Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 168: Mamanya Daniel Datang


__ADS_3

“Mama?” Daniel kaget, mamanya telah ada di depan pintu apartemennya, keduanya berpelukan cukup lama


“Ayo ma masuk!” Daniel mengajak mamanya masuk. Wanita berusia lima puluh empat tahun itu masih tampak gagah dengan setelan berwarna coklat. Ia membawa beberapa makanan yang sengaja ia bawa dari Korea Selatan.


“Sayang!” Daniel menghampiri Rita yang berada di ruang laundry


“Ya?”


“Mamaku datang!”


“Hah? Serius?, waduh..aku berantakan nih!”


“Enggak kog kamu cantik, ayo temui mama. Oh iya beliau bisa berbahasa Inggris!”


“Ohh, oke, sebentar Yang, kamu temani mama dulu. Aku rapi-rapi dulu!” Rita segera ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan mengenakan sedikit make up, kemudian ia segera keluar menemui ibu mertuanya.


“eomeoni!” panggil Rita, ia tersenyum dan menyalami ibu mertuanya


(Bahasa Inggris)


“Oh ini istrinya Daniel, benar juga ya sangat cantik!”


“Alhamdulillah, terima kasih!” Rita tersipu


“Ma, Rita ini cucunya pak Darmawan dan Pak Sugiyono!”


“Ya Tuhan! Ternyata kalian benar berjodoh!” Mamanya Daniel memeluk Rita


“Nama saya Kim Areum, kamu boleh memanggil saya mama seperti Daniel!, Niel pintar memilih istri!” Ibu Areum memegang lengan Daniel


“Silakan duduk Ma!” ajak Rita, ia segera ke dapur untuk membuat minuman, bu Areum memperhatikannya dengan tersenyum


“Kamu kelihatannya sudah tenang dan bahagia ya Niel?” ujarnya tersenyum


“Alhamdulillah! Ma, Niel sudah nyaman!”


“eh tadi kamu bilang apa? Alhamdulillah? Apa itu?”


“Oh itu, ucapan bersyukur karena pemberian Tuhan!, Niel sudah menjadi seorang muslim ma. Mama gak keberatan kan?”


“hmm..muslim? mama kurang paham, tetapi asalkan kamu tenang dan bahagia, buat mama itu yang terpenting!” Bu Areum senyum dan memegang wajah anaknya


“Kita sudah lama gak ketemu ya? mama sangat kangen sama kamu!”


“Niel juga ma, tapi mama melarang Niel untuk datang ke Korsel, padahal untuk bertemu mama bisa ke Kanada. Niel bisa kirim tiketnya.”


“Rumah mama di Korsel Niel, kakek dan nenek mu di sana, mereka sudah berusia lanjut. Jadi sekarang mama pindah ke rumah mereka dan mengurus mereka”


“Tante Dasom dan Cho rong apa kabarnya?”


“Mereka sibuk dengan anak dan suami mereka, sedangkan mama kan tidak ada lagi yang mama urus. Jadi lebih baik mama mengurus nenek dan kakek mu!”


“Nenek dan Kakek, kabar mereka bagaimana?” Daniel melihat foto mereka dari ponsel mamanya


“Kakek sudah pikun, sedangkan nenek agak susah berjalan. Seminggu yang lalu mama memasukkan kakek ke rumah sakit untuk orang pikun, mama sering bingung mencari kakekmu kalau sudah hilang. Jadi sekarang di rumah tinggal mama dan Nenek.”


“Kalau mama kemari, Nenek sama siapa?”


“Kebetulan Tante Dasom berkunjung ke rumah, dia bilang akan tinggal selama beberapa waktu di rumah nenek. Ia juga yang menyuruhku untuk menemuimu di sini. Ia memberikan video pernikahan kalian dari Tante Byeol yang datang ke resepsi kalian!”


“Iya ma, Daniel inginnya mama yang datang, tetapi tante Byeol bilang, mama sedang sibuk tapi gak bilang sibuk apa.”


“Hmm...oh iya Niel, mama membawa kimchi lobak kesukaanmu!”


“Asyikk...wah..mama masih ingat!” Daniel membuka container berisi kimchi, lalu memakannya sedikit


“Wah...ini benar-benar kimchi yang asli!” Ia segera membawa kimchi itu ke dapur dan memberikannya kepada Rita


“Yang, coba ini deh!” ia menyuapkan sedikit Kimchi kepada istrinya


“Wow! Ini yang namanya kimchi?” Rita agak terkejut dengan rasanya


“Iya, ini kimchi asli korsel!” Daniel terus memakan kimchi tersebut, Rita segera keluar membawa beberapa cangkir teh dan roti buatannya


“Ma, cobain roti buatanku ya?”


“Ah, kamu repot-repot!” Bu Areum meminum teh manis buatan Rita


“Wow, ini teh apa?”


“Ini teh melati Ma, wangi ya?”


“hm..” Bu Areum sangat menyukai teh tersebut, ia meminumnya lagi sampai habis


“Sekarang coba rotinya ya?” Rita memberikan roti isi kacang hijau yang baru saja matang dari oven. Bu Areum memakannya, matanya terbelalak


“Wow! Enak sekali, apa ini di dalamnya ya?” ia melihat isi dalam roti itu yang masih hangat


“Itu isi kacang hijau ma, Rita membuka toko roti di dekat sini” Daniel membawa piring kecil berisi kimchi


“hmm..enak sekali.. selain cantik, kamu juga pandai membuat roti!” puji bu Areum. Rita tersipu, ia sangat menyukai pujian. Baru kali ini berkali-kali ia disebut cantik


“Mama malam ini menginap di sini ya?” tanya Daniel


“oh tidak, mama sudah menyewa tempat, mama itu datang bersama teman-teman mama. Mereka mau nonton konser idolanya. Jadi mama ikut mereka, selain biayanya lebih murah, mereka juga membantu mama menyewa penginapan”


“Kalau mama bilang mau datang, pasti Niel jemput!, Niel siapkan tempat tidur di sini!” ujar Niel wajahnya agak kecewa karena mamanya tidak akan bermalam di rumahnya


“Hmm..mama pikir gak enak ah, kalian kan masih pengantin baru, pasti ingin privasi. Mama gak mau mengganggu”

__ADS_1


“Gak ganggu kok ma, Rita sedang hamil 2 bulan, jadi kami belum boleh ngapa-ngapain!” ujar Daniel polos, Rita mencubit lengan suaminya gemas


“Ya Tuhan!!! Aku akan menjadi Nenek?” bu Areum memeluk Rita lalu mengusap perutnya


“Kamu jaga kandungannya dengan baik ya? kalau Niel jahil, pukul saja. Dia ini kadang-kadang nakal!”ujar bu Areum


“Iya ma jahil!” Rita mencubit pipi suaminya gemas


“Aduh!!!” erang Daniel, ia tersenyum melihat bu Areum yang sudah lama tidak bertemu.


“Ma, malam ini menginap di sini saja, kasihan Daniel ingin ngobrol sama mama lebih lama!” bujuk Rita


“Iya Ma, teman-teman mama pasti gak ngeh deh, mama sudah kembali apa belum” Daniel ikut membujuk mamanya


“hmm..apartemen ini memang luas, tetapi hanya ada satu kamar kan?” ujar mamanya, ia bingung harus tidur di mana


“Di sofa ini saja ma!, nyaman kok. Ini bisa dilebarkan jadi bed. Kami sering tidur di sini kalau malas ke kamar”


“Tapi mama tidak membawa baju ganti”


“Gak apa-apa ma, pakai baju tidur Rita saja! Dia banyak kok baju lebar” ujar Daniel segera. Rita juga mengangguk


“hmm...baiklah kalau tidak mengganggu kalian!”


“yess!!!” Daniel bersorak kegirangan


Hari menjelang malam,bu Areum membantu Rita menyiapkan makan malam


“Bagaimana kalian bisa bertemu? Apa kalian dipertemukan oleh kedua kakekmu?” tanya bu Areum sambil mengaduk sop daging


“Enggak ma, kami bertemu waktu Rita magang di perusahaan tempat Daniel bekerja.”


“Tempat Daniel bekerja? Itu perusahaan kakekmu kan?” bu Areum mencoba kuah sopnya


“Iya betul ma, waktu itu Rita disuruh bekerja untuk mengisi liburan sekolah” Rita sengaja tidak menceritakan hukuman bekerja dari kakeknya


“Bagaimana kabar kakek-kakek mu?”


“Alhamdulillah Ma, mereka sangat baik. Mereka sangat mengingat Daniel dengan baik”


“Tentu saja!, dulu Daniel selalu membantu ayahnya untuk menemani kedua kakekmu, saking senangnya kakekmu pada Daniel dia bilang mau dijodohkan dengan cucunya, gak tahunya beliau gak omong kosong ya?” ujar bu Areum, ia duduk di meja makan menemani Rita.


“hmm...ma, maaf boleh gak Rita tanya?”


“Tanya apa?”


“Sebenarnya apa yang membuat Daniel harus keluar dari Korsel?” tanya Rita penasaran


“Niel gak pernah cerita ke kamu?” tanya bu Aruem heran, Rita menggeleng


“Dia bilang mau melupakan masa lalu, sudah banyak yang lupa katanya”


“Iya sih, masa itu masa paling kelam bagi keluarga kami. Nielnya mana?”


“Sholat?”


“itu ,berdoa di mesjid!”


“Ohh..” Bu Areum mengangguk, kemudian ia mulai bercerita


“Waktu itu, kami bertetangga dengan seorang gadis bernama Dalrae. Dia seusia dengan Daniel, mereka bahkan satu sekolah dan satu kelas di SD dan SMP. Mereka sangat dekat, seperti kakak dan adik.”


“Apa mereka pacaran ma?” tiba-tiba Rita memotong cerita ibu mertuanya


“Entahlah, menurut mama mereka masih anak-anak, apa Daniel menyukai Dalrae atau sebaliknya. Niel gak pernah cerita.”


“Daniel sangat tertutup ya?” tanya Rita


“Iya, dia itu orang yang memendam sendiri masalahnya, mama sering takut kalau dia menyalurkan kemarahannya di tempat yang salah. Tapi syukurlah, anak itu sangat kreatif, dia salurkan bakatnya melalui menggambar dan menari. Tadinya mama suruh ia ikut menjadi trainee boy band, wajah dan tubuhnya lumayan bagus. Oh iya Daniel juga banyak disukai murid wanita di sekolahnya.”


“Oh ya ma?” Ada sedikit rasa cemburu dalam hati Rita


“Iya, kadang cewek-cewek yang menyukainya datang ke rumah makan mama selain untuk makan juga memberi banyak barang untuk Niel.”


“Apa ada yang Niel taksir dari mereka ma?” tanya Rita penasaran


“Kayaknya enggak ada, ia hanya menerima mereka dengan ramah, sepertinya ia tidak membalas perasaan mereka. Wajahnya berusaha ramah, tetapi tetap datar”


“Hmm..aku tahu !” gumam Rita, ia mengingat awal kali mengenal suaminya


“Lalu ma?”


“Suatu hari Daniel membawa Dalrae ke rumah kami, baju sekolah dan roknya agak sobek, kakinya luka-luka. Aku menanyakan apa yang terjadi. Daniel menceritakan kalau Dalrae diserang sekelompok anak lelaki yang hendak memperkosanya. Syukurlah Daniel tiba di sana tepat waktu hingga Dalrae berhasil diselamatkan”


“hmm” Rita mendengarkan dengan serius


“Tak berapa lama, datang dua orang dari kepolisian, mereka menjemput Niel, tuduhannya telah melakukan penyerangan terhadap sekelompok anak-anak. “


“Ih jahat sekali!”.


“Tentunya kami tidak terima, papanya Niel menemaninya di kepolisian. Ternyata di sana telah banyak para orang tua dari anak-anak tersebut. Mereka memfitnah Niel. Syukurlah Niel memberikan bukti CCTV dari rumah sekitar sebelum polisi menghapus bukti tersebut”


“Bagaimana Niel bisa mendapatkan rekaman CCTV itu?”


“Ternyata beberapa penghuni rumah di sekitar TKP itu anak-anak perempuan yang sering datang ke warung kami untuk makan. Dengan senang hati mereka membantu Niel”


“Alhamdulillah, syukurlah!” Rita bernafas lega


“Orang tua Dalrae menuntut mereka atas perbuatan anak-anak mereka terhadap Dalrae. Tapi mereka memutarbalikkan fakta. Mereka bilang Dalrae menggoda mereka lebih dulu. Bahkan salah satu anak tersebut menunjukkan video pengakuan suka Dalrae pada salah satu dari mereka”

__ADS_1


“Kasihan sekali Dalrae”


“Dalrae sangat depresi, ia memang mengakui menyukai salah satu dari mereka, tetapi ia ditolak. Karenanya ia sangat kaget karena diserang oleh gangnya cowok yang menolaknya itu”


“Pasti ia sangat heran!”


“Setelah diselidiki, ternyata Dalrae ditolak karena temannya yang lain juga menyukai Dalrae. Mereka memutuskan untuk membagi Dalrae agar tidak menjadi rebutan”


“Kurang ajar! Lalu ma?” Rita terlihat sangat kesal


“Daniel menghajar mereka yang melukai Dalrae, beberapa diantaranya sampai tangannya retak”


“Karena itu Daniel dijemput polisi?”


“Betul!, Papanya berusaha mengeluarkan Daniel dari masalah tersebut, tapi polisi bilang kasus Daniel dan Dalrae itu berbeda. Daniel terbukti melukai orang dan salah seorang anak yang ia lukai itu anak seorang pejabat tinggi di Korsel. Kami dibuat bulan-bulanan oleh media di sana, Daniel dianggap sebagai anak pembuat onar yang pantas mendapatkan hukuman berat” bu Areum menceritakan dengan suara bergetar


“Aduh...bagaimana dong ma?” Rita menjadi panik


“Tapi Daniel tidak menghiraukan dirinya, ia hanya memikirkan Dalrae. Ia sempat ditahan selama beberapa hari di tahanan polisi kemudian ia mendengar Dalrae bunuh diri. Aku melihat ia sangat terpukul. Kini tinggal dirinya yang akan disidang. Aku meminta kedua kakekmu untuk menolong Daniel keluar dari Korea.”


“Bagaimana kakekku menolong Daniel?”


“Mereka membayar seseorang untuk menggantikannya di penjara, sedangkan Daniel dibawa pergi ke Kanada oleh kenalan pak Sugiyono”


“Menggantikan? Apa gak ketahuan?”


“Tentu dong!, yang penting Daniel sudah keluar dari Korsel. Aku melarangnya datang ke Korsel. Aku juga tidak menghubunginya secara langsung kecuali melalui sepupuku Byeol yang tinggal di Kanada. “


“Lalu orang yang menggantikan Daniel bagaimana ma?”


“Seingat mama, ia dihukum 8 bulan, karena korbannya hanya mengalami retak tulang saja”


“tapi ma, kalau hanya selama itu hukumannya, kenapa Daniel harus dikeluarkan dari Korsel?”


“Karena seseorang disana mengancam akan membunuh Daniel, seperti mereka membuat Dalrae seolah-olah bunuh diri”


“Ya Tuhan kejam sekali!” Rita meneteskan air mata


“Pada saat pemberitaan media yang berlebihan, membuat banyak klien papanya memutuskan kontrak. Beberapa bulan kemudian ia menutup usahanya. Ia menjadi pemabuk. Aku berjanji pada Daniel untuk menjaga diriku, akhirnya aku mengajukan perceraian. Aku mengadakan upacara pemakaman untuknya ketika ia meninggal” Bu Areum menyeruput tehnya


“Mama sangat suka teh itu ya?” tanya Rita, Mertuanya mengangguk


“Teh ini wangi sekali, menghirup ini rasanya menentramkan” ujarnya tersenyum


“Ma, aku ingin tahu lebih jauh tentang suamiku, mama bisa bantu aku kan?” ujar Rita tersenyum sambil memegang tangan mertuanya


“ehh....” belum selesai bu Areum menjawab, Daniel telah tiba di apartemen mereka


“Assalammu’alaikum!”


“Wa’alaikummussalam!” Rita berlari menyambut suaminya


“Wah, masak apa nih, kayaknya enak?” Daniel memberikan sejadah dan sarungnya kepada Rita


“Sop daging Niel, kamu pasti sudah lama gak makan masakan Korea kan?” ujar bu Areum


Mereka makan dengan tenang. Setelah makan malam, mereka berkumpul di depan tv. Rita terlihat sudah sangat mengantuk


“Rita, kalau sudah ngantuk, tidur saja! Mama belum ngantuk!” ujar bu Areum, Rita melihat ke arah suaminya Daniel mengangguk


“Aku tidur duluan ya Ma, selamat malam!” Rita meninggalkan mereka berdua di ruang tamu


“Niel, perlakukan istrimu dengan baik ya?”


“InsyaAllah Ma, oh iya aku berencana membawa mama tinggal bersama kami di Auckland, New Zealand”


“Hmm..mama masih ada kakek dan nenekmu Niel!, mama tidak bisa meninggalkan mereka. Mama sangat bangga padamu. Kamu berjuang sendiri di negeri orang, mama dengar kamu sudah jadi orang penting di perusahaan?”


“Alhamdulillah ma, karena doa mama, Niel jadi seperti ini” Daniel menyenderkan kepalanya di pangkuan mamanya. Ia sangat kangen. Bu Areum mengusap kepala anak semata wayangnya.


“Sebentar lagi kamu jadi seorang ayah, kamu harus jadi contoh yang baik untuk anakmu!, papamu mungkin bukan contoh yang baik untuk mu, tetapi kamu bisa ambil sifat-sifat baik darinya”


“Oh ya misalnya apa?” Daniel bangkit dari pangkuan ibunya


“Misalnya, papamu itu tidak pernah menyembunyikan apapun dari mama. Ketika ia tidak sedang mabuk. Ia sangat penyayang. Dan papamu itu tidak pernah menahan semua masalahnya sendiri. Pasti ia diskusikan dengan mama. Niel, rumah tangga itu kerjasama tim. Kamu lelaki memang pemimpin, tetapi kamu tidak boleh semena-mena pada yang kamu pimpin. Kalau kamu ada masalah yang membuatmu tertekan, cobalah diskusikan dengan istrimu, mama yakin dia akan sangat membantumu”


“Itulah ma, Niel selalu takut curhat kerjaan sama Rita, nanti ia akan bilang ke pak Darmawan. Akhirnya pak Darmawan akan memudahkan semuanya!”


“Berarti kamu belum percaya sepenuhnya pada istrimu. Kasihan dia, tidak dianggap sama kamu”


“Tapi ma, selain masalah kerjaan, Niel pasti curhat sama dia”


“Iya betul, tapi sebagian waktumu untuk bekerja kan? Pasti masalah kantor yang membebanimu lebih banyak. Mama lihat, istrimu itu instingnya sangat tajam, ia juga sangat perhatian. Mama yakin ia akan lebih sayang sama kamu kalau kamu menjadi orang yang sedikit terbuka padanya.” Bu Areum mengusap pipi anaknya dengan sayang


“Baiklah ma, akan Niel coba!”


“Oh iya, besok kamu ngantor kan? Sudah tidur sana! Mama juga sudah mengantuk!”


“Mama besok kembali ke penginapan jam berapa?”


“Kenapa?”


“Niel mau mengantar mama sampai ke bandara, please ma. Jangan tolak Niel!” Daniel menatap mata mamanya


“Baiklah!, sekarang kamu tidur deh!”


“Selamat Malam Ma!” Niel mencium kepala mamanya


“Selamat malam!”

__ADS_1


Daniel melihat istrinya yang sudah pulas tertidur, seperti biasa, ia mengecup pipi istrinya. Mematikan lampu kemudian tidur.


_bersambung_


__ADS_2