
Dua belas jam kemudian Rita dan Kakeknya tiba dengan selamat di Bandara Soekarno-Hatta, provinsi Banten. Mereka dijemput oleh pengurus rumah Jakarta bernama Ridwan.
“Selamat Datang Pak!” sapa Ridwan
“Lho kog kamu yang jemput? Ibu mana?” tanya Darmawan, ia memberikan tas selempangnya kepada Ridwan
“Ibu mendadak ke Swiss pak, beliau mendapat kabar mba Metha sakit”
“Ooo,..kapan dia pergi? kog gak ijin ke saya?” tanya Darmawan lagi
"Beliau panik pak, dapat kabar siang, sorenya beliau sudah memesan tiket penerbangan malam. Beliau juga membawa jamu-jamuan dari sini”
“Oalaah..Metha paling Cuma demam saja, ibu itu terlalu lebay, oh iya Ridwan, Saya sudah pernah cerita kan? Ini Rita, dia ini cucu perempuanku anaknya Eka, adiknya Andi. Rita, kenalkan ini pak Ridwan, ia yang bertanggung jawab mengurus rumah di Jakarta” Darmawan mengenalkan Rita kepada Ridwan
“Rita Pak!” Ia menyalami Ridwan
“Ridwan saja mba, jangan sungkan!”
“Enggak ah, Bapak kan jauh lebih tua dari saya” ujar Rita tersenyum. Darmawan memperhatikan gaya bicara Rita,
“Wan, mobilnya di mana? Apa kita makan di restaurant di sini ya? Kakek lapar nih Rit”
“Hmm,..kakek mau makanan Indonesia , barat atau Jepang?” tanya Rita
“Ada pilihan apa yang dekat?”
“Itu restaurant makanan Sunda, kayaknya enak kek!”
“Ya udah, kesitu saja. Yuk Wan kamu juga ikut makan, pasti lama ya nungguin kita?”
“Gak usah Pak, tadi kita sudah ngopi di luar. Jadi masih kenyang”
“Yakin nih? Kita makan dulu ya?” Darmawan merangkul Rita, mereka pergi ke restaurant makanan Sunda
Di restaurant mereka memesan beberapa makanan dan minuman, sambil menunggu makanan datang
“Jadi Rita, sejak kapan ingatan kamu kembali?” tanya Darmawan, ia berbicara dengan santai, tetapi nada tegas terpancar dari ucapannya
Rita kaget, ia tidak menyangka sandiwaranya dengan cepat terbongkar.
“Hmm...sejak kemarin Kek, gak sengaja Rita kejedot pintu kamar mandi. Sakit banget, eh tau-tau Rita bisa inget semuanya. Tapi ni kepala rada benjol” ia menunjukkan tempat ia terantuk
“Sudah diobati?” Darmawan mengusap kepala Rita yang benjol
“Sudah, pakai minyak, masih nyut-nyut-an tapi sekarang sudah lumayan, Kok Kakek bisa tahu?”
“Sebenarnya kakek curiga di pesawat, kamu bolak-balik ke toilet. Berkali-kali pakai obat mata, dugaan kakek kamu nangis terus kan karena pisah dari Daniel?”
“Tapi mata Rita memang agak merah Kek!”
“Lalu tadi begitu bicara sama Ridwan, gaya bicara kamu kembali seperti dulu, gak centil lagi.”
“Wah kakek jeli sekali ya?”
“Tentu dong, kenapa kamu gak jujur saja dari awal? Daripada memaksakan diri .Pisah ketika lagi sayang-sayangnya?”
“Ih kakek, kayak anak ABG saja”
“Kakek gak menentang kamu sama Daniel, lanjutkan saja!”
“Rita mendengar obrolan kakek dan kak Andi tentang Daniel, Rita pikir itu hal yang baik untuknya, tapi belum tentu baik bagi hubungan kami.”
“Maksud mu?”
“Rumor di kantor itu yang kedua kali terjadi, sebelumnya ia juga pernah marah mengenai hal yang menurut Rita sangat remeh. Marahnya dia sih gak sampai memaki hanya kami ribut sampai seminggu lamanya. Sedangkan yang terakhir ia kesal karena rumor itu, ia menjauhkan diri.”
“Daniel seperti itu?”
“Iya Kek, ini bukannya Rita mengadu ya, Rita paham kog yang Daniel rasakan tetapi cuma dia yang bisa mengatasi perasaan rendah diri seperti itu. Rita memikirkan semalaman, mungkin jika kami berpisah hal yang baik. Kalau dalam keadaan normal, kami sulit berpisah, tapi kalau berpisah karena keadaan tidak ada yang bisa mencegah kan Kek?”
“Lalu apa Andi juga bagian dari drama mu?”
“Enggak Kek, Kak Andi gak tahu apa-apa. Daniel itu sangat jeli kalau Rita tidak membuat kak Andi meng”gila” karena Rita yang baru, Rita yakin akan ketahuan”
“Jadi kamu memang berencana supaya dipindahkan sekolah ke Jakarta?”
“Kemana saja sih Kek, ikut Sisca ke Belanda juga boleh. Eh Kakek malah memilih Jakarta.”
“Apa batal saja?”
“Jangan dong Kek, Rita minta tolong sama kakek untuk menyembunyikan Rita dari Daniel. Jangan biarkan dia tahu ingatan Rita sudah kembali”
“Tapi kalian saling suka kan?”
__ADS_1
“Iya sih Kek, Daniel itu baik, perhatian, pokoknya husband-material banget deh. Tapi kalau masalah ‘itu’ belum bisa ia atasi, hubungan kami gak akan berhasil. Kak Andi bilang, sebelum makin lengket sebaiknya dihentikan dari sekarang”
“Bagaimana dengan Andi?”
“Kak Andi itu lucu banget ya Kek, dia histeris terus . Nanti saja deh Kek, biarkan kak Andi tenang dulu” Rita tersenyum mengingat keisengannya menggoda Andi. Lagi pula, Rita takut kak Andi akan membocorkan keadaan Rita kepada Daniel”
“Kira-kira mau berapa lama kamu mau ngumpet dari Daniel? Kalau dia naksir cewek lain gimana? Apa lagi kalian jauh banget lho!”
“Justru itu Kek, mungkin 2-3 tahun. Kalau jodoh pasti bertemu”
“Jadi ceritanya kamu putus nih dari dia? Bukannya cool down kan? Yang jelas dong. Jadi kakek juga gak akan marah kalau tiba-tiba kakek melihat Daniel pergi dengan seorang perempuan ke suatu acara.”
Rita diam saja, kemudian terlihat ia sangat bertekad
“Iya kek, kami putus! Rita sudah merelakannya, insya Allah!” Rita mengatakannya dengan mantap tetapi air matanya terus mengalir tidak bisa ia kontrol.
“Tuhh kan, nangis terus. Sudahlah jangan memaksakan diri!” ujar Darmawan, ia sungguh tidak tega melihat cucu perempuannya bersedih
“Enggak kek, ini kan baru Day-1, besok-besok Rita gak akan nangis lagi deh!”
“Bener ya? Jangan berubah pikiran! Sebenarnya kakek membuat perjanjian sama Daniel untuk menjauhi kamu setahun ini, maksudnya membatasi pertemuan kalian. Sesungguhnya Kakek juga khawatir, Andi cerita Daniel tidak berhenti menatap mu selama di pesta. Kakek ini lelaki jadi tahu apa yang ada dipikirannya. Makanya kakek pikir kalau kalian tidak menikah sekarang, alangkah baiknya kalian jaga jarak dulu”
“Apa kami kelihatan bucin sekali ya kek?”
“Sewaktu kami di Dubai, orang tuanya Rendy sempat menunjukkan foto kalian berdua. Setahu kakek, kalian belum sedekat ini, tetapi mereka beberapa kali memfoto kalian yang saling bertatapan, menurut kakek yang memoto kalian itu pernah kerja di national geografi, karena hasil fotonya bagus sekali. Mata kalian itu seperti memancarkan aura”
“Hah? Kakek lebay ah!”
“Beneran, tanya deh sama kakek Sugi, kayaknya beliau yang pegang foto kalian. Setelah melihat foto kalian berdua kakek Sugi sampai speechless. Keluarga Rendy berpikir Kakek Sugi dan Aku mau membohongi mereka.”
“Membohongi?”
“Kakek sugi pernah bilang ke mereka cucu perempuannya masih single belum ada pasangan, nah foto itu menunjukkan keintiman. Tapi pada akhirnya kami memutuskan untuk tidak menjodohkan kamu dengan Rendy. Apalagi hanya untuk kontrak kerjasama. Mereka sempat ngotot, mereka bilang kalau tidak ada pernikahan antara kamu dan Rendy kontraknya akan dibatalkan.”
“Yahhh..lalu gimana kek?”
“Ya sudah kami bilang batal saja, kerjasama ini harus didasari saling percaya, kalau dari awal mereka meletakan kepercayaan berdasarkan pernikahan menurut kakek itu tidak professional! Kakek Sugi juga setuju dengan Kakek”
“Terus Kek? “
“Kemudian salah satu staf mereka menunjukkan berita tentang kerjasama baru perusahaan kami dengan perusahaan milik Charles Lucas, yang nilai investasinya 2x lipat dari nilai investasi mereka. Setelah beberapa hari giliran mereka yang memohon pada kami untuk bekerjasama dengan mereka”
“Oh ya? jadi kalian melanjutkan investasi?”
“Ooo begitu, pantas dia kesal”
“Huh?” Darmawan menyeruput bajigur
“Kita bertemu di pesta Charles Lucas Kek, dia marah-marah sama Daniel. Mungkin kalau perempuan Rendy itu bisa dijuluki Drama Queen!”
“Iya, hampir semua keluarganya seperti itu, kakek mewanti-wanti kakek Sugiyono, supaya kelak jangan sembarangan menjodohkan cucu sendiri.”
“Wahhh..ternyata kakek sangat baik ya??”
“Iya dong, eh Rit, dari tadi kog makanan yang keluar lama sekali ya? ini Cuma bajigur, sama bakwan. Makanan lainnya mana? Keburu hilang laparnya!”
“Sebentar Kek!” Rita beranjak dari kursinya dan menuju ke tempat pemesanan
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya petugas bagian pemesanan
“Saya sudah memesan sejak 15 menit yang lalu, tapi yang datang baru minuman dan gorengan, makanan intinya mana ya?” tanya Rita, ia memberikan struk pembelian
“Sebentar ya mba?” petugas menelpon bagian dapur, tetapi tidak ada respon, sehingga ia mendatangi dapur, tiba-tiba pintu dapur terbuka dan mendorong petugas itu hingga terjatuh. Seseorang berpakaian putih-putih seperti chef memegang pisau tajam di tangannya, ia menarik petugas pemesanan tadi dan menyanderanya
“Kalian jangan mendekat, kalau berani aku akan tusuk orang ini!” teriak chef itu, petugas pemesanan menangis ketakutan. Rita yang berada di dekat chef itu perlahan mengambil nampan perak yang cukup berat, kemudian ia melemparkan nampan itu ke jidat chef, ia kaget karena jidatnya sakit ia melepaskan pegangannya dari petugas pemesanan. Dengan cepat Rita menarik tangan petugas itu agar menjauh dari chef . Chef yang menyadari sanderanya telah lepas, berusaha menyerang Rita dengan pisaunya. Dengan tangkas Rita menangkap tangan chef yang berpisau dan membantingnya ke lantai. Rita memuntir tangan chef dan menendang pisau itu menjauh , chef itu mengerang kesakitan. Semua mata terpaku melihat aksi itu
“Hei bantu saya!” teriak Rita, ia menggunakan tubuhnya untuk menahan tubuh chef itu. Dua orang lelaki yang berada di situ membantu Rita, chef berhasil dilumpuhkan. Beberapa orang merekam kejadian , riuh rendah suara tepuk tangan para pengunjung restauran. Darmawan yang melihat aksi Rita melongo seperti tidak percaya apa yang baru saja ia saksikan. Chef itu di bawa ke kantor keamanan bandara untuk diproses di kantor polisi sedangkan Rita kembali ke tempat duduknya
“Kamu gak apa-apa Rit?” tanya Darmawan, ia melihat ekspresi wajah Rita yang menyiratkan kecemasan
“Gak apa-apa Kek, agak kaget juga sih” ia meminum air putih untuk menenangkan dirinya
“Kamu gak luka kan? Orang tadi pegang pisau tajam lho!”
“Dia memegang pisau itu hanya untuk menakuti supaya orang tidak mendekatinya.”
“Tapi dia sempat menyandera lho”
“Sebenarnya ia mau membantu cewek tadi bangun, tapi karena ia khawatir orang sekitarnya menyerang jadi ia ubah strateginya jadi menyandera”
“Kog kamu bisa tahu hal semacam itu?”
“Daniel pernah menunjukkan video pelatihannya sebagai pengawal, ia juga menjelaskan tentang penyanderaan yang terencana dan yang tidak.”
__ADS_1
“hmm...kalian itu menakutkan kakek saja.” Darmawan dan Rita melanjutkan makan siangnya
Ketika hendak pulang
“Mba, ini cinderamata dari restaurant kami, sebagai ungkapan terimakasih kami atas tindakan mba tadi”
“Eh gak usah mba, tadi saya reflek saja kog” ujar Rita merendah
“Tolong diterima ya, ini amanat dari pemilik restauran ini” petugas penerima pesanan tadi memberikan goody bag bertuliskan nama restauran itu.
“Baiklah, saya terima. Terima kasih banyak” Rita menerima goody bag , kemudian keluar dari restauran bersama kakeknya.
“Dapat apa Rit?” tanya kakek
Rita membuka goody bag
“Mug, Handuk dan 3 lembar voucher diskon kek!”
“Oh ya? berapa persen discountnya?”
“15% di semua merchant restauran”
“Ooo, lumayan. Coba kakek lihat vouchernya”
Rita memberikan selembar voucher kepada kakeknya
“Hmm..kayaknya kakek tahu pemilik restauran ini”
“Huh? Teman kakek?”
“Bukan, tetapi nenek kamu!” Darmawan memberikan voucher itu kembali
“Nenek? Nenek mamanya tante Metha?” tanya Rita heran
“Iya betul, wah sudah hebat rupanya” gumamnya sambil masuk ke mobil
“Nenek pengusaha restaurant kek? Kok kakek gak bilang sebelum masuk restauran tadi?”
“hmm...seingat kakek, Nenek pernah cerita beberapa cabang restaurannya harus ia lepas karena tidak berkembang, tetapi kalau kakek lihat, rantai franchisenya masih berjalan.”
“Kakek memberi modal ke nenek?”
“Metha yang memberikan ke mamanya. Kakek tidak mau tahu urusan nenek mu!”
“Kakek dingin sekali ya sama nenek, apa kalian menikah karena terpaksa?” tanya Rita
“Nenekmu itu dulu pengasuhnya Eka, papamu. Ia sangat baik pada Eka, tetapi suaminya yang dulu, papanya Metha sangat kasar. Suka berjudi, minum alkohol dan KDRT. Pernah suatu ketika, suaminya datang ke sekolah Eka, waktu itu nenekmu menunggui Eka yang sedang bersekolah. Suaminya melakukan KDRT pada nenekmu di depan mata Eka. Itu membuatnya trauma, aku tidak terima. Tindakannya membuat anakku ketakutan. Jadi aku menggunakan semua kekuasaanku untuk menjebloskan orang itu ke penjara.”
“Berhasil Kek?”
“Tentu dong, aku berhasil membuatnya di penjara selama 5 tahun tapi karena prilakunya buruk. Ia meninggal di penjara karena tawuran antar napi”
“Bagaimana kakek bisa menikah dengan nenek?”
“Eka yang membujukku, dia bilang kasihan dengan Metha yang kehilangan ayahnya. Aku melihat Metha, ia anak yang rajin. Kemudian aku melamar nenekmu, tapi pernikahan kami hanya sebatas di atas kertas. Untuk urusan ranjang kami masing-masing”
“Ih kakek, jangan ngomong rahasia rumah tangga sama cucu dong, gak enak dengarnya”
“ Kakek cuma menekan kan saja, hubungan kami sebatas itu”
“Waah kasihan nenek dong, cuma status saja”
“Kog kasihan, sejak jadi nyonya Darmawan, dia banyak hartanya, Aku tidak akan membiarkan istriku tetap miskin”
“Iya sih, kakek itu hebat. Seperti namanya sangat Dermawan!” puji Rita
“Hahaha...iya dong. Btw Rit, tadi waktu kamu menghajar orang tadi, beberapa pengunjung merekam lho, kakek khawatir kakakmu atau Daniel melihat aksimu”
“ ah benar juga, bisa tolong aku kek? Kakek kan bisa menggunakan semua kekuasaan kakek untuk men take-down semua rekaman tentang restaurant itu yang beredar di medsos”
Darmawan tersenyum dan tertawa
“Hehehe..”
“Kenapa kek, kog tertawa?”
“Sebelum kamu minta, kakek sudah memerintahkan tim IT kakek untuk melakukan yang kamu minta.”
“Terima kasih banyak Kek!” Rita memeluk dan mencium pipi kakeknya
Rita menarik nafas lega dan Kakeknya pun tersenyum senang.
-Bersambung-
__ADS_1