Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 61: Rita ditemukan


__ADS_3

"Rita?"


"Aduuuhh..."


"Alhamdulillah!" Tanpa disadari Dewa memeluk Rita erat


"Aduuhh..Kak..sakittt!" Erang Rita


"Maaf..maaff..!" Dewa melepaskan pelukannya.


Rita mengibaskan dedaunan dan jerami yang menutupi tubuhnya, Dewa membantunya.


"Ehh..kamu sudah berapa lama di sini?" Tanya Dewa memecah suasana kaku setelah adegan pelukan.


"Kayaknya dari tadi malam deh, oh iya kakDewa ketemu Kiki?"


"Enggak, gak ada siapa-siapa di sekitar sini"


"Kak Dewa ke sini naik apa?" Tanya Rita sambil merapikan rambutnya yang berantakan dan penuh daun


"Tadi kakak diantar Andre, kami pisah, dia ke sana kakak kesini"


"Hmm..mungkin nanti dia akan ketemu Kiki, bantu aku berdiri kak!" Susah payah Rita bangkit dibantu Dewa.


"Kamu gak apa-apa kan Rit?" Tanya Dewa khawatir


"Sekarang sudah gak apa-apa, aku juga heran sejak dikurung kemarin, aku sama sekali gak bisa bergerak, rasanya lemas." Rita menggerakkan tangannya


"Eh coba lihat!" Dewa melihat dua tanda di lengan Rita


"Pantes, kamu disuntik!" Ujarnya menunjukkan lubang kecil bekas suntikan


"Hah?, Masa sih, kok Kiki gak bilang apa-apa?"Rita melihat lengannya dengan seksama


"Ceritanya nanti saja Rit, sekarang ini kamu harus ke RS untuk dicek lebih lanjut, mamamu sudah menunggu di sana!"Dewa memegang lengan Rita untuk membantunya berjalan.


"Oh Mama sudah datang,ayah bagaimana Kak?"


"Nanti kamu bisa tahu sendiri!, ayo Rit!" Dewa menarik lengan Rita untuk dipapah


"KakDewa bawa minum? Aku dari kemarin belum minum!" Rita yang lemas berusaha berjalan


"Ada, tapi di motor, dekat kok, kamu kakak gendong saja ya?" Dewa berjongkok


Rita tanpa ragu naik ke punggung Dewa


"Seharusnya gak berat Kak, aku sudah 2 hari gak makan dan minum" ujar Rita


"Enggak berat kog, kakak kan kuat, eh iya nanti Andi akan datang menyusul ke sini dia masih ada ujian di NZ" Dewa perlahan menggendong Rita


"Ah,KakAndi yang baik hati.." Rita tersenyum kemudian ia kembali pingsan di punggung Dewa


"Rita..Rita.." panggil Dewa, dengan segera ia membawa Rita mendekati Motornya, dan meletakkan Rita dengan hati-hati di motornya, lalu mengambil air mineral yang selalu dibawanya kemudian ia minumkan ke Rita. Selain itu ia juga mengusapkan permen ke bibir Rita


"Rit, jilat permen yang nempel dibibir kamu supaya gula darah kamu naik!" Ujar Dewa berusaha menenangkan dirinya.Rita melakukan yang Dewa katakan, beberapa saat kemudian ia tersadar, lalu mulai mengulum permen.


"Terimakasih Kak!"


"Kamu kehabisan energi, selain dehidrasi sepertinya Obat suntik itu yang bikin kamu lemas"


"Mungkin Kak, sekarang bagaimana?"


"Hmm..tadi aku dihubungi tante Ratna, beliau bilang sekarang polisi sedang mengepung rumah tempat kamu di tahan, kalau kita kembali ke sana kamu bisa segera dirawat , ada ambulan juga di sana"


"Ooo"Rita mulai tak sadarkan diri lagi.


"Rit..Rita!!" Dewa mengguncangkan tubuh Rita yang lemas, dipegangnya dahi Rita yang mendingin


"Ritaaa!!"Dewa menaiki motornya, Rita disenderkan ke punggungnya, tangan Rita ia apit di ketiaknya, perlahan ia memacu motornya menuju rumah yang dimaksud, di sana masih ada beberapa orang polisi yang masih menggeledah rumah


"Pak tolong saya!!" Teriak Dewa mengendarai motornya mendekati mobil ambulan, dengan sigap dua orang petugas ambulan memegangi Rita, melepaskan tangannya dari Dewa lalu membopongnya masuk ke dalam mobil.


Dewa memarkirkan motornya tak jauh dari ambulan. Setelah dilakukan pertolongan pertama,ambulan membawa Rita pergi, Dewa mengikuti dengan motor di belakang.


1 jam kemungkinan ambulan tiba di rumah sakit, Ratna telah menunggu Rita di sana.


"Rita!!! Rita ini mama Nak!" Ratna mengguncang tangan Rita yang mendingin, tiba-tiba darah segar keluar dari mulutnya


"Ahkk!" Rita kembali


pingsan

__ADS_1


"Sebaiknya segera bawa ke ruang IGD!" Petugas ambulan segera membawa Rita ke IGD


Ratna dan Dewa mengikuti dengan cemas.


"Dewa! Bagaimana Rit bisa sama Kamu? "


"Rita berhasil kabur dari rumah sekap Tante!, karena dia lemas jadi ditidurkan di gubuk tengah hutan!"


"Ditidurkan? Siapa yang membawa Rita ke situ?"


"Kiki, temannya Rita!"


"Kiki? Hmm sekarang dia di mana?"


"Dewa gak ketemu dia Tan, tapi tadi Dewa kesana bersama Andre pacarnya Kiki"


"Lalu kami tinggalkan dia di sana?"


"Saya gak sempat mikirin Andre Tante, karena Rita pingsan terus jadi saya langsung bawa Rita ke ambulan yang sudah ada dekat rumah sekap"


Mendengar hal itu Ratna langsung menelpon letnan Agus yang masih berada di TKP.


"Pak, anak saya sudah ada di RS, tapi ada 2 temannya yang masih tertinggal di situ, laki-laki dan perempuan. Yang laki namanya Andre, sedangkan yang perempuan namanya Kiki, bisa tolong bawa mereka pak?"


"Baik bu segera laksanakan!" Jawab Letnan Agus


upaya pencarian Rita selesai, rumah penyekapan telah di amankan, orang-orang yang berada di rumah tersebut ditangkap tanpa perlawanan.


Di RS,Dewa menemani Ratna menunggu Rita yang sedang dalam perawatan intensif.


Beberapa saat kemudian dokter datang menghampiri Ratna


"Ibu, bisa kita bicara sebentar?" Dokter mengajak Ratna ke ruangannya. Ratna dan Dewa mengikutinya dari belakang.


"Anak saya ini boleh ikut ya dok?" Tanya Ratna sambil memegang Dewa


Dokter mengangguk.


Mereka memasuki ruangan dokter.


"Jadi begini ibu, kami masih mencari tahu penyebab anak ibu pingsan, kami menunggu hasil cek darahnya, tapi kalau dilihat dari gejalanya, sepertinya anak ibu sedang ketagihan."


"Ketagihan? Ketagihan apa? Ketagihan kog pingsan?" Ratna bingung


"Saya belum tahu jenis obat apa yang mereka gunakan, tapi sepertinya tubuh anak ibu menolak obat itu, jadi gejalanya seperti ketagihan."


"Jadi saya harus bagaimana dokter?"tanya Ratna dengan khawatir


"Kami akan melakukan detoksifikasi kepada anak ibu, dan luka di kakinya cukup parah. Sepertinya kami perlu donor darah untuk jaga-jaga kalau anak ibu membutuhkan."


"Saya bisa dokter!" Jawab Ratna segera.


Dari ruang dokter, Ratna dan Dewa langsung ke laboratorium untuk dicek darahnya.


"Maaf ibu, golongan darahnya tidak cocok dengan anak ibu!" Ucap petugas laboratorium setelah mengecek hasil darah Ratna.


"Kalau golongan darah anak ini gimana?" Tanya Ratna sambil memegang pundak Dewa


"Golongan darahnya sama tapi beda rhesus bu, anak ibu golongan darahnya O rhesus negatif, sedangkan anak ini golongan O tapi rhesus positif."


"Eh, O negatif?" Ratna bingung.


"Di RS ini gak ada O negatif?" Tanya Ratna


"Golongan darah jenis itu termasuk jarang bu, jadi kami harus mencari di PMI pusat, biayanya cukup besar!"


"Gak usah khawatir soal biaya mbak, berapapun akan saya bayar!" Ujar Ratna tegas


"Baiklah bu, silahkan ke ruang tunggu, nanti kalau darahnya sudah tersedia, akan kami kabari!"


Ratna dan Dewa kembali ke ruang tunggu.


Ratna berpikir keras, lalu ia mengangkat ponselnya untuk menghubungi ayahnya. Beberapa saat setelah percakapan ponsel, Ratna mencoba menenangkan diri.


"Dewa! Kamu gak ada kegiatan lain kan?" Tanya Ratna tiba-tiba


"Gak ada Tante, anak kelas 12 sudh selesai ujian, jadi Kami tinggal menunggu hasilnya."


"Hmm.. syukurlah, Tante harus menemui ayahnya Rita, kamu di sini ya, telpon saya kalau ada yang harus dilakukan. Eh ini kartu debit, kalau kamu butuh atau Rita butuh pakai ini! " Ratna memberikan kartu debit platinum dan mencatatkan no.pinnya.


"Kalau kamu lapar bisa belanja pakai kartu ini! Tante pergi dulu ya!" Ratna segera pergi meninggalkan Dewa

__ADS_1


"Baik Tante,Hati-hati di jalan!"


Satu jam kemudian,Ratna telah berada di RSUD tempat ayah Rita di rawat.


"Tok..tok.." ketukan pintu kamar


"Ya? Masuk saja!" Sahut Reza dari dalam kamar.


Ratna memasuki kamar, dia agak terkejut karena di samping Reza ada seorang perempuan berparas ayu, usianya sedikit lebih muda dari Ratna, ia berada di samping Reza dan memegang tangannya.


"Maaf apa saya mengganggu?"tanya Ratna, hatinya agak bergetar melihat pemandangan itu.


"Oh, Ratna, kenalkan ini Aisyah istri ku!" Reza memperkenalkan istri barunya.


"Eh, istri? Emm sejak kapan?" Tanya Ratna bingung.


Reza melihat ke arah Aisyah yang tertunduk malu-malu.


"Aisyah, ini Ratna mamanya Rita. Aku tidak bisa menyembunyikan hubungan kita lagi!" Ujar Reza


Aisya menghampiri Ratna dan menjabat tangan Ratna


"Saya Aisyah istri mas Reza, kami sudah menikah 3 bulan yang lalu " ujar Aisyah


"Oooh..iya, selamat ya! Maaf saya gak bisa memberikan apa-apa, karena Rita gak pernah cerita tentang kalian." Ujar Ratna berusaha mengontrol perasaannya.


"Iya, gak apa-apa, Rita juga belum tahu" ujar Reza


"Hah?" Ratna bingung.


"Aisyah ini adik kelas ku di SMA, kami bertemu secara gak sengaja di RS waktu ia sedang merawat ibunya yang sakit. Dulu kami satu klub di SMA" cerita Reza


"Ooo CLBK!" Sahut Ratna menganggukkan kepalanya.


"Hahaha..bisa saja mba Ratna!" Ujar Aisya tertawa renyah


Diam-diam Ratna memperhatikan Aisyah.


"Maaf ya mba, kabarnya pasti bikin mbak kaget! Kami menikah di depan ibu saya yang sedang sakit keras. Sebelum beliau meninggal ia ingin melihat saya menikah"


"Innalilahi, sekarang ibunya sudah wafat?"


"Alhamdulillah, beliau sehat kembali mbak!" Aisya tersenyum.


"Lalu kok bisa, Rita tidak diberitahu?"


"Hmm..sejak dia pulang dari liburan bersama kamu, Aku dan Rita jarang berkomunikasi kecuali hal-hal yang ia butuh Aku sebagai ayahnya, selain itu dia sibuk dengan kegiatan sekolahnya"


"Tapi ayahnya menikah masa anak satu-satunya gak tahu?" potong Ratna


Tiba-tiba terdengar ketokan pintu dari luar


"Ya??"! Aisyah menghampiri pintu


Setelah berbicara sebentar dengan suster di luar


"Mas, saya harus keluar sebentar!" Ujar Aisyah


Reza mengangguk, Aisya pamit ke Ratna, lalu pergi


"Ratna, kita sudah pisah lebih dari 9 tahun lamanya, aku paham sekali Rita, setelah menghabiskan liburan dengan mu dan Andi, ia menginginkan kita kembali bersama.Tapi untuk Aku kembali ke kamu terlalu banyak masalah diantara kita, Aku juga gak mau mematahkan harapan Rita"


"Tapi dengan menikah diam-diam begini, kamu malah akan membuat semuanya rumit!" Potong Ratna lagi.


"Aku berencana mengenalkan Aisyah ke Rita, hanya timingnya belum tepat!"ujar Reza


"Lupakan tentang pernikahan kamu, itu hak mu menikah lagi, yang penting sekarang tentang Rita!"


"Rita sudah ditemukan?" Tanya Reza sambil bangkit dari tempat tidurnya


"Kamu jangan banyak bergerak dulu! Kondisi mu tidak lebih baik darinya!" Ujar Ratna mencegah Reza bangun


"Maksudnya?"


"Rita membutuhkan darah mas, kami sedang menunggu kabar dari RS setempat!"


"Kenapa Rita butuh donor darah?"tanya Reza lemas


"Dokter belum tahu obat apa yang disuntikkan penculik, sekarang ini dia sedang di detok, o iya kenapa golongan darah Rita unik seperti Reza?" Tanya Ratna


"Karena Rita sebenarnya adalah anak Eka!" Ujar Reza pelan

__ADS_1


" HAH?!!"


~bersambung~


__ADS_2