
Malam harinya, Rita datang ke kamar Andi, ia sedang sibuk dengan gamenya
“Kak, belum selesai mereview gamenya?” tanya Rita, ia mendaratkan tubuhnya di sofa besar dekat ruang TV, kamar Andi memang cukup luas, selain tempat tidur, ada mini kitchen set, ruang TV dan sofa besar untuk tidur-tiduran.
“Belum, tanggung nih seru juga!” jawab Andi, perhatiannya tidak teralihkan
“Kak, tadi di gym, Saveetri datang sama anaknya” Rita mulai bercerita
“Saveetri? Mantannya Daniel?”
“Bukan mantan, tapi temaaan!” protes Rita
“Iya lah teman-mantan apa lah bedanya”
“Beda dong, ngapain dia kemari bawa-bawa anak?”
Rita menceritakan pertemuan Daniel dengan Saveetri, setelah cerita Rita selesai Andi mem-pause gamenya. Ia beranjak ke kamar mandi. Setelah itu kembali membawa cemilan dan memakai kacamata anti radiasi. Lalu ia duduk di hadapan Rita.
“Saveetri ini cari alasan untuk mendekati Daniel!”
“Ah, gak mungkin masa mendekati bawa-bawa anak segala?”
“mendekati bisa banyak arti Rit, bisa mendekati untuk merekrutnya jadi pegawainya atau melanjutkan CLBKnya”
“Masa sih Kak?”
“kasus lukisan itu hanya dijadikan alasan untuk mendekati Daniel” ujar Andi menganalisa
“Menurut kak Andi, Rita harus bagaimana?”
“Jangan terlibat!, ini kesempatan untuk menguji kesetiaan Daniel! Aku melihat perlakuan Daniel ke Elo, kita gak tahu tulus atau tidak, atau ada udang dibalik batu. Yang jelas kita harus hati-hati, ini menyangkut keluarga kita!”
“Kog sudah jauh sih kak ngomongnya? Aku kan masih 17 tahun!”
“Waktu itu berjalan sangat cepat Rit, Lo harus menentukan visi lo bersama Daniel, kalian ada masa depan apa enggak. Daniel sudah 26 tahun, gak mungkin dia gak kepikiran untuk menikah. Jadi istilah jalani saja dulu sudah gak berlaku bagi dia!”
“Tapi Kak?”
“Sudah nurut saja apa kata kak Andi, kakak ini cowok, jadi tahu kalau dipikiran cowok itu apa. Kak Andi punya tanggung jawab sama Elo, hingga lo menikah nanti!” ujar Andi berwibawa. Rita termangu mendengar wejangan Andi
“Apa kak Andi gak percaya sama kutukan lukisan anak menangis itu?”
“Kutukan lukisan anak menangis?”
“Iya, yang jadi dasar kasusnya Saveetri tadi”
“Iya gue tahu, tapi kalau kita ikutan membujuk pak Charles, apa gak keterlaluan? Justru jadi terlihat perusahaannya Saveetri gak profesional?”
“Iya juga ya?”
“Nah, makanya ..tapi kalau kita iseng saja, tanpa ada maksud membujuk bisa juga tuh Rit!”
“Maksud kak Andi?”
“Gue dapat undangan dari Edward untuk minggu depan”
“Edward bertunangan?”
“Bukan Edward yang bertunangan tapi pernikahan pak Charles!”
“Oh ya? Rita pikir pak Charles naksir tante Metha?”
“Tante Metha gak tertarik sama pak Charles, terlalu kaku katanya!”
“Hahaha.....kasihan pak Charles ditolak lagi” Rita tertawa
“Lagi? Memang sebelumnya dia nembak siapa?”
“kalau menurut kakek, pak Charles tertarik sama Aku, tapi kemudian dia mundur karena merasa minder dengan usianya!”
“Jangan-jangan tadinya kakek mau menjodohkan lo sama pak Charles?”
“Ihh..jangan deh. Pak Charles memang baik, tapi sifat aslinya kelihatan tuh waktu kami terjebak di gua. Aku kesal banget. Jadi mudah-mudahan gak berjodoh sama beliau deh!” ujar Rita bergidik
“hahahaha...serius banget Rit!”
__ADS_1
“Lagi pula kenapa Rita yang dijodohkan terus? Seharusnya kak Andi dong?” protes Rita
“Iya juga ya? sial juga nih jangan-jangan gue gak dianggap ya sama kakek-kakek kita?” gerutu Andi
Rita tersenyum geli melihat perubahan sikap Andi
“Jadi undangannya gimana kak?”
“Minggu depan kita ke London Rit, mereka sudah siapkan akomodasinya kog!”
“Berapa hari?”
“Mungkin sekitar seminggu di sana, jadi lo minta ijin sama sekolah lo untuk bisa sekolah online selama seminggu!”
“Bisa kak?”
“Bisa, datang ke wali kelas, kasih undangan resmi ini. Garis bawahi, yang mengundang itu anggota keluarga kerajaan Inggris. Gak ada yang bakal menolak deh!”
“Emangnya Pak Charles ada hubungan keluarga dengan ratu inggris?”
“Menurut Edward ada! dia bilang, nenek dari neneknya itu sepupuan sama neneknya ratu Inggris!"
"oh kirain sama-sama nenek-nenek?"ujar Rita geli
"iya, nenek-nenek pastinya" sambung Andi lagi.
“Hubungan kekerabatannya jauh dong ?”
“Tapi setidaknya ada hubungan darah Rit, walau cuma setetes dua tetes!” jawab Andi ngasal
“Hahahaha!!!” Rita tertawa geli kemudian ia meninggalkan kamar Andi dan kembali ke kamarnya. Seperti biasa ia merebahkan diri di ranjang kesayangannya, hari yang melelahkan gumamnya dalam hati, akhirnya ia terlelap.
Dua hari kemudian di suatu resto, Daniel bertemu dengan Saveetri untuk membahas kasus lukisan. Setelah selesai makan, mereka membahas hal itu.
“Hari ini kamu kembali ke UEA?” tanya Daniel
“Lusa!, ada yang masih harus aku urus di sini, jadi gimana Niel, kamu bisa menolong ku?”
Daniel yang sedang menyeruput americano dingin, meletakan gelasnya dan mengambil amplop besar dari tasnya
“Kenapa?”
“Kasus ini terlalu personal untuk ditangani oleh orang luar seperti aku. Walaupun aku kenal pak Simon dan pak Charles, bukan area ku untuk membujuk mereka tentang lukisan itu”
“Tapi Niel!”
“Maksud kamu sebenarnya apa Vit? Kamu kan sudah lama berkecimpung di bidang ini, seharusnya kamu tahu tentang hal ini!”
“Aku...aku ingin merekrutmu menjadi anggota kami Niel. Kami mengakui kemampuanmu, perusahaan kami memang belum besar, tetapi dengan adanya kamu, aku yakin kami bisa menarik lebih banyak klien lagi!” ujar Saveetri bersemangat
“Terimakasih Vit, tapi aku sudah memikirkan semuanya. Aku memutuskan untuk pensiun sebagai bodyguard. Sekarang ini aku berperan sebagai asisten pribadi pak Radian. Beliau dan keluarganya sangat memperhatikanku. Merekalah keluargaku yang sekarang!”
“Apa ini karena Rita?”
“Rita?”
“Iya, Rita!, Rita keponakan Radian, dia juga cucu perempuan dua konglomerat terkaya di dunia. Apa kamu menolak ikan kecil untuk menangkap ikan besar Niel?” selidik Saveetri
“Apa aku orang yang seperti itu Vit? Kamu mengenalku begitu lama, aku anggap ini hanya ungkapan kekecewaan mu saja, SELAMAT MALAM!” Daniel mengatakan dengan suara tegas, ia tersinggung dengan kata-kata Saveetri lalu ia bangkit dari kursinya dan berniat meninggalkan Saveetri
“Maafkan aku Niel!, aku salah! Tidak seharusnya aku mengatakan itu! Jangan pergi? duduk lah dulu ada yang ingin aku katakan! Maafkan aku ya?” ujar Saveetri dengan suara memelas
Daniel mengurungkan niatnya untuk pergi, ia kembali duduk
“Sebenarnya, Aku dan Eddy dalam proses perceraian, aku membawa Dylan agar Eddy tidak membawa Dylan ke keluarganya!”
“Aku tidak tertarik dengan rumah tangga kalian!” ujar Daniel cepat
“Aku tahu Niel, tapi sejak kita bertemu dua bulan lalu, aku terus memikirkan pengakuan perasaanmu padaku dulu. Sikapmu yang belum berubah, masih ramah seperti dulu. Aku menyukaimu, tidak! aku mencintai mu Niel!” ujar Saveetri, air mata berlinang dari kedua mata bulatnya
Daniel terdiam, ia menatap Saveetri dalam-dalam, kemudian ia berkata
“Terimakasih atas pengakuanmu Vit, tapi maaf perasaanku padamu tidak seperti dulu. Aku sangat menyukai Rita, aku mencintainya. Aku berniat serius padanya. Aku tidak peduli tentang keluarganya yang mungkin menentang kami. Tapi kami akan membuktikan bahwa kami bisa bersama, Selamat Tinggal Vit, maaf aku tidak bisa mengantarmu!” Daniel segera pergi meninggalkan Saveetri yang termenung sendirian di dalam resto. Daniel kembali ke mobilnya dan meletakan kepalanya di depan stir, ia masih tampak kesal dengan perkataan Saveetri tentang dirinya. Tiba-tiba notifikasi ponselnya berbunyi
“Niel, kamu di mana?” tanya Rita melalui teks pesan
__ADS_1
“Kenapa?”
“Hmm...aku ketinggalan bis terakhir, tadi sekolah kami ke perpustakaan. Aku terlalu asyik membaca, jadi di tinggal, aku di halte depan perpustakaan!”
“Aku akan menjemputmu!” Daniel segera menghidupkan mesin mobil dan memacu mobilnya menuju halte tempat Rita menunggunya. Malam telah menjelang, hujan rintik-rintik, Rita melambaikan tangannya, Daniel membuka pintu mobil dari dalam.
“Alhamdulillah, cepat sekali kamu datang Niel!” ujar Rita tersenyum, ia menginbas-ngibaskan rambutnya yang agak basah karena air. Daniel mengambil handuk kering dari tas di belakang kursinya
“Nih pakai, bersih kog, aku belum memakainya!” Rita mengambil handuk kecil dari tangan Daniel dan mengelap wajah dan rambutnya yang basah. Daniel melanjutkan menyetir, ia mengarahkan mobilnya ke drive in Cinema
“Eh kita mau nonton?” tanya Rita, ia melihat ke arah jam tangannya sudah menunjukkan pukul 8 malam
“Kamu belum makan kan? Di sini burgernya enak!”
Rita mengangguk tersenyum malu, ia tidak bisa menyembunyikan suara perutnya
Daniel memesan 2 burger besar, french fries dan Root beer serta air mineral. Rita memakan burgernya dengan lahap. Daniel menatapnya dengan sayang, ia membersihkan sisa saus di sudut bibir Rita
“Pelan-pelan makannya, aku sudah kirim pesan ke Andi, tentang keterlambatan mu pulang!”
“Hmm...nyam..nyam..” Rita melahap makanannya
“Kamu gak makan Niel?”
“Aku tadi sudah makan!” Daniel menarik nafas, kemudian ia mulai menceritakan pertemuannya dengan Saveetri. Rita terbatuk-batuk ketika mendengar pengakuan Saveetri, Daniel segera memberinya minum.
“Tuuuhhhkaaann...aku sudah bilang, dia itu mengejar mu Niel! Kamu gak percaya sih! Aku kan perempuan , instingku tajam!!!" ujar Rita geram
“Iya, aku tahu, aku salah sangka terhadapnya!”
“Aku gak habis pikir, kenapa ia menggunakan anaknya untuk menarik mu?”
“Mungkin supaya mendapat simpati? Aku juga gak tahu?”
“Jadi apa yang mengganggu mu? Aku melihat dari tadi sikap mu murung? Apa kamu menyesal telah menolaknya?” tanya Rita,
Daniel menatap wajah Rita, Ia menarik wajah Rita mendekat ke wajahnya, lalu menempelkan keningnya ke kening Rita selama beberapa saat kemudian ia melepaskannya. Rita dibuat tersipu sekaligus bingung dengan sikapnya.
“Aku sangat menyukai mu Rita, aku berniat serius padamu!, aku tahu kamu masih 17 tahun!, tapi aku berniat menjadikan kamu sebagai istriku kelak! Untuk itu, aku berniat menjadi seorang muslim, supaya bisa menikahi mu!” ujar Daniel mantap
Rita tersenyum, hatinya berbunga-bunga. Ia mendapatkan pengakuan dari orang yang juga sangat ia sukai.
“Aku juga sangat menyukaimu Niel, tetapi menjadi muslim karena pernikahan itu kurang tepat! Bagiku agama itu penting, kalau kamu berniat menjadi suamiku, kamu harus mempelajari agama ku dengan baik dan benar. Kamu harus meyakini, setelah itu baru kamu bisa beralih. Aku gak mau aku dijadikan alasan kamu berpindah!”
“Aku tahu, kamu bakal bilang begitu!, makanya aku sudah belajar dari beberapa guru di mesjid”
“Oh ya? syukurlah!” ujar Rita senang
“Yang paling mengganggu ku ucapan Saveetri tentang ikan besar. Aku dianggapnya mengincar kekayaan keluargamu!” ujar Daniel kesal
“Sebenarnya bukan hanya Saveetri yang bilang begitu, Kiano juga!”
“Kiano? Si Hitam itu?”
“Hitam? Hahahaha? Dia gak hitam lagi Niel, dia coklat. Kog kamu jadi rasis begitu?”
“Aku kesal padanya, berpura-pura gak bisa berbahasa Inggris. Aku selama ini menahan diri untuk tidak ribut dengannya mengingat ia teman kecil kamu.”
“Menurutku, kita harus terbiasa dengan prasangka orang tentang itu Niel, bayangkan saja jika kamu diposisi mereka, mungkin kamu akan berpikir hal yang sama?”
“Apa kamu berpikir aku mengejar harta keluargamu Rit?”
“Jujur? Aku tidak pernah memikirkan hal itu, harta ? aku saja baru diakui sebagai cucu keluarga konglomerat. Sebelumnya aku hidup bersama ayah dengan penuh keprihatinan. Aku pikir, kalau sudah cukup umur, dan visi kita sama, aku gak keberatan kembali lagi menjadi Rita yang tidak berharta untuk bersamamu Niel!”
“Benarkah? Kog picisan sekali?”
“Iya juga ya? tapi realistis saja Niel, aku memang akan mewarisi harta dari kakekku, walaupun tidak tahu jumlahnya berapa, tapi apa itu akan jadi masalah buatmu? Biasanya sih begitu, kita sedang menjalani proses itu Niel supaya hubungan ini berhasil!”
“Umurmu berapa sih? Apa betul 17? Kog kayak 71?” canda Daniel
Rita mengambil saos tomat dan mengoleskanke hidung Daniel, mereka pun tertawa lepas.
Pukul 9 malam Daniel mengantarkan Rita sampai di rumahnya
“Terimakasih Niel!” Rita melambaikan tangannya dan dibalas oleh Daniel, Rita masuk ke rumahnya Daniel pun mengendarai mobilnya untuk pulang ke rumahnya. Di tengah perjalanan pulang, sebuah mobil menyeruduk mobilnya dari belakang. Daniel sangat terkejut, ia mengarahkan setirnya ke arah kanan, mobil itu terus mendesaknya agar keluar dari jalan, hingga menabrak tiang lampu jalan. Daniel pingsan di dalam mobil karena kepalanya terantuk setir mobil, sementara mobil yang menabraknya melarikan diri.
__ADS_1
_Bersambung_