Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)

Rita(Petualangan Cucu Konglomerat)
Chapter 36: Mitos Jam Dinding Mati


__ADS_3

"Apakah Anda memiliki jam, entah itu jam dinding atau arloji, yang jarumnya sudah tidak bergerak lagi? Jika jarum jam itu berhenti bergerak karena rusak, segeralah diperbaiki.


Ada beberapa mitos dan kepercayaan yang beredar di masyarakat seputar jam yang jarumnya berhenti bergerak, dan itu memiliki makna yang buruk. Berikut mitos tersebut menurut Boldsky.


Kepercayaan #1


Banyak ahli spiritual dan parapsikologis percaya bahwa jam tangan yang rusak adalah simbol dari nasib buruk dan nasib sial.


Kepercayaan #2


Diyakini bahwa pembuat jam yang membuat arloji dengan tangan alias tidak menggunakan alat atau mesin, jiwanya turut hidup di dalam jam tangan buatannya. Dan ketika jam buatannya itu rusak, orang-orang percaya bahwa jiwa sang pembuat jam juga ikut rusak.


Kepercayaan #3


Di masa lalu, diyakini bahwa jika Anda tidak memperbaiki jam yang berhenti di sebuah ruangan, seseorang akan meninggal dunia dan Anda akan bernasib buruk.


Kepercayaan #4


Jika sebuah jam yang sudah lama tidak berdentang tiba-tiba loncengnya berbunyi kembali, maka akan ada kematian di dalam keluarga dan segera terjadi."


Kiki membacakan artikel itu, ia termasuk Rita dan teman-temannya berkumpul untuk belajar kelompok di rumah Lisa.


"Lo percaya Ki?" tanya Kowi


"Namanya Mitos"! Balas Andien sambil mengunyah pisang goreng.


"Sebenarnya mitos itu apaan sih?" Tanya Rita teman-temannya menoleh ke arah Lisa yang dijuluki Ensiklopedia berjalan.


"Mitos itu ya awalnya kepercayaan orang-orang, biasanya dihubungkan dengan kejadian yang menimpa mereka. Misalnya nih mitos kalau kupu-kupu terbang ke rumah katanya mau ada tamu. Nah momennya tepat, pas ada kupu-kupu pas ada tamu!" Jelas Lisa


"Tapi kupu2 tu sering bener lho!" Sambung Kiki


"Nah itu dia! Coba deh lo tanya sama orang bule tentang kupu-kupu yang datang ke rumah pasti mereka ga bakal percaya kayak kita!"


"Jadi intinya kepercayaan!!!" Sambung Andien lagi


"Dari tadi lo ngunyah melulu Dien, kenapa lo? Endah lagi???" Tanya Kowi


"Iya nih, dia minta pindah ke rumah gue! Hadeuuh..mana makannya banyak lagi!"


"Nyokap lo ga komplain ke. nyokapnya Endah?"


"Sudah, dasar tu anak kepala batu, udah dijemput siang, eh malam dia datang lagi!"


"Kenapa sih dia? Kog jadi lebay begitu?" Tanya Rita sebal


"Menurutnya, Dewa itu first lovenya dan love of her life !"


"Apa dia ga tau ya mitos tentang first love?" Ujar Lisa sambil membuka majalah, teman-temannya langsung mengerubunginya.


"Apaan Lis?" Tanya Kowi


"Orang bilang, cinta pertama ga pernah kesampaian!"


"Ah mitos!!!" Andien menjauh


"Beneran, karena biasanya cinta pertama kita masih kita masih kecil. Jarang ada yang inget tentang teman masa kecilnya, kecuali dari kecil tetanggaan terus nah itu bisa tu!"


"Itu kalau cinta pertama lo masih kecil, ada yang baru ngalamin cinta pertama di SMP!" Ujar Rita tiba-tiba.


"Iya Rit? Lo ya?" Tanya Kiki penasaran


"Iya!" Ujar Rita sambil tersenyum.


"Kelas berapa?" Tanya Kiki lagi


"Kelas 1 SMP!"


"Yang lo taksir?" Tanya Kowi


"Kelas 2 SMP!"


"Kalian jadian?" Tanya Lisa


"Hampir!!"


"Kog bisa hampir??" Tanya Lisa lagi.


"Gue keburu pindah sekolah😢 eh apa dia ya yang pindah duluan🤔?"


"Lo gimana sih? Jangan-jangan lo lupa namanya!" Ujar Kowi kesal


"Inget dongg..!


"Siapa namanya??"


"Jadi kalau kejadian disebut fakta kalau ga kejadian disebut mitos?" Tanya Rita


"Bisa begitu!, Eh balik lagi tentang mitos jam mati tadi, kalian pernah lewatin rumah tua dekat sini?"tanya Lisa


"Engga, kenapa, rumah itu peninggalan zaman Belanda, katanya penghuninya dulu orang Belanda ahli jam. Sering dipanggil para pejabat atau orang kaya untuk memperbaiki jam mereka!"cerita Lisa


"Jadi tukang jam dulu orang penting banget ya?"


"Betul Ki, jam jadul itu ga kayak jam sekarang. Nenek gue punya tu. Menurut Nenek itu jam kesayangan kakek, berhenti bekerja begitu kakek meninggal." Cerita Kowi


"Terus jam itu gimana sekarang?" Tanya Rita


"Dijual sama Om gue ke toko barang antik!"


"Emang laku? Kan sudah rusak?"


"Hidup lagi setelah nenek meninggal!"


"Wah serem dong😱😱!" Ujar Rita,dan Kiki berbarengan.


"Nah disitu lucunya!"


"Kog lucu, serem tahu!" Sambung Lisa


"Ya lucu, ternyata yang betulin nyokap gue"


"Nyokap lo jago dong?"

__ADS_1


"Engga Rit, menurut nyokap, beliau sering lihat ayahnya bersihin itu jam. Cara membersihkan, menaruh gantungannya, nah pas nyokap gue yang ngerjain, eh nyala lagi!👏👏


"Oh ya? Laku berapa?"


"Lima juta!"


"Makin kuno seharusnya makin mahal dong?"


"Engga ah Lis, Om sama pak De gue setuju makin cepat dijual makin baik!"


"Memang kenapa?"


"Nah,..gini setelah itu jam sudah benar, sekitar jam setengah dua belas malam, Om gue yang baru pulang kerja, setelah mandi mau matiin lampu, eh beliau sekilas lihat ada perempuan yang ngeliatin itu jam, deket banget"


"Terus Om lo gimana?,kriukk!" Suara Andien makan keripik


" Ya agak takut, tapi beliau pura-pura ga liat aja."


"Kalau PakDe lo?"


"Nah, kalau pakDe ketiduran di ruang tamu, jamnya ada di ruang tamu. Beliau lihat dekat!"


"Kabur dong??" Rita dan Kiki bersamaan


"Jatuh beliau dari kursi panjang, tangan kirinya retak😢"


"Kasihan.."ujar mereka bersamaan.


"Back to orang Belanda tadi Lis!" Rita penasaran


"Menurut ceritanya beliau mengalami penyakit Parkinson"


"Apaan tu?" Tanya temannya bersamaan


"Itu penyakit yang menyerang saraf, jadi tangannya bergetar terus, ga bisa dikendalikan. Lo tahukan jam itu ada bagian-bagian yang kecil, jadi beliau ga bisa kerja lagi."


"Yahh..terus gimana?"


"Ada yang bilang beliau bunuh diri, ada yang bilang meninggal karena sakit."


"Menurut gue siy karena sakit!" Tebak Rita


"Kenapa lo bisa yakin?" Tanya Kowi


"Ya, lo bayangin aj, tangan beliau kan ga terkontrol, kalau mau menembak diri sendiri pasti susah. Kalau minum racun, kan untuk minum pasti dibantu orang kan? Kecuali kalau matinya menjatuhkan diri dari ketinggian!"


"Lo ga tau meninggal nya karena apa Lis?"


"Ga tau, itu rumahnya terbengkalai begitu saja. Anehnya tiap jam 10 malam, suara lonceng jam bunyi."


"Eh sudah jam brp nih?" Tanya Rita tiba-tiba


"Jam 5 sore!"


"Gue lagi ga sholat jadi ga ingat waktu, pulang yuk!" Ajak Rita


"Sama, semua yg disini pada berhalangan. kog bisa barengan ya?"


"Semua sudah selesai kan?" tanya Rita lagi


"Cek sebentar, baru kita chao!" Sambung Kiki


Setelah mengecek pekerjaan kelompok, mereka pulang ke rumah masing-masing.


Sepanjang perjalanan pulang Rita terus memikirkan cerita Kowi dan Lisa. Arah rumah Rita berlawanan dengan teman-temannya, ia sendirian naik angkot menuju rumahnya.


"Kog dari tadi nih jam tangan ga berubah-ubah ya?" Ditempelkan jam tangannya ke telinga.


"Ah beneran rusak, padahal baru ganti baterai!" Rita melepaskan jam tangannya dan menaruhnya dalam tas. Lalu lintas menuju rumahnya cukup padat, karena bertepatan dengan waktu pulang kerja. Rita tidak berani mengeluarkan ponselnya, ia terus mendekap erat tasnya. Entah apa penyebab macet, sehingga, angkot yang ditumpangi Rita berinisiatif memutar.


"Kog muter bang?" Tanya penumpang lain


"Lewat jalan yang lain!" Jawab pak Supir agak kesal dengan kemacetan. Rita dan para penumpang lain hanya diam pasrah di dalam angkot. Kira-kira cukup jauh jalan memutar, angkot melewati rumah tua Belanda yang disebut Lisa sebelumnya.


"Ohh ini rumah angket itu" gumam Rita.


Ia mendengar penumpang lain bercerita kepada temannya.


"Rumah ini bagus bagian depan saja, bagian dalam sudah rusak! "


"Kenapa ga dijual ahli waris?"


"Ga tau juga, tapi katanya tiap orang yang mau beli sering diganggu sama penghuninya!"


"Siapa penghuninya?"


"Dulu orang Belanda, tukang jam. Nikah sama perempuan orang pribumi, punya satu anak!"


"Terus?"


"Bapaknya yang Belanda meninggal, anak-istrinya ga tau kemana?"


"Jangan-jangan meninggal di rumah itu?"


"Ga tahu juga!"


"Kenapa serem?"tanya temannya lagi penasaran.


"Tiap malam bunyi suara jam, berisik banget!"


"Ada jamnya di dalam?"


"Menurut ketua rt dan warga yang datang ke rumah itu untuk komplain ga ada apa-apa!"


"Mungkin di ruangan lain pak?" Tiba-tiba Rita nimbrung ngobrol.


"ga tau juga saya, yg cerita tetangga saya"


"Selain serem karena bunyi jam apalagi pak?"


"Oh, orang yang masuk kesitu waktu seolah berenti!"


"Kog Bapak bisa tahu?"

__ADS_1


"Saudara saya itu suka bikin vlog ,ketika ada cerita rumah tua itu dia kesana. Dua hari dia hilang, begitu kembali jam tangan nya rusak, jam di kameranya juga berhenti pada saat dia masuk ke rumah itu!"


"Tapi dia ga apa-apa?"


"Dia sakit karena dehidrasi, dua hari ga minum!"


"Tapi ga ada yang meninggal kan pak?"


"Belum!"


"Yahhh" seru beberapa penumpang


"Kog yah???" Bapak itu bingung


" Berarti kurang serem pak!"


Tanpa mereka sadari angkot yang mereka tempati berhenti tepat di tempat itu.


"Eh, supirnya kemana?" Tanya Bapak tadi


"Eh, kemana ya?" Penumpang lain juga baru menyadari


"Nah lho, depan rumah Belanda nih!"


"Kabur yuk!" Beberapa penumpang berebutan keluar dari angkot.


Bapak tadi yang sudah tua lututnya lemas ketakutan, ia tertinggal di angkot. Rita yang sudah lebih dulu keluar angkot melihat bapak itu susah payah keluar angkot. Ia kembali ke angkot dan membantu bapak itu keluar. Dengan tertatih Rita membantu Bapak itu berjalan,karena kaget, hingga kakinya lemas.


"Tenang ya Pak, saya bantu!" Rita menenangkan Bapak itu, padahal dirinya juga ketakutan. Sudah cukup lama Rita dan Bapak itu berjalan, tetapi sepertinya mereka tidak beranjak dari tempat itu. Ia juga melihat orang-orang yang keluar dari angkot bergelimpangan pingsan. Rita menyandarkan Bapak itu yang mulai hilang kesadaran di pohon terdekat. Sungguh aneh, hanya dirinya yang tidak pingsan. Rita terduduk termangu, bingung harus bagaimana. Tiba-tiba dari rumah itu keluar seseorang berwajah seperti orang asing, menghampiri Rita.


"Helpen!" Kata orang bule itu sambil menunjuk ke arah rumahnya. Rita tidak mengerti bahasanya,tetapi nalurinya berkata orang itu minta pertolongannya. Rita berjalan mengikuti orang bule itu. Rita memasuki rumah tua, tidak seperti yang diceritakan bapak tua tadi. Dalam rumah itu cukup rapi, perabotannya tua yang antik masih sangat terawat. Orang bule itu mengajak Rita ke suatu ruangan.


"Daar!" Orang bule itu menunjuk ke sebuah pintu di dalam ruangan, sepertinya pintu itu menuju ke ruangan lain. Rita membuka pintu itu, ternyata ada ruangan rahasia. Ruangan rahasia itu berada dibawah. Dengan perlahan Rita menuruni tangga itu, ia melihat seorang perempuan muda terikat di bangku, kepalanya tertunduk lemah. Perlahan Rita menghampiri perempuan yang terikat, tiba-tiba perempuan itu mengangkat kepalanya


"Aaahhh!!" Rita terjatuh karena kaget


"Tolong saya!" Pinta perempuan itu. Rita terperanjat kaget, namun segera ia membuka ikatan perempuan itu dan membantunya bangun .


"Hauss!" Katanya. Rita segera ke lantai atas dan mengambilkan air minum untuknya.


"Terimakasih!" Kata perempuan itu tersenyum.


"Kakak tidak apa-apa? Mengapa terikat ?"


"Ada orang jahat yang menggunakan rumah ini untuk memproduksi narkoba"


"Sekarang mereka di mana?" Tanya Rita


"Saya tidak tahu, sudah seminggu saya terikat di kursi itu!"


"Kalau begitu, kita harus segera keluar dari rumah ini dan melaporkannya ke polisi!" Rita membantu perempuan itu berdiri. Tetapi karena tubuhnya lemas, ia tidak sanggup.


"Kakak, tunggu di sini ya, Saya akan mencari bantuan!" Ujar Rita yang segera berlari ke tangga tadi. Dipikirannya tidak lain hanya tasnya yang dia taruh di luar rumah. Secepat kilat ia berlari dan mengambil tasnya.Ia membuka tas dan mengambil ponselnya. Ia menelepon Lisa dan menceritakan kejadian itu. Lisa segera menelepon Omnya yang polisi. Tiga puluh menit kemudian Lisa dan Omnya dan beberapa petugas polisi datang ke rumah itu. Rita menyambut mereka.


"Om, ini Rita yang tadi Lisa ceritakan!"


"Rita,Om!" Menyalami


"Gunawan!" Ujarnya membalas tangan Rita.


"Orangnya di dalam om!"


"Kalian tunggu di sini siapa tahu masih ada orang jahat di dalam!" Perintahnya .


Gunawan dan beberapa orang polisi memasuki rumah tersebut. Beberapa saat kemudian, Gunawan kembali keluar dan menelepon petugas mayat. Rita dan Lisa hanya memperhatikan dari kejauhan. Petugas pengangkut mayat datang dan masuk ke dalam rumah. Beberapa saat kemudian. Mereka mengangkat jenazah, kira-kira enam kali bolak-balik, ada enam jenazah semuanya laki-laki.


"Sepertinya mereka tersedak oleh produk mereka sendiri." Terang Gunawan


"Maksudnya Om?"


"Orang-orang ini memproduksi narkoba , mereka mensintesisnya di ruangan bawah tanah. Ada kebocoran gas atau apa, yang jelas mereka semua sudah tidak bernyawa. Untuk lebih jelasnya harus ada autopsi!"


"Ada satu lagi korban Om, perempuan!" Ujar Rita


"Oya?, Bisa kamu tunjukkan?"


Rita segera masuk kembali ke dalam rumah dan menunjukkan tempat perempuan tadi terikat. Perempuan itu masih lemas, petugas ambulan mengangkat perempuan itu ke ambulan dan membawanya ke Rumah Sakit. Polisi memasang police line di sekitar rumah itu.


"Ayo kalian Om antar pulang!" Ajak Gunawan


"Tapi Om di tempat lain ada beberapa penumpang angkot yang pingsan!"


"Hah?, Ayo tunjukkan!" Rita, diikuti Lisa dan Gunawan segera menuju ke tempat orang-orang yang masih pingsan. Dengan bantuan beberapa orang polisi dan petugas ambulan, orang-orang yang pingsan dibantu hingga tersadar, termasuk Bapak tua yang disandarkan Rita di pohon. Supir angkot yang hilang juga ditemukan, ternyata ia jatuh terperosok di semak-semak ketika ia kencing, kakinya terkilir. Mereka dibawa dalam angkot yang ditarik oleh mobil polisi, Rita diantar pulang oleh Lisa dan Gunawan. Ketika di mobil sekilas ia melihat orang bule tadi melambaikan tangannya ke Rita dan mengatakan. "bedankt!" ( terimakasih!)


Rita membalas dengan melambaikan tangannya.


"Melambai ke siapa Rit?" Tanya Lisa


"Itu orang Bule itu!" Tunjuk Rita. Lisa menoleh dan tidak melihat siapapun. Rita melihat jam tangannya yang kembali berfungsi


"Eh berfungsi lagi, kirain rusak!" Ujarnya tersenyum.


Sesampainya di rumah Rita.


"Terimakasih banyak Om Gunawan, Lisa!"


"Sama-sama ya Rit!, Nanti kalau diminta ke kantor untuk kasih keterangan, datang ya!"


"insyaaAllah iya Om!, Makasih banyak ya Lis🙏"


"Sama-sama Rit!"


Rita membuka pagar depan.


"Rita!" Tomi sudah menunggu di teras rumah


Tomi menghampiri Rita dan memeluknya erat.


"Kak Tomi?"


Lisa melihat dari spion mobil.


-bersambung-

__ADS_1


__ADS_2