
Malam resepsi yang telah ditunggu telah tiba, Ratna dan Rita bersiap untuk menghadiri resepsi pernikahan.
“Kamu mau pakai gaun itu?” tanya Ratna, ia melihat gaun putih gading yang sebelumnya Rita pakai pada acara perkenalan keluarga
“Iya ma, bagus kan?”
“Ada gaun yang lain?” Ratna mencari gaun lain di koper Rita
“Rita membawa dua gaun putih dan hijau ini!”
“Hmm...” Ratna melihat gaun hijau berbahan satin
“Bagus sih, tetapi gaun ini kurang megah, kita ini diundang sama kerabat kerajaan, jadi harus memakai pakaian yang mewah”
“Ribet ma, Daniel sudah menunggu di luar!” jawab Rita tidak sabar, Ratna keluar menemui Daniel, beberapa saat kemudian ia kembali ke kamarnya
“Daniel akan berangkat lebih dulu, kita bertemu di pesta!”
“Tapi ma!”
“Kamu itu, hanya sebentar delay untuk ketemu Daniel saja sampai sebegitunya” hardik Ratna, Rita terdiam, ia bingung karena mamanya sibuk membuka koper yang ia bawa
“Rit, kamu pakai ini ya, kebaya modern desain terbaru mama, kemarin belum sempat dipamerkan!” Ratna menunjukkan kebaya berbahan brukat dengan kainnya
“Apa gak kepanjangan ma?” Rita menempelkan kainnya ke tubuhnya
“Kamu kan lumayan tinggi, Rita!”
“Apa pakaian ini gak terlalu mewah ma? Acara inikan internasional!”
“Justru itu Rit, ini waktunya menunjukkan identitas pakaian tradisional kita, jangan mau kalah sama orang India!, kamu masa gak merhatiin kalau orang India menghadiri acara apapun, wanitanya selalu memakai sari. Nah terinspirasi hal itu, makanya mama membuat kebaya ini!”
“Aku harus disanggul ma?”
“Sanggul modern saja, sini mama tata dulu rambut mu” Ratna menarik Rita untuk duduk di depan meja Rias, kemudian ia sibuk menata rambut dan riasan wajah anak perempuan semata wayangnya, kemudian ia tersenyum puas
“Mama sangat bahagia sekali Rit, sudah lama mama ingin seperti ini mendandani anak perempuan mama!”
Rita melihat pantulan wajahnya di cermin, ia sangat takjub, ia menjelma menjadi seseorang yang lain dengan riasan wajah yang apik
“Mama pintar merias “ ia bertepuk tangan mengagumi karya mamanya
“Mama dulu les MUA Rit, kalau teman-teman mama sibuk dugem, mama sibuk kursus. Kursus jahit, merias, banyak deh!”
“Untuk apa ma? Kakek kan orang kaya? Cukup menyuruh orang kan?”
“Iya, yang kaya itu kakek, mama kan enggak, lagi pula dulu mama gampang bosan, sayang masa muda mama dipakai untuk hang out gak karuan, jadi lebih baik mama manfaatin uang jajan mama untuk kursus, hasilnya lumayan kan?”
“Bukan lumayan lagi ma, tapi lebih dari lumayan.”
“Kamunya juga cantik Rit, makanya riasannya gak perlu terlalu wah, sudah nih pakai bajunya, giliran mama mau merias diri!”
Rita berganti pakaian, ia mengenakan kebaya brokat panjang berwarna hijau, dengan rambut bersanggul seperti sanggul wanita Bali. Ratna terpana melihat Rita yang telah berganti pakaian
“Wahh...anak mama sudah dewasa dan cantik!” pujinya, tanpa terasa air matanya menetes
“Mama jangan nangis, riasannya rusak deh!” Rita menghapus air mata mamanya
“Mama sangat menyesal kita berpisah selama 9 tahun, tapi kita tidak bisa memutar waktu, yang terbaik kita menghabisan waktu di masa depan bersama ya Rit!”
Rita mengangguk setuju. Satu setengah jam kemudian ibu dan anak itu telah selesai berdandan, bertepatan dengan suara ketukan pintu kamar
“Yaa sebentar!” Rita membuka kan pintu, Daniel menjemputnya di depan pintu kamar, ia tampak terpana dengan penampilan Rita . Daniel menatap Rita tanpa berkedip, sementara Rita mengatakan sesuatu yang ia sama sekali tidak mendengarnya
“Ayo masuk dulu, sebentar lagi kami siap!” ujar Rita, tapi Daniel tidak merespon
“Hey! Kamu masih hidup kan?” tanya Rita melambaikan tangannya ke wajah Daniel, yang akhirnya tersadar
“Eh iya, kamu cantik sekali Rita!” pujinya takjub
“Alhamdulillah, terima kasih!” Rita tersenyum
Daniel mengenakan pakaian kebaya pria berwarna sama dengan Rita, sementara Andi mengenakan kebaya pria berwarna sama dengan Ratna, mereka berempat menaiki mobil yang telah disediakan panitia. Sepanjang perjalanan, Daniel tak hentinya memandang Rita, hatinya berdetak kencang. Sesampainya di pesta yang megah dan mewah, kedua pasangan mendapat perhatian dari para tamu dengan pakaian mereka yang khas. Rita CS mendatangi pengantin dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Betapa kagetnya Ratna mengenali pengantin wanita
“Alena!” panggilnya terkejut, Alena tersenyum manis, kemudian memeluk Ratna
“Aku senang bertemu lagi dengan Anda Ratna Sugiyono, Kalian berdua cantik sekali!” pujinya
“Terima kasih, aku turut berbahagia Alena!”
“Terima kasih, Aku juga!” jawab Alena, mereka bercakap singkat
Sementara Rita dan Daniel menyelamati Charles
“Selamat berbahagia ya Pak!” ujar Rita
Charles tersenyum kemudian mencium tangan Alena,
“Daniel Aku sudah menemukan belahan jiwaku, giliran kamu kan?” ia tersenyum memberi isyarat mata ke arah Rita, Daniel hanya tersenyum
Acara berjalan meriah, iringan musik romantis. Daniel mengajak Rita untuk berdansa. Keduanya berdansa tanpa menghiraukan banyak mata menatap iri kepada keduanya
Zasha melihat adegan dansa Daniel dengan Rita, mereka berdua tampak bahagia, timbul perasaan iri dalam hatinya. Angela mendekati Zasha yang memperhatikan Daniel dari kejauhan
“Rupanya Dia yang membuat Daniel tergila-gila” ujar Angela memanasi
“Yah mereka tampak serasi!”
“Hmm..kamu jangan menyerah!”
“Huh?”
“Wanita itu masih di bawah umur! Usianya baru 17 tahun!”
“Hah? Benarkah? Bagaimana ..Daniel?” ujar Zasha terkejut
“Ia tampak dewasa bukan? Itu ibunya!, ia salah satu desainer yang sedang naik daun. Paris Fashion Week kemarin banyak orang mengagumi karyanya!”
“Oya? Kog kamu bisa tahu?”
“Suamiku wartawan, dengan mudah ia mendapatkan info”
“Hmm...wanita itu eh bocah itu, apa yang kamu tahu tentang dia?”
“Dia cucu perempuan pemilik perusahaan Dar.Co”
“Hah? Perusahaan besar itu?”
__ADS_1
“iya, beliau punya dua cucu, sepasang. Nah yang lelaki sedang berdansa dengan ibunya.”
“Berapa usianya?”
“ Sekitar 20 tahun!, kenapa kamu mau mendekatinya?”
“Terlalu muda untukku!”
“Tidak ada yang terlalu muda, Lihat Daniel, betapa bahagianya ia dengan pacar bayinya!. Kamu bisa mendekati kakaknya! Dia juga lumayan tampan, walau tak setampan Daniel!”
Zasha memperhatikan Andi dari kejauhan, ia memikirkan cara untuk mendekatinya. Suatu ketika Andi baru kembali dari toilet, tanpa sengaja ia menubruk Zasha hingga ia terjatuh
“Ah maafkan saya!” Andi membantu Zasha berdiri
“Maaf, saya tidak sengaja!” ujar Zasha
“Saya yang menubruk Anda lebih dulu, mari saya antar ke meja Anda!” ujar Andi ramah
Zasha menurut, ia sengaja merapatkan tubuhnya ke Andi, ia berusaha mencium wangi parfum yang dipakai Andi
“Hmm...wangi ini...” ia mulai berpikir untuk memulai percakapan dengan Andi
“Apa Anda menyukai olah raga?” tanyanya
“Oh tidak”
“Benarkah? Parfum Anda mengatakan demikian?”
“ohh.. parfum ini hadiah ulangtahun dari adikku. Itu yang sedang berdansa. Ia yang suka berolah raga”
“Oo begitu, maaf saya salah”
“Tidak apa? oh ya Saya Andi”
“Zasha!”
“Zasha, anda dari Rusia?”
“Iya betul!, Anda tahu?”
“Nama dari Rusia sangat unik”
“Iya betul, bagaimana dengan Andi. Dari mana anda berasal?”
“Aku lahir di Indonesia, nama Andi itu dari Indonesia, walaupun banyak juga orang Amerika atau Inggris menggunakan nama itu”
“Ohh, Indonesia?”
“Anda tahu?”
“Aku ingat, perusahaan tempat aku bekerja mengembangkan pasarnya ke negara Asia Tenggara. Indonesia salah satunya, penduduk terbanyak di kawasan itu, sudah pasti pasar yang menjanjikan bukan?”
“Ahh..iya tentu saja, boleh tahu perusahaan Anda apa ya?”
“Oh, saya tenaga kontrak dari perusahaan parfum MJ” Zasha memberikan kartu namanya
“Perfume expert, profesi Anda unik sekali!”
“Terima kasih, saya sudah 5 tahun menjalani profesi ini”
“Terima kasih, saya bisa mengira-ira kepribadian seseorang melalui parfumnya” ujar Zasha bangga
“Benarkah? Seberapa akurat?”
“Sekitar 80-90%”
“hmm...lumayan!”
“seharusnya 100%, tapi aku gak mau sombong, karena kesalahan 10% itu, biasanya orang memakai parfum hadiah” ujar Zasha
Andi tertawa lepas, ia tahu sindiran Zasha pada dirinya
“Bagaimana dengan Anda?” tanya Zasha
“Aku masih kuliah, mengambil jurusan manajemen bisnis, dan elektronika”
“Itu dua hal yang berbeda bukan?”
“Betul, aku mengambil kedua jurusan itu, karena aku tidak bisa memilih yang paling penting dari keduanya, jadi aku ambil keduanya!”
“Anda pasti sangat pandai!” puji Zasha
Andi hanya tersenyum, kemudian ia mengambilkan air soda untuk dirinya dan Zasha
“Terima kasih, apa aku tidak menahanmu di sini?” tanya Zasha
“Ah tidak, Anda cukup asyik diajak bicara, aku tidak tahan berada diantara 2 orang yang sedang kasmaran, sementara ibuku sibuk mempromosikan pakaian yang kami kenakan ini”
“Dua orang yang kasmaran? Siapa?” tanya Zasha berpura-pura
“Itu, pasangan yang sejak tadi melantai, dia adikku dan pacarnya”
“Ooo, dia adikmu, ia sungguh sangat beruntung!”
“Benarkah?”
“Tentu saja, prianya sangat tampan!”
“Yeah, Daniel memang tampan!, tapi adikku juga sangat cantik bukan?”
“Anda sangat mengagumi adik Anda?”
Andi hanya tersenyum menjawab pertanyaan Zasha
“Adik Anda masih sangat muda, pasti Anda juga ya?”
“Kami berpaut 2 tahun, aku 19 tahun!”
“YA Tuhan!!! Maafkan aku! Anda masih sangat muda, aku jadi minder!” ujar Zasha, ia berpura-pura baru mengetahui usia Andi yang sebenarnya
“Oh jangann!!!, Justru aku merasa tidak enak, mungkin sudah bersikap tidak pantas pada Anda!” ujar Andi
“Sama sekali tidak!, justru Anda sangat sopan dan dewasa.”
“Terima kasih, maaf Zasha, sepertinya ibuku membutuhkanku, senang berbicara dengan Anda!” Andi mencium tangan Zasha dengan sopan. Kemudian ia menghampiri Ratna. Mereka berempat bersama tamu lainnya berjalan menuju ke ruang utama untuk makan malam. Sementara Zasha tetap di mejanya, ia mengisyaratkan waiter untuk memberikannya champagne
“apa terlalu awal untuk merayakan?” tanya Angela tiba-tiba, ia memperhatikan Zasha dan Andi sejak lama
__ADS_1
“Hmm...bukan merayakan, tetapi lebih ke perayaan patah hati”
“Patah hati?”
“Anak itu 19 tahun, dan ia sangat menyukai adik perempuannya!”
“Gawat dong!”
“Bukan menyukai seperti itu, ya lebih melindungi!”
“Lalu kenapa kamu patah hati?”
“Sepertinya kecil kemungkinan Aku bisa akrab dengannya, mengingat usia kami yang terpaut jauh!”
“Tapi Daniel dan anak itu? Tidak ada yang protes kan?”
“Masyarakat kita terbiasa dengan lelaki yang lebih tua dari wanita, tapi tidak terbiasa dengan wanita yang pasangannya jauh kebih muda. Bisa-bisa aku dituduh tante-tente mesum!”
“Hushh!!! Kamu masih 27 tahun, belum tante-tante. Lupakan anak itu, lupakan Daniel, aku akan mengenalkanmu dengan pria lain yang masih single” Angela merangkul sahabatnya dengan sayang
“Menurutmu, jika aku lebih muda atau anak itu sedikit lebih tua, kami akan bersama?” tanya Zasha sedih
“Mungkin!, Maafkan aku, seharusnya aku tidak membuatmu bersedih!”
“Tak apa, kamu benar, mama menelpon. Ia melihat Anton menggandeng wanita lain. Ia memarahinya, kemudian Anton bilang kami sudah putus. Mama marah, ia kecewa padaku” Zasha meneteskan air mata
Angela mengusap lengannya untuk menenangkan
“Kamu akan bertemu dengan orang baik lainnya, percayalah!”
Zasha melihat Angela dan memeluknya erat.
Sementara di ruang makan
“Andi, tadi siapa wanita cantik itu?” tanya Ratna
“ohh, itu Zasha.”
“Zasha?”
“Ia ahli parfum lho!”
“Benarkah? Wah itu profesi unik!”
“Benarkan ma? Andi bilang juga begitu.”
“Kalau begitu kenalkan dia sama mama!”
“Kenapa?”
“Mama pengen kenal saja, siapa tahu dia bisa membantu mama membuka bisnis parfum!”
“wow, mama, dimanapun berada otak bisnisnya jalan!” puji Andi
“tentu saja, Kamu tahu gak, mama sudah mendapat beberapa calon pelanggan. Mereka tertarik dengan pakaian yang Rita pakai,..wahh..seharusnya mama ajak Rita saja jadi model pakaian mama, jadi gak usah menyewa model-model yang badannya cungkring!”
“Cungkring?”
“Iya, kurus banget, mama sampai ngilu melihat tulang-tulang mereka. Bukannya sudah ada ketentuan minimal BB model ya?”
“Ma, dari tadi Daniel gak lepas menatap Rita terus, itu aman gak ya?”
“hmm...betul juga, supaya gak terjadi apa-apa, sebaiknya nanti kamu mendekati Daniel, pisahkan dari Rita. Mama takut, Rita itu seperti bunga yang sedang berkembang, banyak kumbang yang mengincar atau bahkan lelaki yang ingin memetiknya. Wahh bisa bahaya!”
“Mama sih mendandani terlalu cantik, jadi bikin repot Andi!”
“itulah fungsi Abang,Di!”
“Abang? Abang becak kali!” Ratna dan Andi terkikik dengan jokes Andi, sementara Daniel terlihat sangat kasmaran dengan Rita. Ia melayani Rita layaknya putri kerajaan
“Sudahlah Daniel, aku bisa memotongnya sendiri!” ujar Rita, Daniel mengambil piringnya dan memotongkan steak untuknya
“Aku ingin melakukannya!” ujarnya, kemudian ia mengembalikan piring dengan steak yang sudah terpotong . Rita memakannya dengan lahap. Daniel menuangkan air putih dan soda untuk Rita dan dirinya
“terima kasih!, Aku tidak minum anggur ya?”
“Iya aku tahu, itu mengandung alkohol kan?”
“Kamu minum anggur Niel?” tanya Rita
“Aku tidak minum alkohol sejak dulu, belajar dari pengalaman ayahku. Lagi pula alkohol itu haram!” ujarnya tertawa. Rita juga tertawa menimpali
“Aku juga sudah tidak makan pork, minum beer, pokoknya semua yang dilarang deh!”
“Dilarang?”
“Iya dilarang agama!”
“Hah?”
“Aku kan sudah bilang akan mendalami agamamu, jadi aku sudah melakukannya beberapa bulan ini”
“Oo begitu!” Rita mengangguk
Acara berakhir pukul 11 malam. Mereka kembali ke hotel dengan mobil yang disediakan tuan rumah
“Daniel, maaf aku ada perlu dengan Rita malam ini, kalian bicaranya besok lagi ya?” ujar Ratna
“Baik Bu!” Daniel mengerti kekhawatiran Ratna, ia pun kembali ke kamarnya bersama Andi
Setelah berganti pakaian dang bebersih, Daniel merebahkan tubuhnya di ranjangnya yang nyaman
“Ah nyaman sekali” ia melihat Andi yang belum berganti pakaian
“Kamu belum berganti pakaian?”
“Iya sebentar lagi, aku lagi membalas pesan-pesan dari teman kuliahku!”
“Oooh...Andi, menurutmu bagaimana jika aku melamar Rita?” ujar Daniel tiba-tiba
“Melamar maksudmu?” tanya Andi berpura-pura bingung
“Yaa, melamar. Aku ingin Rita menjadi istriku!” ujar Daniel, lalu ia pun terlelap
Andi terdiam mendengar ucapan Daniel, ia menghentikan kegiatannya
_ bersambung_
__ADS_1