
Sisca menutup percakapannya dengan Rita
“Ah, Rita...ga menyangka akhirnya dia nikah juga sama oppa” Sisca merebahkan tubuhnya di atas ranjang mengingat masa-masa sekolah bersama Rita beberapa tahun yang lalu.
“Ciyee..Rita..kamu yang beneran dong, pilih Andre atau oppa?” canda Sisca
“Ya oppa lah, aku gak tertarik sama Andre” jawab Rita
“Oya? Kamu janji kan akan mendekatkan aku sama Andre?” tanya Sisca
“Kenapa kamu gak dekatin sendiri? kamu tahu kan hubungan pakai mak comblang itu resikonya tinggi?”
“Maksud beresiko tinggi?”
“Iya beresiko, kalau enggak mak comblangnya yang naksir atau cowoknya naksir mak comblang”
“Aku percaya sama kamu kok Rit, kamu sudah mantap kan sama Oppa?”
“Kalau Andrenya malah nempel sama aku gimana?”
“Ya jangan sampai!, kamu harus bisa menjauhkan dia dan deketin dia ke aku!”
“Ribet amat sih Sis!”
“Majorka!!!” tiba-tiba seseorang menarik Rita yang sedang berbicara serius dengan Sisca
“Eh?” Rita dan Sisca bingung, ini kali kedua seseorang memanggilnya Majorka
“Maaf, saya bukan Majorka” jawab Rita kepada seorang perempuan paruh baya
“Oh ya? kamu jangan bohong! Aku sudah seminggu ini aku mencari mu!” perempuan itu makin berani, ia seperti menggerayangi tubuh Rita, tanpa ragu, Rita memelintir tangannya
“Saya bukan Majorka tante!” ujarnya tegas
“Aduuhhh....aduuuhhh, lepaskan!” erang tante itu
Rita melepaskan tangan si tante dan hendak pergi meninggalkannya
“Tunggu! Kalau apa buktinya kalau kamu bukan Majorka?” tanya tante itu, Rita mengambil dompet dari tasnya dan memberikan kartu pelajarnya
“Rita Darmawan” tante itu membacanya, kemudian mengembalikan kartu pengenal itu kepada Rita
“Sudah percaya kan tante?” ujarnya dan hendak pergi meninggalkannya
“Kalau begitu, bisa tolong saya?” tanya tante itu
“Kalau harus mencari Majorka, sebaiknya tante menghubungi polisi atau detektif swasta” ujar Rita tegas
“Bukan begitu, bisa kita bicara sebentar?” tanya tante itu dengan nada memelas, Rita dan Sisca merasa kasihan padanya. Mereka menuju kantin, tante tersebut membelikan mereka minuman lalu mulai bercerita.
“Nama Tante Kelly Clark, tante berasal dari Portland, Amerika Serikat. Majorka itu keponakan tante”
“Kok beda ya?” tanya Rita tiba-tiba
“Beda? Beda apanya?” tanya Kelly
“Majorka itu nama Rusia bukan? Sedangkan tante dari AS?”
“Ah iya, kamu paham sekali ya?” ujarnya, lalu meneruskan ucapannya
“Sebenarnya Majorka ini keponakan saya. Kakak perempuanku menikah dengan seorang lelaki dari Rusia dan mempunyai seorang anak perempuan yang diberi nama Majorka.”
“Oh begitu” Rita dan Sisca mengangguk kompak
“Kakak ku meninggal ketika Majorka berusia 9 tahun, ketika kakakku meninggal ia berpesan padaku agar aku mengasuh Majorka hingga ia mandiri dan menjauhkannya dari papanya”
“Apakah papa dan mama Majorka bercerai?” tanya Sisca
“Lebih tepatnya, kakak ku melarikan diri dari suaminya ” Kelly mulai bercerita
“Oh, mereka tinggal di Rusia?”
“Iya, kakak ku itu hidupnya ingin seperti putri di negeri dongeng. Ia sangat menyukai cerita para putri di cerita disney. Yang menikah dengan seorang pangeran berkuda putih dan memberikannya kebahagiaan. Ketika ia bertemu dengan Vladimir putin, yang kaya dan tampan, kakak ku sangat menyukainya bahkan mengejarnya”
“Vladimir Putin? Namanya seperti presiden Rusia ya?” ujar Rita
“Iya memang, tetapi ayahnya Majorka bukan Vladimir presiden itu” ujar Kelly lagi
“Iya, lalu?” tanya Rita lagi
“Kakak ku melakukan segala cara agar Vladimir jatuh cinta padanya, sampai akhirnya Vladimir jatuh ke pelukan kakakku...”
“Wah hebat! Apakah kakak Anda pernah cerita pada Anda cara menaklukan lelaki itu?” ujar Sisca memotong cerita Kelly, ia tampak sangat tertarik
“Hush! Kamu dengerin dulu kenapa?” ujar Rita
“Sebenarnya kakak ku sampai memberikan dirinya pada Vladimir, hingga ia hamil. “
“Oh begitu caranya” ujar Sisca dengan suara pelan
“Lalu?”
“Masalahnya adalah Vladimir telah memiliki seorang istri di Rusia, dan ia juga sangat menyayangi istrinya itu”
“Menyayangi? Tetapi kenapa bisa bersama kakak Anda?” tanya Rita heran
“Menurut cerita kakak ku, istrinya Vladimir telah menjalani operasi pengangkatan rahim, karena kanker ovarium yang di deritanya, sehingga mereka tidak bisa punya anak. Sementara Vladimir sangat ingin memiliki anak tapi ia juga tidak tega meninggalkan istrinya”
“Bagaimana kakak Anda dan Vladimir bertemu?”
“Kakak saya bekerja sebagai sekretaris di sebuah perusahaan multinasional, di sanalah ia bertemu dengan Vladimir yang tampan. Waktu itu Vladimir menjadi perwakilan perusahaan Rusia, klien perusahaan tempat kakak ku bekerja. Kakak ku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama”
__ADS_1
“Owwhh..sweetttt” ujar Sisca menanggapi
“Setelah mengenalnya selama beberapa bulan, mereka menjadi akrab dan akhirnya kakak ku hamil.”
“Apakah kakak Anda sebelum berhubungan dengan Vladimir tahu tentang dirinya yang sudah berkeluarga?” tanya Rita
“Kakak ku tahu, tapi ia sudah dibutakan oleh cinta. Ia tidak peduli, baginya Vladimir adalah cintanya yang pertama dan terakhir”
“oh begitu? Lalu?” tanya Sisca dan Rita bersamaan
“Kakak ku mengatakan kehamilannya pada Vladimir, dan ia sangat bahagia tetapi juga cemas”
“Cemas?”
“Karena mertua Vladimir adalah pemilik perusahaan tempat ia bekerja, dan ia sangat takut hubungannya dengan kakak ku ketahuan mertuanya”
“Nah lho? Mirip cerita film ya?” ujar Sisca
“Akhirnya ketahuan mertua ya?” tanya Rita
“Iya betul!, Vladimir yang telah menikah lagi ketahuan oleh ayah mertuanya, dan itu membuatnya dipecat dari perusahaan. Semua fasilitas yang ia nikmati diambil kembali, dan ia pun bercerai dari istrinya”
“Kasihan...” ujar Sisca
“Kakak ku yang sejak menikah pindah ke Rusia mengikuti suaminya. Ia hidup dalam kemiskinan, Vladimir sulit mendapatkan pekerjaan karena namanya telah masuk daftar hitam yang dikeluarkan oleh mantan ayah mertuanya”
“Vladimir yang semula lembut, kini perangai aslinya terlihat, ia menjadi sangat kasar. Ia menyalahkan kakak ku atas keadaannya. Setiap hari mereka bertengkar, bahkan berkali-kali kakak ku pingsan karena di cekik olehnya”
“Apa tidak ada polisi yang membantu kakak Anda?”
“Kakak ku sangat tergila-gila pada Vladimir, ia tidak tega membuatnya dipenjara. Jadi ia terus memaafkannya, sampai suatu ketika, Vladimir menghilang . Kakak ku mencarinya kemana-mana , waktu itu Majorka masih berusia 2 tahun. Pada bulan ketujuh Vladimir datang dan hendak membawa Majorka dan menceraikan kakak ku”
“Hah? Kenapa?” tanya Sisca dan Rita kaget
“Rupanya selama ia menghilang, ia melakukan pendekatan lagi pada mantan istrinya, dan ia ingin kembali pada mantan istrinya. Ia akan membawa Majorka bersamanya. Kakak ku sangat marah, selain ia merasa dibuang, ia juga tidak mau dipisahkan dari Majorka. Kakak ku menolaknya, mereka bertengkar hebat, hingga tanpa sengaja ia memukul Vladimir dengan balok kayu dan membuatnya pingsan.”
“Apakah Vladimir mati?” tanya Rita
“Tidak, ia hanya terluka dan mengalami gegar otak ringan. Kakak ku dilaporkan ke polisi karena sudah melakukan kekerasan pada suaminya dan menjadi buronan. Syukurlah kakak ku bisa keluar dari Rusia dengan menumpang kapal barang”
“Kok bisa?”
“Ada seseorang yang dulu pernah ia tolong di Amerika Serikat, dan sekarang orang itu membalas kebaikan kakak ku. Akhirnya kakak ku kembali ke Portland. Ia bersembunyi dari suaminya bertahun-tahun lamanya”
“Apakah kakak Anda tidak menikah lagi?” tanya Sisca
“Kakak ku telah patah hati, tujuan hidupnya hanya membesarkan Majorka dengan segenap kemampuannya, hingga ia jatuh sakit dan meninggal dunia setahun yang lalu”
“Kami turut berduka bu” ujar Rita dan Sisca bersamaan
“Terima kasih, Aku selalu berdoa untuknya agar ia bisa beristirahat dengan tenang di sana”
“Lalu bagaimana dengan Majorka? Apa dia sekarang menghilang?” tanya Sisca
“Iya, Aku tidak tahu kalau mamanya telah berbohong padanya”
“Berbohong? Maksud Anda?” tanya Rita heran
“Ketika kakak ku pergi dari Vladimir, Majorka berusia 2 tahun. Sejak saat itu, kakak ku selalu bilang kalau ayahnya telah meninggal. Majorka yang kini berusia 15 tahun, mencari tahu tentang keluarga ayahnya. Sampai beberapa bulan lalu ia bersikap mencurigakan, selalu pulang malam dan berbohong padaku”
“Majorka 15 tahun? Aku 16 tahun” ujar Rita
“Oh ya? kamu terlihat 15 tahun, keponakan ku itu berdarah Rusia. Perempuan Rusia tampak lebih tua dari usianya. Ia bersekolah di sini”
“Di sini? Apa dia tingkat satu?” tanya Sisca
“Iya betul, klaim asuransi mamanya yang cukup besar, bisa membuatnya bersekolah di sini” ujar Kelly lagi
“Bu, eh tante, sudah berapa lama Majorka menghilang?” tanya Rita
“Sudah seminggu ini ia tidak pulang ke rumah, aku sudah menghubungi polisi dan memberikan foto terakhirnya. Aku juga sudah mengunjungi beberapa sahabatnya, tetapi mereka tidak tahu kemana Majorka” ujar Kelly
“Apa mungkin Majorka kembali pada ayahnya?” tanya Sisca
“Apa bisa semudah itu? Majorka warga negara AS yang tinggal di NZ, tentu tidak semudah itu untuk pergi dari negara ini, iya kan tante?” tanya Rita
“Betul! Aku menyetujui Majorka sekolah di sini, aku pikir itu akan menjauhkannya dari ayahnya.”
“Apa Anda yakin, ayahnya adalah orang yang ia temui?” tanya Rita
“Sebenarnya beberapa bulan yang lalu aku mendapat telepon dari Vladimir, ia meminta hak asuh atas Majorka. Aku bingung dari mana ia bisa tahu keberadaan ku dan Majorka. Ternyata, asuransi jiwa kakak ku selama ini dibayar oleh Vladimir, ia sengaja melakukannya agar bisa melacak keberadaan Kakak ku. Ketika kakak ku wafat, dan asuransi cair, ia mendapatkan laporan tempat tinggal kami”
“Oh begitu”
“Baiklah, aku telah menyita waktu kalian, ini foto Majorka, dan ini nomor ku, tolong hubungi aku ya jika kalian melihatnya” ujar Kelly, ia pun pamit meninggalkan Rita dan Sisca. Tanpa mereka sadari dari kejauhan seseorang memfoto mereka bertiga.
Ketika Kelly telah pergi
“Wahh...seru banget ya Rit, ibu itu berbakat jadi penulis novel thriller!, aku jadi merinding mendengar ceritanya”
“Memang ia seorang penulis, nih baca deh kartu namanya” Rita memberikan kartu nama yang Kelly berikan
“Ooo...pantas..dia sangat pandai bercerita” puji Sisca sambil menyeruput es di depannya
Sore harinya, sepulang sekolah Rita dijemput oleh Daniel di halte depan
“Hai!” Rita masuk ke mobil dan menyapa pacarnya
“Hai!” Jawab Daniel tersenyum
“Kamu sudah makan?” tanya Daniel
__ADS_1
“Belum, kamu?”
“kita mampir ke resto depan sini ya?” ujar nya, tak lama mobil mereka melewati drive thru
“Kamu mau apa?” tanya Daniel
“Hmm...ini halal gak?”
“Halal! Tuh lambangnya!” Daniel menunjuk logo halal di depannya
“Aku mau paket sandwich lengkap!” ujarnya
“Paket sandwich lengkap 3 porsi” ujar Daniel
“3?”
“Satu lagi untuk ku di rumah, aku suka masih lapar”
“Wah kamu bekerja sangat keras hari ini?” tanya Rita
“Ya begitulah, ternyata memegang proyek itu memang besar gajinya, tapi juga memeras tenaga dan pikiran” ujar Daniel sambil melahap sandwichnya. Rita yang juga kelaparan juga melahap sandwichnya.
“Apa hari ini ada sesuatu di sekolah?” tanya Daniel
“Hmm...kalau sekolah biasa, tetapi tadi ada seorang wanita menyangka aku orang lain” jawab Rita sambil mengunyah
“Maksud kamu?”
“Seorang wanita menyangka kalau aku ini keponakannya”
“Oh ya? apa kalian sangat mirip?” tanya Daniel
Rita mengambil ponselnya dan membuka foto Majorka
“Menurut kamu mirip gak?” tanyanya sambil memberikan ponsel kepada Daniel
“Enggak! lebih cantik kamu!” ujarnya sambil memperhatikan foto tersebut
“Uhuk..uhuk...” Rita terbatuk
“Nih minum!” Daniel memberikan air mineral sambil tersenyum geli
“Kamu tuh jangan kebiasaan melawak kalau orang lagi makan!” ujar Rita dengan nada sedikit kesal
“Aku gak bohong!, orang ini lebih ke eropa, sedangkan kamu kan Asia. Miripnya dari mana?”
“Iya kan? Menurut ku ibu itu matanya siwer!”
“Siwer? Apaan tuh?” tanya Daniel
“Itu istilah bahasa Indonesia, artinya matanya rabun.”
“Oh begitu. Jadi kenapa sama anak ini?”
“Anak ini keponakannya tante itu, katanya sih sudah seminggu ini menghilang”
“Menghilang? Apa ia sudah lapor polisi?”
“Katanya sih sudah”
“Jadi ngapain dia ke sekolah kamu?”
“Majorka ini adik kelas aku, dia menanyakan keberadaan keponakannya pada teman-temannya”
“Dan dia menyangka kamu itu keponakannya?”
“Iya! Aku bahkan menunjukkan kartu pelajar ku padanya”
“Aneh!” ujar Daniel sambil menatap foto itu
“Aneh? Maksudmu?”
“Ya aneh, kalau tante itu tinggal bersama keponakannya, seharusnya ia lebih mengenalinya kan? Masa kamu harus mengeluarkan kartu supaya dia kenali. Itu aneh kan?” ujar Daniel menjelaskan
“Ah benar juga! Pantas tadi aku merasa ada yang aneh pada tante tadi” Rita menceritakan tentang Majorka pada Daniel
“Hmm...ceritanya aneh ya?” ujar Daniel, akhirnya ia menyantap sandwichnya yang satu lagi
“Penuh keanehan? Yang mana?” tanya Rita
“Ya, dia bilang tinggal di Portland, dan mengijinkan Majorka sekolah di sini, uang sekolahnya dari uang asuransi kakaknya. Apa bisa begitu ya? setahu ku, apalagi kalau yang bayar premi asuransi sang ayah. Seharusnya klaim asuransi itu jatuh ke tangan ayahnya, apalagi ayahnya masih hidup. Ini kenapa bisa ke tantenya? “ ujar Daniel
“oh begitu ya? aku pikir karena hak asuh Majorka ada ditangan tantenya, makanya ia menerima manfaat asuransi “
“Ya, bisa juga begitu. Aku kurang paham asuransi.” Daniel menghabiskan potongan terakhir sandwichnya
“Kamu gak jadi itu untuk di rumah?” tanya Rita heran
“Enggak deh nanti sampai rumah sudah malam. Aku harus hentikan kebiasaan makan terlalu malam, nanti perut ku gendut”
“Tapi kamu kan olah raga terus, gak mungkin gendut”
“Olah raga itu tidak menjamin gak gendut. Aku lebih takut kalau gula darah ku jadi naik kalau makan terlalu malam”
Mereka meninggalkan resto dan kembali menuju rumah Rita, beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah
“Terima kasih ya, besok pagi kamu jemput?” Rita keluar dari mobil Daniel
“tentu dong!, istirahat ya!” ujar Daniel tersenyum sambil memundurkan mobil, Rita menunggu mobil Daniel menjauh dari kediamannya, setelah Daniel pergi, ia pun masuk ke dalam rumah.
_bersambung_
__ADS_1