Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 120: Ibu dan Anak


__ADS_3

“Iya aku tahu. Hari ini seharusnya aku menikah!” ujar wanita itu


“Oh ya?“


“Aku pergi pagi-pagi sekali tadi, aku pikir sempat untuk mendapat penerbangan awal”


“Apa Anda terpaksa menikah dengannya?” tanya Ratna bingung, wanita itu menggeleng


“Lalu mengapa Anda pergi meninggalkan pernikahan Anda?”


“Aku ragu akan bahagia dengannya, aku mendengar banyak pernikahan yang gagal, bahkan yang dulu menjadi pasangan kini menjadi musuh”


“Menjelang pernikahan memang selalu ada godaan seperti itu, tetapi jika kalian tulus mencintai, biasanya kalian akan bisa melewati rintangan itu.”


“Mencintai? Kami baru dekat 3 bulan yang lalu. Ia kakak kelas di SMA, dia bilang dulu ia tertarik padaku dan selalu memperhatikanku setiap aku dan tim cheerleaderku tampil. Setelah lulus sekolah kami tidak bertemu . Lima bulan yang lalu Ia dan temannya sedang reuni di salah satu cafe, kebetulan aku menggantikan temanku yang sakit untuk membantunya di cafe itu dan Ia mengenaliku. Aku sangat terkejut, sudah 20 tahun lebih dan ia masih mengenaliku.”


“Mungkin itu jodoh?”


“Waktu itu aku sudah memiliki tunangan, kami berencana menikah tahun depan. Suatu hari Aku memergokinya keluar dari hotel bersama wanita lain. Ia mengakui hubungannya, tunanganku bilang ia tidak bisa terikat hanya dengan satu wanita. Aku sangat sedih, cintaku padanya tidak berarti apa-apa. Di saat aku bersedih, Lucas menghubungiku. Ia bilang ia berada di cafe tempat kami bertemu dulu. Aku tidak ingin berlama-lama menangisi tunangan bejatku, jadi aku menemui Lucas. Kami ngobrol lama sekali, sampai tidak terasa cafe harus buka selama 24 jam. Ternyata Lucas sengaja membeli cafe itu, agar bisa bertemu dengan ku” Wanita itu tersenyum


“Wow, Anda sangat beruntung!”


“Benarkah?” ujarnya bingung


“Tentu saja, ia membeli cafe tempat kamu bekerja supaya bisa dekat denganmu, itu berarti dia sangat menyukaimu!”


“Lucas sangat kaku, tetapi ada kalanya ia sangat kikuk, itu membuatnya terlihat lucu” wanita itu tersenyum jika mengingat calon suaminya


“Wajah Anda terlihat bersinar ketika membicarakan calon suamimu, itu artinya Anda telah jatuh hati padanya!”


“Benarkah?” Wanita itu memegang wajahnya


“ Aku beri saran, yah ini pengalamanku yang sudah 2x menikah”


“Oh ya? Anda terlihat masih muda”


“Terima kasih, suami pertamaku meninggal dunia karena sakit, kami dikaruniai sepasang anak lelaki dan perempuan. Ketika anak lelakiku berusia setahun, aku menikah lagi dengan sahabat suamiku. Dulu aku naksir padanya, kami menikah, kemudian bercerai 9 tahun kemudian”


“Apakah Anda menyesal menikah dengan suami kedua dan mengalami kegagalan?”


“Tidak, bagaimanapun juga, dulu aku sangat menyukainya, aku menggantungkan hidupku padanya, tapi kemudian aku sadar dia memiliki cinta yang tidak bisa tergantikan.” Cerita Ratna


“Oya? Bagaimana Anda tahu?”


“Ia sendiri yang mengakuinya, dan dia yang menceraikanku. Awalnya aku sangat sedih, tapi kemudian aku menyadari kebersamaanku dengannya hanya 9 tahun, tidak lebih. “


“Apa Anda masih menghubunginya?”


“Tentu tidak, aku tidak mau tinggal di masa lalu, walaupun itu masa bahagia, tetapi sekarang bukan lagi milikku. Aku sibuk dengan pekerjaanku, Aku bersyukur diberikan kesehatan sehingga bisa membesarkan anak-anakku yang beranjak dewasa”


“Tetapi bagaimana dengan mantan Anda, apa masih menghubungi Anda?”


“Setahun yang lalu kami sempat bertukar kabar, itu karena anak keduaku berada dalam asuhannya”


“Hah? Kog bisa?”


“Ya, memang sulit dipercaya, tapi itulah yang terjadi. Kami sempat dekat lagi, tetapi sifatnya tetap masih seperti dulu. Aku tidak ingin terperosok di lubang yang sama. Jadi aku menjaga jarak darinya” cerita Ratna


“Sebenarnya mantan tunanganku menghubungiku, ia minta maaf dan memohon kepadaku untuk kembali mau kepadanya” wanita itu menunjukkan pesan di ponselnya


“Karena pesan ini Anda akan meninggalkan calon suami Anda?” tanya Ratna heran


“Aku berniat menolak tunanganku itu di depannya langsung, Aku berniat menghajarnya karena ia membuatku ragu akan pernikahanku sendiri. Aku berniat...” wanita itu menghentikan ucapannya, air matanya berlinang


“Anda sangat membencinya ya?” tanya Ratna, Wanita itu mengangguk


“Aku sangat membencinya, bahkan aku berniat membunuhnya!” ujar wanita itu lagi


Ratna menghela nafas, dan menatap wanita itu dalam-dalam


“Dengarkan aku Dik!, Jangan sia-siakan hidupmu mengejar pria macam dia. Membunuhnya tidak akan menyembuhkan luka hatimu. Balas dendam terbaik itu, tunjukan padanya, kamu lebih bahagia darinya. Kamu mendapatkan orang yang tulus sayang padamu. Itu yang paling penting, dibandingkan kamu harus tinggal dipenjara untuk membunuh sampah macam mantan tunanganmu itu!” ujar Ratna tegas


“Bagaimana jika aku tidak bahagia bersama Lucas? Aku baru mengenalnya 3 bulan?”


“Waktu kalian akan lebih banyak untuk saling mengenal dalam pernikahan, apa selama ini Lucas pernah kasar padamu?”


“Tidak pernah!”


“Apa ia pernah memukulmu jika kalian bertengkar?”


“Sama sekali tidak pernah!”


“Dulu mertuaku bilang, lelaki jika ia berani selingkuh atau memukul, atau melakukan keduanya, itu berarti ia melakukannya dengan niat, kalau ada lelaki tidak melakukan hal tersebut, kamu bisa mengambil resiko untuk belajar mencintainya”


“Belajar mencintai? Apa aku bisa?” tanyanya ragu


“Kamu tidak akan pernah tahu kalau tidak mencobanya kan?” ujar Ratna tersenyum


“Apakah Lucas akan menerimaku kembali?” ujarnya ketakutan


“Anda bilang, Anda keluar diam-diam mungkin mereka tidak menyadari kalau Anda tidak ada?”


Wanita itu tersenyum menggeleng


“Tidak mungkin, Charles dikelilingi orang-orang yang sayang padanya, Aku ragu mereka tidak menyadari aku pergi”


“Apalagi itu, kalau orang penyayang biasanya ia akan menarik juga orang yang sifatnya sama dengannya”

__ADS_1


“Apa Anda yakin? Apa aku orang seperti itu?” ujar wanita itu


“Seperti yang aku bilang, Anda harus mencobanya dulu sebelum bilang tidak “ ujar Ratna tersenyum


“Kita sudah berbicara lama, maaf namamu siapa?” tanyanya


“Aku Ratna Sugiyono”


“ Ratna Sugiyono, Aku Alena Aleksandra!” Alena mengulurkan tangannya


“Alena Aleksandra, nama yang cantik dan bagus”


“Terima kasih, Ratna juga nama yang unik bukan?”


“Aku orang Indonesia”


“Oh, Indonesia, itu Bali ?”


“Betul!, Ada pandai sekali Alena, Bali itu memang di Indonesia, banyak orang yang mengenal Bali tapi tidak mengenal Indonesia”


“Bali itu tanah Dewata ya, Indah sekali pantainya, tidak heran orang Indonesia sangat berpikiran positif seperti Anda!” puji Alena


“ Alena, maafkan aku tidak bisa lama di sini, Anakku telah menunggu di depan bersama taksinya”


Alena terlihat kecewa


“Sayang sekali aku ingin ngobrol lebih lama dengan Anda!”


“Mungkin di suatu tempat kita akan bertemu lagi” Ujar Ratna, ia memeluk Alena


“Terima kasih sudah menemani!”


“Selamat atas pernikahanmu!, Semoga berbahagia!” Ratna meninggalkan Alena yang tersenyum dan melambai padanya.


“Mama!” panggil Rita, Ia memeluk Ratna kemudian mengambil kopernya dan meletakkan di bagasi taksi


“Andi mana?”


“Lagi ada urusan ma,


“Dasar Andi, mamanya Datang bukannya di sambut, malah sibuk dengan urusannya!”


“Tadi kakak mau ikut, lalu aku bilang setelah dari bandara kita akan jalan-jalan, jadi kakak gak jadi ikut.”


“Mama datang mewakili kakek?”


“Sebenarnya kakek juga diundang, tapi kakek lagi kumat sakit kakinya”


“hah? Kaki robotnya gimana?”


“karena kakek sangat senang dengan kaki robotnya, jadi ia paksa terus berjalan eh kakinya rusak, sekarang beliau marah-marah terus karena harus kembali duduk di kursi roda”


“Iya, tetapi untuk membeli itu harus pesan dulu dan butuh waktu. Kakekmu gak sabaran, sampai dia mau beli pabrik kaki robot itu!”


“Hebat ya kakek, gak tanggung-tanggung!” ujar Rita terkagum


“Bagaimana sekolah baru mu Rita? Kamu terkenal lagi di sana?”


“Hah? Kata siapa? Mama suka baca majalah gosip ya?”


“Ada deh, mama akan kirim mata-mata ke sekolah mu, kalau-kalau kamu suka berkelahi lagi!”


“Enggak ma suer deh!”


“Lalu kenapa kamu bisa terkenal?”


“itu maa..itu...” Rita mencari-cari alasan


“sudah deh, mama gak akan ngritik kamu lagi, kamu kan sudah gede, sudah tahu mana yang baik mana yang buruk. Mama gak perlu dikte lagi kan?”


“Iya ma betul! Percaya deh sama Rita!” ujar Rita


“Eh Rit, ngomong-ngomong Daniel gimana?”


“Ehemm...baik juga kog ma!”


“Kamu sudah jadian ya???” tanya Ratna, Rita tersipu malu


“Yaa gitu deh, mama tahu dari mana? Kak Andi ya?”


“Enggak sih, sebenarnya kakek Sugiyono yang uring-uringan karena kamu gak jadi sama Rendy


“Iya ma? Terus?”


“Tadinya beliau bersikeras mendekatkan kamu sama Rendy, katanya apapun yang terjadi Rita harus jadi sama Rendy!”


“Waduuh!!!, terus gimana ma?”


“Kakek Darmawan yang menentang, baru kali ini mama melihat mereka gak sepaham. Kakek Darmawan sampai bilang, kalau kakek Sugiyono takut investasinya gak balik sama keluarga Rendy, beliau akan menggantinya!”


“Kakek Darmawan bilang begitu?”


“Iya!, Mama kan ada di ruangan yang sama ketika mereka v-call!”


“Jadi kakek merestui Rita dan Daniel?”


“Beliau juga gak bilang begitu, kakek Darmawan bilang, semua terserah Rita, kalau Rita bahagia, beliau akan mendukung seratus eh bukan seribu persen!”

__ADS_1


“Waahh kakek hebat!”


“Mama juga sampai tepuk tangan, baru kali ini mama lihat kakek Sugiyono mengalah.”


“Kenapa Rita terus sih yang diincer kakek Sugih? Kan cucu yang lain banyak. Rita yakin deh cucu yang lain kalau ditawarin Rendy yang kaya pada mau!”


“Menurut kakek Sugih, kamu jangan GR ya? dari semua cucunya, Cuma kamu yang auranya memancarkan aura bintang, jadi hampir semua yang dekat kamu pasti gak bakal menolak dengan pesona kamu!”


“Ah kakek bisa saja memuji kalau ada maunya, memangnya cucu perempuan yang lain, auranya gimana?”


“Auranya aur-auran,..hehehehe....”


“Mama bisa saja, eh iya ma, Kak Andi protes, kog dia gak ada dijodoh-jodohkan? Dia sedih tuh!”


“Beneran Rit? Wah kebetulan kalau begitu!”


“Kenapa ma?”


“Mama punya teman lama, kebetulan dia punya anak perempuan namanya Sabrina. Sekarang ini Sabrina kuliah di harvard university, ambil jurusan hukum, semester 4. Beberapa minggu lalu mama bertemu dengannya di pesta. Manis lho anaknya, Andi bakal tertarik deh!”


“Manis? Memang mama pernah menjilat?”


“Bukan manis begitu, maksud mama wajahnya manis, enak dilihat. Sopan, tutur katanya baik, padahal sekolah di Amerika yang terkenal akhlak orang-orangnya meragukan!”


“Mama punya fotonya Sabrina gak?”


“Enggak, tapi mama pernah follow IG dan tok-toknya. Medsosnya mama pantau. Orang sekarang kalau mau melihat attitudenya lihat medsosnya bahkan beberapa perusahaan bisa mengenal calon pegawainya dari situ.”


“Apa mama menemukan sesuatu?”


“belum ada sih, makanya mama pikir Andi kenal dekat dulu. Mama juga khawatir sama Andi”


“Khawatirnya kenapa ma?”


“Mama takut melihat kalian terlampau dekat mama khawatir hubungannya menjadi complicated!”


“Ih mama, kak Andi kan sedarah sama Rita! Masa sampai begitu?”


“Itu dia Rit, makanya Andi perlu dikenalkan dengan dunia luar, dengan cewek selain kamu! Kamu juga harus dukung mama ya?”


“Iya ma, insya Allah, tapi memangnya Sabrina mau datang sekarang?”


“Gak sekarang sih, nanti setelah acara ini selesai, mungkin keluarga besar Darmawan dan Sugiyono akan mengadakan family gathering!”


“oya? Di mana ma?”


“YA di Jakarta lah, mama sudah minta ijin sama kakek Darmawan untuk membawa kalian ke Jakarta.”


“Apa boleh sama Kakek Darmawan? Seingat Rita, beliau gak suka Rita menyinggung atau bahkan berniat ke Jakarta lagi. Beliau takut Rita mau tinggal kembali sama ayah.”


“Memangnya Rita mau kembali tinggal sama Ayah?”


“Enggaklah Ma, Rita sudah bahagia kog di sini, orang-orang di sini baik. Rita juga berniat ke Jakarta tetapi gak tahu kapan. Tetapi kalau sudah ada acara yang diadakan, ya sudah Insya Allah Rita datang.”


“Mama dengar dari Saye, kamu belum menghubungi ayahmu sekalipun? Email ataupun suratnya juga tidak dibalas? Kenapa Rit? Kamu masih marah?”


“Marah ya? entahlah ma, tetapi saat ini Rita belum mau mengingat tentang ayah, hati Rita belum siap!”


“hmm..begitu ya?”


“Kalau gak sengaja bertemu di jalan gimana?”


“Ayah di jalan? Mana mungkin ma, selama ini dunia ayah itu hanya rumah sakit. Selain itu gak ada lagi, kecuali kalau beliau diundang seminar, itu lain soal. Tapi kalau traveling? Gak mungkin lah!”


“Eh Rit, gak jadi ke mall deh, mama jet lag nih, ke hotel saja yuk, mama penasaran dengan hotel kastil yang kamu ceritakan!”


“Ooo, iya deh” Rita meminta taksi kembali ke hotel kastil. Beberapa menit kemudian mereka tiba di kamar mereka


“Waahhh keren Rit, klasik banget!. Kamar Andi di mana?”


“kamar kakak, 4 kamar dari sini, mama mau ketemu? Nanti Rita panggilkan!”


“Jangan dulu, mama mau rebahan sebentar! Mama capek banget. Kamu gak keberatan mama tidur kan?”


“Iya ma, Rita tinggal ya?”, Rita keluar kamar dan menuju ke kamar Andi, di sana ia bertemu Andi dan Daniel yang asyik bermain game


“Lho kalian gak memantau CCTV?” tanya Rita heran


“Bridenya sudah kembali, dia bilang dia ke rumah lamanya untuk mengambil sepatu kesayangannya” ujar Daniel


“Weleehhh..begitu saja kog bikin heboh!”


“Rit, mama ada di kamar?” tanya Andi


“Ada kak, tapi jangan diganggu dulu, beliau mau rebahan, jet lag katanya”


“Kalian gak ikut upacara pemberkatan?” tanya Daniel


“Enggak, kami ikut yang resepsi saja, pak Simon juga mengerti.”


“Oo begitu, kalau begitu aku ikut kalian saja!” Daniel kembali memainkan gamenya.


“Pemberkatannya jam berapa?” tanya Andi


“Jam 7 malam ini, lalu makan malam keluarga. Resepsinya sendiri besok pagi jam 10”


“Lumayan nih, tapi kita sebagai tamu, sebaiknya gak keluar-keluar dulu, gak enak kan mereka lagi ibadah kita malah jalan-jalan. Lebih baik kita diam di kamar masing-masing istirahat!” ujar Andi

__ADS_1


Daniel dan Rita setuju, dan Rita kembali ke kamarnya. Daniel memberi isyarat akan menghubunginya lewat WA, Rita mengangguk setuju.


_bersambung_


__ADS_2