
Rita dan mama Ratna berencana menghabiskan waktu liburan berdua saja, sepanjang perjalanan, mamanya memegang tangan Rita, dan mengatakan
“Cepat sekali waktu berlalu, lama ga bertemu tiba-tiba kamu sudah hampir 17 tahun.”
“Belum ma, masih tahun depan!” ucap Rita
“ Rita, hmm..apa yang kamu ingat tentang tinggal di rumah kakek?”
“Kakek, papa mama maksudnya?” tanya Rita
“Iya, kakek Soegiyono”
“Namanya mirip julukan kakek legendaris film xxx dari Jepang,” ucap rita
“Hush!!! Kamu ada-ada saja!. Dulu nama kakek itu Untung Suyono, supaya selalu beruntung. Tapi entah kenapa nama itu tidak cocok dengan kakek. Beberapa kali kakek jatuh sakit, menurut orang pintar, nama itu membawa energi kurang bagus bagi tubuhnya, Yono diambil dari nama papanya kakek. Mereka tetap mempertahankan nama itu lalu menghilangkan nama “Untung” dan menggantinya dengan Sugih yang artinya kaya dalam bahasa Jawa. Jika di gabung menjadi Sugih Yono. Ketika SMA namanya disambung menjadi Sugiyono.” Jelas mama Ratna
“Oo begitu, jadi beneran ya kakek jadi orang kaya!”
“Iya Rit, nama itu kan merupakan panggilan kita, jadi harus nama yang baik-baik, karena ucapan itu sama dengan doa!” jelas mamanya
“iya ma, oh iya Rita ingat tentang tinggal di rumah kakek, itu lho ma yang semua saudara dikumpulin lalu diadu, Rita kan selalu jadi bulan-bulanan Maia.” Ucap Rita mengingat-ingat
“oh kamu masih ingat tes itu ya? tanya mamanya
“ test apa ma?”
“ Itu namanya Tes Wawasan Kecucuan”
“Hah! Singkatannya TWK? Mirip ga sama TWKnya KPK, jangan-jangan sama ngaconya!”
“Hush!,..jangan ikutan berpolitik Rita, kita nontonin saja sambil ngemil kacang! Hihihi”
“Hehehe”
“Jadi Rit, kakek masih hobi mengadakan kompetisi antar cucunya. Kamu ingatkan sepupu-sepupu kamu? Roby, Desi, Maia, Fita, semuanya hampir seumuran dengan kamu!”
“Kok bisa sih ma, kita sepupuan tapi seumuran? Bukannya mama anak tunggal?”
“Jadi begini Rita, mama cerita tentang asal-usil keluarga kita ya!”
“usul ma!”
“Iya, itu maksudnya! Kakek kamu tadinya punya empat istri. Beliau terobsesi ingin anak lelaki yang akan meneruskan usahanya, tetapi semua istri kakek, anaknya perempuan semua, dan masing-masing punya anak satu pula. Nenek kamu, ibunya mama itu istri pertama. Karena kakek sangat menyayangi nenek kamu, ia menceraikan tiga istri yang lainnya, tetapi ia mengakui anak-anak dan cucu mereka.”
“Roby dan Rosy itu anak kembar dari tante Rena, kamu ingatkan?. Tante Rena itu anak dari Istri kedua kakek”. Maia, anak dari tante Raisa. Tante Raisa itu anak dari istri ketiga kakek. Dan yang terakhir Fita anak dari Tante Rachma, istri keempat kakek.”
“Semua anak kakek huruf awalnya R ya?
“Iya betul, kakek sangat suka huruf R, kalau bahasa inggris R\=Rich\= Kaya. Nama kamu Rita juga dari kakek”
“Ooo begitu, Rita baru tahu lho ma!”
“ya, wajar waktu itu kamukan masih kecil, jadi belum ngerti kalau diceritakan.”
“Tapi nama kak Andi kan awalnya huruk A bukan R”
“Nama depan Andi kan Rayi Andika, dipanggilnya Andi!”
“Kira-kira kak Andi inget sama Rita gak ya ma?”
“sepertinya ingat, mama sering bicarakan tentang kamu ke dia.”
__ADS_1
“Kak Andi nanti datang juga ma?”
“Sepertinya iya deh, hari ini semestinya dia mau ikut jemput kamu, tapi teman lamanya datang, jadi ketemu di rumah saja katanya.”
“Kak Andi usianya berapa sekarang?”
“Andi hanya berbeda satu tahun dari Kamu. Hmm..kamu tahu ga kamu dan Andi berbeda papa.”
“Maksud mama?
“Jadi dulu mama pernah menikah dengan cinta pertama mama, namanya Eka Darmawan. Ia anak pengusaha kaya di republik ini. Dari Eka mama punya anak laki-laki yang diberi nama Rayi Andika. Tapi sayang Eka umurnya tidak panjang, ia meninggal karena penyakit jantung bawaan, Eka meninggal waktu usia kehamilan mama 7 bulan.”
“Lalu bagaimana mama bertemu ayah Rita?”
“Ayah kamu itu dokternya kakak kamu. Andi sempat mengalami serangan jantung berkali-kali sepertinya penyakit keturunan dari ayahnya. Andi mendapatkan donor jantung, lalu dioperasi, dokter yang mengoperasinya ayah kamu. Andi menjadi sangat lengket dengan ayah kamu, mungkin karena ia tidak mendapatkan figur ayah. Akhirnya mama menikah dengan ayah kamu.”
“Oh itu sebabnya kak Andi ga ikut ayah!”
“Kakek Darmawan, ayah Eka ingin membesarkan Andi, jadi ketika kamu dibawa ayahmu, Eka dibawa oleh kakek Darmawan.”
“Kasihan mama sendirian dong, kedua anak mama pergi meninggalkan mama.”
“Iya, awalnya mama sangat sedih, tetapi mama diperbolehkan melihat Andi kapan saja mama mau.”
“hmm, kog mama ga nengokin Rita?” tanya Rita sedih
“Nah, ada kesalahpahaman antara mama dan ayah kamu. Ketika kami memutuskan bercerai, dan kamu dibawah ayahmu, kakek melarang mama untuk menemui kamu, mungkin kakek takut, mama akan terus berhubungan dengan ayah kamu.”
“Kakek mengancam akan mempersulit karir ayahmu, jika mama tetap berhubungan dengan ayahmu. Selain itu ayahmu sering berpindah tugas, mama pernah menyewa detektif swasta untuk mencari tahu dimana kamu tinggal, tapi ketahuan kakek. Semua fasilitas untuk mama dibekukan kakek, dari kredit card, hingga apartment diambil kakek. Mama tidak punya uang sepeserpun. Lalu mama berjanji sama kakek untuk tidak menghubungi ayahmu. Tapi mama yakin kamu akan baik-baik saja bersama ayahmu.”
“Lalu kenapa sekarang mama bisa menghubungi Rita?”
“Karena sekarang secara ekonomi mama telah mandiri, terlepas dari harta kakek. Mama memiliki usaha garment. Awalnya mama iseng mendesain baju untuk mama sendiri, lalu teman-teman mama suka dengan rancangan mama, dan mereka minta dibuatkan. Dengan modal dari mereka dan promosi dari mulut ke mulut membuat usaha mama berkembang pesat. Kakek tidak bisa lagi mengatur mama.” Cerita mamanya tersenyum
“Iya Rit, tapi dari situ mama belajar, bahwa mencari uang itu sulit. Itu juga sebabnya mama tidak bisa membenci kakek kamu, karena dari dialah, mama bisa menjadi seperti ini.”
“Kenapa mama masih tinggal bersama kakek?”
“Mama sudah punya apartment sendiri Rita, kapan-kapan kamu mama ajak ke apartment mama. Setahun yang lalu kakek terserang stroke, mungkin karena beliau kesepian. Selain sibuk bekerja, makanannya juga terlalu bebas untuk orang seusianya,bagaimanapun juga ia papanya mama. Itu sebabnya mama kembali ke rumah untuk mengurus kakek.”
“Anak-anak kakek dari istri yang lain bagaimana?”
“Mereka sudah punya rumah tangga sendiri-sendiri, tetapi mereka memperbolehkan anaknya tinggal bersama kakeknya, terutama di masa liburan sekolah seperti ini.”
“Jadi sekarang ramai dong di rumah kakek?”
“Iya Rita, ga apa-apa ya? anggap saja latihan berkompetisi.”
Pukul 8 malam mereka tiba di rumah kakek Sugiyono. Rita merasa agak takut bertemu kakeknya lagi setelah sekian lama. Ia masuk ke rumah sambil berpegangan tangan dengan mamanya. Mamanya telah menyiapkan kamar untuk Rita. Rumah kakek Sugiyono seperti istana, di dalamnya terdapat banyak kamar, terdapat kolam renang indoor dan outdoor. Ada lapangan tenis, golf dan arena berkuda. Kakek Sugiyono hobi berkuda dan golf, sedangkan hobi istrinya tenis dan berenang. Ketika nenek meninggal, kakek tetap mempertahankan lapangan tenis dan kolam renang. Namun kakek berjiwa pebisnis, sehingga di hari biasa, lapangan tenis, golf dan arena berkuda bisa disewakan untuk umum. Kakek juga memiliki kebun jeruk yang sangat luas. Hasil panen jeruk dijual ke pabrik minuman terkenal Mutri Sari. Jarak pintu masuk ke pintu gerbang kira-kira 1 km, lumayan untuk berolahraga. Kakek mempekerjakan 30 staff untuk mengurus rumahnya, termasuk untuk mengurus semua lapangan di rumahnya. Rita memasuki kamarnya, ia tertegun melihat kamarnya yang super luas. Mungkin besar kamarnya seluas 1 rumahnya. Tempat tidur ukuran xxl, terdapat walk in closet yaitu ruangan untuk menyimpan pakaian, sepatu , perhiasan dan lain-lain. Di depan tempat tidurnya juga terdapat home theater, yang mana ia bisa menonton banyak channel TV kabel. Lalu ia melihat kamar mandinya. Kamar mandinya terbagi dua, ada bagian yang kering dan bagian yang basah. Bagian basah terdiri dari WC dan shower, sedangkan bagian kering terdapat bangku santai, cermin besar dan lemari untuk menyimpan handuk dan alat mandi lainnya.
“Ma, coba cubit Rita deh, ini mimpi apa bukan ya?” ucap Rita masih terkagum-kagum
Mama mencubit pipi Rita gemas
“auuu..oh beneran ma, ini bukan mimpi. Ini melebihi mimpi Rita selama ini.”
“Hahaha..kamu bisa saja. Hampir semua kamar yang ditinggali anak dan cucu besarnya seperti ini. Sejak setahun lalu, mama berkeliling rumah untuk mencari ruangan yang masih kosong, ternyata masih banyak. Beberapa kamar dijadikan gudang. Nah kamar yang kosong dan luas, mama jadikan tempat gym, jadi kalau Rita mau berlatih bisa di sana, alat-alatnya juga sudah lengkap. Lalu kalau mau sauna juga ada. Bahkan disini ada salon juga. Jadi kita ga usah keluar rumah.”
“para staf tinggal dimana ma? Kalau bagian keamanan di rumah sebelah, itu ada semacam mess. Untuk mereka tidur dan menginap jika bertugas. Sedangkan staf urusan dapur dan rumah tangga di basement, ruangannya cukup luas.”
“Jadi total ruangan di rumah ini ada berapa ma?”
__ADS_1
“hmm..50 termasuk kamar staf ya. Untuk penghuni rumah ada 20 kamar.”
“Pengeluaran rumah tiap bulan pasti mahal ya ma?”
“Nah, kakek kamu itu betul-betul hebat Rit, dia mempergunakan asetnya dengan sebaik-baiknya. Jadi kakek kamu memasang fotovoltaik, itu lho alat untuk mengumpulkan sinar matahari untuk dijadikan sumber listrik. Selain itu kamu tahukan dibelakang rumah ini tanah yang cukup luas dan agak tinggi? Itu dipasang kincir angin, itu juga untuk mengumpulkan listrik. Selain itu kakek mempergunakan sampah rumah tangga, yang organik dijadikan kompos untuk kebunnya, sedangkan yang anorganik di daur ulang. Kakek sangat tegas dengan memilah sampah sebelum dibuang. Dia perah memecat staf rumah tangga yang membuang sampah secara asal-asalan.”
“Jadi untuk listrik rumah ini kakek sama sekali ga bayar ke PLN?”
“Engga dong, justru PLN yang beli listrik dari kita!” ujar mamanya bangga.
“asli deh ma, Rita jadi salut banget sama kakek, rasa benci Rita ke kakek perlahan hilang, mendengar kakek begitu peduli terhadap lingkungan.”
“Tentu dong. Nah Rita, tour kamarnya selesai sampai di sini dulu, kamu mau istirahatkan?, pak Jaja sudah membawa masuk tasmu ke kamar. Ia juga sudah membelikan makanan dan cemilan untuk kamu kalau lapar. Untuk malam ini kamu istirahat saja, besok jam 8 pagi kamu turun ke bawah ya, kita sarapan pagi bersama. Kamu ingat jalan ke ruang makan kan?”
“Insya Allah ingat ma, terimakasih ya!”
“Sama-sama sayang, ingat, telepon ayahmu ya, jangan sampai dia julidin mama, sweet dreams honey!”
“You too mom!”
Rita menutup dan mengunci pintu kamarnya, lalu ia mengambil hpnya dari tas dan menghubungi ayahnya.
“Assalammu’alaikum, ayah!”
“Wa’alaikummussalam, Rita, sudah sampai nak?”
“Dari tadi yah, Rita baru selesai tur di kamar, ampun deh ya besar banget.. luasnya seluas rumah kita yah. Lebih hebat dari bayangan Rita selama ini yah.”
“Mungkin kamu sudah lupa Rit, coba kamu lihat dilaci meja kalau ada sisir pink, berarti itu dulu kamar kamu.coba cek!”
Rita mendekati laci meja riasnya, ternyata ada, sedikit demi sedikit ingatan masa kecil di kamar itu muncul.
“Benar yah, ada, jadi ini dulu kamar Rita, tapi kog seperti baru ya?”
“Mungkin karena kamu mau datang, mama kamu menyuruh orang untuk membersihkan dan memperbaiki kamar kamu.”
“Oh begitu, ayah masih ingat TWK disini?”
“Oh Tes Wawasan Kecucuan?”
“Ayah ingat?”
“Ingat dong, sewaktu kamu berusia 7 tahun kamu dihajar habis-habisan oleh sepupu kamu Maia. Ia lebih tua setahun dari kamu. Dia sangat berbakat bela diri, kamu harus hati-hati sama dia, kabarnya dia juga mendalami kick boxing. Ayah ga ngerti kenapa kakek suka sekali mendidik anak dan cucu perempuannya dengan bela diri yang kasar. Mama kamu itu dulu atlet taekwondo tingkat nasional. Saudara-saudaranya juga pemegang sabuk hitam ada yang jujitsu, kempo, banyak deh.”
“oh iya Yah, Rita ingat, dulu Rita sering nangis kalau disuruh latihan taekwondo sama kakek.”
“mungkin akan ada tes kemahiran memanah, berkuda, berenang dan pengetahuan umum.”
“ngapain sih yah, kog kakek senang sekali membuat kompetisi antara cucunya?”
“Kalau ga salah, beliau ingin mengenali kepribadian kalian melalui tes-tes itu, karena kalau dengan cara biasa , palsu. Itu menurutnya. Kuncinya ,kamu harus santai dan menjadi diri sendiri Rita, kamu ga perlu menyenangkan siapa pun. Lakukan saja yang terbaik, kamu pasti bisa!”
“Insya Allah yah, Rita ga punya beban apa-apa kog,oke deh Yah, Rita mau makan dulu, Ayah jangan lupa makan juga ya?
“Iya nak, kalau sempat terus hubungi ayah ya?”
“Siap yah!” Rita menyudahi teleponnya. Dan mulai membuka paket makanan dari mamanya. Wow, rupanya ia dibelikan big mac, french fries dan fried Chicken dari Mc.Du.
“alhamdulillah” ucapnya, lalu mulai melahap bigmacnya. Setelah makan malamnya selesai, ia memilah sampah bekas makannya, lalu dibuangnya sesuai dengan tempat sampah yang disediakan. Lalu ia pergi mandi. Dia mandi di shower ada shower untuk bagian atas dan bawah, lalu ada keran khusus air hangat. Rita tidak perlu takut kedinginan karena mandi malam. Selesai mandi ia mengambil jubah mandinya dan handuk untuk membungkus rambutnya. Lalu ia berjalan ke lemari pakaiannya yang luas. Di dalamnya sudah terdapat baju-baju bermerk , ia mengambil piyama. Sungguh sangat nyaman piyama itu. Terbuat dari bahan katun, lengannya pendek, celananya panjang, motifnya bunga-bunga. Rita memakai piyamanya , dan mulai melihat pakaian serta sepatu-sepatu di lemari tersebut. Tak henti-hentinya ia berdecak kagum. Ia merasa lelah sendiri mengagumi lemarinya. Lalu ia beranjak ke tempat tidurnya nan luas, ia berguling-guling kesenangan, lalu berhenti ditengah tempat tidur. Rita membayangkan tempat tidurnya cukup untuk tidur ia dan teman-temannya. Lalu ia menyalakan TV. Ia kegirangan karena terdapat channel Korea, dia bisa menikmati drama korea favoritnya, yang selama ini ia hanya nonton melalui you tube. Beberapa saat kemudian ia terlelap. Tv dan lampu kamar otomatis mati ketika waktu menunjukkan pukul 11 malam.
__ADS_1