Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 64: Kakek Darmawan


__ADS_3

Tak terasa, sudah Tiga bulan Rita berada di NZ. Dia belum juga bertemu kakek Darmawan. Di sela-sela kesibukannya home schooling, ia sering iseng mem browsing medsos teman-temannya.


"Hmm...mereka gak nge-gank lagi" ujar Rita dalam hati ketika ia melihat IGnya Lisa dan Kowi.


"Gak ada yang kangen gue kog ya?" Keluhnya lagi.


Karena bosan, ia pergi keluar rumah. Pemandangan di luar rumah sungguh menyejukkan, kebiasaannya memanjat pohon muncul. Rita memilih pohon yang tinggi dengan dahan cukup besar lalu duduk di sana. Pikirannya menerawang jauh, ia tidak membawa ponselnya.


Tiba-tiba seseorang menyentuh pundaknya


"Dor!!"


"Astaghfirullah!" Rita terkejut hampir saja ia jatuh dari dahan.


"Hati-hati dong Rit!" Ujar orang itu


Rita yang berhasil memeluk dahan pohon disebelahnya, ia menoleh. Di sampingnya seorang lelaki dewasa


"Om siapa?" Tanyanya


"Om?" Laki-laki itu bingung


"Waahhh... terimakasih, berarti skincare nya bagus!" Ujarnya riang sambil memegang wajahnya


"Skincare?" Rita agak segan melayani orang tua ini.


"Om, pohon ini tinggi nanti jatuh gimana?" Ujarnya lagi


"Kamu sudah lupa ya Rita?" Ujar lelaki dengan nada misterius


Rita memandanginya agak lama


"Hmmm.." lalu menggeleng.


"Ah keterlaluan! Dulu kamu sering ngumpet di mobil saya, menghindari guru les atau guru karate. Pernah sampai ketiduran, akhirnya saya balik lagi ke rumah Pak Sugiono",. Kenang lelaki itu


"Hmmm ...waktu itu Rita ngumpet di mobil kakek tampan" Rita mengingat-ingat


"Ahh...kakek tampan?? Kakek Darmawan?" Rita menunjuk lelaki itu


"Eh maaf kek!" Ia menarik jari yang menunjuk ke kakeknya


"Akhirnya ingat juga!" Ujar kakek Darmawan tersenyum


Rita mengulurkan tangannya dan mencium punggung tangan kakek.


"Anak baik!!, Kakek terlalu lama di luar negeri jadi lupa kebiasaan cium tangan ya!" Ujar kakek sambil mengusap rambut Rita


"Jadi Rit, kelihatannya kamu belum terbiasa ya di sini?"


"Enggak juga Kek, cuma bosan, kak Andi kembali sibuk dengan kuliahnya, aku sibuk matrikulasi di sini."


"Hmm..mau kembali ke Jakarta?"


"Boleh?"


"Yaaa boleh saja sih, tapi sia-sia dong kerja keras kamu home schooling di sini?"


"Iya juga ya, btw kakek ga kerja?"


"Sudah selesai! Maaf ya Rit, Kakek baru sempat menemui kamu!"


"Gak papa kok kek, kak Andi sering cerita kalau di NZ dia banyak dianggurin sama Kakek, hehehe!"


"Iya ya untung di sini gak banyak lalat! Hahaha!"


"Hahaha!" Rita ikut tertawa dengar jokes kakeknya.


"Tahu gak Rit, begitu tahu Rita adalah cucu kakek, kakek senaaangggg sekali!"


"Kenapa?"


"Dulu waktu kamu ngumpet di mobil kakek, kamu lucu banget, cewek tomboy, pemberani, mirip banget sama nenek. Dalam hati seandainya anak ini cucu ku, eh Alhamdulillah ternyata beneran!"


"Mirip nenek? Maksudnya istri kakek?"


"Iya, mamanya Eka. Oh iya kamu juga belum kenal papa kamu ya?"


Rita mengangguk


"Yuk Rit, kita turun kakek mau menunjukkan sesuatu ke kamu!"


Kakek turun lebih dulu, disusul oleh Rita.


"Kakek kenapa memilih menetap di NZ?"


"Di sini udaranya masih bersih, Eka sangat butuh udara bersih, jadi kakek mengembangkan bisnis di sini."

__ADS_1


"Papa Eka itu orangnya seperti apa kek?"


"Eka itu anak yang penurut, kadang kakek bingung anak ini seperti tidak punya keinginan sendiri. Semua yang kakek suruh dia ikuti, sampai ia bertemu mama mu! Ratna membawa perubahan besar untuk Eka!"


"Mama bilang mereka pacaran lebih dari 10 tahun?"


"Dulu kami bertetangga, walau cuma sebentar. Setelah kami pindah rumah, ternyata Eka dan Ratna masih berteman baik."


"Ohh..begitu"


Rita mengikuti langkah kakek, mereka memasuki sebuah kamar di rumah besar itu.


Kakek membuka pintu sebuah kamar


"Nah Rit, ini kamar Eka!"


Rita memasuki kamar tersebut. Kamar yang cukup luas, selain tempat tidur juga terdapat lemari kaca yang berisi penuh action figure.


"Eka menyukai tokoh pahlawan di komik, lihat koleksi komiknya!" Kakek membuka laci di bawah lemari kaca. Komik-komik keluaran DC comics dan Marvel terbungkus plastik vakum, terawat rapi .


"Waaahhh kakek! Ini tahun 90-an ya? Wah nilainya mahal ini!" Ujar Rita memegangi komik-komik tersebut.


"Ooo begitu, ini rupanya yang dia maksud dengan investasi" ujar kakek


"Investasi? Iya kalau dijual, coba saja lihat nilainya di e-bay!"


"Jangan dijual dong ini kenangan dari Eka!"


"Siapa yang mau jual Kek? Rita cuma bilang saja kok!" Ujar Rita sebal


"Hehehe...kirain!" Kakek kembali menutup laci komik tersebut. Rita melihat beberapa foto yang terpajang di kamar tersebut.


"Kek, kamar ini bersih banget ya, padahal sudah lama gak ditempati."


"Siapa bilang?, Kakek kalau tidur siang di sini. Udaranya lebih nyaman "


"Rumah ini ada berapa kamar Kek?"


"Mungkin lebih dari 20, kan banyak staf juga yang tinggal di sini"


"Oooo..sama dong seperti kakek sugi"


"Hmm...duduk Rit!" Kakek duduk di atas tempat tidur, Rita mengambil kursi di pojokan kamar


"Kamu kangen Reza?"


Rita mengangguk


Rita diam saja


"Kenapa? Takut?"


Rita mengangguk lagi


"Rita takut, sikap ayah berbeda sama Rita."


"Kakek dengar dia juga sudah menikah lagi"


"Iya kek, sebelnya Aku gak dikasih tahu! " Ujar Rita kesal


"Dari dulu Reza itu memang begitu!, no talking just action!"


"Kakek kenal Ayah? Eh dr. Reza?"


"Gpp kamu tetap memanggilnya ayah, toh kamu memang diasuh olehnya. Reza itu anak angkat ku. Dulu kedua orangtuanya bekerja padaku, setelah kami pindah ke NZ, kami tetap membiayai sekolahnya dan kebutuhannya hingga ia mandiri."


"Oo begitu, kak Andi bilang Ayah dan papa Eka juga bestie"


"Bestie?" Tanya kakek bingung dengan istilah yang baru ia dengar


"Bestie itu bersahabat kek!"


"Ooo ..iya betul mereka bestie, seperti saudara."


"Terusin ceritanya kek! Tentang papa dan ayah!" Rita duduk mendengarkan


"Sebentar Rit, sambil cerita kira harus siapkan beberapa cemilan!" Kakek mengeluarkan ponsel dari kantung celananya dan menelepon stafnya untuk membawa beberapa makanan dan minuman dan diantar ke kamar.


"Kakek gak tahu selera kamu, jadi kakek pesankan pizza,lasagna, dan beberapa snack!"


"Asyiikkkk..makan-makan kita!" Rita menepuk tangannya


"Jadi kek, papa Eka itu gimana?"


"Eka itu anak yang baik, walaupun gak setampan kakek, tapi ia berhasil menikahi perempuan cantik, pintar, anak orang kaya lagi "


"Kakek narsis juga ya?"

__ADS_1


"Iya, hehehe!" Kakek tertawa


"Hehehe..lalu kek?"


"Hmm..kakek pernah dengar waktu dia putus sama Ratna, mukanya sediihh sekali, sampai gak mau keluar kamar tiga hari."


"Wah sakit dong gak makan dan minum?"


"Gak juga, ternyata di banyak nyimpan makanan di kamarnya ini!"


"Ahhh..kakek! Dimana letak sedihnya kalau makan saja masih lancar!"


"Kakek dengar dari kak Sugi, Eka merelakan Ratna pacaran dengan Reza,supaya Ratna gak penasaran katanya."


"Oooo ayah dan mama sempat pacaran juga?"


"Iya tapi cuma sebulan, mama kamu merasa Reza tidak serius padanya, jadi dia putuskan pergi ke Paris untuk belajar fashion. Itu dimanfaatkan Eka untuk mengejarnya. Eka tidak memaksa mama mu, karena ia tidak mau menjadi cinta pelarian. Ia hanya berusaha menjadi teman kembali, sampai akhirnya cinta itu tumbuh, akhirnya mereka menikah "


"Waahh, kalau sudah jodoh ya Kek?"


"Betull itu!"


"Tok..tok..suara ketokan pintu dari luar. Rita bangkit dari tempat duduknya dan membuka pintu kamar. Seorang staf datang membawa makanan dan minuman dalam kereta makanan,setelah meletakan kereta tersebut, ia pun meninggalkan kamar.


"Mari makaaann!!!" Rita dan kakek melahap pizza dengan lahap.


"Kek, ini halal kan?" Tanya Rita menghentikan gigitan pizzanya


"Halal dong! Di sini banyak pendatang dari Tunisia dan Turki jadi mereka banyak membuka restoran yang bahannya insyaaAllah halal!"


"Alhamdulillah, aman deh, Rita sempat kuatir kek, kalau tinggal di LN nanti makanannya gak halal, repot deh!"


"Sekarang sudah banyak kog Rit restoran yang hanya menyajikan yang halal, karena yang halal itu lebih bersih. Tapi memang harus hati-hati terutama kalau restoran internasional misalnya McD di NZ ini belum tentu halal "


"Iya Kek, terusin dong ceritanya."


Kakek menyudahi makan pizzanya, dan meminum air putih.


"Reza mengerti perasaan Eka pada Ratna, walaupun ia juga sangat menyukai Ratna, sikapnya berubah pada Ratna ketika mereka pacaran"


"Kakek kog bisa tahu?"


"Kakek Sugi yang cerita, ia mendengarnya dari Reza langsung. Waktu itu kakek Sugi gak setuju Ratna dengan Reza, beliau lebih Eka menjadi menantunya."


"Tapi kek, kog akhirnya ayah dan mama menikah juga, waktunya cepat lagi setelah papa Eka meninggal"


"Itu permintaan terakhir Eka, ketika sakitnya tak tertahankan ia memohon Reza untuk menikahi Ratna, ia tidak tahan melihat Ratna bersedih jika ia tinggalkan."


"Wahhh...papaEka romantis sekali ya, nyesal aku gak ketemu beliau langsung."


"Eka itu selera humornya tinggi, orangnya lucu,Kakek sangat terhibur jika ngobrol dengannya."


"Kakek kehilangan sekali ya?"


"Sangat kehilangan! Beberapa bulan kemudian nenek kamu, mamanya Eka menyusul. Beliau tidak bisa menerima kepergian Eka, akhirnya ia turut pergi" kakek menitikan air mata.


"Kakek..."Rita menghampiri kakek Darmawan dan merebahkan kepalanya di pundak kakeknya. Kakek mengusap kepala Rita.


"Jangan khawatir kek, Rita akan menemani Kakek supaya gak kesepian!" Ujar Rita menghibur


"Beneran nih?"


"Bener!"


"Sumpe Lo?" Ujar Kakek tiba-tiba


"Sumpe!! Hahaha!" Kedua tertawa riang.


"Oiya Rit, bagaimana menurut kamu tentang keluarga baru kamu?"


"Hmm...kakek lumayan lucu, kak Andi juga asyik, yang lain-lainnya Rita belum bertemu!"


"Nanti Kakek akan adakan jamuan keluarga untuk memperkenalkan kamu. Tapi kakek kaget juga, sebelum bertemu kamu, kakek sempat takut ditolak sama kamu, makanya kakek menyuruh tante mu untuk merekam pernyataan kamu"


"Ahh.. itu ya?..dulu waktu masih 9 tahun, ayah ditugaskan ke kamp militer, Rita diajak karena ayah lama bertugas di sana. Ketika ayah diterjunkan ke daerah konflik,Rita dititipkan ke keluarga prajurit. Rita berpikir mungkin ga ada seseorang yang mencari Rita di sini? "


"Maaf ya Rit, kakek terlambat tahu tentang kamu!"


"Mama juga ga tahu Kek!"


"Iya, tapi kakek Sugi sudah tahu katanya"


"Oo..kenapa beliau gak mengatakan apapun ke kakek?"


"Entahlah, tapi yang penting sekarang kita berkumpul ya Rit!"


"Iya Kek!" Rita tersenyum memegang tangan kakeknya.

__ADS_1


Hari itu ia habiskan dengan melakukan banyak kegiatan dengan kakeknya.


-bersambung-


__ADS_2