan akan mudah mencari pengganti mu."


"Iya kek, Niel sudah berinvestasi di bidang kuliner di Jakarta "


"Oh ya? Bagus itu, besarkan dan pertahankan Niel. Kakek lihat Lexi melakukan apa saja ya untuk menahan kamu di tempat nya. Aku pikir kamu akan resign setelah dibohongi masalah Lexus dulu"


"Eh, kakek tahu? Rita cerita?"


"Rita mana mau ceritain tentang kamu yang sedih"


"Kakek tahu dari Andi?"


"Enggak, kakek tahu dari Ranna"


"Ranna?"


"Kamu gak tahu ya? Hampir tiap Minggu dia nelpon kakek pakai smartwatch nya. Raffa juga. Mereka yang cerita: papi sedih mobil Lexus nya ga dateng, kalau gak dari mereka kakek gak tahu kabar kalian. Hebat juga Andi menaruh nomor kakek di kontak cepat anak-anak " ujar Kakek tersenyum


"Niel sudah sering mengingatkan Rita untuk ngabarin kakek, sepertinya dia lupa terus"


"Iya kakek ngerti kok, oh iya kalau bisa kamu mencegahnya menelpon Rosy"


"Kenapa Kek? "


"Sebenarnya ini kesalahan ku juga, Rendy mengajukan cerai dari Rosy. Alasannya dia terlalu cemburuan. Rosy itu dibesarkan oleh kedua orang tua yang penuh KDRT Niel, dia selalu merasa insecure pada dirinya. Kakek pikir dia baik-baik saja karena sifatnya yang kalem. Kakek lebih memperhatikan Rita dan cucu lain yang sifatnya meledak-ledak, gak tahunya dia mengalami luka batin dan itu berdampak pada rumah tangganya."


"Tentang keguguran itu?"


"Dia berusaha bunuh diri di kamar mandi, syukurlah Rendy datang tepat waktu, sayangnya janinnya tidak tertolong karena terlalu banyak darah yang keluar. Rosy selamat tapi janinnya tidak"


"Astaghfirullah, sekarang Rosy bagaimana kek? Apa Rendy tetap menceraikan nya?"


"Keluarga Rendy memaksa untuk menceraikan,mereka anggap percobaan bunuh diri itu penyakit mental yang akut. Sekarang ini kami sedang mengajukan perwalian terhadap Reihan. Kakek ingin mengasuhnya dengan benar"


"Sulit kek, kalau masih ada ayahnya"


"Memang benar, itulah yang terjadi sekarang Niel. Aku jatuh karena memikirkan nasib Rosy, hancur hati ku melihatnya tak bersemangat. Aku dan Robby mengajaknya berkeliling negara, sambil melihat perusahaan ku yang lain. Tapi dia bergeming tak ada semangat hidup" mata Kakek berkaca-kaca


"Mungkin kalau bicara sama Rita dia akan semangat lagi kek, Rita punya energi yang bagus untuk menyemangati orang!"


"Jangan dulu Niel, kamu tahu sendiri Rosy sangat cemburu dengan Rita karena kasus perjodohan dulu. Belum lagi Rita yang pasti emosi mendengar sepupu nya terluka batin . Aku takut dia sengaja terbang ke Dubai dan melabrak Rendy. Anak itu terkenal nekat Niel. Beberapa bulan yang lalu dia meminta bantuan dari pengacara ku untuk membantu Metha atas hak asuh anak. Aku sempat kaget, Rita yang sekarang melek hukum rupanya. Aku bangga padanya. Tapi kemudian 5 bulan yang lalu aku dengar dia membuat orang yang menculik Ranna masuk rumah sakit.kamu pasti gak tahu ya?"


Daniel terbengong-bengong dan menelan air liurnya, dia gak menyangka perbuatan istrinya.


"Lalu orang itu bagaimana Kek? Apa meninggal?"


"Tidak! Rita membiayai pengobatannya, orang itu menculik 5 anak balita lain untuk dijadikan pengemis Niel, jadi kamu jangan marah padanya ya?" Bujuk Kakek


Daniel terdiam, dia mengingat-ingat kejadian beberapa bulan yang lalu.


"Rita itu sangat terikat dengan keluarga, apalagi ini anaknya, kamu harus memakluminya ya, Niel?"


"Eh, iya Kek. Saya kaget , karena waktu itu dia tampak tenang sekali, Niel pikir ia ingin menenangkan Ranna yang terguncang ternyata dia sudah melampiaskannya"


Kakek tersenyum


"Begitulah Rita Niel, kalian rukun-rukun ya sampai aki-nini, sampai maut memisahkan.kalau bertahan karena kecantikan itu biasa Niel, tapi kecantikan itu akan pudar seiring waktu. tapi kalau kamu bertahan dengan semua kekurangannya itu yang luar biasa Niel!" Kakek menepuk punggung Daniel menyemangatinya


Sore menjelang, Kakek dan Robby berpamitan pulang.


"Kami akan naik penerbangan malam Rit supaya sampai di Jakarta pagi" ujar Kakek yang menolak ajakan Rita untuk menginap


"Baiklah Kek, safe flight ya? Robby kabari kalau sudah sampai!" Mereka saling berpelukan.


Ranna dan Raffa tampak sedih ditinggalkan Robby, Rayya juga menangis menolak lepas dari gendongan Robby.


"Eh Adek.. uncle mau pulang, mainnya besok lagi ya?" Bujuk Daniel hendak mengambil Rayya, tapi tangannya didorong Rayya.


"Adek! Mami marah nih!" Rita mengeluarkan suara galak. Rayya paham suara itu, akhirnya ia lepas dari Robby dan kini digendong Daniel.


"Dahhh!!" Mobil meninggalkan halaman rumah. Robby menoleh terus ke belakang.


"Kamu jatuh cinta ya sama anak-anaknya Rita?"


"Mereka lucu banget kek, gak heran deh Andi, Mario pada sering ngobrolin mereka"


"Apa kamu gak mau punya keluarga sendiri? Cari dong perempuan yang baik, nikahi dan bentuk keluarga. Kamu kan sudah hampir 24 tahun"


"Ih kakek, Andi duluan dong, secara bulan kan tuaan Andi"


"Andi itu urusan kakek Dar, kamu itu urusan ku. Masa sih cari perempuan saja gak bisa? Kamu dandan deh. Lihat Daniel tuh, dia ganteng kan? Rita saja tergila-gila sampai hamil terus"


"Daniel mah sudah ganteng sejak lahir kek!"


"Siapa bilang! Dulu dia cupu..kakek kan melihat dia saat masih remaja, gak seganteng sekarang. Itu karena dia pintar dandan Rob. Kamu coba deh, perbaiki sifat kekanak-kanakan mu. Jangan gampang emosi seperti papa mu, nanti pesona mu keluar . Apa lagi kamu punya gen ganteng Sugiyono"


"Ih kakek Narsis!"


"Kakek menikah dengan 4 perempuan Rob! Gak main cuma satu! "


"Mereka mau sama kakek karena kakek kaya kan? Atau takut?"


"Enak saja! Kalau soal perempuan kakek gak mau maksa Rob, itu penghinaan namanya. Cuma orang jelek yang mengemis cinta."


"Kakek ih, pasti habis baca novel lagi nih"


"Pokoknya gitu deh Rob, mulai sekarang kakek akan mengajak mu ke pesta -pesta dan mengenalkan mu dengan banyak orang siapa tahu ada yang nyangkut. Kamu gak boleh nolak ya?"


"Terserah kakek deh!" Robby menoleh lagi ke belakang melihat rumah Rita yang semakin menjauh.

__ADS_1


_bersambung_


__ADS_2