
Sudah empat hari Rita berada di Bali. Andi dan Dewa masih di rumah sakit karena tersengat ubur-ubur. Sebenarnya Rita juga ikut tersengat, tetapi berdasarkan hasil tes lab dan fisik secara keseluruhan, daya tahan tubuh Rita lebih baik dalam melawan racun ubur-ubur dibandingkan Andi dan Dewa. Sehingga Ia hanya menginap sehari di rumah sakit. Karena bosan di kamarnya, Rita berjalan-jalan sendirian ke pura masih di dalam wilayah hotel.
“Ting” bunyi pesan ponselnya. Rita membaca pesannya,
Mama: Rita kembali ke hotel, mama mau ajak kamu jalan mumpung para cowok ga ada di sini.
Rita: Siap Ma! On the way ya! Balasnya. Ia langsung berlari menuju hotel. Sesampainya di sana mamaRatna telah menunggunya di Lobi.
“Yuk Rit, langsung saja, tu Taxinya sudah datang!”Ajak mamanya. Mereka masuk ke taxi RedBird.
“Kita jalan kemana ma?”
“Pertama, kita nyalon dulu, sekalian facial. Kamu mau ganti warna rambut ga?”
“Boleh ma? Asyiikkk, sebenarnya sudah lama Rita mau ganti warna.”
“Mau warna apa?”
“Sebentar ma!” ia membuka HPnya dan browsing internet mencari model rambut dan warna rambut yang dia inginkan.
“Nih ma, yang ini!”
“Hmm..kamu yakin mau dipotong pendek sampai leher? Kan sayang dipotong, sudah capek-capek memanjangkan rambut”.
“Mumpung masih libur ma, oh ya kira-kira tahan berapa lama warnanya?”
“Kalau yang mahal bisa 1 bulan, kalau yang biasa paling seminggu.”
“Yang biasa saja ma, 10 hari lagi Rita kembali ke sekolah kan peraturannya ga boleh diwarnai rambutnya.”
“Ya terserah kamu saja!”
Lima belas menit kemudian mereka tiba di sebuah rumah mewah yang dijadikan salon yang cukup besar,
para pelanggannya berasal dari orang berduit, terlihat mobil yang terparkir di situ mobil mahal semua, seperti BMW , Mercedes, Alphard, Felfire.
“Pak, kira-kira 3 jam lagi jemput kita di sini ya!” perintah mama Ratna kepada supir taxi.
“Baik bu!”, jawab supir itu dan taxi pun berlalu.
Mama dan Rita menaiki tangga dan masuk ke dalam salon.
“Silakan masuk!” sapa resepsionis salon.
“Saya sudah pesan untuk 2 orang!” ujar MamaRatna
“Atas nama siapa bu?”
“Ratna”
Staf tersebut melihat daftar pesanan di laptopnya untuk mengkonfirmasi.
“Baiklah bu, tempat untuk anda berdua telah tersedia, silakan ikuti mba ini!” ujarnya sambil menunjuk staf lainnya yang mendekat.
“Selamat pagi, bu kenalkan nama saya sandra manajer di sini, silakan ikuti saya!” ajak Sandra. Sandra berjalan di depan, mamaRatna dan Rita berjalan berdampingan menuju tangga ke lantai 2. Sesampainya di lantai 2 mereka disambut oleh dua staf salon lainnya.
“Ibu ini Rico dan Eddy, mereka bertugas sebagai hair stylist Anda berdua! Eddy akan melayani Ibu, sedangkan Rico akan melayani Adik ini.
“Selamat Pagi, saya Rico yang akan menata rambut Anda, yuk de ikuti saya!” ujarnya kepada Rita. Eddy menghampiri mamaRatna dan mengajaknya duduk di tempat lain.
“De, mau dipotong seperti apa rambutnya?”
“ini bli, saya mau jadi seperti ini!” ujar Rita sambil menunjukkan gambar Jimin BTS dengan rambut pendek coklat muda.
“yakin, de, sayang lho rambutnya?” tanya Rico lembut.
__ADS_1
“Yakin bli, ingat warna rambutnya harus sama ya!”
“hmm..itu lebih ke pirang ya?”
“Bukan ini coklat muda, soalnya agak gelap!” ujar Rita bersikeras
“hmm..itu warna honey brown ya, yuk kita keramas dulu!” ajak Rico. Setelah dikeramas ,Rita kembali duduk ditempat semula. Rico mulai memotong rambutnya. Rambut Rita yang agak bergelombang menjadi semakin cantik dengan model pendek seleher.
“Tunggu ya de, nanti ada teman saya yang akan mewarnai rambutmu.”
Mewarnai rambut cukup lama hingga Rita tertidur karena bosan. Setelah staf mewarnai berlalu, datanglah beberapa staf beautician yang memfacial wajahnya, melakukan menikur dan pedikur. Rita semakin nyenyak tertidur. Dua jam kemudian semua layanan selesai.
“De, sudah selesai!” panggil Ryan yang mewarnai rambut membangunkan Rita.
Rita terkejut melihat bayangannya di kaca
“aaaakhhhhh!!!” teriaknya histeris
“Ada apa dek?” tanya Ryan terkejut, pelanggan dan staf lain juga terkejut dan melihat ke arah Rita.
“kog merah sih Bli? Kan saya minta seperti ini!” protes Rita kesal, hampir menangis menahan marah.
“Kan ade minta warna Copper Red!”
“Bukannn..saya minta warna honey brown, tanya deh sama bli Rico!”
“Ade namanya Rita kan? Ini requestnya!” ujar Ryan menunjukkan formulir. Rita membaca kertas tersebut.
“Ya Ampun bli, saya Rita Sugiarto, sedangkan ini Rita Riyana!” ujar Rita kesal
“oh my God salah orang rupanya!” Di sisi lain Rita Riyana menatapnya, dan bersyukur rambutnya belum disentuh Ryan.
“pokoknya saya ga mau tahu , saya minta warnnya diubah!” pinta Rita kesal
“Rita? Ya ampun kog jadi merah?” tanya mamaRatna
“bli, gak bisa diganti warnanya?” tanya mama ke Ryan
“Tidak bisa hari ini bu, kasihan rambutnya, setidaknya tunggu 2-3 hari baru bisa dibleaching.”
“hu..hu..hu..kog jadi begini?” tangis Rita.
Ryan menjadi tidak enak hati.
“Rita sayang, nanti dari Kita ke mal ya, kita beli topi atau wig!” bujuk mamaRatna
“iya ma, lebih baik begitu.! Bli harus tanggung jawab, setidaknya pinjami saya syal untuk menutup rambut ini.” Pinta Rita yang mulai tenang.
“maaf ya De, nanti saya Pinjamkan topi saya,. Tapi de, warnanya cocok kog sama adek!!” bujuk Ryan
Rita menatapnya sengit, wajah tidak suka ditunjukkannya. Beruntunglah Ryan berada di salon, kalau di arena pertandingan, sudah dibuat babak belur oleh Rita. Ryan menjauh agak takut dengan tatapan Rita.
Setelah mamaRatna membayar tagihan dan membuat janji untuk Rita 2 hari yang akan datang. Rita menutup rambutnya dengan syal. Dengan kesal ia masuk ke taxi diikuti oleh mamanya.
“Ke Seminyak Mall ya Pak!” Pintanya.
“Baik bu!” taxi pun berjalan menuju Mal.
“Jangan cemberut begitu dong ssayaang!!! Ga jelek-jelek amat kog!”
“Tapi ma, warna merah ini seperti warna anak yang kelamaan main layangan, kelamaan di bawah sinar matahari!” ujar Rita masih kesal
“ahh..lain dong sayaang...! Cklek!” mamaRatna melakukan wefie.
“ih mama, orang Rita lagi jelek juga!” protes Rita
__ADS_1
“Engga ah! Itu perasaan kamu saja! Coba ya tanya Andi!” mama mengirimkan foto Rita ke ponselnya Andi.
“Yaa mama ngapain ngirim ke kak Andi? “
“Pendapat Andi pasti sama seperti mama!” tak lama balasan pesan dari Andi ke ponsel mamanya
Andi: Ma, itu Rita kelamaan main di pantai? Apa kepanasan ya? Kog jadi merah rambutnya?”
Mama Ratna yang membaca pesan dari Andi, langsung menutup ponselnya.
“Tuu..kan mama bilang juga apa!”katanya sambil menaruh Ponsel ke tasnya
“mana ma?” tanya Rita penasaran
“Wahh..ponsel mama lowbat Rit, lagi di charge di tas mama!” ujar MamaRatna sambil melihat ke jalan.
Rita yang masih kesal, menutup rapat rambutnya dengan syal.
Di Mall mereka langsung menuju toko yang menjual topi.
Rita memilih topi hijau, warna kesukaannya.
“Rit, kamu punya gaun ga?”
“Gaun seperti apa ma?”
“itu lho seperti dress yang panjang, ada juga yang seperti Cinderella.”
“Kalau seperti itu ga punya ma, lagi pula norak, kan Rita sudah SMU!”
“Iya juga siy, tapi yuk kita ke butik kamu bisa memilih gaun sesuai selera kamu! “
“Untuk apa ma?”
“perempuan harus tampil feminin sesekali Rita, Kamu itu cantik lho! Mamanya saja cantik! Hehehe!”
“Mama narsis ih!” ujar aRita tertawa.
Rita dan mamanya pergi ke butik dan membeli beberapa gaun beserta sepatunya.
Setelah makan siang, Rita membeli 2 es krim, satu diberikannya kepada mamanya.
“Ditraktir nih?”
“Gantian! Mama sudah membelikan baju bagus, Rita baru bisa membelikan es krim ini. InsyaaAllah kalau Rita sudah bekerja akan membelikan semua yang mama mau!”
“Betul nih? Janji ya!” ujar mama sambil mengacungkan jari kelingking , dibalas oleh Rita dengan mengaitkan dengan jari kelingkingnya.
Tiba-tiba terdengar suara orang berteriak.
“Tolong-tolong! Copet!” teriak seorang lelaki paruh baya mengejar orang yang berlari kencang.
Copet tersebut mendekap koper dan berlari melewati Rita dan mamanya.
Rita menyelengkat kaki orang tersebut yang berlari sambil menoleh ke belakang.
Ia hampir jatuh tersungkur, Ia marah dan akan memukul Rita.
Dengan tangkas, Rita menangkisnya dan memberikan beberapa pukulan ke badan orang tersebut hingga ia terjatuh. Rita mengambil kesempatan itu untuk merebut tas kopernya. Merekapun saling tarik menarik koper. MamaRatna yang melihat hal tersebut tidak tinggal diam, ia melancarkan tendangan ke arah orang tersebut hingga jatuh terduduk. Sadar ia tidak akan menang dikeroyok dua orang perempuan tangguh, ia pun bangkit dan kabur. Lelaki yang mengejar menghentikan larinya karena copet yang dikejarnya telah kabur jauh. Rita menghampiri lelaki tersebut.
“Maaf Om, ini tasnya!”ujar Rita memberikan koper kepada orang itu.
“Eh, terimakasih banyak de!” jawabnya menerima tas dengan nafas masih tersengal.
“Mas Dodi?” sapa mama Ratna
__ADS_1
“Ratna? “ jawab lelaki tersebut. Terkejut melihat Ratna.