
Hari ini, genap sebulan sudah Rita magang di kantor omnya. Ia sangat senang melihat honor yang ia terimanya, ternyata omnya tidak sepelit yang Andi ceritakan. Setelah dipotong angsuran kerusakan mobil, ia masih menyisakan beberapa ratus dolar di rekening tabungannya. Rita tersenyum gembira melihat saldo tabungan dari mobile bank di ponselnya.
(Dalam bahasa Inggris)
“Selamat Pagi Pak!” sapanya kepada Radian yang baru saja tiba
“Pagi Rit, oiya semua jadwal dan pesanan saya sudah tersedia? “
“Sudah siap pak, Daniel juga sudah menunggu Bapak di bandara.”
“Hmm..hari ini ya, pertemuannya, perjalanan dari New Zealand ke Singapura tidak lama, sayang kalau kita tidak digunakan untuk hal lain.”
“Tapi pak, jadwal Bapak setelah dari Singapura ada pertemuan lain.”
“Oooh hari ini juga ya?”
“Iya pak!”
“Kamu yang buat jadwalnya?”
“Bukan pak, ini berdasarkan jadwal pertemuan 2 bulan lalu, karena proyek harus segera dijalankan.”
“hmm... sebenarnya kamu mengerti gak Rit, pekerjaan kita itu apa?” tanya Radian yang belum masuk ruangannya
“masih samar sih pak, tapi karena perusahaan ini dibidang leasing, jadi banyak perusahaan yang membutuhkan jasa kita pak!”
“Sebenarnya gak hanya leasing Rit, banyak bidangnya. Ini hanya salah satunya”
“Ooo begitu, jadi dalam satu perusahaan mengerjakan banyak hal ya Pak?”
“Betul sekali! Kamu lebih cerdas dibandingkan pemagang sebelumnya!” puji Radian
“Terima kasih Pak!” Rita senang mendengar pujian Radian
Rita mengantar Radian sampai bandara, kemudian kembali ke kantor. Setibanya di kantor, seorang lelaki muda berusia 35 tahun-an telah menunggu di ruang tunggu.
“Maaf ada yang bisa saya bantu?” tanya Rita sopan
“hmm...saya ingin bertemu dengan pak Radian, beliau ada?” tanya pria itu dengan nada angkuh
“Maaf pak, apa sudah ada janji bertemu dengan beliau? Karena menurut jadwal beliau harus di Singapura siang ini.”
“Kapan beliau kembali?”
“Mungkin besok Pak” Rita terpaksa berbohong, karena lelaki ini bersikap sedikit memaksa.
“Maaf, dengan bapak siapa ya? mungkin bisa saya bantu membuat jadwal bertemu dengan pak Radian?” tanya Rita sopan
“Greg, gregorius, katakan pada Radian, pak Greg ingin bertemu besok, pukul 11 pagi di hotel Ashton! Jangan lupa ya?”
“maaf pak, tapi besok pak Radian sudah ada jadwal, mungkin baru bisa bertemu bapak sekitar 2 minggu lagi.” Jawab Rita ia melihat jadwal Radian di tabletnya
“Kamu atur dong!” dengan kasar Greg menyenggol tablet yang dipegang Rita, hingga jatuh. Rita sangat kaget, ia tidak menyangka harus berhadapan dengan lelaki kasar seperti itu tapi ia tetap tenang
“Nanti akan saya bicarakan dengan pak Radian Pak!, sebisa mungkin Rita menahan dirinya untuk tidak membalas perlakuan kasar Greg. Entah, sepertinya ia pernah melihat atau mendengar namanya di suatu tempat. Setelah mendengar penjelasan Rita, ia pun pergi meninggalkan kantor Radian, wajahnya terlihat sangat gusar.
“Ahhh...untung di sini digaji lumayan, kalau enggak, males banget ketemu orang model gitu!” Rita membuka kantung makanan yang baru ia beli sepulang dari bandara, Roti oatmeal Subway dengan toping ekstra keju kesukaannnya. Jika ia tidak ikut bosnya pergi, kegiatannya di kantor cukup lengang, semua jadwal dan persiapan pekerjaan untuk seminggu ke depan sudah ia selesaikan. Rita juga mengerjakan pekerjaan rumah tugas home schoolingnya, walaupun saat itu adalah liburan sekolah, Rita mengambil mata pelajaran lain untuk mengejar ketertinggalannya. Setelah tugas sekolah ia kerjakan, ia membuka pesan di ponselnya
“Rit, kita pulang cepat, tolong siapkan mobil jemputan di bandara, kita tiba 2 jam lebih awal!” pesan Daniel
“Ok!” dengan segera Rita membawa tablet dan tasnya, ia menghubungi supir perusahaan yang dengan segera mengantarnya ke bandara. Dalam perjalanan ke bandara, ia tidak sadar mobilnya diikuti oleh mobil lain. Pesawat Radian merupakan jet pribadi sehingga memiliki tempat pendaratan sendiri.
Pukul 2 siang, pesawat telah tiba, Daniel turun dari pesawat lebih dulu, setelah mengecek sekitar, baru Radian turun dari pesawat.
“Selamat siang pak? Bagaimana perjalanannya?” tanya Rita basa-basi
“Hmm..lumayan Rit” Radian yang kelihatan banyak pikiran, tiba-tiba mobil sedan mewah berwarna gelap berhenti tepat di depan hangar pesawat. Penumpang mobil sedan itu keluar dari mobilnya, yang ternyata Greg, ia memperbaiki setelan jasnya, lalu menghampiri Rita yang berada di samping Radian
“Sudah gue kira, ni bocah berani bohong sama gue!” ia meu menempeleng kepala Rita. Rita yang sudah paham dengan gerakan aneh Greg, menghindari pukulan tangannya, sambil tetap menjaga posisinya. Greg yang gagal menempeleng kepala Rita, makin kesal, ia malah ingin menampar, Radian menghalanginya
“Ada apa Greg? Kenapa tiba-tiba?” tanya Radian
“Gue mau ketemu Lo, eh dia bohong, dia bilang Lo balik besok!, gak tahunya sudah balik siang ini!, dasar pembohong!” kata Greg dengan nada kasar dan kesal ke Rita.
“Dia gak tahu Greg, jadwalnya memang gak pulang siang ini, tapi mendadak karena di sana juga lagi banyak urusan, jadi pertemuan kita dipersingkat!, jadi aku bisa pulang cepat” Radian menjelaskan ke Greg agar mereda amarahnya kepada Rita
__ADS_1
“Kalau begitu, luangkan waktu lo siang ini!” Greg dengan gaya sok akrabnya merangkul Radian.
“Lo gak usah ikut!” hardiknya ke Rita. Kelihatannya ia masih kesal. Radian memberi isyarat ke Rita agar menjauh, kemudian ia masuk ke mobil Greg, diikuti Daniel. Mobil perusahaan mengikuti mobil Greg dari belakang. Beberapa menit kemudian, mereka tiba di hotel Ashton. Kedatangan Radian disambut Ashley. Hari itu ia berpakaian santai, dan cantik seperti biasanya. Ia mencium pipi Radian, lalu mengajaknya masuk . Daniel tetap mendampingi Radian, ia juga memasang kamera pengintai di kacamata dan dasinya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Rita menunggu di mobil. Entah pembicaraan apa yang mereka lakukan, tapi sepulang dari pertemuan itu, Greg kelihatan lebih kesal, ia tidak mengantar Radian keluar dari hotel. Mobil perusahaan tiba di depan hotel , setelah Radian juga Daniel masuk ke dalamnya, lalu pergi meninggalkan hotel, waktu menunjukkan pukul 5 sore.
“Kamu sudah memundurkan jadwal sore ini Rita?” tanya Radian
“Sudah pak, dijadwalkan kembali besok pagi jam 10.” Jawab Rita
“Bagaimana yang jadwal besok pagi?”
“Besok pagi Bapak ada jadwal main golf, jadi saya pikir itu bisa digeser untuk ganti pertemuan hari ini” jawab Rita membuka tabletnya
“Jadi minggu ini saya gak main golf dong ya” Radian kelihatan menyesal
“Kamu gak apa-apa Rit?” tanya Radian
“Gak apa-apa pak, Cuma kaget saja m pak Greg muncul tiba-tiba!”
“Dia itu memang seperti itu, kalau sudah ada mau apapun langsung ia kerjakan, tidak ada toleransi sama sekali. Para klien melihat ke ayah greg yang pengusaha handal dan terpandang, sehingga mereka tidak begitu memedulikan sikap kurang ajarnya si Greg.”
“apa bisnis mereka begitu penting sehingga banyak yang tidak memedulikan sikapnya itu?” tanya Rita
“bisa dibilang strategis Rit, mereka importir gas dari Rusia, nah sekarang ini Rusia sedang berperang, mereka menginginkan pembayarannya berupa emas. Sepertinya perusahaannya agak sulit memenuhinya. Pusat perusahaan Greg di AS, semua transaksi dalam dolar Amerika, kamu ke bayang kan, berapa dolar untuk membeli emas?”
“Jadi mereka mau pinjam dari perusahaan kita pak?”
“Lebih tepatnya minta tolong, kamu tahu, salah satu lini usaha perusahaan Darmawan di bidang pertambangan Emas, jadi mereka minta kita menghubungkannya ke perusahaan om Darmawan.”
“Kenapa mereka gak langsung minta ke kakek?”
“Itu karena sikap Greg yang tidak sopan ke kakek. Om Darmawan melihat sikap CEO mencerminkan perusahaannya, jadi beliau tidak mau bekerja sama dengan perusahaan Greg.”
“Apakah kalau melalui kedekatan Om dengan istrinya pak Greg, Bapak akan membantunya?”
“Entahlah, aku hanya berjanji membantu membicarakan dengan Om Darmawan, semua keputusan di tangannya!”
Beberapa hari kemudian, seperti yang diduga, kakek Darmawan menolak kerjasama dengan Greg, hal itu Radian sampaikan langsung, dan membuat Greg marah. Radian meninggalkan Greg yang sibuk memaki dan melemparkan barang-barang di sekitarnya.
Di Minggu pagi, Rita mengantarkan Andi berbelanja pakaian di butik langganan keluarga.
“Kak, kenapa gak belanja di mall saja sih, gak usah eksklusif kayak gini?” tanya Rita pada Andi yang sedang mencoba beberapa setelan pakaian
“Maksudnya?”
“Gue suka banget sama film the King’s man, itu pada berpakaian kayak gini! Manner make it Men!” ujar Andi meniru percakapan di Film.
“keren si Kak, tapi harganya lumayan lho!” Rita melihat harga di katalog
“Untuk Anggota harganya di diskon lumayan Rit, apalagi kalau ambil banyak.”
“Memang kak Andi mau beli berapa banyak?”
“Yah sekitar 10-15 pcs lah”
“Masya Allah itu harganya bisa ratusan juta kak!, apa nanti kakek Darmawan gak bakal marah menghabiskan uang Cuma untuk baju?”
“Ini bukan Cuma baju Rit, coba deh, kalau baju mahal rasanya beda, karena bahannya berkualitas, dan hanya ada 1 untuk setiap pelanggan.”
Percakapan mereka terpotong, mendengar gosip para wiraniaga butik
“Ms.Ashton mengembalikan beberapa pakaian yang ia beli kemarin” ujar salah seorang wiraniaga
“Oh ya? berapa banyak yang ia kembalikan?” tanya temannya
“ia mengembalikan 11 dari 12 baju yang ia beli, itu pun karena baju ke-12 sudah agak rusak.” Jawab temannya lagi
“Kak, baju ini bisa dikembalikan?” tanya Rita
“Bisa, asal, merk dan masih bagus, ada masanya, kalau gak lebih dari seminggu masih bisa dikembalikan.”
“Oo begitu ya kak?”
“Eh waktu ms.Ashton mengembalikan baju, tangan kirinya tampak memar” ujar salah satu wiraniaga
“Apa kamu gak tanya penyebabnya?”
__ADS_1
“Dia bilang terpentok lemari pakaian. Ia juga memberikan selembaran ini.” Wiraniaga memberikan selembaran kepada temannya
“Boleh saya lihat mba?” tanya Rita tiba-tiba, ia membaca selembaran itu, lalu memotretnya
“Terimakasih!” ujarnya tersenyum
Sepulang dari butik, mereka mampir di salah satu cafe untuk makan siang
“Sudah jam 3 kak, ini bukan makan siang, tapi makan sore!” ujar Rita kesal
“Namanya juga fitting baju Rit, seharusnya Lo ngerti, cewek sudah biasa fitting baju lama kan?” Ujar Andi cuek sambil membuka menu restoran
Di tempat lain di restoran, tampak seorang pelayan mengembalikan kartu kredit seorang perempuan.
“Maaf kartu anda di tolak!” ujar pelayan itu, iya mengembalikan 3 kartu kredit , perempuan itu tampak malu, kelihatan ia sangat bingung, kemudian ia membuka dompetnya.
“Saya tidak membawa uang cash, bisa saya tinggalkan ini, nanti sore setelah kembali dari bank akan saya ambil kembali?” ujar perempuan itu berbisik kepada pelayan dan memberikan cincinnya.
“Maaf bu, kamu hanya menerima cash!” ujar pelayan itu masih dengan nada ramah. Perempuan itu tampak kebingungan
“Makanan ini belum saya makan, jadi saya gak perlu bayar kan?” tanyanya
“Maaf bu, kalau sudah memesan, dianggap sudah membeli” jawab pelayan itu lagi
“Maaf ms.Ashton? Saya Rita keponakannya mr.Radian!” Tiba-tiba Rita menghampiri perempuan itu dan memotong percakapan lalu mengambil tempat duduk di hadapannya.
“Saya yang akan membayarnya mba, saya juga pesan ini.” Ujar Rita kepada pelayan
Ashley menatapnya dengan mata lega
“Terimakasih!” ucapnya
Tak lama pelayan memberikan pesanan Rita. Andi yang duduk di tempat lain, sepertinya lebih memperhatikan ponselnya daripada Rita. Jadi bukan masalah baginya Rita duduk di tempat lain.
“Oh iya, kita pernah bertemu diperjamuan di hotelku ya?” jawab Ashley ramah, kelihatannya ia sangat kelaparan, walaupun makannya tampak elegan, tapi ia makan dengan lahap.
“Iya, ms. Baru-baru ini saya juga bertemu suami Anda” ujar Rita
“Begitukah? Ada perlu apa?” tanya Ashley menghentikan makannya
“Entahlah, saya tidak mengikutinya, mereka berbicara di dalam ruangan!” ujar Rita sambil menyantap makanannya
“Pelayan, tolong ini dibungkus ya?” perintah Ashley, pelayan datang dan mengerjakan sesuai perintah. Pelayan memberikan bungkusan makanan kepada Ashley.
“Nak, terimakasih banyak atas traktirannya, mungkin kalau mau datang!” ia memberikan selembar kertas kepada Rita lalu pergi.
Setelah makan Rita membayar tagihannya
“500 dolar?, Ashley makan sampai 400 dolar?” gerutu Rita, ia menghampiri Andi yang masih makan sambil main ponsel
“Lo yang bayar Rit?” tanya Andi
“Iya, kasihan, tadi kartu kreditnya ditolak,sampai 3 kartu.”
“Jangan-jangan betul tuh rumornya” Andi meletakan ponselnya dan mulai fokus makan.
“Rumor apa kak?”
“Perusahaan suaminya bangkrut, bahkan hotel Ashton akan dilelang untuk membayar gaji para karyawannya”
“Pantas, ms.Aston mengembalikan semua pakaiannya dan menjual semua isi lemarinya” Rita menunjukan kertas yang diberikan Ashley kepada Andi.
“Yah, hidup itu memang begitu, seperti roda berputar, kalau kita lagi di atas jangan boros, kalau lagi di bawah juga jangan putus asa, tetap berusaha!” ujar Andi mengakhiri acara makannya
“Kak Andi bisa saja nasehatnya, padahal baru borong baju sampai 100 juta!”
“Ini kakak bayar pakai voucher Rit!”
“Maksudnya?”
“Setiap gue ulang tahun, kakek Darmawan selalu kasih voucher, ini dari 10 tahun lalu gak pernah kakak gunakan.”
“Voucher apaan kak? Kog Rita gak dapat?”
“Voucher: Make you wish, and your wish will come true !” nah ini yang kakak pakai.
__ADS_1
“hahaha..kita lihat reaksi kakek, kira-kira bagaimana wajahnya ketika lihat tagihan ini dan voucher kakak!” Rita terbayang wajah masam kakeknya. Mereka pun pulang ke rumah
_ Bersambung_