Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 314: Rencana Pindah


__ADS_3

"aku bosan sekali" keluh Rita, ia diminta bed rest oleh dokter. Beberapa hari yang lalu ia dan rombongan baru kembali dari Singapura.


Keesokan harinya Daniel langsung bekerja, anak-anak seperti ibunya bersantai di rumah.


"Mami, aku mau berenang" rengek Ranna


"Iya Mami" ujar Raffa


"Aduh Kak, Bang, mami males banget ke kolam renang, mami masih capek"


"Yah mami.." kedua anak keluar dari kamar maminya dengan wajah kecewa.


"Miiii...." Rayya datang ke kamar Rita paling belakangan, suster Eva mengikutinya.


"Apa dek?" Rita mengangkatnya ke ranjang


"Miii... Aaahhhhhh" Rayya berteriak sambil menggerakkan badannya ,ia minta Rita bangun dari tempat tidur


"Iya dek..kamu mau apa?" tanya Rita, Rayya menunjuk keluar kamar.


"Oh adek mau mami keluar? Baiklah .."


Rita keluar teras di lantai 2,


"Tumben udaranya panas ya? Tapi gak lembab"


Rita turun ke bawah, ia melihat anak-anak asyik bermain dengan tabletnya, sambil menggendong Rayya, ia membawanya ke dapur.


"Selamat pagi Bu Rita" sapa Beatrice


"Pagi,..!"


"Anda sudah sehat?"


" Sudah lebih baik"


"Anda belum sarapan kan?"


"Belum, aku merasa perut ku penuh"


"Wah itu tipuan perut, aku akan membuatkan jus buah persik untuk anda"


"Terimakasih Beatrice, kamu baik sekali"


Beberapa saat kemudian jusnya sudah jadi


"Silakan!"


"Terimakasih!...hmmm ...segar sekali!"


"Udara memang panas akhir-akhir ini, mungkin perubahan iklim sudah sangat parah ya?" Ujar Beatrice


"Iya,.." sambil meminum jus matanya terpaku pada halaman belakang rumah .


"Beatrice..tanah di halaman belakang ini punya siapa?"


"Itu termasuk bagian rumah ini Bu, kalau mau digunakan bisa"


"Begitu ya?" Tiba-tiba ia memiliki ide, beberapa hari yang lalu ia mendapatkan brosur tentang penyewaan kolam renang portabel, bisa dibongkar pasang. Rita menelponnya,


"Penyewaannya berapa harganya?"


"Satu Minggu 2 ribu dolar sudah termasuk air khusus kolam renang"


"Berapa lama pemasangannya?"


"Kira-kira 2 jam Bu, itu paling lama."


"Baiklah, bisa datang hari ini"


"Bisa Bu, kami akan datang 1 jam lagi"


Sebelumnya Rita memanggil jasa tukang kebun untuk merapikan rumput di belakang sebagai tempat untuk kolam renang, ia juga sengaja membeli jaring untuk mengurangi sinar matahari yang terik masuk ke kolam.


Setelah tempat sudah tersedia, kolam renang pun di pasang.


"Hei anak-anak..ngapain main di dalam, katanya mau berenang?" tegur Rita


"Mami kan lagi capek?" Jawab Ranna malas


"Mami sudah gak capek?" tanya Raffa


"Sedikit, tapi kalau mau berenang di rumah saja"


"Memangnya di sini kita punya kolam lenang? Kalau di jakalta ada di sini gak ada" tanya Ranna


"Punya dong! lihat ke halaman belakang deh!"


Raffa langsung berlari ke halaman belakang, ia langsung terjun ke kolam


"Kakak...ada kolammm!!" Teriaknya kegirangan. Ranna melemparkan tabletnya ke sofa lalu langsung ke halaman belakang dan terkagum -kagum


"Ini punya kita mi?" Tanyanya


"Enggak sewa, mami sewa untuk 2 minggu.. kalian bisa berenang sepuasnya"


"Asyikkk..." Tanpa ganti baju, Ranna ikut menceburkan diri di kolam sedalam 1 meter itu. Tak lama Rayya bergabung dengan kakak-kakaknya. Ranna dan Raffa mengambil mainan mereka dan memasukkan ke kolam.


"Banyak amat kak, bang nanti malah gak bisa berenang" tegur suster Rini


"Bisa kok!" Jawab Ranna


Selama mereka asyik bermain Rita merekam kegiatan anak-anak di ponsel, lalu mengirimkan ke suaminya. Kemudian mereka melakukan Vcall


"Kamu sewa atau membelinya?"


"Sewa selama 2 Minggu, ngapain beli karena cuaca di sini panasnya cuma sebentar..kalau musim dingin malah tidak terpakai, kan sayang"


"Benar juga, Mahal gak?"


"Lumayan tapi sebanding kok, yang penting anak-anak senang. Aku merasa bersalah tidak bisa mengajak mereka keluar untuk berenang. Lagi pula mereka sudah menjadi anak baik selama di Singapura"


"Hmm... justru lebih baik seperti ini kan?.. anak-anak lebih aman di rumah"


"Oh iya aku ada kejutan untuk mu" Rita menunjukkan alat barbeque yang baru ia beli.


"Taraaa!!"


"Wah.. pemanggang barbeque..itu kamu sewa juga?"


"Enggak, aku sengaja membelinya untuk kamu "


"Untuk ku?"


"Iya,..waktu kita mencari furniture kamu sangat tertarik dengan pemanggang seperti ini, jadi Aku membelinya untuk mu sebagai hadiah !"


"Terimakasih sayang..wah aku mimpi apa dikasih hadiah sama istri cantik yang biasanya perhitungan" ledek Daniel


"Hehehehe....ini ungkapan terimakasih karena sudah menemani ku ke Singapura.."


"Sama-sama..tapi kamu keluar uang banyak dong untuk kolam dan pemanggang?"

__ADS_1


"Tenang saja! Aku baru melihat saldo keuntungan D'Ritz..aku gak mau hanya menyimpannya, jadi aku belanjakan untuk kalian"


"Wah..hebat Bu presdir.. mudah-mudahan rejekinya berlimpah.."


"Aamiin...oh iya kamu pulangnya jam normal kan?"


"InsyaAllah normal, Alhamdulillah semua terkendali "


"Alhamdulillah...Yang, sudah dulu ya, Itu anak-anak memanggil " Rita menunjukkan ponsel ke arah anak-anak


"Papoooiiii...lenang yuk!!!" Teriak Ranna


"Iya papiii!!" Teriak Raffa


"Iya..nanti ya kalau libur!!" Jawab Daniel tersenyum


"Dadah sayang, muachh!!" Rita menutup ponselnya.Daniel tersenyum senang


"Pak Daniel, maaf, Anda diminta datang ke ruangan pak Presdir " ujar asistennya


"Presdir? Mr Alec?"


"Iya pak!"


"Baiklah.." Daniel merapikan pakaiannya, lalu segera menuju lantai paling atas lantai khusus Presdir.


Daniel diantar asisten Mr.Alec memasuki ruangan super mewah. Kantor yang di desain dengan ruang tamu furniture mewah.


"Selamat datang pak Daniel!" Mr.Alec menyalami


"Terimakasih Pak, apa kabar?"


"Baik..silakan duduk!..wah kita baru bertemu ya . Waktu di Jakarta saya tidak sempat ngobrol pribadi dengan Anda"


"Tidak apa-apa pak, saya mengerti Anda pasti sangat sibuk"


"Begitulah..oh iya saya baru mengetahui kalau proyek yang kamu pimpin mendapatkan dana dari Bank Swiss?"


"Betul pak, sepertinya Adik Anda banyak membantu saya dalam prosesnya"


"Hmm...adik ku memang kenal dengan sebagian besar direktur Bank Swiss tapi dia gak bisa mempengaruhi mereka untuk menyetujui pendanaan. Apalagi dia juga sudah tidak punya saham di bank itu"


"Oh begitu pak?"


"Iya, sepertinya Adik ku itu sedang mengurangi jasa peminjaman, dia lebih tertarik yang sifatnya kemanusiaan"


"Oh ya?" Daniel terkejut dengan cerita Mr.Alec tentang Lucas


"Jadi begini Niel, aku panggil kamu Niel saja ya?"


"Silakan pak!"


"Aku ingin mengalihkan proyek mu"


"Maksudnya pak?"


"Aku ingin kamu memegang cabang Lexi di Kanada. "


"Eh..bagaimana pak?" Daniel seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Proyek di Afsel itu bisa dikerjakan oleh orang-orang biasa, kamu luar biasa bisa memilih orang yang tepat untuk menjalankan proyek itu, untuk itu aku ingin kamu ke Kanada dan menjadi kepala cabang di sana..ini promosi Niel"


"Apa tidak terlalu cepat pak?" Tanya Daniel, ia merasa karirnya terlalu cepat menanjak


"Kenapa? Kamu takut ya?"


"Yaa..."


"Kamu memiliki kemampuan memimpin yang sangat baik, itu sudah dibuktikan dengan kinerja mu di Jakarta dan di sini dalam setahun kamu bekerja dengan kami"


"Anggap ini tantangan untuk kamu Niel, aku dengar kamu memang orang Kanada kan?"


"Betul pak, maaf berapa lama saya dipersiapkan untuk pindah ke Kanada?"


"Kamu yang tentukan sendiri, paling lambat 3 bulan. Kamu juga harus serah terima proyek ke penerus mu kan?"


"Baik pak"


"Baiklah Niel, aku melihat sepertinya kamu ingin menenangkan diri"


"Hahaha..terlihat jelas ya pak?"


"Tentu saja, dulu aku pun seperti itu, baiklah..aku menunggu prestasi mu di Kanada ya? "


"Terimakasih pak!" Daniel menyalami Mr.Alec dan meninggalkan ruangan itu


Setelah Daniel pergi, seseorang keluar dari ruang tersembunyi dan menghampiri Mr.Alec


"Apa kakak mau menyerahkan cabang Kanada yang kacau ke orang baru seperti Daniel?" Tanya Lucas yang sejak tadi mendengar percakapan kakaknya dengan Daniel di ruangan tersembunyi.


"Aku dengar Daniel pernah mengembalikan Dar.co Singapura ke jalur yang benar, padahal ia hanya memegang 3 divisi saja"


"Tapi kenapa dia pindah dari Dar.co? Padahal karirnya akan cemerlang di sana"


"Belum tentu, apa kamu gak tahu beban menjadi cucu mantu pemilik itu berat? Aku dengar banyak desas-desus tak mendasar yang ditujukan padanya sehingga para pemegang saham tidak menunjuknya sebagai direktur Dar.co Singapura"


"Lho, apa kakek mertua tidak membantunya?"


Alex menggeleng,


"Aku pikir si Tua Darmawan itu punya pemikiran lain, dia itu orang tua yang cara berpikirnya out of the box..aku banyak belajar dari nya. Aku pikir pasti dia punya pemikiran lain tentang Daniel ini. Aku jadi penasaran"


"Jadi kakak mengorbankan cabang Kanada, hanya untuk membuktikan pemikiran kakak?"


"Mengorbankan? Belum tentu..kita lihat saja nanti!" Ujarnya


Daniel kembali ke ruangannya, ia termenung tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Ia menatap foto keluarga di atas mejanya lalu melihat cincin nikah melingkar di jari manisnya, sejak ia menikah dengan Rita karirnya terus menanjak, ia mencium cincin itu.


"Pak Daniel, ada Vcall dari Pak Steven di Afsel" ujar asistennya


"Baiklah, aku terima"


Daniel menerima Vcall dari Steven, mereka membicarakan tentang proyeknya.


"Jadi Anda akan pindah ke Kanada?"


"Benar, tapi dalam 3 bulan ini, aku ingin kamu mempersiapkan semua yang ingin kamu tanyakan sebagai penerus ku"


"Baik pak, selamat ya!"


"Terimakasih!" Daniel tersenyum


Saat makan siang, dia sholat Dzuhur sebelum makan. Ia banyak bersyukur untuk setiap nikmat yang ia terima.


Malam harinya, setelah makan malam ia termenung di teras rumah depan kamarnya.


"Papi kok melamun?" Tanya Rita sambil memberikan Rayya


"Papi lagi bingung dek" ujar Daniel sambil memeluk anak bungsunya


"Bingung apa? Mau share?" Tanya Rita sambil memeluk punggung suaminya

__ADS_1


"Aku sangat suka parfum mu" ujarnya sambil mencium punggung suaminya


"Aku gak pakai parfum lho!"


"Boong ah! Kok wangi?"


"Tubuh ku memang wangi!" Ujar Daniel


"AU ah..papi becanda melulu ya Dek!" Rita mencium pipi Rayya yang gemas


"Kalau mau mencium kayak gitu kenapa gak kamu saja yang gendong?"


"Rayya itu kangen sama kamu.."


"Rayya yang kangen apa maminya?" Goda Daniel


"Maminya kangen juga ..jadi kamu bingung apa?"


"Ehhh...dalam 3 bulan ke depan kita akan pindah "


"Pindah rumah?"


"Bukan, pindah negara"


"Kembali ke Jakarta?"


Daniel menggeleng


"Kemana dong? Jangan misterius begitu!" tanya Rita gak sabar


"Ke Kanada"


"Hah? Beneran?"


"Bener,.. katanya sih aku kepala kantor di sana"


"Yang benar? Kamu menggoda ku kan?"


"Ya sudah kalau gak percaya"


Rita terdiam cukup lama,


"Jadi kamu dapat promosi gitu ya?"


Daniel mengangguk


"Ini beneran apa boongan? "


"Masa boong, yang ngomong Mr.Alec sendiri di ruangannya"


"Habis, aku agak trauma dengan Lexus dulu, aku ikut terluka lho!"


"Iya ya? Maaf!.. untung kamu ingetin aku"


"Tentang apa?"


"tentang Lexus itu, jadi aku gak ke terlena, sampai surat resmi penugasan turun"


"Iya betul..wah.. bagaimana proyeknya?"


"Sudah ada yang menggantikan"


"Cepat juga, kamu dikasih waktu berapa lama untuk persiapan?"


"Tiga bulan"


"Tiga bulan kita sudah harus pindah?"


"Iya, terlalu cepat ya?"


"Ya, sebenarnya sih..tapi kamu sewa mobil untuk 6 bulan kan?"


"Iya itu rencananya, tapi aku membayarnya tiap bulan"


"Oh, jadi gak rugi ya? Bisa gak kita ajak Beatrice, Dickens dan Diedre?"


"Kamu suka sama mereka ya?"


"Iya, aku sudah terbiasa dengan mereka"


"Sepertinya mereka gak akan mau ikut, bagaimanapun juga mereka hampir masuk masa pensiun, anak-anaknya pasti gak akan mengijinkan mereka kerja di luar negeri"


"Iya juga ya? Jadi kamu akan bertugas selama 2 tahun di Kanada?"


"Aku belum baca kontrak kerja terbaru, besok atau lusa aku akan menghadap bagian HRD"


"Wah berarti penguasa yang benar itu HRD ya? Direktur Daniel saja harus menghadap!" Goda Rita


"Itu kan bahasa ku saja, sebenarnya mereka yang datang ke ruangan ku"


"Kamu senang dong kembali ke Kanada?"


"Hmm...entahlah ..tapi ada keluarga Tante ku di sana, aku bisa memperkenalkan kamu ke mereka"


"Sayang.."


"Hhuh??"


"Kamu jangan over thinking..jalani saja..Aku dan anak-anak akan mendukungmu"


"Terimakasih sayang!" Daniel mencium kening dan merangkul istrinya.


Keesokan paginya.


Anak-anak kembali bermain di kolam renang, kali ini mereka bermain pistol air. Sementara Rita memperhatikan mereka dari dapur.


"Beatrice, aku mendengar kabar dari suami ku, kami akan pindah ke Kanada 3 bulan lagi"


Beatrice menghentikan kegiatannya


"Saya belum mendengar tentang itu Bu?"


"Iya, mungkin hari ini beritanya akan muncul."


Beatrice kembali melanjutkan pekerjaannya, wajahnya tampak sedih


"Anda mau ikut kami ke Kanada?" tanya Rita


Beatrice kembali diam, lalu tersenyum


"Terimakasih,anda baik sekali. Aku akan sangat kehilangan kalian," tiba-tiba air matanya mengalir


"Maaf!" Rita mengambil tissue dan mengusap air mata Beatrice


"Kalau saja usia ku lebih muda, tanpa ragu pasti ikut kalian. Tapi usia ku sudah 60, radang sendi sering menyerang kaki dan tanganku nanti malah merepotkan kalian, sudah begitu anak dan cucu ku membutuhkan ku di sini"


"Setelah kami pindah, Anda akan kembali ke rumah yang lama?"


"Iya, menunggu penghuni rumah selanjutnya."


"Oh begitu, tapi kita masih ada waktu beberapa bulan untuk dihabiskan bersama" ujar Rita

__ADS_1


Beatrice mengangguk setuju.


_bersambung_


__ADS_2