Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 167: Happy Shopping


__ADS_3

“Yang, minggu besok kita kondangan!” Daniel meng-share e-invitation dari koleganya di kantor


“Yahh,..aku malas Yang, kamu saja deh yang datang!” ujar Rita, ia membaca undangan tersebut


“Kenapa?” Daniel heran


“yaa,..aku bingung. Terakhir kali aku kondangan itu kan sama kamu, eh bukan ya sama kak Andi. Itu juga Aku dibantu outfit yang aku pakai. Sekarang aku bingung, kamu mau aku datang dengan jaket denim?”


“Hmm,..coba aku lihat dulu lemari pakaian mu” Daniel mengecek walking closet dan melihat di bagian pakaian Rita, setelah beberapa menit,


“Baiklah, ayo kita belanja pakaian!”


“Aku malas Yang! Kamu saja deh yang beliin, nanti aku pakai. Kata mama tubuhku ini tubuh jemuran, pakaian apapun bisa pas!”


“Enggak ah!, aku juga lihat pakaiann dalammu juga sudah sobek-sobek! Apa kamu gak pernah membeli lagi?”


“Kamu melihat sampai ke situ?”


“Sebenarnya, waktu aku membantu laundry aku lihat beberapa bra dan panties mu sudah pada bolong-bolong.”


“Bolongnya kecil kok Yang, lagi pula. Semua itu dipakainya di dalam, orang lain gak tahu kalau underwearku bolong!”


“Tapi Aku tahu! Aku kurang suka, kamu seperti istri yang suaminya pelit saja!, Ayo ganti pakaian kita pergi!” Daniel mendorong Rita ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


“Males Yang!”


“Kamu yang lakukan sendiri atau aku yang paksa kamu ganti baju!” ancam Daniel dengan mata jahil.


Rita berpikir sebentar, kemudian ia segera ke kamar mandi dan berganti pakaian.


Beberapa menit kemudian Rita telah siap berangkat, ia memakai pakaian seperti layaknya masih gadis, denim robek di lutut, t-shirt putih dan jaketnya.


“Gak ada pakaian yang lain Yang?” tanya Daniel, ia memperhatikan pakaian istrinya


“yaa, pakaian yang bikin aku nyaman ya begini! Dulu kamu suka kan aku begini?”


“Itu dulu! Sebelum kamu jadi nyonya Daniel, sekarang kan kamu sudah nyonya, outfitnya juga harus menyesuaikan dong!”


“Kamu mau aku berpakaian seperti emak-emak?”


“Bukan begitu, ya sudahlah ayo kita berangkat, mumpung masih pagi”


“Tapi yang kalau beli banyak pakaian nanti uangmu habis lho!”


“Gak apa-apa setidaknya uangnya digunakan untuk hal yang berguna!” ujar Daniel sambil mengunci apartemen mereka.


Beberapa menit kemudian, mereka telah tiba di Departemen Store, Daniel mengajak Rita ke bagian pakaian dalam.


“Selamat Siang ada yang bisa saya bantu?” tanya pramuniaga yang bertugas


“Oh ada ms, bisa tolong bantu istri saya menemukan pakaian dalam yang cocok untuknya! Dia membutuhkan kira-kira 10 pasang!” ujar Daniel pada pramuniaga tersebut


“Hah 10 pasang? Apa gak kebanyakan?”


“Enggak! Kamu akan membutuhkan lebih banyak, apalagi sebentar lagi perutmu membuncit kan?”


“ah iya, benar juga!”


“Aku tunggu di sana ya?” Daniel pergi ke ruang tunggu, sementara Rita sibuk memilih pakaian dalam


Beberapa menit kemudian ia menghampiri Daniel


“Sudah Yang!”


“Hah? Sudah? Sudah dibayar?”


“Belum, ini aku kumpulin dulu.”


“Coba lihat!” Daniel melihat pakaian dalam yang dipilih istrinya, ia menggeleng-geleng


“Sudah kukira!” gumamnya, ia bangkit dan menarik istrinya. Ia menemui pramuniaga dan memintanya memberikan contoh-contoh pakaian dalam. Pramuniaga segera bergerak, ia memberikan model-model pakaian dalam.


“Coba ms, berikan ukuran yang pas untuk istri saya!” pinta Daniel


Beberapa pramuniaga lainnya tampak sibuk membantu temannya, sementara beberapa yang lain sibuk menggibah


“Suaminya yang memilihkan pakaian dalam! Laki gue mana mau begitu?” ujar salah satu staf iri


“Itu karena istrinya cuek”


“kamu tahu dari mana?””


“Ya kelihatan lah, istrinya santai banget, sementara suaminya serius banget!”


Daniel memberikan beberapa model ke Rita


“Kamu ke kamar ganti deh, cobain! Bagus apa enggak!”


“Maaf pak ini tidak bisa dicoba seperti itu!” sela pramuniaga


“Begitu ya? tapi ukurannya pasti pas sama kamu?” tanya Daniel


“Biasanya sih aku pakai nomor segini”


“Apa gak ada meteran?” tanya Daniel penasaran


“oh ada pak, sebentar!” beberapa menit kemudian ia datang membawa meteran kain

__ADS_1


Dengan sigap Daniel mengukur lingkar dada istrinya dan membandingkannya dengan pakaian dalam tadi. Kemudian ia melakukannya dengan melingkarkan dipinggul istrinya dan kembali membandingkannya. Tindakannya menarik perhatian beberapa suami yang juga menunggui istrinya


“Oke mba, ini semua sudah sesuai!” Daniel memberikan semua pakaian dalam itu kepada pramuniaga, setelah itu ia pun membayarnya.


“Wow, lumayan ya Yang!” Rita berdecak kagum melihat harga semua pakaian dalam yang dibelikan


“Sekarang kita mencari baju kondangan untuk besok!”


Mereka memasuki beberapa toko pakaian, dan mencoba beberapa pasang pakaian. Daniel tidak menemui kesulitan dalam mencari pakaian, karena ia sangat fashionable, sementara Rita menjadi bingung sendiri


“Aduh aku stress Yang!” keluhnya


“Aku pilihkan deh!” Daniel beranjak dari tempatnya lalu mulai berkeliling, ia mulai memilih, tak berapa lama kemudian ia datang dengan beberapa pasang pakaian


“Kamu coba ya?” ujarnya tersenyum


Rita menurut, ia mengambil pakaian-pakaian itu, lalu mulai mencobanya. Ia menunjukkan kepada suaminya


“Bagaimana?” tanyanya, Daniel menggeleng. Ia mencoba lagi yang lain


“Kalau ini?”


“hmm....” Daniel masih berpikir


Kemudian Rita mencoba pakaian yang lain, ternyata Daniel juga tidak melihat itu menarik.


Rita menjadi kesal sendiri. Ia mengembalikan pakaian-pakaian tersebut ke tempatnya, sampai ia menemukan long dress berwarna hijau soft, berbahan satin, tangannya tiga perempat , pada bagian depan terdapat gambar bunga berwarna putih. Ia mengambil pakaian tersebut dan mencobanya


“Gimana ini Yang?” tanyanya. Daniel yang mulai bosan, terlihat sangat terkesima dengan Rita berpakaian seperti ini


“Iya ini saja!” ujarnya dengan mata berbinar


“tapi yang harganya mahal banget!”


“coba lihat? Hmm..700 dolar, ya wajar lah, bahannya bagus dan sangat elegan! Ambil ini saja!”


“Tapi Yang? Kita belanja banyak lho hari ini, pakaian dalam, sepatu, baju santai untuk aku, sekarang ini, nanti uang mu habis bagaimana?”


“Enggak habis dong, kan sebelumnya uangku banyak! Ini hanya terpakai sedikit. Sudahlah gak usah memikirkan hal itu!” Daniel meminta kepada petugas dan segera membayar pakaiannya dan pakaian Rita.


“Wah banyak juga ya, sini yang aku bantu membawa belanjaannya!” pinta Rita


Daniel memberikan belanjaan yang ringan-ringan, kemudian mereka menaruhnya di mobil. Rita masuk ke mobil, Daniel mengetuk kaca jendela dan mengajaknya keluar lagi.


“Hah? Ada apa? kita gak pulang?” tanya Rita heran


“Masih ada yang mau aku beli!” Rita kembali keluar dari mobilnya, kemudian mengikuti langkah suaminya yang lebih dulu pergi


Daniel mengajak Rita ke supermarket, ia membeli banyak bahan makanan dan makanan instan, kue-kue, minuman dan sebagainya, hingga memenuhi 2 trolly


“ting!” notifikasi m-banking Rita, dan ia membacanya


“hah 3000 dolar? Kamu ngasih ini? Kan awal bulan lalu sudah?”


“Sebenarnya, komisi proyek ini sudah turun, lumayan besar. Sebagian aku simpan untuk biaya kelahiran anak kita, seperdelapan aku kirim ke mamaku, ada yang ditabung dan sisanya ini semua!”


“Yahh...habis dong?” wajah Rita terlihat menyesal


“Enggak dong, pokoknya kamu tenang saja deh!” Daniel tersenyum dan menarik dua trolli belanjaannya dan menaruhnya di dalam mobil


“Kayak orang pindahan ya?” ujar Rita


“hehehe, eh Rit, kalau kita kembali ke NZ kamu mau pindah ke rumah baru?”


“Kamu memangnya sudah beli rumah?”


“Belum sih, baru rencana. Tapi sebelum menikah, sebenarnya kakek Darmawan minta kepadaku agar kita tinggal bersamanya di rumah besar, dia juga bilang tidak akan mencampuri urusan rumah tangga kita!”


“Lalu kamu bilang apa?”


“Hmm..aku bilang, nanti aku diskusikan dengan istriku!, menurutmu gimana?”


“Kamu jangan marah ya?”


“Enggak! Aku ingin mendengar pendapatmu yang sejujur-jujurnya!”


“Aku ingin tinggal bersama kakek, lagi pula rumah itu jarang sekali ditinggali. Kamu tahu sendiri kan kakek sering di luar negeri. Sementara rumah itu kosong, padahal fasilitasnya lengkap. Kemarin O mengirimkan foto rumah besar yang di modifikasi untuk tempat tinggal kita. “


“Oya? Kok kamu ga bilang?”


“Aku mencari waktu yang tepat untuk bilang ke kamu. Aku takut kamu sudah punya rencana lain. Jujur ya Niel Sayang, aku selalu takut kamu tersinggung. Itu sebabnya aku pikir akan lebih baik jika aku mengikuti keinginanmu!”


“hmm..begitu ya? maaf ya, kamu jadi begitu hati-hati. Baiklah, kita tinggal bersama kakek!”


“Benar Yang?” Rita terlihat sangat senang, kemudian ia memeluk suaminya.


“Ayo kita pulang!” ajak Daniel. Mobil pun membawa mereka kembali ke apartemen.


Sesampainya di sana, salah seorang security memberikan sebuah paket kepada Rita


“Dari siapa Yang?” Daniel sibuk memasukkan makanan yang telah ia beli ke lemari


“Dari mama, langsung dari London. Mama lagi di sana!”


Rita membuka kotak tersebut


“Wahhh!!!”

__ADS_1


“Apa Yang?”


“Mama membelikan under wear!, banyak banget nih! Tahu begitu gak usah beli tadi!” Rita agak kesal


“Coba lihat? Bagus-bagus Yang! nanti coba pakai ya? aku mau lihat!”


“Gak bisa Yang, aku cuci dulu semuanya, dan semua pakaian yang tadi kita beli. Kecuali pakaian yang mahal , paling aku uap.”


“Dicoba sebentar saja gak bisa ya?” bujuk Daniel, ia penasaran


“Enggak ah, aku pernah pakai yang langsung dari toko, padahal di stok, eh kulitku langsung bentol-bentol. Sejak itu, aku gak mau kalau belum di laundry dulu!”


“hmm....mama mu gak beliin sesuatu gitu untuk aku?” tanya Daniel penasaran


“Eh sebentar, ada lagi nih! Wahh..dia juga membelikanmu singlet 6 buah ! Wah mama gak tanggung-tanggung rupanya!”


Daniel melihat singlet berbagai warna yang dibelikan mertuanya,ia sangat kagum begitu melihat mereknya


“Wah,..Diur Yang, menurutku ini dari sponsor!” ujar Daniel


“iya, kayaknya lebih mahal ya dari yang kita beli tadi”


“Ya!, setidaknya kamu bisa membuang underwear bolong-bolong kamu itu!”


“Yah jangan! Lumayan aku pakai kalau sedang haid!”


“Terserah kamu saja deh! Tapi kalau gak haid dipakai yang bagus ya?”


“InsyaAllah, btw Yang, kamu gak merasa risih, tadi keliling-keliling di bagian underwear perempuan?”


“Karena aku bersama istriku, jadi santai saja, kecuali kalau aku sendirian. Itu baru deh bisa-bisa aku dituduh mesum!"


“Iya juga ya, aku sempat heran tadi, kok suamiku cuek banget, ngukur-ngukur aku, apa kamu gak lihat beberapa suami lain pada memperhatikan?”


“Aku lihat kok, yang aku ukur kan tubuh istriku sendiri, kecuali istri mereka yang aku ukur” Daniel menggigit apel yang baru saja ia beli


“Eh kamu gak cuci dulu?”


“Enggak! Aku lap dibaju saja!”


“Wah jangan!” Rita mengambil apel itu dari tangan suaminya, lalu mengambil buah-buahan yang tadi mereka beli. Ia mengambil alat pencuci dan merendam buah-buahan tersebut sejenak. Setelah beberapa menit, ia kembali membilasnya lalu menaruhnya di kontainer


“Nah sekarang sudah aman!” ia memberikan apel yang tadi, kali ini sudah terkupas semuanya


“Alat apa itu?”


“Ini? Kak Andi mengirimkan ke aku sebagai hadiah pernikahan, selain ini, juga air filter, bed vacuum, air relaxation juga steamer pakaian”


“Wahh..Andi benar-benar melek teknologi banget ya?”


“Banget Yang, kamu selalu mencium wangi di ranjang kita kan? Nah itu bed vacuum. Dia bilang supaya kita gak gatal-gatal. Wah kak Andi itu TOP BGT deh!”


“Andi benar-benar menjagamu ya?”


“Sekarang dia ditemani O. Kayaknya mereka berantem terus “ Rita senyum-senyum


“Kamu kangen mereka ya?” tanya Daniel


“Aku bisa Vcall mereka kapan saja!” Rita memeluk suaminya


“Hmm..mungkin akhir tahun nanti kita bisa ke NZ!”


“Tapi yang kamu bilang proyekmu selesai 2-3 bulan?”


“Nah! Aku juga mau bilang. Klien kita sangat puas dengan kerjasama kami jadi proyek kerjasama diperpanjang setahun lagi. Kamu gak apa-apa kan?”


“Berarti, insyaAllah anak kita lahir di sini ya?”


“InsyaAllah. Oh iya aku dengar kamu ikut yoga untuk ibu hamil?”


“Iya baru 2x pertemuan, katanya akan membantu untuk proses kelahiran nanti”


“Mudah-mudahan lancar ya? aku sempat merasa bersalah karena 2x nengokin bayi kita!”


“hahaha!..itu bonus saja, untuk ketiga kalinya, aku takut. Aku membaca beberapa orang mengalami fleks, yang paling parah malah keguguran”


“Waduhh!!! Maafin papi ya Nak!” Daniel mencium perut istrinya. Rita mengusap rambut suaminya dengan sayang


“Eh kamu sudah minum susu belum?” tanya Daniel


“Belum!”


“Wahh...sebentar...sebentar ya Nak, papi bikinin susu untuk kamu dan mami!” Daniel segera membuatkan susu hamil dan memberikan kepada istrinya, Rita langsung meminumnya


“Kalau gak aku bikinin susu, kamu gak bakal minum ya?” tanya Daniel, Rita menggeleng


“Aku gak suka susu, aku meminumnya karena kamu!” Rita langsung pergi , ia takut suaminya marah


“ting nong!” suara bel berbunyi


“Ya?” Daniel membuka pintu


“Daniel!!!” seorang wanita paruh baya langsung memeluknya


“Mama?


_Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2